Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.
1
PROYEK “MEMBANGUN SISTEM PPC TERINTEGRASI”
(Production Planning and Control System Integrated)
BERDASARKAN ISO 9001:2000...
2
BAB I
PENDAHULUAN
LANDASAN BERPIKIR PPC TERINTEGRASI
(POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
Landasan berfikir utama yang akan d...
3
FORMULA yang nantinya akan anda gunakan untuk mengukur beberapa variabelitas yang
ada, apakah ada KORELASI diantara vari...
4
Gambar 1.1 Rencana Rumah Masa depan POLMAN Bandung (Computer
Integrated Manufacturing)
Gambar 1.2 Rencana Jalur Kependid...
5
DOCTOR
MASTER
BACHELOR
TRAINING
TRAINING
(?)
(?)
SPESIALIST 2 (?)
PROF. ENGR.
DIPLOME III
DIPLOME II
DIPLOME I
TRADESMAN...
6
BAB II
SETTING NOL DATA BASE PRODUKSI
2.1 MENENTUKAN FORMAT DATA BASE
PRODUKSI (POLITEKNIK MANUFAKTUR
BANDUNG)
Saya dibe...
7
2.2 KLARIFIKASI & SETTING DATA ORDER
PRODUKSI POLMAN BANDUNG di DI UPM
Setting Data Base Produksi dilakukan untuk menget...
8
BAB III
PEMODELAN
3.1. SYARAT BATAS & ASUMSI
Model tidak mengubah Rumah Masa Depan POLMAN Bandung yang telah
direncanaka...
9
3.2. KERANGKA BERFIKIR
Pada aktivitas Produksi maka kesatuan diantara Unit terkait digambarkan melalui
gambar 3.3. Yang ...
10
 Seluruh Unit Terkait memiliki Source Data Base Individu yang dihasilkan
melalui beberapa Software. Untuk melakukan se...
11
BAB IV
PENGUKURAN & PENGITUNGAN
Pengukuran dan Penghitungan yang dilakukan meliputi Penggabungan Data-
Data yang terdap...
12
 Data Manual Register Pesanan POLMAN Bandung yang dimiliki oleh
Bagian Keuangan. Kelengkapan Data yang up to date menj...
13
Buku Panduan ISO, pada suatu nomor Clausa tertentu dinyatakan bahwa untuk
melakukan perhitungan terhadap sekumpulan dat...
14
Gambar 4.1 Grafik Rata-Rata Cash Flow Produksi POLMAN Bandung
4.2 STATUS PIUTANG PESANAN P2KR TAHUN
2001-2004
Data piut...
15
4.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
CASH FLOW P2KR DI POLMAN BANDUNG
Cash Flow dibengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor...
16
distribusi Status Piutang P2KR 2001-2004 sebagai berikut (Lihat Lampiran F / 5
lembar):
Gambar 4.4 Gambar Grafik Jenis ...
17
4.3.4 PENAGIHAN YANG DILAKUKAN
Data ini perlu diklarifikasi lebih detail lagi berkenaan dengan salinan
tagihan yang dit...
18
Gambar 4.7 Gambar Grafik Kelengkapan Dokumen Delivery Order
4.3.6 PROGRESS PENYELESAIAN PESANAN OLEH PPC
JURUSAN VS REA...
19
4.3.7 KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PESANAN DAN
JUMLAH RESCHEDULE UNTUK MENYELESAIKAN
PESANAN
Keterlambatan Penyelesaian P...
20
4.4 “MARGIN PROFIT” DAN “LOOSE
OPPORTUNITY INCOME”
Tidak semua Pesanan yang berasal dari Internal ataupun Eksternal POL...
21
4.4.1. MODEL PERHITUNGAN “POST CALCULATION”
Model Penghitungan berdasarkan data-data yang dimiliki oleh POLMAN
Bandung ...
22
Keterangan dokumen-dokumen yang digunakan :
 Bagian Marketing & UPM : quotation, kontrak kerja, SPK, dan order data
sh...
23
BAB V
KETERKAITAN PRODUKSI DENGAN
AKTIVITAS P2KR
Seluruh Aktivitas P2KR yang telah dilakukan oleh POLMAN Bandung harus
...
24
Pemanfaatan data lengkap aktivitas P2KR akan mentriger Core Competency untuk Pengembangan sebagai berikut:
Gambar 5.2 H...
25
Pengembangan Program Studi yang ada akan memformulasikan beberapa hal berikut:
Gambar 5.3 Setup Program Studi
27
Satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjalankan aktivitas P3KR bagi seorang
karyawan POLMAN Bandung adalah LOADING &...
28
 Potret SDM di Bidang Produksi dan Rekayasa:
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
199119921993199419951996199920002001200220032...
29
 Potret SDM di Bidang Penulisan Buku, Hand Out dan Proposal:
0
1
2
3
4
5
6
7
8
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1999
2000...
30
PENUTUP
Akhirul kata saya sampaikan Rasa Permohonan Maaf yang sebesar-besarnya
jika dalam Laporan Penutup Proyek PPC Te...
[17/17]_Proyek Sistem PPC Terintegrasi_Laporan Penutup_Kord. Sistem Produksi-PPI Polman-Bandung_Duddy Arisandi_29-07-2004
Próxima SlideShare
Cargando en…5
×

[17/17]_Proyek Sistem PPC Terintegrasi_Laporan Penutup_Kord. Sistem Produksi-PPI Polman-Bandung_Duddy Arisandi_29-07-2004

PROYEK “MEMBANGUN SISTEM PPC TERINTEGRASI”
(Production Planning and Control System Integrated)
BERDASARKAN ISO 9001:2000
SUATU JALAN MENUJU CIM CENTER
(Pusat Computer Integrated Manufacturing)
Relevansi Sistem Manufaktur di Institusi Pendidikan untuk menyongsong Era Revolusi Industri 4.0

[PART 17 /17]
LAPORAN PENUTUP PPC TERINTEGRASI POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG
Daftar Isi :
1. Landasan Berfikir PPC Terintegrasi (Politeknik Manufaktur Bandung)
2. Setting Nol Data Based Produksi
3. Pemodelan Sistem Manufaktur
4. Penghitungan dan Pengukuran Parameter Produksi
5. Keterkaitan Produksi dengan Aktivitas P2KR
6. Penutup

Duddy Arisandi, S.T.
Kordinator Pengembangan Sistem Produksi – Pusat Pengembangan Institusi
Ka.Sub.Bag. Rendalprog Unit Pelayanan Masyarakat
Politeknik Manufaktur Bandung (Polman-Bandung/PMS-ITB)

  • Sé el primero en comentar

[17/17]_Proyek Sistem PPC Terintegrasi_Laporan Penutup_Kord. Sistem Produksi-PPI Polman-Bandung_Duddy Arisandi_29-07-2004

  1. 1. 1 PROYEK “MEMBANGUN SISTEM PPC TERINTEGRASI” (Production Planning and Control System Integrated) BERDASARKAN ISO 9001:2000 SUATU JALAN MENUJU CIM CENTER (Pusat Computer Integrated Manufacturing) Relevansi Sistem Manufaktur di Institusi Pendidikan untuk menyongsong Era Revolusi Industri 4.0 [ BAGIAN 17 / 17 ] LAPORAN PENUTUP PPC TERINTEGRASI POLMAN BANDUNG (29-Juli-2004) 1. Landasan Berfikir PPC Terintegrasi (Politeknik Manufaktur Bandung) 2. Setting Nol Data Based Produksi 3. Pemodelan Sistem Manufaktur 4. Penghitungan dan Pengukuran Parameter Produksi 5. Keterkaitan Produksi dengan Aktivitas P2KR 6. Penutup DISUSUN OLEH: DUDDY ARISANDI, S.T. DISUPERVISI OLEH: M. ISKANDAR NATAAMIJAYA KOKOK HAKSONO IWAN HARIANTON POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG (PMS-ITB) / 2002-2004
  2. 2. 2 BAB I PENDAHULUAN LANDASAN BERPIKIR PPC TERINTEGRASI (POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) Landasan berfikir utama yang akan dijadikan reference / datum merupakan apa yang sudah dimiliki oleh kita, dan telah direncanakan oleh Para Mpu PMS-ITB sejak awal berdirinya Institusi kita. Konsep Dasar yang akan direncanakan untuk diimplementasikan dilandasi oleh SISTEM IDEAL yang dimiliki oleh kita (dan sudah diakui oleh beberapa pakar di Bidang Manufaktur), dan mencari ZERO SETTING atas terputus / terdeviasi-nya tujuan yang telah ditetapkan sejak awal mengenai konsep PRODUCTION BASED EDUCATION. Suatu kesempatan Dialog (dengan Bapak Hadi Waratama) yang tidak pernah akan saya lupakan pada Tahun 1998 menjadikan semangat untuk membangun sistem yang ada di POLMAN Bandung tercinta sampai kapanpun dan dimanapun sebagai berikut: “Bagaimana menurut Bapak mengenai konsep dan implementasi PBE di POLMAN Bandung? PBE merupakan suatu KONSEP IDEAL sama seperti anda menjalankan kehidupan sehari-hari yang tak pernah mungkin dapat dikuasai secara ideal, namun anda dapat mencari pendekatannya dan suatu kepastian bahwa tingkatan-tingkatan tertentu harus anda lalui, dan suatu hal yang pasti pula bahwa anda tidak pernah akan bisa melakukannya dengan suatu lompatan jauh dalam sesaat” “Kenapa PBE perlu kita laksanakan jika sudah diketahui sejak awal bahwa konsep yang bersangkutan merupakan konsep yang ideal? Anda harus mengerti bahwa sejak dulu secara eksplisit kita telah menerapkan PBE di dalam kesehariannya. PBE murni merupakan sistem yang dihasilkan oleh kita, dan anda tahu pula bahwa untuk MENJALANKAN SISTEM PENDIDIKAN yang kita jalankan sekarang akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan menurut anda DARI MANA SUMBER DANA TERSEBUT BERASAL? Apakah kesejahteraan kita dapat dipenuhi oleh SUBSIDI DARI PEMERINTAHAN?” “Bagaimana Guideline untuk menjalankan PBE menurut hemat Bapak? Anda mengetahui beberapa alat instrumentasi dalam dunia pengukuran? Apakah anda juga mengetahui bahwa ada masa dimana alat yang bersangkutan perlu DIKALIBRASI? Apakah anda tahu bahwa ada Reference / Datum / Gauge yang akan anda jadikan acuan untuk melakukan kalibrasi? Pada tahap awal anda harus memiliki REFERENCE POINT, buat itu supaya segala sesuatunya dapat terukur dahulu karena pada tahapan berikutnya anda akan melakukan pengukuran yang dilakukan secara berkala sebelum anda melakukan analisis. Anda memerlukan suatu
  3. 3. 3 FORMULA yang nantinya akan anda gunakan untuk mengukur beberapa variabelitas yang ada, apakah ada KORELASI diantara variable-variabel tersebut, seberapa jauh variable- variabel tersebut TERKORELASI satu sama lainnya, bagaimana BENTUK FORMULA yang menunjukkan korelasi diantara variable-variabel tersebut?” “Pada tahap berikutnya anda melalukan pengukuran, jangan lupa tentukan DOMAIN dan RANGE PENGUKURAN yang anda lakukan. Satu hal yang penting yang harus anda tentukan dikarenakan PBE merupakan konsep yang Ideal adalah BOUNDARY CONDITION, tentukan syarat batas berlakunya formula yang anda buat dan tentukan beberapa ASUMSI yang diperlukan berdasarkan kondisi keseharian yang telah dan akan anda lakukan.” “GAP antara STATUS PERENCANAAN dan STATUS AKTUAL sudah pasti terjadi, dan sayangnya tidak bisa dipastikan berada dalam kondisi yang selalu berharga positif. Terjadinya kondisi negative tidak akan menjadi masalah selama hal yang bersangkutan digunakan sebagai reference untuk perbaikan di masa yang akan datang. ANDA JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK MELAKUKAN KESALAHAN SEBESAR APAPUN, tetapi SEKALI KESALAHAN TERSEBUT ANDA BUAT MAKA PERKECIL ATAU BILA MEMUNGKINKAN TIADAKAN SECARA SISTEMATIS dikemudian harinya.“ “Ada satu hal lagi Pak, yang perlu saya ketahui, apakah mungkin PBE benar-benar diterapkan oleh kita? Bukan mungkin tapi BISA DAN HARUS ANDA LAKUKAN. Untuk melakukannya anda harus melakukan INTEGRASI TERHADAP STRUKTUR, FUNGSI, TUGAS dan SEMUA UNIT yang ada di POLMAN Bandung, dan KITA TELAH MERENCANAKANNYA JAUH HARI SEBELUMNYA untuk memprediksi sepuluh-duapuluh tahun ke depan yang akan terjadi. Akhir kata dari saya, coba anda baca makalah-makalah seminar yang telah dibuat oleh kami dan BUKTIKAN ITU TERJADI DI MASA YANG AKAN DATANG, lakukan ANTISIPASI AWAL yang diperlukan jika anda menghadapi masalah dikemudian hari. Ingat ANDA TIDAK AKAN BISA MELOMPAT JAUH DALAM WAKTU SEKEJAP, namun jika anda lakukan SECARA BERKESINAMBUNGAN dan anda JAGA DALAM KORIDOR yang telah ditentukan dan direncanakan sejak tahap awal maka tidak mustahil dalam suatu saat anda akan MENEMUKAN FORMULASI PADA TINGKATAN YANG OPTIMUM ” Sesuai dengan apa yang telah dipesankan oleh beliau maka saya mencoba untuk mencari beberapa literatur dan referensi sesuai yang telah dianjurkan oleh beliau (dan semuanya dihasilkan oleh Putra-Putra terbaik POLMAN Bandung) beberapa diantaranya adalah:
  4. 4. 4 Gambar 1.1 Rencana Rumah Masa depan POLMAN Bandung (Computer Integrated Manufacturing) Gambar 1.2 Rencana Jalur Kependidikan yang akan dijadikan Reference oleh POLMAN Bandung STANDARISASI, AKREDITASI dan SERTIFIKASI SISTEM PENDIDIKAN dan PELATIHAN INDONESIA UU Sisdiknas tahun 2003 No. 20 & UU Ketenagakerjaan tahun 2003 No. 39 Badan ini adalah auditor terhadap sistem jaminan mutu yang diterapkan oleh masing-masing Lembaga Pendidikan dan Pelatihan sebagai kendaraan untuk melakukan Continuous Improvement (CI) dalam pencapaian mutu yang ditetapkan secara efektif dan efisien. Lembaga ini berbentuk : BAN - PT BAS LAP    BADAN AKREDITASI NASIONAL BNSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PELATIHAN (?) Dalamkategoriini,misalnyaScholasticAptitudeTestIlmuKimia,Fisika, Matematika,Biologi,BahasaIndonesia,Bahasa-bahasalainnya,GRE untukmelanjutkanstudidanlain-lainnya. STANDAR KOMPETENSI Industri 9 7 5 2 8 6 3 4 1 Lainnya(?) A A A AA A A Note : SD SLP SMU SMK VC VTC ITC FITC SP - Elementary School, - Junior Secondary School, - Secondary General School, - Secondary Vacational School, - Vocational Courses, - Vocational Training Center, - Industrial Training Center, -Further Industrial Training Center, - Specialist Academic permeability through bridging courses Professional permeability through bridging training Formal/eligible pathway 9 Year Basic Education Bridging requirements Ref. Skills Towards 2020 Academic Education Stream Univ. Inst. S.T. SMU F I T C SMK Orientation S L P S D V C V T C IT C S3 S2 S1 Professional Education Stream Industrial Training Stream Mana- gerial Courses Sp1 Sp2 D3 D2 D1 A A B C B B B C D4
  5. 5. 5 DOCTOR MASTER BACHELOR TRAINING TRAINING (?) (?) SPESIALIST 2 (?) PROF. ENGR. DIPLOME III DIPLOME II DIPLOME I TRADESMAN JUNIOR TRADESMAN SENIOR TECHNICIAN LABOUR JUNIOR TRADESMAN TRADESMAN JUNIOR TECHNICIAN TECHNICIAN ENGINEERING ELEMENTARY SCHOOL JUNIOR VOC. SENIOR VOC. D I D II D III D IV ELEMENTARY SCHOOL JUNIOR HIGH SENIOR HIGH S 2 SP 1 SP 2 S 1 S 3 SPESIALIST 1 (?) COURSE COURSE = R &D, ENGINEERING & DESIGN, INOVATION = APLICATION & IMPLEMENTATIAN Gambar 1.3 Piramida sumber daya manusia kebutuhan industri KOMPETENSI STANDAR PENINJAUAN KURIKULUM UJIAN MASUK PERENCANAAN PROGRAM IMPLEMENTASI PROGRAM EVALUASI AKHIR KEBUTUHAN PEMESAN ANALISA PRODUK PEMBUATAN KONTRAK PERENCANAAN KUALITAS PERANCANGAN PERENCANAAN PRODUKSI PEMERIKSAAN KUALITAS PENYIMPANAN LANJUT PENGIRIMAN PELAKSANAAN PRODUKSI PRODUKSI PENDIDIKAN Gambar 1.4 Penggabungan sistem produksi dan pendidikan di POLMAN
  6. 6. 6 BAB II SETTING NOL DATA BASE PRODUKSI 2.1 MENENTUKAN FORMAT DATA BASE PRODUKSI (POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) Saya diberi tugas untuk Proyek PPC Terintegrasi sejak Bulan Juni Tahun 2002. Untuk melakukannya maka dibuat perencanaan dan beberapa meeting (untuk melakukan klarifikasi terhadap permasalahan Produksi yang ada di POLMAN Bandung). Sebagai luaran dihasilkan “MATRIKS MASALAH BERIKUT PERBAIKAN” dan “RESUME PERMASALAHAN” & “USULAN” di Bidang Produksi yang terjadi di POLMAN Bandung. (Soft File di Arsipkan di UPT Multimedia). Untuk melakukan Setting Data Base Produksi maka saya buatkan Formating Isian “Historical Production Activity” dalam bentuk sebagai berikut: Gambar 2.1 Format Isian Data Base Produksi POLMAN Bandung JUMLAH PEMBAYARAN PELUNASAN [Rp] HARGA CONFORM [Rp] TANGGAL & NOMOR & JENIS "PO" DARI CUSTOMER TANGGAL SELESAI JURUSAN NILAI KONTRAK [Rp] RENCANA TANGGAL PENAGIHAN DP 2 TERAKHIR RENCANA TANGGAL PENAGIHAN PELUNASAN TERAKHIR TANGGAL PENAGIHAN BAG. KEUANGAN & REALISASI PEMBAYARAN PELUNASAN PENAWARAN DELIVERY DARI CUSTOMER CUSTOMER [MINGGU] PENAWARAN PRICE DARI CUSTOMER [Rupiah] TANGGAL "Q" KE CUSTOMER PRICE PT POLMAN SWADAYA ke POLMAN BANDUNG / ORDER PPN [Rp] PRICE PT POLMAN SWADAYA ke CUSTOMER / ORDER PPN [Rp] TANGGAL RESPONSE CUSTOMER & PELUNASAN ke PT POLMAN SWADAYA) TANGGAL "HDP&DELIVERY" DISERAHKAN KE MARKETING BIAYA MATERIAL PADA "HDP" [Rp] BIAYA PROSES PADA "HDP" [Rp] BASIC PRICE PPC [Rp] DELIVERY PPC [MINGGU] PRICE MARKETING [Rp] KAPASITAS DIPERLUKAN UNTUK MENYELESAIKAN ORDER [jam] / [kg] DELIVERY MARKETING KE CUSTOMER [MINGGU] JUMLAH TOTAL ORDER BARANG KE LOGISTIK [Rp] TANGGAL ORDER MATERIAL / KOMPONEN TERAKHIR HASIL PENGHITUNGAN COST CENTER [Rp] NOMOR QUOTATION TANGGAL "RFQ" DARI CUSTOMER TANGGAL PERMINTAAN "HDP&DELIVERY" KE PPC NAMA & JUMLAH PESANAN PADA "SPK" NILAI KONTRAK ITEM PESANAN [Rp] STATUS ORDER KETERANGAN TANGGAL PENAGIHAN BAG. KEUANGAN & REALISASI PEMBAYARAN DP 2 JUMLAH PEMBAYARAN DP 2 [Rp] TANGGAL PESANAN MASUK KE LOGISTIK TANGGAL PENGIRIMAN PESANAN NAMA DAN JUMLAH PENGIRIMAN PESANAN RENCANA TANGGAL PENAGIHAN DP 1 TERAKHIR TANGGAL PENAGIHAN BAG. KEUANGAN & REALISASI PEMBAYARAN DP 1 JUMLAH PEMBAYARAN DP 1 [Rp] SPK DIBUAT PADA TANGGAL TANGGAL SPK DITERIMA OLEH PPC TANGGAL & STATUS RESCHEDULE "PPC" TANGGAL RENCANA & AKTUAL "QC" TANGGAL DELIVERY CUSTOMER TANGGAL DELIVERY UPM NAMA PERUSAHAAN JENIS TERM OF PAYMENT NO. URUT NO. ORDER RENCANA TANGGAL MULAI "SPK" RENCANA TANGGAL SELESAI "SPK"
  7. 7. 7 2.2 KLARIFIKASI & SETTING DATA ORDER PRODUKSI POLMAN BANDUNG di DI UPM Setting Data Base Produksi dilakukan untuk mengetahui Satus Order In Process, Layak Tagih, Lunas dan Order bermasalah. Melalui Pencarian Data yang bersumber di Bagian UPM, Bagian Keuangan, Bagian Logistik (berupa arsip dokumen registrasi order dan buku manual regristrasi order, maka didapat Status Data sebagai berikut (Lihat Lampiran A: 8 Lembar): Tabel 2.1 Klarifikasi Status Order Produksi 1998 – 2001 POLMAN Bandung Gambar 2.2 Klarifikasi Status Order Produksi 1998 – 2001 POLMAN Bandung Sebagai acuan untuk melakukan Setting Nol, maka data yang akan digunakan untuk order mulai tahun 2001 dengan pertimbangan kelengkapan data yang paling mencukupi. Untuk Data Tahun 1998-2001, diputuskan tidak memadai dan dapat diklarifikasi pada Buku Manual Regrister Order POLMAN Bandung yang dimiliki oleh Bagian Keuangan. 1998 Rp0.00 Rp21,688,000.00 Rp13,000,000.00 Rp0.00 1999 Rp4,000,000.00 Rp207,180,000.00 Rp19,970,000.00 Rp20,000.00 2000 Rp1,800,000.00 Rp392,069,000.00 Rp38,299,530.00 Rp60,420,000.00 2001 Rp379,981,330.00 Rp120,432,040.00 Rp165,874,075.00 Rp754,683,400.00 TOTAL Rp385,781,330.00 Rp741,369,040.00 Rp237,143,605.00 Rp815,123,400.00 STATUS ORDER LUNAS STATUS PELUNASAN ORDER MULAI TAHUN 2001 - 2004 ORDER PRODUKSI STATUS ORDER CLOSED STATUS ORDER PERLU KLARIFIKASI STATUS ORDER BELUM LUNAS & BELUM BAYAR
  8. 8. 8 BAB III PEMODELAN 3.1. SYARAT BATAS & ASUMSI Model tidak mengubah Rumah Masa Depan POLMAN Bandung yang telah direncanakan sebelumnya. Model yang akan didekati dapat mengintegrasikan Bagian Keuangan; Bagian Unit Pelayanan Masyarakat; Bagian Keuangan; Bagian Logistik; Bagian Unit Kendali Mutu; Bagian Unit Pelayanan Teknis Lainnya; dan Empat Jurusan yang ada di POLMAN Bandung. Syarat batas yang sudah ada berupa Aktivitas Pendidikan; Produksi; Pelatihan; Konsultasi dan Rekayasa. Perlu ditekankan bahwa semua aktivitas & Pengembangan yang dilakukan bagi semua Unit di POLMAN Bandung memiliki keterikatan fungsi & aktivitas terhadap “Quality”, “Cost” dan “Delivery” sesuai dengan Tugasnya masing-masing, dan tidak mengasumsikan bahwa QCD tersebut hanya diterapkan dan berlaku pada produk nyata. Suatu bentuk Etos Kerja dan Ke-POLMAN-an yang tinggi didasari atas Rasa kebersamaan dan tanggungjawab bersama, yang mana jika salah satu Unit gagal menjalankan Fungsinya maka akan berdampak pada Unit lainnya. Tidak ada suatu permasalahan yang diakibatkan dan ditimpakan oleh/kepada suatu indidu tetapi hendaknya kita cermati bahwa kita adalah sebagai suatu kesatuan yang jika salah satu bagian dari kita sakit maka kita secara keseluruhan akan sakit pula. Demikian juga sebaliknya bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kontribusi seorang individu tetapi oleh keseluruhan individu / bagian yang ada. Perlu dicermati bahwa aktivitas-aktivitas yang kita lakukan merupakan suatu proses Iteratif yang memerlukan feedback / data umpan balik untuk koreksi dan improvement yang diperlukan. Gambar 3.1 Pelaksanaan Proses Secara Iteratif + / - Miss-interpretation of actual condition (cause by poor databased & information system LOOPING PRODUCTION SYSTEM MANUFACTURING ACTIVITIES FOR GOAL SETTING PLANNING STATUS ACTUAL STATUS
  9. 9. 9 3.2. KERANGKA BERFIKIR Pada aktivitas Produksi maka kesatuan diantara Unit terkait digambarkan melalui gambar 3.3. Yang mana semua bagian merupakan suatu kesatuan utuh yang memiliki sasaran Quality, Cost dan Delivery yang utuh. Main Set terhadap tujuan yang akan dicapai harus mengacu pada “Cash Flow System” dan “Margin Profit”. Tujuan tambahan akan bermuara pada pengembangan semua Unit terkait P3KR yang diperlukan untuk merealisasikan Rumah Masa Depan POLMAN Bandung (yang tidak membedakan core & supporting unit). Gambar 3.2 Keterkaitan diantara Unit Terkait Produksi 3.3. PENGORGANISASIAN DATA BASE Mengintegrasikan seluruh aktivitas, fungsi dan struktur tidak mudah dilakukan secara Manual (secara konvensional), sekarang sudah saatnya untuk membuat Sentralisasi Data Base aktivitas P3KR. Perlu dicermati bahwa Data tersebut akan digunakan untuk keperluan P3KR dikemudian hari (tidak hanya untuk ruang lingkup produksi saja, melainkan Core Strengthening Program Studi dan Unit lainnya). Seperti telah dikatakan pada awal penulisan bahwa POLMAN Bandung memiliki Source Basis Data yang amat kuat sekali, dan dapat dijadikan model manufaktur yang sangat ampuh dan untuk membangun software sistem manufaktur, dan tidak hanya untuk keperluan produksi saja. Sistem yang kita miliki memiliki nilai yang teramat tinggi jika kita sanggup mengemas dan mengolahnya untuk menjadi suatu Software Manufacturing / Enterprise Resource Planning khas POLMAN Bandung. Permasalahan yang ada saat ini menurut hemat saya adalah: 1 2 3 4 Marketing Order Administrati-on Material Preparation Processing Payment FINISH Rupiah(determiningof MARGINPROFIT) Order 1 Time (determining of CASH FLOW) Manufacturing Lead Time Order 3 Order 4 Order Conform Finish Quality Control Packaging & Transportati-on Order 2
  10. 10. 10  Seluruh Unit Terkait memiliki Source Data Base Individu yang dihasilkan melalui beberapa Software. Untuk melakukan sentralisasi data akan memerlukan effort khusus. Hati-Hati bahwa Data tersebut kadangkala diperlukan dengan cepat, aktual dan lengkap untuk beberapa kebutuhan tertentu. Untuk melakukan sentralisasi data akan memerlukan effort khusus yang tidak mudah untuk dilakukan tetapi dapat dilakukan oleh POLMAN Bandung.  Tidak seluruh Unit memiliki Software yang dapat merepresentasikan kejadian aktual yang sedang terjadi di lapangan, bahkan sampai kepada sorting otomatis untuk kebutuhan problem picture, analisa dan alternative problem solving.  Data kunci statistic atau beberapa parameter lainnya tidak dapat dihasilkan secara otomatis melalui software yang bersangkutan, tetapi dilakukan secara manual yang memerlukan effort khusus juga.  Perlu dicermati bahwa penerapan ISO 9000 yang ada di POLMAN Bandung baru direpresentasikan dalam bentuk Flowchart bagi semua Unit yang ada (hal ini bukan merupakan suatu kesalahan). Perlu dikembangkanlagi menjadi Model dalam bentuk IDEF Structure ; Diagram Konteks, dan lain-lainnya. Hal ini sudah diterapkan pada beberapa perusahaan besar (akan tergambar structure data based yang diperlukan) sehingga akan mempermudah jika Sentralisir Data Base akan diterapkan berikut penggunaannya). Saya simpulkan bahwa untuk membangun Rumah Masa Depan POLMAN Bandung dapat diawali dengan pengorganisasian data base secara sentralistik dikarenakan Source Data Base yang multi variable akan digunakan juga untuk tujuan yang multi purpose juga (Model dengan Kompleksitas yang menjanjikan dan tidak terdapat pada semua Industri Manufaktur). Gambar 3.3 Salah Satu Model Pengorganisasian Data Base Data Data Data Data Data Material DATA MANAGEMENT, NETWORK CONTROL Cost Estimating Data Collection Job Shop Control External Networks PPC Purchasing Capacity Planning Order Handling Marketing Information, Customer Order Engineering and Product Design (CAD / CAE) CAD Simulation Quality Qontrol Planning Process Planning Producti-on (CAM) Inventory Control Control of Conveyance System Robot Control Quality Control DNC, CNC Quality Control Automatic Stocking Purchased parts and material Shipping All Supporting Unit
  11. 11. 11 BAB IV PENGUKURAN & PENGITUNGAN Pengukuran dan Penghitungan yang dilakukan meliputi Penggabungan Data- Data yang terdapat di POLMAN Bandung baik secara manual ataupun pencatatan elektronik, yang secara sistem tidak kekurangan satupun data yang diperlukan (pre-request sebagai model manufaktur telah terpenuhi dan semuanya tersedia; kesalahan yang terjadi terjadi berupa entry data / data kosong). Satu hal yang masih belum tersosialisasikan dengan baik adalah kebiasaan melakukan VALIDASI DATA sebelum melakukan pencatatan ataupun data entry. Jika memungkinkan mulai saat ini KALIBRATOR seluruh STATUS PESANAN P2KR mengacu pada CATATAN MANUAL REGISTER PESANAN POLMAN Bandung yang ada di Bagian Keuangan. Walaupun ditulis tangan / secara manual, tetapi Validitas sebagai Kalibrator dapat dipertanggung jawabkan. Beberapa Source Data yang digunakan untuk penghitungan ini mengacu pada:  Data Cost Center UPT Multimedia (sebagai entrance test tidak menjadikan masalah apakah personal yang mengisi melakukan kesalahan / tidak pada saat pengisiannya). Tujuan kita adalah melakukan Proses Iteratif untuk perbaikan di masa yang akan datang. Jika semakin lama Sosialisasi Cost Center tidak diperhatikan maka akan menjadikan masalah serius bagi POLMAN Bandung berupa deviasi hasil akhir penghitungan yang dilakukan terhadap aktivitas P3KR.  Data Pesanan Barang UPT Logistik. Sebagai Software harus memiliki kemapanan dalam hal Validasi Kebenaran Pengisian Form Pesanan, Tidak dapat berdiri sendiri tetapi sebagai sistem yang secure akan memerlukan beberapa parameter validasi yang berasal dari Unit lain.  Data Register Order UPM. Perlu penyempurnaan lebih lanjut seperti yang diusulkan pada halaman 5. Beberapa Blok Data Perlu disiapkan sebagai Administration Order Handling. Software tersebut salah satu software yang ampuh dan lebih awal berdirinya dibandingkan dengan software lainnya yang pernah dibuat oleh POLMAN Bandung.
  12. 12. 12  Data Manual Register Pesanan POLMAN Bandung yang dimiliki oleh Bagian Keuangan. Kelengkapan Data yang up to date menjadi masalah yang serius dan dapat mengkaburkan Status Suatu Pesanan (P2KR). Sebagai Pre-Request harus memiliki data berikut: Nomor, Tanggal dan Jenis Dokumen “PO”; Nama & PIC Perusahaan; Harga, Kuantitas dan Jenis Pesanan; Term of Payment; Tanggal Penagihan Dikirimkan ke Customer; Tanggal dan Jumlah Pembayaran yang dilakukan oleh Customer; Cap & Approval Status Pesanan berupa: Status “CLOSED” (dapat diakibatkan karena faktor Internal dan Eksternal POLMAN Bandung); “LUNAS”; “FINISH” (untuk pesanan dalam / Internal POLMAN Bandung) & “SELESAI” (semua dokumen riwayat order yang melingkupi aktivitas marketing sampai dengan pelunasan serta dokumen yang menyertainya disentralisir di Bagian Keuangan POLMAN Bandung). Untuk menyatakan Status Pesanan “LUNAS” dan “SELESAI” perlu Validasi Data yang akurat dan dapat dipertanggung- jawabkan, berikut Paraf & Tanggal Approval Personal yang melakukan pencatatan pada Buku Register tersebut.  Satu hal yang perlu dicermati, bahwa Basis Data pada Catatan Pengambilan Uang (Cash) berdasarkan software yang ada belum dapat di-sorting dengan cepat (otomatis) berdasarkan Nomor Pesanan, sorting dapat dilakukan dengan cepat berdasarkan Sistem Penomoran Accounting yang berlaku di POLMAN Bandung. Sorting dapat direncanakan juga berdasarkan jenis Bagian / Unit Pemesan, Personal, Jenis Kebutuhan / Peruntukannya dan lain-lain.  Software PPC Jurusan yang mapan sampai saat ini baru PPC Jurusan Teknik Manufaktur dan PPC Jurusan Teknik Pengecoran Logam. Perlu dilakukan penyempurnaan untuk Validasi Data Awal sebelum Data Entry dilakukan, Graphical Representation untuk menyatakan kondisi aktual suatu pesanan dan Statistc Key Value. Progress Report dan Status Reschedule suuatu order harus dapat dideteksi sedini mungkin untuk kemudian disampaikan ke Customer dan dapat dihasilkan secara otomatis dari software yang bersangkutan.  Dikarenakan Historical Document suatu Pesanan dalam jumlah yang tidak sedikit maka penulis telah merancang Order & Quotation Data Sheet, namun sampai dengan sekarang belum pernah tersosialisasikan dengan serius karena keterbatasan waktu penulis. Jika memungkinkan Status Pesanan Selesai dapat diresumekan kedalam Form yang bersangkutan, dan tujuan akhirnya adalah Pengumpulan, Pengolahan dan Perhitungan Data, Analisis dan masukan improvement untuk Repeat Order dan Antisipasi Pesanan dikemudian hari (Lihat Lampiran B: 2 lembar) Penghitungan yang dilakukan oleh penulis menggunakan Tools Statistik sederhana yang dilakukan secara manual (bukan dengan Software Statistic). Ada suatu permasalahan yang perlu dilakukan penyelesaiannya dengan segera berupa STANDARDISASI METODA PENGHITUNGAN yang dilakukan. Pada
  13. 13. 13 Buku Panduan ISO, pada suatu nomor Clausa tertentu dinyatakan bahwa untuk melakukan perhitungan terhadap sekumpulan data harus dilakukan menggunakan Metoda yang telah dibakukan semisal SEVEN TOOLS. Sudah saatnya sekarang untuk melakukan penghitungan melalui Standard Metoda Perhitungan yang baku untuk melakukan Reporting Berkala atas aktivitas yang telah dilakukan terhadap pencapaian Sasaran Mutu di seluruh Unit / Bagian di POLMAN Bandung. Standard Metoda Penghitungan tersebut akan dilengkapi dengan Grafik, Bagan, tabel dan Formula. Satu hal yang penting adalah Diagram Kontrol, yang telah penulis buktikan apakah suatu reporting dilakukan tidak sesuai dengan kondisi aktualnya, atau suatu aktivitas berikut hasil yang didapat telah dikerjakan tanpa adanya pengendalian yang telah direncanakan. Beberapa penghitungan dan representasi data berikut dilakukan berdasarkan KALIBRATOR / REFERENCE POINT berupa CATATAN REGISTER PESANAN MANUAL yang ada di Bagian Keuanagan sampai dengan Tanggal 07-Juli-2004. (SUATU HAL YANG PENTING UNTUK MELAKUKAN ZERO SETTING / PEMBERIAN CAP STATUS PESANAN SETELAH REPORTING INI DIBUAT, SEKALIGUS MELAKUKAN KLARIFIKASI TERHADAP STATUS PESANAN YANG BERSANGKUTAN, dokumen pendukung ada di UPM). (Lihat Lampiran C1 / 13 lembar dan Lampiran C2 / 7 lembar.) 4.1 RATA-RATA CASH FLOW PRODUKSI POLMAN BANDUNG Cash Flow secara sederhana saya ilustrasikan sebagai aliran masuk uang (pembayaran yang dilakukan oleh customer yang meliputi Down Payment ataupun Pelunasan), dan aliran keluar uang (pengeluaran atas pengerjaan pesanan yang diasumsikan sama dengan nilai pesanan dan diperuntukkan bagi status pesanan In Proses, Pesanan Siap Kirim dan Piutang Layak tagih). Cash Flow memiliki sasaran mutu berupa RASIO aliran masuk terhadap aliran keluar uang. Melalui data yang telah dikumpulkan oleh penulis, diperoleh Rata- Rata Cash Flow sebagai berikut (Lihat Lampiran D / 7 lembar) : RATA-RATA x 1000 [Rp] RATIO CASH FLOW PRODUKSI Pesanan In Process (PPC) Rp1,346,966 Pesanan Siap Kirim (UPM) Rp330,550 Piutang Layak Tagih (B. Keuangan) Rp1,898,869 Total Aliran Keluar Rp3,576,385 Total Aliran Masuk (Pembayaran Piutang) Rp283,572 0.0793 Tabel 4.1 Tabel Rata-Rata Cash Flow Produksi POLMAN Bandung
  14. 14. 14 Gambar 4.1 Grafik Rata-Rata Cash Flow Produksi POLMAN Bandung 4.2 STATUS PIUTANG PESANAN P2KR TAHUN 2001-2004 Data piutang diperoleh berdasarkan Status Pesanan pada Buku Catatan Registrasi Pesanan Manual Bagian Keuangan sampai dengan Tanggal 07-Juli- 2004 (Belum ada Pengecapan Staus Pesanan). Data Ini perlu diklarifikasi dan dilakukan Zero Setting berdasarlan Lampiran C1 & C2. Distribusi berdasarkan Piutang Produksi, Pelatihan, Konsultasi dan Rekayasa Tahun 2001-2004 berikut: Gambar 4.2 Gambar Distribusi Piutang P2KR 2001-2004
  15. 15. 15 4.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CASH FLOW P2KR DI POLMAN BANDUNG Cash Flow dibengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi rentetan aktivitas yang melibatkan seluruh Unit terkait P2KR di POLMAN Bandung, dan faktor eksternal di luar POLMAN Bandung dapat mempengaruhinya juga. Saya secara pribadi mengklasifikasikannya menjadi beberapa faktor sebagai berikut: 4.3.1 CUSTOMER MAPPING Customer mapping menjadi keharusan bagi setiap Industri yang melakukan aktivitas manufaktur. Untuk kondisi POLMAN Bandung, data tersebut tidak hanya digunakan untuk keperluan Produksi saja, melainkan untuk menjalankan Aktivitas Pendidikan, Pelatihan, Konsultasi dan Rekayasa. Customer Behavior perlu dipelajari dan dibuat pengkelasannya. POLMAN Bandung harus memiliki Rasio, Batas Kontrol Atas & Batas Kontrol Bawah atas nilai pesanan dalam satuan rupiah (In Proses, Siap Kirim dan Piutang). Salah satu bentuk customer mapping berkenaan dengan Piutang Layak tagih digambarkan sebagai berikut (Lihat Lampiran E / 5 lembar) KURVA PARETO MAPPING CUSTOMER (No Urut: 1 - 15) Rp0 Rp500,000 Rp1,000,000 Rp1,500,000 Rp2,000,000 Rp2,500,000 P.SW AD AYA CPI PSUP.CEPER DIKTI DIKM ENJURP.TIM A H TO NICAN DR A NTC SM KN JENA NG AN BTUP3TKIM DIKTIBA KR IE P.SW AK ARSA RUPIAHx1000 Gambar 4.3 Kurva Pareto untuk Customer Mapping 4.3.2 JENIS PENETAPAN PESANAN Secara umum Jenis Penetapan Pesanan ke POLMAN Bandung (tanda jadinya disepakati penetapan pesanan) terdiri atas: Conform melalui / secara “Lisan”, “Tertulis”, “Dokumen Purchase Order”, “Kontrak Kerja”. Dapat dilihat
  16. 16. 16 distribusi Status Piutang P2KR 2001-2004 sebagai berikut (Lihat Lampiran F / 5 lembar): Gambar 4.4 Gambar Grafik Jenis Penetapan Pesanan 4.3.3 JENIS TERM OF PAYMENT (PEMBAYARAN PESANAN) Secara umum Jenis Pembayaran Pesanan ke POLMAN Bandung terdiri atas: “Cash on Delivery”, “Down Payment”, “Konsinyasi” Dapat dilihat distribusi Status Piutang P2KR 2001-2004 sebagai berikut (Lihat Lampiran F / 5 lembar): Gambar 4.5 Gambar Grafik Jenis Pembayaran Pesanan
  17. 17. 17 4.3.4 PENAGIHAN YANG DILAKUKAN Data ini perlu diklarifikasi lebih detail lagi berkenaan dengan salinan tagihan yang ditembuskan ke UPM. Untuk melakukan Tagihan Pelunasan, maka dolumen penyerta harus lengkap dan beberapa diantaranya adalah Dokumen Penetapan Pesanan, Delivery Order, Faktur Pajak dan Data Customer lainnya yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan Customer. Dapat dilihat distribusi P2KR 2001-2004 mengenai Progress Penagihan sebagai berikut (Lihat Lampiran F / 5 lembar): Gambar 4.6 Gambar Grafik Status Penagihan Pesanan 4.3.5 KELENGKAPAN DOKUMEN “DELIVERY ORDER” ATAU BUKTI PENERIMAAN PESANAN Pada Jenis Pesanan Produksi (Pengujian Laboratorium), Pelatihan, Konsultasi dan Rekayasa maka Luaran Pesanan Berupa DOKUMEN. Perlu diklarifikasi dan dibicarakan lebih lanjut apakah Pengiriman Dokumen Pesanan tersebut harus menggunakan format resmi dokumen Delivery Order atau Dokumen Bukti Penerimaan Lainnya. Catatan Pengeluaran dan Pemasukan Pesanan yang ada pada Bagian UPT Logistik layak dijadikan KALIBRATOR untuk Tracing Pengiriman Pesanan. Dapat dilihat distribusi Status Kelengkapan Dokumen Delivery Order Piutang P2KR 2001-2004 sebagai berikut (Lihat Lampiran F / 5 lembar):
  18. 18. 18 Gambar 4.7 Gambar Grafik Kelengkapan Dokumen Delivery Order 4.3.6 PROGRESS PENYELESAIAN PESANAN OLEH PPC JURUSAN VS REALISASI PENCAPAIAN TARGET MARKETING Hal ini perlu dijadikan acuan pada saat melakukan Perencanaan di Bidang P2KR, Rasio yang terjadi menunjukkan bahwa Rata-Rata Pemasukan Pesanan oleh Bagian Marketing masih di atas Rata-Rata Penyelesaian Pesanan oleh PPC. Penyelesaian dalam satuan Rupiah oleh PPC Jurusan akan mempengaruhi Cash Flow POLMAN Bandung secara keseluruhan. Distribusi perbandingan anrara PPC Jurusan digambarkan sebagai berikut (Lihat Lampiran D / 6 lembar): Gambar 4.8 Gambar Grafik Penyelesaian Pesanan vs Target Marketing
  19. 19. 19 4.3.7 KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PESANAN DAN JUMLAH RESCHEDULE UNTUK MENYELESAIKAN PESANAN Keterlambatan Penyelesaian Pesanan akan berdampak pada Cash Flow, dan Reschedule merupakan perpanjangan waktu pengerjaan pesanan oleh PPC Jurusan dari yang telah disepakati sebelumnya. Distribusi perbandingan antara PPC Jurusan digambarkan sebagai berikut (Lihat Lampiran D / 6 lembar): RATA-RATA KETERLAMBATAN [MINGGU] & JUMLAH RESCHEDULEPENYELESAIAN PESANAN [KALI] 9.65 8.37 4.11 9.99 8.03 1.71 1.80 1.37 2.79 1.92 0 .0 0 1.0 0 2 .0 0 3 .0 0 4 .0 0 5.0 0 6 .0 0 7.0 0 8 .0 0 9 .0 0 10 .0 0 11.0 0 12 .0 0 PPC "AE" PPC "DE" PPC "FE" PPC "ME" RATA- RATA TOTAL [Minggu]&[kali] RATA-RATA KETERLAMBATAN [MINGGU] JUMLAH RESCHEDULE [KALI] Gambar 4.9 Gambar Grafik Keterlambatan Penyelesaian Pesanan & Status Reschedule 4.3.8 UTILISASI PPC Utilisasi PPC akan menggambarkan kemampuan PPC dalam hal menyelesaikan Pesanan terhadap seluruh Pesanan In Proses (SATUAN RUPIAH). Utilisasi yang rendah seringkali diakibatkan karena terjadinya Produk Rejek sehingga harus mengalami re-proses lagi, Keterlambatan Penyelesaian, Pengaturan Pemrosesan Pesanan. (Lihat Lampiran D / 6 lembar): Gambar 4.10 Gambar Grafik Utilisasi PPC Jurusan UTILISASI PPC JURUSAN 21.15 31.80 36.71 9.68 24.84 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 PPC "AE" PPC "DE" PPC "FE" PPC "ME" RATA-RATA TOTAL [%] PPC "AE" PPC "DE" PPC "FE" PPC "ME" RATA-RATA TOTAL
  20. 20. 20 4.4 “MARGIN PROFIT” DAN “LOOSE OPPORTUNITY INCOME” Tidak semua Pesanan yang berasal dari Internal ataupun Eksternal POLMAN Bandung kesemuanya diselesaikan dengan Tuntas. Ada beberapa jenis pesanan yang dinyatakan dalam kondisi Status “CLOSED”, yang diakibatkan berbagai hal yang terjadi seperti “Pesanan tidak berterima oleh pemesan”, “Dibatalkannya pesanan oleh pemesan”, “Penetapan pesanan yang tidak jelas”, “Pemesan tidak dapat dihubungi ketika Pesanan telah selesai dikerjakan”, “Pesanan tidak dikerjakan oleh PPC”. Jenis pesanan dalam status “CLOSED” harus diklarifikasi dan disertai dengan beberapa dokumen pendukung yang menyertainya. Approval status pesanan tersebut dinyatakan melalui pengejacapan berikut Approval pada Buku Register Pesanan yang dimiliki oleh POLMAN Bandung (Lihat Lampiran C / 7 lembar). Hal tersebut harus diantisipasi sejak awal untuk penanganan Pesanan dikemudian Hari. Distribusi CLOSING ORDER mulai Tahun 1998-2004 sebagai berikut (Lihat Lampiran A & G): STATUS PESANAN "CLOSED" Rp0 Rp4,000 Rp1,800 Rp379,981 Rp159,258 Rp139,271 Rp1,755 Rp686,066 R p0 R p10 0 ,0 0 0 R p2 0 0 ,0 0 0 R p3 0 0 ,0 0 0 R p4 0 0 ,0 0 0 R p50 0 ,0 0 0 R p6 0 0 ,0 0 0 R p70 0 ,0 0 0 R p8 0 0 ,0 0 0 R p9 0 0 ,0 0 0 R p1,0 0 0 ,0 0 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 TO TA L [Rp]x1000 Gambar 4.11 Gambar Grafik Status Pesanan “CLOSED”
  21. 21. 21 4.4.1. MODEL PERHITUNGAN “POST CALCULATION” Model Penghitungan berdasarkan data-data yang dimiliki oleh POLMAN Bandung yang bersumber dari “Cost Center UPT Multimedia”, “Catatan Elektronik Pengeluaran Barang UPT Logistik”, “Catatan Manual Pengambilan Uang Cash di Bagian Keuangan”, “Form Harga Dasar Produk PPC”, “Dokumen Penawaran Harga ke Pemesan”, “Dokumen Conform Pesanan dari Pemesan”, “Dokumen Subkontrak UPT Logistik”, “Dokumen Reject Status UKM”. Perlu dicermati bahwa Subkontrak TIDAK dilakukan melalui Pengambilan Uang Cash ke Bagian Keuangan (lihat catatan pengambilan uang cash). Mengingat Sumber Data beragam dan berasal dari beberapa Unit Terkait di POLMAN Bandung, maka sudah dapat dipastikan mekanismenya akan sangat sulit sekali. Namun dikarenakan Source Data Base POLMAN Bandung teramat sangat kuat maka saya pastikan bahwa “POST CALCULATION” DAPAT DILAKUKAN. Permasalahan berikutnya yang harus dipecahkan adalah KEAKURASIAN HASIL PERHITUNGAN. Beberapa metode dan sumber data lainnya harus ditentukan sebagai KALIBRATOR penyeimbang untuk memperbaiki keakurasian data pada suatu saat. Post Calculation dilakukan bukan hanya untuk memutuskan “Loose Opportunity Income”, tetapi lebih diartikan kepada “What Kind of Improvement must be done”. Hal tersebut dilakukan mengingat variabelitas yang sangat kompleks di POLMAN Bandung yang bahkan harus berdampak pada Improvement Strengthening Core Competency yang ada di Program Studi Jurusan (kemana langkah pengembangan program studi harus dibawa). Dilampirkan salah satu bentuk model aliran data sebagai berikut: Gambar 4.12 Model Aliran Post Calculation Keuangan Logistik UPT Pemeliharaan & Perbaikan PPC Jurusan Marketing / UPM Pusat Data Produksi 2 5 1 3 4 Print Out : 1. Biaya Material Perencanaan & Aktual ( per Order) 2. Biaya & Waktu Proses Perencanaan & Aktual (per proses) 3. Biaya Overhead Perencanaan & Aktual (per Order) 4. Waktu Delivery Perencanaan & Aktual (per Order) 5. Status Order (dalam proses / selesai [%]) 6. Status Pembayaran (Lunas? [%])
  22. 22. 22 Keterangan dokumen-dokumen yang digunakan :  Bagian Marketing & UPM : quotation, kontrak kerja, SPK, dan order data sheet.  PPC Jurusan : harga dasar produk, kartu proses, cost center, dan bon pesanan material (untuk menyeimbangkan deviasi perhitungan yang terjadi).  Logistik : pesanan barang stock dan non stock, serta PO Logistik.  Keuangan : delivery order, dokumen tagihan pelunasan, dokumen pengambilan uang cash dan dokumen administrasi lainnya,.  UPT Multimedia: data Cost Center  UPT Pemeliharaan & Perbaikan : jadwal pemeliharaan tahunan dan bulanan, serta jumlah penggunaan spare-part. Suatu hal yang perlu diperhatikan adalah Otorized Pelaksana Post Calculation harus ditentukan (dianjurkan untuk Cost Monitoring, Controoling & Post Calculation dibawah kendali Bagian Keuangan POLMAN Bandung). PPC sebaiknya dapat melakukan Post Calculation dan data hasil perhitungannya dibandingkan dengan hasil penghitungan yang dilakukan Bagian Keuangan. Contoh kasus penghitungan berikut Form Standard yang digunakan dapat dilihat pada (Lampiran H / 5 lembar) untuk PPC Jurusan Teknik Pengecoran Logam & (Lampiran I / 11 lembar) untuk PPC Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur & PPC Jurusan Teknik Manufaktur. Gambar 4.13 Pertimbangan dalam Menentukan Struktur Biaya PERTIMBANGAN DALAM MENINJAU STRUKTUR COST DI POLMAN BANDUNG I. Sumber Wage Sistem PEGAWAI NEGRI (tidak semua karyawan POLMAN Bandung pegawai negri) AKTIVITAS: Produksi, Pelatihan, Konsultasi, Rekayasa, Proyek Pemerintahan KONSEKWENSI: Ada Karyawan yang disubsidi oleh Pemerintah dan/atau POLMAN Bandung II. Aktivitas LEVEL TEKNISI: Direct Labour untuk aktivitas Produksi (di PPC Jurusan) LEVEL SUPERVISOR (di PPC Jurusan): Indirect Labour untuk aktivitas PPC untuk Work Center (di PPC Jurusan); Aktivitas lainnya: Pendidikan dan Pelatihan LEVEL KA. LAB (di PPC Jurusan): Indirect Labour untuk aktivitas PPC untuk Laboratorium / terdiri atas beberapa Work Center (di PPC Jurusan); Aktivitas lainnya: Pendidikan, Pelatihan, Rekayasa dan Konsultasi LEVEL STAFF PPC Jurusan: Indirect Labour untuk aktivitas PPC untuk Jurusan / terdiri atas beberapa Laboratorium di Jurusan); Aktivitas lainnya: Pendidikan, Pelatihan, Rekayasa dan Konsultasi LEVEL NON-PRODUKSI: Direct Labour dan/atau Indirect Labour untuk aktivitas Pendidikan, Pelatihan, Konsultasi dan Rekayasa (di Jurusan) LEVEL SUPPORTING (NON-JURUSAN): Indirect Labour dan/atau Direct Labour untuk aktivitas Pendidikan, Produksi, Pelatihan, Konsultasi dan Rekayasa (sebagai fungsi struktur organisasi) dan (aset Jurusan): UPM, LOGISTIK, UPT, Bagian Keuangan, Bagian Administrasi Pendidikan LEVEL DIREKSI: Direct Labour dan/atau Indirect Labour untuk aktivitas Produksi, Pendidikan, Pelatihan, Konsultasi dan Rekayasa (sebagai fungsi struktur organisasi) dan (aset Jurusan) III. Masalah yang dihadapi POSTING OVERHEAD JURUSAN: Tidak proporsional untuk aktivitas Pendidikan, Produksi, Pelatihan, Konsultasi, dan Rekayasa (re- evaluasi jarang dilakukan) POSTING OVERHEAD POLMAN BANDUNG: Tidak proporsional untuk aktivitas Pendidikan, Produksi, Pelatihan, Konsultasi dan Rekayasa (re-evaluasi jarang dilakukan) COST MONITORING, CONTROL, CALCULATION: Belum merupakan Fungsi yang ditugaskan untuk BEBERAPA BAGIAN TERKAIT; IDEF System untuk Integrated Source Data POLMAN Bandung belum ada (tiap unit memiliki sourcing sendiri untuk kebutuhan sendiri dan/atau unit lainnya) STANDARDISASI STRUCTURE COST MASIH BELUM SERAGAM untuk semua unit terkait / Including Budgeting Planning (KEY POINT)
  23. 23. 23 BAB V KETERKAITAN PRODUKSI DENGAN AKTIVITAS P2KR Seluruh Aktivitas P2KR yang telah dilakukan oleh POLMAN Bandung harus dapat mengakomodir Kebutuhan Pengembangan Program Studi yang ada sebagai CORE COMPETENCY STRENGTHENING atau Membuka Program Studi Baru sesuai dengan Kebutuhan Industri yang ada (hati-hati bahwa POLMAN Bandung memiliki dual system, sehingga permasalahan riil dunia industri yang ada akan tercermin pula pada keseharian POLMAN Bandung dalam menjalankan aktivitas P2KR. Contoh kasus berikut merupakan Pemanfaatan data untuk aktivitas Pendidikan yang ada di POLMAN Bandung. KAITAN PBE Gambar 5.1 Penggunaan data produksi untuk Pengembangan Pendidikan
  24. 24. 24 Pemanfaatan data lengkap aktivitas P2KR akan mentriger Core Competency untuk Pengembangan sebagai berikut: Gambar 5.2 Hubungan Aktivitas P2KR dangan Pengembangan Pendidikan KEBUTUHAN INDUSTRI ORDER KONSULTASI ORDER PRODUKSI ORDER PELATIHAN ORDER REKAYASA PPL (1 TAHUN) KOMPETENSI MAHASISWA POLMAN SILABUS PENDIDIKAN BUKU PANDUAN PENGAJARAN MEDIA PENDIDIKAN
  25. 25. 25 Pengembangan Program Studi yang ada akan memformulasikan beberapa hal berikut: Gambar 5.3 Setup Program Studi
  26. 26. 27 Satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjalankan aktivitas P3KR bagi seorang karyawan POLMAN Bandung adalah LOADING & POSITIONING yang telah direncanakan sebelumnya, berikut Core Competency yang dimilikinya atau dengan kata lain Penempatan sesuai dengan Kelompok Bidang Keahliannya. Untuk menempatkan posisi seseorang dalam menjalankan tugas pada suatu bagian harus memperhatikan Potret SDM yang bersangkutan dan dikaitkan dengan Job Requirement yang diperlukan. Potret SDM harus disediakan untuk semua karyawan POLMAN Bandung sehingga Pengembangan dan Penempatannya akan selaras dengan kebutuhan Institusi POLMAN Bandung. Saya berikan contoh kasus sebagai berikut:  Potret SDM di Bidang Pendidikan: 0 20 40 60 80 100 120 140 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1999 2000 2001 2002 2003 2004 TOTAL [SKS] RATA-RATA 27,6 PER TAHUN [SKS]  Potret SDM di Bidang Pengajaran Pelatihan: 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1999 2000 2001 2002 2003 2004 MENGAJAR [JAM] RATA-RATA 438 [JAM] PER TAHUN
  27. 27. 28  Potret SDM di Bidang Produksi dan Rekayasa: 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 199119921993199419951996199920002001200220032004 PROYEK [BUAH] RATA-RATA 3,25 [BUAH]  Potret SDM di Bidang Konsultasi: 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1999 2000 2001 2002 2003 2004 KONSULTASI [BUAH] RATA-RATA 0,2 [BUAH] PER TAHUN  Potret SDM di Bidang Team Proyek: 0 2 4 6 8 10 12 1991199219931994199519961998199920002001200220032004 TOTAL [BUAH] RATA-RATA 3 [BUAH] PER TAHUN
  28. 28. 29  Potret SDM di Bidang Penulisan Buku, Hand Out dan Proposal: 0 1 2 3 4 5 6 7 8 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1999 2000 2001 2002 2003 2004 TOTAL [BUAH] RATA-RATA 2.25 [BUAH] PER TAHUN  Potret SDM di Bidang Kunjungan Industri: 0 5 10 15 20 25 30 35 199119921993199419951996199920002001200220032004 LA M A [ HA R I] R A TA - R A TA 3 .5 [ HA R I] PER TA HU N  Potret SDM di Bidang Jabatan Struktural dan Fungsional: 0 1 2 3 4 5 6 7 199119921993199419951996199920002001200220032004 TOTAL [KALI] RATA-RATA 0.7 [KALI]
  29. 29. 30 PENUTUP Akhirul kata saya sampaikan Rasa Permohonan Maaf yang sebesar-besarnya jika dalam Laporan Penutup Proyek PPC Terintegrasi ini belum sesuai dengan apa yang ditugaskan kepada saya, dan masih banyak data yang perlu diklarifikasi dengan model penyajian data yang lainnya. Saya haturkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan dan bantuan yang telah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian berikan yang menurut saya tidak dapat diukur secara financial, dan semoga Allah SWT berkenan membalas budi baiknya pada suatu saat nanti. Saya beserta keluarga mengucapkan terimakasih pula atas fasilitas dan kesempatan yang telah diberikan untuk keperluan pribadi maupun kepentingan kedinasan selama mengabdi di POLMAN Bandung. Sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dikarenakan saya tidak bergabung bersama lagi dengan POLMAN Bandung, dikarenakan suatu alasan keluarga besar kami. Tetapi komitmen untuk memajukan POLMAN Bandung, Insyaallah akan saya emban terus sampai kapanpun dan dimanapun. Saya informasikan alamat kepindahan saya dengan tujuan apabila masih ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut dapat dilakukan dengan mudah. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Bandung, 29-Juli-2004 Duddy Arisandi (MM-1988-1991)

×