Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Biografi Dewi Sartika

Dewi Sartika adalah salah satu pahlawan wanita di Indonesia. Ia berjuang untuk kaum wanita, untuk meningkatkan harkat dan martabat wanita, sehingga tercapai persamaan derajat.

  • Inicia sesión para ver los comentarios

Biografi Dewi Sartika

  1. 1. Dewi sartika
  2. 2. BIOGRAFI HAL MENARIK DARI TOKOH HAL YANG DAPAT DITELADANI SEKILAS TENTANG DEWI SARTIKA
  3. 3. Dewi Sartika Lahir pada tanggal 4 Desember1884. Ayahnya adalah Patih bandung, R.Rangga Somanagara dan Ibunya R.ARaja Permas, putri Bupati Bandung R.A.A.Wiranatakusumah IV. Dewi Sartika merupakan Putri pertama danAnak kedua dari5 bersaudara yaitu R.Somamur, R.Junus, R.Entis, dan R.Sari Pamerat.
  4. 4. Pada pertengahan bulan juli 1893, dewi sartika dititipkan kekeluargadi cicalengka.Hal ini karena somanagara, ayahnya di tuduh terlibat dalampemasangan dinamit, dan diberi hukuman buangan ke ternate bersama ibunya yang turut menemani. Pada bulan itu juga, dewi sartika berhenti belajar menulis dan membaca dari sekolah kelas satu. Sekolah itu merupakan sekolahnya yang hanya diperuntukkan bagi anak-anak priyai dan anak yang pendapatan orang tuanya f. 100 (seratus gulden).
  5. 5. Dewi mempunyai rasa ingin tahu yang besardan fikiran yang cerdas, apapun yang ia tangkap telah menambah dan memperkaya pengetahuanya. Di Cicalengka, dewi sering diminta tolong paragadis yang mendapat surat dari keluarga atau calon suami untuk membacakansuratnya. Alasanya, karena diantara para gadis itu, hanya dewi yang bisa menulis dan membaca. Mengetahui banyak gadis yang tidak bisa menulis dan membaca,timbul kesedihan dalam diri Dewi Sartika, Ia merasa wanita terutama aspek sosialnya perlu menghendaki perbaikan. Ia melihat satu kekurangan saja yaitu buta huruf, telah menimbulkan kerugian pada teman sejenisnya. Ia pun mulai bercita-cita untuk memperbaiki nasib kaumnya.
  6. 6. Pada tahun 1902, Dewi kembali ke Bandung. Ia menyadari bahwa selama Ia masih berdiam bersama Pamannya, Ia tidak mungkin melaksanakan cita- citanya untuk berbuat sesuatu bagi kaumnya. Kembalinya Ia keBandung juga disebabkan karena ibunya, R.A Rajapermas kembali ditengah keluarga bandung Sekembalinya Dewi Sartika di Bandung, hasratnya untuk melaksanakan cita-cita berbuat sesuatu bagi kaumnya yaitu memberikan pendidikan kepada perempuan di Priangan semakin besar. Ia pun memberanikan diri menghadap Bupati Bandung, Martanagara, yang kebetulan juga pamannya sendiri.
  7. 7. Pada mulanya, sang pamantidak menyetujui niat Dewi untuk membuka sekolah karena dikhawatirkan mendapat tantangan dari Masyarakat. Katanya : “Entong, awewe mah entong sekola! Asal bisa nutu-ngejo, bisa kekerod,bisa ngawulaan salaki, geus leuwih ti cukup, ganjaranana gemanjing sawarga”. Artinya : “Jangan, perempuan tidak usah sekolah! Asal bisa menanak nasi, bisa menjahit, bisa mengabdikepada suami, sudah lebih dari cukup,pahalanya surga. Tetapi pada akhirnya, berkat usaha Dewi yang tidak mudah putus asa, sangpaman luluh hatinya dan pada tanggal 16Januari 1904 didirikan “Sekolah Istri” di Paseban
  8. 8. Awalnya sekolah istri hanya memiliki 20 orang murid yang kesemuanya itu berasal dari golongan rakyat biasa. Jumlah kelasnya hanya 2 kelas dan tenaga yang mengajarpun hanya terdiri dari 3 orang, yaitu dewi sartika, ibu purma dan ibu uwit Setelah penyempurnaan dalam rencana pendidikan dilakukan, dimana pedomannya menekankan pada pelajaran-pelajaran ketrampilan wanita, yang tidak lain tujuanya mendidik gadis- gadis untuk menjadi istri yang utama, murid sekolah istri bertambah
  9. 9. Puncaknya, pada bulan syawal, permulaan tahun pelajaran yang baru, banyak calon murid yang datang berbondong-bondong untuk mendaftar masuk kesekolah kautamaan istri. Ini berarti dewi Sartika telah berhasil mengembangkan sekolahnya Pada tahun 1906 Dewi Sartika menikah dengan R.Kanduruan AgahSuriawinata, seorang guru kemudian menjadi Kepala Sekolah Kelas Satu, KarangPamulang. Suaminya itu memiliki visi dan cita-cita yang sama dan sejalan dengan Dewi Sartika sehingga Ia slalu mendukung dan membantu dewi dalam melaksanakan cita-citanya.
  10. 10. Setelah menikah, Dewi Sartika masih aktif mengajar di sekolah kautamaan istri. Dewi yang memiliki perawakan tinggi besar, namun geraktindakanya gesit dan cepatsetiap pagi sudah bersiap untuk mengajar muridnya, tak jarang demi datang tepat waktu dewi melewatkan makan pagi dengan keluarganya. Pada tahun 1910 Sekolah Istri diganti namanya menjadi “Sekolah Kautamaan Istri”. Dan mulai tahun 1913, dibuka Sekolah Kautamaan Istri II di Bandung dan SekolahKautamaan Istri lainya di Pasundan dan Minangkabau. Pada tahun 1929, sekolah istri dikenal dengan “Sekolah Raden Dewi”
  11. 11. Pada tanggal 25Juli 1939, suami dewi Sartika meninggal, kesehatan Dewi Sartika menjadi menurun, beliau menderita penyakit diabetes. Badannya sering merasa lemas sehingga tidak dapat lagi bekerja seperti sedia kala. Pada tanggal 11 September1947, penyakit diabetes beliau kambuh dan pukul 09.00 dirumah sakit Cineam, beliau wafat dalam usia 63 tahun. Jenazahnya dimakamkandi Cineam sesudah berakhirnya perang kemerdekaan pada tahun 1951

×