Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx

Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Cargando en…3
×

Eche un vistazo a continuación

1 de 34 Anuncio

Más Contenido Relacionado

Más reciente (20)

Anuncio

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx

  1. 1. Nama : A. Iqbal, S.Pd NPM : 229031495659 Kelas : 005 IPA LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi No. Masalah terpilih yang akan diselesaikan Akar Penyebab masalah Eksplorasi alternatif solusi Analisis alternatif solusi 1 Minat belajar peserta didik yang masih rendah pada pembelajaran IPA Model dan media pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum relevan untuk menarik minat belajar peserta didik Hasil Kajian Literatur: 1. Minat adalah suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan, perhatian, fokus, ketekunan, usaha, pengetahuan, keterampilan, motivasi, pengatur perilaku dan hasil interaksi seseorang (Hidi, Berndoff, dan Ainley, 2002) (Slameto, 2010) (Lin & Huang, 2016) (Ainley, Hillman, & Hidi, 2002) (Krapp, Hidi, & Renninger, 1992) (Wang & Adesope, 2016), (Schiefele, 2001). 2. Model pembelajaran adalah pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. (Trianto, 2010) 3. Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa untuk belajar (Miarso, 1989) 4. Kaitan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis pada siswa. (Azhar Arsyad, 1997) 5. Dewi (2018), Faktor yang mempengaruhi minat belajar adalah intelegensi, bakat, motivasi, sikap siswa, keluarga, guru terkait cara mendidik, dan faktor sosial. https://www.pdfdrive.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-minat-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-pai-di- smp-citra-bangsa-e86572487.html Hasil Penelitian berkaitan dengan minat belajar: 1. Muhson (2009) Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berhasil meningkatkan minat belajar siswa dengan pemberian masalah yang kontekstual sehingga menarik perhatian siswa karena termotivasi dalam memecahkan masalah. https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/203 Berdasarkan kajian literatur disimpulkan bahwa alternatif solusi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik: 1. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Alasan: Model pembelajaran Problem Based Learning didukung oleh hasil penelitian. Kelebihan: a. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru b. Meningkatkan aktivitas pembelajaran yang lebih menyenangkan. c. Siswa lebih cenderung memahami materi bukan sekedar menerima pengetahuan dari buku d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata
  2. 2. 2. Puspitadewi (2016), Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi IPA Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/view/3087 3. Prihatini (2017) menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode diskusi maka akan meningkatkan minat belajar dan kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran IPA. https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Formatif/article/viewFile/1831/1460 4. Jannah (2021),menyimpulkan bahwa meningkatnya minat dan kreaktifitas siswa dengan memanfaatkan media barang-barangbekas.Siswamemiliki bekal pengetahuan dan pengalaman baru dalam pendampingan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. https://attractivejournal.com/index.php/bce/article/view/232 5. Werdhiana (2020), menyimpulkan bahwa implementasi perangkat pembelajaran audio visual IPA dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/EPFT/article/view/15960 6. Abbas (2019), pembelajaran kooperatif model jigsaw sangat efektif untuk meningkatkan minat belajar fisika peserta didik. https://core.ac.uk/download/pdf/270188555.pdf 7. Aryani (2019), menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh positif terhadap minat belajar IPA pada peserta didik. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej/article/view/33309 Hasil Wawancara: Pakar: Nelly Suryani Basri, S.Pd., M.Pd - Media audio visual sangat efektif untuk menarik minat siswa dalam belajar dengan berbantukan metode diskusi agar mereka membentuk masyarakat belajar dari stimulus yang ditampilkan dilayar dengan power point untuk mereka diskusikan. Media audio visual efektif dengan model jigsaw, discovery, inkuiri, dengan menggiring peserta didik untuk menelusuri. Boleh juga memberi contoh dengan benda nyata pada stimulus dan LKPD, dalam pembelajaran peserta didik digiiring kedalam bentuk cerita untuk meningkatkan rasa ingin tahu. Media barang bekas dan sisa kemasan boleh juga untuk materi tertentu. e. Mengembangkan minat siswa untuk belajar secara terus menerus, Kelemahan: a. Jika siswa tidak memiliki minat atau mempunyai kepercayaaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. b. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk persiapan. c. Pemberian masalah tanpa diketahui manfaat penyelesaiannya maka akan mengurangi minat siswa mengikuti proses pembelajaran https://ejournal.unsri.ac.id/index.ph p/jpm/article/view/3890 2. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Alasan: Model pembelajaran Discovery Learning didukung oleh hasil penelitian dan pakar. Kelebihan: a. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran, b. Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru. c. Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama hilang,
  3. 3. Kepala Sekolah: Adil, S.Ag - Model pembelajaran yang aktif, inovatif akan menarik minat belajar siswa kemudian dikombinasikan dengan media gambar atau video, tentunya guru juga harus memberi bimbingan kepada siswa selama proses pembelajaran Guru IPA: Haryanti, S.Pd., M.Pd - Untuk meningkatkan minat belajar siswa gunakanlah media belajar yang audio visual dan menarik sesuai perkembangan IT RekanSejawat:Nurlina Zaenal, S.Pd & Hana Prasetya, S.Pd - Model inkuiri, discovery learning berbantukan media audio visual sangat cocok untuk menarik minat siswa dalam belajar, dan gunakan metode diskusi atau rekan belajar. Pengawas:Baharuddin, S.Pd - Model pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, setiap kelas memiliki kemampuan yang berbeda, jadi dalam hal ini guru harus aktif mengamati kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Berdasakan kajian literatur, hasil penelitian dan wawancara disimpulkan bahwa: 1. Model, metode dan media pembelajaran sangat eefektif meningkatkan minat belajar peserta didik. 2. Model pembelajaran yang bisa meningkatkan minat belajar adalah : Problem Based Learning, Discovery learning, jigsaw, inkuiri. 3. Metode pembelajaran yang bisa meningkatkan minat belajar adalah: metode diskusi 4. Media pembelajaran yang bisa meningkatkan minat belajar adalah: media barang bekas, , media audio visual karena siswa dilibatkan langsung dalam proses penemuannya d. Memberi rasa puas kepada siswa sehingga memiliki keinginan untuk melakukan penemuan selanjutnya e. Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih mampu mentrasfer pengetahuannya keberbagai konteks, f. Melatih kemandirian belajar siswa g. Situasi belajar menjadi lebih menggairahkan Kelemahan: a. Banyak menyita waktu, dan tidak menjamin siswa bersemangat mencari penemuan-penemuan b. Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini c. Tidak setiap guru mempunyai selera atau kemampuan mengajar dengan cara penemuan d. Bimbingan yang terlalu banyak dapat mematikan inisiatif siswa. e. Jumlah siswa yang banyak akan merepotkan guru dalam memberikan bimbingan dan pengarahan belajar http://seminar.uny.ac.id/semnasmatem atika/sites/seminar.uny.ac.id.semnasm atematika/files/banner/PM-127.pdf
  4. 4. 3. Penerapan model pembelajaran Jigsaw. Alasan: Model pembelajaran jigsaw didukung oleh hasil penelitian dan pakar Kelebihan: a. Dapat menumbuhkan semangat kerja sama dan kegairahan dalam belajar bagi siswa, b. Meningkatkan motivasi, saling menghargai antara sesama siswa, c. Memberikan peluang untuk menyampaikan gagasan secara terbuka karena jumlah siswa yang terbatas dalam setiap kelompok, d. Melatih siswa agar mampu berkomunikasi secara efektif. Kelemahan: a. Sulit membentuk kelompok yang dapat bekerja sama secara harmonis. b. Terbina rasa fanatik terhadap kelompok, c. Anggota kelompok yang malas mungkin saja menyerahkan segala- galanya pada ketua kelompok atau kepada siswa yang lebih pandai https://jurnal.ar- raniry.ac.id/index.php/lantanida/articl e/view/2056
  5. 5. 4. Penerapan model pembelajaran inkuiri. Alasan: Model pembelajaran inkuiri didukung oleh hasil penelitian dan pakar. Kelebihan: a. Membantu peserta didik mengembangkan keterampilan dan proses kognitif. b. Pengetahuan yang diperoleh bersifat sangat kukuh dalam arti pendalaman. c. Membangkitkan gairah belajar pada peserta didik. d. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam mengeluarkan kemampuannya e. Menambah kepercayaan diri peserta didik. Kelemahan: a. Diperlukan keharusan dan kesiapan mental untuk cara belajar. b. Kurang berhasil dikelas besar c. Model ini sulit dalam merencanakan pembelajaran, karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar. d. Memerlukan waktu yang panjang, sehingga guru sering sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. http://repository.unpas.ac.id/11506/
  6. 6. 5. Pembelajaran yang berbantukan metode diskusi. Alasan: Metode diskusi didukung oleh hasil penelitian dan pakar Kelebihan: a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara langsung b. Digunakan secara mudah sebelum, selama ataupun sesudah metode- metode yang lain c. Meningkatkan berfikir kritis, partisipasi demokratis, mengembangkan sikap, motivasi serta kemampuan berbicara d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguji, mengubah dan mengembangkan pandangan, nilai dan keputusan yang dipertimbangkan dalam kelompok. Kelemahan: a. Sulit untuk diramalkan hasilnya b. Kurang efisien dalam penggunaan waktu c. Tidak menjamin penyelesaian, hal ini disebabkan keputusan yang dicapai belum tentu dilaksanakan d. Cenderung sering di dominasi oleh seseorang atau beberapa orang anggota diskusi e. Membutuhkan kemampuan berdiskusi dari para peserta agar
  7. 7. dapat berpartisipasi secara aktif dalam diskusi. https://ejournal.uksw.edu/scholaria/article/ view/1055 6. Pembelajaran yang berbantukan media barang bekas. Alasan: Media barang bekas didukung oleh hasil penelitian dan pakar. Kelebihan: a. Mudah diperoleh b. Mengenalkan siswa terhadap lingkungan c. Menstimulasi perkembangan anak d. Mengenalkan siswa untuk mendaur ulang e. Melatih anak dalam berfikir kritis f. Melatih tingkat Kerjasama peserta didik g. Proses pembelajaran tidak membosankan Kekurangan: a. TIdak semua siswa menyukai media tersebut b. Tidak semua barang bekas aman untuk digunakan sebagai media belajar https://journal.umtas.ac.id/index.php/EARLYCH ILDHOOD/article/view/868
  8. 8. 7. Pembelajaran yang berbantukan media audio visual. Alasan: Media audio visual didukung oleh hasil penelitian dan pakar. Kelebihan: a. Dapat digunakan untuk klasikal, seketika dan berulang b. Dapat menyajikan materi yang secara fisik tidak dapat bicara ke dalam kelas, c. Dapat menyajikan objek yang bersifat bahaya, d. Dapat menyajikan objek secara detail, e. Tidak memerlukan ruang gelap f. Dapat di perlambat dan dipercepat, g. Menyajikan gambar dan suara. Kelemahan: a. Sukar untuk direvisi b. Relatif mahal c. Memerlukan keahlian khusus d. Peralatan harus lengkap. https://ejournal.upi.edu/index.php/cakrawa ladini/article/view/10498
  9. 9. 2 Rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA Pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum tepat dalam meningkatkan hasil belajar Hasil Kajian Literatur: 1. Hasil belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat di amati dan di ukur dalam bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. (Slameto, 2010) (Hamalik, 2008) (Sudjana, 2009) 2. Nurdyansah (2016), mengatakan pengajaran yang bijaksana dan kualitas pembelajaran akan meningkatkan perhatian peserta didik, pembelajaran seperti ini berkaitan dengan hasil belajar peserta didik itu sendiri. http://eprints.umsida.ac.id/1610 3. Sutrisno (2016), Faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu, motivasi dan persepsi siswa, media, latar belakang siswa, fasilitas, dan guru. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpv/article/viewFile/8118/6872 Hasil penelitian yang berkaitan dengan hasil belajar: 1. Andi Darmawan (2022), Pembelajaran menggunakan model PBL meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi zat aditif dan adiktif. https://sainsglobal.com/jurnal/index.php/jpi/article/view/55 2. Rosarina, dkk (2016) merekomendasikan bahwa dengan menerapkan model discovery learning merupakan suatu alternatif yang dapat meningkatan hasil belajar siswa, khususnya pada materi IPA. https://www.academia.edu/download/53869167/discovery_2012.pdf 3. Marjan, (2014) mengatakan bahwa pembelajaran pendekatan saintifik lebih baik dari pada model pembelajaran langsung dalam meningkatkan hasil belajar IPA dan keterampilan proses sains. https://ejournal-pasca.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_ipa/article/view/1316 4. Arjanggi (2010),menyimpulkan metode tutor sebaya meningkatkan hasil belajar siswa. https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1172&context=hubsasia 5. Aliyyah, (2021) melalui tayangan video siswa dapat terangsang baik dari segi visual melalu tampilan yang disajikan, maupun dari sisi audio melalui suara yang mengiring. penggunaan media audio visual pembelajaran dari hasil penelitian dapat meningkatkan hasil belajar https://ojs.unida.ac.id/JSH/article/view/4034 6. Yulyati (2016), menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange meningkatkan hasil belajar peserta didik. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/PendidikanFisika/article/download/3713/3386 Berdasarkan kajian literatur disimpulkan bahwa alternatif solusi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik: 1. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Alasan: Model pembelajaran Problem Based Learning didukung oleh hasil penelitian dan wawancara Kelebihan: a. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru b. Meningkatkan aktivitas pembelajaran yang lebih menyenangkan c. Siswa lebih cenderung memahami materi bukan hanya sekedar menerima pengetahuan dari buku d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata e. Mengembangkan minat siswa untuk belajar secara terus menerus, Kelemahan: a. Jika siswa tidak memiliki minat atau mempunyai kepercayaaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. b. Membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
  10. 10. Hasil Wawancara: Pakar: Nelly Suryani Basri, S.Pd., M.Pd - Unjuk kerja dengan model discovery learning pada proses pembelajaran akan memberi kesempatan kepada siswa untuk menampilkan hasil kerja, ini akan lebih melekat pada ingatan siswa, dengan unjuk kerja juga memberi kesempatan kepada peserta didik yang lain untuk menanggapi, penunjukan langsung boleh dilakukan kepada siswa yang dianggap paling tidak minat dan susah mengerti pelajaran IPA. Kepala Sekolah: Adil, S.Ag - Gunakan model pembelajaran yang inovatif untuk mendorong siswa berfikir dan bernalar, kemudian siswa diberi kesempatan mengerjakan LKPD secara berkelompok, selain itu guru juga harus memberi pengayaan kepada siswa yang belum tuntas KKM nya Guru IPA: Haryanti, S.Pd., M.Pd - Dengan menggunakan strategi student center atau pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya, pembentukan kelompok diskusi yang heterogen. Teman Sejawat: Nurlina Zaenal, S.Pd & Hana Prasetya, S.Pd - Menerapkan model pembelajaran yang inovatif akan meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam hal penerapan media pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam belajar. Pengawas: Baharuddin, S.Pd - Metode demonstrasi sangat efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Berdasakan kajian literatur, hasil penelitian dan wawancara disimpulkan: 1. Model, pendekatan, metode dan media efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik 2. Model yang bisa meningkatkan hasil belajar adalah: model Problem Based Learning, Discovery Learning 3. Pendekatan yang bisa meningkatkan hasil belajar adalah: Saintifik 4. Media yang bisa digunakan untuk meningkatkan hasil belajar adalah: Audio Visual 5. Metode yang bisa digunakan untuk meningkatkan hasil belajar adalah: Tutor sebaya dan Rotating Trio Exchange c. Pemberian masalah yang tidak diketahui manfaat penyelesaiannya maka akan mengurangi minat belajar siswa https://ejournal.unsri.ac.id/index.ph p/jpm/article/view/3890 2. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Alasan: Model pembelajaran Discovery Learning didukung oleh hasil penelitian dan wawancara Kelebihan: a. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. b. Meningkatkan interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru. c. Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan bertahan lama d. Memberi rasa puas kepada siswa sehingga semangat untuk melakukan penemuan selanjutnya e. Siswa akan lebih mampu mentrasfer pengetahuannya keberbagai konteks, f. Melatih kemandirian belajar siswa g. Situasi belajar menjadi lebih menggairahkan.
  11. 11. Kelemahan: a. Banyak menyita waktu, dan tidak menjamin siswa bersemangat mencari penemuan-penemuan b. Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini c. Tidak setiap guru mempunyai kemampuan mengajar dengan cara penemuan d. Bimbingan yang terlalu banyak dapat mematikan inisiatif siswa e. Jumlah siswa yang banyak akan merepotkan guru dalam memberikan bimbingan dan pengarahan belajar http://seminar.uny.ac.id/semnasmat ematika/sites/seminar.uny.ac.id.se mnasmatematika/files/banner/PM- 127.pdf 3. Pembelajaran dengan pendekatan Saintifik Alasan: Pendekatan saintifik didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: a. Meningkatkan keterampilan, pemahaman dan proses kognitif. b. Keberhasilan melakukan penyelidikan menimbulkan rasa senang pada siswa c. Meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan bekerjasama, serta memperoleh kepercayaan.
  12. 12. d. Mampu menstimulus siswa mengikuti pembelajaran e. Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa. f. Siswa memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar g. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu. (Kemendikbud, 2014: 32) Kelemahan: a. Menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak b. Tidak efisien untuk mengajar dengan jumlah siswa yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama (Kemendikbud, 2014: 32-33) 4. Pembelajaran yang berbantukan media audio visual. Alasan: Media audio visual didukung oleh hasil penelitian dan pakar. Kelebihan: a. Dapat digunakan untuk klasikal, seketika dan berulang b. Dapat menyajikan materi yang secara fisik tidak dapat bicara di dalam kelas, c. Dapat menyajikan objek yang bersifat bahaya,
  13. 13. d. Dapat menyajikan objek secara detail, e. Tidak memerlukan ruang gelap f. Dapat di perlambat dan dipercepat, g. Menyajikan gambar dan suara. Kelemahan: a. Sukar untuk dapat direvisi b. Relatif mahal c. Memerlukan keahlian khusus d. Peralatan harus lengkap. https://ejournal.upi.edu/index.php/cakrawala dini/article/view/10498 5. Pembelajaran dengan metode tutor sebaya Alasan: Metode tutor sebaya didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: adanya hubungan yang lebih dekat dan akrab antara peserta didik, dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri, menambah motivasi belajar. Kelemahan: Siswa yang dibantu sering kali kurang serius karena berhadapan dengan temannya sendiri, sehingga hasilnya kurang memuaskan https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index .php/jp-bsi/article/view/93
  14. 14. 6. Pembelajaran dengan metode Rotating Trio Exchange Alasan: Metode pembelajaran Rotating Trio Exchange didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: a. Mendorong siswa untuk aktif berfikir. b. Perbedaan pendapat antar siswa dapat diarahkan pada suatu diskusi kecil. c. Pertukaran anggota kelompok ketika berputar dapat menarik perhatian siswa. d. Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. Kelemahan: a. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa. b. Banyak waktu yang terbuang apabila banyak siswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan. c. Dalam jumlah siswa yang banyak tidak mungkin cukup memberikan pertanyaan kepada setiap siswa https://www.jptam.org/index.php/jptam/a rticle/view/68
  15. 15. 3 Pemahaman konsep IPA peserta didik yang masih rendah Model dan Metode yang diterapkan oleh guru belum optimal meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik Hasil Kajian Literatur: 1. Metode adalah cara kerja yang digunakan untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Wina sanjaya, 2010) 2. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. (Trianto, 2010) 3. Guru harus kreatif dalam menyampaikan materi karena metode mengajar guru dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya pemahaman belajar siswa, terkait dengan model pembelajaran yang menganut paham kontruktivisme akan lebih efektif jika diterapkan karena siswa saling membantu dalam menyelesaikan masalah. (Sardini, 2013) (Slavin, 2005) 4. Evita (2015), Faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa adalah ketertarikkan siswa terhadap pelajaran IPA, siswa menganggap bahawa mata pelajaran IPA lebih sulit dibandingkan mata pelajaran lain karena banyak menggunakan bahasa ilmiah, kesulitan pada pemahaman konsep/materi yang bersifat abstrak, dan waktu pembelajaran yang terbatas. https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/viewFile/539/405 Hasil Penelitian berkaitan dengan pemahaman konsep: 1. Setyaningrum (2018), menyimpulkan bahwa pemahaman siswa dan kerjasama siswa kelas X SMA Kesatrian1 Semarang meningkat melalui model Discovery Learning pada materi IPA. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/20373 2. Maslahah (2021), menemukan model pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) memberikan kemampuan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingan dengan model pembelajaran konvensional. http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/13170 3. Dewi (2016), menyimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep dasar IPA dengan menggunakan metode peta konsep menunjukkan adanya pencapaian dalam implementasi pendekatan saintifik. Mahasiswa calon guru SD menanggapai positif terhadap implementasi hubungan peta konsep terhadap pemahaman pembelajaran konsep dasar IPA. http://103.88.229.8/index.php/terampil/article/view/1195 4. Nahdi, dkk (2018) Metode yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa adalah metode demonstrasi dengan metode demonstrasi mampu mengembangkan pembelajaran IPA agar lebih bermakna dan dapat memberikan suasana baru dalam pembelajaran. Berdasarkan kajian literatur disimpulkan bahwa alternatif solusi untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik: 1. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Alasan: Model pembelajaran Discovery Learning didukung oleh hasil penelitian dan pakar Kelebihan: a. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran b. Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru. c. Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama hilang, d. Memberi rasa puas kepada siswa sehingga memiliki keinginan untuk melakukan penemuan selanjutnya e. Siswa lebih mampu mentrasfer pengetahuannya keberbagai konteks, f. Melatih kemandirian belajar siswa g. Situasi belajar menjadi lebih menggairahkan Kelemahan: a. Banyak menyita waktu, dan tidak menjamin siswa bersemangat mencari penemuan-penemuan b. Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini
  16. 16. https://core.ac.uk/download/pdf/228882831.pdf 5. Hendawati (2017), pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA pada siswa. https://ejournal.upi.edu/index.php/MetodikDidaktik/article/view/7689 Hasil Wawancara: Pakar: Nelly Suryani Basri, S.Pd., M.Pd - Pemberian eksperimen, demonstrasi terbimbing akan membuat siswa antusias dan lebih mudah memahami pembelajaran. Model discovery learning sangat efektif agar siswa dilatih untuk menjawab stimulus, pemberian stimulus yang kontesktual dan dijangkau peserta didik bisa dari pengalaman atau yang dilihat langsung. Kepala Sekolah: Adil, S.Ag - Agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran maka perlihatkan atau ilustrasikan contoh yang kongkret, memperagakan materi agar siswa lebih mudah memahaminya Guru IPA: Haryanti, S.Pd., M.Pd - Gunakan pembelajaran yang merangsang aktivitas belajar siswa seperti discovery learning, Teman Sejawat: Nurlina Zaenal, S.Pd & Hana Prasetya, S.Pd - Model discovery learning dengan metode yang membuat siswa aktif belajar dan membuat peta konsep lebih optimal untuk diterapkan khususnya jika muatan materi itu memerlukan daya nalar yang tinggi. Pengawas: Baharuddin, S.Pd - Model pembelajaran yang bisa mengakomodasi semua kemampuan peserta didik didalam kelas, Berdasakan kajian literatur, hasil penelitian dan wawancara disimpulkan bahwa: 1. Model dan metode efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik 2. Model yang bisa digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik adalah: Discovery Learning, PAKEM 3. Metode yang bisa digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik adalah: metode peta konsep, metode demonstrasi, metode eksperimen c. Tidak setiap guru mempunyai kemampuan mengajar dengan cara penemuan d. Bimbingan yang terlalu banyak dapat mematikan inisiatifnya, e. Jumlah siswa yang banyak akan merepotkan guru dalam memberikan bimbingan dan pengarahan http://seminar.uny.ac.id/semnasmat ematika/sites/seminar.uny.ac.id.se mnasmatematika/files/banner/PM- 127.pdf 2. Penerapan model pembelajaran PAKEM. Alasan: Model pembelajaran PAKEM didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: a. Memusatkan peserta didik dalam proses pengolahan informasi secara mandiri. b. Meningkatkan kemampuan keterampilan pada proses kognitif peserta didik. c. Tidak menjadikan pendidik sebagai satu-satunya sumber belajar, melainkan peserta didik bisa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar, seperti buku, internet dan lainnya.
  17. 17. Kelemahan: Kebebasan yang diberikan kepada peserta didik tidak selamanya dimanfaatkan secara optimal, akan tetapi terkadang peserta didik menggunakan waktunya untuk bermain-main. http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/13170 3. Pembelajaran yang menerapkan metode peta konsep Alasan: Metode konsep didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: a. Mengorganisir seperangkat pengalaman belajar secara keseluruhan. b. Siswa dengan mudah melihat, membaca, dan mengerti makna yang diberikan. c. Membantu dalam memilih aturan pengajaran berdasarkan kerangka kerja yang hierarki. d. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. e. Akan meningkatkan daya ingat siswa dalam mengenali hubungan dari setiap komponen konsep Kelemahan: a. Perlunya waktu yang cukup lama dalam menyusun peta konsep, sedangkan waktu yang tersedia di kelas sangat terbatas.
  18. 18. b. Sulit menentukan konsep-konsep yang terdapat pada materi yang dipelajari. c. Sulit menentukan untuk menghubungkan konsep yang satu dengan konsep yang lain http://eprintslib.ummgl.ac.id/468/ 4. Pembelajaran yang menerapkan metode demonstrasi Alasan: Metode demonstrasi didukung oleh hasil penelitian dan pakar Kelebihan: a. Siswa dapat menghayati dengan sepenuh hati mengenai pelajaran yang diberikan. b. Perhatian anak dapat terpusat pada hal penting yang didemonstrasikan. c. Mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan karena siswa memperoleh gambaran melalui pengamatan langsung terhadap suatu proses. d. Masalah yang mungkin timbul dalam hati siswa dapat langsung terjawab dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari Kelemahan: Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas https://journal.uir.ac.id/index.php/generasi emas/article/view/2257
  19. 19. 5. Pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen Alasan: Metode eksperimen didukung oleh hasil penelitian dan pakar Kelebihan: a. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima informasi dari guru dan buku, b. Siswa dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan eksplorasi, c. Dengan metode ini siswa lebih terbina, diharapkan dapat membawa terobosan-terobosan dengan penemuan hasil percobaan yang dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia Kelemahan: a. Tidak cukupnya alat-alat percobaan, mengakibatkan tidak setiap siswa berkesempatan mengadakan eksperimen, b. Memerlukan waktu yang lebih lama, dibanding pembelajaran ceramah c. metode ini lebih sesuai untuk menyajikan ilmu dan teknologi. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/J PFI/article/download/992/911
  20. 20. 4 Aktivitas peserta didik masih rendah dalam mengikuti pembelajaran yang inovatif Guru belum optimal menerapkan pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran Hasil Kajian Literatur: 1. Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi atau bahkan dimediasi oleh teknologi tetap diperuntukkan bagi kemaslahatan peserta didik dan memberikan pembelajaran bermakna. (Pujtiyanto:2019) 2. Jenis model pembelajaran inovatif antara lain : Contextual Teaching & Learning, kooperatif, Problem Based Learning, PAKEM, pembelajaran E-Learning, Inkuiri, VCT. (Nurdyansah, 2016) (Fahyuni, 2016) 3. Tibahary (2018), mengatakan bahwa merujuk pada upaya pembelajaran menuju pembentukan karakter siswa yang kreatif, interaktif, inovatif, dan inspiratif dalam proses pembelajaran di kelas, maka dipelukan implementasi model-model pembelajaran berbasis inovatif. http://ejurnal.stkipdamsel.ac.id/index.php/scl/article/view/12 Hasil Penelitian berkaitan dengan pembelajaran inovatif: 1. Setyawati (2019), disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Problem Based Learning mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam dua siklus. https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JIPP/article/view/334 2. Rahayu (2018), model Discovery Learning menuntut siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan menemukan sendiri suatu konsep pembelajaran. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JEAR/article/view/17369 3. Ningtyas (2017), model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make a Match memberi pengaruh positif terhadap aktivitas belajar peserta didik. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1009705&val=15308&title=PENERAPAN%20MODEL%20PEMBELAJARAN%20KOOPERATIF%20COOPERATIV E%20LEARNING%20TIPE%20MAKE- A%20MATCH%20BERBANTUAN%20MEDIA%20KOMIK%20INTERAKTIF%20UNTUK%20MENINGKATKAN%20AKTIVITAS%20BELAJAR%20DAN%20HASIL%20B ELAJAR%20IPS 4. Juniati (2017), menemukan bahwa pembelajaran model inkuiri berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA peserta didik. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISD/article/view/10126 5. Idrus, dkk (2020), pendekatan saintifik mampu menarik perhatian, keaktifan dan kreatifitas siswa, dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA di SMPN 1 Kota Bengkulu dapat meningkatkan aktivitas belajar https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jppb/article/view/13231 6. Mandasari (2021), dengan mengintegrasikan media Power Point dalam pembelajaran dapat meningkatkan akivitas belajar peserta didik. Berdasarkan kajian literasi disimpulkan bahwa alternatif solusi untuk meningkatkan aktivitas peserta didik dengan model pembelajaran inovatif: 1. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Alasan: Model pembelajaran Problem Based Learning didukung oleh hasil penelitian. Kelebihan: a. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru b. Meningkatkan aktivitas pembelajaran yang lebih menyenangkan c. Siswa lebih cenderung memahami materi bukan sekedar menerima pengetahuan dari buku d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata e. Mengembangkan minat siswa untuk belajar secara terus menerus, Kelemahan: a. Jika siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
  21. 21. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/pedagogy/article/view/3886/2686 7. Medianty (2018), menyimpulkan bahwa menggunakan media audio visual terbukti mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/alotropjurnal/article/view/4689 8. Surata, dkk (2019), pendekatan CTL memberi pengaruh positif terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/bioed/article/view/1135 Hasil Wawancara: Pakar: Nelly Suryani Basri, S.Pd., M.Pd - Agar siswa aktif mengikuti pembelajaran yang inovatif bisa di awali dengan slogan, memposisikan diri sebagai mitra belajar agar tidak tertutup kepada guru terhadap kendala belajar didalam kelas, menayangkan media video dan membuat LKPD yang mudah untuk dimengerti dan betul-betul menjadi tuntunan bagi mereka, memberi ruang kepada mereka untuk bertanya dan ini akan kondusif jika situasi di kelas bersahabat, tetap menciptakan kondisi masyarakat belajar di dalam kelas. Kepala Sekolah: Adil, S.Ag - Guru harus memahami keunggulan dan kelemahan model pembelajaran tersebut dan tetap memperhatikan metode, media dan pendekatan yang digunakan agar aktivitas siswa meningkat dalam mengikuti pembelajaran Guru IPA: Haryanti, S.Pd., M.Pd - Guru harus menguasai penerapan model pembelajaran yang inovatif, menguasai materi dan mengontrol gerak siswa selama proses pembelajaran berlangsung Teman Sejawat: Nurlina Zaenal, S.Pd & Hana Prasetya, S.Pd - Guru harus bisa membuat rancangan pembelajaran inovatif yang menyenangkan kemudian mengurangi metode ceramah dalam penerapannya. Pengawas: Baharuddin, S.Pd - Kemampuan guru harus mampu menyesuaikan model dengan materi yang akan diajarkan agar siswa tetap aktif melakukan pembelajaran, untuk mapel IPA akan lebih efektif jika menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam diskusi kelompok. b. Membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. c. Pemberian masalah tanpa diketahui manfaat penyelesaiannya maka akan mengurangi minat siswa mengikuti proses pembelajaran https://ejournal.unsri.ac.id/index.ph p/jpm/article/view/3890 2. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Alasan: Model pembelajaran Discovery Learning didukung oleh hasil penelitian dan pakar. Kelebihan: a. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran b. Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru. c. Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama hilang, d. Memberi rasa puas kepada siswa sehingga memiliki keinginan untuk melakukan penemuan selanjutnya e. Siswa akan lebih mampu mentrasfer pengetahuannya keberbagai konteks, f. Melatih kemandirian belajar siswa
  22. 22. Berdasakan kajian literatur dan hasil wawancara disimpulkan bahwa: 1. Model, pendekatan, media efektif digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik 2. Model yang bisa digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar adalah: Problem Based Learning, Inkuiri, Discovery Learning, Coopetative learning tipe make a match 3. Pendekatan yang bisa digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik adalah: Saintifik,CTL 4. Media yang bisa digunakan untuk meningkatkan aktivitas peserta ddidik adalah: Audio Visual, Power Point Kelemahan: a. Banyak menyita waktu, dan tidak menjamin siswa bersemangat mencari penemuan-penemuan b. Tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini c. Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini d. Tidak setiap guru mempunyai kemampuan mengajar dengan cara penemuan e. bimbingan yang terlalu banyak dapat mematikan inisiatif siswa f. Jumlah siswa yang banyak akan merepotkan guru dalam memberikan bimbingan dan pengarahan belajar. http://seminar.uny.ac.id/semnasmatem atika/sites/seminar.uny.ac.id.semnasm atematika/files/banner/PM-127.pdf 3. Penerapan model pembelajaran inkuiri. Alasan: Model pembelajaran inkuiri didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: a. Membantu peserta didik mengembangkan keterampilan dan proses kognitifnya. b. Pengetahuan yang diperoleh bersifat sangat kukuh dalam arti pendalaman.
  23. 23. c. Membangkitkan gairah belajar pada peserta didik. d. Memberi kesempatan pada peserta didik untuk terlibat dalam mengeluarkan kemampuannya. e. Menambah kepercayaan diri peserta didik Kelemahan: a. Diperlukan keharusan dan kesiapan mental untuk cara belajar. b. Kurang berhasil dikelas besar c. Sulit dalam merencanakan pembelajaran, karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar. d. Memerlukan waktu yang panjang, sehingga sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. http://repository.unpas.ac.id/11506/ 4. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Make a Match. Alasan: Model pembelajaran ini didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: a. Dapat meningkatkan aktivitas belajar siaswa, baik secara kognitif maupun fisik. b. Menyenangkan karena terdapat unsur permainan didalamnya. c. Meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa terhadap materi yang dipelajari
  24. 24. d. Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi. e. Efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar. Kelemahan: a. Jika strategi ini tidak di persiapkan dengan baik, akan banyak waktu yang terbuang. b. Pada awal-awal penerapan metode, banyak siswa yang akan malu berpasangan dengan lawan jenisnya. c. Jika guru tidak mengarahkan siswa dengan baik, akan banyak siswa yang kurang memperhatikan pada saat presentasi pasangan. d. Menggunakan metode ini secara terus-menerus akan menimbulkan kebosanan. 5. Pembelajaran dengan pendekatan Saintifik Alasan: Pendekatan saintifik didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: a. Meningkatkan keterampilan, pemahaman dan proses kognitif. b. Menimbulkan perasaan senang pada siswa ketika berhasil melakukan penyelidikan.
  25. 25. c. Meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan bekerjasama, serta memperoleh kepercayaan d. Mampu menstimulus siswa mengikuti pembelajaran e. Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa f. Siswa memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar g. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu. (Kemendikbud, 2014: 32) Kelemahan: a. Menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesilitan abstrak b. Tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama (Kemendikbud, 2014: 32-33) 6. Pembelajaran yang berbantukan media audio visual. Alasan: Media audio visual didukung oleh hasil penelitian dan pakar. Kelebihan: a. Dapat digunakan untuk klasikal, seketika dan berulang b. Dapat menyajikan materi yang secara fisik tidak dapat bicara ke dalam kelas,
  26. 26. c. Dapat menyajikan objek yang bersifat bahaya, d. Dapat menyajikan objek secara detail, e. Tidak memerlukan ruang gelap f. Dapat di perlambat dan dipercepat, g. Menyajikan gambar dan suara. Kelemahan: a. Sukar untuk dapat direvisi b. Relatif mahal c. Memerlukan keahlian khusus d. Peralatan harus lengkap. https://ejournal.upi.edu/index.php/cakrawala dini/article/view/10498 7. Pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching & Learning (CTL) Alasan: Pendekatan kontekstual didukung oleh hasil penelitian dan wawancara Kelebihan: 1. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil karena siswa memahamai hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. 2. Materi yang dipelajarinya akan ter tanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah dilupakan. 3. Pembelajaran lebih produktif karena menemukann pengetahuannya sendiri
  27. 27. Kelemahan: Memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.p hp/insania/article/view/1500 8. Pembelajaran berbantukan media Power Point. Alasan: Penggunaan media Power Point didalam pembelajaran didukung oleh hasil penelitian Kelebihan: 1. Praktis untuk digunakan 2. Memiliki teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan 3. Memperjelas penyampaian suatu konsep atau gagasan 4. Dapat dipergunakan secara berulang-ulang Kelemahan: 1. Tidak semua materi bisa disajikan dengan Power Point 2. Membutuhkan keterampilan khusus untuk mendesain pesan sehingga mudah dicerna. 3. Memerlukan persiapan yang matang jika mengunakan teknik animasi yang kompleks. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/bioed/art icle/view/633
  28. 28. DAFTAR PUSTAKA Abbas, MLH (2019). Penerapan Model Jigsaw Untuk meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi , 5 (2), 270-277. Abdullah, R. (2017). Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran kimia di madrasah aliyah. Lantanida journal, 5(1), 13-28. Ainley, M., Hillman, K., & Hidi, S. (2002). Gender and Interest Processes in Response to Literary Texts: Situational and Individual Interest. Learning and Instruction , 12, 411- 428. Akmal, A. (2018). Penerapan Metode Demonstrasi dalam Menigkatkan Kemampuan Berwudhu pada Kelompok B3 Tk Islam YLPI Marpoyan. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 62-78. Alan, U. F., & Afriansyah, E. A. (2017). Kemampuan pemahaman matematis siswa melalui model pembelajaran auditory intellectualy repetition dan problem based learning. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 67-78. Ali, Muhso. 2009. “Peningkatan Minat belajar dan pemahaman mahasiswa melalui PBL”, https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/203 , di akses pada tanggal 10 september 2022, jam 22:05 Aliyyah, Rusi Rusmiati. Alfatia Amini, Iman Subasman, Endang Sri Budi Herawati Susan, Febiantina. 2021. “UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN”, https://ojs.unida.ac.id/JSH/article/view/4034 , diakses tanggal 11 September 2022, pada jam 9:35 Arjanggi, Ruseno. Titin Suprihatin. 2010. “METODE PEMBELAJARAN TUTOR TEMAN SEBAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERDASAR REGULASI-DIRI https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1172&context=hubsasia, diakses pada tanggal 12 September 2022, jam 12:42 Wita Aryani, P. R., Akhlis, I., & Subali, B. (2019). Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbentuk augmented reality pada peserta didik untuk meningkatkan minat dan pemahaman konsep ipa. UPEJ Unnes Physics Education Journal, 8(2), 90-101. Asri, E. Y., & Noer, S. H. (2015, November). Guided discovery learning dalam pembelajaran matematika. In Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (pp. 891-896). Azhar Arsyad. (1997). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press
  29. 29. Dewi. 2018. “Faktor yang mempengaruhi minat belajr siswa”, https://www.pdfdrive.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-minat-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-pai-di-smp- citra-bangsa-e86572487.html , diakses tanggal 12 September 9 2002, Jam 08:54 Wita Dewi, Pramita Sylvia. 2016. “PETA KONSEP SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN DALAM MEMAHAMI PENGETAHUAN KONSEP DASAR IPA UNTUK CALON GURU SEKOLAH DASAR”, http://103.88.229.8/index.php/terampil/article/view/1195. Diakses pada tanggal 11 September 2022, pada jam 19:02 Wita Ekawati, S. (2018). Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Pada Topik Persamaan Dasar Akutansi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 2(1), 167-184. Evita, Zikkra. Rahmi. Yarsi Efendi. 2015. “ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISWA KELAS VII MTs BATAMIYAH BATAM”, https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/viewFile/539/405 . diakses pada tanggal 12 September 2022, Jam 09:47 Wita. Fauziah, C. R. (2016). PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (Doctoral dissertation, FKIP UNPAS). Fitria, A. (2014). Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran anak usia dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2). Hamalik, O. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara Hendawati, Y., & Kurniati, C. (2017). Penerapan Metode Eksperimen Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Pada Materi Gaya Dan Pemanfatannya. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an , 13 (1). Hidayat, M. S. (2012). Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran. INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 17(2). Jannah, Nur Roikhatul, Wiwied Pratiw. 2021. “Pendampingan Kegiatan Belajar Siswa dengan Memanfaatkan Barang Bekas untuk Meningkatkan Minat dan Kreativitas Belajar Siswa pada Era Covid-19”, https://attractivejournal.com/index.php/bce/article/view/232 , diakses pada tanggal 11 September 2022, pada jam 10:55 wita Juniarti, Ni Wayan. Wayan Widiana. 2017. “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA”, https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISD/article/view/10126 , diakses pada tanggal 12 September 2022, Jam 11:52 Wita Juniati, E. (2017). Peningkatkan hasil belajar matematika melalui metode drill dan diskusi kelompok pada siswa kelas VI SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(3), 283-291.
  30. 30. Kamil, P. M. (2018). Perbedaan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Pencernaan Pada Manusia Dengan Menggunakan Media Power Point Dan Media Torso. Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi, 3(2), 64-68. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014: SD Kelas 1. Jakarta: Kemendikbud Krapp, A., Hidi, S., & Renninger, K. A. (1992). Interest, Learning, and Development. In A. Renninger, S. Hidi, & A. Krapp (Eds). The Role of Interest in Learning and Development , 3-25 Lin, S.-H., & Huang, Y.-C. (2016). Examining Charisma in Relation to Students Interest in Learning. Active Learning in Higher Education , 17 (2), 139-151. Mandasari, N. A. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Power Point untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa di SDN Pandean Lamper 02 Semarang. Jurnal Paedagogy, 8(3), 328-337. Marjan, Johari. (2014). “Pengaruh Pembelajaran Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu’allimat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat”, https://ejournal-pasca.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_ipa/article/view/1316 , diakses pada tanggal 11 September 2022, pada jam 09:20 Medianty, Sitti Utami. Amrul Bahar Elvinawati. 2018. “PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 1 SMAN 1 KOTA BENGKULU”, https://ejournal.unib.ac.id/index.php/alotropjurnal/article/view/4689 , diakses tanggal 12 September 2022, jam 20:55 Wita Mukhlis, A. (2016). Pembelajaran Tutor Sebaya: Solusi Praktis dalam rangka menyongsong pembelajaran sastra yang menyenangkan bagi siswa SMP. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(2), 68-72. Muna, Z., Sukisno, M., & Yulianto, A. (2009). Pengajaran Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dengan Metode Eksperimen pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 5(1). Nahdi, Dede Salim, Devi Afriyuni Yonanda, Nurul Fauziah Agustin. 2018. “UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN IPA”, https://core.ac.uk/download/pdf/228882831.pdf , diakses pada tanggal 11 September 2022, pada jam 19:20 Wita Ningtyas, E. S., & Wuryani, E. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Make-A Match Berbantuan Media Komik Interaktif Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Ips. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi, 3(1), 66-74.
  31. 31. Nurdyansyah. 2016. “PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MADRASAH IBTIDAIYAH”, http://eprints.umsida.ac.id/1610 , diakses pada tgl 11 September 2022, jam 08:54 Wita Nurdyansyah. Eni Fariyatul Fahyuni. 2016. Inovasi model pembelajaran. Siduardjo: Nizamia Learning Center NURUL, M. (2021). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG). Nusa, P. D., Sumarno, S., & Aziz, A. PENERAPAN PENDEKATAN TPACK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS III SD NEGERI 1 KEMIRI. JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED, 12(1), 91-97.. Pratiwi, Nita Rizqi Eka. . 2011. “UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) MELALUI METODE ROTATING TRIO EXCHANGE SISWA SMP N 3 COLOMADU KELAS VIIID SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011”, http://eprints.ums.ac.id/11764/1/2._Halaman_Depan.pdf. Diakses pada tanggal , diakses10 September 2022, jam 25:56 Wita Prihatini, Effiyanti. 2017. “PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA”, https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Formatif/article/viewFile/1831/1460, diakses tanggal 10 september 2022, jam 20:17 Wita Pujiriyanto. 2019. MODUL 2PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21. Jakarta Rahmawati, T. (2017). Pengaruh Metode Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (Doctoral dissertation, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang). Rosarina, Gina. 2016. “PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA”, https://www.academia.edu/download/53869167/discovery_2012.pdf , diakses pada tanggal 11 September 2022, jam 08:46 Wita Sanjaya, Wina. 2010. Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta:Kencana. Sardini., Buwono, S., Parijo. (2013). Pengaruh Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Pembelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS MAN Pontianak. Pontianak Schiefele, U. (2001). The Role of Interest in Motivation and Learning. In J. M. Collis, & S. Messick (Eds.), Intelligence and Personality: Bridging the Gap in Theory and Measurement. Mahwah NJ: Lawrence Erlbraum Associate Setyawati. 2019. “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Kelas 2 SD”, https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JIPP/article/view/334 , diakses tgl 11-09-2022. Jam 16:56 Wita
  32. 32. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Slavin, R. E. (2005). Cooperative Learning Teori: Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media. Siron, Y., Khonipah, I., & Fani, N. K. M. (2020). Penggunaan Barang Bekas Untuk Media Pembelajaran Di Paud: Pengalaman Guru. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 4(2), 63-74. Sudjana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Surata, I. K. (2019). Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis LKS untuk Meningkatkan Aktivitas Biologi. Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi, 4(2), 114-120. Sutrisno, valiand. 2016. “Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa”, https://journal.uny.ac.id/index.php/jpv/article/viewFile/8118/6872, diakses pada tanggal 12 September 2022, pada jam 09:09 Wita Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progesif. Jakarta: Kencana Wang, Z., & Adesope, O. (2016). Exploring the Effects of Seductive Details with The 4- Phasemodel of Interest. Learning and Motivation , 55, 65-77 Werdhiana, Komang, Unggul Wahyono, Miftah Miftah. 2020. “Implementasi Perangkat Pembelajaran Audio Visual IPA Berbasis Energi Surya untuk Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Siswa SMP di Daerah Tertinggal”. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/EPFT/article/view/15960, diakses pada tanggal 12 September 2022, pada jam 20:15 Wita Yuliyati , Yuni. Baharuddin, Rafiqah .2016. “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FISIKA”, https://journal3.uin- alauddin.ac.id/index.php/PendidikanFisika/article/download/3713/3386, diakses pada tanggal 12 September 202, jam 20:36 Wita Yusuf hadi Miarso, Media Instruksional. Pusat TKPK, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  33. 33. .

×