Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Madrasah : MA NURUL HUDA SUKARAJA
Mata pelajaran : Fikih
Kelas/Semester : X/Ganjil
...
3.3 Menelaah ketentuan Islam tentang zakat,
undang-undang pengelolaan zakat dan
hikmahnya
3.3.1 Menjelaskan ketentuan zaka...
 Guru menjelaskan tujuan mempelajari materi serta kompetensi yang akan di capai
 Guru menjelaskan langkah-langkah pembel...
 Guru memberikan tugas mandiri secara individu
 Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada pertemu...
Lampiran
Penilaian KI 1
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL
(LEMBAR OBSERVASI)
A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sik...
No Aspek Pengamatan
4 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan
5 Melaksanakan ibadah kes...
Penilaian KI 2
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL
(LEMBAR OBSERVASI)
A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap sosial in...
Sikap dan Pengertian Contoh Indikator
1. Jujur
adalah perilaku dapat dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
...
Sikap dan Pengertian Contoh Indikator
masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan
budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa
 T...
Sikap dan Pengertian Contoh Indikator
saling berbagi tugas dan tolong menolong
secara ikhlas.
 Kesediaan melakukan tugas ...
Sikap dan Pengertian Contoh Indikator
makna tanggungjawab yang harus dipikul
adalah ciri utama kepribadiannya
 Bergerak c...
C. Lembar Observasi
Kelas : ….
Semester : ….
TahunAjaran : ….
Periode Pengamatan : Tanggal … s.d. ….
No Nama
Pesert
a
Didi...
Penilaian KI 3
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas dan tepat!
1. Mengapa ada ketentuan zak...
Penilaian KI 4
Penilaian Kinerja
1. Bersama kelompok Anda, diskusikan Pengertian Zakat, Macam-Macam Zakat, Undang-Undang
Z...
No
Nama Peserta
didik
Aspek yang dinilai Skor
Kebenaran
konsep
Keberanian Bahasa Kelancaran
Penskoran:
Skor 4 jika kebenar...
Artinya:“Dan pada harta-arta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang
miskin yang tidak mendapat bagian”.(...
kabupaten/kota tidak bersifat komisioner dan diamanatkan kepada Peraturan Pemerintah yang
sampai saat ini (3 Juni 2013) ma...
ٌ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ٍ‫ق‬‫ا‬ َ‫و‬َ‫ا‬ َ‫س‬ْ‫خَم‬ َ‫ن‬ ْ‫ُو‬‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬
Artinya:”Tidak ada (wajib) zakat j...
Adapun hasil pertanian atau perkebunan yang wajib dizakati itu adalah tanaman yang
ditanam oleh manusia, hasilnya berupa b...
Sehingga saat Rasulullah SAW mengutus sahabat Mu’adz Bin Jabal dan Abu Musa Al-
Asy’ariy ke Yaman. Dikatakan pada mereka p...
Firman Allah SWT,
َ‫ط‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫ام‬َ‫ا‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫ا‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ...
6. Pada badan usaha yang berbentuk serikat (kerjasama), maka jika semua anggota serikat
tersebut beragama islam, zakat dik...
Berikut adalah ketentuan terkait jenis zakat ini :
1. Dikeluarkan zakat setiap kali selesai penggalian.
2. Nisabnya diqiya...
40-59 1 ekor sapi janta/betina mutsinnah.
60-69 2 ekor sapi janta/betina tabi’.
70-89 2 ekor sapi musinnah
90-99 3 ekor sa...
130-139 1 ekor hiqqah dan 1 ekor bint labun
140-149 2 ekor hiqqah dan 1 ekor bint labun
150-159 3 ekor hiqqah
160-169 4 ek...
Próxima SlideShare
Cargando en…5
×

Ppl 1 rpp fiqih kelas x kurikulum 2013 terbaru

1.846 visualizaciones

Publicado el

semoga bermanfaat

Publicado en: Datos y análisis
  • Sé el primero en comentar

Ppl 1 rpp fiqih kelas x kurikulum 2013 terbaru

  1. 1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Madrasah : MA NURUL HUDA SUKARAJA Mata pelajaran : Fikih Kelas/Semester : X/Ganjil Materi Pokok : Ketentuan Islam tentang Zakat Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 Pertemuan) A. KOMPETENSI INTI 1. Kompetensi Inti (KI 1): Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Kompetensi Inti (KI 2): Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Kompetensi Inti (KI 3): Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, danhumaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4. Kompetensi Inti (KI 4): Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkretdan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN Kompetensi Dasar Indikator 1.3 Meyakini kebenaran konsep zakat dalam mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin 2.3 Memiliki kepekaan social sebagai implementasi dari nilai-nilai yang terdapat pada zakat
  2. 2. 3.3 Menelaah ketentuan Islam tentang zakat, undang-undang pengelolaan zakat dan hikmahnya 3.3.1 Menjelaskan ketentuan zakat dalam Islam 3.3.2 Menjelaskan macam-macam zakat 3.3.3 Memberikan contoh penerapan zakat sesuai dengan undang-undang 3.3.4 Menjelaskan hikmah zakat 4.3 Menunjukkan contoh penerapan ketentuan zakat 2.3.1 Mempraktikkan penghitungan zakat C. TUJUAN PEMBELAJARAN. 1. Melalui pemberian uswah, peserta didik dapat menyebutkan ketentuan zakat dalam Islam dengan baik dan benar 2. Melalui proses tanya jawab, peserta didik mampu menjelaskan hikmah zakat dalam Islam dengan berani, baik, dan benar 3. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat menunjukkan contoh – contoh penerapan ketentuan zakat dengan benar D. MATERI PEMBELAJARAN 1. ketentuan zakat dalam Islam 2. hikmah zakat dalam Islam 3. penerapan ketentuan zakat E. METODE PEMBELAJARAN Uswah/contoh/modelling, diskusi F. MEDIA, ALAT/BAHAN, SUMBER PEMBELAJARAN 1. Media: laptop, LCD,papan tulis 2. Alat/Bahan:kertas karton, spidol 3. Sumber Pembelajaran: buku fikih klas x, Al-Qur’an terjemah, internet, kitab fakhul qorib, LKS, lingkungan alam sekitar G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan I a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)  Guru mengucapkan salam dan meminta salahsatu oeserta didik memimpin doa  Guru memperkenalkan diri dilanjutkan dengan mengenal peserta didik melalui absensi  Guru mempersiapkan fisik dan psikis pesetta didik melalui senam otak
  3. 3.  Guru menjelaskan tujuan mempelajari materi serta kompetensi yang akan di capai  Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksnakan  Guru membentuk kelompok diskusi b. Kegiatan Inti (70 menit)  Mengamati  Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pengertian dan macam-macam zakat.  Peserta didik mengamati tayangan slide tentang pengertian dan macam-macam zakat.  Peserta didik membaca ulang materi pelajaran  Menanya  Peserta didik memberikan tanggapan hasil penjelasan guru tentang pengertian dan macam-macam zakat.  Peserta didik bertanyajawab tentang slide yang belum difahami terkait pengertian dan macam-macam zakat.  Eksplorasi/eksperimen  Masing-masing kelompok berdiskusi tentang pengertian dan macam-macam zakat.  Masing-masing kelompok menggali pengertian dan macam-macam zakat.pada internet/buku sumber lain  Mengasosiasi  Peserta didik melalui kelompoknya merumuskan pengertian dan macam-macam zakat.  Peserta didik melalui kelompoknya membuat peta konsep tentang pengertian dan macam-macam zakat.  Mengkomunikasikan  Masing-masing kelompok secara bergantian memaparkan mind mapping di depan kelas  Secara bergantian, masing-masing kelompok mempresentasikan/menyajikan hasil diskusinya tentang pengertian dan macam-macam zakat. c. Penutup (10 menit):  Guru mengadakan refleksi hasil pembelajaran  Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama materi pembelajaran  Guru mengadakan tes baik tulis maupun lisan  Guru memberikan pesan-pesan moral terkait dengan sikap keimanan dan sosial
  4. 4.  Guru memberikan tugas mandiri secara individu  Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya  Guru mengajak berdoa akhir majlis dilanjutkan dengan salam dan berjabat tangan H. PENILAIAN No. Kompetensi Teknik Instrumen Keterangan 1. KI 1 dan KI 2 Observasi  Lembar observasi Terlampir 2. KI 3 Tes tertulis  Pilihan ganda  Uraian  Tugas (mandiri atau kelompok) Terlampir 3. KI 4 Kinerja  Lembar laporan tugas Terlampir Mengetahui, Kediri, 12 oktober 2016 Kepala MA.. Guru Mapel ------------------ Annas At Thoriqi NIP. NIM. 9321 021 13
  5. 5. Lampiran Penilaian KI 1 INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL (LEMBAR OBSERVASI) A. Petunjuk Umum 1. Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Observasi. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrument yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Pada jenjang MA, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai. B. Petunjuk Pengisian Secara periodik, misalnya 1 atau 2 minggu sekali guru melakukan penilaian sikap spiritual peserta didik. Caranya, guru memberi tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut. 4 = selalu, apabila peserta didik selalu melakukan sesuai pernyataan. 3 = sering, apabila peserta didik sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukannya. 2 = kadang-kadang, apabila peserta didik kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukannya. 1 = tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukannya. C. Lembar Observasi Kelas : …. Semester : …. TahunAjaran : …. Periode Pengamatan : Tanggal … s.d. …. No Aspek Pengamatan 1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu 2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan 3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi
  6. 6. No Aspek Pengamatan 4 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan 5 Melaksanakan ibadah keseharian baik yang diwajibkan maupun yang dianjurkan sesuai dengan agama yang dianutnya Jumlah Skor Lembar Observasi No. Nama Peserta Didik Aspek Pengamatan Jumlah RerataSkor Nilai Keterangan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Dst
  7. 7. Penilaian KI 2 INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL (LEMBAR OBSERVASI) A. Petunjuk Umum 1. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Observasi. Sikap sosial yang dikembangkan pada Kompetensi Inti 2 di jenjang SMA/MA meliputi: a. jujur b. kreatif c. disiplin d. tanggung jawab e. toleransi f. gotong royong g. santun h. responsif i. pro aktif 2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai. B. Petunjuk Pengisian Secara periodik, misalnya 1 atau 2 minggu sekali guru melakukan penilaian sikap sosial peserta didik. Caranya, guru memberi tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap sosial yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut. 4 = selalu, apabila peserta didik selalu melakukan sesuai pernyataan. 3 = sering, apabila peserta didik sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukannya. 2 = kadang-kadang, apabila peserta didik kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukannya. 1 = tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukannya. Guna memudahkan penilian, guru dapat membaca indikator tiap-tiap aspek sosial sebagai berikut. Tabel Daftar Deskripsi Indikator
  8. 8. Sikap dan Pengertian Contoh Indikator 1. Jujur adalah perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.  Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan  Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber)  Mengungkapkan perasaan apa adanya  Menyerahkan kepada yang berwenang barang yang ditemukan  Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya  Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki 2. Kreatif Kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang belum pernah ada sebelumnya.  Menghasilkan ide/karya inovatif yang dipublikasikan/dipasarkan.  Menghasilkan ide/karya inovatif untuk kalangan sendiri/ skala kecil.  Memodifikasi dan menggabungkan beberapa ide/karya untuk menghasilkan gagasan/karya baru.  Mencoba membuat ide/karya dari contoh yang sudah ada. 3. Disiplin adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.  Datang tepat waktu  Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/ sekolah  Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan  Mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar 4. Tanggungjawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri,  Melaksanakan tugas individu dengan baik  Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
  9. 9. Sikap dan Pengertian Contoh Indikator masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa  Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat  Mengembalikan barang yang dipinjam  Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan  Menepati janji  Tidak menyalahkan orang lain utk kesalahan tindakan kita sendiri  Melaksanakan apa yang pernah dikatakan tanpa disuruh/diminta 5. Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan  Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat  Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya  Dapat menerima kekurangan orang lain  Dapat mememaafkan kesalahan orang lain  Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan  Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan diri pada orang lain  Kesediaan untuk belajar dari (terbuka terhadap) keyakinan dan gagasan orang lain agar dapat memahami orang lain lebih baik  Terbuka terhadap atau kesediaan untuk menerima sesuatu yang baru 6. Gotongroyong adalah bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan  Terlibat aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah
  10. 10. Sikap dan Pengertian Contoh Indikator saling berbagi tugas dan tolong menolong secara ikhlas.  Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan  Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan  Aktif dalam kerja kelompok  Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok  Tidak mendahulukan kepentingan pribadi  Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan orang lain  Mendorong orang lain untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama 7. Santun adalah sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbahasa maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain.  Menghormati orang yang lebih tua.  Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur.  Tidak meludah di sembarang tempat.  Tidak menyela pembicaraan pada waktu yang tidak tepat  Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain  Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)  Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain  Memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan 8. Responsif Adalah kesadaran akan tugas yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kepekaan yang tajam dalam menyikapi berbagai hal yang dihadapinya dan kepahaman  Tanggap terhadap kerepotan pihak lain dan segera memberikan solusi dan atau pertolongan  Berperan aktif terhadap berbagai kegiatan sekolah dan/atau sosial
  11. 11. Sikap dan Pengertian Contoh Indikator makna tanggungjawab yang harus dipikul adalah ciri utama kepribadiannya  Bergerak cepat dalam melaksanakan tugas/kegiatan  Berfikir lebih maju terhadap segala hal 9. Pro aktif Adalah sikap seseorang yang mampu membuat pilihan dikala mendapatkan stimulus. Seseorang yang bersikap proaktif mampu memberi jeda antara datangnya stimulus dengan keputusan untuk memberi respon. Pada saat jeda tersebut seseorang yang proaktif dapat membuat pilihan dan mengambil respon yang dipandang terbaik bagi dirinya.  Berinisiatif dalam bertindak terkait dengan tugas/pekerjaan atau social  Mampu memanfaatkan peluang yang ada  Memiliki motivasi untuk terus maju dan berkembang  Fokus pada hal-hal yang memungkinkan untuk diubah atau diperbaiki
  12. 12. C. Lembar Observasi Kelas : …. Semester : …. TahunAjaran : …. Periode Pengamatan : Tanggal … s.d. …. No Nama Pesert a Didik Sikap Jumlah RerataSkor Nilai Keterangan Jujur Kreatif Disiplin TanggungJawab Toleransi GotongRoyong Santun Responsif Proaktif1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dst
  13. 13. Penilaian KI 3 Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas dan tepat! 1. Mengapa ada ketentuan zakat dalam islam? 2. Sebutkan macam – macam ketentuan zakat! 3. Jelaskan hikmah zakat! 4. Sebutkancontoh penerapan zakat dalam Islam! Penskoran: Skor 5 jika jawaban benar Skor 3 jika jawaban kurang benar Skor 1 jika jawaban tidak benar/tidak menjawab Skor perolehan Nilai = ------------------- x4 Skor maksimal
  14. 14. Penilaian KI 4 Penilaian Kinerja 1. Bersama kelompok Anda, diskusikan Pengertian Zakat, Macam-Macam Zakat, Undang-Undang Zakat dan HikmahZakat.Sertakandalil-dalil yangn mendasarinya! Tulis hasilnya dalam selembar kertas, kemudian kumpulkan kepada guru! 2. Coba Anda buat makalah tentang Pengertian Zakat, Macam-Macam Zakat, Undang-Undang Zakat dan Hikmah Zakat dengan menggunakan sumber referensi yang memadai! kerjakan pada lembar kertas folio, kemudian kumpulkan pada guru! Hasil Analisis Guru ……………………………………………………………………………………………………… ……………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………… b. Instrumen unjuk kerja menyajikan materi versi ke-1: No Nama Peserta didik Aspek yang dinilai Skor Kebenaran konsep Keberanian Bahasa Kelancaran 1 Badron 2 4 1 1 8 Penskoran: Skor 4 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK Skor 3 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK Skor 2 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK Skor 1 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK 8 Nilai = ------------------- x4 = 8 4 b. Instrumen unjuk kerja menyajikan materi versi ke-1: Nama : ............................................ Kelas : ............................................ No. Absen : ............................................
  15. 15. No Nama Peserta didik Aspek yang dinilai Skor Kebenaran konsep Keberanian Bahasa Kelancaran Penskoran: Skor 4 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK Skor 3 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK Skor 2 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK Skor 1 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK 11 Nilai = ------------------- x4 16 MATERI FIKIH TENTANG KETENTUAN ZAKAT A. Pengertian Zakat Zakat secara harfiah (bahasa) berarti berkembang, bertambah dan banyak kebaikannya (Kifayatul akhyar,h 172). Sedangakan menurut ulama fiqih (istilah) berati sebutan untuk takaran harta atu benda tertentu yang dikeluarkan untuk beberapa penerima (mustahiq) tertentu pula dengan syarat-syarat tertentu. Karena harta yang diambil dan dikeluarkan untuk zakat akan terus bertambah banyak seiring dengan kabahagiaan penerimanya dan kemanfaatnan barang/harta tersebut. B. Dalil perintah zakat. Dengan zakat membersihkan diri dan harta pemiliknya dan membawa ketenangan dan berkah bagi mereka, Allah SAW berfirman, ُ‫للا‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ ٌ‫ن‬َ‫ك‬َ‫س‬ َ‫ك‬َ‫ت‬‫و‬َ‫ل‬َ‫ص‬ َّ‫ِن‬‫ا‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِِّ‫ل‬َ‫ص‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬ِِّ‫ك‬َ‫ز‬ُ‫ت‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ر‬ِِّ‫ه‬َ‫ط‬ُ‫ت‬ ً‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫م‬َ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫ذ‬ُ‫خ‬ٌ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ ٌ‫ع‬ْ‫ي‬ِ‫م‬َ‫س‬:‫التوبة‬ (٣٠١) Artinya:“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. At- Taubah; 9:103). Di tempat lain, Allah menguatkan bahwa di sekeliling orang berada ada hak-hak mereka dalam harta yang dimilki. Allah menegaskan, :‫(الذريات‬ ِ‫م‬ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ل‬ِ‫ئ‬‫ا‬َّ‫س‬‫ل‬ِ‫ل‬ ٌّ‫ق‬َ‫ح‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫م‬َ‫ا‬ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫و‬٣١)
  16. 16. Artinya:“Dan pada harta-arta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”.(Q.S.Az-Dzariayat:19). C. Perundang-undang Zakat Pasca disahkan dan diundangkannya Undang-undang No. 23 tahun 2011 bulan Oktober dan Nopember 2011, banyak menyisakan pekerjaan yang harus segera dituntaskan secara arif dan bijak. Hampir di semua tingkatan masa kerja pengurus sudah habis masa baktinya, baik provinsi maupun kabupaten/kota para pengelola zakat terkena sindrom kegamangan, mana yang harus dipedomani atau dijadikan dasar pelaksanaan pengelolaan zakat. Apakah Undang-undang No. 38 tahun 1999 ataukah Undang-undang No. 23 tahun 2011? Menggunakan regulasi No. 38/1999 sudah ada penggantinya, yaitu regulasi No. 23/2011 dan sudah dicabut dan dinyatakan sudah tidak berlaku lagi (Pasal 45 UU No. 23/2011) yang berbunyi: Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 164; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3885) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Namun menurut UU tersebut dikecualikan dalam hal yang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini, dinyatakan masih tetap berlaku, seperti yang dinyatakan dalam Pasal 44 UU No. 23/2011, yang berbunyi: Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua Peraturan Perundang-undangan tentang Pengelolaan Zakat dan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat (Lembaran Negera Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 164; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3885) dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini. Berkaitan dengan regulasi kepengurusan, baik BAZNAS, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota, bahwa kepengurusan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota menurut regulasi yang teranyar banyak perbedaan dengan regulasi yang lawas. Perbedaan tersebut yang sangat signifikan antara lain dalam hal kepengurusan, Undang-undang yang lawas struktur organisasi BAZNAS pusat, BAZDA provinsi, dan BAZDA kabupaten/kota, serta BAZ kecamatan modelnya sama, ada unsur pertimbangan, unsur pengawas, dan unsur pelaksana (Ps. 6 ayat (5) UU No. 38/1999). Surat penetapan susunan pengurus BAZNAS ditandatangi oleh Presiden, susunan pengurus BAZDA provinsi ditandatangi oleh Gubernur, susunan pengurus BAZDA kabuapten/kota ditandatangi oleh Bupati/Walikota, dan susunan pengurus BAZ kecamatan ditandatangi oleh Camat (Ps. 1 ayat (1), Ps. 2 ayat (1), Ps. 3 ayat (1), dan Ps. 4 ayat (1) Kep. Dirjen BIUH No. D/291 tahun 2000). Surat Keputusan pengurus tersebut sekaligus menjadi dasar pengesahan lembaga-lembaga BAZ. Sedangkan dalam undang-undang yang anyar kepengurusan BAZNAS (maksudnya Pusat) bersifat komisioner sebanyak 11 orang angota, terdiri dari unsur Pemerintah 3 orang dan unsur masyarakat 8 orang (Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) dan dalam melaksanakan tugasnya, BAZNAS dibantu oleh sekretariat. Sementara untuk kepengurusan BAZNAS provinsi dan BAZNAS
  17. 17. kabupaten/kota tidak bersifat komisioner dan diamanatkan kepada Peraturan Pemerintah yang sampai saat ini (3 Juni 2013) masih dalam pembahasan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kaitannya dengan kepengurusan, baik BAZNAS provinsi maupun BAZNAS kabupaten/kota bahwa dalam Undang-undang No. 23 tahun 2011 sebelum membentuk kepengurusan, terlebih dahulu harus dibentuk lembaga BAZNAS yang diusulkan oleh gubernur untuk BAZNAS provinsi kepada Menteri Agama, dan bupati/walikota untuk BAZNAS kabupaten/kota kepada Menteri Agama atau pejabat yang ditunjuk, seperti telah dijelaskan dalam Pasal 15 (UU no. 23/2011) ayat (2) BAZNAS provinsi dibentuk oleh Menteri atas usul gubernur setelah mendapat pertimbangan BAZNAS. Dan ayat (3) BAZNAS kabupaten/kota dibentuk oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas usul bupati/walikota setelah mendapat pertimbangan BAZNAS. Oleh sebab itu, Kementerian Agama RI telah mengeluarkan surat edaran pembentukan BAZNAS dengan nomor: DJ.II/III/1/BA.03.2/775/2013 tanggal 11 April 2013, yang ditujukan ke seluruh gubernur, bupati dan walikota untuk segera mengusulkan pembentukan lembaga BAZNAS pada masing-masing tingkatan kepada Menteri Agama RI. Dalam hal kepengurusan baik BAZNAS provinsi maupun BAZNAS kabupaten/kota yang masa baktinya sudah habis, tidak sedikit pengurus BAZNAS tidak mau menandatangani dengan hal-hal yang sifatnya kebijakan baik dari sisi keungan maupun dari sisi administrative. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi, jika para pengurus mau memahami dan mendalami ayat-ayat yang terdapat dalam pasal 43 Bab X Peraturan Peralihan UU No. 23/2011 yang berbunyi: D. Jenis-jenis harta yang wajib dizakati. Imam Taqiyuddin dalam Kifayatul Akhyarnya menyebutkan beberapa jenis barang yang wajib dizakati, di antaranya : 1. Barang berharga termasuk di dalamnya emas, perak, dan uang (ُ‫ان‬َ‫م‬ْ‫ث‬َ‫ال‬ْ‫ا‬). 2. Hasil pertanian, hasil perkebunan, dan hasil perikanan (ُ‫ع‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُّ‫..)الز‬ 3. Barang perniagaan, perdagangan dan perusahaan beserta hasil pendapatan dan jasa (ِ‫ة‬ َ‫ار‬َ‫ج‬ِِّ‫ت‬‫ال‬ ُ‫ض‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ع‬). 4. Hasil pertambangan (ُ‫ن‬ِ‫د‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫.)ا‬ 5. Hasil peternakan (‫ي‬ِ‫ش‬‫ا‬ َ‫و‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫.)ا‬ E. Syarat dan ketentuan zakat. 1. Barang berharga seperti emas dan perak (ُ‫ان‬َ‫م‬ْ‫ث‬َ‫ال‬ْ‫ا‬). Adapun syarat-syarat zakat emas dan perak adalah, di antaranya : a. Islam. b. Merdeka. c. Milik sempurna. d. Mencapai nisab. e. Haul (1 tahun). Perihal zakat emas atau perak ada sebuah hadits shahihain,
  18. 18. ٌ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ٍ‫ق‬‫ا‬ َ‫و‬َ‫ا‬ َ‫س‬ْ‫خَم‬ َ‫ن‬ ْ‫ُو‬‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ Artinya:”Tidak ada (wajib) zakat jika kurang dari 5 auqiyah”. Para madzhab berpendapat bahwa 1 (satu) auqiyah sama dengan 20 mitsqal atau sekitar 85 gram emas, sedangkan nisab perak 200 dirham atau sekitar 672 gram perak. Sedangkan zakatnya sebesar 2,5% jika sudah memenuhi syarat. Kewajiban mengeluarkan zakat emas, perak dan sejenisnya ini disebabkan harta ini terus bertambah nilai ekonomisnya sehingga wajib dibersihkan dengan zakat mal. Lain halnya jika barang-barang tersebut menjadi hulliy (perhiasan), yang statusnya berubah sebagai barang/harta tetap. Baginda Nabi SAW menjelaskan, ِِّ‫ى‬ِِّ‫ل‬ُ‫ح‬ْ‫ال‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫ة‬َ‫ا‬‫ك‬َ‫ز‬َ‫ال‬ Artinya: "Tidak ada (kewajiban) zakat pada perhiasan tubuh." (Al-Baihaqi 4:138, ad-Daruquthni 2:108). seperti laki-laki menggunakan perak sebagi cincin atau seorang wanita menggunakan emas sebagai perhiasan tubuhnya, meskipun dengan jumlah yang keluar dari adat kebiasaan. Demikian juga tidak wajib, peralatan kerja dan hiasan rumah dari emas-perak, meskipun pada dasarnya larangan membuat barang-barang ini tidak gugur dengan hilangnya kewajiban zakat mal. DALIL DIHARAMKANNYA PERALATAN DARI EMAS DAN PERAK: Al-Bukhari (5110) dan Muslim (2067) telah meriwayatkan dari Hudzaifah bin al-Yaman RA, dia berkata: "Pernah aku mendengar Rasulul-lah SAW bersabda: ِ‫ة‬َّ‫ض‬ِ‫ف‬‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ب‬َ‫ه‬َّ‫ذ‬‫ال‬ ِ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫ن‬‫آ‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ب‬ َ‫ر‬ْ‫ش‬َ‫ت‬َ‫ال‬٠‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬ ِ‫ص‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ك‬ْ‫أ‬َ‫ت‬ َ‫ال‬َ‫و‬٬ِ‫ة‬َ‫ر‬ ِ‫خ‬ ‫اآل‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ن‬ُّ‫د‬‫ال‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫ا‬َ‫ف‬٠ Artinya: "Janganlah kamuminum pada wadah-wadah (yang terbuat dari) emas dan perak, dan jangan pula makan pada piring-piringnya, karena semua itu untuk orang-orang kafir di dunia dan untuk kita kelak di akhirat. " Dan al-Qur’an sudah mengabarkan dengan siksaan pedih bagi mereka yang mengabaikan perintah berzakat sebagaimana yang ditegaskan dalam surat Al-Taubah, 9 :34) Allah berfirman, ( ٍ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ا‬ ٍ‫ب‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ ْ‫ر‬ِِّ‫ش‬َ‫ب‬َ‫ف‬ ِ‫للا‬ ِ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫س‬ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬ َ‫ال‬َ‫و‬ َ‫ة‬َّ‫ض‬ِ‫ف‬‫ل‬ْ‫ا‬ َ‫و‬ َ‫َب‬‫ه‬َّ‫ذ‬‫ال‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ز‬ِ‫ن‬ْ‫ك‬َ‫ي‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫و‬:‫التوبة‬٤١) Artinya : “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannyapada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (Q.S. Al-Taubah, 9:34). 2. Hasil pertanian, hasil perkebunan, dan hasil perikanan (ُ‫ع‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُّ‫..)الز‬
  19. 19. Adapun hasil pertanian atau perkebunan yang wajib dizakati itu adalah tanaman yang ditanam oleh manusia, hasilnya berupa bahan makanan pokok yang bisa disimpan lama menurut ‘urf (kebiasaan) dan mencapai nisab (batas minimal). Firman Allah Ta'ala: :‫(االنعام‬ ,ِ‫ه‬ِ‫اد‬َ‫ص‬َ‫ح‬ َ‫م‬ْ‫و‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬َّ‫ق‬َ‫ح‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ت‬‫ا‬َ‫ا‬ َ‫و‬٣٤٣) Artinya: "Makanlah dari buahnya bila tanaman itu berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya. " (Q.S. al-An'am 6:141) Haqqahu maksudnya di sini adalah zakatnya. Sedangkan kata yauma hashaduhu mengandung pengertian bahwa ada sebagian tanaman yang tumbuh sendiri tapi kemudian dipelihara dan dipanen. Wallahu a’lam. Ketentuan zakat hasil pertanian dan perkebunan. Untuk jenis zakat ini, ada beberapa ketentuan. Di antaranya adalah : 1. Hasil pertanian atau perkebunan dihitung (dizakati) setiap kali panen. 2. Mencapai nisab. 3. Jika tanaman disirami oleh tenaga manusia dan mengeluarkan biaya, maka zakatnya 5%. 4. Jika tanaman disiram bukan oleh tenaga manusia tapi dari alam dan tidak mengeluarkan biaya, maka zakatnya 10%. 5. Ada yang memelihara. Menurut Imam Taqiyudin meskipun tumbuh sendiri semisal biji-bijiannya menebar, terbawa angin atau air. 6. Makanan pokok yang bisa disimpan. Jika bukan, diqiyaskan dengan makanan pokok setempat. Misalkan hasil pertanian seperti bayam (sejenis dedaunan), maka dikonfersi ke makanan pokok setempat (jika di indonesia berarti beras, gandum, jagung atau sagu). Firman Allah Ta’ala, ِ‫م‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ت‬‫ا‬َ‫ب‬ِِّ‫ي‬َ‫ط‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ا‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫ا‬ ‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫ال‬ْ‫ا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫خ‬َ‫ا‬ ‫ا‬َّ‫م‬ Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah(di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Q.S. Al-Baqarah,2:267). Jenis tanaman yang wajib dizakati Pada zaman rasulullah SAW, di jazirah Arab tanaman yang menjadi andalan adalah sya’ir (gandum halus), hinthah (gandum kasar), zabib (anggur kering) dan tamr (kurma kering).
  20. 20. Sehingga saat Rasulullah SAW mengutus sahabat Mu’adz Bin Jabal dan Abu Musa Al- Asy’ariy ke Yaman. Dikatakan pada mereka penduduk Yaman, bahwa ِ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫ال‬‫ا‬ ِ‫ه‬ِ‫َذ‬‫ه‬ ْ‫ن‬ِ‫َم‬ ِّ‫ال‬ِ‫ا‬ َ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َّ‫ص‬‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ذ‬ُ‫خ‬ْ‫أ‬َ‫ت‬َ‫ال‬‫׃‬ِ‫ر‬ْ‫م‬َّ‫ت‬‫ال‬ َ‫و‬ ، ِ‫ب‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬ َّ‫الز‬ َ‫و‬ ، ِ‫ة‬َ‫ط‬ْ‫ن‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ، ِ‫ر‬ْ‫ي‬ِ‫ع‬َّ‫ش‬َ‫ل‬‫ا‬ Artinya:“Tidak diambil zakat tumbuh-tumbuhan kecuali dari empat macam, sya’ir, gandum, zabib dan kurma (H.R. Daruqtuni, Hakim, dan Tabrani). Bagaimanakah dengan hasil pertanian dan perkebunan sekarang seperti beras, jagung kelapa dan sejenisnya, apakah wajib zakat? Sesungguhnya, derajat hadits Abu Dawud yang meriwayatkan zakat pertanian atau perkebunan sebatas 4 jenis tanaman di atas adalah hasan, sebagaimana yang dilansir oleh al- Turmidzi. Namun jika melihat dari keumuman makna perintah Allah Ta’ala dalam surat al- An’am ayat 141,"Makanlah dari buahnya bila tanaman itu berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya." Merupakan gambaran bahwa hasil pertanian atau perkebunan bervariatif, bias biji-bijian, dedaunan, umbi-umbian, sayur-sayuran dan bauh-buahan dan -satu hal yang perlu diingat juga- termasuk barang berkembang. Jika mencapai nisab maka wajib dikeluarkan zakatnya. Namun dalam hal ini, ada 2 pendapat : 1. Ada yang menganalogikan dengan zakat pertanian. Berarti zakat ditunaikan setiap kali musim panen, sebesar 5% jika pengelolaannya menggunakan tenaga manusia dan mengeluarkan biaya. Tapi jika tidak, zakatnya 10%. Dengan ketentuan nisab hasil mencapai 5 wasaq atau 750 kg untuk hasil yang sudah diolah, dan 1481% kg untuk yang masih mentah. 2. Sebagaian menganalogikan dengan zakat perdagangan. Salah satu alasannya, ada sebagian usaha yang dikelola berbadan hokum atau perusahaan. Sehingga nisabnya dikonfersikan dengan emas 85 gram, dengan zakat 2,5%. Dalam hal ini berarti dikeluarkannya jika sudah haul atau 1 tahun. Jadi kesimpualnnya hasil pertanian tersebut menurut pendapat paling kuat wajib dikelaurkan zakatnya. 3. Barang perniagaan, perdagangan dan perusahaan beserta hasil pendapatan dan jasa ( ُ‫ض‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ع‬ ِ‫ة‬ َ‫ار‬َ‫ج‬ِِّ‫ت‬‫.)ال‬ Zakat perniagaan dan perdagangan Al-Tijaarah (perniagaan atau perdagangan) adalah tukar-menukar harta untuk mendapatkan laba. Akad muqabal (tukar-menukar) ini tidak terbatas satu jenis saja, boleh juga beberapa barang yang berbeda-beda. Dalil perintah zakat ‘urudh.
  21. 21. Firman Allah SWT, َ‫ط‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫ام‬َ‫ا‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫ا‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ات‬َ‫ب‬ِِّ‫ي‬ Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari usahamu yang baik-baik." (Q.S. a!-Baqarah 2:267). Menurut Imam Taqiyuddin (kifayatul akhyar, 1:177) bahwa ‘urudh dalam perniagaan tidak termasuk emas dan perak. Dengan kata lain setiap barang yang diperjualbelikan selain naqdain (emas-perak). Dan, sabda Nabi SAW: ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ت‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ِ‫ل‬ِ‫ب‬ِ‫اال‬ ‫ى‬ِ‫ف‬٬‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ت‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ِ‫ر‬َ‫ق‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫و‬٬‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ت‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ِ‫َم‬‫ن‬َ‫غ‬ْ‫ال‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫و‬٬‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ت‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ِِّ‫ز‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫و‬٠ Artinya: "Pada unta ada zakatnya, pada sapi ada zakatnya, pada kambing ada zakatnya, dan pada kain pun ada zakatnya." (H.R. al-Hakim: al-Mustadrak 1/388 dengan isnad shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim). Al-Bizzu yang artinya kain, analog buat barang dagangan yang lain. Menurut riwayat Abu Daud (1562) dari Samurah bin Jundub, dia berkata: ُ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ا‬٬‫ا‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ َّ‫ى‬ِ‫ب‬َّ‫ن‬‫ال‬ َّ‫ِن‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫للا‬ِ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ُ‫ه‬ُّ‫د‬ِ‫ع‬ُ‫ن‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ َ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َّ‫ص‬‫ال‬ َ‫ج‬ ِ‫ر‬ْ‫خ‬ُ‫ن‬ ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫َا‬‫ن‬ُ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬٠ Artinya: "Amma Ba'du, sesungguhnya Nabi SAW pernah menyuruh kami mengeluarkan sedekah dari barang barang yang kami siapkan untuk dijualbelikan. " Al-Shadaqah maksudnya adalah zakat mal. Ketentuan zakat perniagaan dan sejenisnya. Berikut adalah ketentuan terkait jenis zakat ini : 1. Berjalan 1 tahun ( haul ), Pendapat Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan menggabungkan semua harta perdagangan pada awal dan akhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya. 2. Nisab zakat perdagangan sama dengan nisab emas yaitu 20 mitsqal atau senilai 85 gram emas 3. Kadarnya zakat sebesar 2,5 % 4. Dapat dibayar dengan uang atau barang 5. Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan.
  22. 22. 6. Pada badan usaha yang berbentuk serikat (kerjasama), maka jika semua anggota serikat tersebut beragama islam, zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan kepada pihak- pihak yang berserikat. Tetapi jika anggota serikat terdapat orang yang non muslim, maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota serikat muslim saja (apabila jumlahnya lebih dari nisab). 3. Zakat perusahaan jasa. Contoh perusahaan yang bergerak di bidang jasa di antaranya perhotelan, sewa kamar, sewa mobil, sewa apartement, pesawat terbang, perkapalan, taksi, kapal laut dan lain-lain. Bentuk usaha sejenis di atas dalam pengelolaan zakatnya bias dengan lakukan dengan salah satu dari 2 cara berikut : a. Dianalogikan dengan zakat emas. Jadi setiap tutup buku per tahun, semua harta kekayaan yang berputar secara ekonomis, bukan yang setatis dihitung. Lalu dikeluarkan zakatnya 2,5%. Contoh barang-barang penghasil jasa di antaranya mobil, kamar, apartement, bis dan sejenisnya. b. Dianalogikan dengan zakat pertanian. Jadi setiap tahun, hasil keuntungan bersihnya saja yang dihitung, lalu dikeluarkan zakatnya 10% karena disamakan dengan zakat pertanian. 4. Hasil pertambangan (ُ‫ن‬ِ‫د‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫.)ا‬ Zakat untuk jenis hasil pertambangan ini dikeluarkan setiap kali selesai penggalian, seperti halnya pertanian diambil setelah panen. Yang termasuk jenis ini adalah emas, perak, batu bara, mutiara, intan, ambar, marjan, biji timah, minyak bumi dan lain-lain. Dalil perintah zakat barang tambang. Firman Allah Ta’ala, ِ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫ال‬ْ‫ا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ج‬ َ‫ر‬ْ‫خ‬َ‫ا‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ات‬َ‫ب‬ِِّ‫ي‬َ‫ط‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫ام‬َ‫ا‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫ا‬ ‫ا‬َ‫ي‬ Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Q.S. Al-Baqarah,2:267). Sabda Nabi SAW, ِ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫ال‬ْ‫ا‬ ِ‫ات‬َ‫ي‬‫ا‬َ‫ب‬َ‫خ‬ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ق‬ ْ‫ز‬ِِّ‫الر‬ ِ‫ب‬ُ‫ل‬ْ‫ط‬ُ‫ا‬ Artinya : “Carilah rizki dari perut bumi!” Khabayaat maksudnya lapisan-lapisan bumi. Ketentuan zakat perniagaan dan sejenisnya.
  23. 23. Berikut adalah ketentuan terkait jenis zakat ini : 1. Dikeluarkan zakat setiap kali selesai penggalian. 2. Nisabnya diqiyaskan (konfersi) dengan nisab emas murni, yaitu 20 mitsqal atau senilai 85 gr, perak 200 dirham atau 672 gram. 3. Kadar zakat sebesar 2,5 % 4. Dapat dibayar dengan uang atau barang 6. Hasil peternakan (‫ي‬ِ‫ش‬‫ا‬ َ‫و‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫.)ا‬ Zakat hasil ternak meliputi ternak besar seperti unta dan sapi, sedang seperti kambing dan domba atau kecil seperti unggas. Kadar zakatnya disesuaikan jenis binatang ternaknya dan umurnya. Sedangkan haulnya satu tahun. Ketentuan zakat kambing atau domba. 1. Nisab ternak jenis kambing dan domba sebanyak 40. Jika hewan ternak kurang dari 40 ekor, maka belum wajib. 2. Setelah nisab 40 ekor, selanjutnya setiap kali bertambah 100 ekor, maka zakatnya ditambah 1 ekor lagi. Perhatikan table zakat berikut! Jumlah kambing Besaran zakat 40-120 1 ekor kambing 2 th/1 ekor domba 1 th. 121-200 2 ekor kambing 201-300 3 ekor kambing 301-400 4 ekor kambing 401-500 5 ekor kambing Ketentuan zakat sapi atau kerbau. 1. Nisab ternak jenis sapi atau kerbau sebanyak 30 ekor. Jika hewan ternak kurang dari 30 ekor, maka belum wajib zakat. 2. Setiap kali tambah 30 ekor, ditambah zakatnya 1 ekor lagi. Perhatikan table zakat berikut! Jumlah kambing Besaran zakat 30-39 1 ekor sapi janta/betina tabi’.
  24. 24. 40-59 1 ekor sapi janta/betina mutsinnah. 60-69 2 ekor sapi janta/betina tabi’. 70-89 2 ekor sapi musinnah 90-99 3 ekor sapi tabi’ 100-109 2 ekor sapi tabi’ dan 1 musinnah 110-119 2 ekor sapi musinnah dan 1 ekor tabi’ 120-129 3 ekor musinnah dan 4 ekor tabi’ 130-160 s/d setiap 30 ekor, 1 tabi' dan setiap 40 ekor, 1 musinnah Keterangan : Tabi’ = Sapi berumur 1 tahun, masuk tahun ke-2. Musinnah = Sapi berumur 2 tahun, masuk 3 tahun ke-3. Ketentuan zakat sapi atau kerbau. 1. Nisab unta adalah 5 ekor, di bawah jumlah itu peternak tidak wajib mengeluarkan zakat atas ternak tersebut. Perhatikan tabell berikut! 9 1 ekor kambing 10-14 2 ekor kambing 15-19 3 ekor kambing 20-24 4 ekor kambing 25-35 1 ekor bintu makhad betina (unta genap 1 tahun sampai 2 tahun) 36-45 1 ekor bintu labun (genap 2 tahun masuk 3 tahun) 46-60 1 ekor hiqqoh (genap 3 tahun masuk 4 tahun) 61-75 1 ekor jadz'ah (genap 4 tahun masuk 5 tahun) 76-90 2 ekor bintu labun 91-120 2 ekor hiqqoh 121-129 3 ekor bint labun
  25. 25. 130-139 1 ekor hiqqah dan 1 ekor bint labun 140-149 2 ekor hiqqah dan 1 ekor bint labun 150-159 3 ekor hiqqah 160-169 4 ekor bint labun 170-179 3 ekor bint labun dan 2 ekor hiqqah 80-189 2 ekor bint labun dan 2 ekor hiqqah 190-199 4 ekor hiqqah 200-209 4 ekor bint labun dan 1 ekor hiqqah 210-219 3 ekor bint labun dan 2 ekor hiqqah 220-229 2 ekor bint labun dan 3 ekor hiqqah 230-239 1 ekor bint labun dan 4 ekor hiqqah 240-249 Dan seterusnya mengikuti kelipatan di atas Ketentuan zakat unggas. Nishab pada ternak unggas dan perikanan tidak diterapkan berdasarkan jumlah (ekor), sebagaimana halnya unta, sapi, dan kambing. Tapi dihitung berdasarkan skala usaha. Nishab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 dinar (1 Dinar = 4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas. Artinya bila seorang beternak unggas atau perikanan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki kekayaan yang berupa modal kerja dan keuntungan lebih besar atau setara dengan 85 gram emas murni, maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5 %. Contoh : harga emas 1 gram = 100.000 nisab = 85 gram X 100.000 = 8.500.000

×