Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.
CERITA FIKSI DALAM
NOVEL
Bahasa Indonesia kelas XII
Kelompok 4
Kelompok 4
Elni
Depira Ribhy
Ramel
an
Rachbi
ni
Syifa
Sahaliy
a
Talitha
Zhafira
h
Peta Konsep
Pengertian Novel
dan Cerita Fiksi
Struktur Cerita
Fiksi
Ciri Kebahasaan
Cerita Fiksi
Unsur Instrinsik
Cerita F...
1. Pengertian
Novel dan Cerita
Fiksi
Cerita fiksi adalah cerita rekaan
buatan yang dibuat pengarang, dimana cerita di
dala...
• Gambaran atau ringkasan awal
ceritaAbstrak
• Bagian awal teks cerita yang berisi
pengenalan tokohOrientasi
• Masalah mul...
3. Ciri Kebahasaan
Cerita Fiksi
FIKSI NONFIKSI
Berusaha menghidupkan perasaan atau
menggugah emosi pembacanya.
Biasanya be...
4. Unsur
Intrinsik Cerita
Fiksi
Tema
Tokoh dan
Penokohan
Latar/setting
Alur
Sudut Pandang
1.Tema
Tema adalah gagasan pokok atau permasalahan yang mendasari isi cerita.
2. Tokoh dan Penokohan
Tokoh ialah pelaku da...
4. Alur
Alur cerita adalah jalinan atau rangkaian peristiwa dalam suatu cerita.
Ada tiga alur dalam fiksi: alur maju, alur...
6. Amanat
Amanat adalah pesan pengarang yang
disampaikan kepada pembaca melalui
karyanya.
Seperti biasa mengingatkan mater...
5. Gaya Bahasa dalam
Cerita Fiksi
Gaya Bahasa Sindiran
Gaya bahasa Penegasan
Gaya bahasa Perban-
dingan
•Contoh: Lekas betul abang pulang, hari baru
pukul satu malam. (lekas betul=terlambat sekali)
Ironi (sindiran
halus)
sindi...
•Contoh: Itukah bukti janji yang engkau ucapkan?Retoris : kalimat tanya tak bertanya, yang
menyatakan kesangsian atau bers...
•Contoh: Wajahnya cantik bagaikan bulan
purnama
Asosiasi : melukiskan suatu keadaan dengan
membandingkan terhadap keadaan
...
Kata sapaan sering digunakan untuk menegur
orang yang diajak berbicara.
1. Kata sapaan berupa kata ganti orang pertama
Dig...
3. Kata sapaan berupa kata ganti orang ketiga
Digunakan pada pihak yang tidak ada atau bertatapan langsung dengan kita. Ja...
TERIMAKASIH
Próxima SlideShare
Cargando en…5
×

Cerita Fiksi Dalam Novel

18.909 visualizaciones

Publicado el

Materi Bahasa Indonesia Kelas XII
Sumber : Buku Platinum Bahasa Indonesia Kelas XII

Publicado en: Educación
  • Inicia sesión para ver los comentarios

Cerita Fiksi Dalam Novel

  1. 1. CERITA FIKSI DALAM NOVEL Bahasa Indonesia kelas XII Kelompok 4
  2. 2. Kelompok 4 Elni Depira Ribhy Ramel an Rachbi ni Syifa Sahaliy a Talitha Zhafira h
  3. 3. Peta Konsep Pengertian Novel dan Cerita Fiksi Struktur Cerita Fiksi Ciri Kebahasaan Cerita Fiksi Unsur Instrinsik Cerita Fiksi Gaya Bahasa dalam Cerita Fiksi Kata Sapaan
  4. 4. 1. Pengertian Novel dan Cerita Fiksi Cerita fiksi adalah cerita rekaan buatan yang dibuat pengarang, dimana cerita di dalamnya menjadi bermakna dikarenakan daya khayal, angan-angan atau fantasi olah fikir ide kreativitas si penulis. Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang yang tertulis dan naratif. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. Kata novel berasal dari bahasa Italia, novella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita” dan novel memiliki cerita yang lebih kompleks dari cerpen.
  5. 5. • Gambaran atau ringkasan awal ceritaAbstrak • Bagian awal teks cerita yang berisi pengenalan tokohOrientasi • Masalah mulai muncul Komplikasi • Masalah mulai memuncak Evaluasi • Penyelesaian masalah Resolusi • Pesan penulis Koda
  6. 6. 3. Ciri Kebahasaan Cerita Fiksi FIKSI NONFIKSI Berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, disertasi, makalah, dan sebagainya. Dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya. Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf obyektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah nalar (pikiran) pembaca. Bahasa bermakna denotatif (yaitu makna sebenarnya) juga konotatif, asosiatif (yaitu makna tidak sebenarnya), ekspresif (yaitu memberi bayangan suasana pribadi pengarang), sugestif (yaitu bersifat mempengaruhi pembaca), dan plastis (yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca). Bahasa bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.
  7. 7. 4. Unsur Intrinsik Cerita Fiksi Tema Tokoh dan Penokohan Latar/setting Alur Sudut Pandang
  8. 8. 1.Tema Tema adalah gagasan pokok atau permasalahan yang mendasari isi cerita. 2. Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku dalam karya sastra. Karya sastra dari segi peranan atau tingkat pentingnya dibagi menjadi dua, yakni tokoh utama dan tokoh tambahan. Sedangkan penokohan berkaitan dengan bagaimana sifat-sifat tokoh itu digambarkan dalam cerita tersebut oleh pengarang. 3. Latar/setting Dalam arti luas, latar meliputi aspek ruang, aspek waktu, dan aspek suasana saat kejadian atau peristiwa itu terjadi: a. Aspek ruang merupakan gambaran tempat atau lokasi terjadinya peristiwa dalam cerita. b. Aspek waktu meliputi waktu cerita dan waktu penceritaan. c. Aspek suasana adalah suasana sekeliling saat terjadinya peristiwa yang menjadi pengiring atau latar belakang kejadian.
  9. 9. 4. Alur Alur cerita adalah jalinan atau rangkaian peristiwa dalam suatu cerita. Ada tiga alur dalam fiksi: alur maju, alur mundur, serta alur kilas-balik (flashback). Yang mesti diingat, dalam sebuah karya fiksi tidak selalu satu jenis alur yang digunakan. Terkadang penulis sengaja mencampurkan dua jenis alur dalam ceritanya. 5. Sudut pandang Sudut Pandang merupakan cara dan atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca. Sudut Pandang dibedakan menjadi dua jenis, yakni : Sudut pandang orang pertama Sebuah cerita disampaikan oleh seorang tokoh dalam cerita maka cerita disampaikan oleh aku/saya. Sudut pandang orang ketiga Cerita disampaikan bukan oleh tokoh yang ada dalam cerita, tetapi oleh penulis yang berada di luar cerita. Tokoh cerita disebut sebagai dia/ia.
  10. 10. 6. Amanat Amanat adalah pesan pengarang yang disampaikan kepada pembaca melalui karyanya. Seperti biasa mengingatkan materi-materi yang sudah diberikan, hendaknya digunakan dalam proses kreatif kita dalam menciptakan fiksi. Akan tetapi, jangan terlalu terpaku dengan teori-teori yang ada. Teori hanyalah sebagai pemandu, tapi kita (penulis) tetaplah Tuhan bagi karya kita. Tapi jangan berkecil hati ketika karya kita dikritik, sebab tanpa masukan dari pembaca seorang penulis tak akan berkembang.
  11. 11. 5. Gaya Bahasa dalam Cerita Fiksi Gaya Bahasa Sindiran Gaya bahasa Penegasan Gaya bahasa Perban- dingan
  12. 12. •Contoh: Lekas betul abang pulang, hari baru pukul satu malam. (lekas betul=terlambat sekali) Ironi (sindiran halus) sindiran yang dikatakan, kebalikan dari apa yang sebenarnya •Contoh: “Bersih benar badanmu, ya?” Kata ibu kepada anaknya yang belum mandi Sinisme sindiran lebih kasar dari ironi yang bermaksud mencemoohkan •Contoh: Hai binatang, pergi engkau dari sini!Sarkasme sindiran yang sangat tajam dan kasar, hingga kadang-kadang menyakitkan hati. GAYA BAHASA SINDIRAN
  13. 13. •Contoh: Itukah bukti janji yang engkau ucapkan?Retoris : kalimat tanya tak bertanya, yang menyatakan kesangsian atau bersifat mengejek •. Contoh: Sejak dari kecil sampai dewasa, malah sampai setua ini perangainya tidak pernah berubah Klimaks : gaya bahasa yang menguraikan suatu keadaan secara berturut-turut makin lama makin memuncak •Contoh: Jangankan sejuta, seribu, seratus pun tak mau aku memberikan uang itu kepadamu Anti klimaks : gaya bahasa yang menguraikan suatu keadaan secara berturut-turut makin lama makin menurun. •Contoh: Ia tidak ingin naik ke atasPleonasme : menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi sebab arti kata tersebut telah terkandung dalam kata yang diterangkannya •Contoh: Tidak, tidak mungkin dia yang mencuri uang itu Tautologi : mengulang beberapa kali sepatah kata dalam sebuah kalimat GAYA BAHASA PENEGASAN
  14. 14. •Contoh: Wajahnya cantik bagaikan bulan purnama Asosiasi : melukiskan suatu keadaan dengan membandingkan terhadap keadaan lain yang menimbulkan suatu asosiasi yang sama dengan benda tersebut sehingga lebih jelas •Contoh: Terimalah baju jelek ini sebagai kenang-kenangan Litotes : gaya bahasa yang melukiskan keadaan sesuatu dengan menyatakan keadaan yang sebaliknya, guna merendahkan diri •Contoh: Hatiku rasa terbakar mendengar caci makinya Hiperbola : gaya bahasa yang menggunakan kata-kata untuk melukiskan peristiwa atau keadaan dengan cara berlebihan daripada sesungguhnya. •Contoh: Hatiku berkata, saya harus suksesPersonifikasi : gaya bahasa perbandingan yang membandingkan benda mati seolah- olah bernyawa sehingga bertindak, berlaku, berpikir, merasa seperti manusia GAYA BAHASA PERBANDINGAN
  15. 15. Kata sapaan sering digunakan untuk menegur orang yang diajak berbicara. 1. Kata sapaan berupa kata ganti orang pertama Digunakan untuk mengganti nama diri sendiri. Kata sapaan yang sering digunakan adalahakudansaya. Contoh : Mengingat akan pentingnya kesehatan, saya sependapat bahwa penggunaan maskeroleh parapekerjabersifatwajib. 6. Kata Sapaan
  16. 16. 3. Kata sapaan berupa kata ganti orang ketiga Digunakan pada pihak yang tidak ada atau bertatapan langsung dengan kita. Jadi, bisa saja pihak yang kita bicarakan tidak berapa dalam forum diskusi tersebut. Bentuk kata ganti orang ketiga misalnyasaudara,saudari,ibu,danbapak. Contoh:PendapatyangdisampaikanolehSaudaraUdinsudahsesuai dengantema. 2. Kata sapaan berupa kata ganti orang kedua Digunakan pada percakapan langsung dengan lawan bicara. Kata sapaan yang seringdigunakanadalahAndadankamu. Contoh:PendapatyangAndasampaikanbenar.
  17. 17. TERIMAKASIH

×