Bahan UJi Kurikulum 2013
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Bahan UJi Kurikulum 2013

on

  • 1,459 reproducciones

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013

Estadísticas

reproducciones

reproducciones totales
1,459
reproducciones en SlideShare
1,228
reproducciones incrustadas
231

Actions

Me gusta
0
Descargas
177
Comentarios
2

9 insertados 231

http://galuhratna5.blogspot.com 205
http://galuhratna5.blogspot.in 8
http://galuhratna5.blogspot.nl 6
http://galuhratna5.blogspot.com.es 5
http://galuhratna5.blogspot.tw 3
http://galuhratna5.blogspot.com.br 1
http://galuhratna5.blogspot.hk 1
http://galuhratna5.blogspot.sg 1
http://galuhratna5.blogspot.co.uk 1
Más...

Accesibilidad

Categorias

Detalles de carga

Uploaded via as Adobe PDF

Derechos de uso

© Todos los derechos reservados

Report content

Marcada como inapropiada Marcar como inapropiada
Marcar como inapropiada

Seleccione la razón para marcar esta presentación como inapropiada.

Cancelar
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    ¿Está seguro?
    Tu mensaje aparecerá aquí
    Processing...
Publicar comentario
Edite su comentario

Bahan UJi Kurikulum 2013 Presentation Transcript

  • 1. Bahan Uji Publik Kurikulum 2013KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 29 NOVEMBER 2012 1
  • 2. Sistematika1 Pengantar2 Strategi Peningkatan Capaian Pendidikan3 Rasional Pengembangan Kurikulum4 Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum5 Elemen Perubahan Kurikulum6 Standar Kompetensi Lulusan7 Struktur Kurikulum8 Contoh Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar9 Contoh Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar10 Faktor Pendukung Keberhasilan Implementasi Kurikulum11 Strategi Implementasi12 Kurikulum Pendidikan Tinggi13 Jadwal Uji Publik 2
  • 3. 1Pengantar 3
  • 4. Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1947 1975 2004 Rencana Pelajaran → Kurikulum Rintisan Dirinci dalam Rencana Sekolah Dasar Kurikulum Pelajaran Terurai Berbasis Kompetensi (KBK) 1968 1994 Kurikulum Sekolah Kurikulum 1994 2013 Dasar Kurikulum 20131945 1955 1965 1975 1985 1995 2005 2015 1984 Kurikulum 1984 2006 1973 Kurikulum Kurikulum Proyek Tingkat Satuan Perintis Sekolah Pendidikan Pembangunan (KTSP) 1964 (PPSP) 1997 Rencana Pendidikan Revisi Kurikulum 1994 Sekolah Dasar 4
  • 5. Perlunya Pengembangan Kurikulum 2013• Penjelasan UU No. 20 Tahun 2003, Bagian Umum: – Strategi pembangunan pendidikan nasional dalam undang- undang ini meliputi: ....., 2. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi,.....;• Penjelasan Pasal 35, UU No. 20 Tahun 2003: – Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Melanjutkan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu 5 5
  • 6. Landasan Pengembangan Kurikulum • Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, Aspek kebutuhan peserta didik dan masyarakat Filosofis • Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi RPJMN 2010-2014 SEKTOR PENDIDIKAN • Perubahan metodologi pembelajaran • Penataan kurikulum Aspek INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Yuridis • Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa • Relevansi • Model Kurikulum Berbasis Kompetensi • Kurikulum lebih dari sekedar dokumen • Proses pembelajaran Aspek Aktivitas belajarKonseptual Output belajar Outcome belajar • Penilaian Kesesuaian teknik penilaian dengan kompetensi Penjenjangan penilaian 6
  • 7. KURIKULUM TINGKAT KURIKULUM TINGKAT DAERAH KURIKULUM TINGKAT NASIONAL SEKOLAH Struktur Kurikulum [distribusi jam min/maks] Koordinasi dan Supervisi I. Mata Pelajaran Pendidikan Agama 1. Visi PPKnK KOMPETENSI 2. Misie Bahasa Indonesia 3. Strategir Matematika 4. Tujuana Bahasa Inggris Pendidikann Ilmu Pengetahuan Sosialg Ilmu Pengetahuan Alam 5. Struktur & RPP dan Muatank KTSP Kurikulum: Kegiatan Pembelajarana Seni dan Budaya [Jam [Intra dan Ekstra Pendidikan Jasmani/Olahraga pelajaran Kurikuler] “real”]D Keterampilan/Kejuruana 6. Waktu &s Beban Belajarar Beban 7. Kalender Belajar Akademik Kalender Akademik Penyesuaian Event Daerah 7
  • 8. 2Strategi Peningkatan Capaian Pendidikan 8
  • 9. Strategi Pengembangan Pendidikan Pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensiEfektivitasPembelajaran(Kurikulum, Guru, ....) 0 SD 6 SMP 9 SM 12 Wajar Dikdas 9 Tahun PMU Periode 1994-2012 Mulai 2013 9
  • 10. Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Pembelajaran yang mengedepankan Iklim akademik, pengalaman personal melalui budaya Observasi (menyimak, melihat, sekolah/ membaca, mendengar), Bertanya, kampus, .... Asosiasi, Menyimpulkan, Mengkomunikasikan, ....Sistem Nilai: -Universal Efektivitas Efektivitas Efektivitas Transformasi -Nasional Interaksi Pemahaman Penyerapan Nilai -Lokal Penilaian pada Manajemen kemampuan Kesinambungan dan proses, nilai dan Pembelajaran Kepemimpinan pengetahuan, secara horisontal serta kemampuan dan vertikal menilai sendiri 10
  • 11. Rasionalitas Penambahan Jam PelajaranNo Rasionalitas1 Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran2 Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [Knowledge is Power Program (KIPP) dan Massachusettes Extended Learning Time (MELT) di AS, Korea Selatan]3 Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat4 Walaupun pembelajaran tatap muka di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial 11
  • 12. Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri Untuk Umur 7 – 14 Tahun Ages 12 to 14 10 000Total number of intended instruction hours Ages 9 to 11 9 000 Ages 7 to 8 8 000 7 000 6 000 = 15% 5 000 4 000 3 000 2 000 1 000 0 Australia Italy Turkey Hungary Germany Iceland Greece Indonesia Belgium (Fr.)3 Ireland Portugal France Poland Korea Israel Belgium (Fl.) Estonia Chile Netherlands England Austria Japan Slovak Republic Sweden2 Canada Denmark Spain Luxembourg Norway Finland OECD average Czech Republic1 Russian Federation Slovenia Mexico 1. Minimum number of hours per year. 2. Estimated because breakdown by age is not available. 3. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only. Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours. Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). 12
  • 13. 3Rasional Pengembangan Kurikulum 13
  • 14. Permasalahan Kurikulum 2006No Permasalahan1 Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.2 Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.3 Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.4 Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.5 Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.6 Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.7 Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (sikap, keterampilan, dan pengetahuan) dan belum tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.8 Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir. 14
  • 15. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Kondisi Saat Ini Konsep Ideal A. Kompetensi Lulusan A. Kompetensi Lulusan1 Belum sepenuhnya menekankan pendidikan 1 Berkarakter mulia karakter2 Belum menghasilkan Keterampilan sesuai 2 Keterampilan yang relevan kebutuhan 3 Pengetahuan-pengetahuan terkait3 Pengetahuan-pengetahuan lepas B. Materi Pembelajaran B. Materi Pembelajaran1 Belum relevan dengan kompetensi yang 1 Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dibutuhkan2 Beban belajar terlalu berat 2 Materi esensial3 Terlalu luas, kurang mendalam 3 Sesuai dengan tingkat perkembangan anak C. Proses Pembelajaran C. Proses Pembelajaran1 Berpusat pada guru (teacher centered 1 Berpusat pada peserta didik (student learning) centered active learning)2 Sifat pembelajaran yang berorientasi pada 2 Sifat pembelajaran yang kontekstual buku teks 3 Buku teks memuat materi dan proses3 Buku teks hanya memuat materi bahasan pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan 1515
  • 16. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Kondisi Saat Ini Konsep Ideal D. Penilaian D. Penilaian1 Menekankan aspek kognitif 1 Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional2 Test menjadi cara penilaian yang dominan 2 Penilaian test dan portofolio saling melengkapi 16 E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan1 Memenuhi kompetensi profesi saja 1 Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal2 Fokus pada ukuran kinerja PTK 2 Motivasi mengajar 16 F. Pengelolaan Kurikulum F. Pengelolaan Kurikulum1 Satuan pendidikan mempunyai kebebasan 1 Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki dalam pengelolaan kurikulum kendali kualitas dalam pelaksanaan2 Masih terdapat kecenderungan satuan kurikulum di tingkat satuan pendidikan pendidikan menyusun kurikulum tanpa 2 Satuan pendidikan mampu menyusun mempertimbangkan kondisi satuan kurikulum dengan mempertimbangkan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan potensi daerah peserta didik, dan potensi daerah3 Pemerintah hanya menyiapkan sampai 3 Pemerintah menyiapkan semua komponen standar isi mata pelajaran kurikulum sampai buku teks dan pedoman 1616
  • 17. Alasan Pengembangan KurikulumTantangan Masa Depan Kompetensi Masa Depan• Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA • Kemampuan berkomunikasi• Masalah lingkungan hidup • Kemampuan berpikir jernih dan kritis• Kemajuan teknologi informasi • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu• Konvergensi ilmu dan teknologi permasalahan• Ekonomi berbasis pengetahuan • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab• Kebangkitan industri kreatif dan budaya • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap• Pergeseran kekuatan ekonomi dunia pandangan yang berbeda• Pengaruh dan imbas teknosains • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal• Mutu, investasi dan transformasi pada sektor • Memiliki minat luas dalam kehidupan pendidikan • Memiliki kesiapan untuk bekerja• Hasil TIMSS dan PISA • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkunganFenomena Negatif yang Mengemuka Persepsi Masyarakat Perkelahian pelajar • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Narkoba • Beban siswa terlalu berat Korupsi • Kurang bermuatan karakter Plagiarisme Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..) Gejolak masyarakat (social unrest) 17
  • 18. 4Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum 18
  • 19. Kurikulum sebagai Integrator Sistem Nilai, Pengetahuan dan Keterampilan Watak/Perilaku Kolektif Kompetensi: Watak/ Sistem -Sikap Aktualisasi Internalisasi Perilaku Nilai -keterampilan (Action) (Reflection) -Pengetahuan IndividuKurikulum -Produktif -Inovatif -Peduli -...PembelajaranPTK dan dukungan lain: SarPras,... 19
  • 20. Kerangka Kerja Pengembangan KurikulumPsikologi Pedagogi Sosio-eko-kultural * tidak pernah berhenti belajar Pribadi beriman, bertakwa, berakhlak mulia Peserta Didik Lulusan yang Kompeten Pembelajar yang Sukses * Pembelajaran Individu yang Percaya Diri WN yang Bertanggung Jawab Kontributor Peradaban yang EfektifKesiapan: Kelayakan: Kebutuhan:-Fisik -Materi -Individu-Emosional -Masyarakat, Bangsa, Negara, Dunia -Metode Penyampaian-Intelektual -Metode Penilaian -Peradaban- Spiritual Kurikulum Iklim Akademik dan Manajemen dan (SKL, Struktur Kurikulum, Standar-standar: Isi, Proses, dan Penilaian) Kepemimpinan Budaya Satdik Buku Pegangan (Buku Babon) (Buku Pegangan Siswa, Buku Pegangan Guru) Rumusan Kompetensi Guru dan Penyiapan Guru 20
  • 21. 5Elemen Perubahan 21
  • 22. Elemen Perubahan Elemen Perubahan 22
  • 23. Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMKKompetensi • Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputiLulusan aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuanKedudukan Mata • Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadiPelajaran matapelajaran dikembangkan dari kompetensi.(ISI)Pendekatan Kompetensi dikembangkan melalui:(ISI) • Tematik Integratif • Mata • Mata pelajaran • Mata dalam semua pelajaran wajib dan pilihan Pelajaran mata pelajaran wajib, pilihan, dan vokasi 23
  • 24. Elemen Perubahan Deskripsi Elemen SD SMP SMA SMKStruktur • Holistik dan • TIK menjadi media • Perubahan • Penyesuaian jenisKurikulum integratif semua sistem: ada keahlian(Matapelajaran berfokus kepada matapelajaran matapelajaran berdasarkandan alokasi alam, sosial dan • Pengembangan diri wajib dan ada spektrumwaktu) budaya terintegrasi pada matapelajaran kebutuhan saat ini(ISI) • Pembelajaran setiap pilihan • Penyeragaman dilaksanakan matapelajaran dan • Terjadi mata pelajaran dengan ekstrakurikuler pengurangan dasar umum pendekatan sains • Jumlah matapelajaran • Produktif • Jumlah matapelajaran dari yang harus disesuaikan matapelajaran 12 menjadi 10 diikuti siswa dengan tren dari 10 menjadi 6 • Jumlah jam • Jumlah jam perkembangan • Jumlah jam bertambah 6 bertambah 2 Industri bertambah 4 JP/minggu akibat JP/minggu • Pengelompokan JP/minggu akibat perubahan akibat mata pelajarn perubahan pendekatan perubahan produktif sehingga pendekatan pembelajaran pendekatan tidak terlau rinci pembelajaran pembelajaran pembagiannya 24
  • 25. Elemen Perubahan Deskripsi Elemen SD SMP SMA SMK • Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. • Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat • Guru bukan satu-satunya sumber belajar.Proses • Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladanPembelajaran • Tematik dan • IPA dan IPS • Adanya mata • Kompetensi keterampilan terpadu masing- pelajaran wajib yang sesuai dengan masing dan pilihan standar industri diajarkan sesuai dengan secara bakat dan terpadu minatnya 25
  • 26. Elemen Perubahan Deskripsi Elemen SD SMP SMA SMK • Penilaian berbasis kompetensi • Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]Penilaian • Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) • Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL • Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaianEkstrakurikuler • Pramuka (wajib) • Pramuka (wajib) • UKS • OSIS • PMR • UKS • Bahasa Inggris • PMR • Dll • Perlunya ekstra kurikuler partisipasi aktif siswa dalam permasalahan kemasyarakatan (menjadi bagian dari pramuka) 26
  • 27. 6Standar Kompetensi Lulusan 27
  • 28. Fungsi dan Tujuan Pendidikan NasionalUU No.20/2003 Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 Fungsi Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 28
  • 29. Ruang Lingkup SKL Dunia (Peradaban) Global Negara Meta-kognitif PT Sosial-Ekonomi-Budaya SMA/K Pendidikan Keluarga Peserta Prosedural Sat Didik SMP Konseptual SD Faktual SD SMPPT SMA/K 29
  • 30. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINCI DOMAIN Elemen SD SMP SMA-SMK Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Proses Mengamalkan BERIMAN, BERAKHLAK MULIA (JUJUR, DISIPLIN, TANGGUNG JAWAB, PEDULI, SANTUN), SIKAP Individu RASA INGIN TAHU, ESTETIKA, PERCAYA DIRI, MOTIVASI INTERNAL Sosial TOLERANSI, GOTONG ROYONG, KERJASAMA, DAN MUSYAWARAH Alam POLA HIDUP SEHAT, RAMAH LINGKUNGAN, PATRIOTIK, DAN CINTA PERDAMAIAN Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Proses MenciptaKETERAMPILAN MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG, MENGGAMBAR, MENGARANG Abstrak Konkret MENGGUNAKAN, MENGURAI, MERANGKAI, MEMODIFIKASI, MEMBUAT, MENCIPTA Proses Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi Obyek ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, DAN BUDAYAPENGETAHUAN Subyek MANUSIA, BANGSA, NEGARA, TANAH AIR, DAN DUNIAGradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan;1. Perkembangan psikologis anak2. Lingkup dan kedalaman materi3. Kesinambungan4. Fungsi satuan pendidikan5. Lingkungan 30
  • 31. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS DOMAIN SD SMP SMA-SMK Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM SIKAP BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL, ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + MenciptaKETERAMPILAN PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG EFEKTIF DAN KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + MengevaluasiPENGETAHUAN PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan; 1. Perkembangan psikologis anak 2. Lingkup dan kedalaman materi 3. Kesinambungan 4. Fungsi satuan pendidikan 5. Lingkungan 31
  • 32. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN SIKAP DIKDAS:SD DIKDAS:SMP DIKMEN:SMA/KMEMILIKI PERILAKU YANG MEMILIKI PERILAKU YANG MEMILIKI PERILAKU YANGMENCERMINKAN SIKAP ORANG MENCERMINKAN SIKAP ORANG MENCERMINKAN SIKAP ORANGBERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYADIRI, DAN BERTANGGUNG JAWAB DIRI, DAN BERTANGGUNG JAWAB DIRI, DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAMDALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGANDENGAN LINGKUNGAN SOSIAL DAN DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN SOSIAL DAN ALAMALAM ALAM SERTA DALAM MENEMPATKAN DIRINYADI SEKITAR RUMAH, SEKOLAH, DAN DALAM JANGKAUAN PERGAULAN DAN SEBAGAI CERMINAN BANGSA DALAMTEMPAT BERMAIN KEBERADAANNYA PERGAULAN DUNIA 32
  • 33. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN KETERAMPILAN SD SMP SMA/KMEMILIKI KEMAMPUAN PIKIR DAN MEMILIKI KEMAMPUAN PIKIR DAN MEMILIKI KEMAMPUAN PIKIR DANTINDAK YANG EFEKTIF DAN KREATIF TINDAK YANG EFEKTIF DAN KREATIF TINDAK YANG EFEKTIF DAN KREATIFDALAM RANAH ABSTRAK DAN DALAM RANAH ABSTRAK DAN DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET KONKRETKONKRET SESUAI DENGAN YANG DIPELAJARI TERKAIT DENGAN PENGEMBANGANSESUAI DENGAN YANG DI SEKOLAH ATAU SUMBER LAIN DARI YANG DIPELAJARINYA DIDITUGASKAN KEPADANYA. YANG SAMA DENGAN YANG SEKOLAH SECARA MANDIRI DIPEROLEH DARI SEKOLAH 33
  • 34. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN PENGETAHUAN SD SMP SMA/KMEMILIKI PENGETAHUAN MEMILIKI PENGETAHUAN MEMILIKI PENGETAHUANFAKTUAL DAN KONSEPTUAL FAKTUAL, KONSEPTUAL DAN PROSEDURAL DAN METAKOGNITIFDALAM PROSEDURAL DALAM DALAMILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI,SENI, DAN BUDAYA DENGAN SENI, DAN BUDAYA DENGAN SENI, DAN BUDAYA DENGANWAWASAN KEMANUSIAAN, WAWASAN KEMANUSIAAN, WAWASAN KEMANUSIAAN,KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DANPERADABAN PERADABAN PERADABANTERKAIT FENOMENA DAN TERKAIT FENOMENA DAN TERKAIT PENYEBAB FENOMENAKEJADIAN DI LINGKUNGAN KEJADIAN YANG TAMPAK MATA DAN KEJADIANRUMAH, SEKOLAH, DAN TEMPATBERMAIN 34
  • 35. 7Struktur Kurikulum 35
  • 36. 7AStruktur Kurikulum SD 36
  • 37. Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SDNo Permasalahan Penyelesaian1 Capaian pembelajaran disusun berdasarkan Perlunya ditetapkan standar kompetensi materi pelajaran bukan kompetensi yang kelulusan dan standar kompetensi kelas untuk harus dimiliki peserta didik menyatakan capaian pembelajaran2 Kompetensi diturunkan dari pengetahuan Kompetensi dirumuskan dalam tiga domain, yang diperoleh dari mata pelajaran yaitu sikap, keteramilan, dan pengetahuan3 Walaupun kelas I – III menerapkan Perlunya merumuskan kompetensi inti untuk pembelajaran tematik, tidak ada masing-masing kelas kompetensi inti yang mengikat semua mata pelajaran4 Walaupun kelas I-III menerapkan Mata pelajaran harus dipergunakan sebagai pembelajaran tematik, tetapi warna mata sumber kompetensi bukan yang yang diajarkan pelajaran sangat kental bahkan berjalan sendiri-sendiri dan saling mengabaikan5 Kompetensi siswa hanya diukur dari Penilaian terhadap semua domain kompetensi kompetensi pengetahuan yang menggunakan penilaian otentik [proses dan diperolehnya melalui penilaian berbasis tes hasil] tertulis6 Penilaian hanya berdasarkan kompetensi Penilaian berdasarkan kompetensi dasar dan dasar saja kompetensi inti 37
  • 38. Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SDNo Permasalahan Penyelesaian7 Peserta didik pada jenjang satuan sekolah dasar Perlunya proses pembelajaran yang menyuguhkan belum perlu diajak berfikir tersegmentasi dalam keutuhan pada peserta didik melalui pemilihan tema mata pelajaran-mata pelajaran terpisah karena masih berfikir utuh8 Banyak sekolah alternatif yang menerapkan sistem Perlunya menerapkan sistem pembelajaran integratif pembelajaran integratif berbasis tema yang berbasis tema menujukkan hasil menggembirakan9 Adanya keluhan banyaknya buku yang harus dibawa Perlunya penyederhanaan mata pelajaran oleh anak sekolah dasar sesuai dengan banyaknya mata pelajaran10 Indonesia menerapkan sistem guru kelas dimana Perlunya membantu memudahkan tugas guru dalam semua mata pelajaran [kecuali agama, seni budaya, menyampaikan pelajaran sebagai suatu keutuhan dan pendidikan jasmani] diampu oleh satu orang dengan meminimumkan jumlah mata pelajaran tanpa guru melanggar ketentuan konstitusi [idealnya tanpa mata pelajaran sama]11 Banyak negara menerapkan sistem pembelajaran Dapat dipergunakan sebagai acuan dalam usaha berbasis tematik-integratif sampai SD kelas VI, meringankan beban guru kelas yang harus mengampu seperti Finlandia, England, Jerman, Scotland, sejumlah mata pelajaran Perancis, Amerika Serikat (sebagian), Korea Selatan, Australia, Singapura, New Zealand,, Hongkong, Filipina 38
  • 39. Usulan Rancangan Struktur Kurikulum SDNo Komponen Rancangan1 Berbasis tematik-integratif sampai kelas VI2 Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas3 Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran4 Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran5 Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10 dapat dikurangai menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran: -IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll -IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll -Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan -Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran6 Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya bagi anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu melainkan sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan kepedulian dalam berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab.7 Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah atau jadi satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru, kesulitan bagi bahasa Indonesia untuk mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll8 Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian 39
  • 40. Alasan Usulan Pemisahan IPA dan IPS di SD• Masalah fokus pembelajaran: ada istilah-istilah IPA yang memiliki arti berbeda dengan istilah- istilah umum pada matapelajaran Bahasa Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll.• Tiap matapelajaran memiliki indikator pencapaian masing-masing. Jika indikator Bahasa Indonesia dan IPA digabung, maka pelajaran Bahasa Indonesia menjadi IPA.• Jika materi IPA dipaksakan bergabung dengan Bahasa Indonesia, akan terjadi pendangkalan materi IPA (terhapusnya beberapa bagian materi IPA), dampak negatifnya: – Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun – Anak tidak banyak mengerti istilah-istilah IPA, sehingga tidak suka membaca surat kabar/majalah yang mempunyai kolom sains.• Peserta didik kelas IV – VI (usia 10 – 12 tahun) sudah masuk pada tahap berpikir abstrak (operasi formal ), sehingga sudah mampu memahami konsep-konsep keilmuan secara sederhana• Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah, proses pembelajaran di SD tetap dapat dilaksanakan dengan pendekatan tematik-terintegrasi. IPA dan IPS sebagai Mapel IPA dan IPS sebagai Mapelterpisah untuk Kelas IV – VI terpisah untuk Kelas V – VI 40
  • 41. PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD Struktur Kurikulum Sekarang Usulan Struktur Kurikulum BaruNo Komponen I II III IV V VI No Komponen I II III IV V VIA Matapelajaran A Kelompok A Tematik 1 Pend. Agama 3 3 3 1 Pend. Agama 4 4 4 4 4 4 2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 6 6 6 3 Bahasa Indonesia 5 5 5 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 10 4 Matematika 5 5 5 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 5 IPA 4 4 4 B Kelompok B 6 IPS 3 3 3 1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6 7 Seni Budaya & Ketrpln. 4 4 4 2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4 8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 Jumlah 30 32 34 36 36 36B Muatan Lokal 2 2 2C Pengembangan Diri 2 2 2Jumlah 26 27 28 32 32 32 41
  • 42. PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD Struktur Kurikulum Sekarang Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas IV-VI) No Komponen I II III IV V VINo Komponen I II III IV V VI A Kelompok A Tematik 1 Pend. Agama 4 4 4 3 3 3A Matapelajaran 2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 4 4 4 1 Pend. Agama 3 3 3 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 5 IPA - - - 3 3 3 3 Bahasa Indonesia 5 5 5 6 IPS - - - 3 3 3 B Kelompok B 4 Matematika 5 5 5 1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6 5 IPA 4 4 4 2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4 Jumlah 30 32 34 36 36 36 6 IPS 3 3 3 Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas V-VI) 7 Seni Budaya & Ketrpln. 4 4 4 No Komponen I II III IV V VI 8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 A Kelompok A Tematik 1 Pend. Agama 4 4 4 4 3 3B Muatan Lokal 2 2 2 2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 6 4 4C Pengembangan Diri 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 7 7 4 Matematika 5 6 6 6 6 6Jumlah 26 27 28 32 32 32 5 IPA - - - - 3 3 6 IPS - - - - 3 3 B Kelompok B 1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6 2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4 Jumlah 30 32 34 36 42 36 36 42
  • 43. Perbandingan Internasional Persentase Jam Pelajaran untuk Anak Usia 7-8 Tahun (2010) Rata-rata OECD dengan 30 jam pelajaran perminggu adalah: Bahasa 9 jam, Matematika 6 jam, IPA 2 jamCountries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature.Source: OECD. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). Table D1.2a. See Annex 3 for notes(www.oecd.org/edu/eag2012). 43
  • 44. Perbandingan Internasional Persentase Jam Pelajaran untuk Anak Usia 9-11 Tahun (2010) Reading, writing and literature Mathematics Science Modern foreign languages Other compulsory core curriculum Compulsory flexible curriculum100%90%80%70%60%50%40%30%20%10% 0% Austria France Turkey Denmark Hungary Canada Japan Mexico Italy Estonia Slovenia Iceland Chile Russian Federation Spain Norway Belgium (Fl.)3 Israel Ireland Indonesia5 Greece Korea Germany England1 Luxembourg2 OECD average3 Slovak Republic Finland Portugal Argentina4 Poland5 Netherlands1 Bahasa. = 15% = 5 jam Matematika : 15% = 5 jam IPA : 12% = 4 jam Rata-rata OECD dengan 36 jam pelajaran per minggu adalah: Bahasa 8 jam, Matematika 5 jam, IPA 3 jamCountries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature.Source: OECD. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). Table D1.2b. See Annex 3 for notes(www.oecd.org/edu/eag2012). 44
  • 45. 7BStruktur Kurikulum SMP 45
  • 46. Usulan Rancangan Struktur Kurikulum SMPNo Komponen Rancangan1 Sama dengan SD, akan disusun berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik SMP dalam ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan2 Menggunakan mata pelajaran sebagai sumber kompetensi dan substansi pelajaran3 Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran5 Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 12 dapat dikurangai menjadi 10 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran: -TIK menjadi sarana pembelajaran pada semua mata pelajaran, tidak berdiri sendiri -Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya -Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran6 IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.7 Bahasa Inggris diajarkan untuk membentuk keterampilan berbahasa8 Menambah 6 jam pelajaran per minggu sebagai akibat dari perubahan pendekatan proses pembelajaran dan proses penilaian 46
  • 47. PENATAAN STRUKTUR KURIKULUM SMPStruktur Kurikulum Sekarang Usulan Struktur Kurikulum Baru ALOKASI MATA PELAJARAN WAKTU PER MINGGU [JP] VII VIII IX Kelompok A 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 3 3 3. Bahasa Indonesia 6 6 6 4. Matematika 5 5 5 5. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 7. Bahasa Inggris 4 4 4 Kelompok B 1. Seni Budaya (termasuk muatan lokal) 3 3 3 2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3 (termasuk muatan lokal) 3. Prakarya (termasuk muatan lokal) 3 3 3 Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 38 38 38 47
  • 48. Perbandingan Internasional Persentase Jam Pelajaran untuk Anak Usia 12-14 Tahun (2010) Reading, writing and literature Mathematics Science Modern foreign languages Other compulsory core curriculum Compulsory flexible curriculum100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Turkey Canada Denmark Hungary France Estonia Austria Ireland Italy1 Greece Belgium (Fr.)1 Poland Norway Chile Russian Federation Mexico Iceland Israel Spain Slovenia Japan Indonesia Argentina3 Slovak Republic Finland Germany Korea Luxembourg2 OECD average4 Belgium (Fl.) England Portugal Bahasa 13%=4 jam, Rata-rata OECD adalah Bahasa 16%, Matematika 13%, Matematika 13%=4 jam IPA 12%. Dengan 38 jam pelajaran perminggu menjadi: IPA 12%=4 jam Bahasa 6 jam, Matematika 5 jam, IPA 4,6 jamCountries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature.Source: OECD. Table D1.2c. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). See Annex 3 for notes(www.oecd.org/edu/eag2012). 48
  • 49. 7CStruktur Kurikulum DikMen SMA/SMK 49
  • 50. STRUKTUR KURIKULUM SMABerdasarkan Permendiknas No. 22 Thn. 2006 tentang Standar Isi 50
  • 51. STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAKBerdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi 51
  • 52. Isu Terkait Rancangan Struktur Kurikulum SMANo Komponen Rancangan1 Apakah masih perlu penjurusan di SMA mengingat: - Sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem penjurusan di SMA - Kesulitan dalam penyetaraan ijazah - Dapat melanjutkan ke semua jurusan di perguruan tinggi2 Tanpa penjurusan akan menyebabkan mata pelajaran menjadi terlalu banyak seperti pada SMA Kelas X saat ini, sehingga diperlukan mata pelajaran pilihan dan mata pelajaran wajib3 Perlunya memberi kesempatan bagi mereka yang memiliki kecerdasan diatas rata- rata untuk menyelesaikan lebih cepat atau belajar lebih banyak melalui mata pelajaran pilihan5 Perlunya ujian nasional yang lebih fleksibel [dapat diambil di kelas XI]6 Perlunya integrasi vertikal dengan perguruan tinggi7 Perlunya memperkuat pelajaran bahasa Indonesia, termasuk sastra, terutama menulis dan membaca dengan cepat dan paham8 Perlunya meningkatkan tingkat abstraksi mata pelajaran9 Perlunya membentuk kultur sekolah yang kondusif 52
  • 53. Isu Terkait Rancangan Struktur Kurikulum SMANo Alternatif Kelebihan Kekurangan1 Penjurusan • Ada pengurangan pelajaran di Kelas • Peminatan ditetapkan berdasarkan Mulai Kelas X yang dianggap memberatkan hasil belajar sebelumnya (Rapor/UN X • Implementasi mudah karena tidak SMP, Tes Penempatan/ Tes Bakat) banyak berbeda dengan yang ada • Menimbulkan stigma jurusan • Peserta didik dapat berkonsentrasi tertentu lebih unggul penuh mempelajari bidang tertentu • Masih ada Penjurusan yang sudah tidak ada padanannya di dunia2 Berdasarkan • Pemilihan mata pelajaran • Perlunya membedakan mata Minat pada berdasarkan minat ke pendidikan pelajaran untuk persiapan ke Pendidikan lanjutan perguruan tnggi dan untuk Lanjutan • Memungkinkan untuk memilih mata memenuhi rasa ingin tahu saja pelajaran pada bidang yang berbeda • Memerlukan administrasi akademik • Tidak harus mengambil mata yang baik pelajaran yang tidak disukai • Proses bimbingan harus efektif. • Sistem UN harus diubah3 Non • Siswa belajar mata pelajaran yang • Idem diatas [tetapi lebih kompleks penjurusan sesuai dengan minatnya lagi] (SKS) • Tersedia pilihan mata pelajaran untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau untuk sekedar ingin tahu 53
  • 54. Isu Terkait Kurikulum SMKNo Isu1 Ujian nasional sebaiknya tahun ke XI sehingga tahun ke XII konsentrasi ke ujian sertifikasi keahlian2 Bidang keahlian yang belum sesuai lagi dengan kebutuhan global3 Penambahan life and career skills [bukan sebagai mata pelajaran]4 Perlunya melibatkan pengguna [industri terkait] dalam penyusunan kurikulum5 Pembelajaran SMK berbasis proyek dan sekolah terbuka bagi siswa untuk waktu yang lebih lama dari jam pelajaran.6 Kesimbangan hard skill/competence dan soft skill/competence7 Perlunya membentuk kultur sekolah yang kondusif.8 Pembagian keahlian yang terlalu rinci sehingga mempersulit pelaksanaannya di lapangan 54
  • 55. Dasar Pemikiran Pengembangan Struktur Kurikulum DikMenNo Pertimbangan1 Pengembangan kurikulum pendidikan menengah berbasis kompetensi.2 Jenjang pendidikan menengah merupakan satu kesatuan entitas pendidikan.3 Kurikulum melayani perbedaan bakat dan minat peserta didik terhadap pendidikan menengah.4 Struktur kurikulum pendidikan menengah terdiri atas kelompok matapelajaran yang sama dan kelompok matapelajaran khusus untuk memenuhi bakat dan minat peserta didik dan fungsi satuan pendidikan. 55
  • 56. STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN MENENGAH Kelas Mata Pelajaran X XI XIIKelompok A (Wajib)1 Pendidikan Agama 2 2 22 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 23 Bahasa Indonesia 2 2 24 Matematika 2 2 25 Sejarah Indonesia 2 2 26 Bahasa Inggris 2 2 2Kelompok B (Wajib)7 Seni Budaya 2 2 28 Prakarya 2 2 29 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 2 2 2Jumlah jam pelajaran Kelompok A dan kelompok B 18 18 18Kelompok C (Peminatan) Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) 22 22 22 Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMK) 28 28 28 56
  • 57. USULAN STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Mata Pelajaran Kelas X XI XIIKelompok A dan B (Wajib) 18 18 18Kelompok C (Peminatan Akademik) I Peminatan Matematika dan Sains: 1 Matematika 4 4 4 2 Biologi 4 4 4 3 Fisika 4 4 4 4 Kimia 4 4 4 II Peminatan Sosial: 1 Geografi 4 4 4 2 Sejarah 4 4 4 3 Sosiologi dan Antropologi 4 4 4 4 Ekonomi 4 4 4 III Peminatan Bahasa: 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 4 4 4 2 Bahasa dan Sastra Inggris 4 4 4 3 Bahasa dan Sastra Arab 4 4 4 4 Bahasa dan Sastra Mandarin 4 4 4Matapelajaran Pilihan: 1 Literasi Media 2 2 2 2 Bahasa Asing Lain (Jepang, Korea, Jerman, Perancis, dll) 2 2 2 3 Teknologi Terapan 2 2 2 4 Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat 4 4 4 Jumlah Jam Pelajaran yang Tersedia 72 72 72 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh 40 40 40 57
  • 58. CONTOH USULAN STRUKTUR KURIKULUM SMK BIDANG STUDI KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA ALOKASI WAKTU MINIMAL JAM/MG MATA PELAJARAN KELAS X KELAS XI KELAS XII SM I SM II SM III SM IV SM V SM VIKelompok A dan B (Wajib) 18 18 18 18 18 18Kelompok C (Peminatan Akademik dan Vokasi) 1. Matematika 4 4 4 4 - - 2. Fisika 4 4 4 4 - - 3. Kimia 2 2 2 2 - - 4. Bahasa Inggris Vokasi 2 2 2 2 - - 5. Keterampilan/Kejuruan 16 16 16 16 28 28 Jumlah Alokasi Waktu per Minggu 46 46 46 46 46 46 58
  • 59. Keterangan Untuk SMA dan SMK • Seluruh peserta didik wajib mengikuti matapelajaran kelompok A dan matapelajaran kelompok B. • Keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan lingkungan diwadahi dalam kegiatan Pramuka yang menjadi Ekstrakurikuler Wajib. Untuk SMA: • Setiap peserta didik memilih salah satu peminatan (matematika dan sains, sosial, atau bahasa) sesuai dengan pendidikan lanjutan yang akan dimasuki. • Setiap peserta didik wajib menempuh 40 jam pelajaran (JP) per-minggu, terdiri dari 18 JP wajib, 16 JP peminatan, dan 6 JP pilihan. • Matapelajaran pilihan (6 JP) dapat diambil dari: • matapelajaran pilihan lintas minat (dari kelompok matapelajaran peminatan lain) • atau matapelajaran pendalaman minat (dari kelompok matapelajaran pilihan peminatannya) • dan/atau matapelajaran pilihan • sekolah dapat menawarkan matapelajaran pilihan tambahan (maksimum 4 JP) 59
  • 60. 8Contoh Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 60
  • 61. Tabel Peningkatan Kompetensi Inti Kelas I-VI SD Menyajikan pengetahuan faktual dalam: + pengetahuan konseptual • Bahasa yg jelas dan logis + secara sistematisIV (K) • Karya yg estetis + secara kritis • Gerakan yang sehat Penguatan Penguatan • Tindakan akhlak mulia Memahami pengetahuan + konseptual faktualIII (P) Mengamati & Menanya + tempat bermain + Mencoba Di rumah dan sekolah Penguatan Penguatan Jujur, disiplin, tanggung jawab, (+ cinta tanah air)II (S) santun, peduli, percaya diri (+tetangga) (keluarga, teman, guru) Penguatan Penguatan Menerima dan menjalankan I (S) ajaran agamanya + menghargaiKI I II III IV V VI Kelas 61
  • 62. Kompetensi Inti SD KELAS I II III IV V VI• Menerima dan menjalankan • Menerima dan menjalankan • Menerima dan menjalankan • Menerima, menjalankan, • Menerima, menjalankan, • Menerima, menjalankan, ajaran agama yang ajaran agama yang ajaran agama yang dan menghargai ajaran dan menghargai ajaran dan menghargai ajaran dianutnya. dianutnya. dianutnya. agama yang dianutnya. agama yang dianutnya. agama yang dianutnya.• Memiliki perilaku jujur, • Menunjukkan perilaku jujur, • Menunjukkan perilaku jujur, • Menunjukkan perilaku jujur, • Menunjukkan perilaku jujur, • Menunjukkan perilaku disiplin, tanggung jawab, disiplin, tanggung jawab, disiplin, tanggung jawab, disiplin, tanggung jawab, disiplin, tanggung jawab, jujur, disiplin, tanggung santun, peduli, dan percaya santun, peduli, dan percaya santun, peduli, dan percaya santun, peduli, dan percaya santun, peduli, dan percaya jawab, santun, peduli, diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi dan percaya diri dalam dengan keluarga, teman, dengan keluarga, teman, dengan keluarga, teman, dengan keluarga, teman, dengan keluarga, teman, berinteraksi dengan dan guru. dan guru. guru dan tatangganya guru, dan tetangganya. guru, dan tetangganya serta keluarga, teman, guru, cinta tanah air. dan tetangganya serta cinta tanah air.• Memahami pengetahuan • Memahami pengetahuan • Memahami pengetahuan • Memahami pengetahuan • Memahami pengetahuan • Memahami pengetahuan faktual dengan cara faktual dengan cara faktual dengan cara faktual dengan cara faktual dan konseptual faktual dan konseptual mengamati [mendengar, mengamati [mendengar, mengamati [mendengar, mengamati dan menanya dengan cara mengamati, dengan cara mengamati, melihat, membaca] dan melihat, membaca] dan melihat, membaca] dan berdasarkan rasa ingin tahu menanya dan mencoba menanya dan mencoba menanya berdasarkan rasa menanya berdasarkan rasa menanya berdasarkan rasa tentang dirinya, makhluk berdasarkan rasa ingin berdasarkan rasa ingin ingin tahu tentang dirinya, ingin tahu tentang dirinya, ingin tahu tentang dirinya, ciptaan Tuhan dan tentang dirinya, makhluk tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan makhluk ciptaan Tuhan dan makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- ciptaan Tuhan dan makhluk ciptaan Tuhan kegiatannya, dan benda- kegiatannya, dan benda- kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di kegiatannya, dan benda- dan kegiatannya, dan benda yang dijumpainya di benda yang dijumpainya di benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan benda yang dijumpainya di benda-benda yang rumah dan di sekolah rumah dan di sekolah rumah dan di sekolah tempat bermain rumah, di sekolah dan dijumpainya di rumah, di tempat bermain sekolah dan tempat bermain• Menyajikan pengetahuan Menyajikan pengetahuan • Menyajikan pengetahuan • Menyajikan pengetahuan • Menyajikan pengetahuan • Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang faktual dalam bahasa yang faktual dalam bahasa yang faktual dalam bahasa yang faktual dan konseptual faktual dan konseptual jelas dan logis, dalam karya jelas dan logis, dalam karya jelas, sistematis dan logis, jelas, sistematis dan logis, dalam bahasa yang jelas, dalam bahasa yang jelas, yang estetis, dalam gerakan yang estetis, dalam gerakan dalam karya yang estetis, dalam karya yang estetis, sistematis, logis dan kritis, sistematis, logis dan yang mencerminkan anak yang mencerminkan anak dalam gerakan yang dalam gerakan yang dalam karya yang estetis, kritis, dalam karya yang sehat, dan dalam tindakan sehat, dan dalam tindakan mencerminkan anak sehat, mencerminkan anak sehat, dalam gerakan yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan yang mencerminkan dan dalam tindakan yang dan dalam tindakan yang mencerminkan anak sehat, yang mencerminkan anak perilaku anak beriman dan perilaku anak beriman dan mencerminkan perilaku mencerminkan perilaku dan dalam tindakan yang sehat, dan dalam berakhlak mulia berakhlak mulia anak beriman dan berakhlak anak beriman dan berakhlak mencerminkan perilaku tindakan yang mulia mulia anak beriman dan berakhlak mencerminkan perilaku mulia anak beriman dan berakhlak mulia 62
  • 63. Kompetensi Inti SMP VII VIII IX• Menghargai dan menghayati ajaran • Menghargai dan menghayati ajaran • Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. agama yang dianutnya. agama yang dianutnya.• Menghargai dan menghayati perilaku • Menghargai dan menghayati perilaku • Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, (toleransi, gotong royong), santun, (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara percaya diri, dalam berinteraksi secara percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan efektif dengan lingkungan sosial dan efektif dengan lingkungan sosial dan alam alam dalam jangkauan pergaulan dan alam dalam jangkauan pergaulan dan dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. keberadaannya. keberadaannya.• Memahami pengetahuan (faktual, • Memahami dan menerapkan • Memahami dan menerapkan konseptual, dan prosedural) pengetahuan (faktual, konseptual, dan pengetahuan (faktual, konseptual, dan berdasarkan rasa ingin tahunya tentang prosedural) berdasarkan rasa ingin prosedural) berdasarkan rasa ingin ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tahunya tentang ilmu pengetahuan, tahunya tentang ilmu pengetahuan, budaya terkait fenomena dan kejadian teknologi, seni, budaya terkait fenomena teknologi, seni, budaya terkait fenomena tampak mata. dan kejadian tampak mata. dan kejadian tampak mata.• Mencoba, mengolah, dan menyaji • Mengolah, menyaji, dan menalar dalam • Mengolah, menyaji, dan menalar dalam dalam ranah konkret (menggunakan, ranah konkret (menggunakan, mengurai, ranah konkret (menggunakan, mengurai, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan merangkai, memodifikasi, dan membuat) merangkai, memodifikasi, dan membuat) membuat) dan ranah abstrak (menulis, dan ranah abstrak (menulis, membaca, dan ranah abstrak (menulis, membaca, membaca, menghitung, menggambar, menghitung, menggambar, dan menghitung, menggambar, dan dan mengarang) sesuai dengan yang mengarang) sesuai dengan yang mengarang) sesuai dengan yang dipelajari dipelajari di sekolah dan sumber lain dipelajari di sekolah dan sumber lain di sekolah dan sumber lain yang sama yang sama dalam sudut pandang/teori yang sama dalam sudut pandang/teori. dalam sudut pandang/teori. 63
  • 64. Rumusan Kompetensi Inti Pendidikan Menengah KOMPETENSI INTI KELAS X XI XIIMenghayati dan mengamalkan ajaran agama yang Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyadianutnya dianutnyaMengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli,peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan responsif dan pro-aktif), menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusimenunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas atas berbagai permasalahan bangsa, serta memosisikan diri sebagaiberbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi agen transformasi masyarakat dalam membangun peradaban bangsasecara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dan dunia.dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsadalam pergaulan dunia. dalam pergaulan dunia.SMA: SMA: SMA:Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual,konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasanwawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkaitperadaban terkait fenomena dan kejadian, serta kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuanmenerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat danyang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat minatnya untuk memecahkan masalah.memecahkan masalah. dan minatnya untuk memecahkan masalah.SMK: SMK: SMK:Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuankonseptual, dan prosedural dalam ilmu konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora denganhumaniora dengan wawasan kemanusiaan, humaniora dengan wawasan kemanusiaan, wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dankebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalampenyebab fenomena dan kejadian dalam bidang penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. 64
  • 65. Kompetensi Inti SMA dan SMK X XI XIISMA: SMA: SMA:Mengolah, menalar, dan menyaji Mengolah, menalar, dan menyaji Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptadalam ranah konkret dan ranah dalam ranah konkret dan ranah dalam ranah konkret dan ranah abstrakabstrak terkait dengan abstrak terkait dengan terkait dengan pengembangan dari yangpengembangan dari yang pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri sertadipelajarinya di sekolah secara dipelajarinya di sekolah secara bertindak secara efektif dan kreatif, danmandiri, dan mampu mandiri, bertindak secara efektif mampu menggunakan metoda sesuaimenggunakan metoda sesuai dan kreatif, serta mampu kaidah keilmuan.kaidah keilmuan. menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.SMK: SMK: SMK:Mengolah, menalar, dan menyaji Mengolah, menyaji, dan menalar Mengolah, menyaji, menalar, dan menciptadalam ranah konkret dan ranah dalam ranah konkret dan ranah dalam ranah konkret dan ranah abstrakabstrak terkait dengan abstrak terkait dengan terkait dengan pengembangan dari yangpengembangan dari yang pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dandipelajarinya di sekolah secara dipelajarinya di sekolah secara mampu melaksanakan tugas spesifik dimandiri, dan mampu mandiri, bertindak secara efektif bawah pengawasan langsungmelaksanakan tugas spesifik di dan kreatif, dan mampubawah pengawasan langsung. melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. 65
  • 66. Prosedur Penyusunan Kompetensi Dasar BaruStandar Kompetensi SK-KD Lama Mapel Lulusan Baru per kelas • Mempertahankan SK KD lama Evaluasi yang sesuai dengan SKL Baru • Merevisi SK KD lama disesuaikan dengan SKL Baru • Menyusun SK KD Baru Sumber Kompetensi [Mapel per kelas] Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Baru 66
  • 67. Contoh Penurunan Kompetensi Inti dari SKL untuk Kelas I SD Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kelas IMemiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, Menerima dan menjalankan ajaran agamamenghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan dan kepercayaan yang dianutnya.sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungbertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif jawab, santun, peduli, dan percaya diridengan lingkungan sosial dan alam , di sekitar rumah, dalam berinteraksi dengan keluarga,sekolah, dan tempat bermain teman, dan guru.Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, Menyajikan pengetahuan faktual dalammengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir bahasa yang jelas dan logis, dalam karyadan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalamdan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, Memahami pengetahuan faktual denganmenganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan cara mengamati berdasarkan rasa inginkonseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, tahu tentang dirinya, makhluk ciptaanbudaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, Tuhan dan kegiatannya, dan benda-kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan benda yang dijumpainya di rumah dan dikejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat sekolahbermain 67
  • 68. Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti untuk PPKN Kelas I SD DASAR Kompetensi Inti KD lama Rumusan Kompetensi Dasar Usulan1. Menerima dan 1. Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, 1. Menerima keberagaman karakteristik menjalankan agama, dan suku bangsa individu (agama, suku, fisik, psikis) ajaran agama sebagai anugerah Tuhan 2. Memberikan contoh hidup rukun yang dianutnya.2. Memiliki perilaku melalui kegiatan di rumah dan di 1. Menunjukkan perilaku baik (jujur, jujur, disiplin, sekolah disiplin, tanggung jawab, santun, tanggung jawab, 3. Menerapkan hidup rukun di rumah dan peduli/kasih sayang, dan percaya diri) santun, peduli, di sekolah dalam berinteraksi dengan keluarga, dan percaya diri teman, dan guru, sebagai perwujudan 4. Menjelaskan pentingnya tata tertib di dalam nilai dan moral Pancasila. berinteraksi rumah dan di sekolah 2. Memiliki sikap dan perilaku patuh pada dengan keluarga, 5. Melaksanakan tata tertib di rumah dan tata tertib dan aturan yang berlaku teman, dan guru. di sekolah dalam kehidupan sehari-hari di rumah 6. Menjelaskan hak anak untuk bermain, dan sekolah. belajar dengan gembira dan didengar 3. Memiliki sikap toleran terhadap keberagaman karakteristik individu pendapatnya (agama, suku, fisik, psikis) di rumah dan 7. Melaksanakan hak anak di rumah dan sekolah. di sekolah 4. Menunjukkan perilaku kebersamaan 8. Mengikuti tata tertib di rumah dan di dalam keberagaman di rumah dan sekolah sekolah 9. Melaksanakan aturan yang berlaku di 68
  • 69. Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti Untuk PPKN Kelas I SD DASAR Kompetensi Inti KD lama Rumusan Kompetensi Dasar Usulan3. Memahami pengetahuan 1. Mengenali keberagaman karateristik faktual dengan cara individu melalui pengamatan di mengamati [mendengar, rumah dan sekolah melihat, membaca] dan 2. Mengetahui tata tertib dan aturan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang yang berlaku dalam kehidupan dirinya, makhluk ciptaan sehari-hari di rumah dan sekolah Tuhan dan kegiatannya, 3. Mengetahui arti bersatu dalam dan benda-benda yang keberagaman melalui pengamatan di dijumpainya di rumah dan rumah dan sekolah di sekolah 4. Mengenal Pancasila dan simbol- simbol sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila” melalui lagu, gambar, dan/atau permainan 69
  • 70. Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti untuk PPKN Kelas I SD DASAR Kompetensi Inti KD lama Rumusan Kompetensi Dasar Usulan4. Menyajikan 1. Menyajikan contoh pengetahuan faktual kebersamaan dalam dalam bahasa yang jelas keberagaman karakteristik dan logis, dalam karya individu di rumah dan yang estetis, dalam sekolah melalui permainan gerakan yang 2. Menyajikan Pancasila dan mencerminkan anak simbol-simbol sila Pancasila sehat, dan dalam melalui lagu, cerita, gambar, tindakan yang dan/atau permainan mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. 70
  • 71. 9Contoh Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar 71
  • 72. Alur Kerja Pengembangan Silabus Pembelajaran TematikMenelaah KD untukmengidentifikasi tema ygdibutuhkan temaDaftar tema yangdibutuhkan di setiapmata pelajaran DAFTAR TEMAMemilih tema untuksetiap kelas sesuaikriteria pemilihan temaMerumuskan temadengan frasa yangmenarik Memilih KD dari setiap mata pelajaran yang PETA KOMPETENSI DASAR sesuai dengan tema yang ditetapkan (JARINGAN TEMA) Menyusun Silabus (merumuskan kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian dan alokasi SILABUS waktu) Menyusun Contoh Rencana Pelaksanaan CONTOH RENCANA PELAKSANAAN Pembelajaran (RPP) PEMBELAJARAN (RPP) 72
  • 73. Daftar Tema dan Alokasi Waktu TEMA KELAS I WAKTU1.Diri sendiri: jujur, tertib dan bersih 4 Minggu2.Kegemaranku 4 Minggu3. Kegiatanku 4 Minggu4. Keluargaku 4 Minggu5. Pengalamanku 4 Minggu6. Lingkunganku Bersih dan Sehat 4 Minggu7. Benda, Binatang, dan Tanaman di Sekitarku 4 Minggu8. Peristiwa Alam 4 MingguCatatan: Setiap tema memuat kompetensi sikap yang ditekankan pada anak kelas I SDterutama jujur, disiplin, dan peduli. 73
  • 74. Contoh Jaringan Tema SD Kelas ITema :Diri Sendiri: jujur, tertib dan bersih PPKn: Seni, Budaya dan Desain: • Menunjukan perilaku baik (jujur, Matematika: • Menunjukan rasa ingin tahu disiplin, tanggung jawab, santun, • Menunjukan perilaku rapi untuk mengenal alam di peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dengan menata benda-benda di lingkungan sekitar sebagai dalam berinteraksi dengan keluarga, sekitar ruang kelas berdasarkan ide untuk berkarya (KI-2, teman, dan guru sebagai perwujudan dimensi (bangun datar, bangun KD-2) nilai dan moral Pancasila (KI-2) ruang), beratnya, atau urutan • Mengenal pola irama lagu • Mengetahui tata tertib dan aturan kelompok terkecil sampai bervariasi dengan alat musik yang berlaku dalam kehidupan terbesar dengan rapi (KI-2, KD-1) ritmis (KI-3, KD-2) sehari-hari di rumah dan sekolah (KI- • ….. • ….. 3, KD-2) • …… Bahasa Indonesia: Diri Sendiri: jujur, • Menunjukan perilaku baik dan sopan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan tertib dan bersih dalam mendengarkan dan berbicara pada Kesehatan: saat memperkenalkan identitas diri, • Mengetahui dan mampu bercakap-cakap dengan keluarga, guru memilih jajanan sehat (1) dan teman (KI-2, KD-1) • Mengetahui cara menjaga • Menerapkan cara menulis (permulaan) kebersihan diri yang meliputi dengan benar (cara duduk, cara kebersihan badan, kuku, kulit, memegang pensil, cara meletakkan buku, gigi dan rambut dan pakaian (1) jarak mata dan buku, dan memilih tempat • …….. dengan cahaya yang terang) (KI-4, KD-9) • ….. 74
  • 75. Contoh Jaringan Tema SD Kelas ITema :Diri Sendiri: jujur, tertib dan bersih 75
  • 76. 76
  • 77. Contoh Silabus SD I (lanjutan) 77
  • 78. Contoh Silabus SD I (lanjutan) 78
  • 79. Contoh Silabus SD I (lanjutan) 79
  • 80. 10Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum 80
  • 81. Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum Kesesuaian kompetensi PTK dengan kurikulum Faktor Penentu dan buku teks Peserta Didik Lulusan yang Kompeten Kurikulum Ketersediaan buku sebagai Penguatan peran Penguatanbahan ajar dan sumber belajar pemerintah dalam manajemen dan Faktoryang mengintegrasikan standar pembinaan dan budaya sekolah Pendukung pembentuk kurikulum pengawasan 81
  • 82. Penyiapan dan Pembinaan Guru dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013 1. Rekruitmen Guru • Berbasis Skor UKA, UKG, Diklat Pasca UKA, dan PLPG. PENYIAPAN DAN • Portofolio Guru PEMBINAAN GURU 2. Pendekatan Diklat: • Tatap Muka • Peer Teaching 3. Penilaian • Berbasis Kompetensi • PAP • Memberi keputusan layak dan tidak layak bagi guru. 4. Master Teacher INDEKS KEBERHASILAN • Nasional dan Daerah IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 • Tidak pendekatan TOT UJI PUBLIK SOSIALISASI DUKUNGAN 82 EXTERNAL STAKEHOLDERS
  • 83. Penyiapan Buku• Dalam rangka implementasi kurikulum ini akan disusun buku: – Buku Siswa (substansi pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar) – Buku Panduan Guru (panduan pelaksanaan proses pembelajaran dan panduan pengukuran dan penilaian hasil belajar, silabus) – Dokumen Kurikulum (struktur kurikulum, standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan pedoman) 83
  • 84. Sistem Implementasi Kurikulum IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH Pendidik dan Sarana KURIKULUM Tenaga Prasarana Kependidikan MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN 84
  • 85. 11Strategi Implementasi 85
  • 86. Kerangka Implementasi KurikulumPenataan Kurikulum Implementasi Kurikulum Perangkat Perangkat Pembelajaran Implementasi Implementasi Kurikulum dan Buku Teks Terbatas Meluas Uji Publik dan Sosialisasi pelatihan guru dan tenaga kependidikan Reflective Evaluation (Validitas Isi, Akseptabilitas. Aplikabilitas, Legalitas) melalui: Formative Evaluation Summative Evaluation diskusi internal Tim Inti, Tim Internal, Tim PakarDes 2012 Juni 2013 Juni 2016 Mar 2013• Kerangka Dasar Penilaian menyeluruh • Buku Babon Guru Implementasi Terbatas• Struktur terhadap pelaksanaan (Silabus, kurikulum baru secara Kurikulum dan Panduan Beban Belajar nasional Pembelajaran• Kompetensi dan Penilaian Alternatif : (SKL, KI, Mata Pelajaran) 1. Dipilih beberapa kelas (I, IV, VII, X) untuk seluruh sekolah SKMP/K, • Buku Teks 2. Dipilih beberapa kelas (I, IV, VII, X) untuk beberapa sekolah KDMP) Pelajaran 86
  • 87. Implementasi KurikulumTahun Kelas Keterangan2013 I, IV, VII, X Untuk seluruh sekolah2014 I, II, IV, V, VII, VIII, X, XI Untuk seluruh sekolah2015 I, II, III, IV, V, VI, VII, Semua sekolah dan VIII, IX, X, XI, XII kelas sudah menerapkan kurikulum 2013 87
  • 88. 12Kurikulum Pendidikan Tinggi 88
  • 89. Pergeseran Paradigma Pendidikan TinggiPARADIGMA LAMA komponen PARADIGMA BARUKompetensi terfokus pada Kompetensi berfokus padapengetahuan kompet pengetahuan (hard skill), ensi keterampilan, dan perubahan sikap, perilaku mahasiswapembelajaran pasif sebagai proses pembelajaran aktif sebagai prosesmenerima pengetahuan proses mencari dan membentuk pengetahuan(dosen aktif mahasiswa pasif) (dosen dan mahasiswa aktif dalam pembelajaran)dosen menjalankan instruksi menjalankan berbagai strategi yangpembelajaran yang telah dirancang dosen membantu mahasiswa belajar gunasebelumnya ketercapaian kompetensinyaMedia pembelajaran dengan media Media pembelajaran menggunakantunggal media berbagai media yang sesuai dengan ketercapaian kompetensiProses pembelajaran dan penilaian Proses pembelajaran & penilaiandilakukan terpisah penilaian dilakukan berkesinambungan & terintegrasi.
  • 90. Konsekuensi Pergeseran ParadigmaPARADIGMA LAMA komponen PARADIGMA BARUManajemen pembelajaran model Manajemen pembelajaran fleksibelpaket Manajemen sesuai dengan minat belajar mahasiswaKurang terciptanya masyarakat Terbentuknya masyarakat akademikakademik Masy. melalui forum-forum ilmiah di kalangan akademik dosen dan mahasiswaInsentif bagi dosen terbatas pada Insentif diberlakukan pada tim teachingjadwal memberi kuliah InsentifKerjasama dosen dan mahasiswa Kerja Terbentuknya kolaborasi yangdalam kegiatan ilmiah belum sama harmonis dalam kegiatan ilmiah antaraterbentuk dosen dan mahasiswaKompetensi hanya diperoleh dari Kegiatan Kompetensi diperoleh dari kegiatanintra-kurikuler akademik intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra- kurikulerr
  • 91. KONDISI LOKAL & GLOBAL: PERUBAHANPERSAINGAN, PERSYARATAN KOMPETENSIKERJA, PERUBAHAN LULUSANKARAKTER PERUBAHAN PARADIGMA PERUBAHAN KOMPETENSI, PROSES KURIKULUMPEMBELAJARAN DAN PENILAIAN PENINGKATAN PERUBAHAN MUTU LULUSAN PERILAKU PEMBELAJARAN
  • 92. STRATEGI PENATAAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI RUMPUN ILMU Kurikulum: • Agama -sangat beragamDi tularkan sebagai model untuk mata kuliah lain • Humaniora -bagian dari otonomi PT • Ilmu Sosial Model- model • Ilmu Alam pembelajaran dengan • Ilmu Formal pendekatan SCL • Ilmu Terapan Pengaturan Strategi 1. Diskusi Kelompok Dicari kesamaannya Bahan Kajian Pembelajaran 2. Studi kasus (Keilmuan) (SCL) 3. Discovery Learning 4. Self-Directed Learning hard skills hard skills 5. Pembelajaran + soft skills + soft skills Kolaboratif/Kooperatif 6. Pembelajaran berbasis proyek/kontekstual 7. Penilaian Otentik Diseregamkan sebagai acuan model [proses dan hasil] berdasarkan portofolio pembelajaran dan penilaian
  • 93. POSISI MATA KULIAH UMUM SAAT INI KOMPETENSI dan MATA KULIAH KOMPETENSI UMUM MATA KULIAH UMUM/ WAJIB : (penciri nasional) • Pendidikan Agama (2 sks) • Pendidikan Kewarganegaraan (2 sks) • Bahasa Indonesia. (2 sks) • Bahasa Inggris/ Bahasa asing. (2 sks) • Matematika/Statistika/Logika (2 sks) KOMPETENSI UTAMA(penciri program studi)KOMPETENSI KHUSUS MATA KULIAH KEAHLIAN (penciri Universitas)
  • 94. ALUR KERJA PENYUSUNAN KOMPETENSI MATA KULIAH UMUM TAHAPAN: 1. TINJAU ULANG KOMPETENSI MATA KULIAH UMUM YANG BERLAKU SAAT INI 2. REORIENTASI KOMPETENSI BARU MATA KULIAH UMUM 3. MENYUSUN KOMPETENSI INTI 4. MENENTUKAN IKLIM AKADEMIK PEMBELAJARANTINJAU ULANG KOMPETENSI BERGESER KE LAMA KOMPETENSI BARU Kompetensi INTI1.Menekankan pada hard 1. Menyeimbangkan skills semata hard skills dan soft2. Penilaian kompetensi skills sesuai SKL berbasis ujian (kognitif) 2. Penilaian kompetensi lebih beragam IKLIM AKADEMIK PEMBELAJARAN
  • 95. Perubahan Perilaku Pembelajaran Perubahan iklim akademik (perilaku dosen, mahasiswa, manajemen)Menciptakan aktivitas- Penguatan interaksi antar disiplin ilmuaktivitas yang [multidisipliner] melalui: – Mobilitas mahasiswa antar program studi dalammendorong pelaksanaan perkuliahan danterbentuknya iklim – Mobilitas dosen dalam penelitian danakademik yang pengabdian masyarakatkondusif
  • 96. 13Jadwal Uji Publik 96
  • 97. Jadwal Uji Publik (29 November – 23 Desember 2012)A. Dialog Tatap Muka I. Tingkat Nasional a) Jakarta b) Yogyakarta c) Medan d) Makassar e) Denpasar II. Tingkat Daerah (33 Provinsi)B. Dialog Virtual http://kurikulum2013.kemdikbud.go.idC. Tertulis (bahan dikirim ke perguruan tinggi dan lembaga kemasyarakatan pemerhati pendidikan) 97
  • 98. Daftar Istilah• Kompetensi: kebiasaan berpikir dan bertindak yang merupakan perwujudan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dipelajari.• Standar kompetensi lulusan: kemampuan lulusan satuan pendidikan tertentu yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.• Standar Isi: tingkat kompetensi dan lingkup materi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar matapelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.• Standar proses: standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan melalui pencapaian kompetensi dasar dan kompetensi Inti.• Standar Penilaian: standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. kompetensi inti: kemampuan minimal peserta didik untuk setiap satuan pendidikan dan kelas yang tidak terikat oleh konten matapelajaran tertentu dan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.• Kompetensi dasar: kemampuan minimal peserta didik untuk setiap matapelajaran pada setiap kelas yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan terkait atau bermuatan substansi.• Struktur kurikulum: tatanan konseptual programatik susunan matapelajaran dan/atau bidang ajar (learning area) beserta beban belajarnya masing-masing untuk suatu satuan pendidikan 98
  • 99. TERIMA KASIH 99