Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

tugas akhir filsafat ilmu kelas S kel 8.pptx

Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio

Eche un vistazo a continuación

1 de 100 Anuncio

Más Contenido Relacionado

Similares a tugas akhir filsafat ilmu kelas S kel 8.pptx (20)

Más reciente (20)

Anuncio

tugas akhir filsafat ilmu kelas S kel 8.pptx

  1. 1. FILSAFATILMU Nama Kelompok 8 : Nadhila Bonazier Gandhi - 1212100317 Damayanti Eka Wahyuningtyas - 1212100318 Ahmad Muzaky - 1212100321 Muhammad Jazuli – 1212100312 ( Kelompok Baru ) Dibawah bimbingan : Dr. Sigit Sardjono, M.S.
  2. 2. Filsafat Ilmu ( Bambang s ) ◦Sesi 1 ◦Filsafat berbeda dengan filsafah, filsafah memiliki arti dalam bahasa indonesia yang biasa digunakan untuk sistem pemikiran ideologi yang dasar atau sebagai pegangan mengenai kehidupan yang dihayati
  3. 3. Sesi 2 Refleksi ada 2 artian yaitu pantulan dan perenungan. Filsafat berbeda dengan ilmu yang lain memiliki sifat experimentasi seperti halnya ecience . Filsafat bersifat sebagai renungan yang berarti bebas dalam berpemikiran yang tidak berdasarkan wahyu , tradisi , atau manapun namun berdasarkan semata-mata atas rasional atau common sense
  4. 4. Sesi 3 Manfaat dari Filsafat adalah untuk memupuk kemandirian sikap dan pemikiran. Kebanyakan pemikiran orang selalu sama dan sedikit yg berbeda. Hampir tidak punya sikap yg personal. Diluar sana banyak orang yg merasa dirinya eksis dengan menjadi bagian dari kawanan atau kelompok-kelompok tertentu.
  5. 5. Proses kultural hampir selalu campur aduk didalam sepanjang sejarah lalu berkembang dengan aneka campuran.
  6. 6. Sesi 4 Salah satu yg mengerikan dan mencemaskan banyak orang di melanium ini adalah tendensi pembongkaran, dekontruksi. Filsafat selalu berposisi ambivalen, Dibutuhkan dalam arti bahwa ilmu-ilmu dirangsang dan diprovokasi oleh dunia.
  7. 7. Filsafat melihat berbagai kemungkinan lain, karena tipikal dunia ilmu sebenarnya adalah menemukan pola-pola baku, mengekstrak pola-pola dari hidup yg berubah dan sangat kompleks tapi menyederhanakannya. Ilmu membutuhkan filsafat untuk memikirkan kembali setiapkali dalam konteks yg baru.
  8. 8. Dulu orang nyaman dengan hak cipta, hak paten dsb, tetapi sekarang ini ada sekelompok masyarakat dengan sangat sadar membiarkan hak ciptanya diambil dengan suka-suka. Manfaat filsafah adalah : - Memupuk kemandirian sikap dan pemikiran filsafat - Mengasah ketajaman untuk memilah hal inti dan bukan inti, penting dan bukan penting - Membuka kemungkinan-kemungkinan pemahaman baru > Intellectual Game
  9. 9. Sesi 5 Tendensi yang melihat segala hal yang betul-betul hanya konfigurasi dari materialitas masih sangat kuat Filsafat ini tidak pasti memang dia butuh bergerak nalar butuh intelektual akses. Seperti halnya Otak kita kalo tidak di pakai menjadi haus, tapi kalo di pakai menjadi tidak haus
  10. 10. TERIMAKASIH Sekian penjelasan rangkuman dari video filsafat Bambang s
  11. 11. Nama Kelompok 8 : Nadhila Bonazier Gandhi – 1212100317 Damayanti Eka Wahyuningtyas – 1212100318 Ahmad Muzaky – 1212100321 BAB 1 ILMU FILSAFAT DAN TEOLOGI
  12. 12. ILMU, FILSAFAT DAN TEOLOGI “Aku datang - entah dari mana, aku ini - entah siapa, aku pergi - entah kemana, aku akan mati - entah kapan, aku heran bahwa aku gembira”. (Martinus dari Biberach, tokoh abad pertengahan).
  13. 13. 1. Manusia bertanya Menghadapi seluruh kenyataan dalam hidupnya, manusia kagum atas apa yang dilihatnya, manusia ragu-ragu apakah ia tidak ditipu oleh panca-inderanya, dan mulai menyadari keterbatasannya. 2. Manusia berfilsafat sejak awal sejarah ternyata sikap iman penuh taqwa itu tidak menahan manusia menggunakan akal budi dan fikirannya untuk mencari tahu apa sebenarnya yang ada dibalik segala kenyataan (realitas) itu. Proses itu mencari tahu itu menghasilkan kesadaran, yang disebut pengetahuan.
  14. 14. Filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan (realitas). Filsafat merupakan refleksi rasional atas keseluruhan realitas untuk mencapai hakikat dan memperoleh hikmat Bagian filsafat yang paling mulia adalah filsafat pertama, yaitu pengetahuan kebenaran pertama yang merupakan sebab dari segala kebenaran". • Secara singkat, filsafat mencakup “segalanya”. Filsafat datang sebelum dan sesudah ilmu pengetahuan; disebut “sebelum” karena semua ilmu pengetahuan khusus mulai sebagai bagian dari filsafat dan disebut “sesudah” karena ilmu pengetahuan khusus pasti menghadapi pertanyaan tentang batas-batas dari kekhususannya.
  15. 15. 3. Manusia berteologi Teologi adalah: pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan berdasarkan iman. Iman adalah sikap batin. Iman seseorang terwujud dalam sikap, perilaku dan perbuatannya, terhadap sesamanya dan terhadap lingkungan hidupnya. Teologi juga merefleksikan hubungan Allah dan manusia. Manusia berteologi karena ingin memahami imannya dengan cara lebih baik, dan ingin mempertanggungjawabkannya 4. Obyek material dan obyek formal Ilmu filsafat memiliki obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah apa yang dipelajari dan dikupas sebagai bahan (materi) pembicaraan, yaitu gejala "manusia di dunia yang mengembara menuju akhirat". Dalam gejala ini jelas ada tiga hal menonjol, yaitu manusia, dunia, dan akhirat. Obyek formal adalah cara pendekatan yang dipakai atas obyek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan atau mengkhususkan bidang kegiatan yang bersangkutan. Jika cara pendekatan itu logis, konsisten dan efisien, maka dihasilkanlah sistem filsafat.
  16. 16. Cabang - cabang filsafat 1. filsafat tentang pengetahuan 2. filsafat tentang seluruh keseluruhan kenyataan 3. filsafat tentang nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah tindakan 4. sejarah filsafat
  17. 17. Nama Kelompok 8 : Nadhila Bonazier Gandhi – 1212100317 Damayanti Eka Wahyuningtyas – 1212100318 Ahmad Muzaky – 1212100321
  18. 18. PERLUNYA MAHASISWA BELAJAR FILSAFAT Agar Mahasiswa bisa berfikir secara Radikal dan Mendalam, maka mahasiswa Perlu Belajar Filsafat. Manfaat Mempelajari Filsafat Bisa secara Umum dan Khusus.
  19. 19. Mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika diharapkan memiliki penguasaan yang baik atas bidang ilmu yang ditekuni untuk selanjutnya memanfaatkan ilmu tersebut Penguasaan ilmu bukan hanya menyangkut penguasaan konsep-konsep serta teori-teori keilmuan dalam bidangnya masing-masing, akan tetapi juga landasan pemahaman mengenai hakikat ilmu, objek kajian dari ilmu yang dipelajari, metode untuk pengembangan ilmu tersebut, serta kaidah-kaidah moral dan etika mengenai untuk apa ilmu itu harus dimanfaatkan
  20. 20. MANFAAT BELAJAR FILSAFAT DALAM KEHIDUPAN filsafat merupakan landasan dari sesuatu apapun , tumpuan segala hal, jika salah tentulah berbahaya, sedikitnya akan merugikan. Apabila kehidupan berpengetahuan itu diibaratkan sebuah pohon maka filsafat adalah akarnya, yaitu bagian yang berhyubungan langsung dengan sumber kehidupan pohon itu, sedangkan batang, dahan, ranting, daun, bunga, dan buah menjadi bahan kajian ilmu pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian, ilmu pengetahuan berhubungan dengan apa yang terlihat atau yang biasa disebut menggejala atau mewujud.
  21. 21. HAKEKAT FILSAFAT filsafat sangat luas dan mencakup secara keseluruhan sejauh dapat dijangkau oleh pikiran. Filsafat bila mengunakan bahan-bahan deskriptif yang disajikan bidang-bidang studi khusus dan melampaui deskripsi tersebut dengan menyelidiki atau menanyakan sifat dasarnya, nilai-nilainya dan kemungkinannya. Tujuannya adalah pemahaman (understanding) dan kebijaksanaan (wisdom)
  22. 22. HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DENGAN KEBUDAYAAN DAN LINGKUNGAN Hubungan Filsafat Dengan Kebudayaan Kebudayaan berasal dari kata ke-budaya-an. Budaya berarti budi dan daya. Unsur budi adalah cipta (akal), rasa, dan karsa (kehendak). Kebudayaan adalah hasil budaya atau kebulatan cipta (akal), rasa dan karsa (kehendak) manusia yang hidup bermasyarakat. Hubungan Filsafat Dengan Lingkungan Manusia, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat, juga dengan alam sekitar atau lingkungan. Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitarnya.
  23. 23. GUNA DAN FUNGSI FILSAFAT Filsafat mengajarkan hal-hal yang praktis, yang oleh karena itu mempunyai kegunaan praktis juga. Banyak ajaran filsafat yang dapat dipraktikkan, misal etika, logika, estetika, dll. ,Etika mempelajari tingkah laku dan perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar, ucapan serta hati nurani manusia dilihat dari kacamata balk buruk.
  24. 24. .
  25. 25. KEBERADAAN MANUSIA DILIHAT DARI SISI FILSAFAT
  26. 26. “ Nama Kelompok : ✘ Nadhila Bonazier Gandhi 1212100317 ✘ Damayanti Eka Wahyuningtyas 1212100318 ✘ Ahmad Muzaky 1212100321 26
  27. 27. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu bertanya. Ia mempertanyakan dirinya, keberadaannya, dan dunianya. Dalam kehidupan sehari-hari secara umum pertanyaan dapat digolongkan dalam dua tingkatan, yakni pertanyaan yang sederhana dan pertanyaan yang bersifat teoritis. .
  28. 28. 1. Manusia sebagai Sebuah Persoalan Segala pertanyaan yang menyangkut hal-hal lain, seperti tentang bumi, bulan, langit, udara, air dan atom, sel serta tentang Tuhan hanya relevan jika dikaitkan dengan manusia. Bagi manusia, mengetahui siapa dirinya, dari mana asal usulnya, apa tujuan hidupnya, bagaimana is menghayati hidup secara konsisten, memang merupakan masalah yang berbeda-beda. Pada zaman itu sudah banyak pemikir berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut4. Hanya saja sumber jawaban tidak langsung dicari pada hakikat diri manusia itu sendiri, melainkan pada sesuatu yang berhubungan dengan dirinya. pendekatan kosmologis digunakan untuk menjelaskan "Siapakah manusia itu?". Para filsuf pra-Sokratik berpendapat bahwa manusia menyatakan dirinya ketika is bertindak sesuai dengan aturan-aturan alam. 28
  29. 29. “ Kata "filsafat" berasal dari bahasa Yunani, yakni philein, artinya mencintai dan sophia, artinya kebijaksanaan. Dari dua kata ini secara harafiah filsafat diartikan dengan cinta akan kebijaksanaan. Kata sophia dalam pandangan filsafat lebih dari sekedar "wisdom" dalam bahasa Inggris. Sophia mengandung banyak makna. Dalam pengertian ini filsafat diberi arti rasa cinta manusia untuk mengetahui dan memuaskan aspek kognitifnya. Sementara Pythagoras mengkaitkan sophia dengan kontemplasi. 29 2. Apa Itu Filsafat?
  30. 30. 30 3. Filsafat Manusia dan Metodenya a.Filsafat Manusia dan Ilmu-Ilmu Lain Filsafat manusia adalah bagian integral dari sistem filsafat, yang secara spesifik menyoroti hakikat atau esensi manusia. Karena itu cara kerja filsafat manusia tidak terlepas dari cara kerja filsafat pada umumnya. Sejak fenomenologi digagaskan oleh Edmund Husserl (1859-1938), ilmu pengetahuan, termasuk ilmu-ilmu sosial, mengarahkan diri pada data. Melalui data ilmu-ilmu sosial menjelaskan siapa manusia. Data itu dikumpulkan dan dirangkai menjadi satu kesatuan. Dengan demikian data merupakan sebuah penjelasan terhadap realitas hidup manusia. Karena itu bagi ilmu-ilmu sosial data sangat penting.
  31. 31. 31 B . Metode Filsafat Manusia Filsafat manusia memiliki cara kerja yang sama dengan cara kerja filsafat pada umumnya, yakni berusaha menangkap makna di balik gejala empiris itu. Karena itu objek penelusuran filsafat manusia adalah hal-hal yang ada di balik yang kelihatan, yang sangat menentukan eksistensi manusia. Filsafat manusia memikirkan aspek-aspek mendasar yang bersifat metafisis dan spiritualitas tentang manusia. Filsafat manusia tampak sebagai pemikiran yang tidak mau berhenti pada data, melainkan menembusnya. Ia menyelami dimensi mendasar yang ada di balik data yang menentukan realitas manusia. Titik tolak refleksi filsafat manusia adalah pengalaman. Akan tetapi tidak semua pengalaman dapat direfleksikan secara filosofis, melainkan hanya hal-hal yang berhubungan dengan hakikat manusia
  32. 32. 4. Relevansi Filsafat Manusia manusia bersifat dinamis, misteri dan paradoksal. Sifat dinamis membuat manusia terus mengalami perkembangan. Seiring dengan perkembangan itu, ia berhadapan dengan berbagai masalah sekaligus ia menjadi sebuah masalah yang tidak akan pernah berakhir. tetapi sifat dinamis dan paradoksal ini tidak boleh membuat kita berhenti untuk membicarakan manusia. Mempersoalkan manusia harus terus dilakukan agar hidup semakin bermutu. Dalam hal ini filsafat manusia tetap relevan untuk dibicarakan.
  33. 33. 5. Batasan Buku Ini Manusia adalah makhluk multidimensional. Persoalan eksistensialnya sangat kompleks. Melihat kompleksitas itu tidak semua persoalan mendasar manusia bisa diulas dalam satu buku. Mengingat hal itulah dalam buku ini penulis membatasi diri pada topik-topik tertentu yang berkaitan dengan eksistensi manusia.
  34. 34. MANUSIA SEBAGAI PERSONA Persona atau pribadi merupakan salah satu dimensi mendasar manusia. Sebagai pribadi manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri.
  35. 35. 1. Pengertian Individu Setiap makhluk di dunia ini merupakan individualitas tersendiri. Syarat sebagai individu ialah bahwa ia mempunyai identitas diri yang tidak terbagi sehingga ia bisa dibedakan dari yang lain a. Makhluk Infrahuman Bagi makhluk infrahuman perbedaan yang mungkin hanyalah perbedaan kuantitatif, dan tidak mungkin relevan membuat perbedaan kualitatif. kata "individu" bagi makhluk infrahuman hanya terkait dengan perbedaan fisik antara satu jenis dengan jenis yang lain, serta urut-urutan menurut ruang dan waktu tertentu. Singkatnya, kata individu di kaitkan dengan tiga ciri, yakni bersifat kuantitatif, dan numerik serta uniform atau seragam.
  36. 36. Nilai-Nilai Absolut Pribadi Kesadaran ini bersumber pada aspek kerohaniannya. Dengan kesadaran, manusia mempertimbangkan kualitas tindakannya. Ia tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dengan kesadaran pula manusia mengenal siapa dirinya, dan bagaimana ia berpartisipasi membangun dunianya. Selain itu, melalui kesadaran, ia mengakui dirinya sebagai makhluk yang unik.
  37. 37. Beberapa Elemen Persona Pertama adalah karakter. Setiap pribadi memiliki karakter yang unik. Kata "karakter" berasal dari bahasa Yunani, yakni "character", artinya "alat untuk memberi tanda atau cap" atau "tanda atau capnya sendiri". Dalam psikologi Belanda dan Jerman kata "karakter" sering diartikan sebagai pribadi. Jadi, karakter, sebagaimana diakui oleh William McDougall (1822-1905), merupakan penjelmaan kehidupan pribadi41. Karakter memberikan kestabilan, kemantapan, harmoni pada seseorang. Dengannya seseorang menjadi lebih mantap untuk mencapai tujuan-tujuannya yang penting dan membangkitkan kemauan dan kekuatan dalam mengambil keputusan.
  38. 38. Nama Kelompok : . Nadhila Bonazier Gandhi 1212100317 Damayanti Eka Wahyuningtyas 1212100318 Ahmad Muzaky 1212100321
  39. 39. PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of Phisolophy dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar Sedangkan secara terminologi akan dikemukakan beberapa definisi tentang pengetahuan. Menurut Drs. Sidi Gazalba, pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran.
  40. 40. HAKIKAT DAN SUMBER PENGETAHUAN Manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna kepada kehidupan, manusia "memanusiakan diri dalam hidupnya" dan masih banyak lagi pernyataan semacam ini, semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu dalam hidupnya yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. .il…
  41. 41. Hakikat Pengetahuan Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental (mental state). Mengetahui sesuatu adalah menyusun pendapat tentang suatu objek, dengan kata lain menyusun gambaran tentang fakta yang ada di luar akal. .
  42. 42. Dua teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan itu, yaitu: a. Realisme Teori ini mempunyai pandangan realistic terhadap alam. Pengetahuan menurut realisme adalah gambaran atau kopi yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata (dari fakta atau hakikat). b. Idealisme Ajaran idealisme menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan adalah mustahil. Pengetahuan adalah proses-proses mental atau proses psikologis yang bersifat subjektif. Oleh karena itu, pengetahuan bagi seorang idealis hanya merupakan gambaran subjektif dan bukan gambaran objektif tentang realitas
  43. 43. Perbedaan Pengetahuan dengan Ilmu Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ilmu disamakan artinya dengan pengetahuan, ilmu adalah pengetahuan. Dari asal, kita dapat ketahui bahwa pengetahuan diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge, sedangkan ilmu diambil dari kata science dan peralihan dari kata Arab ilm.
  44. 44. HAKIKAT DAN SUMBER PENGETAHUAN Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia yang disebabkan dua hal utama, • pertama manusia mempunyai bahasa yang mampu mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. •Kedua, yang menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu."
  45. 45. . DASAR DAN JENIS ILMU PENGETAHUAN Manusia harus dapat membedakan antara hal-hal yang dapat dilihat, diraba, dan dirasa, demikian juga harus dapat membedakan hal-hal yang bersifat kejasmanian dan kejiwaan.
  46. 46. . OBJEK DAN KONSEP ILMU PENGETAHUAN ILMIAH 1. Objek Ilmu Pengetahuan Ilmiah suatu jenis pengetahuan umum tidak memiliki objek, bentuk pernyataan, serta dimensi dan ciri yang khusus, sebaliknya suatu pengetahuan ilmiah atau pengetahuan keilmuan (ilmu) selalu mengandalkan adanya objek keilmuan, bentuk kenyataan, serta dimensi dan ciri yang khusus. ilmu cenderung dipahami sebagai pengetahuan yang diilmiahkan atau pengetahuan yang diilmukan, sebab tidak semua pengetahuan itu bersifat ilmu atau harus diilmiahkan.
  47. 47. 2. Konsep Ilmu Konsep sangat penting bagi pembentukan atau untuk membangun suatu teori bagi kepentingan suatu penelitian yang menghasilkan ilmu atau kepentingan praktis. Membangun suatu teori sangat dibutuhkan dukungan konsep. Setiap ilmu hams memiliki satu atau beberapa konsep kunci atau konsep tambahan yang bertalian. Beberapa contoh konsep ilmiah seperti konsep bilangan di dalam matematika, konsep gaga di dalam fisika, konsep evolusi dalam biologi, stimulus di dalam psikologi, kekuasaan dalam politik atau strata sosial di dalam ilmu sosial, simbol di dalam linguistik, keadilan di dalam ilmu hukum, keselamatan dalam ilmu teologi, atau lingkungan di dalam ilmu-ilmu interdisipliner.
  48. 48. 3.Konsep Pengetahuan Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Pengetahuan merupakan khazanah kekayaan mental. Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan. Dengan intuisi manusia dapat memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu.
  49. 49. . 4. Konsep Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan sebagai objek, menurut Ali Maksum (2011) merupakan himpunan inforrnasi yang berupa pengetahuan ilmiah ten-tang gejala yang dapat dilihat, dirasakan, atau dialami. Masalah yang menjadi perhatian di dalam aktivitas ilmu pengetahuan yaitu pencarian kejelasan dan perumusan penjelasan mengenai struktur, fungsi, dan pola laku gejala-gejala, baik gejala alam, gejala sosial, maupun gejala pikir.
  50. 50. . 5.Tujuan Ilmu Pengetahuan Tujuan ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan alirannya, sebagaimana dikemukakan oleh Darsono Prawinegoro yakni: Pertama, berdasarkan pengembangan ilmu pengetahuan untuk keperluan ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu sebatas untuk memenuhi rasa keingintahuan manusia. Kedua, ilrnu,pengetahuan pragmatis.
  51. 51. JENIS ILMU PENGETAHUAN Pengetahuan Manusia Pengetahuan adalah kebenaran dan kebenaran adalah pengetahuan, maka di dalam kehidupan manusia dapat memiliki berbagai pengetahuan dan kebenaran. Burhanudin Salma (2005) mengemukakan, pengetahuan yang dimiliki manusia ada empat macam •Pertama, pengetahuan biasa, yaitu pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense. Karena seseorang memiliki sesuatu di mana is menerima secara baik. Semua orang menyebutnya sesuatu itu merah, karena memang itu merah, Benda itu panas karena memang panas, dan sebagainya. •Kedua, pengetahuan ilmu, yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science. Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam, yang sifatnya kuantitatif dan objektif. Ilmu pada prinsipnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari.
  52. 52. TERIMAKASIH .
  53. 53. Nama Kelompok : Muhammad Jazuli 1212100312 Nadhila Bonazier Gandhi 1212100317 Damayanti Eka Wahyuningtyas 1212100318
  54. 54. SLIDESMANIA.C IKHTISAR SEJARAH PEMIKIRAN FILSAFAT .
  55. 55. Zaman Modern (1500 - 1800) Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama, tidak juga dari para penguasa, tetapi dari diri manusia sendiri. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. ― Irene M. Pepperberg
  56. 56. Filsafat zaman modern berfokus pada manusia, bukan kosmos (seperti pada zaman kuno), atau Tuhan (pada abad pertengahan). Dalam zaman modern ada periode yang disebut Renaissance ("kelahiran kembali"). Kebudayaan klasik warisan Yunani-Romawi dicermati dan dihidupkan kembali; seni dan filsafat mencari inspirasi dari sana. Filsuf penting adalah N Macchiavelli (1469-1527), Thoman Hobbes (1588-1679), Thomas More (1478-1535) dan Francis Bacon (1561-1626).
  57. 57. pemikiran Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831). Hegel ingin menerangkan alam semesta dan gerak-geriknya berdasarkan suatu prinsip. Menurut Hegel semua yang ada dan semua kejadian merupakan pelaksanaan-yang-sedang-berjalan dari Yang Mutlak dan bersifat rohani.
  58. 58. (Anaximenes) Empat Analisa di Yunani Kuno realitas puncak yang dikemukakan oleh Anaximander (kira-kira 610-546 S.M.), yang berpendapat bahwa di antara empat anasir tersebut tidak ada yang bisa diakui dengan tepat sebagai unsur dasar, karena anasir tersebut saling berlawanan (seperti basah dan kering, panas dan dingin). Jika satu unsur itu "tanpa tapal batas", maka ini akan merontokkan semua anasir lainnya.
  59. 59. 1. Filsafat Sebagai Dialog Rasional . Filsuf Sokrates (470-399 S.M.), memberi penafsiran yang mengenai tugas filosofis, yang implikasi penuhnya merentang sampai 2.000 tahun. Kita mengetahui ide dan kehidupan Sokrates terutama melalui tulisan- tulisan seorang pengikut dekatnya, Plato (427-347 S.M.). Bersama-sama dengan murid cemerlang Plato, Aristoteles (384-322 S.M.), orang-orang ini merupakan inti tradisi filsafat Yunani keno.
  60. 60. SLIDESMANIA.C Metode Dialog Plato menggunakan metode dialog, berlandaskan pemahamannya atas ide- ide Sokrates dalam membangun sistem metafisika pertama yang lengkap dengan nada modern. Bagian filsafat yang berusaha menjawab pertanyaan di sekitar hakikat dan asal-usul pengetahuan manusia disebut "Epistemologi" (dari kata Yunani epistemos, yang berarti "pengetahuan", dan logos, yang di sini sebaiknya bermakna "studi"). Metafisika dan epistemologi selalu bergandengan lekat lekat.
  61. 61. SLIDESMANIA.C Gua Plato Analogi, sekurang-kurangnya dalam bentuk yang disederhanakan, amat gamblang. Gua itu melambangkan dunia tempat kita hidup, dan orang-orang yang dibelenggu itu melambangkan orang-orang yang belum pernah berfilsafat. Adapun obyek-obyek penghasil bayangan-bayangan itu merupakan "forma" sejati penampakan-penampakan ini. Hakikat ini bisa terkuak melalui perenungan filosofis.
  62. 62. Tiga Daya Jiwa Sesungguhnya, Plato sendiri yakin bahwa sisters forma kekalnya mampu menjelmakan filsafat menjadi ilmu, suatu wujud pengetahuan yang berkedudukan-kuat suatu tujuan yang banyak dianut oleh Para filsuf sejak itu.
  63. 63. Filsafat Sebagal iImu Teleologis Pemanfaatan aka universal oleh Sokrates dan penggunaan dialog oleh Plato untuk membangun sistem idealisme, yang didasarkan pada ajaran-ajaran Sokrates, mengubah dengan cepat perkembangan filsafat di Yunani kuno. Dengan menyebut gagasan Plato, saya telah menyirnpulkan bahwa idealisme bisa menghasilkan bangunan ilmu universal.
  64. 64. Empat Formula Kehidupan (Jiwa) Ala Aristoteles Pandangan tentang jiwa tersebut memberi jalan bagi Aristoteles yang membolehkan tipe kehidupan sesudah kematian. Dalam DA 430a ia mengatakan, bila jiwa "terpasang bebas dari kondisinya sekarang ini" (yakni manakala raga manusia itu mati), inti rasionalitas yang tersisa itu "bersifat kekal dan tidak mati". Itu menyiratkan bahwa "percikan" rasionalitas pada jiwa individu akhirnya akan kembali ke "api" Tuhan yang merupakan asalnya
  65. 65. Penggerak Pertama Selaku Penyebab Trakhir Ide serupa juga dikembangkan secara cukup rinci oleh seorang paleontolog abad keduapuluh, pendeta Jesuit, dan filsuf mistis, Pierre Teilhard de Chardin (1881-1955), yang berpendapat bahwa keseluruhan kosmos bergerak menuju kesatuan dalam keragaman hakiki bernama "titik omega"--"omega" merupakan huruf terakhir abjad Yunai dan lambang tujuan abadi. Mengembangkan ide-ide Aristotelian menjadi catatan yang menarik tentang bagaimana alam semesta bisa terkait dengan Yang-Berada yang biasanya kita sebut Tuhan.
  66. 66. Terimakasih
  67. 67. Nama Kelompok : Muhammad Jazuli 1212100312 Nadhila BonazierGandhi 1212100317 DamayantiEka Wahyuningtyas 1212100318
  68. 68. KEBERADAAN MANUSIA DILIHAT DARI SISIFILSAFAT Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu bertanya. Ia mempertanyakan dirinya, keberadaannya, dan dunianya. Kegiatan seperti ini berlangsung terus sepanjang hayat sang anak Dalam kehidupan sehari-hari secara umum pertanyaan dapat digolongkan dalam dua tingkatan, yakni pertanyaan yang sederhana dan pertanyaan yang bersifat teoritis. Pertanyaan ini berhubungan dengan cara-cara untuk mencapai sesuatu. Singkatnya pertanyaan sederhana lebih banyak berhubungan dengan hal-hal yang bersifat teknis. Sifatnya aplikatif.
  69. 69. 1. Manusia sebagai Sebuah Persoalan "Siapakah manusia itu?" merupakan pertanyaan yang paling mendasar dan paling utama dalam sejarah manusia. Selain paling mendasar, pertanyaan "Siapakah manusia itu?" juga merupakan pertanyaan yang paling klasik. Sebelum Sokrates (469-399 sm) muncul di Yunani pertanyaan itu sudah ada. Pada zaman itu sudah banyak pemikir berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pendekatan kosmologis digunakan untuk menjelaskan "Siapakah manusia itu?" Para filsuf pra-Sokratik berpendapat bahwa manusia menyatakan dirinya ketika is bertindak sesuai dengan aturan-aturan alam.
  70. 70. 2. Apa Itu Filsafat? Kata "filsafat" berasal dari bahasa Yunani, yakni philein, artinya mencintai dan sophia, artinya kebijaksanaan. Dalam pengertian ini filsafat diberi arti rasa cinta manusia untuk mengetahui dan memuaskan aspek kognitifnya. Sementara Pythagoras mengkaitkan sophia dengan kontemplasi.
  71. 71. 3. Filsafat Manusia dan Metodenya a. Filsafat Manusia dan Ilmu-Ilmu Lain Filsafat manusia adalah bagian integral dari sistem filsafat, yang secara spesifik menyoroti hakikat atau esensi manusia. Melalui data ilmu-ilmu sosial menjelaskan siapa manusia. Data itu dikumpulkan dan dirangkai menjadi satu kesatuan. Dengan demikian dapat dikatakan, data merupakan sebuah penjelasan terhadap realitas hidup manusia Tugas dan fungsi filsafat manusia adalah mempelajari manusia dalam kebulatan aslinya serta menghadapinya sebagai sesuatu keseluruhan. Tujuannya, adalah merumuskan konsep manusia yang universal.
  72. 72. Relevansi Filsafat Manusia Ada tiga alasan untuk menunjukkan relevansi itu. Pertama, dengan bertanya kita mewujudkan hakikat kemanusiaan artinya manusia adalah binatang berpikir Kedua, dengan mendalami manusia, kita mengenal manusia dengan lebih baik. Filsafat manusia hanya menghadirkan pandangan-pandangan tentang dimensi-dimensi hakiki manusia. Karena itu tepatlah ungkapan Sokrates yang mengatakan, "Kenalilah dirimu sendiri". Demikian halnya, tepat pula pepatah kuno yang berbunyi "Tidak kenal, maka tidak sayang". Ketiga, sebagai konsekuensi lebih lanjut dari butir kedua, filsafat manusia mengantar kita untuk semakin mampu bertanggungjawab terhadap diri kita dan sesama.
  73. 73. 1. Pengertian Individu a. Makhluk Infrahuman Setiap makhluk di dunia ini merupakan individualitas tersendiri. Syarat sebagai individu ialah bahwa ia mempunyai identitas diri yang tidak terbagi sehingga ia bisa dibedakan dari yang lain. Bagi makhluk infrahuman pengertian "individu" dikaitkan dengan jenis. Perbedaan yang mungkin hanyalah perbedaan kuantitatif, dan tidak mungkin relevan membuat perbedaan kualitatif. Dengan kata lain, kata "individu" bagi makhluk infrahuman hanya terkait dengan perbedaan fisik antara satu jenis dengan jenis yang lain, serta urut-urutan menurut ruang dan waktu tertentu. Singkatnya, kata individu di kaitkan dengan tiga ciri, yakni bersifat kuantitatif, dan numerik serta uniform atau seragam.
  74. 74. 2. Persona a. Arti Persona Selain kata "individu", kata "persona" juga dikenakan pada manusia. Di zaman sekarang kata ini bahkan lebih banyak digunakan daripada kata "individu". Secara etimologis, kata "persona" berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah topeng. Dalam perkembangan selanjutnya, "persona" tidak lagi dimengerti sebagai sebuah topeng, melainkan kualitas-kualitas pribadi yang ada dalam diri seseorang. Dengan demikian, arti "persona" tidak lagi menunjuk pada topeng, melainkan pada makna yang ada di baliknya, yakni jati diri. Persona dan individualitas mengandung makna yang sama, yakni keutuhan. Manusia menjadi pribadi atau individu karena jiwa dan badannya bersatu. Ia adalah jiwa yang berbadan atau badan yang berjiwa.
  75. 75. 3. Nilai-Nilai Absolut Pribadi • Dari paparan yang panjang lebar di atas, dapat disarikan bahwa esensi manusia sebagai pribadi menyangkut empat hal mendasar ini, yakni kesadaran akan diri, bersifat otonom dan transendental, serta komunikatif. Sebagai pribadi manusia adalah makhluk yang sadar akan diri sendiri. • Manusia juga memiliki kemampuan untuk menentukan dirinya. Itu berarti, sifat otonom menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pribadi manusia. Tidak seperti makhluk infrahuman yang terdeterminasi oleh kondisi internalnya seperti naluri dan kondisi eksternalnya seperti lingkungan, manusia adalah makhluk yang bebas. • Kebebasan adalah kondisi yang melekat di dalam diri manusia. Karena adanya ruang untuk bergerak manusia bisa secara maksimal mengembangkan dirinya dan berpartisipasi membangun dunianya menurut keunikannya. Otonomi memungkinkan manusia mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya.
  76. 76. 4. Beberapa Elemen Persona Pribadi manusia bukan konsep yang abstrak. Ia adalah makhluk yang konkret. Sifat konkret itu terungkap dalam berbagai elemen yang ada dalam dirinya Ada enam elemen dasar yang mengungkapkan pribadi seseorang : • Pertama adalah karakter. Setiap pribadi memiliki karakter yang unik. Karakter merupakan kebiasaan hidup seseorang. Kebiasaan ini melekat dalam diri seseorang dan tidak bisa diubah dengan mudah. • Kedua, akal budi. Akal budi merupakan elemen persona yang paling hakiki. Dibandingkan dengan makhluk lainnya, akal budi merupakan keistimewaan manusia.
  77. 77. Kesimpulan Disimpulkan bahwa selain makhluk yang bertanya, manusia juga adalah pribadi yang unik. Keunikan manusia bersumber dari aspek kerohanian, yakni jiwanya. Jiwa membuat manusia serba baru. Sebagai pribadi manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan diri.. Artinya, kualitas manusia sebagai pribadi diungkapkan melalui perbuatan nyata sehari-hari. Sebagai pribadi manusia adalah makhluk yang transendental, otonom, bebas dan relasional. Dengan sifat transendentalnya, manusia mampu mengatasi diri, sekaligus mengambil bagian dalam sifat keilahian. Hidup manusia tertuju pada sesuatu yang mengatasi dirinya.
  78. 78. Filsafat Pancasila Pengantar Filsafat Ilmu
  79. 79. 1212100312 Muhammad Jazuli 1212100317 Nadhila Bonazier Gandhi 1212100318 Damayanti Eka Wahyuningtyas KELOMPOK 8
  80. 80. Pengertian Filsafat Pancasila 01
  81. 81. Pengertian Filsafat Pancasila Pengertian filsafat Pancasila adalah pembahasan Pancasila secara filsafati, yaitu pembahasan Pancasila sampai hakikatnya yang terdalam . Dari objek materinya maka pengertian filsafat Pancasila yaitu: suatu sistern pemikiran yang rasional, sistematis, terdalam dan menyeluruh tentang hakikat bangsa, negara dan masyarakat Indonesia yang nilai-nilainya telah ada dan digali dari bangsa Indonesia sendiri.
  82. 82. Tingkat-tingkat Pengetahuan Pancasila 02
  83. 83. Tingkat-tingkat Pengetahuan Pancasila Secara keseluruhan dalam mempelajari Pancasila diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang terdiri atas empat tingkat. Pertanyaan "Bagaimana"-"Mengapa"- "Ke mana"- "Apa“ • Dengan menjawab suatu pertanyaan ilmiah "Bagaimana" maka akan diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskreptif. Dalam mempelajari pancasila secara deskriptif, ialah menjelaskan tentang Pancasila secara obyektif, apa adanya baik latar belakang sejarahnya rumusan-rumusannya, sifat, isi, bentuk susunan Pancasila dan segala perkembangannya. • Dengan mencari suatu pertanyaan ilmiah "Mengapa", maka pengetahuan yang didapatkan adalah pengetahuan bersifat kausal, yaitu pengetahuan yang memberikan jawaban tentang sebab-akibat atau sebab-sebab dan asal-muasal terjadinya sesuatu pengetahuan tentang Pancasila yang bersifat kausal akan mengungkapkan asal-mula, sebab akibat terjadinya Pancasila.
  84. 84. Manfaat Filsafat Pancasila 03
  85. 85. Manfaat Penggunaan Filsafat Secara umum sebelum membahas manfaaat filsafat Pancasila maka sudah semestinya untuk terlebih dahulu untuk menjelaskan dan memahami manfaat penggunaan filsafat. filsafat adalah suatu pengetahuan yang terdalambagi , hakiki, rasional, rnenyeluruh. Maka filsafat sampai pada intinya yang terdalam, hakikat serta bersifat universal. memiliki manfaat terhadap ilmu pengetahuan sebagai berikut :
  86. 86. sebagai induk pengetahuan, maka filsafat berfungsi menentukan prinsip-prinsip metodis serta objek dari ilmu pengetahuan 01 Sebagai pemberi dasar bagi ilmu pengetahuan yang axiomata yang tidak memerlukan suatu pembuktian yaitu :- Asas kesamaan dengan diri sendiri (principium ideutIfilos) -Asas kemustahilan ketiga (principium exclusitertii) 02 Dengan filsafat setiap ilmu pengetahuan dapat memiliki sila! dan ciri khasnya masing-masing 03
  87. 87. Secara umum semua metode ilmu pengetahuan berkembang dan pertama-tama ditentukan oleh filsafat karena kedudukan filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan 04 Filsafat dapat memberikan dan mengarahkan ilmu pengetahuan ke arah tujuan demi kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia 05 Dengan filsafat ilmu pengetahuan akan mampu menyelesaikan masalahnya Maka berkembanglah dalam setiap illmu pengetahuan suatu filsafat-filsafat khusus antara lain misalnya filsafat hukum, filsafat politik, filsafat bahasa, 06
  88. 88. Manfaat bagi Pendidikan Kesarjanaan Manfaat Pendidikan filsafat khususnya filsafat Pancasila bagi Pendidikan kesarjanaan dan kemanusiaan adalah sebagai berikut : 1. karena sifat filsafat yang kritis, dinamis serta mendalam maka memungkinkan bagi pengembangan akal, menghidupkan kecerdasan berfikir bagi Para calon saijana. 2. Filsafat berfungsi menggugah pengertian dan kesadaran manusia akan kedudukannya dalam hubungannya dengan segala sesuatu di luar dirinya, kesadaran tersebut merupakan kesadaran moral
  89. 89. Manfaat Filsafat Pancasila bagi Pendidikan Kesarjanaan Perkembangan bangsa-bangsa di seluruh dunia, memiliki ciri khas serta kekhususan masing-masing, terasuk hasil karya budaya dari bangsa tersebut. Bangsa Inggris misalnya telah dikenal bangsa di dunia telah banyak menemukan ilmu pengetahuan, juga peinikiran tentang negara dan hukum. Bangsa Pendidikan-prancis telah mengembangkan semangat demokrasinya setelah revolusi Perancis dengan tiga semboyan, liberte, egalite dan fraternize. Bangsa Amerika yang membanggakan tentang Declarations of Independence, yang bahkan dilestarikannya dengan dibangunnya monumen patung liberty.
  90. 90. PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILASAFAT
  91. 91. Pengertian Pancasila Sebagai Suatu Sistem 01
  92. 92. 1. Suatu kesatuan bagian-bagian 2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri¬sendiri 3. Saling berhubungan, saling ketergantungan 4. Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan sistem) 5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore dan Votch, 1974:22). Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupa¬kan sistem filsafat. Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu ke¬satuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh sistem lazinmya memiliki ciri-ciri sebagai beri¬kut
  93. 93. Kesatuan Sila-Sila Pancasila 02
  94. 94. A. Susunan Pancasila yang bersifat Hierarkhis dan Berbentuk Piramidal Susunan Pancasila adalah hierarkhis dan mempunyai bentuk piramidal. Pengertian matematika piramidal digunakan untuk meng¬gabarkan hubungan hierarkhi sila-sila dari Pancasila dalam unit¬urutan luas (kwantitas) dan juga dalam hal sifat-sifatnya (kwalitas).
  95. 95. Dasar Ontologis Sila-sila Pancasila 03
  96. 96. Pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat tidak hanya kesatuan yang menyangkut sila-silanya saja melainkan juga meli¬puti hakikat dasar dari sila-sila Pancasila atau secara filosofis meru¬pakan dasar onologis sila-sila Pancasila. Pancasila yang terdiri atas lima sila setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri atas lima sila setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri¬sendiri, melainkan memiliki satu kesatuan dasar ontologis. Dasail ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memilikil hakikat mutlak monopluralis, oleh karena itu hakikat dasar ini juga, disebut sebagai dasar antropologis. Adil adalah dasar dari cita-cita kemerdekaan setiap bangsa, jika sesuatu bangsa tidak merdeka tidak mempunyai negara sendiri itu adalah adil. sila sosial adalah merupakan tujuan dari keempat sila yaw, mendahuluinya, maka dari itu merupakan tujuan darinkita dalam bernegara" ( Notonagoro, 1975 : 156 )
  97. 97. A. Hakikat Sila-sila Pancasila Sebagaimana dijelaskann di muka sila-sila Pancasila terdiri atas angkaian kata-kata, dan setiap sila terdapat kata yang merupakan ilbjek yang secara berturut-turut adalah sebagai berikut : Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. tap kata tersebut merupakan suatu kata polimorfemik (yaitu Kata dasar + afiks ke-/-an dan per-/- an).
  98. 98. Pengertian Kesesuaian Sifat-sifat dan Keadaan Negara dengan landasan Sila-sila Pancasila. Pengertian sifat-sifat dan keadaan negara Telah dijelaskan di muka bahwa inti landasan sila-sila. Pancasila Tuhan, manusia, satu, rakyat dan adil. Konsekuensinya segala sifat-sifat dan keadaan negara harus sesuai dengan hakikat uhan, manusia, satu, rakyat, dan adil. Bilamana dirinci pengertian 1 at- sifat ini pada hakikatnya meliputi empat hal yaitu ; Sifat-sifat (sifat luar), yaitu hal baru yang ditambahkan pada se¬suatu sehingga merupakan ciri baru, atau sesuatu itu memiliki ciri baru (kualitas) baru.
  99. 99. CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik THANKS! Does anyone have any questions? addyouremail@freepik.com +91 620 421 838 yourcompany.com Please keep this slide for attribution

×