Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

Review of Existing Response System & Technology.

Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Cargando en…3
×

Eche un vistazo a continuación

1 de 43 Anuncio
Anuncio

Más Contenido Relacionado

Similares a Review of Existing Response System & Technology. (20)

Más de Dony Riyanto (20)

Anuncio

Review of Existing Response System & Technology.

  1. 1. Review of Existing Response System & Technology in COVID-19 Emergency Situation Ditulis oleh Dony Riyanto Maret 2020
  2. 2. Disclaimer • Ini adalah catatan pribadi, bukan karya ilmiah dan bukan ditujukan untuk itu. Oleh karena itu penggunaan format dan bahasanya tidak baku. • Catatan ini ditulis atas pemikiran dan perenungan pribadi atas beberapa hal yang bagi saya pribadi menarik untuk dicatat, ulas dan bahas. • Beberapa kalimat mungkin bernada/dapat diinterpretasikan sebagai opini, baik buruk maupun baik. Apapun itu, itu adalah catatan pribadi, yang hanya saya yang tahu maksud dan tujuannya. • Jika dokumen ini dibagikan (share), mohon diingat sebagai konteks catatan pribadi saya, bukan untuk dijadikan rujukan formal.
  3. 3. Motivasi • Tulisan ini saya rasa perlu disaat ini karena berbagai hal, terutama beberapa kejadian dan insiden lokal, regional, maupun global, terutama terkait pandemic COVID 19, termasuk banjir dan bencana alam akhir-akhir ini di ibukota Jakarta yang disebabkan multi-factor dan ditambah kondisi cuaca yang ekstrim dan sulit diprediksi dan metode penanganannya. • Jika ditarik mundur kebelakang, ada beberapa bencana alam besar juga yang terkait antara lain: Erupsi Gunung Merapi di Jogja, Erupsi Gunung Agung di Bali, Tsunami Selat Sunda, Tsunami Palu, Gemba bumi besar di Jogja dan kita beri perhatian khusus juga kepada bencana Tsunami Aceh.
  4. 4. Pemeringkatan skala dan urgensitas • Level Dunia • Level Regional • Level Negara • Level Pemerintah Daerah • Level Kelompok Masyarakat (termasuk ormas/federasi/ikatan/dsb) • Level Perusahaan • Level Individu
  5. 5. Level Negara: Pemerintah RRT
  6. 6. Latar belakang RRT & Pemerintah RRT • RRT adalah negara yang bisa dikatakan poros baru dalam kancah supremasi dunia paska dominasi US dan runtuknya USSR. Dengan luas wilayah yang sangat amat besar dan jumlah penduduk yang terbesar di dunia dan mengalami masa-masa revolusi industri yang sangat pesat, menjadikan RRT sebagai negara yang mampu mensuplai berbagai kebutuhan dunia. Tidak terkecuali dalam hal teknologi tinggi seperti komputer dan perangkat gawai pintar. Supply bahan baru dan bahan setengah jadi mereka bahkan bisa melebihi kebutuhan dalam negeri dan berkembang hampir merata di titik-titik pusat perkembangan di RRT. • Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok terkenal tegas dan terkesan represif/otoriter dalam berbagai hal. Termasuk dalam hal bisnis dan isu- isu terkait perang dagang. • Dan sejak Desember 2019 RRT berjibaku dalam berbagai hal untuk mengatasi masalah Outbreak Wuhan Corona Virus 2019. Dan apapun hasilnya, RRT tampaknya sudah menunjukkan ke dunia bahwa merek berhasil melewati masa-masa kritis dan krisis tersebut. • Dari situ bisa ditarik berbagai pelajaran penting seperti: bagaimana RRT bisa membangun RS darurat kapasitas besar dalam waktu yang sangat singkat, melalukan terobosan-terobosan teknologi yang sangat cepat dan satu komando, termasuk Big Corporate seperti Alibaba/Alipay, WeChat, Tencent, Beidu dan sebagainya turun tangan langsung dan responsif membantu pemerintah. • Salah satunya yang banyak diberitakan adalah pemanfaatan teknologi QR Code untuk keperluan pengawasan/pembatasan (surveillance) masyarakat disana • Beberapa berita terkait antara lain: • https://technode.com/2020/02/25/how-china-is-using-qr-code-apps-to-contain-covid-19/ • https://www.abacusnews.com/china-tech-city/tencent-rolls-out-qr-code-tracks-potential-covid-19-carriers-public-transportation/article/3064948
  7. 7. Wuhan Corona Virus (COVID 19) Outbreak • Sejak akhir 2019 dunia melihat dan mengalami penyebaran (saat ini sudah dinyatakan pandemi) virus yang secara resmi diberi nama COVID 19, dan Wuhan (RRT) ditengarai sebagai episentrum penyebaran virus tersebut. • Berbagai pihak di RRT langsung bergerak, mulai dari pemerintah hingga perushaan Big Tech seperti Alibaba, WeChat, Tencent. • Mereka melakukan ujicoba berbagai penerapan teknologi, termasuk Social Platform (mini program), QR Code, AI, drone, dsb. • Menarik untuk kita kaji dari sisi penerapan QR Code dan aplikasinya dalam kasus ini.
  8. 8. “one map, one QR code, and one index.” Kebijakan satu peta, satu QR Code dan satu indeks yang diterapkan di Hangzhou ini, dirangkum oleh WE Forum sebagai berikut: • Businesses reopened in several phases based on priorities. For example, healthcare-related facilities were allowed to open first. • Restrictions were eased based on track records. • Health QR codes were established for everyone in the city and everyone who entered the city. The green code allows you to move freely. The yellow code requires a seven-day self-quarantine. The red code requires a 14-day self-quarantine. The yellow and red codes can be turned green after the quarantine time. This health surveillance system has been applied in most cities in Zhejiang Province, and will be implemented in other provinces. • Each individual must monitor and record their temperature and update their profile daily in order to maintain their health status level. • The health database is closely monitored by Hangzhou’s Center for Disease Control and Prevention. Source: https://www.weforum.org/agenda/2020/03/coronavirus-covid-19-hangzhou-zhejiang- government-response/
  9. 9. 6 Pelajaran Penting 6 lessons from China's Zhejiang Province and Hangzhou on how countries can prevent and rebound from an epidemic like COVID-19 1. Speed and Accuracy are the keys to identification and detection. 2. Make the Right Decisions at the right time, the right place, for the right people. 3. Big Data and information technology are important to avoiding a rebound. 4. Evaluate medical resources and response systems. Are we ready for a pandemic? How much stock do we need? Do we have enough health care personnel, and how do we protect them? 5. Implementation of preventive measures in communities, schools, businesses, government offices and homes can influence the trajectory of this epidemic. 6. Keep the public well informed.
  10. 10. Problem Domain Dari pelajaran yang dirangkum diatas, terlihat peran IT cukup (baca: sangat) berperan dominan. Setidaknya ada beberapa problem set yang dapat kita tarik kesimpulan: • Speed & Accuracy problems • Right Decision problems • Big Data problems • Medical resources/response system problems • Preventive measures problems • Information Publication problems
  11. 11. https://technode.com/2020/02/25/how-china-is-using-qr-code-apps-to-contain-covid-19/
  12. 12. https://www.abacusnews.com/china-tech-city/tencent-rolls-out-qr-code-tracks-potential-covid-19-carriers-public-transportation/article/3064948
  13. 13. https://techsauce.co/en/news/thaifightcovid-project-2-app-covid-19
  14. 14. RRT: Guidance for Corona Virus Disease 2019
  15. 15. Apa yg RRT Lakukan? • Forced-lockdown • Protocol pengamanan di pintu-pintu masuk/perbatasan • Pengecekan suhu di tempat-tempat umum • Penggunaan masker • Pembangunan Rumah Sakit darurat dan cepat (rapid) • Pengerahan massal petugas medis dan aparat keamanan • Pembatasan akses komunikasi tertentu • Penyemprotan disinfectant masal, baik di jalan2, maupun gedung. • Distribusi test-kit • Satu komando satu suara + law enforcement • Eksplorasi pemanfaatan teknologi • Mengeluarkan Guidance untuk dipakai dalam negeri, orang asing dan negara lain • Mengirimkan bantuan ke negara lain yang terkena imbas
  16. 16. Level Global: WHO
  17. 17. WHO • Organisasi kesehatan dunia yang bertanggungjawab untuk melakukan pengawasan, penanganan, publikasi informasi skala global. • Sejak terjadinya awal outbreak Wuhan Corona Virus, WHO segera melakukan beberapa response. • Namun memang tekesan lambat diawal, terlihat dari tidak ada langkah- langkah kongkrit diawal kejadian (Desember-awal Januari 2020) selain conferensi. • Saat ini WHO telah berkomunikasi aktif ke berbagai negara dan membuka “Quick Link” dan “Situation Dashboard” khusus penanganan COVID 2019 • https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 • https://experience.arcgis.com/experience/685d0ace521648f8a5beeeee1b9125cd • WHO sendiri sebetulnya sudah mempersiapkan portal monitoring untuk penyakit-penyakit endemik/pandemik, termask influenza
  18. 18. WHO mempersiapkan beberapa content Antara lain: • Dashboard berupa data yang divisualisasi dalam bentuk WebGIS • Press briefing (dan berbagai himbauan dalam bentuk konten video) • Q&A • Travel Advice • Situation Report • Media Resources • Research & Development • Petunjuk proteksi diri (protect your self) • Country & Technical Guidance • Beberapa video himbauan dan tutorial (online training)
  19. 19. WHO Country & Technical Guidance • Early Investigation Protocol • Case Management • Surveillance, rapid response teams, and case investigatio • Infection prevention and control • Dan masih banyak lagi.
  20. 20. WHO Strong Message • Berikut adalah beberapa kutipan dari petinggi WHO yang mengandung pesan mendalam, keras dan tegas: • ”You need to react quickly” • “You need to go after the virus” • “You need to stop the chains of transmission” • “You need to engage with communities very deeply” • “Community acceptance is hugely important” • “You need to be coordinated” • “You need to be coherent” • “You need to look at other sectoral impacts, schools, security and economic” • “Be fast have no regrets. We must be the first mover.“ • “The virus will always get you, if you don't move quickly” • “You need to be prepared” • “Perfection is the enemy of the good when it comes to emergency management”
  21. 21. Level Negara: Pemerintah Singapura
  22. 22. Singapura • Sebagai negara ASEAN termaju dan hub transportasi dan perdagangan SE Asia dan internasional, Singapura bergerak cepat dan diharapkan mampu menjadi referensi dikawasan ASEAN. • PM Singapura segera melakukan press-con • Kementerian kesehatan Singapura membuka portal informasi • Pemerintah Singapura juga memiliki instruksi dan panduan kesehatan yang cukup mudah disosialisasikan/diterima masyarakat. • Antara lain:
  23. 23. https://www.gov.sg/article/what-do-the-different-dorscon-levels-mean
  24. 24. Apa yang dilakukan pemerintah Singapura? • Memperketat pengawasan di terminal2 transportasi terutama bandara. Dengan menempatkan petugas dan melakukan pemeriksaan ketat. Memasang alat pantau suhu. Menerapkan kartu kontrol. Bahkan melakukan pembatasan penerbangan dan masuknya WNA. • Menerbitkan himbauan tegas. • Mempesiapkan faskes tingkat tinggi (Singapura sangat siap dengan faskes dengan kemampuan dan teknologi tinggi, karena mereka adalah negara hub, dan selalu menjadi transit/persinggahan warga asing. Dan riwayat insiden2 serupa terutama SARS) • Pimpinan negara segera merespon dengan melakukan conferensi dengan bahasa yang sederhana, singkat dan tegas.
  25. 25. Level Provinsi: Pemprov DKI Jakarta (sekaligus dilihat sebagai ibukota negara)
  26. 26. DKI Jakarta • Ibukota negara. Kota terpadat di Indonesia. Pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi. • Merupakan kota metropolitan dan memiliki beberapa kota satelit pendukung yaitu Bekasi, Depok, Bogor, Tanggerang (dan Tanggerang Selatan). Juga memikili kepulauan yang tersebar cukup luas. • Beberapa insiden yang membutuhkan penanganan emergensi yang terjadi di Jakarta antara lain: • Banjir • Listrik Padam (blackout) • Endemi, khususnya saat ini COVID 19
  27. 27. Social Distance Measure • Pemprov DKI melakukan beberapa hal terkait dengan penangan COVID 19: • Memutuskan untuk Social-Distance-Measure selama 14 hari, • Berimbas pada penutupan semua tempat wisata dan pusat keramaian publik milik/yang dikelola oleh DKI Jakarta, seperti: Monas, Ancol, Ragunan, museum2 lain. • Juga penutupan sekolah dan instruksi untuk belajar dari rumah. • Pembatasan/pengurangan jadwal transportasi publik seperti: Trans Jakarta, MRT, LRT. • Sosialisasi oleh kader2 ditingkat RT/RW/Puskesmas/Kelurahan • Sosialisasi dilakukan dengan surat keputusan/edaran, konferensi pers, akun socmed gubernur, termasuk dalam bentuk rekaman audio.
  28. 28. Kendala awal penerapan Social-Distance-Measure • Karena waktu pengambian keputusan dan penerapan cukup singkat (keputusan diambil hari Sabtu, 14 Maret 2020, penutupan akses wisata/keramaian hari Minggu 15 Maret, meliburkan sekolah dan penerapan pembatasan moda transportasi serta pembebasan aturan gage pada Senin, 16 Maret) dan tidak/belum banyak mempersiapkan insentif2/sarpras pendukung antisipasi, maka dalam kurun waktu tersebut terjadi kekacauan/kegaduhan. • Secara singkat dapat diambil kesimpulan awal masalah adalah: • Kendala terkait kecepatan sosialisasi dan penerapannya • Kurang didukung dengan SOP dan insentif untuk antisipasi kekacauan/kegaduhan di masyarakat • Kekurang disiplinan masyarakat yang berdomisili di Jakarta, termasuk kebingungan/keterlambatan perusahaan perusahaan yang bertempat di Jakarta untuk dapat mengambil keputusan dan menerapkannya secara singkat.
  29. 29. Update • H+1 setelah ujicoba pembatasan moda transportasi umum, kembali dilakukan perubahan kebijakan terkait kapasitas dan jadwal (headway) keberangkatan transportasi umum (ditambahkan kembali, dengan kondisi dan ketentuan tertentu) • H+1 setelah surat edaran dari kementerian tenaga kerja yang menghimbau perusahaan untuk menerapkan WFH (work from home), mulai diterapkan perusahaan-perusahaan khususnya yang berdomisili kantor di Jakarta
  30. 30. Level Kota: Pemko Surabaya
  31. 31. Surabaya • Sebuah kota terbesar ke-2 di Indonesia, dan sebuah kota maju padat penduduk, dan punya banyak kemiripan dengan DKI Jakarta (Surabaya adalah ibukota Jawa Timur, merupakan pusat pemerintahan Jatim dan juga pusat perekonomian di timur Jawa, memiliki beberapa kota satelit seperti Sidoarjo, Gresik, Malang, dsb). • Surabaya terkenal dengan gubernurnya yang sangat aktif dan berpihak pada warga Surabaya. Sudah menerapkan Comand Centre, CCTV di seluruh wilayah Surabaya, Traffic Management, penanganan keluhan warga yang sangat responsif. • Pada awal insiden Wuhan Corona Virus, pemko Surabaya tidak banyak mengambil tindakan
  32. 32. Update • Gubernur Surabaya dengan tegas menyatakan bahwa tidak akan melakukan lockdown (alasan utama: “ekonomi bisa kolaps”), tapi menjalankan protokol kesehatan • Pemko membeli stok masker (“timbun masker”) untuk kebutuhan stok warga Surabaya, dan akan digunakan apabila wabah meluas. • Menyediakan fasilitas cuci tangan di berbagai taman dan sekolah • Menghimbau masyarakat menjada kesehatan (mengkonsumsi empon empon) dan periksa ke RS • Pemko memproduksi hand sanitizer dan membagikannya secara gratis • Melakukan penyemprotan disinfektan • Menghimbau, menyediakan thermo scan (Risma mencontohkan di beberapa hotel)
  33. 33. Level Negara: Pemerintah RI
  34. 34. Republik Indonesia • Negara terluas di ASEAN. Dan merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di kawasan Asia. • Secara geografis tidak jauh dari RRT, dan memang memiliki hubungan bilateral/multilateral/global yang intensig dengan RRT, termasuk perdagangan dan investasi. • Merupakan negara yang memiliki resiko terdampak Wuhan Corona Virus Outbreak yang terjadi di RRT.
  35. 35. Reaksi Pemerintah RI • Melakukan himbauan melalui kepala negara dan jajaran, untuk “bekerja, belajar, beribadah dari rumah” • Belum/tidak melakukan lockdown negara • Melalui kemenkes melakukan beberapa langkah2 strategis • Membentuk gugus tugas penanganan COVID 19 (dan menunjuk kepala BNPB selaku ketua Gugus Tugas) • Melalui kemenkeu menerbitkan berbagai insentif fiskal • Menlu membatasi masuknya warga negara asing (sebelumnya melakukan pembatasan penerbangan dari RRT dan terkena pembatasan penerbangan dari beberapa negara, khususnya Arab Saudi) • Menetapkan status keadaan tertentu “Darurat Bencana Corona” (Update: SK sudah diterbitkan dan diperpanjang hingga 29 Mei 2020)
  36. 36. Himbauan dan kritik Beberapa negara, organisasi dunia, lembaga maupun pakar, banyak melakukan kritik ke pemerintah Indonesia dan/atau jajarannya, dalam menangani COVID 19. Antara lain: • WHO • Presiden Singapura • Diplomat Amerika Serikat • Lembaga dari Australia
  37. 37. 8 Tindakan: Rekomendasi WHO untuk Indonesia 1. Aktivasi emergensi nasional dan membentuk Tim Khusus yang memiliki kewenangan mengambil keputusan berbasis bukti-bukti. 2. Memperluas deteksi kasus secara intensif serta pelacakan kontak untuk mengetahui secara pasti di wilayah Indonesia mana saja yang terjadi penularan aktif; 3. Mendorong desentralisasi kapasitas laboratorium terutama pada laboratorium yang mempunyai kapasitas serta meningkatkan kapasitas lab yang ada. (Dalam catatan Bappenas, saat ini hanya lab di Litbangkes yang melakukan tes. Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sudah memiliki Lab Uji Covid19 sampai saat ini belum diberikan kewenangan utk melakukan uji lab terhadap kasus infeksi virus corona Covid-19) 4. Mengumumkan kasus terkonfirmasi dan menyampaikan perincian pelacakan kontak segera kepada WHO agar dapat di analisa dan memberikan advise kepada pemerintah 5. Opsi containment antara lain: meliburkan sekolah; membatalkan pertemuan dalam jumlah besar; menghindari perjalanan ke tempat umum; 6. Mempromosikan dan menjaga jarak ketika bersosialisasi tidak boleh berjabat tangan, mencium atau memeluk dan langkah-langkah perlindungan dasar lain (mencuci tangan dan masker). 7. Menyarankan orang yang menunjukkan gejala pernapasan untuk tetap tinggal di rumah, mengisolasi diri, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. 8. Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam jumlah besar di 132 RS rujukan. Sarana dan prasarana ini meliputi stok Alat Pelindung Diri, ventilator, respirator, dan bahan dan sarpras medis lainnya. Selain itu perlu kantong-kantong mayat dan tata cara pemakaman yang aman untuk setiap orang yang meninggal akibat infeksi saluran pernapasan.
  38. 38. Update WHO "Kami memiliki pesan sederhana untuk semua negara, yakni tes, tes, tes. Semua negara harus dapat menguji semua kasus yang dicurigai (Covid-19. Mereka tidak dapat memerangi pandemi ini dengan mata tertutup," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Jenewa, Senin (16/3/2020) waktu setempat.

  39. 39. Pesan Presiden Singapura • meneruskan semua langkah yang telah ada (Singapura sudah siap) • mempersiapkan diri dengan langkah-langkah untuk masa pendek dan masa mendatang • memahami dan mendukung langkah praktikal untuk mengurangi angka jemaah • menjaga kesehatan, kebersihan diri, keluarga dan sekitar kita
  40. 40. Pesat diplomat Amerika Serikat (dan beberapa negara lain) • meminta pemerintah Indonesia lebih serius antisipasi soal corona • perlunya Indonesia untuk melakukan lebih banyak untuk mempersiapkan diri dan melindungi diri dari virus corona • sangat penting bagi pemerintah (Indonesia) untuk deteksi kasus dan gejalanya lebih aktif • "banyak rumah sakit tidak memiliki APD [alat pelindung diri] yang memadai, tidak cukup tempat tidur isolasi dan transportasi spesimen tidak memadai" https://www.cnbcindonesia.com/news/20200228113436-4-141116/tak-yakin-ri-bebas-corona-as-minta-terawan-lebih-serius
  41. 41. Lowy Institute “The Interpreter” + “...membangun sesuatu, memotong birokrasi, meningkatkan akses ke layanan dasar (meskipun belum tentu kualitasnya), dan bersandar pada pegawai negeri agar lebih efisien” + “..Dia telah, dengan benar, mencoba meyakinkan orang dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan pencegahan dasar yang tepat, seperti mencuci tangan dengan benar dan meminimalkan kontak sosial yang tidak penting..” + “...telah terjadi koreksi arah, di mana Jokowi membentuk tim "respon cepat" untuk mengatasi krisis dan menyatakan bahwa pemerintah pusat akan mengambil kendali.” - “Respons awal sangat mencemaskan, dengan menteri kesehatan kontroversial...umumnya gagal mengatasi masalah”. - “...pemerintah perlu jauh lebih terbuka ketika mengelola krisis kesehatan masyarakat dalam skala ini dalam demokrasi yang luas” - “...masih ada kurangnya koordinasi lintas-pemerintah, dan tidak ada rencana yang jelas dan transparan tentang cara memerangi COVID-19.” - “'go to the ground', dan melakukan pemeriksaan langsung-tidak cukup untuk krisis skala dan kecepatan ini..” - “...pemerintah daerah mulai menerapkan tindakan mereka sendiri adalah karena mereka kehilangan kepercayaan pada kemampuan Jokowi untuk mengelola wabah.” - (terkait pertemuan Presiden/Kemenkes dalam pemberian paket jamu ramuan herbal) "Itu jelas pesan yang salah, pada waktu yang salah, dengan cara yang salah. Dan itu menunjukkan bahwa Jokowi dan pemerintahannya masih harus menempuh jalan panjang untuk mengatasi krisis ini,"
  42. 42. Unsur-unsur penting pemerintah Indonesia di lapangan • BNPB/BPBD • Aparat Penegakan Hukum (Polri/TNI) • Aparat Ketertiban Masyarakat • RT/RW • Petugas medis faskes Kelurahan/Kecamatan • Ketua dan kader-kader RT/RW • Komunitas dan Ormas • Rumah sakit dan petugas medis
  43. 43. Yang membutuhkan pergerakan manusia • Pekerja Kantoran • Pekerja Lapangan • Anak Sekolah • Wisata • Kegiatan perkumpulan

×