Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

Lanatoside

Más Contenido Relacionado

Audiolibros relacionados

Gratis con una prueba de 30 días de Scribd

Ver todo

Lanatoside

  1. 1. Nama Kelompok Qoirul Adi Styawan Depit Herlinasari
  2. 2. Lanatoside C
  3. 3. Lanatoside Adalah Lanatoside C (atau isolanid ) adalah glikosida jantung, sejenis obat yang dapat digunakan dalam pengobatan gagal jantung kongestif dan aritmia jantung (detak jantung tidak teratur). Lanatoside C dapat digunakan secara moral atau melalui jalur intravena. Ini dipasarkan di sejumlah negara dan juga tersedia dalam bentuk generik. Indikasi utamanya adalah respon cepat atrial febrilationdan parachvsmal supraventricular tachycardia, dua tipe aritmia umum.
  4. 4. Cara Penggunaan Lanatoside C Gunakan obat hanya sesuai dengan anjuran dokter. Ikuti aturan pakai yang tertera pada label produk. Jika ada pertanyaan, ajukan pada dokter atau apoteker. Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak berubah, makin memburuk, atau Anda menyadari adanya gejala baru yang timbul. Jika Anda berpikir Anda memiliki suatu kondisi medis serius tertentu, segera cari bantuan medis.
  5. 5. Cara Penyimpanan Lanatoside C Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.
  6. 6. Dosis Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan. • dosis lanatoside c untuk orang dewasa o Oral o Gagal jantung kronis, fibrilasi atrial, atau atrial flutter o 2 mg satu kali sehari sampai terlihat peningkatan klinis, atau selama 3-7 hari. Dosis perawatan: 250 mcg – 1 mg per hari • dosis lanatoside c untuk anak-anak o Oral o Gagal jantung kronis, fibrilasi atrial, atau atrial flutter o Anak dan balita: 300 mcg satu kali sehari. Dosis perawatan: 100 – 200 mcg per hari; usia >5 tahun: 600 mcg – 1 mg per hari
  7. 7. Efek Samping Yang Dialami Karena Lanatoside C • mual • muntah • anoreksia • diare • sakit perut • sakit kepala • nyeri pada wajah • kelelahan • lemah lesu • kecapekan • mudah mengantuk • linglung • kebingungan • mimpi buruk • mengigau • psikosis akut • halusinasi • konvulsi (kejang) • penglihatan mengabur • gangguan visual warna • thrombocytopenia • gynaecomastia
  8. 8. Pencegahan & Peringatan Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter jika mengidap: o sindrom Woff-Parkinson-White o hipertrofi kardiomiopati obstruktif o fibrilasi ventrikular o alergi lanatoside C
  9. 9. Apakah lanatoside c aman untuk ibu hamil dan menyusui? Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)
  10. 10. • Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA: o A= Tidak berisiko o B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian o C= Mungkin berisiko o D= Ada bukti positif dari risiko o X= Kontraindikasi o N= Tidak diketahui •
  11. 11. Interaksi • Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan lanatoside c Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter. Peningkatan risiko toksisitas glikosida jantung akibat obat yang menghasilkan ketidakseimbangan elektrolit (contoh: diuretik, amphotericin B, corticosteroids, corticotropin, edetate disodium, obat pencahar, sodium polystyrene sulfonate, glucagon, dextrose dalam dosis besar, infusi dextrose- insulin). Efek sinergistik inotropik dan toksisitas dengan kalsium. Efek negatif tambahan pada konduksi AV menggunakan β-blockers, calcium-channel blockers. Peningkatan risiko aritmia dengan alkaloid rauwolfia simpatomimetik.
  12. 12. Beberapa Makanan atau Alkohol Yang Dapat Berinteraksi Dengan Lanatoside C Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan
  13. 13. Berikut Kondisi Kesehatan Yang Bisa Memengaruhi Penggunaan Lanatoside C • penyakit kardiovaskular • blok jantung sebagian • gangguan kelenjar sinus • myocarditis akut • pericarditis konstriksi kronis • MI akut • gagal jantung kronis • penyakit pulmonaris parah • hypokalaemia • hypomagnesaemia • hypercalcaemia • hypoxia • myxoedema • glomerulonephritis akut • kerusakan ginjal
  14. 14. Overdosis • Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis? Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. • Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis? Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.
  15. 15. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelarutan obat yang sukar larut dalam air, antara lain: • memperkecil ukuran partikel • teknologi nanosuspensi • penggunaan surfaktan • pembentukan garam • dll
  16. 16. Pengecilan Ukuran Partikel Metode cutting Cutting pengecilan ukuran partikel dengan mengaplikasikan pembagian/sharing partikel (memotong partikel). Prinsip pengoprasian pemotong terdiri dari serangkaian pisau menempel pada rotor horizontal yang bertindak terhadap serangkaian pisau stasioner melekat ke alat. Selama pengerusan, terjadi dengan fraktur partikel antara dua set pisau, yang memiliki jarak beberapa milimeter. Sebuah layar dipasang di dasar casing alat dan bertindak untuk mempertahankan bahan dalam alat sampai ukuran yang diinginkan (Aulton, 1994). Metode cutting biasa digunakan untuk memperkecil ukuran dari granulasi basah sebelum pembuatan tablet dan bahan mentah obat seperti akar, kulit sebelum ekstraksi (Aulton, 1994). Skala industri : cutter mill Skala kecil : blender, pisau, penyayat
  17. 17. Nano Teknologi Suspensi • Nanoteknologi mempunyai peran penting dalam program penemuan obat dan sistem penghantaran obat. Nanosuspensi sebagai bagian dari nanoteknologi dapat diberikan dengan berbagai rute pemberian obat seperti intravena, oral, parenteral, okular, topikal dan pulmonar. Bioavailabilitas obat oral yang rendah dapat disebabkan oleh rendahnya kelarutan, permeabilitas dan stabilitas obat dalam saluran pencernaan. Penurunan ukuran partikel pada sediaan nanosuspensi memecahkan masalah bioavailabilitas rendah yang disebabkan oleh rendahnya kelarutan, permeabilitas dan stabilitas obat (Arunkumar, et al., 2009).
  18. 18. Surfaktan • Surfaktan (surface active agent) atau zat aktif permukaan,adalah senyawa kimia yang terdapat pada konsentrasi rendah dalam suatu system, mempunyai sifat teradsorpsi pada permukaan antarmuka pada system tersebut. Energi bebas permukaan-antarmuka adalah kerja minimum yang diperlukan untuk merubah luas permukaan-antarmuka.
  19. 19. SEKIAN DAN TERIMAKASIH

×