Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Review film dead poets society

6.057 visualizaciones

Publicado el

Film ini menceritakan seorang guru yang ingin mengubah cara belajar siswanya melalui metode yang tidak biasa.

Publicado en: Entretenimiento y humor
  • Inicia sesión para ver los comentarios

Review film dead poets society

  1. 1. “MENDOBRAK NILAI-NILAI KEAKADEMISAN DENGAN KESENIAN“ Dead Poets Society adalah salah satu contoh film drama yangcukup fenomenal, inspiratif, dan unik untuk ditonton. Film panjangberdurasi 128 menit ini merupakan film yang telah memenangipenghargaan Oscar untuk kategori Skenario Asli, Sutradara FilmTerbaik, dan Film Terbaik. Film ini diarahkan oleh sutradara bertangandingin berkebangsaan Australia yang bernama Peter Weir dan skenariofilm ini ditulis oleh Tom Schulman. Film ini dimainkan oleh aktorsenior ternama, Robin Williams dengan sejumlah aktor muda berbakatlainnya, seperti Robert Sean Leonard, Ethan Hawke, Josh Charles, Gale Hansen, DylanKussman, Allelon Ruggiero, dan James Waterston. Skenario film ini menginspirasi dibuatnyasebuah buku yang juga diterbitkan dalam judul yang sama dan sudah diterjemahkan dalambahasa Indonesia yang ditulis oleh Nancy H. Kleinbaum. Secara garis besar, Dead Poets Societyadalah sebuah film Amerika produksi tahun 1989 yang bercerita tentang seorang pengajar bahasaInggris di sebuah sekolah khusus laki-laki pada 1970-an yang memberi inspirasi muridnya untukselalu membuat perubahan dalam hidup mereka dan mengajak mereka tertarik puisi. Film Dead Poets Society bercerita tentang fenomena dunia pendidikan di Inggris padatahun 1970-an. Ada tujuh anak lelaki, yaitu Neil Perry (Robert Sean Leonard), Todd Anderson(Ethan Hawke), Knox Overstreet (Josh Charles), Charlie Dalton (Gale Hansen), RichardCameron (Dylan Kussman), Steven Meeks (Allelon Ruggiero) dan Gerard Pitts (JamesWaterston) baru saja masuk ke sebuah sekolah persiapan khusus untuk laki-laki yang dijadikansetting dalam film ini bernama Welton Academy. Sekolah ini diceritakan sebagai sebuah sekolahdengan beberapa prinsip yang dijunjung tinggi. Prinsip-prinsip tersebut adalah honor(kehormatan), discipline (disiplin), excellence (keunggulan), dan tradition (tradisi). Sepertikarakter dari sekolah unggulan, prinsip-prinsip itu sangat ditekankan pada siswa-siswa di sekolahtersebut. Seperti pada umumnya sekolah unggulan, dalam film ini diceritakan bahwa banyakorang tua yang tertarik untuk menyekolahkan anaknya agar anaknya tersebut diterima di sekolahatau universitas unggulan. Film ini diawali dengan mulai masuknya kembali siswa-siswa di sekolah itu setelahliburan musim panas. Ada seorang siswa bernama Neil Perry mendapatkan seorang temansekamar baru yang bernama Todd Anderson. Todd sendiri sebelumnya tidak bersekolah di 1
  2. 2. Welton Academy. Tetapi, karena kakaknya (Jeffrey Anderson) yang pernah menjadi siswateladan dan bersekolah di situ maka dia pun dipindahkan oleh orang tuanya. Neil dan beberapaorang temannya sering berkumpul untuk belajar ataupun sekedar merokok yang dilakukan secarasembunyi-sembunyi. Seperti kebanyakan siswa di sekolah ini, alasan Neil untuk masuk adalah lebih karenauntuk melaksanakan perintah dari orang tuanya. Oleh karena itu, ketika ayahnya menyuruh untukmengundurkan diri dari posisinya sebagai asisten penyunting buku tahunan karena dianggapakan mengganggu prestasi belajarnya, Neil tidak mampu menolak. Padahal sebenarnya, Neilsangat menikmati dan menginginkan posisi itu. Kenyataan yang dihadapi oleh Neil itu jugadialami oleh siswa-siswa lainnya. Pada akhirnya, mereka terbiasa dengan sikap mengalah danmenurut kepada orang tuanya. Mereka memilih untuk melaksanakan pilihan maupun perintahdari orang tuanya dan melupakan keinginan mereka sendiri. Dalam rangka untuk melaksanakan prinsip-prinsip yang dianut Welton Academy, guruyang mengajar disana sangat keras dan disiplin terhadap para siswanya. Selain demi prinsip, haltersebut juga dilakukan untuk memastikan para siswanya dapat masuk ke universitas unggulansesuai dengan keinginan para orang tua siswa. Tidak jarang upaya tersebut menyebabkan prosesbelajar di kelas menjadi monoton dan membosankan, seperti menghafal apa yang diajarkan olehguru maupun yang tertulis di buku. Tetapi hal itu, seakan-akan tidak menjadi suatu masalah bagipara siswa karena mereka memang telah terbiasa dengan kondisi seperti itu. Kondisi yang berbeda dialami oleh para siswa ketika John Keating, guru baru bahasaInggris masuk ke kelas. Perbedaan itu terlihat jelas dari metode mengajarnya yang sangatberbeda. Ketika Keating masuk ke kelas untuk pertama kalinya, para siswa sangat terkejut danmenganggap guru itu aneh. Tetapi lambat laun, para siswa mulai memahami dan akhirnyamengagumi guru baru tersebut. Beberapa hal yang ditekankan oleh John Keating kepada parasiswanya adalah untuk mencari ide sendiri dan berusaha untuk meraih kesempatan (carpe diem). Sosok dan cara mengajar Keating yang unik banyak mempengaruhi murid-muridnya,terutama Neil dan teman-temannya. Mereka menemukan fakta bahwa semasa mudanya dulu,Keating dan teman-temannya sering berkumpul di sebuah gua untuk membaca puisi danmembentuk komunitas the Dead Poet’s Society. Hal ini menginspirasi Neil serta kawan-kawannya untuk menghidupkan kembali komunitas itu dan mulai sering keluar dari asramasekolah untuk membaca puisi di gua yang terletak di luar kompleks asrama. Melalui komunitas 2
  3. 3. ini, Todd menjadi lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya. Knox berani untukmenyatakan cinta pada Chris. Charlie lebih bebas mengekspresikan dirinya. Pittsie dan Meeksberhasil merakit radio buatan mereka. Neil untuk pertama kalinya menjadi tahu apa yang diainginkan dan ingin melakukan apa di masa depannya. Sampai akhirnya, terjadi suatu peristiwa tragis yang membuat Neil meninggal danmenjadi awal dari terungkapnya komunitas ini yang telah dihidupkan kembali oleh Neil dankawan-kawannya. John Keating yang memang banyak berpengaruh kepada siswa-siswanya dansemasa muda dulu telah memunculkan the Dead Poet’s Society, menjadi pihak yang dianggapbersalah. Keating telah dianggap menjadi pendorong dan penyebab dari peristiwa bunuh diriyang dilakukan oleh Neil sehingga ia pun dipecat dari Welton Academy. Film ini menjadi film yang wajib dipertontonkan dalam kelas kesusastraan BahasaInggris pada sekolah-sekolah menengah di daerah Amerika Utara. Hal ini disebabkan terkaitdengan logika baik dalam kesusastraan maupun kesenian yang menyatakan kebebasan seseorangdalam hal berekspresi, berimajinasi, dan berkreasi tidak boleh dibatasi oleh batasan apapun,tetapi harus dibuka seluas-luasnya bahkan sampai merasuki dalam jiwa sehingga dapatmenuangkan karya-karya yang bernilai artistik dan estetika yang tinggi. Dalam film ini banyaksekali berbicara tentang kebebasan, terutama makna kebebasan dalam mengungkapkan ide,persepsi, maupun gagasan terhadap suatu hal yang kemudian dapat menginspirasi orang lainnya. Menurut saya, inti cerita dari film ini sangat bagus dan menarik yang menceritakantentang kebebasan, kesetiaan, dan persahabatan. Film ini mengajarkan kita untuk menikmatimasa muda kita dan benar-benar melakukan apa yang kita suka, bukan apa yang orang lainkatakan kepada kita untuk kita lakukan. Ada satu ungkapan yang diucapkan oleh Keating dalamfilm ini yang dikutip dari penyair asal Roma terkenal bernama Horace, yaitu Carpe diem, quamminimum credula postero. Arti ungkapan ini adalah raihlah kesempatan yang kita punya untukmenjadi apa yang kita inginkan dan buatlah hidup kita menjadi luar biasa. Ungkapan ini seolah-olah menggantikan semboyan akademi yang begitu kaku rasanya. Ungkapan ini juga yangdiharapkan dapat masuk dan meresap ke dalam jiwa setiap orang agar menjalani hidup sepertiyang mereka inginkan dan diharapkan dapat menjadi inspirasi baru bagi orang lainnya. Selain itu, film ini juga menyoroti masalah pendidikan. Seringkali, pendidikan dimaknaisebagai suatu media untuk meraih sesuatu yang bersifat material semata dan hanya menjadistatus. Pendidikan hanya dilakukan untuk memastikan para siswanya dapat masuk ke universitas 3
  4. 4. unggulan sesuai dengan keinginan para orang tua siswa. Ditambah lagi, pihak sekolah selalulebih mengedepankan nama besar sekolah. Hal-hal tersebut merupakan kesalahan dalampendidikan untuk anak. Ada hal-hal lain yang lebih penting dalam pendidikan. Seperti yangdikatakan John Keating dalam film ini, “Pendidikan adalah belajar untuk berpikir sendiri”.Pendidikan bukanlah untuk menghafal teori-teori saja dalam kelas, tetapi juga harus dipraktikkanpengaplikasiannya dengan pendekatan atau cara yang lebih mengena atau peka terhadap parapeserta didiknya. Hal lain yang juga diungkapkan dalam film ini adalah pada kenyataannya,bukanlah hal mudah untuk mengubah suatu sistem yang sudah menjadi paten. Hal iniditunjukkan dalam film dengan kegagalan Keating melawan sistem sekolahnya. Walaupunbegitu, dia telah mampu sedikit memberikan pandangan visi bagi para siswa-siswanya. Film ini juga sarat akan pesan-pesan moral yang sangat berharga bagi para penontonnya.Saya dapat mengambil sebuah contoh realitas yang mungkin banyak terjadi di sekitar kita danmungkin lebih parah dari ini, yaitu orang tua yang tidak tahu apa keinginan anak danmemaksakan kehendak atau keinginan cita-cita sendiri kepada anaknya. Pembelajaran bagi kitadari film ini, yaitu sebaiknya orang tua tidak memaksakan kehendak dan tidak banyak menuntutdari anak, tetapi biarkan anak itu berkreasi sendiri, mencari jati dirinya sendiri, dan menemukanapa yang mereka inginkan selama ini dalam hidup mereka. Dengan menentang keinginan anak,anak akan berontak, tapi orang tua harus mendukung dengan memberikan perhatian lebih danmemberi kesempatan untuk dia menunjukkan siapa dirinya. Ada pesan sindiran yang halus dalam film ini mengenai banyaknya orang mempunyaipemikiran-pemikiran orthodoks atau pemikiran kaum konservatif pada masa itu. Orang-oranghanya pasrah dan terasa seperti terkurung dalam kekakuan dan kekolotan yang sudahmembudaya dalam diri mereka. Mereka yang ingin melakukan perubahan tidak diberi kebebasandan hanya mendapat tekanan yang keras. Tidak adanya suatu keinginan melakukan perubahanyang radikal dari sebagian besar orang demi menuju masa depan yang lebih baik lagi. Pesanlainnya yang terdapat dalam keseluruhan film ini adalah proses penyadaran, di mana para muriddan juga penonton melihat bahwa otoritas lembaga, seperti sekolah dapat dan selalu berupayamenjadi pengarah, tapi hanya diri kita sendirilah yang dapat mengetahui siapa diri kita. Film arahan Peter Weir ini sukses memberikan sajian berkualitas tentang kehidupan,apalagi obyek dalam film ini adalah para remaja yang masih berumur 17 tahun yang sudahdituntut untuk menjadi “seseorang” yang diharapkan membuat bangga para orang tuanya 4
  5. 5. masing-masing di masa depan. Robin Williams sukses memerankan karakter John Keatingdengan sangat sempurna sebagai sosok yang inspirasional dan banyak memberi pelajaranberharga bagi para muridnya, tetapi dengan gaya yang down to earth dan tidak mengguruilayaknya para guru senior yang menjunjung tinggi etika dan rasa hormat dalam kegiatan belajarmengajar. Selain itu, penampilan Ethan Hawke muda yang menjadi remaja pemalu pun menjadinilai lebih di film ini. Peran yang ia mainkan sangat kontras ketika sudah dewasa, brutal,beringas dan garang, tapi ternyata Ethan Hawke memulai karirnya dengan berperan menjadiseorang remaja yang polos, pemalu sekaligus menyentuh. Film ini juga menekankan pada satu hal yang dapat dikatakan sebagai dasar darikeseluruhan cerita, yaitu puisi. Puisi dalam cerita ini menjadi pengikat alur cerita yang begitukuat sehingga terasa dari awal sampai akhir film. Kebanyakan pengambilan gambar dalam filmini adalah ruang kelas, yang digunakan untuk rapat anggota Dead Poets Society dalammendiskusikan maupun membaca puisi. Salah satu pengambilan gambar utama dalam film iniadalah keadaaan ruang kelas dimana para murid membacakan puisi mereka. Dalam pengambilangambar ini, seorang pelajar bernama Todd yang diperankan oleh Ethan Hawke dipilih untukmembacakan puisinya. Akan tetapi, tidak ada satu puisi pun yang dibuatnya. Hal ini membuatJohn Keating sebagai gurunya memaksa dia untuk berdiri di depan kelas dan membuat sebuahpuisi dari sudut pandang yang dilihatnya pada saat berdiri di depan kelas dan berdiri diatas meja. Adegan tersebut menunjukkan betapa tidak bisa diduganya kealamian dan improvisasimasing-masing karakter pada saat berakting, diarahkan, dan kerja kamera yang menghasilkangambar yang bagus untuk film ini. Melalui hal ini, ditunjukkan betapa puisi dapat disusun kapansaja dan dimana saja tanpa harus ditulis atau dipikirkan terlebih dahulu. Puisi dapat muncullangsung dari dalam hati dan sangat efektif dengan bantuan akting, arahan, dan kerja kamerademi terwujudnya kealamian sebuah puisi. Pada adegan ini, kamera selalu berputar mengikutiEthan dan Robin selama berakting. Hal ini menunjukkan betapa puisi merupakan sebuahperputaran yang konstan, namun tidak membutuhkan format yang paten. Kamera bekerja denganmenunjukkan betapa puisi itu terbentuk melalui Ethan dan mungkin bersimulasi dalambenaknya, seperti lingkaran pikiran untuk apa yang akan diucapkan selanjutnya. Adegan inimemberikan kontribusi untuk negosiasi yang hebat melalui puisi yang ditampilkan dalam film inidan bahkan dapat ditiru oleh puisi itu sendiri. Pergerakan aktor dan garis bantu yang tidak dapatdiprediksi dari puisi ini menjadi sangat indah dan berkembang. Pengarah memberikan kontribusi 5
  6. 6. pengambilan gambar dengan memberitahukan kepada aktor apa yang harus dilakukan dandengan latar belakang elemen yang kemudian dapat diimitasikan dalam puisi. Dalam adegan ini,kamera bekerja sama dengan semua elemen menunjukkan betapa emosional dan tidak diduganyapuisi itu. Di tangan handal Weir, penyajian gambar dan pemilihan gambar dari film ini juga cukupmenarik. Banyak cuplikan-cuplikan gambar yang diambil melalui pengarahan kamera dengansangat baik. Salah satunya adalah adegan saat sejumlah anak laki-laki yang sedang berlarimelintasi pepohonan di dalam hutan untuk pergi ke dalam gua menghadiri pertemuan pertamadalam komunitas the Dead Poet’s Society. Adegan ini diiringi musik klasik yang indah sebagailatar belakangnya, penyajian visual yang menarik, dan pengarahan kamera yang baik. Seakan-akan sutradara ingin menyajikan visual mengandung momen berharga atau magical momentyang tidak terlupakan kepada para penontonnya. Adegan ini merupakan salah satu adegan yangberhasil menangkap momen terbaik dalam cerita film ini. Selain itu, ada adegan pada saat Toddberlari memanggil nama Neil yang sudah meninggal dengan berteriak sangat keras. Pengambilanshot gambar dalam adegan ini sangat memperlihatkan ekspresi tangisan kesedihan Todd yangterpancar dari wajahnya dan menjadi momen paling menyentuh bagi para penonton. Di tambah lagi, akhir dari cerita dalam film ini yang tidak mudah ditebak dan membuatpenonton menentukan sendiri akhir cerita dalam film ini atau sifatnya yang open ending. Film inidiakhiri dengan adegan pada saat Keating kembali ke kelas untuk mengambil barang-barangnya.Todd naik ke atas bangku sambil mengatakan “Oh kapten, kaptenku” lalu diikuti oleh siswa lain.Mereka memandang Pak Keating dan Pak Keating pun balas memandang sambil tersenyum dania berkata ”terima kasih anak-anak, terima kasih”. Adegan ini menunjukkan betapa berharga danmulianya Pak Keating sebagai sosok Guru di mata mereka dan betapa terharu dan bangganyaPak Keating bahwa masih diingat dan akan selalu dikenang oleh mereka. Jadi, film ini menjadifilm yang wajib ditonton jika anda ingin mendapatkan nuansa film yang lain daripada biasanyakarena selain kita disuguhi penampilan luar biasa dari aktor-aktornya yang berakting dengansempurna, alur cerita yang mantap, kita pun akan mendapat banyak pelajaran berharga tentangbagaimana caranya untuk menikmati hidup ini. 6

×