Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

KONSEP DASAR POSKESTREN PKM BOGAM.pdf

Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Próximo SlideShare
Konsep puskesmas
Konsep puskesmas
Cargando en…3
×

Eche un vistazo a continuación

1 de 66 Anuncio
Anuncio

Más Contenido Relacionado

Similares a KONSEP DASAR POSKESTREN PKM BOGAM.pdf (20)

Más reciente (20)

Anuncio

KONSEP DASAR POSKESTREN PKM BOGAM.pdf

  1. 1. KONSEP DASAR POSKESTREN UPTD PUSKESMAS BOJONGGAMBIR
  2. 2. TERLALU NGANTUK DAN CAPEK BUKAN MAIN NIKMATNYA
  3. 3. ASAL RAPI DAN BERSIH
  4. 4. BENARKAH INITERJADI ?
  5. 5. SEHAT HAK AZASI MANUSIA INVESTASI DIPERJUANGKAN PEMERINTAH MASYARAKAT
  6. 6. DERAJAT KESEHATAN TEORI H.L. BLUM (1974) Faktor Lingkungan : Fisik, Kimia, Biologi,Sosio Budaya Faktor Perilaku Sos- Bud Faktor Pelayanan Kesehatan Faktor Genetika (Keturunan) Keterkaitan derajat kesehatan dengan kehidupan masyarakat FAKTORYANG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHATAN
  7. 7. 7 UNSUR DASAR PESANTREN (ARKANUL MA’HAD) Pondok atau asrama Masjid Santri Pengajaran Kitab-Kitab Agama Klasik Kyai atau Ustadz Lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menyelenggarakan satuan pendidikan pesantren dan/atau secara terpadu menyelenggarakan jenis pendidikan lainnya. PONDOK PESANTREN
  8. 8. ❑ Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N)Tahun 2005- 2025 ❑ Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ❑ Undang-Undang No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah ❑ Instruksi Presiden No: 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ❑ Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Kabupaten/ Kota ❑ Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan ❑ SKB 4 Menteri No. 6/X/PB/2014 tentangTim Pembina UKS ❑ Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3408 tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Izin Operasional Pondok Pesantren ❑ Peraturan Menteri Agama Nomor 13Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam ❑ Permenkes Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Pos Kesehatan Pesantren ❑ Permenkes No 74Tahun 2015 tentang Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit ❑ Permenkes No 36Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. ❑ Permenkes No. 8Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan LANDASAN HUKUM
  9. 9. POS KESEHATAN PESANTREN (POSKESTREN) Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) adalah wahana pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat, dengan pembinaan sektor kesehatan, lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Poskestrenmerupakan salah satu wujud Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren dengan ruang lingkup : 1. Pelayanan Kesehatan Dasar yang menguatamakan upaya promotif dan preventif 2. Pemberdayaan santri sebagai kader kesehatan (santri husada) dan kader siaga bencana (santri siaga bencana)
  10. 10. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 PEDOMAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBINAAN POS KESEHATAN PESANTREN
  11. 11. KONSEP DASAR POS KESEHATAN PESANTREN (POSKESTREN)
  12. 12. TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN Meningkatkan pengetahuan Meningkatkan kesadaran Kemauan terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya
  13. 13. POSKESTREN ? POS KESEHATAN PESANTREN (POSKESTREN) MERUPAKAN SALAH SATU WUJUD UPAYA KESEHATAN BERSUMBER DAYA MASYARAKAT (UKBM) DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN
  14. 14. UKBM (UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT) SEGALA BENTUK KEGIATAN KESEHATAN YANG BERSIFAT DARI, OLEH, DAN UNTUK MASYARAKAT
  15. 15. TEMPAT POSKESTREN Di lingkungan pondok pesantren Tidak perlu gedung khusus Gunakan Ruang kantor, ruang serbagunamesjid/mushola yg diberi sekat
  16. 16. MERUPAKAN SALAH SATU SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
  17. 17. MARI DISKUSI !
  18. 18. MASIH ADA KASUS GIZI KURANG DAN BURUK MASIH TINGGINYA ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI MASIH SERING TERJADI PENYAKIT MENULAR MENJADI WABAH : DIARE, SCABIES, DEMAM BERDARAH, BATUK BEBERAPA JENIS PENYAKIT KASUSNYA MENINGKAT LAGI : TB PARU, MALARIA, DIFTERI, CAMPAK LINGKUNGAN HIDUP CENDERUNG RUSAK SEHINGGA BERDAMPAK PADA KESEHATAN MUNCULNYA PENYAKIT PENYAKIT BARU : HIV AIDS, NARKOBA DLL BERBAGAI BENCANA TERJADI DI NEGERI INI SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT BELUM BER PHBS
  19. 19. SEHAT (70%) FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN MENGELUH SAKIT (30%) MENJAGA TETAP SEHAT dan DITINGKATKAN DERAJAT KESEHATANNYA Riskesdas, 2013 PARADIGMA SEHAT PROMOTIF & PREVENTIF
  20. 20. PRINSIP – PRINSIP POSKESTREN
  21. 21. • DARI, OLEH DAN UNTUK MASYARAKAT PONDOK PESANTREN • PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PONDOK PESANTREN
  22. 22. • WADAH UNTUK MENDEKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR BAGI MASYARAKAT PONDOK PESANTREN
  23. 23. PROMOTIF PREVENTIF KURATIF REHABILITATIF
  24. 24. Mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar untuk berPHBS
  25. 25. MENINGKATKAN PENGETAHUAN SIKAP & PHBS WARGA PON PES & MASY SEKITARNYA MENINGKATKAN PERAN AKTIF WARGA PON PES DALAM PENYELENGGARAAN UPAYA KES. TERPENUHINYA PELAYANAN KESEHATAN DASAR BAGI WARGA PONPES DAN MASYARAKAT SEKITAR
  26. 26. WARGA PONPES ➢ Santri, kyai, pimpinan, pengelola, pengajar dan wali santri ➢ Masyarakat di lingkungan ponpes ➢ Toma dan LSM di lingkungan ponpes ➢ Petugas kesehatan dan stakeholders terkait
  27. 27. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PONDOK PESANTREN DALAM BIDANG KESEHATAN Rehabilitatif Kuratif Preventif Promotif RUANG LINGKUP POSKESTREN
  28. 28. FUNGSI POSKESTREN Sebagai Wadah : • Pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan PHBS • Mendekatkan pelayanan kesehatan dasar • Pembelajaran tentang nilai dan ajaran agama Islam dalam menghadapi permasalahan kesehatan
  29. 29. 30 INDONESIA SEHAT PROVINSI SEHAT PROVINSI SEHAT KAB SEHAT KOTA SEHAT KAB SEHAT KOTA SEHAT KAB SEHAT KAB SEHAT KEC SEHAT DESA SIAGA AKTIF KEC SEHAT DESA SIAGA AKTIf Poskestren UKBM lainnya UKBM lainnya Poskestren
  30. 30. MANFAAT POSKESTREN BAGI KADER POSKESTREN ➢Mendapatkan informasi awal tentang kesehatan ➢Mewujudkan aktualisasi dirinya untuk warga ponpes dan masyarakat sekitarnya dalam menyelesaikan masalah kesehatan
  31. 31. MANFAAT POSKESTREN BAGI WARGA PONPES & MASYARAKAT SEKITARNYA ➢Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi, pengetahuan dan pelayanan kesehatan dasar ➢Memperoleh bantuan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan ➢Mendapatkan informasi awal tentang kesehatan ➢Dapat mewujudkan kondisi kesehatan yang lebih baik
  32. 32. 1. Dapat tidur dengan nyenyak 2. Dapat bekerja lebih maksimal serta meningkatkan kinerja 3. Dapat belajar dengan baik 4. Berpikiran positif dan sehat 5. Merasa damai, nyaman dan tentram 6. Memiliki penampilan yang sehat 7. Mendapatkan Kehidupan dan interaksi sosial yang baik 8. Lebih percaya diri 9. Menghemat pengeluaran 10. Terhindar dari penyakit MANFAAT PENERAPAN PHBS
  33. 33. PENGORGANISASIAN POSKESTREN PONDOK PESANTREN PUSKESMAS PEMERINTAH DESA / KELURAHAN / KECAMATAN Kedudukan dan Hubungan Kerja SESAMA UKBM LAINNYA
  34. 34. POLA PEMBINAAN PUSKESMAS POS KESTREN DESA/KEL KELEMBAGAAN TEHNIS MEDIS UKBM MITRA KETUA SEKRETARIS BENDAHARA KADER KADER KADER
  35. 35. PENGORGANISASIAN KETUA BENDAHARA SEKRETARIS ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA KADER POSKESTREN (ANGGOTA) Pengelola PesantrenSehat dibentuk melalui musyawarah warga pesantren Struktur organisasi tersebut bersifat fleksibel Kriteria Pengelola Poskestren : ❑ Berasal dari warga ponpes dan tokoh masy.sekitar ❑ Berinisiatif tinggi ❑ Mampu memotifasi masyarakat ❑ Bersedia bekerja secara sukarela bersama masyarakat. Ditetapkan oleh pimpinan atau kyai pesantren.
  36. 36. PENGORGANISASIAN Kriteria Kader Poskestren (Santri Husada) : ❑Berasal dari santri / alumni ponpes ybs ❑Mempunyai jiwa pelopor, pembaharu, dan penggerak masyarakat ❑Bersedia bekerja secara sukarela ❑Telah mengikuti pelatihan / orientasi kader tentang kesehatan Dipilih oleh pengurus Poskestren dan santri Jumlah kader minimal 3% dari jumlah santri atau disesuaikan kebutuhan
  37. 37. PELAKSANA KEGIATAN POSKESTREN KADER SANTRI HUSADA SANTRI / SANTRIWATI
  38. 38. Fungsi dan Tugas Kader Poskestren
  39. 39. Kader Poskestren Kader dipilih pengelola pesantren dilatih Puskesmas/Dinkes Melaks keg sesuai fungsi dan tugas
  40. 40. FUNGSI KADER POSKESTREN Pemberi inspirasi / ide - inspirator Pemberi gagasan baru - inovator Pemberi contoh awal – inisiator Penggerak – aktivator Pemberi dorongan, semangat, mengajak – motivator Pelaksana - implementator
  41. 41. Tugas Kader Kegiatan musyawarah warga Pondok Pesantren Kegiatan SMD Pelaksana kegiatan rutin poskestren
  42. 42. LANGKAH PEMBENTUKAN Pendekatan Internal Pendekatan Eksternal SMD MMPP Ditetapkannya Urutan Masalah dan Upaya Pemecahannya (salah Satunya Melalui Pembentukan Poskestren) Operasionalisasi Pembentukan Poskestren a. Pemilihan Pengurus dan Kader b. Orientasi Pengurus/Pelatihan Kader Poskestren c. Penyelenggaraan Kegiatan Poskestren H A S I L
  43. 43. Awal Siklus Pembentukan Tim Poskestren SMD MMPP Pelaks Keg Poskestren Dukungan Pemantauan Bimbingan Siklus Pemecahan Masalah Kesehatan Di Pondok Pesantren
  44. 44. Survei Mawas Diri (SMD) Pengumpulan data masalah kesehatan di pondok pesantren : • Dilakukan dengan wawancara sekurang-kurangnya 30 orang • Dilakukan observasi kesling, perilaku sehat dan gizi Diketahui potret masalah kes di pondok pesantren → dicatat → dianalisis sbg bahan perencanaan keg poskestren.
  45. 45. Pelaksana SMD Pengelola Pondok Pesantren Petugas Puskesmas (fasilitator) Kader poskestren (santri)
  46. 46. JENIS DATA YG DIKUMPULKAN DLM SMD Kesling • Gedung masjid, asrama, tempat belajar • Titik berat sanitasi dasar : tpt wudhu, wc, km mandi. Status gizi seluruh santri • TB, BB • Dihitung IMT Kes indra penglihatan & pendengaran PHBS di sekolah / pesantren
  47. 47. KEGIATAN SMD 1 • Anggota tim 2 • Pengumpulan data – kesling, gizi, kes indra, PHBS 3 • Merekap data 4 • Mengolah dan analisis data 5 • Membuat laporan hasil survey
  48. 48. Musyawarah Pembahasan Kesehatan di Pondok pesantren Musyawarah Pertama Musyawarah Rutin / Berkala – minimal 3 bulanan
  49. 49. Waktu/kesempatan - Peserta Waktu / Kesempatan • Forum resmi / khusus • Tidak resmi Peserta • Pengelola Pondok pesantren • Para ulama / guru • Santri • Tokoh masyarakat
  50. 50. MUSYAWARAH PERTAMA Membuat kesepakatan pelaks Poskestren → Tim Poskestren Merencanakan Survei Mawas Diri (SMD) Merencanakan kegiatan poskestren Pelaksanaan SMD
  51. 51. Musyawarah Rutin / Berkala – minimal 3 bulanan Bahas hasil SMD → ada masalah ? Evaluasi dan menilai pelaksanaan → bandingkan dengan rencana Merencanakan kegiatan poskestren
  52. 52. Keg musyawarah warga Pondok Pesantren 1 • Beri info perlunya perhatikan masalah kes (data hasil SMD) 2 • Keg poskestren : upaya pencegahan • Jenis pencegahan, frek keg, jumlah keg penyuluhan 3 • Menyampaikan rencana keg yad → kesepakatan dlm forum musyawarah warga pesantren
  53. 53. Pelaks Keg Poskestren Rehabilitatif Kuratif Preventif Promotif • Konseling • Penyuluhan Kesehatan • Olahraga teratur • Lomba Kesehatan • Pemeriksaan dan penjaringan Kesehatan • Imunisasi • Kesling dan Kebersihan diri • NAPZA, dsb • Rujukan ke fasiltas Kesehatan terdekat • Kunjungan oleh tenaga Kesehatan • P3K • Menindaklanjuti penanganan posien pasca perawatan di puskesmas / rumah sakit
  54. 54. Tempat Keg Poskestren Rehabilitatif Kuratif Preventif Promotif Di Lingkungan Pondok Pesantren dan sekitarnya • Dilakukan di salah satu ruang ponpes/ tempat khusus • Sekurang2nya dilengkapi tempat pemeriksaan, tempat konsultasi, tempat menyimpan obat dan ruang tunggu • Perlu juga dilengkapi peralatan medis dan non medis (meja, kursi, tempat tidur dll) serta obat obatan
  55. 55. Sumber Pembiayaan Poskestren
  56. 56. SUMBER DANA Pengelola Poskestren Swasta / dunia usaha Masyarakat Hasil usaha bersama Bantuan pemerintah (APBD)
  57. 57. CONTOH KEGIATAN MEMPEROLEH DANA Bantuan pengusaha setempat Bantuan wali murid santri yg mampu Hasil usaha koperasi – kosipa Hasil usaha bersama – mis beternak ikan, bebek, ayam dsb. Iuran wali murid santri ??? Gratis sekolah Iuran jamaah majlis ta’lim Dll sesuai krativitas dan inovasi masy pesantren
  58. 58. Pemanfaatan Dana 1 • Biaya operasional dan pemeliharaan Poskestren 2 • Bantuan biaya rujukan bagi yang membutuhkan 3 • Biaya peningkatan kapasitas pengelola dan kader Poskestren 4 • Biaya pengembangan Poskestren
  59. 59. Pencatatan dan Pelaporan Buka Catatan Sasaran Poskestren Buku Catatan Rekapitulasi Kegiatan Pelayanan Poskestren Buku catatan kegiatan pertemuan yang diselenggarakan Dan lain-lain sesuai kebutuhan Laporan dibuat oleh Pengelola Poskestren dan dilaporkan kepada pimpinan ponpes
  60. 60. MENUMBUHKAN Memproses & Melahirkan UKBM (Poskestren, Dana Sehat, SBH dll) MENGEMBANGKAN Melestarikan & Membesarkan UKBM (Jumlah & Kualitas) BAGAIMANA SUPAYA POSKESTREN BERHASIL
  61. 61.  PEMBINAAN DILAKSANAKAN SECARA TERPADU TINGKAT DESA/KELURAHAN/KECAMATAN  PEMBINAAN MELIPUTI ➢ PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PENGURUS DAN KADER ➢ PEMBINAAN ADMINISTRASI PENYELENGGARAN DAN KEUANGAN BENTUK PEMBINAAN ➢ RAPAT KOORDINASI BERKALA ➢ KUNJUNGAN BIMBINGAN DAN FASILITASI ➢ MENGHADIRI RAPAT-RAPAT YANG DISELENGGARAKAN PONPES ➢ PENGHARGAAN KEPADA PENGURUS DAN KADER YANG BERPRESTASI PEMBINAAN POSKESTREN
  62. 62.  INDIKATOR MASUKAN 1.Adanya Kader 2.Adanya Sarana Poskestren 3.Adanya Dukungan Pendanaan 4.Adanya data dasar personal hygiene/ kebersihan individu 5.Adanya media informasi kesehatan 6.Adanya kebijakan yg mendukung Poskestren PEMBINAAN POSKESTREN
  63. 63. INDIKATOR PROSES 1. Terlaksanaanya SMD 2. MMPP 3. Pelayanan kesehatan 4. Peningkatan kapasitas kader 5. Penyuluhan 6. Pembinaan PEMBINAAN POSKESTREN
  64. 64. PEMBINAAN POSKESTREN INDIKATOR LUARAN 1. Jumlah kader terlatih 2. Adanya dana sehat 3. personal hygiene 4. Adanya peningkatan kesehatan lingkungan 5. pengetahuan ttg kesehatan 6. Gerakan PHBS INDIKATOR DAMPAK 1. Peningkatan PHBS 2. Angka kesakitan santri turun
  65. 65. z TERIMA KASIH

×