Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.
Tugas Final 
Dosen : Diyahwati, S. TP., M. Pd. 
strategi pemasaran 
“usaha abon ikan bandeng ” 
SRI WAHYUNI 
1227042011 
P...
STRATEGI PEMASARAN ABON IKAN BANDENG 
Ikan Bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia 
Tenggara. Ikan ini ...
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan 
diketahui, produksi ikan bandeng di Sulawesi Sela...
Tabel 1. Komposisi Kimia Abon Ikan 
Kandungan Nilai 
Kadar Air 4,13% 
Protein 31,22% 
Lemak 24,31% 
Kadar Abu 15,87% 
Sumb...
Gambar 3. Berbagai Jenis Kemasan Abon Ikan Bandeng 
2. Price (Harga) 
Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “Price...
Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan 
penerimaan penjualan. Harga abon ikan yang dapat ditaw...
menganalisis faktor-faktor pertimbangan kekuatan dan kelemahan serta faktor 
peluang dan ancaman yang dimiliki UKM (Legris...
Tabel 3. Diagram Matriks SWOT Pengembangan Usaha Abon Ikan Bandeng 
IFAS 
EFAS 
Kekuatan (Strengths) 
a. Kualitas yang bai...
5. Menciptakan 
diversivikasi produk 
dengan memanfaatkan 
perkembangan 
teknologi 
menjadi pelanggan 
tetap abon ikan 
An...
a. Produk dapat dideversifikasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, 
abon ikan yang hanya memiliki rasa original d...
DAFTAR PUSTAKA 
Anandika, Reynanda Mulya. 2013. Marketing Mix (4P) & Extended Marketing 
Mix (4P). http://reynanda50.blogs...
Próxima SlideShare
Cargando en…5
×

Strategi pemasaran usaha abon ikan bandeng

  • Inicia sesión para ver los comentarios

Strategi pemasaran usaha abon ikan bandeng

  1. 1. Tugas Final Dosen : Diyahwati, S. TP., M. Pd. strategi pemasaran “usaha abon ikan bandeng ” SRI WAHYUNI 1227042011 PTP A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2014
  2. 2. STRATEGI PEMASARAN ABON IKAN BANDENG Ikan Bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah). Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu dan dalam bahasa Inggris milkfish). Pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Dane Forsskal pada Tahun 1925 di laut merah. Gambar 1. Ikan Bandeng Ikan bandeng hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadang kala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak. Ikan muda disebut nener dikumpulkan orang dari sungai-sungai dan dibesarkan di tambak-tambak. Di sana mereka bisa diberi makanan apa saja dan tumbuh dengan cepat. Setelah cukup besar (biasanya sekitar 25-30 cm) bandeng dijual segar atau beku. Bandeng diolah dengan cara digoreng, dibakar, dikukus, dipindang, atau diasap. Ikan bandeng disukai sebagai makanan karena rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Kelemahan bandeng ada dua, yaitu dagingnya 'berduri' dan kadang-kadang berbau 'lumpur'/'tanah'.
  3. 3. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan diketahui, produksi ikan bandeng di Sulawesi Selatan mencapai 300 ribu ton per tahun. Ikan merupakan komoditi yang cepat mengalami pembusukan (perishable food). Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk memanfaatkan ikan sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, yaitu mengolahnya menjadi abon. Usaha pengolahan abon ikan ini dikategorikan ke dalam agroindustri. Usaha abon ikan banyak diusahakan oleh industri rumah tangga, industri kecil, dan industri menengah. Gambar 2. Abon Ikan Bandeng Abon merupakan salah satu jenis makanan awetan berasal dari daging (sapi, kerbau, ikan laut) yang disuwir-suwir dengan berbentuk serabut atau dipisahkan dari seratnya. Kemudian ditambahkan dengan bumbu-bumbu selanjutnya digoreng. Dalam SNI 01-3707-1995 disebutkan abon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk khas, dibuat dari daging, direbus disayat-sayat, dibumbui, digoreng dan dipres. Abon sebenarnya merupakan produk daging awet yang sudah lama dikenal masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan bahwa abon merupakan produk nomor empat terbanyak diproduksi. Abon termasuk makanan ringan atau lauk yang siap saji. Abon dibuat dari daging yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik kering, renyah dan gurih. Jenis ikan yang digunakan sebagai bahan baku abon pada industri kecil belum selektif, bahkan hampir semua jenis ikan dapat dijadikan abon. Ciri-ciri fisik yang harus dimiliki daging ikan yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan abon ikan adalah dalam kondisi segar, warna dagingnya cerah, dagingnya terasa kenyal dan tidak berbau busuk (Ulfah, 2012).
  4. 4. Tabel 1. Komposisi Kimia Abon Ikan Kandungan Nilai Kadar Air 4,13% Protein 31,22% Lemak 24,31% Kadar Abu 15,87% Sumber : Ulfah, 2012. A. Marketing Mix Menurut Kotler (2005:17) dalam (Anandika, 2013) bahwa “Bauran Pemasaran (Marketing Mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran”. Berdasarkan definisi tersebut diatas bahwa bauran pemasaran adalah kombinasi beberapa elemen bauran pemasaran untuk memperoleh pasar, pangsa pasar yang lebih besar, posisi bersaing yang kuat dan citra positif pada pelanggan sehingga dapat kita artikan bahwa tujuan pemasaran adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan, meningkatkan hasil penjualan, serta dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan dan stakeholdernya. 1. Product (Produk) Definisi produk menurut Philip Kotler adalah “A product is a thing that can be offered to a market to satisfy a want or need” . Produk adalah sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan (Anandika, 2013). Tujuan utama strategi produk adalah dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing dan mengatasi persaingan. Produk yang dihasilkan dan dipasarkan yaitu produk abon ikan yang dikemas dalam 3 kemasan yaitu kemasan 100 gr, 200 gr dan 400 gr.
  5. 5. Gambar 3. Berbagai Jenis Kemasan Abon Ikan Bandeng 2. Price (Harga) Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “Price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa (Anandika, 2013).
  6. 6. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan. Harga abon ikan yang dapat ditawarkan yaitu kemasan 100 gr Rp. 20.000, kemasan 200 gr Rp. 40.000 dan kemasan 400 gr Rp. 80.000. 3. Place (Distribusi/Tempat) Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran (Anandika, 2013). Produk abon ikan selain dijual pada outlet milik sendiri, juga didistribusikan ke keluar daerah tempat produksi. Rantai pemasaran penjualan abon ikan bandeng adalah sebagai berikut: Produsen Pengecer Konsumen Produsen Konsumen 4. Promotion (Promosi) Definisi menurut Kotler yang dimaksud dengan promosi adalah : “Promotion includes all the activities the company undertakes to communicate and promote its product the target market”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya dikomunikasikan dan dipromosikan ke konsumen sasaran (Anandika, 2013). Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran, serta memperkenalkan barang-barang baru yang diproduksi. Promosi abon ikan yang dapat dilakukan yaitu melalui pameran-pameran UKM, mulut ke mulut, penyebaran brosur, serta memanfaatkan pelayanan iklan di media internet misalnya melalui website maupun sosial media. B. Strategi Pemasaran Kinerja suatu perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi fakor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Perencanaan untuk pengembangan strategi pemasaran abon ikan menekankan pada pertimbangan terhadap lingkungan eksternal dan internal,
  7. 7. menganalisis faktor-faktor pertimbangan kekuatan dan kelemahan serta faktor peluang dan ancaman yang dimiliki UKM (Legrisca dkk, 2013). Menurut Rangkuti (2003) dalam Khatimah (2013), analisis SWOT adalah suatu cara umtuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). 1. Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan internal dalam rangka strategi pengembangan usaha abon ikan bandeng diarahkan untuk mengidentifikasi faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). 2. Analisis Lingkungan Eksternal Analisis lingkungan eksternal dalam rangka strategi pengembangan usaha abon ikan bandeng diarahkan untuk mengidentifikasi faktor peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat). Tabel 2. Diagram Matriks SWOT dan Kemungkinan Strategi yang Sesuai IFAS/EFAS Strengths (S) Weaknesses (W) Opportunities (O) Strategi SO Menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi WO Menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Treaths (T) Strategi ST Menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Strategi WT Menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. Sumber: Legrisca dkk (2013).
  8. 8. Tabel 3. Diagram Matriks SWOT Pengembangan Usaha Abon Ikan Bandeng IFAS EFAS Kekuatan (Strengths) a. Kualitas yang baik dan selalu dipertahankan b. Kemasan yang menarik c. Adanya hubungan kerja sama d. Pilihan rasa bervariasi dan mempunyai ciri khas Kelemahan (Weaknesses) a. Volume produksi/ persediaan sedikit b. Promosi belum efektif c. Harga yang relatif mahal d. Distribusi produk belum luas Peluang (Opportunities) a. Pasar tersedia b. Dukungan pemerintah c. Perkembangan teknologi yang semakin meningkat d. Tersedianya lapangan pekerjaan Strategi SO 1. Mempertahankan kualitas produk pada pasar tersedia 2. Memanfaatkan hubungan kerja sama dan dukungan pemerintah dalam memperluas daerah pemasaran 3. Mempererat hubungan kerja sama terhadap beberapa instansi maupun pelanggan tetap 4. Memperluas daerah distribusi dengan membuka jaringan distribusi di luar daerah Strategi WO 1. Meningkatkan volume produksi/persediaan dengan penggunaan teknologi tepat guna 2. Memanfaatkan dukungan pemerintah untuk tujuan mengontrol harga produk dan ketersediaan bahan baku 3. Meningkatkan promosi dengan teknologi yang ada melalui berbagai media 4. Memberikan potongan harga kepada konsumen yang telah
  9. 9. 5. Menciptakan diversivikasi produk dengan memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi pelanggan tetap abon ikan Ancaman (Threats) a. Adanya pesaing baru b. Adanya produk subtitusi c. Harga bahan baku d. Tingkat persaingan industri yanng semakin tinggi e. Daya beli konsumen menurun Strategi ST 1. Mempertahankan kualitas yang ada dengan menawarkan harga yang terjangkau 2. Melakukan inovasi produk baik rasa maupun kemasan dengan mempertahankan kualitas yang ada 3. Mempererat hubungan kemitraan dengan industri sejenis sehingga dapat membentuk sebuah sentra produksi abon ikan 4. Mempererat hubungan kerjasama dengan instansi- instansi terkait Strategi WT 1. Meningkatkan volume produksi/ persediaan abon ikan 2. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan konsumen tetap di outlet (tempat pemasaran produk) maupun di tempat produksi sebagai media promosi produk 3. Memberikan diskon abon ikan tiap 3 bulan sekali, diskon khusus untuk pelanggan tetap dan pelanggan dengan pembelian dalam jumlah yang banyak Berdasarkan matriks SWOT IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary), penerapan bauran pemasaran (marketing mix) yang dapat dilakukan untuk usaha abon ikan bandeng yaitu:
  10. 10. a. Produk dapat dideversifikasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, abon ikan yang hanya memiliki rasa original dideversifikasi menjadi rasa pedas maupun rasa manis namun tetap menjaga kualitas produk yang ada. Selain itu, menciptakan produk dalam kemasan 50g, 100g, dan 150g sehingga harga yang ditawarkan dipasaran beragam dan dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. b. Mempererat hubungan kerja sama terhadap beberapa instansi maupun pelanggan tetap abon ikan. Tujuan dalam mempererat hubungan kerja sama ini yaitu dapat membantu merekrut tenaga kerja baru dalam produksi abon ikan. Adanya penambahan tenaga kerja tersebut bisa membantu meningkatkan produksi abon ikan. Di samping itu dapat membantu dalam hal promosi produk abon ikan sehingga produk ini lebih dikenal oleh masyarakat. c. Membuka beberapa outlet maupun cabang di beberapa daerah sehingga pemasaran dapat lebih luas. d. Meningkatkan promosi melalui media internet
  11. 11. DAFTAR PUSTAKA Anandika, Reynanda Mulya. 2013. Marketing Mix (4P) & Extended Marketing Mix (4P). http://reynanda50.blogstudent.mb.ipb.ac.id/. Diakses 15 Juni 2014. Anonim. 2013. Bandeng. http://id.wikipedia.org. Diakses 15 Juni 2014. Khatimah, Husnul., Marhawati Mappatoba, Rustam Abd. Rauf. 2013. Strategi Pengembangan Usaha Abon Ikan melalui Pendekatan Marketing Mix pada Industri “Raja Bawang” Di Kota Palu. Jurnal ilmiah Agrotekbis Vol. 5 No. 1: 464 – 470. Desember 2013. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Palu. Legrisca, Marisa., M.R Yantu, dan Alimudin Laapo. 2013. Pengembangan Strategi Pemasaran Abon Ikan Ukm Sri Rejeki: Pendekatan Marketing Mix. Jurnal ilmiah Agrotekbis Vol. 3 No. 1: 250 – 258. Agustus 2013. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Palu. Ridwan. 2010. Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Pacu Produksi Tiga Komoditi Unggulan. http://www.sulsel.go.id/. Diakses 15 Juni 2014. Ulfah, Adelaide Maria. 2012. ABON IKAN BANDENG (Chanos chanos). Laporan Praktikum Diversifikasi Pengolahan. Jurusan Perikanan. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Banten.

×