Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.
Sholat 4
Madzhab
Doddy Al Jambary 0816 884 844
2ABED4A6 jambary67@gmail.com
slideshare.net/Aljambary
www.cordova-travel.co...
Madzhab ?
Mazhab (bahasa Arab: ‫ ,مذهب‬madzhab) berarti jalan yang dilalui
dan dilewati, Menurut para ulama dan ahli agama...
Ahlus Sunnah - Sunni
•

Ahlus-Sunnah wal Jama'ah, Ada empat mazhab
yang paling banyak diikuti. Empat mazhab yang
mereka mi...
4 Madzhab
•

Abu Hanifah - Imam Hanafi

•

Imam Malik - Maliki

•

Imam Syafi’i

•

Imam Ahmad - Hambali
Abu Hanifah - Imam Hanafi

Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit. Kewajiban
mengambil hadits sebagai dalil dan meninggalakan
...
•

Kata Mereka…
Abdullah ibnul Mubarok berkata, “Kalaulah Allah

subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu
Hanif...
Imam Malik - Maliki
•

Malik bin Anas bin Malik bin `Amr, al-Imam, Abu
`Abd Allah al-Humyari al-Asbahi al-Madani, (‫مالك‬
...
Statement Imam Malik
•

a. Sesungguhnya aku adalah manusia yang
terkadang salah dan terkadang benar, maka
lihatlah pendapa...
Imam Syafi’i
•

Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Shafiʿī atau Muhammad bin
Idris asy-Syafi`i (‫)محمد بن إدريس الشافعي‬
...
Kitab Al Umm
•

”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka buanglah
perkataanku di belakang tembok,”...
Ahmad bin Hanbal Hambali
•

Ahmad bin Hanbal (781 - 855 M, 164 - 241 AH)
[1] (Arab ‫ ) أحمد بن حنبل‬adalah seorang ahli
ha...
Apa katanya….?
a. Janganlah bertaklid kepadaku, Malik, Syafi’i, Auza’i dan tidak pula
Tsuri, ambillah dari apa yang mere
k...
Intinya….
•

Semua Ulama Mujtahid Mutlak menyampaikan
bahwa:

•

Jika ada pendapat yang berbeda dengan Al
Qur’an dan Sunna...
Penganut Madzhab Dunia
Shalat
•

Niat : semua ulama mazhab sepakat bahwa
mengungkapkan niat dengan kata-kata tidaklah diminta.
(Mughniyah; 2001)
...
Takbiratul Ihram
•

“Kunci shalat adalah bersuci, dan yang mengharamkannya (dari
perbuatan sesuatu selain perbuatan-perbua...
Khilaf Ulama
•

Syafi’i, Maliki dan Hambali sepakat bahwa mengucapkannya dalam
bahasa Arab adalah wajib, walaupun orang ya...
Qiyam : Berdiri
•

Semua ulama mazhab sepakat bahwa berdiri dalam
shalat fardhu itu wajib sejak mulai dari takbiratul ihra...
•

Dan bila tidak mampu miring ke kanan, maka menurut Syafi’i dan
Hambali ia boleh shalat terlentang dan kepalanya menghad...
Bacaan - Hanafi

•

Hanafi : membaca Al-Fatihah dalam shalat fardhu tidak diharuskan, dan
membaca bacaan apa saja dari Al-...
Bacaan - Maliki
•

Membaca Al-Fatihah itu harus pada setiap rakaat, tak
ada bedanya, baik pada rakaat-rakaat pertama maupu...
•

Bacaan - Syafi’i

Membaca Al-Fatihah adalah wajib pada setiap rakaat tidak ada
bedanya, baik pada dua rakaat pertama ma...
Bacaan - Hambali

•

Wajib membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat, dan
sesudahnya disunnahkan membaca surat Al-Quran pada
d...
Lafadz Aamiin
•

Empat mazhab menyatakan bahwa membaca
amin adalah sunnah, berdasarkan hadits Abu
Hurairah, bahwa Rasulull...
Ruku
•

Semua ulama mazhab sepakat bahwa ruku’
adalah wajib di dalam shalat. Namun mereka
berbeda pendapat tentang wajib a...
Bacaan Ruku
•

Hanafi : yang diwajibkan hanya semata-mata membungkukkan badan dengan lurus, dan tidak
wajib thuma’ninah. M...
I’tidal
•

Hanafi : tidak wajib mengangkat kepala dari ruku’ yakni i’tidal (dalam
keadaan berdiri). (Mughniyah; 2001) Dibo...
Sujud
•

Hambali : yang diwajibkan itu semua anggota yang tujuh
(dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan ibu jari dua kak...
Tahiyat
•

Tahiyyat : tahiyyat di dalam shalat dibagi menjadi dua bagian
: pertama yaitu tahiyyat yang terjadi setelah dua...
Lafadz Tahiyat - Hanafi
•

Kalimat (lafadz) tahiyyat menurut Hanafi :
Attahiyatu lillahi washolawaatu waththoyyibaatu
wass...
Lafadz Tahiyat - Maliki
•

Attahiyyatu lillaahi azzaakiyaatu lillaahi
aththoyyibaatu ashsholawaatu lillah
Assalaamu’alaika...
Lafadz Tahiyat - Syafi’i
•

Attahiyyatul mubaarokaatush sholawaatuth
thoyyibaatu lillaah Assalaamu’alaika
ayyuhannabiyyu w...
Lafadz Tahiyat - Hambali
•

Attahiyyatu lillahi washsholawaatu
waththoyyibaatu Assalaamu’alaika
ayyuhannabiyyu warahmatull...
Salam
•

Syafi’i, Maliki, dan Hambali : mengucapkan salam
adalah wajib. Hanafi : tidak wajib. (Bidayatul Mujtahid,
Jilid I...
Bagaimana Sifat Sholat
Nabi?
•

Begitu banyak perbedaan yang ada pada bab shalat

•

Ilmu yang didapat oleh Ulama belum se...
Khotimah
Do your best, Be the best,
Allah will take care of the rest
Doddy Al Jambary 0818 884 844
2ABED4A6 jambary67@gmai...
Próxima SlideShare
Cargando en…5
×

Sholat 4 madzhab

21.480 visualizaciones

Publicado el

Jika Semua Ulama Madzhab meminta kita kembali kepada Al Qur'an dan sunnah, bagaimana kita menyikapinya?

  • Dating for everyone is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2u6xbL5 ♥♥♥
       Responder 
    ¿Estás seguro?    No
    Tu mensaje aparecerá aquí
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2u6xbL5 ❶❶❶
       Responder 
    ¿Estás seguro?    No
    Tu mensaje aparecerá aquí

Sholat 4 madzhab

  1. 1. Sholat 4 Madzhab Doddy Al Jambary 0816 884 844 2ABED4A6 jambary67@gmail.com slideshare.net/Aljambary www.cordova-travel.com
  2. 2. Madzhab ? Mazhab (bahasa Arab: ‫ ,مذهب‬madzhab) berarti jalan yang dilalui dan dilewati, Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsipprinsip dan kaidah-kaidah. Maroji: Al Madkhal Ila Dirasatil Madarisi Wal Madzahibil Fiqhiyyah, oleh DR. Umar Sulaiman Al Asyqar
  3. 3. Ahlus Sunnah - Sunni • Ahlus-Sunnah wal Jama'ah, Ada empat mazhab yang paling banyak diikuti. Empat mazhab yang mereka miliki valid untuk diikuti, perbedaan yang ada pada setiap mazhab tidak bersifat fundamental. Sedangkan untuk Sunni dari kalangan Salafiyah (bermanhaj Salaf), menggunakan semua mahzab dengan dalil yang kuat sebagai pedoman dalam menjalani ritual keagamaan dan lain-lainnya.
  4. 4. 4 Madzhab • Abu Hanifah - Imam Hanafi • Imam Malik - Maliki • Imam Syafi’i • Imam Ahmad - Hambali
  5. 5. Abu Hanifah - Imam Hanafi Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit. Kewajiban mengambil hadits sebagai dalil dan meninggalakan pendapat-pendapat yang bertentangan dengannya. a. Bila suatu hadits itu benar maka itulah mazhabku b. Tidak dibolehkan bagi seseorang untuk mengambil pendapat kami bila tidak mengetahui darimana kami mengambilnya. Dalam sebuah riwayat disebutkan ”Haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku berfatwa dengan pendapat saya” c. Apabila aku mengemukakan suatu pendapat yang bertentangan dengan kitab Alloh dan khabar dari Rasulullah SAW, hendaknya kalian meninggalkan pendapatku.
  6. 6. • Kata Mereka… Abdullah ibnul Mubarok berkata, “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. • Kepada Sufyan Ats-Tsauri, ‘Wahai Abu Abdillah, orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah, saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah, dia adalah orang yang paling berakal, dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’.” • Imam Syafii berkata, “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”
  7. 7. Imam Malik - Maliki • Malik bin Anas bin Malik bin `Amr, al-Imam, Abu `Abd Allah al-Humyari al-Asbahi al-Madani, (‫مالك‬ ‫ ,)بن أنس‬lahir di (Madinah pada tahun 714 (93 H), dan meninggal pada tahun 800 (179 H)). Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadits
  8. 8. Statement Imam Malik • a. Sesungguhnya aku adalah manusia yang terkadang salah dan terkadang benar, maka lihatlah pendapatku. Apabila sesuai dengan AlQur’an dan sunnah maka ambillah. Setiap yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah, tinggalkan. • b. Setiap perkataan orang boleh dipakai atau ditinggalkan kecuali perkataan Nabi SAW.
  9. 9. Imam Syafi’i • Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Shafiʿī atau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i (‫)محمد بن إدريس الشافعي‬ • (Ashkelon, Gaza, Palestina, 150 H / 767M - Fusthat, Mesir 204H / 819M) Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad. • Saat usia 20 tahun, ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. 2 tahun kemudian, ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana. • Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi'i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim (Awal) dan Qaulun Jadid (Baru).
  10. 10. Kitab Al Umm • ”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka buanglah perkataanku di belakang tembok,” • “Kebaikan ada pada lima hal: kekayaan jiwa, menahan dari menyakiti orang lain, mencari rizki halal, taqwa dan tsiqqah kepada Allah. Ridha manusia adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai, tidak ada jalan untuk selamat dari (omongan) manusia, wajib bagimu untuk konsisten dengan hal-hal yang bermanfaat bagimu”. • "Ikutilah Ahli Hadits oleh kalian, karena mereka orang yang paling banyak benarnya.” • “Semua perkataanku yang menyelisihi hadits yang shahih maka ambillah hadits yang shahih dan janganlah taqlid kepadaku.” • “Semua hadits yang shahih dari Nabi shalallahu a’laihi wassalam maka itu adalah pendapatku meski kalian tidak mendengarnya dariku.” • “Jika kalian dapati dalam kitabku sesuatu yang menyelisihi Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam maka ucapkanlah sunnah Rasulullah dan tinggalkan ucapanku.”
  11. 11. Ahmad bin Hanbal Hambali • Ahmad bin Hanbal (781 - 855 M, 164 - 241 AH) [1] (Arab ‫ ) أحمد بن حنبل‬adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw (saat ini bernama Mary di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran) di kota Baghdad, Irak. Kunyahnya Abu Abdillah lengkapnya: Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali.
  12. 12. Apa katanya….? a. Janganlah bertaklid kepadaku, Malik, Syafi’i, Auza’i dan tidak pula Tsuri, ambillah dari apa yang mere ka ambil. (Dalam sebuah riwayat dikatakan : Janganlah bertaklid dalam masalah agama kepada para Imam, ikutilah apa yang dapat dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Sedangkan dari tabi’in boleh memilihnya (menolak atau menerima). b. Al-Auza’i berpendapat, Malik berpendapat, dan Abu Hanifah berpendapat. Menurutku semuanya adalah ra’yu, sedangkan yang dapat dijadikan hujjah dalam masalah-masalah agama adalah atsar (hadits). c. Barangsiapa menolak hadits Rasulullah SAW maka ia berada di tepi kehancuran.
  13. 13. Intinya…. • Semua Ulama Mujtahid Mutlak menyampaikan bahwa: • Jika ada pendapat yang berbeda dengan Al Qur’an dan Sunnah yang shohih, tinggalkan pendapat mereka. • QS 4:59
  14. 14. Penganut Madzhab Dunia
  15. 15. Shalat • Niat : semua ulama mazhab sepakat bahwa mengungkapkan niat dengan kata-kata tidaklah diminta. (Mughniyah; 2001) • Ibnu Qayyim berpendapat dalam bukunya Zadul Ma’ad, sebagaimana yang dijelaskan dalam jilid pertama dari buku Al-Mughni, karya Ibnu Qudamah, sebagai berikut : Nabi Muhammad saw bila menegakkan shalat, beliau langsung mengucapkan “Allahu akbar” dan beliau tidak mengucapkan apa-apa sebelumnya, dan tidak melafalkan niat sama sekali. (Mughniyah; 2001)
  16. 16. Takbiratul Ihram • “Kunci shalat adalah bersuci, dan yang mengharamkannya (dari perbuatan sesuatu selain perbuatan-perbuatan shalat) adalah takbir, dan penghalalnya adalah salam.” • Maliki dan Hambali : kalimat takbiratul ihram adalah “Allah Akbar” (Allah Maha Besar) tidak boleh menggunakan kata-kata lainnya. • Syafi’i : boleh mengganti “Allahu Akbar” dengan ”Allahu Al-Akbar”, ditambah dengan alif dan lam pada kata “Akbar”. • Hanafi : boleh dengan kata-kata lain yang sesuai atau sama artinya dengan kata-kata tersebut, seperti “Allah Al-A’dzam” dan “Allahu AlAjall” (Allah Yang Maha Agung dan Allah Yang Maha Mulia). (Mughniyah; 2001)
  17. 17. Khilaf Ulama • Syafi’i, Maliki dan Hambali sepakat bahwa mengucapkannya dalam bahasa Arab adalah wajib, walaupun orang yang shalat itu adalah orang ajam (bukan orang Arab). • Hanafi : Sah mengucapkannya dengan bahasa apa saja, walau yang bersangkutan bisa bahasa Arab. • Semua ulama mazhab sepakat : syarat takbiratul ihram adalah semua yang disyaratkan dalam shalat. Kalau bisa melakukannya dengan berdiri; dan dalam mengucapkan kata “Allahu Akbar” itu harus didengar sendiri, baik terdengar secara keras oleh dirinya, atau dengan perkiraan jika ia tuli.
  18. 18. Qiyam : Berdiri • Semua ulama mazhab sepakat bahwa berdiri dalam shalat fardhu itu wajib sejak mulai dari takbiratul ihram sampai ruku’, harus tegap, bila tidak mampu ia boleh shalat dengan duduk. Bila tidak mampu duduk, ia boleh shalat dengan miring pada bagian kanan, seperti letak orang yang meninggal di liang lahat, menghadapi kiblat di hadapan badannya, menurut kesepakatan semua ulama mazhab selain Hanafi. Hanafi berpendapat : siapa yang tidak bisa duduk, ia boleh shalat terlentang dan menghadap kiblat dengan dua kakinya sehingga isyaratnya dalam ruku’ dan sujud tetap menghadap kiblat.
  19. 19. • Dan bila tidak mampu miring ke kanan, maka menurut Syafi’i dan Hambali ia boleh shalat terlentang dan kepalanya menghadap ke kiblat. Bila tidak mampu juga, ia harus mengisyaratkan dengan kepalanya atau dengan kelopak matanya. • Hanafi : bila sampai pada tingkat ini tetapi tidak mampu, maka gugurlah perintah shalat baginya, hanya ia harus melaksanakannya (meng-qadha’-nya) bila telah sembuh dan hilang sesuatu yang menghalanginya. • Maliki : bila sampai seperti ini, maka gugur perintah shalat terhadapnya dan tidak diwajibkan meng-qadha’-nya. • Syafi’i dan Hambali : shalat itu tidaklah gugur dalam keadaan apa pun. Maka bila tidak mampu mengisyaratkan dengan kelopak matanya (kedipan mata), maka ia harus shalat dengan hatinya dan menggerakkan lisannya dengan dzikir dan membacanya. Bila juga tidak mampu untuk menggerakkan lisannya, maka ia harus menggambarkan tentang melakukan shalat di dalam hatinya selama akalnya masih berfungsi.
  20. 20. Bacaan - Hanafi • Hanafi : membaca Al-Fatihah dalam shalat fardhu tidak diharuskan, dan membaca bacaan apa saja dari Al-Quran itu boleh, berdasarkan AlQuran surat Muzammil ayat 20 :”Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Quran,” (Bidayatul Mujtahid, Jilid I, halaman 122, dan Mizanul Sya’rani, dalam bab shifatus shalah). • Boleh meninggalkan basmalah, karena ia tidak termasuk bagian dari surat. Dan tidak disunnahkan membacanya dengan keras atau pelan. Orang yang shalat sendiri ia boleh memilih apakah mau didengar sendiri (membaca dengan perlahan) atau mau didengar oleh orang lain (membaca dengan keras), dan bila suka membaca dengan sembunyisembunyi, bacalah dengannya. Dalam shalat itu tidak ada qunut kecuali pada shalat witir. Sedangkan menyilangkan dua tangan adalah sunnah bukan wajib. Bagi lelaki adalah lebih utama bila meletakkan telapak tangannya yang kanan di atas belakang telapak tangan yang kiri di bawah pusarnya, sedangkan bagi wanita yang lebih utama adalah meletakkan dua tangannya di atas dadanya.
  21. 21. Bacaan - Maliki • Membaca Al-Fatihah itu harus pada setiap rakaat, tak ada bedanya, baik pada rakaat-rakaat pertama maupun pada rakaat-rakaat terakhir, baik pada shalat fardhu maupun shalat sunnah, sebagaimana pendapat Syafi’i, dan disunnahkan membaca surat Al-Quran setelah AlFatihah pada dua rakaat yang pertama. Basmalah bukan termasuk bagian dari surat, bahkan disunnahkan untuk ditinggalkan. Disunnahkan menyaringkan bacaan pad shalat subuh dan dua rakaat pertama pada shalat maghrib dan isya’, serta qunut pada shalat subuh saja. Sedangkan menyilangkan kedua tangan adalah boleh, tetapi disunnahkan untuk mengulurkan dua tangan pada shalat fardhu.
  22. 22. • Bacaan - Syafi’i Membaca Al-Fatihah adalah wajib pada setiap rakaat tidak ada bedanya, baik pada dua rakaat pertama maupun pada dua rakaat terakhir, baik pada shalat fardhu maupun shalat sunnah. Basmalah itu merupakan bagian dari surat, yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun. Dan harus dibaca dengan suara keras pada shalat subuh, dan dua rakaat pertama pada shalat maghrib dan isya’, selain rakaat tersebut harus dibaca dengan pelan. Pad shlat subuh disunnahkan membaca qunut setelah mengangkat kepalanya dari ruku’ pad rakaat kedua sebagaimana juga disunnahkan membaca surat Al-Quran setelah membaca Al-Fatihah pada dua rakaat yang pertama saja. Sedangkan menyilangkan dua tangan bukanlah wajib, hanya disunnahkan bagi lelaki dan wanita. Dan yang paling utama adalah meletakkan telapak tangannya yang kanan di belakang telapak tangannya yang kiri di bawah dadanya tapi di atas pusar dan agak miring ke kiri. (Mughniyah; 2001)
  23. 23. Bacaan - Hambali • Wajib membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat, dan sesudahnya disunnahkan membaca surat Al-Quran pada dua rakaat yang pertama. Dan pada shalat subuh, serta dua rakaat pertama pada shalat maghrib dan isya’ disunnahkan membacanya dengan nyaring. Basmalah merupakan bagian dari surat, tetapi cara membacanya harus pelan-pelan dan tidak boleh dengan keras. Qunut hanya pada shalat witir bukan pada shalat-shalat lainnya. Sedangkan menyilangkan dua tangan disunahkan bagi lelaki dan wanita, hanya yang paling utama adalah meletakkan telapak tangannya yang kanan pada belakang telapak tangannya yang kiri, dan meletakkan di bawah pusar.
  24. 24. Lafadz Aamiin • Empat mazhab menyatakan bahwa membaca amin adalah sunnah, berdasarkan hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda : (Mughniyah; 2001) • ”kalau ingin mengucapkan Ghairil maghdzubi ’alaihim waladzdzaallin, maka kalian harus mengucapkan amin.”
  25. 25. Ruku • Semua ulama mazhab sepakat bahwa ruku’ adalah wajib di dalam shalat. Namun mereka berbeda pendapat tentang wajib atau tidaknya ber-thuma’ninah di dalam ruku’, yakni ketika ruku’ semua anggota badan harus diam, tidak bergerak.
  26. 26. Bacaan Ruku • Hanafi : yang diwajibkan hanya semata-mata membungkukkan badan dengan lurus, dan tidak wajib thuma’ninah. Mazhab-mazhab yang lain : wajib membungkuk sampai dua telapak tangan orang yang shalat itu berada pada dua lututnya dan juga diwajibkan ber-thuma’ninah dan diam (tidak bergerak) ketika ruku’. (Mughniyah; 2001) • Syafi’i, Hanafi, dan Maliki : tidak wajib berdzikir ketika shalat, hanya disunnahkan saja mengucapkan : (Mughniyah; 2001) • Subhaana rabbiyal ’adziim • ”Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung” • Hambali : membaca tasbih ketika ruku’ adalah wajib. (Mughniyah; 2001)Kalimatnya menurut Hambali : • Subhaana rabbiyal ’adziim • ”Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung”
  27. 27. I’tidal • Hanafi : tidak wajib mengangkat kepala dari ruku’ yakni i’tidal (dalam keadaan berdiri). (Mughniyah; 2001) Dibolehkan untuk langsung sujud, namun hal itu makruh. Mazhab-mazhab yang lain : wajib mengangkat kepalanya dan ber-i’tidal, serta disunnahkan membaca tasmi’, yaitu mengucapkan : • Sami’allahuliman hamidah • ”Allah mendengar orang yang memuji-Nya” • Sujud : semua ulama mazhab sepakat bahwa sujud itu wajib dilakukan dua kali pada setipa rakaat. Mereka berbeda pendapat tentang batasnya. (Mughniyah; 2001) • Maliki, Syafi’i, dan Hanafi : yang wajib (menempel) hanya dahi, sedangkan yang lain-lainnya adalah sunnah.
  28. 28. Sujud • Hambali : yang diwajibkan itu semua anggota yang tujuh (dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan ibu jari dua kaki) secara sempurna. Bahkan Hambali menambahi hidung, sehingga menjadi delapan. (Mughniyah; 2001) • Perbedaan juga terjadi pada tasbih dan thuma’ninah di dalam sujud, sebagaimana dalam ruku’. Maka mazhab yang mewajibkannya di dalam ruku’ juga mewajibkannya di dalam sujud. Hanafi : tidak diwajibkan duduk di antara dua sujud itu. Mazhab-mazhab yang lain : wajib duduk di antara dua sujud
  29. 29. Tahiyat • Tahiyyat : tahiyyat di dalam shalat dibagi menjadi dua bagian : pertama yaitu tahiyyat yang terjadi setelah dua rakaat pertama dari shalat maghrib, isya’, dzuhur, dan ashar dan tidak diakhiri dengan salam. Yang kedua adalah tahiyyat yang diakhiri dengan salam, baik pada shalat yang dua rakaat, tiga, atau empat rakaat • Hambali : tahiyyat pertama itu wajib. Mazhab-mazhab lain : hanya sunnah. • Syafi’i, dan Hambali : tahiyyat terakhir adalah wajib. Maliki dan Hanafi : hanya sunnah, bukan wajib.
  30. 30. Lafadz Tahiyat - Hanafi • Kalimat (lafadz) tahiyyat menurut Hanafi : Attahiyatu lillahi washolawaatu waththoyyibaatu wassalaamu ’alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakaatuhAssalaamu’alainaa wa ’alaa ’ibaadillahishshoolihiin Asyhadu anlaa ilaaha illallah Wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh
  31. 31. Lafadz Tahiyat - Maliki • Attahiyyatu lillaahi azzaakiyaatu lillaahi aththoyyibaatu ashsholawaatu lillah Assalaamu’alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh Assalaamu’alainaa wa ’alaa ’ibaadillahishshoolihiin Asyhadu anlaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah Wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh
  32. 32. Lafadz Tahiyat - Syafi’i • Attahiyyatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah Assalaamu’alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh Assalaamu’alainaa wa ’alaa ’ibaadillahishshoolihiin Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh
  33. 33. Lafadz Tahiyat - Hambali • Attahiyyatu lillahi washsholawaatu waththoyyibaatu Assalaamu’alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh Assalaamu’alainaa wa ’alaa ’ibaadillahishshoolihiin Asyhadu anlaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah Waasyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh Allahumma sholli ’alaa muhammad
  34. 34. Salam • Syafi’i, Maliki, dan Hambali : mengucapkan salam adalah wajib. Hanafi : tidak wajib. (Bidayatul Mujtahid, Jilid I, halaman 126). • Menurut empat mazhab, kalimatnya sama yaitu : • Assalaamu’alaikum warahmatullaah • Hambali : wajib mengucapkan salam dua kali, sedangakan yang lain hanya mencukupkan satu kali saja yang wajib.
  35. 35. Bagaimana Sifat Sholat Nabi? • Begitu banyak perbedaan yang ada pada bab shalat • Ilmu yang didapat oleh Ulama belum sepenuhnya, karena kendala demografis dan teknologi Informasi, kini tidak ada kendala untuk mencari data yang lengkap. • www.shameela.net ada 30.000 kitab yang ditranskrip digital • Next Modul - Sifat Sholat Nabi
  36. 36. Khotimah Do your best, Be the best, Allah will take care of the rest Doddy Al Jambary 0818 884 844 2ABED4A6 jambary67@gmail.com slideshare.net/Aljambary www.cordova.co.id َ ُ ْ َْ ‫س ب حا ن ك ال ل ه م و ب ح م د ك أ َ شْ ه د أ َ ن ل َ إل ه إ ِ ل ّ أ َ ن ت أ َ س ت غ فِ ر ك‬ َ ْ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ َ َِ ّ ُ ّ َ َ َ ُْ َ َْ ُ ْ ُ َ ‫و أَ ت و ب إِل ي ك‬

×