SlideShare una empresa de Scribd logo
1 de 6
Descargar para leer sin conexión
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Ester adalah salah satu dari kelas senyawa organik yang sangat berguna yang sering dijumpai
di alam. Ester merupakan salah satu senyawa organik yang terbentuk melalui pergatian satu
atau lebih atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik (biasa
dilambangkan dengan ‘R). Contoh CH3COOCH3 dengan nama metil asetat. Digunakan
untuk polimer sintstik dan dapat diubah menjadi aneka ragam senyawa lainnya. Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering mengkonsumsi berbagai macam minuman rasa buah yang
mungkin kebanyakan tidak benar-benar berasal dari buah asli tetapi hanya dicampuri essens
(aroma buah). Essens terbuat dari senyawa ester yang aromanya bermacam-macam
tergantung ester penyusunnya.
B. Tujuan
Untuk mengetahui
1. Molekul ester
2. Konfigurasi
3. Keisomeran ester
4. Resonansi dan kearomatisan ester
5. Jenis-jenis reaksi ester
6. Kegunaan dan sintesis senyawanya
C. Rumusan masalah
1. Bagaimana bentuk molekul dari ester
2. Menjelaskan konfigurasi dari ester
3. Menjelaskan keisomeran ester
4. Menjelaskan resonansi dan kearomatisan dari ester
5. Menjelaskan jenis-jenis reaksi dari ester
6. Bagaimana kegunaan dan sintesis senyawa dari ester
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Molekul Ester
Ester merupakan salah satu gugus fungsi dari golongan senyawa karbon. Ester adalah
senyawa dengan gugus fungsi – COO – dengan struktur R – COO – R’ (dimana R
menyatakan suatu rantai karbon atau atom H, sedangkan R’ merupakan rantai karbon).
Ester merupakan senyawa turunan dari alkana silat yaitu alkanoat. Ester mempunyai
rumus umum molekul Cn H2n O2.
Gugus –OH dari gugus karbosilat diganti oleh gugus –OR’. Dalam ester, R dan R’ dapat
sama atau berbeda.
Gugus karbosilat dituntukan dengan huruf tebal.
Beberapa rumus struktur senyawa ester pada tabel berikut.
v Tata nama ester
Ester mempunyai nama IUPAC alkil alkanoat. Tata nama ester hampir sama dengan
tata nama asam karboksilat, tetapi Pemberian nama pada ester diawali dengan menyebut
nama gugus alkil atau aril yang menggantikan atom H dalam gugus –COOH pada asam
asam karboksilat induknya kemudian di ikuti nama asam tersebut tanpa menyebut kata
asam. Gugus karbon yang terikat pada atom O (gugus R’) diberi nama alkil dan gugus R
– COO H – diberi nama alkanoat.
Contoh
v Sifat-sifat ester
1. Ester merupakan kelompok senyawa organik yang memiliki aroma yang wangi seperti
bunga dan buah sehingga banyak digunakan sebagai pengharum (essence), sarirasa
dalam industri makanan dan minuman. Ester yang digunakan biasanya yang berwujud
cair pada suhu dan kamar.
2. mudah terbakar dan mudah bercampur dengan air serta alkohol memilikin titik didih
yang cukup tinggi dibandingkan dengan asam alkana. Hal ini disebabkan karena molekul
alkohol mengandung gugus-gugus –OH yang lebih rendah daripada gugus-gugus –OH
yang polar.
3. Sifat-sifat ester berdasarkan reaksi kimianya diantaranya :
reaksi hidrolisis ester,
3
reaksi hidrolisis ester berarti terjadi reaksi kimia antar ester dengan air. Reaksi ini dapat
berlangsung tak balik atau ireversible. Oleh sebab itu reaksi ini berlangsung dan
menghasilkan asam karboksilat dengan alkohol dengan rendaman lebih baik
dibandingkan alkohol dan daripada hidrolisis ester dalam suasana asam. Hasil ini reaksi
berupa garam kaboksilat.
B. Keisomeran Ester
Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat.
Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C3H6O2
adalah sebagai berikut.
1. Isomer Struktur
Isomer struktur pada ester dimulai pada ester dengan jumlah atom karbon tiga.
2. Isomer Fungsi
Dari ketiga rumus struktur di atas memiliki rumus molekul sama, yaitu, CnH2nO2.
tetapi memiliki perbedaan baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya. Jadi, ester dan
asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya.
C. Reaksi-reaksi Ester
a. Reaksi hidrolisis
Reaksi hidrolisis ester dalam suasana asam menghasilkan asam karboksilat dan alkohol,
namun bila reaksi hidrolisis dilangsungkan dalam suasana basa diperoleh garam
karboksilat dan alkohol. Hidrolisis ester dengan basa dise4but reaksi Penyabunan
(Saponifikasi).
b. Reaksi dengan Amonia
Ester bereaksi dengan amonia dan membentuk amida dan alkohol. Contoh : reaksi antara
etil asetat dengan amonia menghasilkan asetamida dan etanol.
c. Transesterifikasi
Ester dapat melakukan reaksi transesterifikasi dengan alcohol sehingga menghasilkan
ester yang berbeda. Hasil samping diperoleh alkohol.
d. Reaksi dengan pereaksi Grignard
Reaksi antara suatu ester dengan pereaksi Grignard merupakan cara istimewa dalam
pembuatan alkohol tersier. Pola umum dari reaksi ini adalah sebagai berikut.
Bila keton yang diperoleh di atas direaksikan lebih lanjut dengan R’’MgX maka
pada akhirnya diperoleh suatu alkohol terseir menurut persamaan reaksi berikut ini.
Ester tidak bereaksi dengan ion halida atau dengan ion karboksilat sebab nukleofil
ini merupakan basa lebih lemah daripada gugus pergi ester. Suatu ester bereaksi dengan
4
air membentuk suatu asam karboksilat dan alkohol. Ini merupakan suatu contoh reaksi
hidrolisis – suatu reaksi dengan air yang mengubah satu senyawa menjadi dua senyawa.
Suatu ester bereaksi dengan alkohol membentuk ester baru dan alkohol baru. Ini
merupakan contoh reaksi alkoholisis. Reaksi alkoholisis tertentu ini disebut juga reaksi
transesterifikasi sebab satu ester dirubah menjadi ester lain.
Hidrolisis dan alkoholisis dari suatu ester merupakan reaksi sangat lambat sebab air dan
alkohol merupakan nukleofil lemah dan ester memiliki gugus pergi yang sangat basa.
Hidrolisis dan alkoholisis ester dapat dikatalisis dengan asam. Kecepatan hidrolisis dapat
ditingkatkan dengan ion hidroksida dan kecepatan alkoholisis dapat ditingkatkan dengan basa
konjugasi (RO¯) dari alkohol reaktan.
Ester juga bereaksi dengan amina membentuk amida. Reaksi dengan amina mengubah
satu senyawa menjadi dua senyawa yang disebut aminolisis. Sebagai catatan bahwa
aminolisis dari ester membutuhkan hanya satu ekuivalen amina, tidak seperti aminolisis dari
suatu asil halida atau asam anhidrida, yang membutuhkan dua ekuivalen. ekuivalen.
Reaksi dari ester dengan amina tidak selambat reaksi dari ester dengan air dan alcohol,
sebab amina merupakan nukleofil yang lebih baik. Ini merupakan keuntungan sebab
kecepatan reaksi dari reaksi ester dengan amina tidak ditingkatkan dengan asam atau HO¯
atau RO¯
D. Kegunaan Ester
Senyawa ester merupakan senyawa organic yang memiliki banyak manfaat. Tidak
hanya dalam bidang farmasi, ester juga memiliki manfaat dalam industry kosmetik
juga makanan. Beberapa manfaat ester adalah sebagai berikut :
1. Dalam bidang farmasi, ester yang paling populer adalah obat penghilang rasa sakit
serta pelemas otot. Contohnya: aspirin dan minyak gosok.
2. Amil asetat banyak digunakan sebagai pelarut untuk dammar dan lak.
3. Esterifikasi etilen glikol dengan asam bensen 1.4 dikarboksilat menghasilkan
polyester yang digunakan sebagai bahan pembuat kain.
4. Ester yang berasal dari gliserol dengan asam karboksilat suku rendah atau tinggi
(minyak dan lemak). Digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan sabun dan
mentega (margarine).
5
5. Ester dari alcohol suku tinggi dan asam karboksilat suku tinggi, ester ini disebut lilin
(wax), lilin ini berbeda dengan lilin hidrokarbon (lilin paraffin). Kegunaannya ialah
untuk pemoles mobil dan lantai.
6. Senyawa ester dengan rantai pendek (biasanya memiliki atom karbon kurang dari 10),
senyawa ester ini berasal dari asam karboksilat suku rendah dan alcohol suku rendah.
Senyawa ester seperti ini banyak terdapat dalam buah-buahan yang menimbulkan
aroma dari buah tersebut, sehingga disebut ester buah-buahan. Senyawa ester ini
banyak digunakan sebagai penyedap atau esens.
Tabel contoh aroma senyawa ester :
7. Dalam biadang kosmetik, ester juga digunakan sebagai bahan pembuat cat kuku dan
parfum.
8. Ester juga digunakan dalam pembuatan cat dan lem.
E. Sintesis Senyawa Ester
Ester dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam karboksilat dengan alkohol pada
suasana asam. Dapat di tuliskan reaksinnya sebagai berikut :
Pada sintesis ester, asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan
gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan.
Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil yang banyak, dilakukan dengan salah satu
pereaksi berlebih, atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar
kesetimbangan bergeser ke arah produk. Untuk memproduksi ester dalam jumlah
banyak, metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan
untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil, produk
yang dihasilkan pun sedikit. Di industri, ester disintesis dalam dua tahap. Pertama,
asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida.
Selanjutnya, asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester. Persamaan reaksi
yang terjadi adalah Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi. Hal ini mendorong
reaksi ke arah produk hingga sempurna.
Rumus Struktur Jenis Ester Aroma
CH3COOC5H11
C4H9COOC5H11
C3H1COOC5H11
C3H7COOC4H9
C3H7COOC3H7
CH3COOC8H17
Amil Asetat
Amil Valerat
Amil Butirat
Butil Butirat
Propil Butirat
Oktil Asetat
Buah Pisang
Buah Apel
Buah Jambu
Buah Nanas
Buah Mangga
Buah Jeruk
6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Ester atau alkil alkanoat merupakan senyawa karbon turunan asam karboksilat.
2. Beberapa sifat ester adalah mudah menguap dibandingkan dengan asam atau
alkohol pembentuknya, ester berbau harum, dan banyak terdapat pada buah-buahan,
ester sedikit larut dalam air, serta titik didih dan titik beku ester lebih rendah
daripada asam karboksilat.
3. Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat.
4. Reaksi-reaksi ester mmelipputi:
Reaksi hidrolisis
Reaksi dengan Amonia
Transesterifikasi
Reaksi dengan pereaksi Grignard
5. Ester memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupaan manusian diantaranya
digunakan dalam pembuatan kosmetik, sebagai penyedap atau essen.

Más contenido relacionado

La actualidad más candente

Ester etil asetat nur hasanah
Ester etil asetat nur hasanahEster etil asetat nur hasanah
Ester etil asetat nur hasanahIndafitria17
 
Pengujian amina dan turunanny1
Pengujian amina dan turunanny1Pengujian amina dan turunanny1
Pengujian amina dan turunanny1Sabila Izzati
 
Kd ii meeting 3 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 3 (tep thp)-revKd ii meeting 3 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 3 (tep thp)-revMuhammad Luthfan
 
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 Esterifikasi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 EsterifikasiITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 Esterifikasi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 EsterifikasiFransiska Puteri
 
identifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilat
identifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilatidentifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilat
identifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilatzakirafi
 
Review kimia organik
Review kimia organikReview kimia organik
Review kimia organikolanascorepta
 
Kd ii meeting 4 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 4 (tep thp)-revKd ii meeting 4 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 4 (tep thp)-revMuhammad Luthfan
 
Laporan resmi asetaldehid
Laporan resmi asetaldehidLaporan resmi asetaldehid
Laporan resmi asetaldehidHafni Zuhroh
 
Gugus fungsi dina adreini
Gugus fungsi dina adreiniGugus fungsi dina adreini
Gugus fungsi dina adreinidinaadreini87
 
laporan praktikum penentuan gugus fungsi
laporan praktikum penentuan gugus fungsilaporan praktikum penentuan gugus fungsi
laporan praktikum penentuan gugus fungsiWd-Amalia Wd-Amalia
 
Laporan kimia farmasi analitik
Laporan kimia farmasi analitik Laporan kimia farmasi analitik
Laporan kimia farmasi analitik Mina Audina
 
Struktur senyawa-karbon
Struktur senyawa-karbonStruktur senyawa-karbon
Struktur senyawa-karbonRirin Sari
 
Benzena dan turunannya
Benzena dan turunannya Benzena dan turunannya
Benzena dan turunannya olanascorepta
 
Laporan praktikum 9 - gugus alkohol
Laporan praktikum 9 - gugus alkoholLaporan praktikum 9 - gugus alkohol
Laporan praktikum 9 - gugus alkoholFirda Shabrina
 
Alkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsur
Alkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsurAlkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsur
Alkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsurmuhlisunazim
 

La actualidad más candente (20)

Ester etil asetat nur hasanah
Ester etil asetat nur hasanahEster etil asetat nur hasanah
Ester etil asetat nur hasanah
 
Pengujian amina dan turunanny1
Pengujian amina dan turunanny1Pengujian amina dan turunanny1
Pengujian amina dan turunanny1
 
Kd ii meeting 3 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 3 (tep thp)-revKd ii meeting 3 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 3 (tep thp)-rev
 
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 Esterifikasi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 EsterifikasiITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 Esterifikasi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 5 Esterifikasi
 
Kimia organik-5
Kimia organik-5Kimia organik-5
Kimia organik-5
 
identifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilat
identifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilatidentifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilat
identifikasi senyawa golongan alkohol ,fenol dan asam karboksilat
 
Review kimia organik
Review kimia organikReview kimia organik
Review kimia organik
 
Kd ii meeting 4 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 4 (tep thp)-revKd ii meeting 4 (tep thp)-rev
Kd ii meeting 4 (tep thp)-rev
 
Laporan resmi asetaldehid
Laporan resmi asetaldehidLaporan resmi asetaldehid
Laporan resmi asetaldehid
 
Gugus fungsi dina adreini
Gugus fungsi dina adreiniGugus fungsi dina adreini
Gugus fungsi dina adreini
 
Alkohol eter fenol
Alkohol eter fenolAlkohol eter fenol
Alkohol eter fenol
 
Ppt alkohol eter
Ppt alkohol eterPpt alkohol eter
Ppt alkohol eter
 
laporan praktikum penentuan gugus fungsi
laporan praktikum penentuan gugus fungsilaporan praktikum penentuan gugus fungsi
laporan praktikum penentuan gugus fungsi
 
Aldehid ester
Aldehid esterAldehid ester
Aldehid ester
 
Laporan kimia farmasi analitik
Laporan kimia farmasi analitik Laporan kimia farmasi analitik
Laporan kimia farmasi analitik
 
Struktur senyawa-karbon
Struktur senyawa-karbonStruktur senyawa-karbon
Struktur senyawa-karbon
 
Sintesis Etil asetat
Sintesis Etil asetatSintesis Etil asetat
Sintesis Etil asetat
 
Benzena dan turunannya
Benzena dan turunannya Benzena dan turunannya
Benzena dan turunannya
 
Laporan praktikum 9 - gugus alkohol
Laporan praktikum 9 - gugus alkoholLaporan praktikum 9 - gugus alkohol
Laporan praktikum 9 - gugus alkohol
 
Alkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsur
Alkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsurAlkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsur
Alkoho adalah suatu senyawa organik yang tersusun dari unsur
 

Similar a Makala ester stip

244339135-Presentation-Ester-ppt 222.ppt
244339135-Presentation-Ester-ppt 222.ppt244339135-Presentation-Ester-ppt 222.ppt
244339135-Presentation-Ester-ppt 222.pptTIRASBALYO
 
Alkohol dan Eter.pptx
Alkohol dan Eter.pptxAlkohol dan Eter.pptx
Alkohol dan Eter.pptxRifqiNaufal24
 
Pik 2 bab 6_esterifikasi
Pik 2 bab 6_esterifikasiPik 2 bab 6_esterifikasi
Pik 2 bab 6_esterifikasiwahyuddin S.T
 
Prak 1 anfisko2
Prak 1 anfisko2 Prak 1 anfisko2
Prak 1 anfisko2 zakirafi
 
Asam karbosilat dan turunannya
Asam karbosilat dan turunannyaAsam karbosilat dan turunannya
Asam karbosilat dan turunannyaalditeuku1
 
Makalah asam karbonat
Makalah asam karbonatMakalah asam karbonat
Makalah asam karbonatWarnet Raha
 
Pertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptx
Pertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptxPertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptx
Pertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptxValentinaYesiFebrian
 
Acara 5 esterifikasi puji nur haji
Acara 5 esterifikasi puji nur hajiAcara 5 esterifikasi puji nur haji
Acara 5 esterifikasi puji nur hajiPuji Nur Haji
 
MAKALAH KUMPUL TGL 2.docx
MAKALAH KUMPUL TGL 2.docxMAKALAH KUMPUL TGL 2.docx
MAKALAH KUMPUL TGL 2.docxTIRASBALYO
 
Presntasi Kimia Organik
Presntasi Kimia OrganikPresntasi Kimia Organik
Presntasi Kimia OrganikDimas Alwi
 
Alkohol, fenol, eter dan tiol
Alkohol, fenol, eter dan tiolAlkohol, fenol, eter dan tiol
Alkohol, fenol, eter dan tiolalditeuku1
 
Asam Karboksilat dan Ester
Asam Karboksilat dan EsterAsam Karboksilat dan Ester
Asam Karboksilat dan EsterSonny Grimaldi
 

Similar a Makala ester stip (20)

ESTER.pptx
ESTER.pptxESTER.pptx
ESTER.pptx
 
244339135-Presentation-Ester-ppt 222.ppt
244339135-Presentation-Ester-ppt 222.ppt244339135-Presentation-Ester-ppt 222.ppt
244339135-Presentation-Ester-ppt 222.ppt
 
Alkohol dan Eter.pptx
Alkohol dan Eter.pptxAlkohol dan Eter.pptx
Alkohol dan Eter.pptx
 
2 aldehid dan keton
2 aldehid dan keton2 aldehid dan keton
2 aldehid dan keton
 
Makalah asam karbonat
Makalah asam karbonatMakalah asam karbonat
Makalah asam karbonat
 
Pik 2 bab 6_esterifikasi
Pik 2 bab 6_esterifikasiPik 2 bab 6_esterifikasi
Pik 2 bab 6_esterifikasi
 
Prak 1 anfisko2
Prak 1 anfisko2 Prak 1 anfisko2
Prak 1 anfisko2
 
Asam karbosilat dan turunannya
Asam karbosilat dan turunannyaAsam karbosilat dan turunannya
Asam karbosilat dan turunannya
 
Makalah asam karbonat
Makalah asam karbonatMakalah asam karbonat
Makalah asam karbonat
 
Makalah asam karbonat
Makalah asam karbonatMakalah asam karbonat
Makalah asam karbonat
 
Presentation1 kimia organik yani
Presentation1 kimia organik yaniPresentation1 kimia organik yani
Presentation1 kimia organik yani
 
Pertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptx
Pertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptxPertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptx
Pertemuan 1. Senyawa Turunan Alkana (Alkohol dan Eter) (1).pptx
 
Acara 5 esterifikasi puji nur haji
Acara 5 esterifikasi puji nur hajiAcara 5 esterifikasi puji nur haji
Acara 5 esterifikasi puji nur haji
 
MAKALAH KUMPUL TGL 2.docx
MAKALAH KUMPUL TGL 2.docxMAKALAH KUMPUL TGL 2.docx
MAKALAH KUMPUL TGL 2.docx
 
Presntasi Kimia Organik
Presntasi Kimia OrganikPresntasi Kimia Organik
Presntasi Kimia Organik
 
Alkohol, fenol, eter dan tiol
Alkohol, fenol, eter dan tiolAlkohol, fenol, eter dan tiol
Alkohol, fenol, eter dan tiol
 
Etil asetat
Etil asetatEtil asetat
Etil asetat
 
Asam Karboksilat dan Ester
Asam Karboksilat dan EsterAsam Karboksilat dan Ester
Asam Karboksilat dan Ester
 
Asam karboksilat
Asam karboksilatAsam karboksilat
Asam karboksilat
 
Netralisasi ester
Netralisasi ester Netralisasi ester
Netralisasi ester
 

Más de Operator Warnet Vast Raha

Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiPermohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiOperator Warnet Vast Raha
 

Más de Operator Warnet Vast Raha (20)

Stiker kk bondan
Stiker kk bondanStiker kk bondan
Stiker kk bondan
 
Proposal bantuan sepak bola
Proposal bantuan sepak bolaProposal bantuan sepak bola
Proposal bantuan sepak bola
 
Surat pernyataan nusantara sehat
Surat pernyataan nusantara sehatSurat pernyataan nusantara sehat
Surat pernyataan nusantara sehat
 
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
Surat pernyataan nusantara sehat fajarSurat pernyataan nusantara sehat fajar
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
 
Halaman sampul target
Halaman sampul targetHalaman sampul target
Halaman sampul target
 
Makalah seni kriya korea
Makalah seni kriya koreaMakalah seni kriya korea
Makalah seni kriya korea
 
Makalah makromolekul
Makalah makromolekulMakalah makromolekul
Makalah makromolekul
 
126895843 makalah-makromolekul
126895843 makalah-makromolekul126895843 makalah-makromolekul
126895843 makalah-makromolekul
 
Kafer akbid paramata
Kafer akbid paramataKafer akbid paramata
Kafer akbid paramata
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
 
Mata pelajaran seni budaya
Mata pelajaran seni budayaMata pelajaran seni budaya
Mata pelajaran seni budaya
 
Lingkungan hidup
Lingkungan hidupLingkungan hidup
Lingkungan hidup
 
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiPermohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
 
Odher scout community
Odher scout communityOdher scout community
Odher scout community
 
Surat izin keramaian
Surat izin keramaianSurat izin keramaian
Surat izin keramaian
 
Makalah keganasan
Makalah keganasanMakalah keganasan
Makalah keganasan
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
 
Makalah penyakit genetika
Makalah penyakit genetikaMakalah penyakit genetika
Makalah penyakit genetika
 
Undangan kecamatan lasalepa
Undangan kecamatan lasalepaUndangan kecamatan lasalepa
Undangan kecamatan lasalepa
 
Bukti registrasi pajak
Bukti registrasi pajakBukti registrasi pajak
Bukti registrasi pajak
 

Makala ester stip

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Ester adalah salah satu dari kelas senyawa organik yang sangat berguna yang sering dijumpai di alam. Ester merupakan salah satu senyawa organik yang terbentuk melalui pergatian satu atau lebih atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik (biasa dilambangkan dengan ‘R). Contoh CH3COOCH3 dengan nama metil asetat. Digunakan untuk polimer sintstik dan dapat diubah menjadi aneka ragam senyawa lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengkonsumsi berbagai macam minuman rasa buah yang mungkin kebanyakan tidak benar-benar berasal dari buah asli tetapi hanya dicampuri essens (aroma buah). Essens terbuat dari senyawa ester yang aromanya bermacam-macam tergantung ester penyusunnya. B. Tujuan Untuk mengetahui 1. Molekul ester 2. Konfigurasi 3. Keisomeran ester 4. Resonansi dan kearomatisan ester 5. Jenis-jenis reaksi ester 6. Kegunaan dan sintesis senyawanya C. Rumusan masalah 1. Bagaimana bentuk molekul dari ester 2. Menjelaskan konfigurasi dari ester 3. Menjelaskan keisomeran ester 4. Menjelaskan resonansi dan kearomatisan dari ester 5. Menjelaskan jenis-jenis reaksi dari ester 6. Bagaimana kegunaan dan sintesis senyawa dari ester
  • 2. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Molekul Ester Ester merupakan salah satu gugus fungsi dari golongan senyawa karbon. Ester adalah senyawa dengan gugus fungsi – COO – dengan struktur R – COO – R’ (dimana R menyatakan suatu rantai karbon atau atom H, sedangkan R’ merupakan rantai karbon). Ester merupakan senyawa turunan dari alkana silat yaitu alkanoat. Ester mempunyai rumus umum molekul Cn H2n O2. Gugus –OH dari gugus karbosilat diganti oleh gugus –OR’. Dalam ester, R dan R’ dapat sama atau berbeda. Gugus karbosilat dituntukan dengan huruf tebal. Beberapa rumus struktur senyawa ester pada tabel berikut. v Tata nama ester Ester mempunyai nama IUPAC alkil alkanoat. Tata nama ester hampir sama dengan tata nama asam karboksilat, tetapi Pemberian nama pada ester diawali dengan menyebut nama gugus alkil atau aril yang menggantikan atom H dalam gugus –COOH pada asam asam karboksilat induknya kemudian di ikuti nama asam tersebut tanpa menyebut kata asam. Gugus karbon yang terikat pada atom O (gugus R’) diberi nama alkil dan gugus R – COO H – diberi nama alkanoat. Contoh v Sifat-sifat ester 1. Ester merupakan kelompok senyawa organik yang memiliki aroma yang wangi seperti bunga dan buah sehingga banyak digunakan sebagai pengharum (essence), sarirasa dalam industri makanan dan minuman. Ester yang digunakan biasanya yang berwujud cair pada suhu dan kamar. 2. mudah terbakar dan mudah bercampur dengan air serta alkohol memilikin titik didih yang cukup tinggi dibandingkan dengan asam alkana. Hal ini disebabkan karena molekul alkohol mengandung gugus-gugus –OH yang lebih rendah daripada gugus-gugus –OH yang polar. 3. Sifat-sifat ester berdasarkan reaksi kimianya diantaranya : reaksi hidrolisis ester,
  • 3. 3 reaksi hidrolisis ester berarti terjadi reaksi kimia antar ester dengan air. Reaksi ini dapat berlangsung tak balik atau ireversible. Oleh sebab itu reaksi ini berlangsung dan menghasilkan asam karboksilat dengan alkohol dengan rendaman lebih baik dibandingkan alkohol dan daripada hidrolisis ester dalam suasana asam. Hasil ini reaksi berupa garam kaboksilat. B. Keisomeran Ester Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat. Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C3H6O2 adalah sebagai berikut. 1. Isomer Struktur Isomer struktur pada ester dimulai pada ester dengan jumlah atom karbon tiga. 2. Isomer Fungsi Dari ketiga rumus struktur di atas memiliki rumus molekul sama, yaitu, CnH2nO2. tetapi memiliki perbedaan baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya. Jadi, ester dan asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya. C. Reaksi-reaksi Ester a. Reaksi hidrolisis Reaksi hidrolisis ester dalam suasana asam menghasilkan asam karboksilat dan alkohol, namun bila reaksi hidrolisis dilangsungkan dalam suasana basa diperoleh garam karboksilat dan alkohol. Hidrolisis ester dengan basa dise4but reaksi Penyabunan (Saponifikasi). b. Reaksi dengan Amonia Ester bereaksi dengan amonia dan membentuk amida dan alkohol. Contoh : reaksi antara etil asetat dengan amonia menghasilkan asetamida dan etanol. c. Transesterifikasi Ester dapat melakukan reaksi transesterifikasi dengan alcohol sehingga menghasilkan ester yang berbeda. Hasil samping diperoleh alkohol. d. Reaksi dengan pereaksi Grignard Reaksi antara suatu ester dengan pereaksi Grignard merupakan cara istimewa dalam pembuatan alkohol tersier. Pola umum dari reaksi ini adalah sebagai berikut. Bila keton yang diperoleh di atas direaksikan lebih lanjut dengan R’’MgX maka pada akhirnya diperoleh suatu alkohol terseir menurut persamaan reaksi berikut ini. Ester tidak bereaksi dengan ion halida atau dengan ion karboksilat sebab nukleofil ini merupakan basa lebih lemah daripada gugus pergi ester. Suatu ester bereaksi dengan
  • 4. 4 air membentuk suatu asam karboksilat dan alkohol. Ini merupakan suatu contoh reaksi hidrolisis – suatu reaksi dengan air yang mengubah satu senyawa menjadi dua senyawa. Suatu ester bereaksi dengan alkohol membentuk ester baru dan alkohol baru. Ini merupakan contoh reaksi alkoholisis. Reaksi alkoholisis tertentu ini disebut juga reaksi transesterifikasi sebab satu ester dirubah menjadi ester lain. Hidrolisis dan alkoholisis dari suatu ester merupakan reaksi sangat lambat sebab air dan alkohol merupakan nukleofil lemah dan ester memiliki gugus pergi yang sangat basa. Hidrolisis dan alkoholisis ester dapat dikatalisis dengan asam. Kecepatan hidrolisis dapat ditingkatkan dengan ion hidroksida dan kecepatan alkoholisis dapat ditingkatkan dengan basa konjugasi (RO¯) dari alkohol reaktan. Ester juga bereaksi dengan amina membentuk amida. Reaksi dengan amina mengubah satu senyawa menjadi dua senyawa yang disebut aminolisis. Sebagai catatan bahwa aminolisis dari ester membutuhkan hanya satu ekuivalen amina, tidak seperti aminolisis dari suatu asil halida atau asam anhidrida, yang membutuhkan dua ekuivalen. ekuivalen. Reaksi dari ester dengan amina tidak selambat reaksi dari ester dengan air dan alcohol, sebab amina merupakan nukleofil yang lebih baik. Ini merupakan keuntungan sebab kecepatan reaksi dari reaksi ester dengan amina tidak ditingkatkan dengan asam atau HO¯ atau RO¯ D. Kegunaan Ester Senyawa ester merupakan senyawa organic yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya dalam bidang farmasi, ester juga memiliki manfaat dalam industry kosmetik juga makanan. Beberapa manfaat ester adalah sebagai berikut : 1. Dalam bidang farmasi, ester yang paling populer adalah obat penghilang rasa sakit serta pelemas otot. Contohnya: aspirin dan minyak gosok. 2. Amil asetat banyak digunakan sebagai pelarut untuk dammar dan lak. 3. Esterifikasi etilen glikol dengan asam bensen 1.4 dikarboksilat menghasilkan polyester yang digunakan sebagai bahan pembuat kain. 4. Ester yang berasal dari gliserol dengan asam karboksilat suku rendah atau tinggi (minyak dan lemak). Digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan sabun dan mentega (margarine).
  • 5. 5 5. Ester dari alcohol suku tinggi dan asam karboksilat suku tinggi, ester ini disebut lilin (wax), lilin ini berbeda dengan lilin hidrokarbon (lilin paraffin). Kegunaannya ialah untuk pemoles mobil dan lantai. 6. Senyawa ester dengan rantai pendek (biasanya memiliki atom karbon kurang dari 10), senyawa ester ini berasal dari asam karboksilat suku rendah dan alcohol suku rendah. Senyawa ester seperti ini banyak terdapat dalam buah-buahan yang menimbulkan aroma dari buah tersebut, sehingga disebut ester buah-buahan. Senyawa ester ini banyak digunakan sebagai penyedap atau esens. Tabel contoh aroma senyawa ester : 7. Dalam biadang kosmetik, ester juga digunakan sebagai bahan pembuat cat kuku dan parfum. 8. Ester juga digunakan dalam pembuatan cat dan lem. E. Sintesis Senyawa Ester Ester dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam karboksilat dengan alkohol pada suasana asam. Dapat di tuliskan reaksinnya sebagai berikut : Pada sintesis ester, asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil yang banyak, dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih, atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk. Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak, metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil, produk yang dihasilkan pun sedikit. Di industri, ester disintesis dalam dua tahap. Pertama, asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida. Selanjutnya, asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester. Persamaan reaksi yang terjadi adalah Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi. Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna. Rumus Struktur Jenis Ester Aroma CH3COOC5H11 C4H9COOC5H11 C3H1COOC5H11 C3H7COOC4H9 C3H7COOC3H7 CH3COOC8H17 Amil Asetat Amil Valerat Amil Butirat Butil Butirat Propil Butirat Oktil Asetat Buah Pisang Buah Apel Buah Jambu Buah Nanas Buah Mangga Buah Jeruk
  • 6. 6 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Ester atau alkil alkanoat merupakan senyawa karbon turunan asam karboksilat. 2. Beberapa sifat ester adalah mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol pembentuknya, ester berbau harum, dan banyak terdapat pada buah-buahan, ester sedikit larut dalam air, serta titik didih dan titik beku ester lebih rendah daripada asam karboksilat. 3. Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat. 4. Reaksi-reaksi ester mmelipputi: Reaksi hidrolisis Reaksi dengan Amonia Transesterifikasi Reaksi dengan pereaksi Grignard 5. Ester memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupaan manusian diantaranya digunakan dalam pembuatan kosmetik, sebagai penyedap atau essen.