Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

Memahami Kandungan Surat Al-Humazah, Al-Asr dan Menghormati Orang tua

Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Próximo SlideShare
Media Dalam Pembelajaran
Media Dalam Pembelajaran
Cargando en…3
×

Eche un vistazo a continuación

1 de 20 Anuncio

Memahami Kandungan Surat Al-Humazah, Al-Asr dan Menghormati Orang tua

Descargar para leer sin conexión

Assalamu'alaikum, Hallo semuanya kali ini mengenai kandungan Surat pendek dalam al-quran dan memahami hadist, dibuat oleh Daraista Az zukhruf Dan Lely Ramadhanti Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Fatahillah (STIT FATAHILLAH) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah (PGMI)

Assalamu'alaikum, Hallo semuanya kali ini mengenai kandungan Surat pendek dalam al-quran dan memahami hadist, dibuat oleh Daraista Az zukhruf Dan Lely Ramadhanti Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Fatahillah (STIT FATAHILLAH) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah (PGMI)

Anuncio
Anuncio

Más Contenido Relacionado

Más reciente (20)

Anuncio

Memahami Kandungan Surat Al-Humazah, Al-Asr dan Menghormati Orang tua

  1. 1. Kandungan QS Al-Humazah, Al-Ashr dan Memahami Hadis Tentang Hormat Kepada Orang Tua Disusun Oleh : Daraista Az zukhruf Lely Ramadhanti
  2. 2. Kandungan Surat AL-Humazah Berikut isi kandungan surat Al Humazah yang kami rangkum dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka. 1. Surat Al Humazah berisi ancaman kepada para pengumpat dan pencela bahwa mereka pasti akan celaka. 2. Pengumpat dan pencela yang nantinya mendapatkan kecelakaan itu adalah orang-orang yang mengumpulkan harta dan setiap saat menghitung-hitungnya karena begitu cintanya kepada dunia. Bahkan karena cintanya pada harta ia merasa lebih baik dari orang lain sehingga suka mencaci dan mencela. 3. Orang yang telah tertipu dengan harta dan begitu mencintai dunia, merasa bahwa ia akan kekal selamanya dengan hartanya itu. Ia merasa selamanya akan berkuasa dengan hartanya. Ia pun tidak menyiapkan bekal menghadapi kematian. 4. Allah menyiapkan siksa pedih untuk para pengumpat dan pencela yang begitu mencintai dunia dan merasa dengan hartanya akan kekal selamanya. 5. Siksa kepada mereka berupa neraka jahannam yang apinya sangat menghancurkan. Membakar seluruh badannya hingga hatinya yang menjadi tempat kemusyrikan dan segala kedurhakaan. 6. Dengan Surat Al Humazah ini, Allah mengingatkan hamba-Nya agar tidak terpengaruh moral yang hina seperti suka mengumpat dan mencela, suka mencaci dan memaki.
  3. 3. Bacaan surat Al-Humazah beserta Artinya Artinya: “ Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali- kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (QS. Al Humazah)
  4. 4. Surat ini dinamakan surat Al Humazah yang berarti pengumpat. Diambil dari ayat pertama dalam surat ini. Dinamakan pula surat Wail li kulli humazah. Juga diambilkan dari ayat pertama. Nama lainnya adalah Surat Al Huthamah, yang disebutkan pada ayat 4 dan 5. Artinya adalah neraka yang menghancurkan. Surat Al Humazah, menurut Muqatil, turun mengenai Walid bin Mughirah. Dia selalu menggunjing Rasulullah ketika tidak berada di hadapan beliau dan mencela ketika berada di hadapan beliau. Menurut pendapat lain, ada lebih banyak humazah dan lumazah, bukan hanya Walid bin Mughirah. “Surat ini turun mengenai Akhnas bin Syariq, Ash bin Wail, Jaamil bin Mu’ammar, Walid bin Mughirah atau Umayyah bin Khalaf. Beberapa pendapat yang ada. Mungkin juga surat ini turun mengenai mereka semua. Nama-nama Lain Al-Humazah
  5. 5. Asbabun Nuzul Surat Al Humazah dijelaskan oleh Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir. Muqatil mengatakan, surat ini turun mengenai Walid bin Mughirah. Dia selalu menggunjing Rasulullah ketika tidak berada di hadapan beliau dan mencela ketika berada di hadapan beliau. Tak hanya Walid bin Mughirah, Umayyah bin Khalaf juga melakukan itu. Karenanya Muhammad bin Ishak dan Suhaili menyebut asbabun nuzul Surat Al Humazah terkait perbuatan Umayyah bin Khalaf. Abu Hayyan menyebut nama lebih banyak. “Surat ini turun mengenai Akhnas bin Syariq, Ash bin Wail, Jaamil bin Mu’ammar, Walid bin Mughirah atau Umayyah bin Khalaf. Itu beberapa pendapat yang ada. Dan juga surat ini turun mengenai mereka semua. Dengan demikian, secara umum surat ini ditujukan kepada semua orang yang memiliki sifat-sifat ini.” Asbabun Nuzul
  6. 6. 1. Surat Al-Humazah adalah termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keutamaan dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya. 2. dijauhkan dari kefakiran, didatangkan rezeki dan dihindarkan dari kematian yang buruk. Abi Abdullah berkata, “Barang siapa yang membaca Surat Al- Humazah di dalam salat wajibnya, maka Allah menjauhkan kefakiran darinya, mendatangkan rezeki kepadanya, dan menghindarkannya dari kematian yang buruk (su’ul khatimah).” (Tsawabul A’mal: 155). 3. memperoleh pahala sebanyak orang yang mengolok-olok Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Humazah), maka ia akan memperoleh pahala sejumlah orang yang mengolok-olok Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya. Dan jika dibacakan atas (sakit) mata, maka ia dapat bermanfaat baginya." (Tafsirul Burhan, Juz 8: 382) Keutamaan & Manfaat dari Surat Al-Humazah
  7. 7. Apa Isi Pokok Kandungan Surat Al-Humazah?? Adapun pokok kandungan dari Surat Al-Humazah adalah ancaman Allah terhadap orang-orang yang mencela orang lain, suka mengumpat, dan suka mengumpulkan harta, namun tidak dinafkahkan di jalan Allah.
  8. 8. Kandungan Surat Al-Ashr Surat Al Ashr merupakan salah satu dari juz 30 yang termasuk dalam golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Makkah. Surat Al Ashr terdiri dari tiga ayat sehingga termasuk golongan surat pendek di dalam Alquran. Melansir dari tafsir Maraghi dijelaskan bahwa jika ingin memahami hakikat dari nilai pendidikan kedisiplinan sebenarnya sudah dijelaskan Allah Swt dalam firmannya pada surat Al Ashr ayat 1 – 3 ini. Apabila direnungkan kembali maka kamu akan mengetahui bahwa surat Al Ashr menjelaskan sumpah Allah Swt atas nama waktu. Dan sangat celakalah bagi manusia yang menyia-nyiakan waktunya dengan hal- hal yang kurang bermanfaat. Kecuali orang yang memiliki iman, selalu menjalankan amal sholeh saling berwasiat terhadap kebenaran dan kesabaran. Kandungan Surat Al-Ashr ialah bahwa kehidupan di dunia ini memiliki waktu atau masa yang singkat. Karena itu manusia harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk berbuat baik dan menasehati dalam kebaikan. Jika kita tidak berbuat baik selama hidup maka kita akan masuk dalam golongan yang merugi. Manusia selama di dunia harus mempergunakan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak amal ibadah dan maupun berbuat kebaikan. Selain itu keutamaan kandungan Surat Al Ashr antara lain mengamalkan ilmu yang dimiliki. Seperti yang disebutkan HR Ad. Darimi,"Seorang hamba tidak akan beranjak dari tempatnya pada hari kiamat nanti hingga dia ditanya tentang ilmunya, apa saja yang ia amalkan dari ilmu tersebut."
  9. 9. Bacaan surat Al-Ashr beserta Artinya Artinya : “ Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
  10. 10. Surat Al-Ashr adalah surat yang menjelaskan bahwa Allah SWT bersumpah menggunakan waktu sebagai sesuatu yang berharga. Kerugian yang dimaksud dalam surat ini adalah sebagai berikut:  Kerugian di dunia Yang termasuk pada kerugian di dunia merupakan orang yang kerugian atas keluarganya, hara benda, dan sebagainya.  Kerugian di akhirat Yang termasuk pada golongan merugi di akhirat adalah orang-orang yang merugi atas ridha dan surga-Nya Allah SWT. Mereka ialah orang-orang yang enggan melaksanakan perintah Allah SWT yang telah terkandung dalam Al-Qur'an. Untuk itu, Allah SWT mengingatkan pada manusia, bagi siapa saja yang benar- benar menjaga empat hal di bawah ini, maka dia tidak merupakan orang yang merugi. Empat hal yang dimaksud adalah: Beriman, Beramal saleh, Menasihati dan mengajak kepada kebaikan, Bersabar dalam kebaikan Kerugian Dunia dan Akhirat
  11. 11. Asbabun Nuzul Asbabun nuzul dari surat Al Ashr menurut Muhammad Abduh berkaitan dengan kebiasaan dari masyarakat Arab. Yang dimana pada setiap sore hari, mereka suka duduk dan bercakap-cakap membicarakan mengenai berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pula yang membanggakan asal usul nenek moyang mereka. Kedudukan serta harta kekayaan mereka yang mengakibatkan pembicaraan mereka tidak memiliki arah yang jelas dan seringkali menimbulkan pertikaian dan permusuhan. Maka sebagian dari mereka ada yang mengutuk waktu Asar. Menganggap waktu Asar adalah waktu yang celaka, waktu yang naas, banyak bahaya yang terjadi pada waktu asar. Dari kejadian ini kemudian Allah SWT menurunkan surat Al-Ashr yang menjelaskan mengenai kerugian menusia yang menyia-nyiakan waktu asar.
  12. 12. Keutamaan & Manfaat dari Surat Al-Ashr Sebagai salah satu surat pendek dalam Alquran, surat Al Ashr menjadi surat yang memiliki keutamaan dan makna yang bermanfaat bagi umat Muslim karena isinya Allah menyerukan umat muslim untuk dapat melakukan amal sholih sebanyak-banyaknya dan saling menasihati pada kebaikan agar tidak termasuk ke dalam orang-orang merugi. Dalam buku Juz ‘Amma For Kids: Arab-Latin-Indonesia-Inggris, Amirulloh Syarbini., M.Ag, Sumantri Jamhari., S.Ag, Ade Saeful Muslim (2012:48) memaparkan bahwa Surat Al-Ashr merupakan penegasan Allah SWT tentang keutamaan waktu. Kita akan berada dalam kerugian jika tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, namun sebaliknya, kita termasuk orang yang beruntung jika memanfaatkan waktu untuk melakukan kebaikan.
  13. 13. Apa Isi Pokok Kandungan Surat Al-Ashr?? Isi pokok surat Al-Ashr yaitu mengabarkan bahwa sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran
  14. 14. Hikmah apa saja yang terkandung dalam surat sebagai berikut: Al- Humazah Jangan menjadi orang yang Suka mengumpat dan mencela orang lain. Jangan terlalu cinta dengan harta berlebihan, sebab harta tidak dapat menolong kita nanti, dan orang yg cinta harta berlebihan kelak akan di masukkan oleh Allah SWT ke dalam neraka. Al-Ashr Hikmah membaca Surat Al Ashr akan mampu menuntun kita agar dapat membedakan mana perbuatan yang sebaiknya dilakukan dan mana perbuatan yang sebaiknya ditinggalkan. Dengan begitu, kita akan lebih menghargai setiap detik yang telah Allah berikan di dunia ini.
  15. 15. Memahami hadis tentang hormat kepada orang tua riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Umar: Hadis Abdullah bin Umar tentang ridho Allah terletak pada ridho orang tua. ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ُ‫ل‬‫رسو‬ ‫قال‬ ‫قال‬ ‫عنهما‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬ ‫و‬ ٍ ‫ر‬ْ‫َم‬‫ع‬ ‫بن‬ ‫هللا‬ ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫َن‬‫ع‬ : ‫ي‬ ِ َ ‫ف‬ ِّ ‫ب‬ َّ ‫الر‬ ‫ى‬َ ‫ض‬ِ ‫ر‬ ُ ‫ط‬ ‫ى‬ ‫خ‬ ‫ى‬ ‫س‬ ‫ى‬ ‫و‬ ،‫د‬‫ال‬ ‫ى‬ ‫و‬ ْ ‫ال‬ ‫ى‬َ ‫ض‬ِ ‫ر‬ ‫د‬‫ال‬ ‫ى‬ ‫و‬ ْ ‫ال‬ ‫ط‬ ‫ى‬ ‫خ‬ ‫ى‬ ‫س‬ ‫ي‬ ِ َ ‫ف‬ ‫هللا‬ ( ‫والحاكم‬ ‫حبان‬ ‫ابن‬ ‫وصححه‬ ‫الترمذي‬ ‫اخرجه‬ ) Artinya: dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash ra. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. ( HR.Tirmidzi) Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Istilah Birrul Walidain terdiri dari kata Birru dan al-Walidain. Birru atau al- birru artinya kebajikan dan al-walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak. Jadi, Birrul Walidain adalah berbuat kebajikan terhadap kedua orang tua.
  16. 16. Birrul Walidain mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Allah dan Rasul-Nya menempatkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa, sehingga berbuat baik pada keduanya juga menempati posisi yang sangat mulia, dan sebaliknya durhaka kepada keduanya menempati posisi yang sangat hina. Karena mengingat jasa ibu bapak yang sangat besar sekali dalam proses reproduksi dan regenerasi umat manusia. Secara khusus Allah juga mengingatkan betapa besar jasa dan perjuangan seorang ibu dalam mengandung, menyusui, merawat dan mendidik anaknya. Kemudian bapak, sekalipun tidak ikut mengandung tapi dia berperan besar dalam mencari nafkah, membimbing, melindungi, membesarkan dan mendidik anaknya, sehingga mempu berdiri bahkan sampai waktu yang sangat tidak terbatas. Berdasarkan semuanya itu, tentu sangat wajar dan logis saja, kalau si anak dituntut untuk berbuat kebaikan kepada orang tuanya dan dilarang untuk mendurhakainya Kedudukan Dan Keistimewaan Birrul Walidain atau Berbakti Kepada orang tua
  17. 17. Adapun bentuk-bentuk Birrul Walidain di antaranya: a. Taat dan patuh terhadap perintah kedua orang tua, taat dan patuh orang tua dalam nasihat, dan perintahnya selama tidak menyuruh berbuat maksiat atau berbuat musyrik, bila kita disuruhnya berbuat maksiat atau kemusyrikan, tolak dengan cara yang halus dan kita tetap menjalin hubungan dengan baik. b. Senantiasa berbuat baik terhadap kedua orang tua, bersikap hormat, sopan santun, baik dalam tingkah laku maupun bertutur kata, memuliakan keduanya, terlebih di usia senja. c. Mengikuti keinginan dan saran orang tua dalam berbagai aspek kehidupan, baik masalah pendidikan, pekerjaan, jodoh, maupun masalah lainnya. Selama keinginan dan saran-saran itu sesuai dengan ajaran Islam. d. Membantu Ibu Bapak secara fisik dan materil. Misalnya, sebelum berkeluarga dan mampu berdiri sendiri anak-anak membantu orang tua terutama ibu. Dan mengerjakan pekerjaan rumah. Bentuk-bentuk Birrul Walidain
  18. 18. e. Mendoakan Ibu Bapak semoga diberi oleh Allah kemampuan, rahmat dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirta. f. Menjaga kehormatan dan nama baik mereka. g. Menjaga, merawat ketika mereka sakit, tua dan pikun. h. Setelah orang tua meninggal dunia, Birrul Walidain masih bisa diteruskan dengan cara antara lain: - Mengurus jenazahnya dengan sebaik-baiknya - Melunasi semua hutang-hutangnya - Melaksanakan wasiatnya - Meneruskan sillaturrahmi yang dibinanya sewaktu hidup - Memuliakan sahabat-sahabatnya - Mendoakannya. Bentuk-bentuk Birrul Walidain
  19. 19. Daftar Pustaka http://multazam-einstein.blogspot.com/2013/03/hadis-tentang-berbakti-kepada-orang- tua.html https://rumaysho.com/882-bagaimana-seorang-anak-beradab-dengan-orang- tuanya-seri-1.html https://katadata.co.id/safrezi/berita/618a4d19d0e2a/memahami-makna- kandungan-surat-al-ashr https://kumparan.com/berita-terkini/asbabun-nuzul-dan-tafsir-surat-al-ashr- lengkap-1w8t6hCY22n https://www.academia.edu/41496372/KONSEP_PENDIDIKAN_DALAM_SURAH_ AL_HUMAZAH_Makalah_ini_disusun_guna_memenuhi_tugas_UAS
  20. 20. CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik and illustrations by Storyset THANKS! TERIMA KASIH! Do you have any questions? daraista39@gmail.com lely Please keep this slide for attribution

×