Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Buku Load Oriented Order Release Sebagai Pengantar PPC (Production Planning and Control) Mahasiswa D4_Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB)_Duddy Arisandi_2001_hal 227-309 [PART 3-3]

[PART-3]
RELEASE ORDER BERORIENTASI BEBAN SEBAGAI PENGANTAR PPC (PRODUCTION PLANNING AND CONTROL) DIPLOMA 4 (D4)
[LOAD ORIENTED ORDER RELEASE AS AN INTRODUCTION TO PPC (PLANNING AND PRODUCTION CONTROL) FOR DIPLOMA-4 (D4)]

Hasil dari analisis terhadap sistem manufaktur yang dilakukan, akan memberikan masukan / rekomendasi perbaikan yang harus dilakukan terhadap semua departemen/unit yang terkait di dalam menjalankan fungsi manufaktur, seperti : Marketing, Order Administrasion, Production Planning and Control, Production / Fabrication Shop, Quality Control, Maintenance, Logistic, Eduction, dan Management. Semuanya hanya bisa dilakukan secara terintegrasi menggunakan software yang dapat mengintegrasikan sistem-sistem yang ada pada suatu perusahaan/industri.
[The results of the analysis of the manufacturing system carried out, will provide input / recommendations for improvements that must be made to all departments / units involved in carrying out manufacturing functions, such as: Marketing, Order Administration, Production Planning and Control, Production / Fabrication Shop, Quality Control , Maintenance, Logistics, Eduction, and Management. Everything can only be done in an integrated manner using software that can integrate existing systems in a company / industry.]
ISI (CONTENT)
8. Analisis Aliran Produksi Politeknik Manufaktur Bandung Saat Ini [Analysis of Production Flow of Bandung Manufacturing Polytechnic Today]
9. Perencanaan Jadwal dan Kapasitas Beban Produksi Berorientasi Mahasiswa [Planning Schedule and Capacity of Student-Oriented Production Loads]

Penulis (Create)
Duddy Arisandi, 2001
Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB)
Kordinator Pengembangan Sistem Produksi (Pusat Pengembangan Institusi)
Head of PPC Integration System

  • Sé el primero en comentar

Buku Load Oriented Order Release Sebagai Pengantar PPC (Production Planning and Control) Mahasiswa D4_Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB)_Duddy Arisandi_2001_hal 227-309 [PART 3-3]

  1. 1. srencanaan Dan PengendaJian Kapasitas Berorientasi Jadwal 3AB VII PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KAPASITAS BERORIENTASI JADWAL 7.1 PENDAHULUAN Load-oriented order release mengasumsikan bahwa terlebih dulu kapasitas work center telah ditentukan dan diseimbangkan, sebaliknya algoritma akan menolak order yang akan menyebabkan overload penumpukan beban (bottleneck) pada work center. Dengan menggunakan diagram throughput, maka akan dijelaskan bagaimana eara menyetel kapasitas yang baik. Selain ltu akan ditunjukkan pula perlunya tingkat f1eksibel terhadap personal pelaksana di work center. 7.2 MASALAH DAN METODA Metoda load-oriented order release telah mengasumsikan bahwa kapasitas yang tetap pada work center telah ditentukan sebelumnya. Alasannya adalah bahwa selama -perencanaan jangka panjang yang dilakukan sebelum penentuan release, ketersediaan kapasitas yang ada diadaptasi menjadi kapasitas yang dibutuhkan. Pelaksanaan berdasarkan asumsi yang telah ditentukan tersebut menunjukkan hasil yang memuaskan pada perioda yang panjang pada tingkat produksi yang lebih tinggi, yaitu pada tingkat job shop atau pabrik secara keseluruhan. Pada tingkat load center atau cost center individu, bagaimanapun juga akan ada penyimpangan sejumlah waktu yang besar atau sedang, sehingga mengakibatkan terjadinya penyimpangan jadwal atau diperlukannya penyetelan kapasitas jangka pendek. Asumsi yang ke dua menyatakan bahwa keterlambatan (lateness) tidak dipantau sebagai suatu variabel tak bebas pada metoda order release. Sebaliknya, diasumsikan bahwa lead time yang lebih pendek dan distribusi beban yang lebih merata akan menghasilkan varian yang lebih keeil pada lead time sehingga akan mengakibatkan penyimpangan jadwal yang lebih kecil juga. Pada prinsipnya asumsi tersebut benar dan dapat dibuktikan melalui simulasi ataupun penerapan di lapangan sesunqquhnya. Bagaimanapun tetap akan dijumpai bahwa sebagian order tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan walaupun LOAD ORIENtED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 227 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  2. 2. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasifas Berorienfasi Jadwal telah dilakukan perencanaandengan. sangat teliti dan telah disediakan kapasitas yang eukup. Hal tersebut umumnya diakibatkan kejadian yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya pada saat dilakukannya perencanaan jadwal dan kapasitas, dan terjadi pada saat order tersebut telah mulai diproses. Kejadian tersebut merupakan perubahan jangka pendek pada order (perubahan kuantitas, perubahan due date, adanya rush order;, atau adanya gangguan pada kapasitas (ketidakhadiran personal, kerusakan mesin, lemahnya pengadaan material atau fasilitas penunjang). Untuk menanggulangi masalah tersebut maka kebutuhan kapasitas pada semua sektor pada perioda waktu yang akan datang harus diketahui sebelumnya dengan pasti, sehingga kapasitas setiap work center dapat disesuaikan apabila memungkinkan. ..Iika order release telah dilaksanakan maka akan sangat terlambat untuk melakukan pereneanaan kapasitas, seperti melakukan modifikasi kapasitas skala besar (penggandaan giliran keria dalam dua shift), realokasi personal pelaksana atau subkontrak pekerjaan yang bahkan memerlukan waktu pereneanaan yang lama, dan pereneanaan tersebut harus dijaga selama perioda waktu yang lebih lama seperti paling sedikit satu atau dua minggu. Order release hanya dapat menunjukkan penyimpangan diantara kapasitas yang tersedia dan yang diperlukan, dan kemudian akan menolak order (melalui bantuan load limit) atau menarik order ke depan I pull a head (di dalam time limit). Pada kondisi tersebut hanya perbaikan kapasitas skala keeil yang mungkin dilakukan seperti pengadaan kerja lembur dalam skala keeil, atau rnemperkerjakan tenaga yang telah dilatih sebelumnya. Telah ditunjukkan dengan jelas bahwa perencanaan kapasitas harus segera dilakukan setelah dilakukannya pereneanaan order, utamanya pada perusahaan manufaktur dengan kecepatan perubahan jenis order yang tinggi. Kapasitas yang disediakan harus melingkupi perencanaan jangka panjang dan harus memperhitungkan kemungkinan dilakukannya penyetelan kapasitas. Hasil penting yang didapat adalah pemendekkan flow time. Flow time yang pendek akan mengakibatkan buffer time menjadi lebih pendek. Hasil akhir yang diperoleh jika aliran manufaktur tidak seragam karena adanya variasi pada order time dan perubahan pada jadwal adalah tidak dapat diselaraskannyakapasitas sebaik jika flow time lebih panjang. Gambar 7.1 menunjukkan pendekatan Plossl's yang menekankan organisasi sejajar pada pereneanaan order dan perencanaan kapasitas. Erdlenbrueh menggunakan model tersebut sebagai suatu dasar untuk mengembangkan metoda pengendalian yang baru. Melalui gambar 7.1 dapat dilihat dua rantai fungsional yaitu penjadwalan produk dan pereneanaan kapasitas untuk bengkel. Kedua rantai fungsional tersebut memiliki perencanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Sedangkan load-oriented order release yang berada pada pengendalian fase jangka pendek akan mengkoordinasikan kapasitas yang tersedia dengan due date order yang telah ditentukan, dan metoda perbandingan terhadap resource palnning dan rough-cut planning tidak dilakukan. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 228 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANOUNG)
  3. 3. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal -Job Shop ~ , 5hcM1 Range 3 (Co",",,, t--~Rc.~­ Cut Copocjty PlQrnng Gambar 7.1.Fungsi pengendalian manufaktur Untuk mengembangkan suatu metoda, perlu dipertimbangkan bahwa throughput shop order tidak hanya dari release ke delivery saja, tetapi sebagai salah satu bagian dari seluruh jaringan kerja order (gambar 7.2). Untuk keperluan pengendalian terhadap perencanaan order (kebalikan dari perencanaan melalui tase waktu titik order) maka pelaksanaannya dimulai dari due date produk yang diketahui (tidak bergantung pada keperluan due date) dan untuk setiap tingkat produk manufaktur kebutuhan yang diperlukan (kuantitatif) harus dihitung menggunakan susunan struktur daftar material I BOM (bill of material) dan menggunakan waktu pengganti I replacing time (melalui sudut pandang penjadwalan). Hal tersebut dapat dilihat pada jaringan kerja order (gambar 7.2). Replacement time untuk keperluan individu disusun melalui lead time order yang diketahui (allowance) berikut dua komponen waktu lainnya (gambar 7.2 bagian tengah). Advanced time akan mengijinkan order diproses lebih awal( di dalam time limit) dibandingkan sebaliknya untuk menjumpai due dates. Jika komponen tersebut tidak terdapat pada replacement time maka load-oriented order release tidak akan dapat menarik order ke hulu (pull ahead) karena ketidaksiapan material dan fasilitas yang dibutuhkan. Waktu pengaman (safety time) memiliki fungsi untuk mengkompensasi varian lead time yang tidak dapat dihindari. Safety time sebaiknya tidak dipandang sebagai waiting time buffer untuk operasi individu, sehingga dapat disimpulkan bahwa due dates order harus direncanakan berdasarkan tanggal yang diperlukan dikurangi safety time. Operasi tunggal mengandung komponen waktu operation time, waiting time dan transit time. Transit time terdiri atas waktu transportasi, pemeriksaan kualitas dan minor post-operation seperti deburring atau cleaning. Hasil starl date operasi yang direncanakan akan menyediakan kriteria penyortiran pada antrian work center, dan kemudian menentukan sequence operasi (prioritas operasi). LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 229 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  4. 4. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Requirements Network Replacement Time Advanced Time Order Entry Orde.r Lead Safety Time TIme Dependent DueDate Individual Requirement Shop Order Planned Order Start " Order Priority Transit and Inspection Time Process End at Upstream Worlc Center Planned Order Completion Waiting TIme Operation Times Planned Process Begin =Operation Priority Operation Buffer Gambar 7.2 Komponen perencanaan throughput Melalui integrasi operasi individu, order manufaktur dan replacement time ke dalam jaringan kerja, maka lead time yang realistik dapat ditentukan. Lead time dapat juga ditentukan melalui cara lain, yaitu melalui jadwal produksi jangka panjang. Langkah awal menentukan weighted mean operation time untuk load center tunggal. Mean waiting time dan mean transit time kemudian ditambahkan pada operation time. Wafting time dihitung melalui tneen weighted operation time dan suatu faktor yang proporsional (berharga sekitar 1 dan tergantung pada varian operation time). Mean transit time merupakan harga empink spesifik pada load center yang bersangkutan. Pada sistem produksi job shop, harga tersebut berkisar antara 0.5 sampai dengan 1 han. Melalui weighted mean lead time per load center yang ditentukan melalui cara tersebut dan dengan diberikannya perioda waktu dan -load limit, maka dapat ditentukan loading percentages dan mean inventory. Jika harga tersebut dibandingkan dengan lead time aktual yang dicatat, maka akan dapat dilihat pada early dates LOAD ORIENTED ORDE~ RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 230 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) .~h"Mi .
  5. 5. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal apakah suatu perubahan pada campuran order akan mempengaruhi lead time pada work center dan kemudian perubahan pada lead time order. Setelah due dates aktual untuk produk akhir ditetapkan,maka penjadwalan lead time yang realistik dan dapat diandalkan akan dijumpai (dihitung menggunakan operation lead time). Pertimbangan tersebut tidak menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan kapasitas. Oleh karenanya, start dates yang ditentukan melalui penjadwalan lead time harus dikombinasikan dengan waktu standar yang diketahui melalui lembar kerja, sehingga kapasitas beban dapat ditentukan. Untuk mendapatkan kapasitas beban maka load center harus ditentukan lebih dulu. 7.3 MENENTUKAN LOAD CENTER Work places tunggal umumnya tidak dikendalikan secara individu. Mesin yang sarna dikelompokkan menjadi load center. Pada load-oriented manufacturing control, setiap load center berhubungan dengan sebuah model funnel. Suatu order yang dikendalikan di dalam bengkel dapat mengalir melalui load center ataupun tidak. Hanya pada kasus khusus suatu load center terdiri atas satu work place tunggal, sebagai contoh pusat (centery pemroses yang unik yang terdapat di bengkel. Contoh pabrik pada tabel 7.1 terdiri atas beberapa work center tunggal. ~-H--- Manual Insertion -f~~~=l-- Anish-Soldering r--_js:=~I1~--Washing I Brushing Final I Sub-Assembly Completeness and Identity CheCk Manual Revision J-~_---I---':::'91-~ Final Mechonical Revision Faultfinder ' ~;L::+--r--- In-Circui,t Test nr-=$-- Wiring Check LY----fHl-- Aging ~~#~Wffl'1r'l1~~1IJ-Automatic and ........-.u........ Manual Inspection Places Washing Pointing Gambar 7.3 Model funnel untuk produkst PCB LOAD ORIENTED ORDER RELEASESEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 231' AND CONTROL "PPC" (D4 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  6. 6. ~ 90 SiqlcWorIr.CcaImi Perencanaan Dan Pengendalian Kapasltas Berorientasi Jadwal Contoh kedua menunjukkan bagaimana caranya menyusun struktur work center pada suatu bengkel manufaktur menjadi load center (gambar 7.3). Lebih dari 300 work place tunggal pada pabrik PCB diorganisasikan menjadi 50 buah load center. Tergantung pada jenisnya, maka lembaran PCB yang dipersiapkan dimana saja, kemudian akan melalui center penyisipan dan center inspeksi yang berbeda, tetapi hanya akan melalui satu center soldering dan satu center washing dan lembaran PCB tersebut narus dicuci beberapa kali. JOIISHOP Il - ---'-__---'- If._~:~:~~:-m~ :C.... CcdIcr lOS 10SOOI P..""",,,b1, 105354 Au_IcLatbc 10S0ll1 DdItIrrln& I0S4JO 'Badt 0riIIi", M_i'il Ilr.l2JO MillinlMadtillC 10~70 Goa, DriIIiBi Madilit(2) IOSUI EnlraWtcMadU.. . 10S691 Lappi"'~;--'.' , 10~l10 ulhe JOB SHOP 2 ( . ,.I C.... Ccn.... 5IZ Jt'*CcnI"~ ~1~3 mS50 11:'11 Doburrl", utlnloltil; Wddina IIIjco;lion MoIdla, M~ ~/_b1Y. C"", Cc;aIcr"I Now' For IIIeJob Shops I. 2.!lnd 7.0111, lbc>oe .."rk _ ....... ~_ whicIl '::O1l2 '::0526 '~0708 '1:JJ2 • I...."'" MoId"IIII M~ CootCca.... no p,..;., HcaIT -..1 Swfa""T ~ ~ . CootC....ter 552 SSI901 hldtina 55100:· PlIiftli", 552001 ~. . ~_. ..... ready_ ..,.theocdcn I. q.....ion. There.rc .......0'mote ~rk.""nl """ lDull'pIeai"'"._rk """ Wort<_ wilh. oorialllO. a.. objo<U <Illhewort< ",nlurohtedaaalyais. Tlteot...... . •.. onI)"Iwdcd _ and lhen. ';0704 ';~701 Cootcettt<i~ Saod..eiastl.. ~ Grindin& I 2 1 5600QI S6OO36 ~;11 EIoctroplatittJ(2) Elcctn>pla1ittJ (3) . Elca"""aIUl' MICllbte(I) : Mil'1MWort< Center 5S2001. : which.",.."... nearlyaDorders. : but Jw neither s••acbnI ti-=s aor , eapacit)" tirnilS. . _ rr'__ •••. ~ lOB SHOP 6 JOB SHOP 7:L-I- - - 1·1 _ C_C...oer611 c....Ccaler 611 4 ~II!IO MiDin, Ma<~i..., U1 27 631326 Aulomatic lalhe (I) ,70~ Fh,me C:u.tinl s ~lI!!O Millin& Machine (I) 211 '31328 Aul tioLalb< 12) : 7OW!l5 D<burrinc 6 ~11OO Center Lathe(I) 29 61U3S Aul tk: LatIlc (I) ; 705100 CUllinc 7 61HI0 DriBina Madline (ll 30 "1131 AUlonUoticlalbe I.) : 705180 E6iPn& I ~1I420 DriIIin& MacIIlne (.) 31 631351 A"I_ic LallMU) :70S2S6 Sawina 9 ~1I4.2S Coualeroinkiq Madtine III 32 631352 S"""Type i 10 ~lI·UO 0riIJj", Madlill< (2) AUIO....uioLa'b«I) Cost Cen~ 70 32 631353 Swisl-TJPC . ; 710026 Scallosl*ioaCoat Center 61•. . AIIfAlGwil: La'''' (2) : 7101l6' Ooa'''''''= P.... ~11 614310 NCCllI,dullI Lath<(I) 34.63IJSt A_icLatbc(S) : 7101lO &otnlrlc ....... ;12 614315 NCQuetina Lalbe(l) 3' . 63IlSl Aul_io Latbc(l) : 7101.1 ~I"" .......;13 614311 NCS.n.TJPC 36 631:t1!1 AU-.ioLadiol(I) : 710170 Screw-l1ttudi", Madlito< , AuImtail: Lal'"(1) Ji 631362 Autatttadc: LatbcJ:Q : 710)10 FiRislIiIl, Ladle : !4 614~9 NCS....Tn-o ; 7IOS:;:O ~lir.. Fu........ I Cootca.....641 I A"IOlDa!io LaIlto(I) : 11OS2~ COII!irtUOI:S Reali", Fum. : IS 61.u60 NC Drt.... ~ (2) 31 641092 DobooniIIa(.q i : 16 610loi61 PICDriIiilIMadliDe'(I) 39 641221 IIIiIBc MKltltte(I) , Cosl Cenrcr 711 ; 17 61U62 PIC Orfllltta MICllbte(I) 40 641230 ........ Madt1IIe(2) : 111l9O NC.Nibblill. M*",ine . .1 641310 F"1IIisIIina Ltodtc12l I . 4 ",ml F"...,.,Ladte(7j Coat.ee.....m : t8 6;1311 EIocuicWcIdittJ ; 19 6~lJ7. ==~::~~ :.:~~ ~.:;::=~:L !=: ~"Shop :20 ~m, Soaoi-A_a.....u..L(:) . 456413i..F"........La..O} 1720s00 SporW...... ! 'lUll SolDi-A_·CItuddliIL(lt. 64131.$. "-*........(-1 : 21 CoatCca 6tt" 046 "'13~ ~1Iat""P) CnstCClltcr7JO .. ~ "'139li Sf ·I' Latk(l) 1noo$Q., McW-WO<kiaI : 22 ~ (1) .-MOIL'I ' I iI' ~(t) ., : '1JllOSt .McW-W'orI<iItI :13 C2312 ""1CltMIlIo ci' 49 "'l4JI·~~""'(I). : 7:JlmS NtW-Warfd.., ::;:4 C2333 AUIOll&tic&,u-Lath«ij" . 50. M.~,6lJO,-~,~;(1). '730I'S hshlctu:lt : 2S . ~I .~ ~ Latbc(ll' ' :7JOSJO ltidclotl~ , L~~~~__~~~.~-~~~~~~~-------~------~----~~------~-J ~ ~III' Tabel 7.1 Daftar worle center pada bengkel keteknikan presisi LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 232 AND CONTROL "PPC" (D4 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  7. 7. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Matriks aliran material (tabel 5.5 dan gambar 5.12) akan membantu dibentuknya beberapa model funnel berikut load center-nya. Matriks tersebut dihasilkan melalui evaluasi yang representatif terhadap data umpan balik proses manufaktur. Untuk proses manufaktur yang baru direncanakan maka matriks dibuat melalui perbandingan proses manufaktur dan berhubungan dengan yang ditulis pada lembar kerja. Pemisahan dilakukan antara jenis load center yang berbeda. Kebanyakan load center memiliki jenis load center yang normal, Kapasitas yang dimiliki umumnya ditentukan melalui waktu kehadiran personal atau ketersediaan kapasitas mesin. Mesin tersebut dapat memroses kandungan keria yang sarna (bubut atau gerinda), atau kombinasi operasi yang diperlukan bersamaan (milling dan deburring). Untuk center tersebut, hanya satu perhitungan beban yang perlu dijaga. Pada beberapa load center, kapasitas load center dipengaruhi secara bersamaan oleh jumlah mesin dan manusia. Sebagai suatu contoh pada kasus jika jumlah mesin lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah operator. Gambar 7.4 menjelaskan ringkasan kasus tersebut. Enam buah machine center pada suatu cost center memiliki dua kelompok staf pelaksana, yang terdiri atas staff permanen dan sejumlah pekerja f1eksibel yang lebih sedikit. Pekerja yang terakhir adalah orang yang dapat bekerja dan berpindah pada salah satu dari 3 center yang ada, yang bergantung pada tingkat situasi beban. Pada beberapa kasus, selain perhitungan kapasitas untuk fasilitas teknik, harus juga diJakukan perhitungan terhadap kapasitas personal, keduanya disebut dengan overall load center. Order release kemudian akan memeriksa apakah konversi kandungan kerja pada order tidak melebihi load limit kapasitas mesin atau load limit kapasitas kolektif personal. Cost Center ] Capacity ----~, ..............-,-_..,;";r,,, .......... _ ~ Permanent Staff Group A ~ Flt'xib~ Staff ­ Permanent Stoff Group 8 . Fle~ Staff I ...., I ' ..... Facitiijes ­ ] C9PQcity " Gambar 7.4 Keterkaitan kapasitas fasilitas dan kapasitas personal pada suatu cost centerpada pengoperasian jenis multi mesin Penyeimbangan kapasitas penting artinya untuk mengukur perubahan personal dari kondisi underload center menjadi overload center. Load center yang menerima beban akibat overload disebut dengan load center alternatif, dan kemungkinan dilakukannya pengubahan ditandai dalam data induk untuk kedua LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 233' AND CQNTRCJL "P~C" (~4 POI,.ITEK~IK MANUFAKTU_RBA",DUN.G)
  8. 8. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal load center yang bersangkutan. Gambar 7.5 mencontohkan tiga buah load center. Order D pertamakali ditolak pada LC5. LCa diidentifikasikan sebagai load center alternatif, sehingga order dapat di-release dan dibukukan ke dalam perhitungan beban LCa. Kemungkinan pengubahan lainnya diidentifikasikan dari LCa ke LC9, dan dari LC9 ke LC5. Order E Load Center Interlinkage Order 0 , """ Release " """,',,.--..........,, Release LC9 IIIiIII FIlling Level Gambar 7.5 Pengaruh load center altematif Contoh kasus tersebut menunjukkan bahwa beberapa work center tidak perlu diperiksa kapasitas bebannya pada saat pelaksanaan release jika pada work center yang bersangkutan hanya sebagian kecil kapasitas yang selalu digunakan. Work center tersebut dinamai non-critical load center. Meskipun demikian, load limit dan lead time yang direncanakan harus didefinisikan untuk center yang bersangkutan, sehingga order dapat direncanakan dengan benar. Lead time perencanaan digunakan untuk menghitung load limit yang berfungsi sebagai pengkonversi dan akan membebani kandungan kerja pada order yang ditentukan. Yang terakhir, akan terdapat load center yang memiliki lead time secara virtual tidak berpengaruh pada kandungan kerja order yang diproses, jika lead time yang bersangkutan bergantung pada waiting time (process-dependent waiting times). Sebagai contoh proses heat treatment untuk pengecatan dan material aging. Proses tersebut bergantung pada load center, sehingga lead time perencanaan akan selalu konstan. Pengelompokan work center harus dilakukan dengan sangat teliti. Pada satu sisl, terlalu besarnya atau terlalu kecilnya center akan meng.akibatkan tidak diperlukannya sejumlah besar kejadian umpan balik atau daftar alokasi. Pada sisi lainnya, pengelompokkan work center secara bersamaan yang terlalu banyak akan mengakibatkan terlalu besarnya kandungan keria pada funnel, dan kemungkinan order akan diproses berdasarkan kriteria optimasi lokal dibandingkan prioritas due date-nya. LOADORIENTED ORDER RELEASESEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 234 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) ..,,-----~~---
  9. 9. ------ Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 7.4 PROSEDUR PERENCANAAN KAPASITAS BERORIENTASI JADWAL Berdasarkan penjelasan sebelumnya maka akan menjadi jelas bahwa mengapa penjadwalan kapasitas konvensional sangat lemah jika digunakan di ·'apangan. Gambar 7.6A dan 7.68 menunjukkan proses penjadwalan lead time yang umum dilakukan, yaitu setelah work center tunggal dibebani dalam kondisi tidak terjadinya interupsi pada sequence melalui pergeseran elemen operasi di dalsm buffer time. Gambar 3.49C menunjukkan perhitungan batas beban (finite loading) yang dilakukan melalui cara tersebut dan akan menghasilkan loading level (diwakili oleh garis beban). Jika dibandingkan dengan tingkat kapasitas (garis kapasitas) maka akan ditunjukkan kondisi underload atau overload pada suatu periodatunggal. 1M f----1~I-------I I------.,~ 01--­ A) Backward Scheduling 1 1 1 2 16 13 14 15 n~ n n+1 ---.. TIme (Period) B) Loading without Gaps of Woft{ Center A - - - - Capacity Line eT------, = ----~-o :I: - - - - Loading Line :§. -'" ~ '-- -"- ..1.- . . Time (Period) n-t n n+1 C) Finite Loading for Woft{ Center A by "Time Bucket" Capacity Trend IOutput Trend '-­ .p;:a.. ..1.­ .- Time (Period) n-1 n n+1 0) Finite Loading for Woft{ Center A In Throughput Diagram Gambar 7.6 Finit loading konvenslonal pada time bucket dan diagram throughput LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 235 AND CONTROL "PPC" (D4 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) ,.,' ,II!.
  10. 10. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Jiga gambar tersebut diplot pada diagram throughput, maka akan diperoleh gambar 3.49D yang menunjukkan kurva output dan kurva kapasitas. Jika order diproses tanpa hambatan maka elemen operasi akan saling menyambung satu sarna lainnya (pada ujungnya), sehingga kurva kapasitas akan kongruen dengan suatu garis yang dibentuk melalui penyambungan garis diagonal setiap elemen order. Pada satu sisi, perencanaan kapasitas konvensional rnerupakan bentuk satu dimensi karena hanya mempertimbangkan kurva output dantidak mempertimbangkan kurva input. Pada sisi lainnya, perencanaan kapasitas konvensional merupakan suatu hal yang deterministik karena telah dipastikan bahwa order harus diproses sesuai dengan sequence dan jadwal yang telah direncanakan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kasus tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat karena varian lead time yang tak dapat dihindari, dan pengaruh stokastik lainnya pada aliran manufaktur. Gambar 3.490 menyarankan suatu altematif pemecahan masalah. Kuiva output dapat dilihat sebagai kapasitas yang diperlukan secara kumulatif, dan kurva input dapat dilihat sebagai penyedia kapasitas secara kumulatif. Pendekatan kumulatif memiliki keuntungan yang menyatakan bahwa perpindahan sequence tidak mempengaruhi kurva output selama perpindahan tersebut tidak relevan dengan keperluan kapasitas pada saat suatu order dalam antrian diproses. Perpindahan sequence hanya memiliki pengaruh pada penyimpangan jadwal. Pendekatan metoda perencanaan kapasitas kumulatif bukanlah hal yang baru dan telah digunakan Brankamp sebagai kriteria pengambilan keputusan pada model penyelarasan kapasitas. Gambar 7.7 menunjukkan penggunaan cara tersebut yang dilakukan Ritter. Pada perusahaan yang dituju, seluruh stok order rnenjadi subjek penjadwalan lead time dari suatu perioda ke perioda berikutnya. Beban dikumulatifkan menggunakan end dates perencanaan dan digambar secara otomatis untuk setiap load center. Kapasitas perencanaan digambar pada diagram yang sarna. Wor1<(ln Hrs) 70,000 60.000 50,000 40,000 30,000 ~o.ooo 10,000 8 8 10 11 12 1 2 3 4 CUI'Rnt'rear -------.i_.Suceeedtog Year --... I ----Ord« ~clIag~ 73,.C89 Kn, I --~UkdCapadty: 73.,27lH~ / DetIcft Capacfty: • 211 Hili I :::::>'Wk5 I I / / / / / ri1Wks I III~Schodulod Capacity I -1.770 H'" 'Week 1~.9Wk' Plannl"" datu WIW Gambar7.7 Kurva kumulatif stok order dan penjadwalan kapasitas suatu cost center LOAD ORIENTED ORDER RELEASESEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION'PLANNING 236 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) ,._....
  11. 11. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Pada tanggal 22 April tahun yang bersangkutan, seluruh stok order untuk lathe center sampai dengan akhir bulan Maret tahun sesudahnya diketahui sebesar 73.500 jam. Perencanaan kapasitas pada perioda yang bersangkutan sekitar 73.300 jam. Sehingga ditunjukkan terjadi kekurangan kandungan kerja sekitar 200 jam pada akhir perioda perencanaan. Jika stok order kumulatif yang dikurangi kumulatif performance kemudian dibagi output perencanaan pada suatu masa, maka akan didapat perhitungan range suatu work center pada waktu yang bersangkutan. Sebagai contoh diperoleh range -2,2 minggu pada akhir bulan April yang menunjukkan bahwa order diharapkan memiliki rata-rata keterlambatan 2,2 minggu (kapasitas yang tersedia lebih kecil dari kapasitas yang dibutuhkan). Jika stok order diketahui pada tanggal perencanaan maka dapat diperkirakan terjadi keterlambatan sampai dengan akhir tahun yang bersangkutan, dan kemudian keterlambatan akan menurun secara berangsur­ angsur jika stok order dikurangi. Gambar 7.8 menunjukkan situasi yang berbeda. Cost center merupakan kapasitas perakitan. Keterlambatan jadwal yang terjadi lebih tinggi untuk tanggal perencanaan yang sarna dengan yang ditunjukkan oleh gambar 7.7. Kondisi tersebut akan memperkirakan pengurangan kapasitas setelah dua bulan yang disebabkan keperluannya ketersediaan kapasitas yan kapasitas. yang g ada lebih Setela kecil h itu bila disara dibandingkan nkan untuk mengurangi dengan Work (in HI's), ?t3-Wks - .0r1Ser Sfodc : 11.566 H:s --_••. 5c:heOJedCapac.: 23,tWj Hrs SUrplus Capacity: 12.280 Hrs ~ 2'l3Wks 8,000 16000 +-......--...,.......--.--Ir-y---.r---r---.----r---.-~---.r--r-:-.,..__r_- Time (in t-b'Iths) 2 3 ~ 5 6 7 B 9. 10 11 12 1 z 3 4 1-----.4 -Current Year -----.,.-~YCC,eeding Year­ Plar.ling Date 22/04 Gambar 7.8 Kurva stok order kumulatif dan penjadwalan kapasitas suatu cost center(departemen perakitan) Bagaimanapun juga, solusi untuk menentukan keperluan kapasitas berorientasi jadwal yang telah dijelaskan masih tidak ideal karena pada umumnya tidak mungkin untuk membawa kurva kapasitas segaris dengan kurva output. Untuk mengatasi masalah tersebut maka Erdlenbruch mengenalkan suatu metoda, yaitu rata-rata elemen throughput pada work center mengandung komponen waktu operasi, transportasi dan waiting (gambar 7.9A). LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 237 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  12. 12. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Sehingga model berikut dapat dibayangkan untuk memroses order dengan nyata: • Operasi harus diselesaikan tidak terlambat jika dibandingkan dengan tanggal yang telah ditentukan pada penjadwalan lead time (gambar 7.9A) • Jumlah lot harus mencapai work center yang dituju tidak terlambat bila dibandingkan tanggal terakhir transportasi (latest transport end), atau dapat juga tiba lebih awal. • Suatu operasi dapat dimulai lebih awal bila dibandingkan dengan yang telah direncanakan, yaitu sesegera mungkin setelah order tersedia pada suatu work center dan pada kondisi adanya order prioritas tertinggi pada antrian stok order (gambar 7.9B). • Setiap operasi memiliki waktu buffer yang berhubungan dengan lead time perencanaan dikurangi waktu transit dan waktu operasi. Scheduled Mean Lead Time .~ Pennltted Waiting FInish Date Latest Begin Buffer Time Latest Process Latest Tmnsport End at Upstream End Work Center Buffer Time +Earliest Process Begin Bl Earliest Scheduled Finish Date Gambar 7.9 Model elemen throughputselama penjadwalan lead time Jika dilakukan penyortiran order sesuai dengan penambahan tanggal output perencanaan maka kandungan kerja, tanggal earliest process end dan latest process end dapat digunakan untuk menggambar diagram perencanaan kapasitas yang terdiri atas dua kurva output. Kurva tersebut akan menunjukkan time buffer dan inventory buffer pada work center yang bersangkutan, sehingga akan dihasilkan suatu koridor kebutuhari kapasitas yang akan membantu perencanaan kapasitas untuk mengalokasikan kurva kapasitas di masa yang akan datang. Jika memungkinkan kapasitas tersebut berada di dalam koridor kapasitas. I I Gambar 7.10 menunjukkan diagram perencanaan kapasitas suatu work center I tunggal (hasil simulasi). Kapasitas dijaga konstan pada proses aktualnya. Pada simulasi, sejumlah pekerjaan yang sarna telah dijadwalkan dalam investigasi horisontal selama 112 hari (=16 minggu) dan kapasitas maksimum sebesar 23 jam per hari pada setiap work place tunggal. Ditunjukkan bahwa pada hari ke­ 260 kandungan jam kerja yang tinggi kemungkinan tidak dapat diproses sesuai jadwal, walaupun kapasitas yang tersedia cukup tinggi. 1 J ! 1 J I LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 238 AND CONTROL "PPC" (04 POllTEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) I
  13. 13. I Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwali I i. 300 317 i/;F' ·Oo.Jtput Trend ': Latest Process ~.-- .. End 220 1AO 260 2B) ~1.000 I § BOO .>< ~ 600 I ! i j ! ~ ~ ~ TIme (in Days) I ----I~ig(1tion Horizon LoocflOg PercentQ~ 250-1_.MOJCimum Capacity 23HrslDay Gambar 7.10 Diagram perencanaan kapasitas untuk suatu work center milling Gambar 7.11 merupakan hasil simulasi menggunakan kurva kapasitas yang didefinisikan pada gambar 7.10. Load limit ditetapkan pada loading percentages = 250. Kemudian order di-release melalui algoritma load-oriented order release. Selain kurva kapasitas, gambar 7.11 menunjukkan juga kurva release dan input yang terlambat bila dibandingkan output perencanaan, kondisi tersebut diakibatkan karena kapasitas maksimum yang tersedia tidak sesuai pada hari ke­ 260. 2.250 2.000 1,7'30 1.500 "';I -.1; 1.250 E i 1.000 7SO 500 250 0 220 240 260 . Time ron 00.:1") ___--...:....----I""~5ijgo6e<lHorizCfi - - - - - - - ' - - - - - - ­ . Gambar 7.11 Diagram pemantau kapasitas untuk suatu work center milling LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SI:BAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 239 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANOUNG) -~--- -----_._------_.. '--.----.­
  14. 14. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasltas Berorlentasi Jadwal Pengaruh kapasitas yang fleksibel terhadap penyimpangan jadwal merupakan suatu hal yang menarik. Gambar 7.12 menunjukkan keterlambatan order di bengkel yang menunjukkan karakteristik aliran produksi. Pencatatan nilai dilakukan terhadap tanggal delivery yang direncanakan. Simulasi pertama menggunakan load-oriented order release melalui penyetelan nilai load limit individu. IQlOO 1QOOO 6l¥XlO ;;; f seeoo £ ... ~ '0000 3QOOO 2¥lOO 1QOOO 0 Loading P«eentage: 250"'" ~.-.__.~ /S~Delivery((;o.,orJity) '" 1-Scheduled tle4iWry(Ocft) ".~,. i •, --- Ord« RMeow bl''­ of Individual Loo.<1 : ; LimitQlians " ~.<I<I<-d ~ily Pl.ami>g Accord"" to ScheocUed l.oQd;ng Trtnd j r , ; -.-.·15 ·10 - 5 0 S 10 N>ead of ~ Behind ScNduIe Schedul. e..tialion Results: Capacity Constant Variable Mean lateness -1.64 -1.98 Days L:,t.andard Deviation 13.15 6.64 Days Gambar 7.12 Distribusi keterlambatan order (kapasitas konstan terhadap kapasitas yang bervariaal) Perbandingan simulasi di atas dilakukan menggunakan perencanaan kapasitas berorientasi jadwal. Pada simulasi pertama menggunakan nilai load limit individu telah menghasilkan perbaikan sekitar 7,6 hari bila dibandingkan dengan penggunaan nilai load limit standar, kapasitas yang f1eksibel akan mengakibatkan penaikan nilai sebesar 0,4 hari sehingga hasil totalnya 8 hari. Yang lebih penting lagi adalah bahwa deviasi standar keterlambatan menjadi setengahkalinya dari 13,2 hari menjadi 6,6 hari. Kondisi tersebut menunjukkan pengaruh positif modul proses yang bersangkutan pada unjuk kerja peruadwalan. Perbaikan yang tenadi ditunjukkan dengan lebih jelas pada diagram penyimpangan jadwal untuk order. Gambar 7.13 menunjukkan diagram selama simulasi dilakukan berdasar nilai load limit individu, tetapi kapasitas telah ditentukan dengan tetap. Tidak seperti pada diagram penyimpangan jadwal (bukan berdasarkan tanggal output aktual), tetapi tanggal output perencanaan dipilih sebagai kurva referensi yang melaluinya penyimpangan penjadwalan dapat digambar. Kurva output aktual digambar juga pada diagram tersebut, sehingga diperoleh mean earliness sekitar 7,6 SeD (diketahui melalui gambar LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 240 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDLlNG) ........~. ""","",,_.,-'"
  15. 15. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 7.12) yang dapat diperkirakan secara kasar. Terlihat sekali dengan sangat [elas bahwa terdapat varian yang sangat besar pada penyimpangan jadwal. 320260 JL,() 360 380 TImt (in Days) , Loading PercMtage: 250~ Gambar 7.13 Diagram keterlambatan pada kapasitas konstan Melalui suatu perbandingan, gambar 7.14 menunjukkan simulasi throughput order menggunakan perencanaan kapasitas berorientasi jadwal. Selain ditunjukkan pemrosesan yang lebih awal dari yang telah dijadwalkan, dapat dilihat juga penurunan yang sangat besar pada varian penyimpangan jadwal. Tetapi masih terdapat penyimpangan jadwal yang besar untuk order tunggal, tetapi kondisi tersebut akan terlihat kecil bila dibandinqkan dengan jumlah total order, sehingga akan memungkinkan dilakukannya pengukurtan terhadap perbaikan yang ada. Simulation End 3f.O ClrcI« COITIPletion Ohecld Of Sc:hedu:":"le----. t-----Ref~ Periocl -,.-...---_ 0' 9C¥lOO .- lll¥lOO:X; :E 7ctlOO of0 ~ 6Q:XlO sopoo 4/XXlO 3l¥XlO - - lime (in IXJY!O) 220 240 280 300 , 320 360 380 Gambar 7.14 Diagram keterlambatan melalui kapasitas yang bervariasi LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 241 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) "
  16. 16. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Dapat disimpulkan bahwa pendekatan kumulatif menggunakan koridor kapasitas akan mencegah pereneanaan beban yang berlebihan. Sehingga akan ditunjukkan dengan jelas kapan dan dimana bottleneck akan terjadi berikut penyetelan kapasitas yang diperlukan untuk mengantisipasinya, dan meyakinkan apakah penyetelan kapasitas terletak di dalam ruang Iingkup yang memungkinkan. Suatu hal yang tidak mungkin bahwa kurva kapasitas selalu berada di dalam koridor kapasitas sebagai pengaruh penjadwalan order tunggal. Bahkan perencanaan yang dilakukan tidak dapat menyeimbangkan perubahan ekstrim pada campuran order, atau perubahan ekstensif pada due dates secara penuh. Bagaimanapun, pengaruh gangguan akan menjadi jelas lebih awal, sehingga akan memungkinkan diJakukannya pengukuran dengan Jebih intuitif dibandingkan dengan kasus sebelumnya. Sebagai tambahan, efektifitas load oriented order release akan menjadi lebih baik. Perencanaan kapasitas berorientasi jadwal akan terkait dengan tuluan utilization dan unjuk kerja penjadwalan berdasarkan tujuan lead time sebagai pengendali mean inventory. Selain itu fleksibelitas pengendalian kapasitas setiap waktu akan menjadi lebih baik dan penyimpanganjadwal menjadi lebih keeil. Perencanaan kapasitas yang dilakukan akan efektif untuk semua tingkat pengendalian manufaktur (seluruhnya 3 tingkat). Pada perencanaan jangka panjang, keperluan kapasitas ditentukan secara kasar berdasarkan program produksi. Trend kapasitas yang diperlukan dan trend ketersediaan kapasitas setiap waktu tidak harus selalu dihitung. Pada perencanaan jangka menengah, keperluan kapasitas kumuJatif dapat didefinisikan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dan berdasarkan keperluan kuantitas dan tanggal untuk shop order yang diketahui. Data kapasitas tersebut akan standar selama order release dilakukan pada tingkat pengendalian jangka pendek. Deviasi yang terjadi pada tingkat tersebut menunjukkan bahwa order tersebut telah ditolak atau ditarik ke hulu (pull ahead), dan dapat diseimbangkan melalui penyetelan kapasitasjangka pendek yang disediakan apabila memungkinkan. Komponen berikut merupakan konsep akhir load oriented manufacturing control loop yang secara logis mengkombinasikan empat tujuan pengendalian berupa utilization, inventory, lead time dan lateness. Sistem pemantauan berdasarkan diagram throughput yang ditambahkan pada konsep tersebut, akan membandingkan harga tahap perencanaan dan harga aktual secara teratur dan berkelanjutan, dan mengijinkan pengguna untuk mengidentifikasi kasus penyimpangan dan mengambil langkah perbaikan yang diperlukan. LOAD ORIENTED ORDER RELEASESEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 242 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  17. 17. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal BAB VIII ANALISIS ALIRAN PRODUKSI MANUFAKTUR POLMAN SAAT INI 8.1 PENGUMPULAN DATA Untuk menganalis allran manufaktur POLMAN saat ini maka penulis melakukan pengumpulan data melalui metoda: • Wawancara Wawancara dilakukan dengan berbagai fihak yang terlibat secara langsung atau tidak langsung pada aliran produksi manufaktur di POLMAN, dan dilakukan beberapa kali untuk rnernastikan kebenaran data yang akan diperoleh. Pada pelaksanaannya wawancara ditujukan untuk seseorang yang tidak terlibat secara langsung pada aliran produksi manufaktur, dan hasil yang diperoleh dicatat untuk kemudian dirangkum dan disimpulkan. • Diskusi dan Tanya jawab Diskusi dan tanya jawab dilakukan terhadap suatu kelompok yang menangani suatu bagian pada aliran produksi manufaktur. Dlskusi dilakukan untuk mengetahui penanganan pesanan mulai dari penawaran harga sampai pengiriman pesanan ke pemesan. Tanya jawab dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi pada saat menangani pesanan dan cara mengatasi masalah tersebut. • Pengumpulan dokumentasi Dokumentasi mengenai informasi yang digunakan untuk menangani pesanan dikumpulkan dari setiap bagian yang terkait pada aliran produksi manufaktur. Dokumentasi tersebut merupakan dokumentasi yang kosong (belum diisi) dan dokumentasi yang telah diisi. • Daftar isian Untuk memastikan kebenaran data yang telah dikumpulkan dan disimpulkan, maka dibuat daftar isian yang dibagikan ke setiap bagian yang terkait pada aliran produksi manufaktur. Data yang dikumpulkan pada metoda sebelumnya diuji kebenarannya melalui daftar isian, dan jika terdapat penyimpangan pada data pengujian maka dilakukan pengoreksian data. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLAN~/NG 243 AND CONTROL "PPC" (04 PQLlTEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  18. 18. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 8.2 PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA Data yang teJah dikumpulkan dan diperiksa kebenarannya kemudian diolah melalui metoda: • Sampling Sampling dilakukan untuk beberapa pesanan yang sedang dikerjakan dan dianggap cukup memadai untuk menggambarkan kondisi aliran produksi manufaktur sebenarnya. Beberapa pertimbangan dilakukan berkenaan dengan keterbatasanwaktu yang disediakan untuk memenuhi tugas akhir ini. • Pengelompokan data Data yang telah diperiksa kebenarannya dikelompokkan berdasarkan tujuan analisis yang akan dilakukan. Pengelompokan data bertujuan untuk memudahkan pengolahan data berdasarkan tujuan yang akan dicapai. • Perhitunganmatematis Perhitungan matematis dilakukan untuk mengolah data secara kuantitatif. Perhitungan matematis yang digunakan menggunakan metoda statistik. Hasil pengolahan data yang dilakukan kemudian disajikan dalam bentuk: • Grafik • B a g a n ' • Data kunci statistik 8.3 MODEL ALI RAN PROSES PRODUKSI SECARA UMUM 01 POLMAN Aliran proses produksi manufaktur yang dibahas mengasumsikan hanya untuk penanganan pesanan yang dikerjakan dan melibatkan divisj/jurusan mekanik dan divisifjurusan gambar & perancangan. Aliran proses produksi manufaktur yang berlaku secara umum di POLMAN dapat dilihat pada gambar 8.1. Keterangan aliran produksi manufaktur (gambar 8.1) adalah-sebaqai berikut: 1. PERMINTAAN PENAWARAN HARGA Permintaan penawaran harga dari pemesan dilakukan secara tertulis ke POLMAN di bawah tanggung jawab Unit Pemasaran dan Penjualan (UP2) yang merupakan bagian dari Pusat Pelayanan Masyarakat (PPM). Permintaan penawaran harga tersebut didukung dengan spesifikasi/kriteria, dan/atau contoh produk, dan/atau gambar kerja, dan/atau data CAD (Computer Aided Design). Setiap permintaan penawaran harga yang diterima oleh UP2 diberi nomor kode unik rnelalui tatacara sebagai berikut: DODD,No. urut pennlntaan penawaran harqa dart 0001 sampat 9999 Angka teraknlr tahun yang bersangkutan Huruf Q yang merupakan kependekan dart quotetion L--_ _ LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAJ PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 244 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  19. 19. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal J--C :i~~::.:: ',:~ Ii: U) ·~.i ::l a0 ...J 1-----' ,,8~!:;;;;X~ f ~ I§~ ~I~ • I I • •] ~"'"<30 :l ')... ~ -' z ~ e '" ~~, g • 0 ~. 0 1il ~U !8 ... ~ ~ii iii C) Niii !~ z ffi j)......i ~im ~ij Do L i~ !1! II: <2: lD'" c.e,ig :IE ...u '" !c: C) ~iii.,.. ~ '"CD :IE I 1 i.01 t- '-- Ui '" §~!! ~I '--- :!i • ! a. z 0.. <:E -,: ..J 0 ,~, :c::!~%'" ""liie, P ~ "'11 II> ii coh.~ • , -s- ;~, ll:: 'i(~ 1II ;";;"; -~ ~ ~~ ~,~ ::J :~0 ~~~ 1<z s ~:;~ ~~,~ 0­ [:,"I- ~ :E a$1.a. ::.:: ­ r~::l =' «~ Q.W II .~ '"a. l~tiil:l; ,~!l!li ~ti't!:"'M- ~,"I""j Of Ii...1 f ~d '­ L I-­ lli l- I-­ l- I-­ n+,:.,". ',; ,~ r..., :f ;.~ ); ~.0: ,,~ ~'~~ +"", " ~,jf;,.~s:.s;l;~;jik '" !i:'.~ .... i~;; ;; g ,,~ ll:: w ::::i D.z ::J0 tnc.;l ~m ::J ill'tn '~i 1<J"-*,),~j~H"',,*,~ 'm;_i1""!%''ii~''~ ] Of ~~ c;! ...u ~U!i to ~~ .... ~~ ll: 'Ia ;~'I­ ~' Gambar 8.1 Model aliran proses produksi manufaktur di POLMAN LOAD'ORIENTED ORDER RELEASESEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 245 AND CONTROL "PPC" (04 POUTEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) -------,. --------------~---------------,------~--.-,-----
  20. 20. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 2. ANALISIS KELAYAKAN Ana/isis kelayakan dilakukan oleh Unit Pengendalian dan Perencanaan Program (UP3) yang merupakan bagian dari PPM beserta divisi pelaksana terkait. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kelayakan terhadap teknologi, kebijakan institusi, kapasitas dan beban saat itu. Analisis kelayakan dilakukan untuk menentukan apakah pesanan tersebut layak dikerjakan atau tidak. Analisis yang dilakukan meliputi: • Analisis Kelayakan Teknologi Analisis ini dilakukan berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan oleh POLMAN pada saat mengerjakan pesanan yang pemah dikerjakan dan berhubungan dengan tingkat kesulitan pesanan. Pada saat melakukan analisis, PPM tidak memiliki suatu panduan tertulis yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan keputusannya. Pengambilan keputusan secara cermat tidak dapat dilakukan karena tidak adanya penilaian terhadap berbagai jenis pekerjaan yang pemah dilakukan dan tidak adanya pengklasifikasian pekerjaan beserta keterangan tertulis lainnya. PPM tidak memiliki data tertulis yang menunjukkan sejauh mana tingkat kemampuan teknologi yang dimiliki POLMAN untuk menerima pesanan berdasarkan pengalaman yang pemah dilakukan. • Analisis Kelayakan Kebijakan Institusi Analisis ini berkaitan dengan anaiisls kelayakan teknologi, dan dititikberatkan pada POLMAN sebagai /embaga pendidikan yang memiliki unit Pengabdian/Pelayanan Masyarakat. PPM tidak memiliki pedoman secara tertulis yang dapat dijadikan acuan dalam mengambil keputusan. Keputusan cenderung dilakukan berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa pihak terkait pada saat permintaan penawaran harga diterima. • Analisis Kelayakan Kapasitas dan Seban Analisis ini dilakukan oleh divisi terkait setelah analisa kelayakan teknologi dan kebijakan institusi dilakukan. Analisa ini dikaitkan terhadap kapasitasdan beban yang sedang terjadl pada divisi terkait (divisi gambar & perancangan dan divisi mekanik), serta berhubungan dengan tenaga pelaksana dan mesin yang tersedia untuk memenuhi pesanan tersebut. Gambaran yang jelas mengenai tenaga pelaksana dan mesin yang tersedia di setiap divisi tidak dapat diketahui oleh PPM secara jelas dan pasti (untuk suatu rentang waktu) sehingga pelaksanaan analisa kelayakan kapasitas dan beban dilimpahkan ke setiap divisi terkait. POLMAN belum memiliki suatu gambaran dan acuan yang jelas mengenai jumlah, [enis dan kapasitas pesanan yang dapat dilakukan dalam suatu kurun waktu tertentu. Hasil analisis kapasitas dan beban yang dilakukan oleh divisi terkait diinformasikan ke PPM. Jika hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa pesanan tidak layak untuk dikerjakan maka UP2 akan mengirim surat penolakan pesanan ke pemesan. Pada pelaksanaannya tidak terlihat secara jelas format dan media yang digunakan pada saat terjadi interaksi untuk memutuskan hasil analisis kelayakan dari divisi terkait ke PPM. LOAD 'ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRoduCTION PLANNING 246 AND CONTROL "PPC" (04 POLlTEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  21. 21. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Setelah seluruh aspek analisis tersebut dilakukan dan didapat suatu keputusan bahwa pesanan tersebut layak untuk dikerjakan, maka kegiatan selanjutnya adalah melakukan estimasi harga dan waktu proses. 3. ESTIMASI HARGA DAN WAKTU PROSES Kegiatan estimasi harga dan waktu proses diawali dengan pengiriman form permintaan penawaran harga oleh PPM (apendiks A1) ke setiap divisi terkait. Setelah divisi gambar & perancangan menerima form tersebut maka langkah pertama yang dilakukan adalah membuat sketch lay-out (apendiks A 2) yang berfungsi sebagai acuan untuk menetapkan harga dan waktu proses bagi divisi gambar&perancangan maupun divisi mekanik. Sketch lay-out kemudiandigandakan dan satu dokumen dikirim ke divisi mekanik. Kemudian divisi gambar&perancangan akan membuat estimasi harga dan waktu proses berdasarkan acuan sketch lay-out yang telah .dibuat. Dalam form estimasi harga dan waktu proses dinyatakan struktur biaya yang digunakan. lsi setiap komponen biaya diisi oleh PPC divisi yang bersangkutan menggunakan standar biaya operasi dan biaya material yang dimiliki. Pada divisi gambar&perancangan, komponen waktu yang digunakan didapat berdasarkan data statistik untuk pesanan terdahulu yang pernah dikerjakan. Beberapa pendekatan dilakukan berdasarkan jenis produk yang sejenis atau berdasarkan faktor pemberat tingkat kesulitan pengerjaan untuk jenis produk yang satu famili. Form yang digunakan oleh divisi gambar&perancangan dapat dilihat pada apendiks A3. Setelah estimasi harga dan waktu proses selesai dilakukan, kemudian form tersebut diserahkan ke PPM. 4. SKETCH LAY-OUT Setelah form sketch lay-out selesai dikerjakan oleh divisi gambar& perancangan, maka dokumen tersebut dikirimkan ke divisi mekanik sebagai acuan untuk melakukan estimasi harga dan waktu proses. Dalam form estimasi harga dan waktu proses dinyatakan struktur biaya yangdigunakan. Setiap komponen biaya diisi oleh PPC divisi yang bersangkutan menggunakan standardisasi biaya operasi dan biaya material yang dimilikinya. Berdasarkan ukuran geometri komponen dan data teknis pendukung yang terdapat pada sketch lay-out, kemudian PPC divisi mekanik melakukan perhitungan dasar untuk menentukan waktu proses untuk mengerjakan pesanan. PPC divisi mekanik telah memiliki software untuk menentukan estimasi harga dan waktu proses. Software tersebut hanya digunakan untuk jenis pesanan moulding dan presstool. Untuk mendapatkan hasil estimasi harga dan waktu proses diperlukan beberapa parameter pesanan berupa data teknis pendukung yang terdapat pada sketch lay-out. Sejauh ini belum pernah dilakukan penelitian untuk mengetahui keandalan software tersebut, yang mana keandalan tersebut dikaitkan dengan kondisi perencanaan dan kondisi aktual yang pernah dilakukan. PPC divisi mekanik tidak memiliki suatu standardisasi form untuk data (catatan kegiatan yang pernah dilakukan) yang dapat dlqunakan untuk menganalisa ataupun menguji keandalan software yang digunakan setelah dipakai untuk suatu kurun waktu tertentu. Form yang digunakan oleh divisi mekanik adalah form harga dasar produk (apendiks A4). Pada form tersebut tidak ditegaskan satuan parameter waktu yang digunakan untuk menyelesaikan semua proses pekerjaan sampai LOAD ORIENTED ORDER RELEASESEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 247 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  22. 22. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal selesai. Setelah estimasi harga dan waktu proses selesai dilakukan kemudian form tersebut diserahkan ke PPM. 5. PENAWARAN HARGA Form yang diterima oleh PPM dan dan divisi mekanik ataupun divisi gambar&perancangan akan diolah kembali oleh PPM. Pengolahan yang dilakukan mempertimbangkan biaya overhead POLMAN secara keseluruhan dan lamanya waktu proses dikalikan dengan faktor pengaman yang sudah distandardisasikan oleh PPM. UP2 akan mengirimkan dokumen penawaran harga ke pemesan (apendiks AS). Pada dokumen tersebut tidak dicantumkan batas akhir waktu penyelesaian pekerjaan secara tegas (tanggal, bulan dan tahun), tetapi hanya ditulis waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut (sebelumnya diberi tanda plus atau minus ). Setelah sernuanya selesai ditulis kemudian dokumen penawaran harga dikirimkan ke pemesan. Untuk melakukan pemantauan terhadap beberapa permintaan penawaran harga yang diterima oleh UP2, PPM memiliki suatu daftar register penawaran yang dikelompokkan berdasarkan bulan diterimanya dokumen permintaan penawaran harga dari pemesan. Bentuk register penawaran sebagai berikut: No. Penawaran Nama Pemesan Uralan Jenis Tanggal Quantity Nilalper Unit SubTotal Tatacara pengisian register penawaran adalah sebagai berikut: • No. Penawaran Diisi sesuai dengan tata cara penomoran untuk permintaan penawaran harga. Nomor urut ditentukan berdasarkan waktu penerimaan permintaan penawaran harga dan semakin lama nornor urut semakin besar. • Nama Pemesan Diisi berdasarkan nama perusahaan pemesan ataupun nama perorangan yang melakukan pernesanan. • Uraian Diisi berdasarkan nama produk pesanan yang tercantum pada surat permintaan penawaran harga atau jenis pekerjaan yang dipesan. • Jenis Diisi berdasarkan huruf klasifikasi divisi pelaksana yang dikelompokkan menjadi: Mekanik (M), Gambar (G), Foundry (F), Otomasi (0). • Tanggal Diisi berdasarkan tanggal, bulan dan tahun penerimaan permintaan penawaran harga secara tertulis yang ditujukan kepada UP2. • Quantity Diisi berdasarkan jumlah produk pesanan yang memiliki satuan pes (peaces) atau set (produk pesanan berupa rakitan). • Nilai per unit Diisi dengan nilai per unit yang ditulis berdasarkan estimasi harga yang telah dihitung oleh setiap divisi terkait beserta UP2. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING . 248 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  23. 23. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal • Sub Total Diisi .berdasarkan perkalian diantara [umlah produk pesanan dengan nilai per unit. Data pada register penawaran untuk suatu nomor permintaan penawaran harga berlaku dalam kurun 3 minggu setelah penawaran harga dikirim ke pernesan oleh UP2. 6. PURCHASE ORDER Setelah dokumen penawaran harga diterima oleh pemesan, kemudian pernesan melakukananalisa terhadap harga dan waktu proses pesanan yang dibandingkan terhadap kebijakan perusahaan. Jika terdapat kesesuaian antara kebijakan perusahaan dengan dokumen penawaran harga maka pernesan akan menerbitkan dan mengirimkan dokumen purchase order ke PPM. Beberapa catatan penting yang dicantumkan pada PO adalah: Jenis dan nama produk pesanan, jumlah pesanan, harga per unit, harga total pesanan dan syarat pembayaran. PO yang dikirim oleh pemesan disesuaikan dengan form standar yang berlaku di perusahaan pemesan. 7. KARTU KERJA Dokurnen purchase order yang dikirim oleh pemesan akan diterima oleh LlP2 (bagian dari PPM). Setelah itu, UP2 akan member; informasi penurunan PO dan pengambilan pesanan ke UP3 (bagian dari PPM). Informasi tersebut merupakan dasar bagi pembuatan kartu kerja yang dilakukan oleh UP3. Pembuatan kartu kerja (apendiks A6) akan mempertimbangkan ketentuan­ ketentuan yang tercantum pada dokumen penawaran harga dan purchase order. Kartu keria dibuat rangkap dua,yang pertama dikirim ke divisi gambar&perancangan dan yang ke-dua dikirim ke divisi mekanik (bentuk iorm yang digunakan sarna). Pada kenyataannya, tanggal penyerahan pesanan beserta batas waktu pengerjaan setiap divisi jarang diisi olen PPM. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerancuan dalam menyelesaikan pekerjaan di setiap divisi, yang mana waktu acuan untuk setiap divisi tidak ditulis sehingga dapat mengakibatkan keterlambatan yang terjaoi pada setiap divisi dapat ditolelir dan akan menimbulkan kesulitan dalam pembuatan rencana penjadwan pekerjaan. Keterlambatan yang terjadi pada suatu dlvisi akan membawa pengaruh bagi divisi lain yang menqerjakan proses berikutnya. ppe divisi menyarankan kepada PPM agar penulisan uraian pekerjaan (yang harus dilakukan oleh divisi) ditulis dengan jelas dan detail. Hal tersebut diusulkan untuk memperjelas pekerjaan yang harus dilakukan oleh divisi yang bersangkutan dan menghindari kesalahpahaman antara divisi tersebut dan PPM. Untuk melakukan pemantauan terhadap beberapa PO yang diterima, UP2 memiliki suatu daftar Progress .Ex Order yang dikelompokkan berdasarkan bulan penerimaannya. Bentuk Progress Ex Order sebagai berikut: Jenis P k · Pelaksana Nomor e erjaan Nama Penawaran K1asifikasi Uraian Tanggal Pemesan Konfirmasi Harga LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 249 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  24. 24. Perencanaan Dan Pengendalian-Kapasitas Berorientasi Jadwal Tatacara pengisian Progress Ex Order adalah sebagai berikut: • Jenis Pekerjaan Diisi dengan jenis pekerjaan yang diklasifikasikan berdasarkan kegiatan yang dilakukan POLMAN. Klasifikasi tersebut adalah: Production (P), Training (T), Engineering (E), Consultancy (C). Pada kolom tersebut yang dicantumkan adalah huruf kependekannya. • Pelaksana Diisi berdasarkan nama divisi pelaksana yang akan melakukan kegiatan tersebut. Divisi pelaksana diklasifikasikan menjadi: Gambar dan Perancangan (G), Foundry (F), Mekanik (M), Otomasi (0), Unit Kerja Lain (L). • Nomor Diisi serupa dengan penomoran permintaan penawaran harga. Nomor tersebut dapat sama dengan nomor permintaan penawaran harga jika untuk satu permintaan penawaran harga terdapat satu jenis produk pesanan ataupun berbeda dengan nornor permintaan penawaran harga. Perbedaan tersebut terjadi jika untuk suatu permintaan penawaran harga terdapat beberapa jenis pesanan. • Nama pernesan Diisi berdasarkan nama perusahaan pernesan ataupun nama perorangan yang melakukan pemesanan. • Penawaran Diisi sesuai dengan tata cara penomoran untuk permintaan penawaran harga. Nornor urut ditentukan berdasarkan waktu penerimaan permintaan penawaran harga dan semakin lama nomor urut semakin besar. • Klasifikasi Diisi berdasarkan huruf kependekan jenis kegiatan ataupun jenis pesanan. Klasifikasi tersebut adalah: General (G), Laboratorium (L), Training (T), Benda tuangan (F), Pola (0), Jig/Fixture (J), Design (D), Konsultasi (K), Mould (M), Dies / Presstool (P), Repair (R), Standarling (8). • Uraian Diisi dengan nama produk pesanan yang tercantum pada surat perrnintaan penawaran harga atau jenis pekerjaan yang dipesan. • Tanggal Konfirmasi Diisi tanggal, bulan dan tahun diterirnanya PO yang dikirim pemesan ke PPM. • Harga Diisi berdasarkan harga total pesanan untuk suatu nomor pesananyang tercanturn pada PO yang dikirirn pemesan ke PPM. Untuk memantau sejauh mana pekerjaan telah dilakukan oleh setiap divisi rnaka PPM rnembuat Jadwal Induk PPM yang berisi keterangan seluruh jenis pesanan yang telah diterirna berikut batas waktu pengerjaan yang harus diselesaikan oleh setiap divisi. Batas waktu pengerjaan tersebut berasal dari inforrnasi estimasi harga&waktu proses dan kesepakatan dengan pemesan yang tercantum pada PO. Tatacara pengisian Jadwallnduk PPM sebagai berikut: • No. Order Diisi berdasarkan nornor pesanan yang tercantum pada kartu kerja. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 250 AND CONTROL "PPC" (D4 POUTEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) I l
  25. 25. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal NO. ORDER PG/PM . PM .. PM . PG/PM.... PG . BULAN: BULAN: 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 • Bulan Diisi berdasarkan bulan dalam satu tahun kalender kerja. • Nomor 1 - 5 Menunjukkan jumlah minggu yang terdapat dalam satu bulan. Kolom dibawahnya akan diarsir sesuai dengan waktu yang disepakati untuk menyelesaikan suatu pesanan. Untuk rnelakukan pemantauan terhadap beberapa pesanan yang sedang dlkerjakan maka PPM melaksanakan Rapat Koordinasi Rendalprog. Rapat tersebut dilaksanakan oleh PPM dengan mengundang wakil atau PPC setiap divisi, dan bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang sedang terjadl di setiap divisi. Informasi keterlambatan penyerahan pssanan sesuai yang telah ditetapkan dapat diketahui secara dini pada rapat tersebut sehingga pemesan dapat diberitahu sebelumnya atau dicari pemecahan masalah lainnya supaya pengiriman pesanan dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Sebelum rapat dimulai, PPM akan membagikan form rencana target mingguan yang telah ditetapkan oleh setiap divisi, kemudian akan dievaluasi sejauh mana kemajuan telah dicapai. Keterlambatan yang terjadi akan dicatat dan kemudian dibuat target yang baru (informasi keterlambatan dari target yang telah ditetapkan sebelumnya akan tetap terlihat). Form yang digunakan pada saat rapat koordinasi rendalprog adalah: POLITEKNIK MANUFAKTUR I RISALAH RAPAT 11.01BAN DUNG I RAPAT KOORDINASI RENDALPROG PEsERTA Dlv. Mekanik : HARISS Logistik ; Div. G & P : KURNIAWAN PPM :WIBAWAK Div. Foundry :WIWIKP. D1v.Otomasi : RUMINTOS. D1STRIBUSI Pudir IV Para ka.div & Unit kerja terkait (harap diinformasikan kepada yang berkepentingan) Para sales (sebaeai proqress report"l I DIVISI ............................................ NO PEMESAN NO ORDER RINGKASAN PEMBICARAAN TARGET Setelah kartu kerja selesai dibuat maka kartu kerja jenis pertama akan dikirimkan ke divisi gambar&perancangan. Kartu kerja tersebut merupakan dasar perintah kerja yang harus dilakukan oleh divisi gambar&perancangan. Jenis pekerjaan yang harus dilakukan beserta rentang waktu penyelesaian pekerjaan yang tercantum pada katu kerja harus dipatuhi oleh divisi yang menerimanya. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 251 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) ...._--_._,. _ ...._-'~~~"..".".._.,- --­
  26. 26. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 8. KARTU KERJA DAN GAM BAR Setelah kartu keria diterima oleh PPC divisi gambar&perancangan, maka PPC akan membuat rencana penjadwalan beserta perencanaan jenis pekerjaan yang harus dilakukan. PPC juga menentukan siapa yang harus melakukan pekerjaan tersebut. Tahapan yang harus dilakukan adalah: pembuatan konsep, optimasi konsep, perancangan, optimasi perancangan, penyelesaian detail dan pemeriksaan akhir. Pada tahap perancangan, divisi gambar&perancangan bekerja sarna dengan divisi mekanik melalui diskusi dan pemberian gambar sketsa (usulan sketsa) ke divisi mekanik untuk meminimalkan kesalahan yang terjadl pada proses pembuatannya. Divisi mekanik akan menyarankan rancangan yang sesuai dengan tools dan mesin yang dimilikinya beserta kemudahan dalam melakukan proses tersebut. Pada tahapan ini tidak terdapat dokumen atau form standar yang menggambarkan terjadinya interaksi antara kedua divisi tersebut, dan tldak terdapat gambaran yang jelas mengenai batasan yang dilakukan oleh divisi mekanik dalam membantu hasil perancangan. Hasil pekerjaan divisi gambar&perancangan adalah: gambar detail (apendiks A7), gambar susunan (apendiks A8), dan bila diperlukan dokumenteknik (structure list). Semua gambar memiliki nomor yang dibuat berdasarkan sistem penomoran mandiri (supaya dapat digunakan ke induklproduk lain) dan diarsipkan ke dalam bentuk file computer dan hard copy. PPC tidak memiliki form standar untuk memeriksa bahwa gambar tersebut telah memenuhi syarat kelengkapan untuk dikirim ke PPM (syarat tersebut dapat berupa kelengkapan atau jumlah total gambar untuk satu nomor pesanan, atau data teknik lainnya) sehingga akan mengakibatkan kesulitan di divisi mekanik pada saat menerima gambar, dan harus memeriksa kelengkapan beserta mengoreksi kesalahan gambar yang teriadi. Untuk melakukan pemantauan ataupun pengendalian terhadap kapasitas dan beban yang sedang terjadi di divisi gambar & perancangan, PPC gambar&perancangan menyediakan papan kontrol yang dapat dilihat oleh semua orang di ruang divisi. Papan kontrol tersebut sebagai berikut NO. NAMA NO. ORDER PIC BULAN: BULAN: 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Tatacara pengisian Progress Order adalah sebagai berikut • Nama Diisi dengan nama produk pesanan yang tercantum pada kartu kerja. • Nomor Order Diisi berdasarkan nomor pesanan yang tercantum pada kartu kerja. • PIC (Person In Contact) LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 252 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  27. 27. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal Diisi berdasarkan nama orang yang bertanggung jawab terhadap suatu jenis nomor pesanan. - Bulan Diisi dengan bulan yang sedang berlangsung serta satu bulan ke depan. • Kolom Minggu Diis; dengan simbol IZ.I yang menunjukkan bahwa suatu pesanan sudah mulai dikerjakan dan sedang berlangsung sampai pesanan tersebut telah selesai dan siap untuk dikirim ke PPM. Setelah semua pekerjaan selesai, PPC divisi akan melengkapi isian pada kartu kerja dan membuat blueprint gambar sebanyak tiga rangkap. Dua set gambar tersebut beserta kartu kerja dikirim ke PPM. 9. KARTU KERJA DAN GAMBAR SeteJah PPM menerima kartu kerja dan dua set gambar dari divisi gambar& perancangan, maka UP3 (bagian PPM) akan mengirimkan kartu kerja untuk divisi mekanik beserta dua set gambar. Kartu kerja (apendiks A6) tersebut berfungsi sebagai dokumen yang memerintahkan divisi mekanik untuk melakukan pekeriaan sesuai dengan perintah yang tercantum pada kartu kerja dan sesuai dengan gambar yang dikirimkan. PPC divisi beserta kasubdiv mekanik bertanggung jawab atas kelancaran proses pembuatan pesanan tersebut sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Uraian aliran informasi dan aliran kerja yang teriadl pada divisi mekanik akan dijelaskan secara terpisah pada bagian berikut. 10. KOREKSI GAMBAR Satu set (dari dua set) gambar akan dikirimkan oleh PPC divisi mekanik ke kepala sektor perakitan. Kepala sektor perakitan akan melakukan koreksi terhadap gambar yang diterimanya yang meliputi gambar susunan beserta part list dan gambar detail. Selain itu gambar tersebut akan digunakan untuk membuat operation plan perakitan beserta assembling report. Koreksi dilakukan jika terjadi kesalahan berupa ukuran penggambaran ataupun kesalahan perancangan. Kepala sektor perakitan dapat memanggil penanggung jawab pesanan yang bersangkutan ke divisi gambar& perancangan, dan dipanggil turun ke bengkel divisi mekanik. Kesalahan yang terjadi kemudian didiskusikan, dan langkah berikutnya kepala sektor perakitan akan ke divisi gambar&perancangan menuju ke drafter langsung untuk memerintahkan perubahan gambar secara langsung. Perubahan atau koreksi yang dilakukan tidak pernah didokumentasikan secara tertulis dan tidak tersedia form standar yang menunjang hal tersebut. Kesalahan yang terjadi tidak pernah ditindaklanjuti dengan penganalisaan, hal tersebut akan menyebabkan timbulnya asumsi bahwa keterlambatan penyerahan produk pesanan ke pemesan tidak dipengaruhi oleh kesalahan gambar yang terjadi. Asumsi tersebut jelas keliru, bahkan akan sangat fatal sekali akibatnya jika kesalahan gambar yang terjadi baru terdeteksi pada saat proses pemesinan sedang berlangsung. Setelah koreksi gamlJar dilakukan maka kepala sektor perakitan akan menginformasikan hal tersebut ke PPC divisi mekanik. Selanjutnya PPC divisi mekanik akan mengesahkan gambar LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 253 AND CONTROL "PPC" (D4 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  28. 28. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal koreksi tersebut melalui penyetempelan dan akan menukar semua gambar salah yang telah beredar (berada di sektor selain perakitan) dengan gambar koreksi yang telah disahkan. Batas waktu yang dipertukan untuk melakukan koreksi gambar tidak dinyatakan secara tegas, hal tersebut diakibatkan karena tugas utama sektor perakitan bukan untuk rnenqoreksi gambar tetapi untuk melakukan perakitan sebagus dan secepat mungkin yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Hal tersebut kadangkala mengakibatkan keterlambatan pengoreksian gambar yang salah, yang mana gambar salah tersebut telah beredar ke sektor lainnya bahkan beberapa proses pemesinan telah dirriulai. Jika kondisi tersebut terjadi maka PPC akan memberikan informasi ke sektor terkait untuk menghentikan kegiatan yang telah dilakukan. Sejauh mana kesalahan yang telah dilakukan (diakibatkan kesalahan gambar) akan dianalisa dan dicari pemecahan masalahnya. Pemecahan masalah tersebut tidak selalu diikuti dengan mengganti material benda yang bersangkutan tetapi dengan melakukan modifikasi terhadap komponen yang berpasangan. 11. ORDER MATERIAL Sebelum aktifitas proses pemesinan dilakukan di divisi mekanik maka salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PPC divisi mekanik adalah melakukan pengorderan material yang sesuai dengan jumlah komponen yang tercantum pada material Jist gambar susunan. Order material dilakukan setelah PPC divisi mekanik membuat daftar material berdasarkan data yang diperoleh dari gambar susunan beserta part Jist dan gambar detail. Dimensi material yang dipesan mempertimbangkan gambar detail beserta proses yang akan dilakukan. Pengorderan material dilakukan menggunakan bon pesanan (lihat apendiks A9). Daftar komponen yang dipesan ditulis oleh mahasiswa yang melakukan program PPC. Pada saat mengisi daftar material, mahasiswa tidak dibekali dengan suatu petunjuk untuk membedakan antara komponen yang akan mengalami proses pemesinan ataupun komponen yang dipesan dalam bentuk standar. Tidak ada catatan atau dokurnentertulis yang dimiliki oleh PPC divisi mekanik untuk menunjukkan bahwa suatu komponen merupakan komponen standar. Mahasiswa yang melakukan program PPC terdiri atas mahasiswa tingkat 2 dan/atau tingkat 3. Pada suatu kondisi mahasiswa akan mengorder material untuk komponen standar yang diperkirakan harus dibuat (sebenamya tidak diperlukan), akibatnya setelah material tersebut dikirim oleh logistik rnaka PPC terpaksa menerimanya walaupun material tersebut tidak dapat digunakan (karena komponen standar tidak mengalami proses pemesinan). Kerugian material tersebut akan dibebankan ke divisi yang bersangkutan berdasarkan nomor pesanan. Pada saat menindaklanjuti bon pesanan yang dikirim, logistik sering mengalami kesulitan seperti penulisan spesifikasi barang yang dipesan tidak jelas (disebabkan ditulis oleh mahasiswa dan tidak diperiksa secara rinci oleh kepala PPC), sehingga pihak logistik perlu mengkonfirmasikan masalah tersebut ke PPC divisi mekanik. Seringkali juga material yang dipesan hanya berdasarkan brand minded saja, sehingga jika tidak tersedia maka logistik LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 254 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) . _._...._. _.._-_._---_._- --_._._.._.- .__._---_._._.­ •
  29. 29. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal akan mengkonfirmasikan jenis material pengganti yang setara kepada divisi mekanik. Jika ukuran material yang dipesan tidak terdapat di logistik maka stat logistik akan mengkontirmasikan hal tersebut ke divisi mekanik untuk menentukan apakah dimensi pengganti yang tersedia di logistik dapat digunakan atau harus dilakukan pembelian material ke luar POLMAN. Batas waktu penyerahan material yang terdapat pada bon pesanan sering tidak dicantumkan secara [elas oleh pemesan (PPC divisi mekanik), hal tersebut akan menyulitkan stat logisitik untuk menindaklanjuti pesanan tersebut karena semua permintaan yang datang ingin didahulukan. Penulisan batas waktu tersebut seringkali tidak memperhatikan kebutuhannya, dalam hal ini yang sering dilakukan adalah melakukan pengorderan material sedini mungkin walaupun proses pemesinan terhadap material tersebut akan dilakukan pada waktu yang masih lama. Untuk memecahkan masalah yang terjadi maka logistik membuat suatu daftar prioritas pemenuhan bon pesanan, yang mana urutan prioritas tersebut adalah: material untuk kebutuhan ujian mahasiswa, material untuk kebutuhan produksi, material untuk kebutuhan program latihan atau produk standar. Pemilihan jenis material yang dilakukan oleh divisi mekanik umumnya hanya berdasar pada seringnya material tersebut digunakan oleh divisi yang bersangkutan. Belum pemah dilakukan analisa yang menunjukkan keuntungan dan kerugian penggunaan suatu jenis material berdasarkan pertimbangan ongkos material dan kemudahan dalam proses pemesinan ataupun perlakuan panas. Dalam hal ini logistik telah memiliki contoh perbandingan antara ongkos material dan ongkos proses untuk dua jenis material yang akan memberikan pengaruh terhadap harga total. Setelah bon pesanan diterima oleh stat logistik maka langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kelayakan terhadap nomor account, pengesahan divisi, spesitikasi barang dan batas penyerahan. Jika hasil evaluasi tidak layak, maka bon pesanan akan dikembalikan ke PPC divisi untuk diperbaiki, tetapi jika layak maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan persediaan/stock di logistik. Jika persediaan di logistik tidak ada maka akan dilakukan pengorderan material ke luar POLMAN berdasarkan tatacara yang dimiliki oleh POLMAN, tetapi jika persediaan di logistik ada maka akan dilakukan pemenuhan pesanan. Pesanan akan dikirimkan oleh mahasiswa program logistik atau karyawan logistik ke PPC divisi mekanik untuk meminta pengesahan terhadap barang yang telah diterima oleh divisi mekanik. Pesanan tersebut akan diletakkan langsung olen pengirim ke rak penerimaan barang yang ada di divisi mekanik. Untuk melakukan pengendalian terhadap material yang diterima oleh divisi mekanik, maka pada rak penerimaan material produksi dilengkapi dengan papan daftar material sebagai berikut: NO • NO ORDER TGL ORDER POS NAMA BAGIAN JUMLAH (BH) MATERIAL UKURAN MM PID L T TGL MASUK KETERANGAN LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 255 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) -_._..- ~~.._--~---_.. --_.-._-----~- ---_._--_._._--_.. _-_.._-~~~- -~~~~._,
  30. 30. i; ~-" ....--.~..-..-..--.----- ..-.- Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal , Tatacara pengisian Daftar Penerimaan Material adalah sebagai berikut: • Nomor Diisi dengan nomor urut berdasarkan waktu datangnya material yang dikirim oleh mahasiswa atau karyawan logistik ke rak penerimaan material divisi mekanik. • No. Order Diisi berdasarkan nomor accountlproduksi yang tercantum pada bon pesanan. • TanggalOrder Diisi dengan tanggal, bulan dan tahun dilakukannya pengesahan dan dikirimkannya bon pesanan ke logistikoleh mahasiswa program PPC ataupun program perakitan. • Pos Diisi berdasarkan nomor pos yang tercantum pada gambar susunan ataupun kartu proses. • Nama Bagian Diisi sesuai dengan nama komponen yang tercantum pada gambar detail ataupun kartu proses. • Jumlah Diisi berdasarkan jumlah material yang diterima pada saat pengiriman pesanan dilakukan. • Ukuran Diisi dengan dimensi material yang diterima pada saat pengiriman pesanan dilakukan. Dimensi ditulis berdasarkan kolom yang ada diatasnya yang merupakan huruf kependekan dari: P (Panjang), D (Diameter), L (Lebar), T (Tinggi). • Tanggal Masuk Diisi tanggal, bulan, tahun diterimanya pesanan oleh divisi mekanik melalui pengesahan pada bon pesanan. • Keterangan Diisi berdasarkan nama dan nomor coin penerima pesanan material (mahasiswa program PPC atau mahasiswa program perakitan). 12. PEMBELIAN MATERIAL Pembelian material ke luar POLMAN dilakukan untuk kebutuhan barang stock rnaupun barang nonstock yang menunjang kegiatan produksi. Pembelian material ke luar POLMAN disebut dengan pengadaan. Pengadaan yang dilakukan ke pemasok didefinisikan sebagai badan usaha yang memenuhi kebutuhan POLMAN akan produk standar badan usaha tersebut. Sebelum pesanan nonstock dipenuhi maka dilakukan analisa terhadap batas akhir penyerahan barang yang harus dilakukan oleh UPT logistik. Kemudian dilakukan pengisian terhadap fonn untuk pesanan barang stock atau barang nonstock. Daftar tersebut ditandatangani oleh kepala UPT Logistik kemudian diserahkan ke bagian keuangan untuk dilakukan penandatanganan oleh Pembantu Direktur Bidang Administrasi dan Kepegawaian, yang kemudian ditandatangani oleh Direktur POLMAN. Penandatanganan umumnya dilakukan pada hari Rabu, oleh karenanya daftar barang yang dipesan diusahakan sudah rnasuk ke logistik paling lambat pada Hari 8elasa. Untuk LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 256 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) ....------------_._---------.-----.._-­
  31. 31. rencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal keperluan yang sangat rnendesak pembelian barang dapat dilakukan duluan dan kemudian kegiatan administrasinya menyusul. l.anqkah yang dilakukan oleh llPT Logistik untuk melakukan pengadaan adalah: usulan pengadaan, persetujuan, permintaan penawaran, evaluasi penawaran, menerbitkan purchase order, penerimaan barang, pemeriksaan kualitas sesuai spesitikasi, penyimpanan. 3. JADWAL PEMELIHARAAN UPT Perawatan memiliki jadwal rencana pemeliharaan mesin tahunan yang dibuat untuk setiap mesin dan tasilitas yang dimiliki POLMAN. Dari jadwal pemeliharaan mesin tahunan diturunkan jadwal pemeliharaan mesin bulanan. Waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk kegiatan pemeliharaan dikompromikan antara UPT Perawatan dengan PPC divisi mekanik. Sehingga pada pelaksanaannya tidak terjadi bentrokan kepentingan antara program produksi dan kegiatan pemeJiharaan. Pada jadwal pemeliharaan bulanan dicantumkan tanggal dimulai dan berakhirnya kegiatan pemeliharaan. Waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan pemeliharaan dipengaruhi oleh nilai kerumitan perawatan mesin yang bersangkutan beserta tingkat pemeliharaan yang akan dilakukan. 14. PEMERIKSAAN PRODUK Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh produk yang dinyatakan selesai dan siap kirim memenuhi spesifikasi yang diminta pemesan ataupun standar tertulis yang berJaku. Jenis produk yang dihasilkan POLMAN meliputi mould, dies, jig and' fixture, mesin, suku cadang. Pemeriksaan akhir dilakukan jika kepala QC menerima kartu kerja dari kepala PPC divisi mekanik. Pemeriksaan komponen dilakukan oleh QC jika pemeriksaan yang dilakukan memerJukan suatu peralatan khusus (tidak tersedia di too/crib atau di sektor yang bersangkutan) atau sulit dilakukan di sektor yang bersangkutan, atau pemeriksaan dilakukan juga terhadap spesifikasi geometri hasil pengujian suatu produk (contoh: hasil produk cetakan plastik) . Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas yang tidak sesuai maka stat QC akan mengintormasikan hal tersebut ke PPC divisi mekanik. Selanjutnya PPC divisi mekanik akan memerintahkan sektor perakitan untuk menganalisa dan memperbaikinya. Prosedur yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan ditulis pada suatu form manual L1ji coba (apendiks A10) dan pelaksanaannya dibawah tanggung jawab dan wewenang Sub-Divisi Jaminan Mutu. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas sesuai dengan spesifikasi yang diminta maka Kepala Sub-Divisi Jaminan Mutu akan mengesahkannya melalui penandatanganan kartu kerja. Selanjutnya kartu kerja tersebut diserahkan ke divisi mekanik. 15. PENYERAHAN KARTU KERJA DAN PRODUK Setelah divisi mekanik menerima kartu kerja dari QC, maka kartu kerja tersebut akan disahkan oleh kepala PPC divisi mekanik dan kepala divisi LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SESAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 257 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK ,MANUFAKTUR BANDUNG)
  32. 32. ••• ••• •• Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal mekanik. Setelah pengesahan dilakukan maka PPC divisi mekanik akan mengirimkan kartu kerja berikut produk pesanan kepada logistik. 16.INFORMASI PENlIRUNAN DO (DELIVERY ORDER) Setelah kartu kerja diterima oleh UPT logistik maka kartu kerja tersebut akan disahkan melalui tandatangan kepala UPT logistik. Setelah itu, kartu kerja dikirim ke PPM sebagai informasi bahwa produk pesanan telah selesai dan slap dikirim ke pemesan. Berdasarkan kartu kerja yang diterima maka PPM akan memerintahkan bagian keuangan untuk membuat dokumen Delivery Order (apendiks A11). Dokumen tersebut diserahkan oleh PPM ke logistik. 17. PENYERAHAN PESANAN Setelah menerima dokumen Delivery Order dan PPM maka UPT Logistik akan melakukan pengepakan terhadap produk pesanan. Kemudian produk pesanan tersebut dikirim ke perusahaan pemesan. Jika pembayaran terhadap produk pesanan telah lunas maka setiap dokumen Delivery Order (rangkap tiga) diserahkan ke pemesan, ke satpam dan diteruskan ke logistik, ke PPM dan diteruskan ke bagian keuangan. 8.3.1 MODEL LAY..OUT DIVISI MEKANIK Divisi/jurusan mekanik dimodelkan pada gambar 8.2. Divisi mekanik terdiri atas 9 sektor yang dipimpin oleh kepala sektor. Setiap kepala sektor membawahi beberapa instruktur. Setiap instruktur bertanggungjawab terhadap sejumlah mesin dan mahasiswa yang mendapat program pada sektor tersebut. MODEL LAY-OUTDIVISI MEKANIK S.PPC S. PI:MESINAN :I S. PEMESINAN KHUSUS I ... ElBfrm1. III ~ 1.. Rak penerlmaan material•"0< .1 ...1,. • t ~,...t, ~~ttt~rr::m!:J~ ~ a1'!O o:m mho tn N. :IMtruktUr ~tt ! ~ I<L• =kqHI"MktoI'..... I<LPPC ;~"~-.dptlMlng S. KERJA TANGAN «Ott'"- - :~I"wa • Rt< :f1Ilc~ 11M : raklhilt.rRil S. SPESIAUS PPP ! Ili'·TOOL-CRIB <>0 :~,"OM1I'ldad.b.r GS : ft'IM.ln gaindoll: .lllncter eo ~lDIISlnbor~ .... :II'IMI""" ! ••• CI::!!!J ~ ~ln bUbUtt tIt KlI : ~rJa t-lgku n ! I ... I "" : ;alall,lq,jr :.ilt.t~1Wa""C_"" ;~-.ffJg~ ... :~~kNdan:~1en ~~ll*, xlt ..0< ~ S. FABRIKASI eM : ",,"m r»py mlmna OR ;trllllt.ln~ ~ E01!J EIJ'!O oP ~_In~lpitli .... I<E :lftMln~EO[] cr:!!J CI::!!1:J ~. CNe : comp4ItM~oorfIIftI! ! N' we ; WffiIcut :.W1IIk:~t1I*~ ED!D~Xtt HS :I'iand*RpPIngr::oo~ -LAP :lapp/tJgS.QC • S. PEMESINAN1 ItT :hMdtooMr - W ;RW$lnWiefd~ ... : __ m.tlIIMdpI f M ~ saP :~Mtdp.MiintT ! •••• AA : ..lalangblS. SPESIAllS PPM1 COM :~... ....~ ~..., ! ,,0< 1..~ OJ![] C@!Jcrzo ~ ,1 ~ •"0<D:!l!J ~t~ ~ CIJ!:J aJ!i':J ttt tttmho r::I3Jmho 030 o::B:J mho Gambar 8.2 Model/ay-out umum divisi mekanik LOAD ORiENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 258 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) ~~- •..._----''''.'--_.'...
  33. 33. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 8.3.2 MODEL ALiRAN MATERIAL DIVISI MEKANIK Model aliran material divisi mekanik mengasumsikan bahwa material mengalir setelah diterbitkannya kartu keria dan gambar oleh PPM, dan telah dilakukan pengorderan material oleh staff PPC (gambar 8.3). MODEL ALiRAN MATERIAL DIVISI MEKANIK TOOL CRIB Gambar 8.3 Model umum aliran material divisl mekanik Keterangan: 1a. Penerimaan komponen standar ke rak komponen PPC Order material dilakukan setelah kartu proses (apendiks 81), kartu kontrol (apendiks 82), daftar material (apendiks 83) dan assembling report (apendiks 84) dibuat. Setelah semua persyaratan dipenuhi maka logistik akan mengirim komponen standaryang tidak mengalami proses pemesinan. Penerimaan komponen standar dilakukan oleh staff PPC dan disimpan di rak komponen sektor PPC. Komponen standar yang diterima ditulis pada daftar material. 1b. Penerimaan material ke rak material divisi mekanik Prosedur sebelumnya sarna dengan 1.a. Logistik akan mengirim material baku yang akan mengalami proses pemesinan ke rak divisi mekanik. Penerimaan dilakukan oleh staff PPC dan disimpan di rak material divisi mekanik. Bukti penerimaan material dilakukan oleh staff PPC. Material yang diterima ditulis pada daftar material. 2. Distribusi material ke rak sektor Distribusi material dari rak divisi mekanik ke rak sektor dilakukan berdasarkan urutan pertama operasi pemesinan. Pengiriman material bersamaan dengan kartu proses, gambar detail (apendiks 85) dan operation plan benda kerja LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 259 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) .__._--_...--_.__.- ---_. - .•..__.... _..... _----.._. -"-'--'-""-'-~--'-"'-----'---------'---
  34. 34. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal kritis (belum tersedia form yang standar). Distribusi dilakukan oleh kasubdiv dan akan diterima oleh setiap kepala sektor. 3. Distribusi material ke instruktur Kepala sektor akan mendistribusikan material dari rak sektor ke instruktur bersamaan dengan kartu proses, gambar detail dan operation plan benda kritis. Distribusi material tersebut disesuaikan dengan jenis operasi pemesinan yang berada di bawah tanggung-jawab instruktur yang bersangkutan. 4. Distribusi material ke mahasiswa Setelah material diterima oleh instruktur maka instruktur yang bersangkutan akan membuat jadwal pembebanan mesin. Distribusi material ke mahasiswa dilakukan oleh instruktur sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa dan tingkat kesulitan benda kerja yang akan dibuat. Langkah berikutnya mahasiswa akan membuat operation plan (apendiks B6) dan diserahkan ke instruktur untuk diperiksa. Jika operation plan dinyatakan baik maka mahasiswa akan mulai memroses benda kerja sesuai dengan gambar teknik dan operation plan yang telah dibuat. 5. Penyerahan benda kerja ke instruktur Setelah mahasiswa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan gambar kerja kemudian benda kerja tersebut diserahkan ke instruktur untuk diperiksa kualitas geometrinya. Pemeriksaan tersebut berfungsi. juga sebaqai media penilaian bagi mahasiswa yang bersangkutan. Jika pemeriksaan sulit dilakukan oleh instruktur maka pemeriksaan kualitas geometri dapat diserahkan ke QC (apendlks B7). Penyerahan benda kerja ke kepala sektor Jika pemeriksaan kualitas geometri dan penilaian kerja mahasiswa telah dilakukan oleh instruktur, dan benda kerja tersebut layak untuk diproses berikutnya maka benda kerja tersebut akan diserahkan ke kepala sektor untuk disahkan melalui penandatanganan kartu proses. Pengiriman benda kerja ke rak sektor proses berikutnya Benda kerja yang telah disahkan tersebut ,kemudian dikirim ke rak material sektor berikutnya bersamaan dengan gambar teknik dan kartu proses. Benda kerja tersebut dapat saja dikirim pada rak material sektor yang sarna untuk proses pemesinan Jainnya yang masih berada pada sektor yang sarna. Distribusi benda kerja ke instruktur Benda kerja didistribusikan dari rak sektor proses pemesinan urutan berikutnya (ke-dua) ke instruktur dan disesuaikan dengan jenis operasi pemesinan yang berada di bawah tanggungjawab instruktur yang bersangkutan. Distribusi tersebut diikuti dengan kartu proses, gambar teknik dan operation plan benda kritis. 9. Distribusi benda kerja ke mahasiswa Langkah sebelumnya yang dilakukan instruktur adalah membuat jadwaJ pembebanan mesin. Distribusi benda kerja kemahasiswa dilakukan oleh instruktur sesuai dengan kompetensi yang dimiJiki oleh mahasiswa dan tingkat kesulitan benda kerja yang akan dibuat. Setelah benda kerja dan gambar teknik diterima oleh mahasiswa maka mahasiswa akan membuat operation plan sesuai dengan gambar detail dan akan diserahkan ke instruktur yang bersangkutan untuk diperiksa. Jika operation plan dinyatakan baik maka mahasiswa diperkenankan untuk melakukan proses pemesinan. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 260 AND CONTROL "PPC" (04 POLiTEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)
  35. 35. ----- Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 10. Penyerahan benda kerja ke instruktur Setelah mahasiswa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan gambar kerja kemudian benda kerja tersebut diserahkan ke instruktur untuk diperiksa kualitas geometrinya dan merupakan media penilaian bagi mahasiswa yang bersangkutan. Jika instruktur mengalami kesulitan pada saat memeriksa kualitas geometri benda tersebut maka instruktur dapat mengirimkan benda kerja tersebut ke aG. 11. Penyerahan benda kerja ke kepala sektor SeteJah pemeriksaan kualitsaas geometri dan penilaian dilakukan oleh instruktur, dan dinyatakan bahwa benda kerja tersebut telah layak untuk mengalami proses berikutnya maka benda kerja diserahkan ke kepala sektor untuk disahkan melaJui penandatanganan kartu proses. 12. Pengiriman benda kerja ke sektor spesialis PPP (perakitan) Benda kerja yang sesuai dengan gambar kerja dan telah melewati pengujian kualitas geometri akan dirimkan ke rak sektor perakitan berikut gambar detail. Benda kerja tersebut siap untuk dirakit bersamaan dengan komponen standar ataupun dengan bsnda kerja lainnya. Benda kerja yang dikirim ke sektor perakitan dapat juga belum merupakan ukuran jadi karena adanya beberapa proses pemesinan yang harus dilakukan secara bersamaan. 13. Pengiriman komponen standar ke sektor spesialis PPP (perakitan) Komponen standar akan dikirimkan dari rak komponen PPC ke rak material sektor perakitan. Komponen standar tersebut siap untuk dirakit bersamaan dengan benda kerja ataupun dengan komponen standar lainnya. 14. Pengiriman benda kerja dan komponen standar ke instruktur Pengiriman dilakukan jika beberapa gabungan benda kerja dan komponen standar telah siap untuk dirakit menjadi unit ataupun sub-unit rakitan. Pengiriman dilakukan ke instruktur sesuai denqan bidang keahliannya seperti moulding atau press tools. Pengiriman tersebut diikuti dengan gambar susunan dan operation plan perakitan (belum tersedia form yang standar). 15. Pengiriman benda kerja dan komponen standar ke mahasiswa Setelah instruktur mempelajari gambar susunan dan operation plan perakitan rnaka instruktur akan mendistribusikan pekerjaan ke mahasiswa sesuai dengan kompetensi dan tingkat kesulitan pekerjaan. Kemudian mahasiswa akan dibantu instruktur untuk memulai proses perakitan. 16. Penyerahan hasil rakltan.ke instruktur Hasil rakitan yang dikerjakan oleh mahasiswa diserahkan ke instruktur untuk kemudian diperiksa kualitasnya dan diuji fungsinya. Pengujian dilakukan untuk rnengetahui sample produk yang didapat melalui hasil rakitan, dan setelah diperiksa bentuknya kemudian diserahkan ke instruktur yang bersangkutan. 17. Penyerahan produk hasil rakitan ke kepala sektor perakitan Produk hasil rakitan kemudian diserahkan ke kepala sektor _perakitan untuk diperiksa kuaJitasnya seperti tampilan produk. 18. Pengiriman produk hasil rakitan ke QC Jika tampilan produk dinyatakan bagus maka kepala sektor perakitan akan menyerahkan contoh produk tersebut ke sektor aG. Produk hasiJ rakitan dikirim ke aG untuk diperiksa kualitas geometrinya apakah sesuai atau tidak dengan pesanan yang diminta oleh pernesan. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 261 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) ------- ----- -_ . .__.-. ..~------ ,------------,.---~--_.,.--------- ._._--­ .. __._......
  36. 36. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 19. Penyerahan produk hasil rakitan ke mahasiswa program QC Kepala sektor perakitan akan menyerahkan produk hasil rakitan ke mahasiswa untuk diperiksa kualitas geometrinya. Penyerahan tugas tersebut disesuaikan dengan kompetensi dan tingkat kesulitan pekerjaan yang akan diberikan ke mahasiswa. 20. Penyerahan produk hasil rakitan ke kepala sektor QC Produk hasil rakitan yang telah diperiksa oleh rnahaslswa akan diserahkan kembali ke kepala sektor QC berikut hasil pemeriksaan kualitas geometri yang dilakukan (apendiks B7). 21. Pengiriman hasil rakitan ke kepala PPC Setelah produk hasil rakitan dinyatakan memenuhi syarat sesuai spesifikasinya rnaka hasil rakitan dikirimkan ke kepala PPC. 22. Pengiriman hasil rakitan ke logistik Kepala PPC akan mengesahkan hasil rakitan (penandatanganan kartu kerja) dan kemudian akan menyerahkan hasil rakitan tersebut ke logistik. Dengan dikirimnya hasil rakitan maka dapat dinyatakan bahwa pesanan yang bersangkutantelah diselesaikan oleh divisi mekanik dan siap untuk dikirim ke pemesan melalui logistik. a.b Peminjaman peralatan ke too/crib Peminjaman alat potong, alat bantu cekam, alat ukur dan lain-lain oleh mahasiswa ke too/crib dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan proses pemesinan benda kena pada suatu mesin. Peminjaman alat tersebut dilakukan menggunakan koin. Setiap mahasiswa memiliki 10 buah koin. Satu koin hanya berlaku untuk peminjaman satu alat. 8.3.3 MODEL ALiRAN INFORMASI DIVISI MEKANIK Model aliran informasi divisi mekanik mengasumsikan bahwa informasi mengalir setelah diterbitkannya kartu kerja dan gambar teknik oleh PPM (gambar 8.4). Keterangan: 1. Penerimaan kartu kerja dan gambar teknik dari PPM Kartu kerja dan gambar teknik yang terdiri atas gambar detail, gambar susunan dan part list diterima oleh kepala sektor PPC. Dokumen tersebut merupakan perintah kerja untuk menyelesaikan pesanan. 2. Pembuatan jadwal induk Pembuatan jadwal induk ppe (apendiks B8) dilakukan oleh kasubdiv mekanik. Jadwal induk terdiri atas beberapa pesanan berikut tanggal awal dan akhir pemrosesan pesanan secara keseluruhan. 3. Pengiriman gambar teknik ke sektor perakitan Gambar teknik yang terdiri atas gambar detail, gambar susunan dan part list dikirim oleh kasubdiv PPC ke kepala sektor perakitan untuk dikoreksi. Semua gambar diperiksa untuk meminimalkan kesalahan pemrosesan benda kerja sesuai dengan gambar teknik yang tersedia. Melalui gambar teknik yang diberikan, kepala sektor perakitan akan membuat jadwal penyerahan setiap benda keria ke sektor perakitan (apendiks B4). Selain itu kepala sektor perakitan dibantu oleh instruktur perakitan akan membuat operation plan perakitan (belum tersedia form yang standar). Gambar detail yang diterima akan diberi tanda penunjuk kelebihan material apabila diperlukan. Pemberian LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 262 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) I l .. _. . __ .---' ---- -----­
  37. 37. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal tanda tersebut untuk mengantisipasi beberapa benda kerja yang harus diproses secara bersamaan di seldor perakitan. Jika gambar teknik tersebut ada yang dikoreksi maka gambar teknik tersebut akan diserahkan ke divisi gambar&perancangan untuk dikoreksi dan kemudian akan diterbitkan gambar teknik yang baru (hasil koreksi). MODEL ALIRAN INFORMASI s.PPC S. PEMESINAN Z S. PEMESINAN 1 S.QC ~ ~ TOOL CRIB Gambar 8.4 Model umum aliran infonnasi di divisl mekanik 4. Penyerahan gambar teknik dan jadwal penyerahan benda kerja ke kasubdiv PPC Gambar teknik yang telah diperiksa dan jadwal penyerahan benda kerja ke seldor perakitan akan diserahkan oleh kepala seldor perakitan ke kasubdiv PPC. 5. Pembuatan dokumen kerja Melalui gambar teknik dan jadwal penyerahan benda kerja yang diterima, maka kepala PPC akan memerintahkan instruldur yang dibantu oleh mahasiswa untuk membuat kartu proses (apendiks : 81), kartu kontrol (apendiks 82), daftar material (apendiks 83), catatan produksl (belum tersedia iorm yang standar) dan assembling report (apendiks 84). 6. Penyerahan dokumen kerja ke kepala PPC Kartu proses, kartu kontrol, daftar material, catatan produksi dan assembling report yang selesai dibuat oleh mahasiswa diserahkan kekepala PPC untuk diperiksa kebenarannya. ..Iika terjadi kesalahan maka akan dikoreksi oleh kepala PPC dan diterbitkan dokumen kerja yang baru. 7. Pengiriman bon pesanan Berdasarkan daftar material yang dibuat maka kepala PPC akan memerintahkan mahasiswa program PPC untuk mengisi bon pesanan sesuai dengan material yang dibutuhkan berdasarkan nomor order tertentu. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PRODUCTION PLANNING 263 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTlIR BANDUNG) - - - - . - - - - - - - - - . , _ . _ . _ - ., •• _ _•. - • - -•.. -.-----.~"~~,_•••• , h • _ _ ,_ _ ,~,'.. .il.,....Il
  38. 38. = Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal 8. Penerimaan material berdasarkan bon pesanan Pesanan berupa komponen standar akan dikirim ke rak komponen standar sektor PPC sedangkan material akan dikirim ke rak divisi mekanik. Penerimaan dinyatakan sah jika bon pesanan ditandatangani oleh kepata PPCdan sesuai dengan spesifikasi yang diminta. 9. Pembuatan operation plan dan jadwal detail untuk benda karja kritis Kepala sektor PPC akan mel11erintahkan kasubdiv untuk membuat operation plan komponen kritis yang bertujuan meminimalkan kesalahan proses pemesinan (belum tersedia fonn standar) dan jadwal detail (apendiks 810). Seminggu sebelumnya kepala subdivisi mekanik akan mengirimkan form distribusi program praktik mekanik (apendiks 89) ke setiap sektor. Form tersebut bertujuan untuk mengatur beban pekerjaan pada setiap sektor berkenaan dengan mesin dan mahasiswa yang tersedia. 10. Pengiriman dokumen ke setiap sektor Setelah operation plan benda kritis selesai dibuat maka kasubdiv PPC akan mengirim dokumen berupa kartu proses, gambar detail dan operation plan komponen kritis dan jadwal detail ke setiap kepala sektor, Umumnya dokumen tersebut dibagikan hanya ke sektor yang merupakan proses pemesinan benda ke~a untuk operasi pertama, selain jadwal detail yang dibagikan ke setiap sektor. 11. Pembagian pekerjaan ke instruktur Melalui dokumen yang diterima oleh setiap kepala sektor, kemudian kepala sektor akan membagikan kartu proses, benda kerja, gambar detail dan operation plan benda kritis ke setiap Instruktur. Setelah itu instruktur akan membuat jadwal pembebanan mesin dan mahasiswa sesuai dengan fonn distribusi praktikmekanik. 12. Perintah pembuatan operation plan ke mahasiswa Setelah jadwal pembebanan selesai dibuat maka instruktur akan mendistribusikan pekerjaan ke mahasiswa sesuai dengan kompetensi dan tingkat kesulitan pekerjaan. Mahasiswa yang bersangkutan akan diberi gambar detail. Melalui gambar detail yang diterimanya maka mahasiswa akan membuat operation plan (apendiks 86). Operation plan yang telah dibuat kemudian diserahkan ke instruktur yang bersangkutan untuk diperiksa. 13. Penyerahan pekerjaan ke mahasiswa Operation plan yang diterima instruktur akan dikoreksi terhadap kebenaran dan keamanan prosedur pembuatan benda kerja tersebut. Jika operation plan dinilai baik maka instruktur akan mendistribusikan pekerjaan ke mahasiswa yang ditandai dengan penyerahan gambar detail, benda kerja dan operation plan. Setelah menerima semuanya kemudian mahasiswa akan mulai mengerjakan benda kerja sesuai dengan gambar detail. Sebelum melakukan proses pemesinan mahasiswa akan meminjam rnesln (penukaran koin ke lemari kunci mesin) dan memeriksa kelengkapan inventarisasinya. Beberapa alat potong dan peralatan lainnya yang dibutuhkan akan dipinjam oleh rnahasiswa ke tool crib. Jika benda kerja telah selesai dibuat kemudian mahasiswa -- akan menyerahkan benda kerja, gambar detail dan operation plan ke instruktur. 14. Penyerahan kartu proses ke kepala sektor Setelah benda kerja diterima oleh instruktur maka instruktur akan memeriksa kualitas geometri benda kerja tersebut. Hasil pengukuran benda kerja yang sesuai dengan spesifikasi geometrinya akan dicantumkan pada bagian LOAD ORIENTED ORDER RELEASESEBAGAI PENGANTAR PRODUCTIoN PLANNING 264 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG) Ii.---_. o_ i
  39. 39. Perencanaan Dan Pengendalian Kapasitas Berorientasi Jadwal belakang kartu proses yang diisi oleh instruktur. Pengujian geometri tersebut merupakan media penilaian insruktur terhadap mahasiswa. Jika pengujian geometri tidak mungkin dHaksanakan oleh instruktur maka benda kerja tersebut akan dikirim ke ac. Kepala sektor akan mengesahkan pekerjaan yang dilakukan layak untuk mengalami proses berikutnya melalui penandatanganan kartu proses oleh kepala sektor. 15. Penyerahan pemrosesan lanjut ke sektor berikutnya Kartu proses yang telah ditandatangani oleh kepala sektor berikut benda kerja dan gambar detail akan diserahkan ke kepala sektor berikutnya yang sesuai dengan urutan pemrosesan pada kartu proses 16, 17, 18 dan 19 sama dengan prosedur yang dilakukan sektor sebelumnya. 20. Pengiriman pekerjaan ke sektor perakitan Kepala sektor akan mengirim kartu proses, benda kerja dan gambar detail ke sektor perakitan. Pengiriman benda kerja ke sektor perakitan hanya untuk benda kerja yang telah selesai diproses pemesinan atau benda kerja yang akan mengalami proses pemesinan di sektor perakitan. 2'. Distribusi pekerjaan di seldor perakitan Dokumen dari sektor sebelumnya akan diperiksa kelengkapannya oleh kepala sektor perakitan. Hasil pengujian geometrik yang terdapat pada halaman belakang kartu proses diperiksa. Jika hasil pengujian geometri tidak dicantumkan maka kepala sektor perakitan akan memerintahkan mahasiswa untuk menguji geometri kembali untuk menghindari terjadinya kesalahan pemrosesan lanjut atau mengetahui kualitas geometrik komponen tersebut (untuk memastikan dapat dirakit).,Kepala sektor akan mendistribusikan pekerjaan ke instruktur perakitan sesuai dengan spesialisasi yang dimiliki oleh instruktur perakitan. Operation plan perakitan (belum ada form yang standar) diberikan oleh kepala sektor perakitan ke instruktur yang terkait 22. Distribusi pekerjaan ke mahasiswa Mahasiswa yang berada di bawah tanggung jawab instruktur akan menerima benda kerja hasH proses pemesinan, komponen standar dan operation plan perakitan. Mahasiswa dibantu instruktur akan melakukan awal proses perakitan. Hasil rakitan tersebut kemudian dicoba untuk menghasilkan produk pesanan (moulding akan diuji untuk menghasilkan suatu produk). 23. Penyerahan produk hasil pengujianke kepala sektor Produk hasil pengujian akan diperiksa kualitas permukaan dan bentuknya oleh instruktur. Jika hasilnya kurang memuaskan maka hasil rakitan akan diperbaiki,sebaliknya jika produk hasil pengujian kualitasnya baik maka akan diserahkan oleh instruktur ke kepala sektor yang bersangkutan. . 24. Pengiriman produk hasil rakitan ke QC ,Jika tampilan produk dinyatakan bagus maka kepala sektor perakitan akan menyerahkan contoh produk tersebut ke sektor QC berikut kartu kerja. Produk hasil rakitan dikirim ke QC untuk diperiksa kualitas geometrinya apakah sesuai atau tidak dengan pesanan yang diminta oleh pemesan. 25. Penyerahan produk hasil rakitan ke mahasiswa program QC Kepala sektor perakitan akan menyerahkan produk hasil rakitan ke mahasiswa untuk diperiksa kualitas geometrinya. Psnyerahan tugas tersebut disesuaikan dengan kompetensi dan tingkat kesulitan pekerjaan yang akan diberikan ke mahasiswa. LOAD ORIENTED ORDER RELEASE SEBAGAI PENGANTAR PIWDUCTlON PLANNING 265 AND CONTROL "PPC" (04 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG)

×