Peran guru bk menurut pp
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Peran guru bk menurut pp

on

  • 3,737 reproducciones

 

Statistics

reproducciones

Total Views
3,737
Views on SlideShare
3,737
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
32
Comments
1

0 insertados 0

No embeds

Accesibilidad

Categorias

Detalles de carga

Uploaded via as Microsoft Word

Derechos de uso

© Todos los derechos reservados

Report content

Marcada como inapropiada Marcar como inapropiada
Marcar como inapropiada

Seleccione la razón para marcar esta presentación como inapropiada.

Cancelar
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Tu mensaje aparecerá aquí
    Processing...
Publicar comentario
Edite su comentario

Peran guru bk menurut pp Peran guru bk menurut pp Document Transcript

  • Peran Serta Guru Bimbingan Konseling di SekolahDitinjau dari Peraturan-Peraturan PemerintahPendidikan merupakan komponen utama dalam menentukan tingkat kemajuansuatu bangsa. Pendidikan dapat mengarahkan kepada masa depan bangsa, baik itu baiktaupun buruk, itu ditentukan oleh pendidikan kita saat ini. Jika pendidikan saat ini sudahteroptimalkan dan dimanfaatkan fungsinya secara baik maka kemajuan bangsa, masadepan bangsa yang cerah bukan lagi hanya sekedar impian belaka, tapi sudah menjadikepastian yang akan terwujud.Seperti yang kita pahami bersama bahwa pendukung utama bagi tercapainyasasaran pembangunan manusia Indonesia yang bermutu adalah pendidikan yang bermutu.Pendidikan yang bermutu dalam penyelenggaraannya tidak cukup hanya dilakukanmelalui taranformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, teori-teori, taupun hal-hal yangbersifat kognitif saja tetapi juga harus didukung oleh peningkatan profesionalitas dansistem manajemen tenaga pendidikan serta pengembangan kemampuan peserta didikuntuk menolong dirinya sendiri dalam memilih dan mengambil keputusan untukpencapaian cita-cita dan harapan yang dimilikinya.` Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pemerintah mengatur tentangSistem Pendidikan Nasional, di dalamnya disebukan bahwa “Pendidikan nasionalberfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsayang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.(UU No.20/2003.Bab II/Pasal 3). Dan untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah pemerintahmengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan harus menyusun kurikulum yangdisebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP. yaitu kurikulum pada semuajenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengansatuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Kurikulum disusun sesuai denganjenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia denganmemperhatikan:
  • a. peningkatan iman dan takwa;b. peningkatan akhlak mulia;c. peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;d. keragaman potensi daerah dan lingkungan;e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional;f. tuntutan dunia kerja;g. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;h. agama;i. dinamika perkembangan global; danj. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.(UU No. 20/2003.Bab X/Pasal 36)Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengahdikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensilulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik danlingkungannya.b. Beragam dan terpaduc. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan senid. Relevan dengan kebutuhan kehidupane. Menyeluruh dan berkesinambunganf. Belajar sepanjang hayatg. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah(PERMENDIKNAS No. 22/2006.Bab II)Kaitannya dengan hal tersebut peran serta guru Bimbingan Konseling di Sekolahmenjadi sangat penting. Pada penerapan KTSP, Guru Bimbingan Konseling di sekolahmemberikan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam memfasilitasi “PengembanganDiri” siswa sesuai minat , bakat serta mempertimbangkan tahapan tugas
  • perkembangannya. Mengingat adanya keberagaman individu siswa maupun keberagamankemampuan Guru Bimbingan Konseling di sekolah maka perlu ditegaskan bahwapelaksanaan bimbingan konseling di sekolah harus menyusun program gunamengakomodasi Undang-undang nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah nomor19 tahun 2005 tersebut beserta peraturan-peraturan yang menyertainya.Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi yang didalamnyamemuat struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan dilaksanakannyaprogram pengembangan diri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada pesertadidik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat,dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangandiri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga pendidikan yangdapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diridilakukan melalui kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang berkenaan denganmasalah diri pribadi, kehidupan social, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.Bimbingan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik baik secaraperorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalambimbingan pribadi, social, belajar dan karir, melalui berbagai jenis pelayanan dankegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhansistem pendidikan khususnya di sekolah. Guru sebagai salah satu pendukung unsurpelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksanalayanan bimbingan pendidikan di sekolah, dituntut untuk memiliki wawasan yangmemadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistemik dalammemfasilitasi individu mencapai perkembangan yang optimal, pengembangan perilakuefektif, pengembangan lingkungan perkembangan, dan peningkatan keberfungsianindividu dalam lingkungannya. Semua perilaku tersebut merupakan prosesperkembangan yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan. Pengampu
  • bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor yangmerupakan salah satu kualifikasi pendidik.Dalam permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dirumuskan SKL yang harus dicapaipeserta didik melalui proses pembelajaran bidang studi, maka kompetensi peserta didikyang harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling adalahkompetensi kemandirian untuk mewujudkan diri (self actualization) dan pengembangankapasitasnya (capacity development) yag dapat mendukung pencapaian kompetensilulusan. Sebaliknya, kesuksesan peserta didik dalam mencapai SKL akan secarasignifikan menunjang terwujudnya pengembangan kemandirian.
  • DAFTAR PUSTAKAUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem PendidikanNasionalPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar NasionalPendidikanPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006
  • DAFTAR PUSTAKAUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem PendidikanNasionalPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar NasionalPendidikanPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006