Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

MAKALAH KEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT SEBAGAI BAGIAN DARI HAK WARGA NEGARA INDONESIA

  • Sé el primero en comentar

MAKALAH KEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT SEBAGAI BAGIAN DARI HAK WARGA NEGARA INDONESIA

  1. 1. MAKALAHKEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPATSEBAGAI BAGIAN DARI HAK WARGA NEGARA INDONESIA TUGAS MAKALAH KEWARGANEGARAAN 1 AHMAD LISCA ABDILLAH ARDIWINATA 2EA21 NPM:10210395 S1 Management Ekonomi Universitas Gunadarma 2012
  2. 2. KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, shalawat serta salam kamilimpahkan kepada pahlawan revolusi Islam sedunia yaitu Nabi Muhammad SAW. Karena limpahanrahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tentang PengantarPendidikan Kewarganegaraan, dengan judul “KEMERDEKAAN MENGEMUKAKANPENDAPAT SEBAGAI BAGIAN DARI HAK WARGA NEGARA INDONESIA”. Adapun tujuan penyusunan makalah ini guna melengkapi nilai mata kuliahKewarganegaraan yang didasarkan pada penyusunan makalah dikarenakan kewarganegaraanmerupakan mata kuliah soft skill Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantudalam proses penyelesaian Makalah ini, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak. Semoga makalah ini bermanfaat unuk memberikan kontribusi kepada mahasiswa lain danjuga pembaca sebagai acuan agar dapat mengetahui tentang pendidikan kewarganegaraan secaragaris besar pada awalnya. makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu segala saran dankritik dari pembaca saya harapkan guna perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dimasamendatang. Bekasi, penulisMakalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 2
  3. 3. DAFTAR ISIKata pengantar .......................................................................................................... 2Daftar isi ................................................................................................................... 3Bab I Pendahuluan..................................................................................................... 4 1.1 Latar belakang .................................................................................................. 4Bab II Pembahasan………………………………………………………………… 6 2.1 Hakekat Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat ............................................ 6 2.2 Cara-Cara Mengeluarkan Pendapat………………………………………...…. 6 2.3 Pentingnya Mengemukakan Pendapat secara bebas dan bertanggung jawab ... 7 2.4 Hak Warga Negara Indonesia……………………………………………...…. 9Bab III Penutup......................................................................................................... 11 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 11 3.2 Krtitik dan Saran ............................................................................................. 11Daftar pustaka ......................................................................................................... 12Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 3
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar belakang Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selamapenjajahan, kemudian dilanjutkan dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampaihingga era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai denganjamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh Bangsa Indonesia berdasarkankesamaan nilai–nilai perjuangan bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang. Kesamaan nilai–nilai ini dilandasi oleh jiwa, tekad, dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadikekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalamwadah Nusantara. Selama masa penjajahan, warga negara Indonesia tidak memiliki suatu kekuatan hokum yangkuat, bahkan belum memiliki satu kesatuan dalam naungan sebuah negara, sehingga tidak memilikikewarganegaraan yang jelas, selama lebih dari tiga setengah abad kita dibungkam tanpa diberikanhak untuk mengemukakan pendapat kita. Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada kemerdekaan 17 Agustus 1945tersebut yang berlandaskan pada tuhan yang Maha Esa membuat bangsa Indonesia memperolehkekuatan tersendiri dalam usahanya mengusir penjajah. Selain itu nilai–nilai perjuangan bangsamasih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam bermasyarakat, berbangsa, danbernegara serta terbukti keandalannya. Tetapi nilai–nilai perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamikakehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semangat perjuangan bangsa telah mengalamipenurunan pada titik yang kritis. Yang menyebabkan masyarakat Indonesia mulai berdiam diri, sulitmengemukakan pendapat dan mulai tidak bebas lagi untuk bersuara atau menyeruakanpendapatnya. Sudah menjadi hak kita sebagai masyarakat negara dengan system Demokrasi untukmenyeruakan pendapat kita atau suara kita sebagai rakyat kecil, melalui berbagai cara terutamadengan membangun kembali semangat perjuangan masyarakat Indonesia seperti saatdulu agarberani menyuarakan suara hati mereka.Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 4
  5. 5. Semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkankekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam era globalisasi dan masayang akan datang kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing–masing. Perjuangan non fisik ini memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negaraIndonesia pada umumnya dan mahasiswa sebagai calon cendikiawan pada khususnya, yaitu melaluiPendidikan Kewarganegaraan.Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 5
  6. 6. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Hakekat Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Pendapat secara umum diartikan sebagai buah gagasan atau buah pikiran. Mengemukakan pendapat berarti mengemukakan gagasan atau mengeluarkan pikiran. Dalam kehidupan negara Indonesia, seseorang yang mengemukakan pendapatnya atau mengeluarkan pikirannya dijamin secara konstitusional. Hal itu dinyatakan dalam UUD 1945, Pasal 28, bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Lebih lanjut pengertian pengertian kemerdekaan mengemukakan pendapat dinyatakan dalam Pasal 1 (1) UU No. 9 Tahun 1998, bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Undang-undang yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat antara lain diatur dengan Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Pengertian di muka umum adalah di hadapan orang banyak atau orang lain, termasuk tempat yang dapat didatangi dan/atau dilihat setiap orang. Mengemukakan pendapat di muka umum berarti menyampaikan pendapat di hadapan orang banyak atau orang lain, termasuk tempat yang dapat didatangi dan/atau dilihat setiap orang. 2.2 Cara-Cara Mengemukakan Pendapat Banyak cara yang dapat dilakukan mengemukakan pendapat, seperti : 1. Lisan, Contoh: Pidato, Ceramah, Berdiskusi, Rapat, dan Lainnya. 2. Tulisan, Contoh: Poster, Spanduk, Artikel, Surat, dan lainnya. 3. Cara lain, Contoh: Foto, Film, Demonstrasi (Unjuk Rasa), Mogok Makan dan lainnya. Cara paling mudah khususnya untuk mahasiswa ataupun masyarakat (individual) dapat menyampaikan suara mereka melalui tulisan, zaman sekarang sudah tidak sesulit dulu untuk menyampaikan suara kita melalui tulisan, kita tidak mesti berharap artikel kita bisa di terima dan di masukan dalam koran, kita bisa menyampaikan langsung melalui membuat Blog dan semacamnya.Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 6
  7. 7. Mayoritas masyarakat menyampaikan suaranya melalui Demonstrasi (Unjuk Rasa), karena selain anda mendapatkan bantuan dari teman yang punya satu suara dengan mereka yang ingin menyuarakan pendapat (suara hati) mereka, dengan berunjuk rasa pun tekanan yang diberikan kepada pemerintah akan semakin kuat, karena bisa dilihat dari banyaknya suara/orang yang berdemonstrasi juga besarnya pengaruh keberadaan mereka. Demonstrasi adalah salah satu pilihan yang paling tepat dalam menyampaikan suara hati, karena itu masyarakat sering menggunakannya terutama mahasiswa. Sayangnya Demonstrasi zaman sekarang sudah tercemar tidak seperti pada zaman dahulu, Demonstrasi sekarang sering terjadi bukan karena ingin benar benar menyuarakan kebenaran dari hati para demonstran, lebih seringnya karena suara mereka telah dibeli oleh beberapa pihak tertentu untuk menjatuhkan beberapa pihak musuhnya di dalam politik. Selain itu juga penyampaian suara menggunakan demonstrasi mulai melenceng, bukannya menggunakan aksi damai untuk menyuarakan hati saja sekarang lebih sering orang mengharapkan bahkan melakukan kerusuhan. Bukan hanya perusakan barang-barang tetapi juga penjarahan sehingga bukannya membantu masyarakat lain dalam menyuarakan isi hati mereka, malah membuat kekacauan dengan merugikan masyarakat lainnya. 2.3 Pentingnya Mengemukakan Pendapat Secara Bebas dan Bertanggung Jawab Mengeluarkan pikiran secara bebas adalah mengeluarkan pendapat, pandangan, kehendak, atau perasaan yang bebas dari tekanan fi sik, psikis, atau pembatasan yang bertentangan dengan tujuan pengaturan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum (Penjelasan Pasal 5 UU No. 9 Tahun 1998). Warga negara yang menyampaikan pendapatnya di muka umum berhak untuk mengeluarkan pikiran secara bebas dan memperoleh perlindungan hukum (Pasal 5 UU No. 9 Tahun 1998). Dengan demikian, orang bebas mengeluarkan pendapat tetapi juga perlu pengaturan dalam mengeluarkan pendapat tersebut agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan antar-anggota masyarakat. tujuan pengaturan tentang kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum sebagai berikut (Pasal 4 UU No. 9 Tahun 1998): 1. Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab dimaksudkan untuk mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab sebagai salah satu pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945; 2. Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawabMakalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 7
  8. 8. dimaksudkan untuk mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan dalam menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat; 3. Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab dimaksudkan untuk mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya partisipasi dan kreativitas setiap warga negara sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi; 4. Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab dimaksudkan untuk menempatkan tanggung jawab sosial kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompok Oleh karena itu, ada beberapa asas yang harus ditaati dalam kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum (Pasal 3 UU No. 9 Tahun 1998), yaitu: 1. asas keseimbangan antara hak dan kewajiban, 2. asas musyawarah dan mufakat, 3. asas kepastian hukum dan keadilan, 4. asas proporsionalitas, dan 5. asas manfaat. Kewajiban dan tanggung jawab warga negara dalam melaksanakan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab di muka umum (Pasal 6 UU No. 9 Tahun 1998) terdiri atas: 1. menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain, 2. menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum, 3. menaati hukum dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, 4. menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum, dan 5. menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Pada sisi lain aparatur pemerintah memiliki kewajiban dan tanggung ja-wab dalam melaksanakan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab di muka umum (Pasal 7 UU No. 9 Tahun 1998), yaitu: 1. melindungi hak asasi manusia, 2. menghargai asas legalitas, 3. menghargai prinsip praduga tidak bersalah, dan 4. menyelenggarakan pengamanan.Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 8
  9. 9. Sedang masyarakat berhak berperan serta secara bertanggung jawab agar penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara aman, tertib, dan damai (Pasal 8 UU No. 9 Tahun 1998). 2.4 Hak Warga Negara Indonesia Sebagai warga Negara Indonesia, sudah menjadi salah satu hak kita untuk menyuarakan atau mengeluarkan pendapat, khususnya jika Hak kita tidak terpenuhi sudah sepatutnya kita menyuarakan untuk meminta apa apa saja yang sudah menjadi hak kita, ini adalah contoh Hak- Hak yang didapatkan warga negara indonesia :  Hak–hak asasi manusia dan warga negara menurut UUD 1945 mencakup :  Hak untuk menjadi warga negara (pasal 26)  Hak atas kedudukan yang sama dalam hukum (pasal 27 ayat 1)  Hak atas persamaan kedudukan dalam pemerintahan (pasal 27  ayat 1)  Hak atas penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2)  Hak bela negara (pasal 27 ayat 3)  Hak untuk hidup (pasal 28 A)  Hak membentuk keluarga (pasal 28 B ayat 1)  Hak atas kelangsungan hidup dan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi bagi anak (pasal 28 B ayat 2)  Hak pemenuhan kebutuhan dasar (pasal 28 C ayat 1)  Hak untuk memajukan diri (pasal 28 C ayat 2)  Hak memperoleh keadilan hukum (pasal 28 d ayat 1)  Hak untuk bekerja dan imbalan yang adil (pasal 28 D ayat 2)  Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (pasal 28 D ayat 3)  Hak atas status kewarganegaraan (pasal 28 D ayat 4)  Kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali (pasal 28 E ayat 1)  Hak atas kebebasan menyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai denga hati nuraninya (pasal 28 E ayat 2)  Hak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (pasal 28 EMakalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 9
  10. 10. ayat 3)  Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi (pasal 28 F)  Hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda (pasal 28 G ayat 1)  Hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat dan martabat manusia (pasal 28 G ayat 2)  Hak memperoleh suaka politik dari negara lain (pasal 28 G ayat 2)  Hak hidup sejahtera lahir dan batin (pasal 28 H ayat 1)  Hak mendapat kemudahan dan memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama (pasal 28 H ayat 2)  Hak atas jaminan sosial (pasal 28 H ayat 3)  Hak milik pribadi (pasal 28 H ayat 4)  Hak untuk tidak diperbudak (pasal 28 I ayat 1)  Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut (pasal 28 I ayat 1)  Hak bebas dari perlakuan diskriminatif (pasal 28 I ayat 2)  Hak atas identitas budaya (pasal 28 I ayat 3)  Hak kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tulisan (pasal 28)  Hak atas kebebasan beragama (pasal 29)  Hak pertahanan dan keamanan negara (pasal 30 ayat 1)  Hak mendapat pendidikan (pasal 31 ayat 1) Walaupun diatas semua sudah menjadi hak kita untuk kita dapatkan sesuai dengan pasal-pasal berlaku, tetapi tetap ada kewajiban-kewajiban yang berlaku juga untuk warga negara. Karena itu sebelum warga negara ingin menyuarakan dan meminta Hak-hak mereka ada baiknya dilihat dulu apa mereka sudah melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka juga sebagai warga negara.Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 10
  11. 11. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kemerdekaan mengemukakan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Bentuk penyampaian pendapat di muka umum dapat dilaksanakan dengan unjuk rasa atau demonstrasi, pawai, rapat umum, atau mimbar bebas. Mengemukakan pendapat bagi setiap warga negara dapat dilakukan melalui saluran tradisional dan saluran moderen. Perangkat perundang- undangan dalam mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat pada dasarnya dimaksudkan agar setiap orang dalam mengemukakan pendapatnya dilakukan secara bebas dan bertanggung jawab. 3.2 Saran dan Kritik Masyarakat seharusnya lebih banyak diberi pengertian yang benar bagaimana mereka menyuarakan isi hati mereka, baik macam-macam metodenya maupun sistematika saat berjalannya. Sehingga mereka dapat menyuarakan hati mereka tanpa melukai hati masyarakat lainnya yang tidak terlibat. Pengawasan terhadap jalannya demonstrasi harusnya lebih di perhatikan, baik siapa pengusulannya maupun siapa saja yang terdaftar dalam pelaksanaannya. Sehingga dapat dengan mudah di minta pertanggung jawabannya jika terjadi sesuatu nantinya dalam pelaksanaan demonstrasi tersebut. Dibuat peraturan baru dengan hukuman tersendiri untuk orang-orang yang menjadi dalang dalam demonstrasi yang tidak baik ataupun anarkis, agar massa yang terkumpul nantinya akan lebih tertib karena pimpinannya lebih bertanggung jawab dalam mengorasikan suara nya (dan menetralisir jika suasana mulai memanas).Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 11
  12. 12. DAFTAR PUSTAKA 1. Draft 1, Siswaluyo, “Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan”, Pendidikan Kewarganegaraan. 2. "Democracy Conference". Innertemple.org.uk. Diakses pada 22 Agustus 2010. 3. Demokratia, Henry George Liddell, Robert Scott, "A Greek-English Lexicon", at Perseus 4. BBC History of democracy, BBC.Diakses pada 27 Juli 2011. 5. "Pendidikan Kewarganegaraan", Yudhistira Ghalia Indonesia, 9797467775, 9789797467777. 6. Lansford, Tom (2007). Democracy: Political Systems of the World. Marshall Cavendish. ISBN 978-0-7614- 2629-5. 7. St Sularto, "Masyarakat Warga dan Pergulatan Demokrasi: Menyambut 70 tahun Jakob Oetama", Penerbit Buku Kompas, 2001, 9797090035, 9789797090036. 8. Zaim Saidi, "Ilusi Demokrasi: Kritik dan Otokritik Islam: Menyongsong Kembalinya Tata Kehidupan Islam menurut Amal Madinah", Penerbit Republika, 2007, 9791102074, 9789791102070. 9. (Inggris) The Nature of Athenian Democracy, History Journal.Diakses pada 27 Juli 2011. 10. (Inggris) Timeline: Democracys rocky road, BBC.Diakses pada 27 Juli 2011. 11. Slamet Muljana, "Kesadaran nasional: dari kolonialisme sampai kemerdekaan, Jilid 2", PT LKiS Pelangi Aksara, 2008, 9791283575, 9789791283571. 12. Al-Zastrouw Ng, "Gus Dur, siapa sih sampeyan?: tafsir teoritik atas tindakan dan pernyataan Gus Dur", Erlangga, 1999, 9794117323, 9789794117323. 13. (Inggris) The Athenian Origins of Direct Democracy, History Guide.Diakses pada 27 Juli 2011. 14. (Inggris) History of Democracy, History World.Diakses pada 27 Juli 2011. 15. (Inggris) The Athenian Origins of Direct Democracy, Think Quest.Diakses pada 27 Juli 2011. 16. Aa Nurdiaman, "Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara", PT Grafindo Media Pratama, 979914857X, 9789799148575. 17. Aim Abdulkarim, "Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Warga Negara yang Demokratis", PT Grafindo Media Pratama, 9797584127, 9789797584122. 18. "Pendidikan Kewarganegaraan", Yudhistira Ghalia Indonesia, 9797468135, 9789797468132. 19. “Pendidikan Kewarganegaraan” Sekolah Menengah Pertama kelas VII, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.Makalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Sebagai Bagian Dari Hak Masyarakat Indonesia Page 12

×