Etika bisnis

Rietz Wiguna
Rietz WigunaKlaim en Pan Pacific Insurance
NAMA

: HARITS WIGUNA

KELAS

: 4EA21

NPM

: 13210146

TUGAS

: SOFTSKILL ETIKA BISNIS

I.

PENDAHULUAN TEORITIKA ETIKA BISNIS
A. Teori Pengertian Etika
Etika berasal dari dari kata Yunani „Ethos‟ (jamak – ta etha), berarti adat
istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri
seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai,
tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut
dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke
generasi yg lain.
√ Norma Umum
Norma-norma Umum lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu
boleh dikatakan bersifat universal.
Norma Sopan santun
Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola
perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari. Etika tidak sama
dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut
sopan santun atau tata karma.
Norma Hukum
Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh
masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan
kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma hukum ini
mencerminkan harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat
tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana
masyarakat tersebut harus diatur secara baik.
Norma Moral
Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai
manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil
tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

√ Teori Etika Deontologi
Deontologi ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon
yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada
konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi
pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan
karena perbuatan tersebut wajib dilakukan.
Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan
yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh
melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena
dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini
merupakan suatu keharusan.
Contoh : kita tidak boleh mencuri, berbohong kepada orang lain melalui
ucapan dan perbuatan.
√ Teori Etika Teologi
Etika Teleologi berasal dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik
buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan
tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
- Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada
dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri
- Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi
manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan
masyarakat sebagai keseluruhan.
Contoh : kewajiban untuk menepati janji.
B. Bisnis Sebuah Profesi
1. Etika Terapan
Secara umum kita dapat membagi etika menjadi etika umum dan etika
khusus. Etika umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisikondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia
mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normative, dan
semacamnya. Etika umum sebagai ilmu atau filsafat moral dapat dianggap
sebagai etika teoritis, kendati istilah ini sesungguhnya tidak teat karena
bagaimanapun juga etika selalu berkaitan dengan perilaku dan kondisi praktis
dan actual dari manusia dalam kehidupannya sehari-hari dan tidak hanya
semata-mata bersifat teoritis.
Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral
dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prinsip
moral diteropongi dalam konteks kekhususan bidang kehidupan manusia yang
khusus tertentu. Dengan kata lain, etika sebagai refleksi kritis rasional
meneropongi dan merefleksi kehidupan manusia dengan mendasarkan diri
kepada norma dan nilai moral yang ada disatu pihak dan situasi khusus dari
bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan setiap orang atau
kelompok orang dalam suatu masyarakat. Dalam hal ini etika tidak lagi
sekedar meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia begitu
saja, melainkan meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia
dalam bidang kehidupan dan egiatan khusus tertentu. Etika khusus dibagi lagi
menjadi tiga, yaitu etiak individual, etika sosial, dan etika lingkungan hidup.
2. Etika Profesi
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti
karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan
berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk
menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau
benar, buruk atau baik.Etika merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara
mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam
hidupnya.
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi dalah
keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur
pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan
sumber utama untuk mencari nafkah.
3. Menuju Bisnis Sebagai Profesi Luhur
Berdasarkan pengertian profesi yang menekankan pada keahlian dan
ketrampilan yang tinggi serta komitmen moral yang mendalam, maka jelas
kiranya bahwa pekerjaan yang kotor tidak akan disebut sebagai profesi.
Karena itu sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis
dianggap sebagai pekerjaan kotor, kendati kata profesi, professional, dan
profesionalisme sering begitu diobaral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis.
Namun pihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan
juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya
sebagai sebuah profesi dalam pengertiannya sebagaimana kita jelaskan diatas.
Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi
punya komitmen morak yang mendalam. Karena itu, bukan tiddak mungkin
bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah professi dalam pengertiannya yang
sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.

II.

BISNIS DAN ETIKA
A. Mitos Bisnis Amoral
Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan
moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut
paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu
sama lain. Etika justru bertenatangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis
tiak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral.
Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai
semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat. Tidak sepenuhnya
benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi ) Harus dibedakan antara legalitas
dan moralitas. Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.
Pemberitaan, surat pembaca, dan berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana
untuk mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, atau mengecam
kegiatan bisnis yang tidak baik, menunjukkan bahwa masih banyak orang dan
kelompok masyarakat menghendaki agar bisnis dijalankan secara baik dan tetap
mengindahkan norma-norma moral.
B. Keutamaannya Etika Bisnis
Dalam bisnis modern, para pelaku bisnisdituntut untuk menjadi orangorang profesionaldi bidangnyaPerusahaan yang unggul bukan hanya
memilikikinerja dalam bisnis,manajerial dan finansialyang baik akan
tetapi juga kinerja etis dan etosbisnis yang baik.
Dalam persaingan bisnis yang sangatketat,maka konsumen benar-benar
rajaKepercayaan konsumen dijaga denganmemperlihatkan citra bisnis
yang baik dan etis.
Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin
kepentingan dan hak bagi semua pihak, maka perusahaan harus
menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis.
Perusahaan modern sangat menyadari bahwa karyawan bukanlah
tenaga yang harus dieksploitasi demi mendapat keuntungan
C. Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis
Tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis:
1) Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi
dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis.
2) Untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh atau
karyawan, dan masyarakat luas pemilik asset umum semacam
lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh
dilanggar atau praktek bisnis siapa pun juga.
3) Etika bisnis juga membicarakan mengenai system ekonomi yang
sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis.

D. Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Beberapa prinsip umum dalam etika bisnis antara lain:
a. Prinsip Otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil
keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa
yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
b. Prinsip Kejujuran
Prinsip ini merupakan prinsip paling problematic karena masih banyak
pelaku bisnis yang mendasarkan kegiatan bisnisnya pada tipu-menipu
atau tindakan curang.
c. Prinsip Keadilan
Yaitu menuntut setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif dan dapat
dipertanggung jawabkan.
d. Prinsip Saling Menguntungkan
Yaitu menuntut agar setiap bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga
menguntungkan semua pihak.
e. Prinsip Integritas Moral
Yaitu dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau
perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama
baiknya atau nama baik perusahaan.

E. Etos Kerja
Etos kerja adalah respon yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau
masyarakat terhadap kehidupan sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
Setiap keyakinan mempunyai sistem nilai dan setiap orang yang menerima
keyakinan tertentu berusaha untuk bertindak sesuai dengan keyakinannya.

F. Realisasi Moral Bisnis
Tiga pandangan yang dianut, yaitu:
a. Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.
b. Norma sendirilah yang paling benar dan tepat.
c. Tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali.
G. Pendekatan-pendekatan Stocholder
a) Kelompok primer
Yaitu pemilik modal, saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen,
penyalur dan pesaing atau rekanan.
b) Kelompok Sekunder
Yaitu pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok social, media
massa, kelompok pendukung, dan masyarakat.

III.

ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS
Utilitarianisme pertama kali dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1748-1832).
Persoalan yang dihadapi oleh Bentham dan orang-orang sezamannya adalah
bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi,
dan legal secara moral. Singkatnya, bagaimana menilai sebuah kebijaksanaan
publik, yaitu kebijaksanaan yang punya dampak bagi kepentingan banyak orang,
secara moral.
A. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Kriteria pertama adalah manfaat , yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu
mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Jadi, kebijaksanaan atau
tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik. Sebaliknya,
kebijaksanaan atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan
kerugian tertentu.
Criteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijaksanaan atau
tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih
besar)dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternative lainnya.
Criteria ketiga adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang, yaitu
dengan kata lain suatu kebijaksanaan atau tindakan yang baik dan tepat dari
segi etis menurut etika utilitarianisme adalah kebijaksanaan atau tindakan
yang membawa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau
sebaliknya membawa akibat merugikan yang sekecil mungkin bagi sedikit
mungkin orang.
Secara padat ketiga prinsip itu dapat dirumuskan sebagai berikut: Bertindaklah
sedemikian rupa sehingga tindakanmu itu mendatangkan keuntungan sebesar
mungkin bagi sebanyak mungkin orang.
B. Nilai Positif Etika Utilitarianisme
a. Rasionalitas, prinsip moral yang diajukan oleh etika utilitarianisme ini tidak
didasarkan pada aturan-aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami dan yang
tidak bias kita persoalkan keabsahannya.
b. Dalam kaitannya dengan itu, utilitarianisme sangant menghargai kebebasan
setiap pelaku moral. Setiap orang dibiarkan bebas untuk mengambil keputusan
dan bertindak dengan hanya memberinya ketiga criteria objektif dan rasional
tadi.
c. Universalitas, yaitu berbeda dengan etika teleologi lainnya yang terutama
menekankan manfaat bagi diri sendiri atau kelompok sendiri, utilitarianisme
justru mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi
banyak orang.
C. Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian
o Etika utilitarianisme dipakai sebagai proses untuk mengambil sebuah
keputusan, kebijaksanaan, ataupun untuk bertindak. Dengan kata lain,
etika utilitarianisme dipakai sebagai prosedur untuk mengambil keputusan.
Ia menjadi sebuah metode untuk bisa mengambil keputusan yang tepat
tentang tindakan atau kebijaksanaan yang akan dilakukan.
o Etika utilitarianisme juga dipakai sebagai standar penilaian bai tindakan
atau kebijaksanaan yang telah dilakukan. Dalam hal ini, ketiga criteria di
atas lalu benar-benar dipakai sebagai criteria untuk menilai apakah suatu
tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan memang baik atau tidak.
Yang paling pokok adalah menilai tindakan atau kebijaksanaan yang telah
terjadi berdasarkan akibat atau konsekuensinya yaitu sejauh mana ia
mendatangkan hasil terbaik bagi banyak orang.

D. Analisis Keuntungan dan Kerugian
1) Keuntungan dan kerugian (cost and benefits) yang dianalisis jangan
semata-mata dipusatkan pada keuntungan dan kerugian bagi
perusahaan, kendati benar bahwa ini sasaran akhir. Yang juga perlu
mendapat perhatian adalah keuntungan dan kerugian bagi banyak
pihak lain yang terkait dan berkepentingan, baik kelompok primer
maupun sekunder. Jadi, dalam analisis ini perlu juga diperhatikan
bagaimana daan sejauh mana suatu kebijaksanaan dan kegiatan bisnis
suatu perusahaan membawa akibat yang menguntungkan dan
merugikan bagi kreditor, konsumen, pemosok, penyalur, karyawan,
masyarakat luas, dan seterusnya. Ini berarti etika utilitarianisme sangat
sejalan dengan apa yang telah kita bahas sebagai pendekatan
stakeholder.
2) Seringkali terjadi bahwa analisis keuntungan dan kerugian ditempatkan
dalam kerangka uang (satuan yang sangat mudah dikalkulasi). Yang
juga perlu mendapat perhatian serius adalah bahwa keuntungan dan
kerugian disini tidak hanya menyangkut aspek financial, melainkan
juga aspek-aspek moral; hak dan kepentingan konsimen, hak
karyawan, kepuasan konsumen, dsb. Jadi, dalam kerangka klasik etika
utilitarianisme, manfaat harus ditafsirkan secara luas dalam kerangka
kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan sebanyak mungkin pihhak
terkait yang berkepentingan.
3) Bagi bisnis yang baik, hal yang juga mendapat perhatian dalam analisis
keuntungan dan krugian adalah keuntungan dan kerugian dalam jangka
panjang. Ini penting karena bias saja dalam jangka pendek sebuah
kebijaksanaan dan tindakan bisnis tertentu sangat menguntungkan, tapi
ternyata dalam jangka panjang merugikan atau paling kurang tidak
memungkinkan perusahaan itu bertahan lama. Karena itu, benefits
yang menjadi sasaran utama semua perusahaan adalah long term net
benefits.
Sehubungan dengan ketiga hal tersebut, langkah konkret yang perlu
dilakukan dalam membuat sebuah kebijaksanaan bisnis adalah
mengumpulkan dan mempertimbangkan alternative kebijaksanaan
bisnis sebanyak-banyaknya. Semua alternative kebijaksanaan dan
kegiatan itu terutama dipertimbangkan dan dinilai dalam kaitan dengan
manfaat bagi kelompok-kelompok terkait yang berkepentingan atau
paling kurang, alternatif yang tidak erugikan kepentingan semua
kelompok terkait yang berkepentingan. Kedua, semua alternative
pilihan itu perlu dinilai berdasarkan keuntungan yang akan
dihasilkannya dalam kerangka luas menyangkut aspek-aspek moral.
Ketiga, neraca keuntungan dibandingkan dengan kerugian, dalam
aspek itu, perlu dipertimbagkan dalam kerangka jangka panjang. Kalau
ini bias dilakukan, pada akhirnya ada kemungkinan besar sekali bahwa
kebijaksanaan atau kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan tidak
hanya menguntungkan secara financial, melainkan juga baik dan etis.
E. Kelemahan Etika Utilitarianisme
Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam
kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit.
Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu
tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan niali suatu
tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik
seseorang.
Variable yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling
bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di
antara ketiganya.
Etika utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu
dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

Sumber :
ashur.staff.gunadarma.ac.id/

Recomendados

Etika por
Etika Etika
Etika Aziza Zea
160 vistas9 diapositivas
Etika bisnis por
Etika bisnis Etika bisnis
Etika bisnis Aziza Zea
107 vistas9 diapositivas
Etika bisnis por
Etika bisnisEtika bisnis
Etika bisnisArini Nurmala Sari
199 vistas9 diapositivas
ETIKA BISNIS por
ETIKA BISNISETIKA BISNIS
ETIKA BISNISArini Nurmala Sari
513 vistas9 diapositivas
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka) por
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)Janu W
293 vistas12 diapositivas
Etika dan hukum bisnis aris ahmad risadi por
Etika dan hukum bisnis   aris ahmad risadiEtika dan hukum bisnis   aris ahmad risadi
Etika dan hukum bisnis aris ahmad risadiAris Ahmad Risadi
4.1K vistas58 diapositivas

Más contenido relacionado

La actualidad más candente

Definisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesi por
Definisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesiDefinisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesi
Definisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesicelinatavi
50 vistas18 diapositivas
Makalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika Bisnis por
Makalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika BisnisMakalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika Bisnis
Makalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika BisnisFajar Jabrik
30.9K vistas19 diapositivas
Etika dan-hukum-dalam-bisnis por
Etika dan-hukum-dalam-bisnisEtika dan-hukum-dalam-bisnis
Etika dan-hukum-dalam-bisnis085289742051
55.7K vistas66 diapositivas
Business ethic - riki ardoni por
Business ethic   - riki ardoniBusiness ethic   - riki ardoni
Business ethic - riki ardoniRiki Ardoni
11 vistas9 diapositivas
BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer... por
BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer...BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer...
BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer...yusuf Arrasyid
125 vistas8 diapositivas
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka) por
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka) Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka) Janu W
1.1K vistas13 diapositivas

La actualidad más candente(17)

Definisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesi por celinatavi
Definisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesiDefinisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesi
Definisi etika dan bisnis sebagai sebuah profesi
celinatavi50 vistas
Makalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika Bisnis por Fajar Jabrik
Makalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika BisnisMakalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika Bisnis
Makalah Etika Bisnis - Sejarah dan Perkembangan Etika Bisnis
Fajar Jabrik30.9K vistas
Etika dan-hukum-dalam-bisnis por 085289742051
Etika dan-hukum-dalam-bisnisEtika dan-hukum-dalam-bisnis
Etika dan-hukum-dalam-bisnis
08528974205155.7K vistas
Business ethic - riki ardoni por Riki Ardoni
Business ethic   - riki ardoniBusiness ethic   - riki ardoni
Business ethic - riki ardoni
Riki Ardoni11 vistas
BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer... por yusuf Arrasyid
BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer...BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer...
BE & GG, M, Yusuf Ar Rasyid, Hapzi Ali, ethics and conflict interests, univer...
yusuf Arrasyid125 vistas
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka) por Janu W
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka) Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Janu W1.1K vistas
Tugas etika bisnis ppt por FirmanNur7
Tugas etika bisnis pptTugas etika bisnis ppt
Tugas etika bisnis ppt
FirmanNur7131 vistas
Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma, technology and privacy in the ... por Fariz adlan
Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma, technology and privacy in the ...Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma, technology and privacy in the ...
Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma, technology and privacy in the ...
Fariz adlan233 vistas
Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma,ethical decision making technol... por Fariz adlan
Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma,ethical decision making technol...Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma,ethical decision making technol...
Begg,fariz adlan,prof,dr.ir.hapzi ali, mm,cma,ethical decision making technol...
Fariz adlan357 vistas
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris... por Imam Arifin
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...
Imam Arifin21 vistas
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki... por yosua mickel
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
yosua mickel28 vistas
Pendahuluan Teoritika Etika Bisnis por Lisca Ardiwinata
Pendahuluan Teoritika Etika BisnisPendahuluan Teoritika Etika Bisnis
Pendahuluan Teoritika Etika Bisnis
Lisca Ardiwinata2.4K vistas
Pertemuan 1 por Zai Nudin
Pertemuan 1Pertemuan 1
Pertemuan 1
Zai Nudin490 vistas
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi... por rizqaamaliawork
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
rizqaamaliawork78 vistas
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind... por SukrasnoSukrasno
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...
SukrasnoSukrasno2.3K vistas
2, be & gg, novita dewi purnama, hapzi ali, ethics and business concept a... por Imam Arifin
2, be & gg, novita dewi purnama, hapzi ali, ethics and business concept a...2, be & gg, novita dewi purnama, hapzi ali, ethics and business concept a...
2, be & gg, novita dewi purnama, hapzi ali, ethics and business concept a...
Imam Arifin8 vistas

Destacado

Tugas 11 por
Tugas 11Tugas 11
Tugas 11Apin Yasin
306 vistas3 diapositivas
Programma giornata dei parchi 2015, Conero por
Programma giornata dei parchi 2015, ConeroProgramma giornata dei parchi 2015, Conero
Programma giornata dei parchi 2015, Coneromarco anselmi
325 vistas5 diapositivas
Cpns daerah kota sibolga ta 2014 por
Cpns daerah kota sibolga ta 2014Cpns daerah kota sibolga ta 2014
Cpns daerah kota sibolga ta 2014Hendra Sirait
3.4K vistas15 diapositivas
Dairy and Human Health por
Dairy and Human HealthDairy and Human Health
Dairy and Human Healthnutriscience
631 vistas119 diapositivas
SEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUAL por
SEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUALSEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUAL
SEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUALCarlos Palacios
368 vistas19 diapositivas
Dppa por
DppaDppa
DppaHendra Sirait
276 vistas4 diapositivas

Destacado(20)

Programma giornata dei parchi 2015, Conero por marco anselmi
Programma giornata dei parchi 2015, ConeroProgramma giornata dei parchi 2015, Conero
Programma giornata dei parchi 2015, Conero
marco anselmi325 vistas
Cpns daerah kota sibolga ta 2014 por Hendra Sirait
Cpns daerah kota sibolga ta 2014Cpns daerah kota sibolga ta 2014
Cpns daerah kota sibolga ta 2014
Hendra Sirait3.4K vistas
Dairy and Human Health por nutriscience
Dairy and Human HealthDairy and Human Health
Dairy and Human Health
nutriscience631 vistas
SEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUAL por Carlos Palacios
SEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUALSEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUAL
SEGUIMIENTO Y ACOMPAÑAMIENTO VIRTUAL
Carlos Palacios368 vistas
Crowdsourcing Knowledge Through Social Media por Torrey Trust
Crowdsourcing Knowledge Through Social MediaCrowdsourcing Knowledge Through Social Media
Crowdsourcing Knowledge Through Social Media
Torrey Trust910 vistas
Mitos em Nutrição por nutriscience
Mitos em NutriçãoMitos em Nutrição
Mitos em Nutrição
nutriscience2.3K vistas
Humanering and Emotional Intelligence por Hasnain Iqbal
Humanering and Emotional IntelligenceHumanering and Emotional Intelligence
Humanering and Emotional Intelligence
Hasnain Iqbal627 vistas
Thibaut Hermans - Learning on the move - Brussels 2004-2015 por ecobuild.brussels
Thibaut Hermans - Learning on the move - Brussels 2004-2015Thibaut Hermans - Learning on the move - Brussels 2004-2015
Thibaut Hermans - Learning on the move - Brussels 2004-2015
ecobuild.brussels886 vistas
Presentació Pwerp. famílies Cicle Mitjà 2014 por iclaret
Presentació Pwerp. famílies Cicle Mitjà 2014Presentació Pwerp. famílies Cicle Mitjà 2014
Presentació Pwerp. famílies Cicle Mitjà 2014
iclaret2.9K vistas
Soalmatematikaosnpti2010 por Hj Rafi'ah
Soalmatematikaosnpti2010Soalmatematikaosnpti2010
Soalmatematikaosnpti2010
Hj Rafi'ah630 vistas
Gateway Center Water Treatment Plant, Los Angeles: Controlled Hydrogen Peroxi... por Tri-S Environmental
Gateway Center Water Treatment Plant, Los Angeles: Controlled Hydrogen Peroxi...Gateway Center Water Treatment Plant, Los Angeles: Controlled Hydrogen Peroxi...
Gateway Center Water Treatment Plant, Los Angeles: Controlled Hydrogen Peroxi...
Tri-S Environmental194 vistas
Hormone driven cancers por TU-Dresden
Hormone driven cancersHormone driven cancers
Hormone driven cancers
TU-Dresden1K vistas
Proton+ manual ver 3 1 por Alex Cordova
Proton+ manual ver 3 1Proton+ manual ver 3 1
Proton+ manual ver 3 1
Alex Cordova1.4K vistas
Etkinlikler de tıpkı insanlar gibi doğar, büyür, biter por Hakan Turkkusu
Etkinlikler de tıpkı insanlar gibi doğar, büyür, biterEtkinlikler de tıpkı insanlar gibi doğar, büyür, biter
Etkinlikler de tıpkı insanlar gibi doğar, büyür, biter
Hakan Turkkusu796 vistas

Similar a Etika bisnis

ETIKA BISNIS por
ETIKA BISNISETIKA BISNIS
ETIKA BISNISArini Nurmala Sari
363 vistas9 diapositivas
Etika bisnis por
Etika bisnisEtika bisnis
Etika bisnisSarina Hongland
6.8K vistas6 diapositivas
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1) por
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)Melly Gunawan
1.1K vistas10 diapositivas
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL... por
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...yosua mickel
181 vistas29 diapositivas
Hannout Etika Bisnis por
Hannout Etika BisnisHannout Etika Bisnis
Hannout Etika BisnisUsman Fadholy
5.1K vistas57 diapositivas
Bab vii por
Bab viiBab vii
Bab viiifanefendi
470 vistas10 diapositivas

Similar a Etika bisnis(20)

Soft skill etika bisnis (tuga ke 1) por Melly Gunawan
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
Melly Gunawan1.1K vistas
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL... por yosua mickel
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
yosua mickel181 vistas
Hannout Etika Bisnis por Usman Fadholy
Hannout Etika BisnisHannout Etika Bisnis
Hannout Etika Bisnis
Usman Fadholy5.1K vistas
Analisis etika per makanan por susanti daly
Analisis etika per makananAnalisis etika per makanan
Analisis etika per makanan
susanti daly1.3K vistas
RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya por BasyarAlAddar1
RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan RelevansinyaRESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya
RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya
BasyarAlAddar1428 vistas
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu... por DavidOktarioSidharta
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...
Tugas softskil por setya dwi
Tugas softskilTugas softskil
Tugas softskil
setya dwi39 vistas
55118120067_SAMROTUL JANIAH_BE&GG por samrotulzaniah
55118120067_SAMROTUL JANIAH_BE&GG55118120067_SAMROTUL JANIAH_BE&GG
55118120067_SAMROTUL JANIAH_BE&GG
samrotulzaniah12 vistas
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri... por rianafitri1
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...
rianafitri183 vistas
Makalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern por Fajar Jabrik
Makalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia ModernMakalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern
Makalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern
Fajar Jabrik48.4K vistas
10, sm, maharani gustianingtyas, hapzi ali, strategic management, business et... por MaharaniGustianingty
10, sm, maharani gustianingtyas, hapzi ali, strategic management, business et...10, sm, maharani gustianingtyas, hapzi ali, strategic management, business et...
10, sm, maharani gustianingtyas, hapzi ali, strategic management, business et...

Más de Rietz Wiguna

Harits daily activities por
Harits daily activitiesHarits daily activities
Harits daily activitiesRietz Wiguna
406 vistas1 diapositiva
Tugas job interview por
Tugas job interviewTugas job interview
Tugas job interviewRietz Wiguna
360 vistas1 diapositiva
Tugas Tulisan Kewirausahaan por
Tugas Tulisan KewirausahaanTugas Tulisan Kewirausahaan
Tugas Tulisan KewirausahaanRietz Wiguna
626 vistas5 diapositivas
Jenis jenis tenses por
Jenis  jenis tensesJenis  jenis tenses
Jenis jenis tensesRietz Wiguna
456 vistas7 diapositivas
Jenis jenis surat B.inggris por
Jenis jenis surat B.inggrisJenis jenis surat B.inggris
Jenis jenis surat B.inggrisRietz Wiguna
2.6K vistas6 diapositivas
Cerita sahabat ( etika bisnis) por
Cerita sahabat ( etika bisnis)Cerita sahabat ( etika bisnis)
Cerita sahabat ( etika bisnis)Rietz Wiguna
9.2K vistas2 diapositivas

Más de Rietz Wiguna(20)

Harits daily activities por Rietz Wiguna
Harits daily activitiesHarits daily activities
Harits daily activities
Rietz Wiguna406 vistas
Tugas job interview por Rietz Wiguna
Tugas job interviewTugas job interview
Tugas job interview
Rietz Wiguna360 vistas
Tugas Tulisan Kewirausahaan por Rietz Wiguna
Tugas Tulisan KewirausahaanTugas Tulisan Kewirausahaan
Tugas Tulisan Kewirausahaan
Rietz Wiguna626 vistas
Jenis jenis surat B.inggris por Rietz Wiguna
Jenis jenis surat B.inggrisJenis jenis surat B.inggris
Jenis jenis surat B.inggris
Rietz Wiguna2.6K vistas
Cerita sahabat ( etika bisnis) por Rietz Wiguna
Cerita sahabat ( etika bisnis)Cerita sahabat ( etika bisnis)
Cerita sahabat ( etika bisnis)
Rietz Wiguna9.2K vistas
Etika bisnis harits por Rietz Wiguna
Etika bisnis haritsEtika bisnis harits
Etika bisnis harits
Rietz Wiguna1.1K vistas
Etika Bisnis ( kritik iklan) por Rietz Wiguna
Etika Bisnis ( kritik iklan)Etika Bisnis ( kritik iklan)
Etika Bisnis ( kritik iklan)
Rietz Wiguna1.2K vistas
Tugas softskill harits materi por Rietz Wiguna
Tugas softskill harits materiTugas softskill harits materi
Tugas softskill harits materi
Rietz Wiguna580 vistas
Harits wiguna materi softskill por Rietz Wiguna
Harits wiguna materi softskillHarits wiguna materi softskill
Harits wiguna materi softskill
Rietz Wiguna582 vistas
Rekreasi ke sangkan resort aqua park por Rietz Wiguna
Rekreasi ke sangkan  resort aqua parkRekreasi ke sangkan  resort aqua park
Rekreasi ke sangkan resort aqua park
Rietz Wiguna631 vistas
Bangkitlah sang garuda por Rietz Wiguna
Bangkitlah sang garudaBangkitlah sang garuda
Bangkitlah sang garuda
Rietz Wiguna268 vistas
Tulisan bahasa indonesia #2 tips mengurangi stres por Rietz Wiguna
Tulisan bahasa indonesia #2 tips mengurangi stresTulisan bahasa indonesia #2 tips mengurangi stres
Tulisan bahasa indonesia #2 tips mengurangi stres
Rietz Wiguna255 vistas
Karangan ilmiah ( harits w) por Rietz Wiguna
Karangan ilmiah ( harits w)Karangan ilmiah ( harits w)
Karangan ilmiah ( harits w)
Rietz Wiguna2.2K vistas
Artikel sikap ilmiah harits wiguna por Rietz Wiguna
Artikel sikap ilmiah harits wigunaArtikel sikap ilmiah harits wiguna
Artikel sikap ilmiah harits wiguna
Rietz Wiguna1.7K vistas
Tugas penalaran ( harits wiguna ) por Rietz Wiguna
Tugas penalaran  ( harits wiguna )Tugas penalaran  ( harits wiguna )
Tugas penalaran ( harits wiguna )
Rietz Wiguna415 vistas
Artikel tulisan trend gadget dikalangan mahasiswa por Rietz Wiguna
Artikel tulisan trend gadget dikalangan mahasiswaArtikel tulisan trend gadget dikalangan mahasiswa
Artikel tulisan trend gadget dikalangan mahasiswa
Rietz Wiguna6.5K vistas

Etika bisnis

  • 1. NAMA : HARITS WIGUNA KELAS : 4EA21 NPM : 13210146 TUGAS : SOFTSKILL ETIKA BISNIS I. PENDAHULUAN TEORITIKA ETIKA BISNIS A. Teori Pengertian Etika Etika berasal dari dari kata Yunani „Ethos‟ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain. √ Norma Umum Norma-norma Umum lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal. Norma Sopan santun Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari. Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata karma. Norma Hukum Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma hukum ini mencerminkan harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik.
  • 2. Norma Moral Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia. √ Teori Etika Deontologi Deontologi ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan. Contoh : kita tidak boleh mencuri, berbohong kepada orang lain melalui ucapan dan perbuatan. √ Teori Etika Teologi Etika Teleologi berasal dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi : - Egoisme Etis Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri - Utilitarianisme berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Contoh : kewajiban untuk menepati janji. B. Bisnis Sebuah Profesi 1. Etika Terapan Secara umum kita dapat membagi etika menjadi etika umum dan etika khusus. Etika umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisikondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia
  • 3. mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normative, dan semacamnya. Etika umum sebagai ilmu atau filsafat moral dapat dianggap sebagai etika teoritis, kendati istilah ini sesungguhnya tidak teat karena bagaimanapun juga etika selalu berkaitan dengan perilaku dan kondisi praktis dan actual dari manusia dalam kehidupannya sehari-hari dan tidak hanya semata-mata bersifat teoritis. Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prinsip moral diteropongi dalam konteks kekhususan bidang kehidupan manusia yang khusus tertentu. Dengan kata lain, etika sebagai refleksi kritis rasional meneropongi dan merefleksi kehidupan manusia dengan mendasarkan diri kepada norma dan nilai moral yang ada disatu pihak dan situasi khusus dari bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan setiap orang atau kelompok orang dalam suatu masyarakat. Dalam hal ini etika tidak lagi sekedar meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia begitu saja, melainkan meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia dalam bidang kehidupan dan egiatan khusus tertentu. Etika khusus dibagi lagi menjadi tiga, yaitu etiak individual, etika sosial, dan etika lingkungan hidup. 2. Etika Profesi Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.Etika merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi dalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah. 3. Menuju Bisnis Sebagai Profesi Luhur Berdasarkan pengertian profesi yang menekankan pada keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta komitmen moral yang mendalam, maka jelas kiranya bahwa pekerjaan yang kotor tidak akan disebut sebagai profesi. Karena itu sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kendati kata profesi, professional, dan profesionalisme sering begitu diobaral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun pihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan
  • 4. juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya sebagai sebuah profesi dalam pengertiannya sebagaimana kita jelaskan diatas. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi punya komitmen morak yang mendalam. Karena itu, bukan tiddak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah professi dalam pengertiannya yang sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur. II. BISNIS DAN ETIKA A. Mitos Bisnis Amoral Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Etika justru bertenatangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tiak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral. Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat. Tidak sepenuhnya benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi ) Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas. Etika harus dibedakan dari ilmu empiris. Pemberitaan, surat pembaca, dan berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana untuk mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, atau mengecam kegiatan bisnis yang tidak baik, menunjukkan bahwa masih banyak orang dan kelompok masyarakat menghendaki agar bisnis dijalankan secara baik dan tetap mengindahkan norma-norma moral. B. Keutamaannya Etika Bisnis Dalam bisnis modern, para pelaku bisnisdituntut untuk menjadi orangorang profesionaldi bidangnyaPerusahaan yang unggul bukan hanya memilikikinerja dalam bisnis,manajerial dan finansialyang baik akan tetapi juga kinerja etis dan etosbisnis yang baik. Dalam persaingan bisnis yang sangatketat,maka konsumen benar-benar rajaKepercayaan konsumen dijaga denganmemperlihatkan citra bisnis yang baik dan etis. Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin kepentingan dan hak bagi semua pihak, maka perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis. Perusahaan modern sangat menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang harus dieksploitasi demi mendapat keuntungan
  • 5. C. Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis Tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis: 1) Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. 2) Untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh atau karyawan, dan masyarakat luas pemilik asset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar atau praktek bisnis siapa pun juga. 3) Etika bisnis juga membicarakan mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. D. Prinsip-prinsip Etika Bisnis Beberapa prinsip umum dalam etika bisnis antara lain: a. Prinsip Otonomi Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. b. Prinsip Kejujuran Prinsip ini merupakan prinsip paling problematic karena masih banyak pelaku bisnis yang mendasarkan kegiatan bisnisnya pada tipu-menipu atau tindakan curang. c. Prinsip Keadilan Yaitu menuntut setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan. d. Prinsip Saling Menguntungkan Yaitu menuntut agar setiap bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. e. Prinsip Integritas Moral Yaitu dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaan. E. Etos Kerja Etos kerja adalah respon yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau masyarakat terhadap kehidupan sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
  • 6. Setiap keyakinan mempunyai sistem nilai dan setiap orang yang menerima keyakinan tertentu berusaha untuk bertindak sesuai dengan keyakinannya. F. Realisasi Moral Bisnis Tiga pandangan yang dianut, yaitu: a. Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. b. Norma sendirilah yang paling benar dan tepat. c. Tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali. G. Pendekatan-pendekatan Stocholder a) Kelompok primer Yaitu pemilik modal, saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan. b) Kelompok Sekunder Yaitu pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok social, media massa, kelompok pendukung, dan masyarakat. III. ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS Utilitarianisme pertama kali dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1748-1832). Persoalan yang dihadapi oleh Bentham dan orang-orang sezamannya adalah bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi, dan legal secara moral. Singkatnya, bagaimana menilai sebuah kebijaksanaan publik, yaitu kebijaksanaan yang punya dampak bagi kepentingan banyak orang, secara moral. A. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme Kriteria pertama adalah manfaat , yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Jadi, kebijaksanaan atau tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik. Sebaliknya, kebijaksanaan atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan kerugian tertentu. Criteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar)dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternative lainnya. Criteria ketiga adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang, yaitu dengan kata lain suatu kebijaksanaan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut etika utilitarianisme adalah kebijaksanaan atau tindakan yang membawa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau
  • 7. sebaliknya membawa akibat merugikan yang sekecil mungkin bagi sedikit mungkin orang. Secara padat ketiga prinsip itu dapat dirumuskan sebagai berikut: Bertindaklah sedemikian rupa sehingga tindakanmu itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak mungkin orang. B. Nilai Positif Etika Utilitarianisme a. Rasionalitas, prinsip moral yang diajukan oleh etika utilitarianisme ini tidak didasarkan pada aturan-aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami dan yang tidak bias kita persoalkan keabsahannya. b. Dalam kaitannya dengan itu, utilitarianisme sangant menghargai kebebasan setiap pelaku moral. Setiap orang dibiarkan bebas untuk mengambil keputusan dan bertindak dengan hanya memberinya ketiga criteria objektif dan rasional tadi. c. Universalitas, yaitu berbeda dengan etika teleologi lainnya yang terutama menekankan manfaat bagi diri sendiri atau kelompok sendiri, utilitarianisme justru mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang. C. Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian o Etika utilitarianisme dipakai sebagai proses untuk mengambil sebuah keputusan, kebijaksanaan, ataupun untuk bertindak. Dengan kata lain, etika utilitarianisme dipakai sebagai prosedur untuk mengambil keputusan. Ia menjadi sebuah metode untuk bisa mengambil keputusan yang tepat tentang tindakan atau kebijaksanaan yang akan dilakukan. o Etika utilitarianisme juga dipakai sebagai standar penilaian bai tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan. Dalam hal ini, ketiga criteria di atas lalu benar-benar dipakai sebagai criteria untuk menilai apakah suatu tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan memang baik atau tidak. Yang paling pokok adalah menilai tindakan atau kebijaksanaan yang telah terjadi berdasarkan akibat atau konsekuensinya yaitu sejauh mana ia mendatangkan hasil terbaik bagi banyak orang. D. Analisis Keuntungan dan Kerugian 1) Keuntungan dan kerugian (cost and benefits) yang dianalisis jangan semata-mata dipusatkan pada keuntungan dan kerugian bagi perusahaan, kendati benar bahwa ini sasaran akhir. Yang juga perlu mendapat perhatian adalah keuntungan dan kerugian bagi banyak pihak lain yang terkait dan berkepentingan, baik kelompok primer maupun sekunder. Jadi, dalam analisis ini perlu juga diperhatikan
  • 8. bagaimana daan sejauh mana suatu kebijaksanaan dan kegiatan bisnis suatu perusahaan membawa akibat yang menguntungkan dan merugikan bagi kreditor, konsumen, pemosok, penyalur, karyawan, masyarakat luas, dan seterusnya. Ini berarti etika utilitarianisme sangat sejalan dengan apa yang telah kita bahas sebagai pendekatan stakeholder. 2) Seringkali terjadi bahwa analisis keuntungan dan kerugian ditempatkan dalam kerangka uang (satuan yang sangat mudah dikalkulasi). Yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah bahwa keuntungan dan kerugian disini tidak hanya menyangkut aspek financial, melainkan juga aspek-aspek moral; hak dan kepentingan konsimen, hak karyawan, kepuasan konsumen, dsb. Jadi, dalam kerangka klasik etika utilitarianisme, manfaat harus ditafsirkan secara luas dalam kerangka kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan sebanyak mungkin pihhak terkait yang berkepentingan. 3) Bagi bisnis yang baik, hal yang juga mendapat perhatian dalam analisis keuntungan dan krugian adalah keuntungan dan kerugian dalam jangka panjang. Ini penting karena bias saja dalam jangka pendek sebuah kebijaksanaan dan tindakan bisnis tertentu sangat menguntungkan, tapi ternyata dalam jangka panjang merugikan atau paling kurang tidak memungkinkan perusahaan itu bertahan lama. Karena itu, benefits yang menjadi sasaran utama semua perusahaan adalah long term net benefits. Sehubungan dengan ketiga hal tersebut, langkah konkret yang perlu dilakukan dalam membuat sebuah kebijaksanaan bisnis adalah mengumpulkan dan mempertimbangkan alternative kebijaksanaan bisnis sebanyak-banyaknya. Semua alternative kebijaksanaan dan kegiatan itu terutama dipertimbangkan dan dinilai dalam kaitan dengan manfaat bagi kelompok-kelompok terkait yang berkepentingan atau paling kurang, alternatif yang tidak erugikan kepentingan semua kelompok terkait yang berkepentingan. Kedua, semua alternative pilihan itu perlu dinilai berdasarkan keuntungan yang akan dihasilkannya dalam kerangka luas menyangkut aspek-aspek moral. Ketiga, neraca keuntungan dibandingkan dengan kerugian, dalam aspek itu, perlu dipertimbagkan dalam kerangka jangka panjang. Kalau ini bias dilakukan, pada akhirnya ada kemungkinan besar sekali bahwa kebijaksanaan atau kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan tidak hanya menguntungkan secara financial, melainkan juga baik dan etis.
  • 9. E. Kelemahan Etika Utilitarianisme Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan niali suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya. Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang. Variable yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi. Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di antara ketiganya. Etika utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Sumber : ashur.staff.gunadarma.ac.id/