Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Konseling f

533 visualizaciones

Publicado el

konseling, komunikasi, prakonsepsi, keluarga berencana

Publicado en: Salud y medicina
  • Sé el primero en comentar

Konseling f

  1. 1. SKDI 2012 : Konseling KB dan Konseling Prakonsepsi masuk dalam Daftar Keterampilan, blok Reproduksi → level 4A. STRATEGI PEMBELAJARAN : Keterampilan Dilatih?? Dikuliahi??
  2. 2. • Proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduan keterampilan komunikasi interpersonal, tehnik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik, bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar atau upaya untuk mengatasi masalah tersebut. KONSELING
  3. 3. • Hubungan timbal balik antara 2 individu, dimana seorang (konselor) berusaha membantu yang lain (klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan maslah-masalah yang dihadapi pada waktu yang akan datang. • Proses pemberian bantuan seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu melalui pemahaman terhadap fakta-fakta, harapan, kebutuhan dan perasaan- perasaan klien
  4. 4. KOMUNIKASI 1 ARAH KLIEN KONSELOR
  5. 5. • Tidak semua wanita sehat dapat melahirkan bayi yang sehat dengan atau tanpa komplikasi kehamilan. Contoh : ingatkah dengan genotipe/fenotipe dan gen dominan/resesif dari hukum Maendel? → merencanakan kehamilan. • Konseling dan Asuhan Prakonsepsi : seperangkat intervensi yang bertujuan mengindentifikasi dan memodifikasi faktor resiko biomedik, gaya hidup, dan sosial dari wanita sehat atau luaran kehamilan melalui pencegahan dan penanganan. KONSELING PRAKONSEPSI
  6. 6. • Sasaran : wanita usia reproduksi → merencanakan kehamilan atau riwayat kehamilan yang buruk. • Tujuan AP : o Memperbaiki pengetahuan, sikap, gaya hidup pasangan yang berhubungan dengan prakonsepsi. o Menjamin semua wanita usia reproduksi medapat AP, termasuk skrining, promosi kesehatan dan intervensi, sehingga kesehatan kehamilan mereka optimal. o Mengurangi faktor resiko luaran kehamilan yang buruk atau meminimalisasi berulangnya luaran kehamilan yang buruk.
  7. 7. o Mengurangi luaran kehamilan yang buruk. • Konseling : dokter merupakan profesi yang paling mempunyai kesempatan sebagai konselor bagi pasangan yang merencanakan untuk hamil → SpOG, SpPD, SpA, dokter keluarga. • Syarat Konselor AP : o Mempunyai pengetahuan : penyakit sistemik, penyakit reproduksi, riwayat pembedahan, kelainan genetik. o Mampu menginterpretasi : data dari hasil pemeriksaan.
  8. 8. • Langkah : 1. Wawancara : • Tanyakan riwayat penyakit, obstetri, sosial dan riwayat keluarga. • Pertanyaan spesifik dan bersifat terbuka. • Waktu 30 menit - 1 jam. a. Riwayat penyakit o Penyakit sistemik, terutama yang dapat menimbulkan komplikasi pada ibu atau janin. o Riwayat penyakit genetik, melahirkan bayi cacat atau diantara keluarga ada yang cacat.
  9. 9. o Riwayat obstetri, komplikasi kehamilan, persalinan, luaran bayi (KJDK, cacat, BBLR). c. Faktor sosial : o Usia ibu, terutama usia ekstrim (remaja atau > 35 tahun). o Usia suami o Upaya menjadi hamil (bayi tabung dsb). d. Riwayat pemakaian obat. o Penyakit sistemik, terutama yang dapat menimbulkan komplikasi pada ibu atau janin.
  10. 10. o Riwayat penyakit genetik, melahirkan bayi cacat atau diantara keluarga ada yang cacat. o Riwayat obstetri, komplikasi kehamilan, persalinan, luaran bayi (KJDK, cacat, BBLR). e. Faktor lingkungan : o Paparan bahan kimia : karyawan pabrik, petani, analis kimia. o Paparan radioaktif : petugas radiologi, pekerja pabrik nuklir.
  11. 11. f. Faktor gaya hidup : o Merokok, alkohol, diet dan nutrisi serta olahraga. g. Riwayat keluarga : o Kelainan genetik o Kanker payudara-ovarium-endometrium. o Penyakit jantung, DM, hipertensi dsb. 2. Skrining Genetik, Penyakit sistemik, IMS
  12. 12. • Sikap Konselor KB : o Memperlakukan klien dengan baik. o Interaksi antara konselor dan klien. o Memberikan informasi yang baik. o Menghindari pemberian informasi yang berlebihan. o Tersedianya metode KB yang diinginkan klien. o Mambantu klien untuk mengerti dan mengingat. KONSELING KB
  13. 13. • Langkah : “satu tuju” a. Sa → sapa dan salam klien secara terbuka dan sopan, berbicara di tempat yang nyaman dan terjamin privasinya. b. T → tanyakan klien mengenai informasi dirinya, bantu klien menceritakan pengalaman KB. c. U → uraikan kepada klien mengenai pilihan alat KB. d. Tu → Bantulah klien menentukan pilihannya. e. J → jelaskan secara lengkap mengenai alat KB yang sudah dipilih klien. f. U → perlunya kunjungan ulang.

×