Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Costing and controls of materials

157 visualizaciones

Publicado el

Tugas Kuliah

Publicado en: Economía y finanzas
  • Sé el primero en comentar

Costing and controls of materials

  1. 1. Oleh : Moch. Arif Setiawan (145020201111050) *
  2. 2. * Bahan baku adalah bahan dasar yang diolah menjadi produk selesai, bahan baku ini terdiri dari : 1. Bahan baku langsung, yang mempunyai ciri : - Mudah ditelusuri ke produk selesai. - Merupakan bahan utama produk selesai. - Dapat diidentifikasi langsung ke proses produksi setiap produk. 2. Bahan baku tak langsung, dalam proses produksi biaya ini diperlakukan sebagai biaya overhead.
  3. 3. * 1. Permintaan Pembelian. Merupakan pesanan tertulis yang ditujukan ke departemen pembelian sebagai permintaan kebutuhan bahan, formulir ini dibuat rangkap tiga, satu ditujukan ke departemen pembelian, satu dikirim ke bagian yang mengajukan permintaan, yang terakhir sebagai arsip. 2. Pesanan Pembelian. Merupakan permintaan tertulis ke supplier bahan, yang dikirim oleh departemen pembelian. Dalam pesanan pembelian ini memuat : jumlah bahan yang diminta, harga dan syarat-syarat pembelian, formulir ini dibuat rangkap empat, satu dikirim ke supplier, satu dikirim ke departemen akuntansi, departemen penerimaan, dan departemen pembelian. 3. Penerimaan Bahan. Merupakan laporan tertulis yang dibuat oleh departemen penerimaan bahan. Formulir ini rangkap empat yang dikirim ke departemen pembelian, departemen akuntansi, departemen pergudangan, dan departemen penerimaan.
  4. 4. * 1. Bukti Permintaan Bahan Baku bukti permintaan bahan baku digunakan untuk mengeluarkan bahan baku dari gudang. Bukti tersebut sebagai dokumen sumber dari pencatatan di buku pembantu bahan baku dibagian pengeluaran.
  5. 5. * 1. Metode Periodik. Pada metode ini penerimaan dan pengeluaran bahan baku dicatat pada akun persediaan bahan baku, sedangkan jika terjadi pembelian bahan baku akan dicatat pada akun pembelian bahan baku. Jumlah persediaan tidak dicatat secara terus-menerus, melainkan hanya pada setiap akhir periode akuntansi. 2. Metode Perpetual. Mencatat jumlah persediaan secara terus-menerus, sehingga setiap saat jumlah persediaan dapat diketahui berdasarkan catatan akuntansi. Sedangkan jika terjadi pembelian bahan baku akan dicatat dalam akun persediaan bahan baku.
  6. 6. * 1. Identifikasi Spesifik 2. Metode Rata-Rata Tertimbang 3. Metode Harga Rata-Rata. 4. Metode FIFO (First In First Out). 5. Metode LIFO (Last In Last Out).
  7. 7. * *Spesific Identification metode ini adalah yang paling mudah dan yang menentukan biaya bahan baku di persediaan akhir. Metode ini memerlukan pemeliharaan dokumen harga penjualan di setiap unitnya dan kuantitas unit. Pada metode ini kuantitas dikalikan dengan harga per unitnya.
  8. 8. * *Rata-Rata Tertimbang Metode ini mengasumsikan bahwa biaya dari setiap pengeluaran bahan baku merupakan bauran dari semua biaya dengan bahan baku yang tersedia dikeluarkan secara acak.
  9. 9. * *Harga Rata-Rata Metode harga rata-rata, semua bahan langsung yang ada dalam persediaan di gudang dianggap harganya sama. Pada metode ini nilai persediaan akhir dihitung dengan cara membagi total biaya pembelian bahan dalam satu periode dengan total unit yang dibeli.
  10. 10. * *Metode FIFO (First in-First out) Dalam metode ini, bahan langsung yang digunakan (yang dikirim ke pabrik) dianggap berasal dari persediaan terlama yang ada, atau paling awal tiba di gudang, maka yang pertama kali dipakai atau digunakan untuk produksi adalah barang persediaan yang pertama kali dibeli.
  11. 11. * *Metode LIFO (Last in-First out) Dalam metode ini, bahan langsung yang digunakan (yang dikirim ke pabrik) dianggap berasal dari persediaan terbaru yang ada, atau yang paling akhir tiba di gudang, maka yang pertama kali dipakai atau digunakan untuk produksi adalah barang persediaan yang terakhir kali dibeli.
  12. 12. * *Dalam penerapan aturan ini, kata biaya mengacu pada semua asumsi arus biaya umum. Istilah harga pasar berarti biaya penggantian dalam batasan tertentu.
  13. 13. * *Pengendalian bahan bau dilakukan melalui pengaturan fungsional, pembebanan tanggung jawab, dan bukti-bukti dokumenter. Pengendalian bahan baku harus memenuhi 2 kebutuhan yaitu menjaga persediaan dalam jumlah dan variasi yang memadai guna beroperasi secaraefisien dan menjaga tingkat persediaan yang menguntungkann secara finansial.
  14. 14. * *1. Metode siklus pesanan (order cycling) *2. Metode minimum maksimum (the min-max) * 3. Metode dua tempat (the two-bin method) *4. automatic order system *5. ABC Plan
  15. 15. * *Metode siklus pemesanan Suatu metode pengendalian bahan baku yang secara periodik memeriksa status jumlah bahan baku yang tersedia untuk setiap item bahan baku.
  16. 16. * *Metode Minimal-Maximum Suatu metode pengendalian bahan baku yang menetapkan jumlah maksimum dan minimum dari setiap item gunna mencegah terjadinya kehasbisan persedian.
  17. 17. * *Metode dua tempat Suatu metode pengendalian bahan baku dimana setiap item persediaan disimpan dalam dua tempat, dua tumpukan/kelompok yang jumlahnya dikoordinasikan dengan tanggal pemesanan dan pengantaran
  18. 18. * *Sistem pemesanan otomatis Salah satu metode pengendalian biaya dengan meggunakan komputer memunkinkan secara periode mengatur ulang jumlah pemesanan dan meninjau kembali pemesanann di pemesanan pembelian.
  19. 19. * *Rencana ABC Metode pengendalian bahan baku yang mengavaluasi signifikansi biaya dari setiap item sebagai nilai tinggi (item A), nilai sedang (Item B), atau nilai rendah (Item C). Tidak untuk dicampuradukkan dengan ABC.

×