Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

10 preeklampsia eklampsia

  • Sé el primero en comentar

10 preeklampsia eklampsia

  1. 1. PREEKLAMPSIA EKLAMPSIA Didi DANUKUSUMO
  2. 2. <ul><li>Ny. 25 th G1 mengeluh nyeri kepala dan pandangan kabur selama bulan terakhir kehamilannya. </li></ul><ul><li>Ia mencari saran medis dan pengobatan dari seorang Dr.SpOG. Yang meresepkan obat padanya. </li></ul><ul><li>Ia pulang kerumah tetapi keluhannya tidak menghilang meskipun telah meminum obat yang diberikan </li></ul><ul><li>Suaminya membawanya ke Rumah Sakit Umum karena KEJANG. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Masalah/Diagnosis? </li></ul><ul><li>Eklampsia imminens  Eklampsia </li></ul>
  4. 4. PENDAHULUAN <ul><li>50,000 KEMATIAN IBU / TAHUN (Duley 1994) </li></ul><ul><li>INSIDENS EKLAMPSIA DI NEGARA BER-KEMBANG 1:100 – 1:1700 (Crowther, 1985) </li></ul><ul><li>MAGNESIUM SULFAT DITETAPKAN SEBAGAI OBAT PALING EFEKTIF UNTUK MENGATASI KEJANG EKLAMPSIA (The Eclampsia Collaborative Trial Group 1995, Neilson 1995, Lucas, Levano dan Cunningham 1995) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>EKLAMPSIA MERUPAKAN SALAH SATU PENYEBAB UTAMA KEMATIAN IBU DI SEMUA NEGARA </li></ul><ul><li>MAGNESIUM SULFAT MERUPAKAN OBAT TERPILIH UNTUK PENGELOLAAN PRE-EKLAMPSIA/EKLAMPSIA </li></ul>
  6. 6. PRINSIP DASAR <ul><li>WANITA HAMIL ATAU BARU MELAHIRKAN MENGELUH NYERI KEPALA HEBAT ATAU PENGLIHATAN KABUR </li></ul><ul><li>WANITA HAMIL ATAU BARU MELAHIRKAN MENDERITA KEJANG ATAU KEHILANGAN KESADARAN / KOMA </li></ul>
  7. 7. <ul><li>SEGERA RAWAT </li></ul><ul><li>LAKUKAN PENILAIAN KLINIK </li></ul><ul><li>JIKA PASIEN TIDAK BERNAFAS </li></ul><ul><ul><li>BEBASKAN JALAN NAFAS </li></ul></ul><ul><ul><li>BERIKAN O2 DENGAN SUNGKUP </li></ul></ul><ul><ul><li>LAKUKAN INTUBASI BILA PERLU </li></ul></ul><ul><li>JIKA PASIEN KEHILANGAN KESADARAN </li></ul><ul><ul><li>BEBASKAN JALAN NAFAS </li></ul></ul><ul><ul><li>BARINGKAN PADA SATU SISI </li></ul></ul><ul><ul><li>UKUR SUHU </li></ul></ul><ul><ul><li>PERIKSA APAKAH ADA KAKU KUDUK </li></ul></ul>PENGELOLAAN UMUM
  8. 8. <ul><li>JIKA PASIEN SYOK </li></ul><ul><ul><li>LIHAT PENGELOLAAN SYOK </li></ul></ul><ul><li>JIKA TERDAPAT PERDARAHAN </li></ul><ul><ul><li>LIHAT PENGELOLAAN PERDARAHAN </li></ul></ul><ul><li>JIKA PASIEN KEJANG </li></ul><ul><ul><li>BARINGKAN PADA SATU SISI, TEMPAT TIDUR ARAH KEPALA DITINGGIKAN SEDIKIT UNTUK MENCEGAH ASPIRASI </li></ul></ul><ul><ul><li>BEBASKAN JALAN NAFAS </li></ul></ul><ul><ul><li>PASANG SPATEL LIDAH </li></ul></ul><ul><ul><li>FIKSASI </li></ul></ul>PENGELOLAAN UMUM
  9. 9. PENILAIAN KLINIK TEKANAN DARAH MENINGKAT (  140/90 mmHg) NYERI KEPALA GANGGUAN PENGLIHATAN HIPERREFLEKSIA PROTEINURIA KOMA HAMIL > 20 MG SUPERIMPOSED PREECLAMPSIA EKLAMPSIA PREEKLAMPSIA BERAT PREEKLAMPSIA RINGAN HIPERTENSI KEJANG + KEJANG – HIPERTENSI KRONIK HAMIL < 20 MG
  10. 10. PENILAIAN KLINIK TEKANAN DARAH NORMAL KEJANG RIWAYAT KEJANG DEMAM (-) KAKU KUDUK (-) MALARIA SEREBRAL MENINGITIS ENSEFALITIS TETANUS MIGRAINE EPILEPSI DEMAM NYERI KEPALA KAKU KUDUK (+) DISORIENTASI TRISMUS SPASME OTOT MUKA NYERI KEPALA GANGGUAN PENGLIHATAN MUNTAH RIWAYAT GEJALA SERUPA
  11. 11. <ul><li>TEKANAN DARAH DIASTOLIK MERUPAKAN INDIKATOR </li></ul><ul><ul><li>MENGUKUR TAHANAN PERIFER </li></ul></ul><ul><ul><li>TIDAK TERPENGARUH KEADAAN EMOSI </li></ul></ul><ul><li>DIAGNOSIS HIPERTENSI BILA TEKANAN DIASTOLIK  90 mmHg PADA DUA KALI PENGUKURAN BERJARAK  1 JAM </li></ul><ul><li>HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN </li></ul><ul><ul><li>HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN </li></ul></ul><ul><ul><li>HIPERTENSI KRONIK </li></ul></ul>GEJALA DAN TANDA
  12. 12. KLASIFIKASI HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN PROTEINURIA (-) KEHAMILAN > 20 mg PROTEINURIA 1+ PROTEINURIA 2+ OLIGURIA HIPERREFLEKSIA GANGG.PENGLIHATAN NYERI EPIGASTRIUM KENAIKAN DIASTOLIK 15 mmHg ATAU  90 mmHg DALAM 2 PENGUKURAN JARAK 1 JAM IDEM TEKANAN DIASTOLIK > 110 mmHg HIPERTENSI PREEKLAMPSIA RINGAN PREEKLAMPSIA BERAT TANDA LAIN TEKANAN DARAH DIAGNOSIS
  13. 13. KLASIFIKASI HIPERTENSI KRONIK DALAM KEHAMILAN KEHAMILAN < 20 mg PROTEINURIA DAN TANDA LAIN PREEKLAMPSIA HIPERTENSI HIPERTENSI KRONIK HIPERTENSI KRONIK SUPERIMPOSED PREECLAMPSIA TANDA LAIN TEKANAN DARAH DIAGNOSIS
  14. 14. <ul><li>LEBIH SERING PADA PRIMIGRAVIDA </li></ul><ul><li>RISIKO MENINGKAT PADA </li></ul><ul><ul><li>MASSA PLASENTA BESAR (GEMELI, PENYAKIT TROFOBLAS) </li></ul></ul><ul><ul><li>HIDRAMNION </li></ul></ul><ul><ul><li>DIABETES MELLITUS </li></ul></ul><ul><ul><li>ISOIMUNISASI RHESUS </li></ul></ul><ul><ul><li>FAKTOR HEREDITER </li></ul></ul><ul><ul><li>MASALAH VASKULER </li></ul></ul><ul><li>HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN </li></ul><ul><ul><li>HIPERTENSI TANPA PROTEINURIA ATAU EDEMA </li></ul></ul><ul><ul><li>PREEKLAMPSIA RINGAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PREEKLAMPSIA BERAT </li></ul></ul><ul><ul><li>EKLAMPSIA </li></ul></ul>HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN
  15. 15. <ul><li>HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN DAN PREEKLAMPSIA RINGAN SERING TANPA GEJALA </li></ul><ul><li>PROGNOSIS LEBIH BURUK DENGAN PROTEINURIA </li></ul>HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN
  16. 16. <ul><ul><li>TEKANAN DARAH DIASTOLIK > 110 mmHg </li></ul></ul><ul><ul><li>PROTEINURIA  2+ </li></ul></ul><ul><ul><li>OLIGURIA < 400 ml/24 JAM </li></ul></ul><ul><ul><li>EDEMA PARU: NAFAS PENDEK, SIANOSIS, RONKHI </li></ul></ul><ul><ul><li>NYERI EPIGASTRIUM/KUADRAN ATAS KANAN </li></ul></ul><ul><ul><li>GANGGUAN PENGLIHATAN: SKOTOMA </li></ul></ul><ul><ul><li>NYERI KEPALA HEBAT </li></ul></ul><ul><ul><li>HIPERREFLEKSIA </li></ul></ul><ul><ul><li>MATA: SPASME ARTERIOLER, EDEMA, ABLASIO RETINA </li></ul></ul><ul><ul><li>KOAGULASI: KOAGULASI INTRAVASKULER DISSEMI-NATA, SINDROM HELLP </li></ul></ul><ul><ul><li>PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT </li></ul></ul><ul><ul><li>OTAK: EDEMA SEREBRI </li></ul></ul><ul><ul><li>JANTUNG: GAGAL JANTUNG </li></ul></ul>DIAGNOSIS PREEKLAMPSIA BERAT
  17. 17. <ul><li>KEJANG DAPAT TERJADI TANPA </li></ul><ul><li>TERGANTUNG PADA BERAT </li></ul><ul><li>RINGANNYA HIPERTENSI </li></ul><ul><li>SIFAT KEJANG TONIK-KLONIK </li></ul><ul><li>KOMA TERJADI SETELAH KEJANG DAN DAPAT BERLANGSUNG LAMA </li></ul>EKLAMPSIA
  18. 18. <ul><li>DIDETEKSI SEBELUM KEHAMILAN 20 MG </li></ul><ul><li>SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA ADALAH HIPERTENSI KRONIK + PREEKLAMPSIA </li></ul>HIPERTENSI KRONIK
  19. 19. <ul><li>HIPERTENSI KRONIK </li></ul><ul><ul><li>KELOLA SEBAGAI HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN </li></ul></ul><ul><li>PROTEINURIA </li></ul><ul><ul><li>SEKRET VAGINA / CAIRAN AMNION </li></ul></ul><ul><ul><li>INFEKSI SALURAN KEMIH, ANEMIA BERAT, PAYAH JANTUNG, PARTUS LAMA </li></ul></ul><ul><ul><li>DARAH DALAM URIN, SKISTOSOMIASIS, KONTAMINASI DARAH VAGINA </li></ul></ul><ul><li>KEJANG DAN KOMA </li></ul><ul><ul><li>EPILEPSI  MALARIA SEREBRAL  TRAUMA KEPALA  PENYAKIT SEREBROVASKULER </li></ul></ul><ul><ul><li>INTOKSIKASI (ALKOHOL, OBAT, RACUN) </li></ul></ul><ul><ul><li>KELAINAN METABOLISME  MENINGITIS </li></ul></ul><ul><ul><li>ENSEFALOPATI  INTOKSIKASI AIR </li></ul></ul><ul><ul><li>HISTERIA DLL. </li></ul></ul>DIAGNOSIS BANDING
  20. 20. <ul><li>ISKEMIA UTEROPLASENTER </li></ul><ul><li>SPASME ARTERIOLAR </li></ul><ul><li>KEJANG DAN KOMA </li></ul><ul><li>PENANGANAN TIDAK TEPAT </li></ul>KOMPLIKASI
  21. 21. <ul><li>PEMBATASAN KALORI, CAIRAN, DIIT RENDAH GARAM TIDAK MENCEGAH HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN BAHKAN MEMBAHAYAKAN JANIN </li></ul><ul><li>MANFAAT ASPIRIN, KALSIUM DLL. BELUM TERBUKTI </li></ul><ul><li>DETEKSI DINI DAN PENANGANAN CEPAT-TEPAT </li></ul>PENCEGAHAN
  22. 22. ALUR TERAPI HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN TANPA PROTEINURIA HAMIL < 37 MG PREEKLAMPSIA PEMANTAUAN TEKANAN DARAH TERMINASI KEHAMILAN HAMIL > 37 MG MENINGKAT
  23. 23. <ul><li>JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU </li></ul><ul><ul><li>RAWAT JALAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PEMANTAUAN TEKANAN DARAH, PROTEINURIA & KONDISI JANIN TIAP MINGGU </li></ul></ul><ul><ul><li>BILA KONDISI JANIN MEMBURUK / GANGGUAN PER-TUMBUHAN JANIN  RAWAT DAN PERTIMBANGKAN TERMINASI KEHAMILAN </li></ul></ul><ul><li>JIKA KEHAMILAN > 37 MINGGU </li></ul><ul><ul><li>TERMINASI KEHAMILAN </li></ul></ul>PENGELOLAAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN TANPA PROTEINURIA
  24. 24. ALUR TERAPI PREEKLAMPSIA RINGAN HAMIL < 37 MG RAWAT INAP PEMANTAUAN TEKANAN DARAH, PROTEINURIA, REFLEKS, KONDISI JANIN TERMINASI KEHAMILAN HAMIL > 37 MG KENAIKAN TEKANAN DARAH KENAIKAN PROTEINURIA GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN PREEKLAMPSIA TERMINASI KEHAMILAN
  25. 25. <ul><li>JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU DAN TIDAK TERJADI PERBAIKAN, LAKUKAN PENILAIAN 2 KALI/MG RAWAT JALAN </li></ul><ul><ul><li>PEMANTAUAN TEKANAN DARAH 2X/HR, PROTEINURIA 1X/HR & KONDISI JANIN </li></ul></ul><ul><ul><li>BANYAK ISTIRAHAT </li></ul></ul><ul><ul><li>DIIT BIASA </li></ul></ul><ul><ul><li>TIDAK PERLU PENGOBATAN </li></ul></ul>PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA RINGAN
  26. 26. <ul><li>JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU DAN TIDAK MEMUNG-KINKAN RAWAT JALAN, RAWAT DI RS </li></ul><ul><ul><li>PEMANTAUAN TEKANAN DARAH 2X/HR, PROTEINURIA 1X/HR & KONDISI JANIN </li></ul></ul><ul><ul><li>BANYAK ISTIRAHAT </li></ul></ul><ul><ul><li>DIIT BIASA </li></ul></ul><ul><ul><li>TIDAK PERLU PENGOBATAN </li></ul></ul><ul><ul><li>TIDAK PERLU DIURETIK, KECUALI TERDAPAT EDEMA PARU, DEKOMPENSASI KORDIS & GAGAL GINJAL AKUT </li></ul></ul><ul><ul><li>PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT  PERTIMBANGKAN TERMINASI </li></ul></ul><ul><ul><li>PROTEINURIA  KELOLA SEBAGAI PREEKLAMPSIA BERAT </li></ul></ul><ul><ul><li>TEKANAN DIASTOLIK TURUN SAMPAI NORMAL </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>PASIEN DIPULANGKAN </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>ISTIRAHAT & PERHATIKAN TANDA PREEKLAMPSIA BERAT </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>TEKANAN DIASTOLIK NAIK  RAWAT </li></ul></ul></ul>PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA RINGAN
  27. 27. <ul><li>JIKA KEHAMILAN > 37 MINGGU PERTIMBANGKAN TERMINASI KEHAMILAN </li></ul><ul><ul><li>SERVIKS MATANG  LAKUKAN INDUKSI OKSITOSIN 5 IU / 500 ml DEKSTROSE 5% 10 TETES/MENIT ATAU PROSTAGLANDIN </li></ul></ul><ul><ul><li>SERVIKS BELUM MATANG  PROSTA-GLANDIN / MISOPROSTOL / KATETER FOLEY / BEDAH CAESAR </li></ul></ul>PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA RINGAN
  28. 28. ALUR TERAPI PREEKLAMPSIA BERAT DAN EKLAMPSIA  ANTI KONVULSAN  ANTI HIPERTENSI  PASANG INFUS  KESEIMBANGAN CAIRAN  PENGAWASAN  OBSERVASI TANDA VITAL, REFLEKS, DJJ, EDEMA PARU, UJI PEMBEKUAN DARAH ANTI KONVULSAN GAWAT JANIN OLIGURIA SINDROM HELLP KOMA PERSALINAN 12 JAM (EKLAMPSIA) / 24 JAM (PREEKLAMPSIA) RUJUK PARTUS PERVAGINAM KEJANG BEDAH CAESAR
  29. 29. <ul><li>PENGELOLAAN KEJANG </li></ul><ul><ul><li>ANTI KONVULSAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PERLENGKAPAN PENGELOLAAN KEJANG </li></ul></ul><ul><ul><li>LINDUNGI DARI TRAUMA </li></ul></ul><ul><ul><li>ASPIRASI MULUT DAN TENGGOROK </li></ul></ul><ul><ul><li>BARINGKAN PADA SISI KIRI, TRENDELENBURG </li></ul></ul><ul><ul><li>O2 4-6 LITER/MEN </li></ul></ul>PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA BERAT & EKLAMPSIA
  30. 30. <ul><li>PENGELOLAAN UMUM </li></ul><ul><ul><li>JIKA DIASTOLIK > 110 mmHg BERIKAN ANTI HIPERTENSI SAMPAI DIASTOLIK ANTARA 90-100 mmHg </li></ul></ul><ul><ul><li>PASANG INFUS RINGER LAKTAT </li></ul></ul><ul><ul><li>UKUR KESEIMBANGAN CAIRAN </li></ul></ul><ul><ul><li>KATETERISASI URIN </li></ul></ul><ul><ul><li>JIKA JUMLAH URIN < 300 ML/JAM  PANTAU EDEMA PARU </li></ul></ul><ul><ul><li>PENGAWASAN </li></ul></ul><ul><ul><li>OBSERVASI TANDA VITAL, REFLEKS & DJJ TIAP 1 JAM </li></ul></ul><ul><ul><li>LAKUKAN UJI PEMBEKUAN DARAH </li></ul></ul>PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA BERAT & EKLAMPSIA
  31. 31. MgSO4 4 g IV sebagai larutan 40% selama 5 menit Segera dilanjutkan dengan 15 ml MgSO4 (40%) 6 g dalam larutan Ringer Asetat / Ringer Laktat selama 6 jam Jika kejang berulang setelah 15 menit, berikan MgSO4 (40%) 2 g IV selama 5 menit MgSO4 1 g / jam melalui infus Ringer Asetat / Ringer Laktat yang diberikan sampai 24 jam postpartum Alternatif I Dosis awal Dosis Pemeliharaan MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA
  32. 32. MgSO4 4 g IV sebagai larutan 40% selama 5 menit Diikuti dengan MgSO4 (40%) 5 g IM dengan 1 ml Lignokain (dalam semprit yang sama) Pasien akan merasa agak panas pada saat pemberian MgSO4 Frekuensi pernafasan minimal 16 kali/menit Refleks patella (+) Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir Frekuensi pernafasan < 16 kali/menit Refleks patella (-), bradipnea (<16 kali/menit) Urin < 30 ml/jam pada hari ke 2 Jika terjadi henti nafas: Bantu pernafasan dengan ventilator Berikan Kalsium glukonas 1 g (20 ml dalam larutan 10%) IV perlahan-lahan sampai pernafasan mulai lagi Alternatif II Dosis awal Dosis pemeliharaan Sebelum pemberian MgSO4 ulangan, lakukan pemeriksaan: Hentikan pemberian MgSO4, jika: Siapkan antidotum MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA
  33. 33. Pengelolaan antihipertensi <ul><li>Obat pilihan adalah Nifedipin, yang diberikan 5-10 mg oral yang dapat diulang sampai 8 kali/24 jam </li></ul><ul><li>Jika respons tidak membaik setelah 10 menit, berikan tambahan 5 mg Nifedipin sublingual. </li></ul><ul><li>Labetolol 10 mg oral. Jika respons tidak membaik setelah 10 menit, berikan lagi Labetolol 20 mg oral. </li></ul>
  34. 34. PENGELOLAAN DIASEPAM DIASEPAM 20 MG DALAM SEMPRIT 10 ml JIKA MASIH ADA KEJANG DOSIS TAMBAHAN 10 MG/JAM DAPAT DIBERIKAN MELALUI KATETER URIN KE DALAM REKTUM PEMBERIAN MELALUI REKTUM DIASEPAM 40 MG / 500 ML RINGER LAKTAT TIDAK MELEBIHI 100 MG/24 JAM DOSIS PEMELIHARAAN DIASEPAM 10 MG IV SELAMA 2 MENIT DOSIS AWAL
  35. 35. <ul><li>PREEKLAMPSIA BERAT  PERSALINAN DALAM 24 JAM </li></ul><ul><li>EKLAMPSIA  PERSALINAN DALAM 12 JAM </li></ul><ul><li>BILA DILAKUKAN BEDAH CAESAR </li></ul><ul><ul><li>TIDAK ADA KOAGULOPATI </li></ul></ul><ul><ul><li>ANESTESIA TERPILIH ANESTESIA UMUM </li></ul></ul><ul><li>JIKA TIDAK TERSEDIA ANESTESI UMUM </li></ul><ul><ul><li>JANIN MATI </li></ul></ul><ul><ul><li>BBLR </li></ul></ul><ul><ul><li>LAKUKAN PERSALINAN PERVAGINAM </li></ul></ul><ul><li>JIKA PEMATANGAN SERVIKS BAIK  INDUKSI OKSITOSIN 5 IU / 500 ML DEKSTROSE 5% ATAU PROSTAGLANDIN </li></ul>PENGELOLAAN PERSALINAN
  36. 36. <ul><li>OLIGURIA (<400 ML/24 JAM) </li></ul><ul><li>SINDROM HELLP </li></ul><ul><li>(HEMOLYSIS, ELEVATED LIVER ENZYMES & LOW PLATELETS) </li></ul><ul><li>KOMA BERLANJUT > 24 JAM SETELAH KEJANG </li></ul>LAKUKAN RUJUKAN BILA:
  37. 37. <ul><li>ANTI KONVULSAN DITERUSKAN SAMPAI 24 JAM POSTPARTUM / KEJANG TERAKHIR </li></ul><ul><li>ANTI HIPERTENSI JIKA TEKANAN DIASTOLIK > 110 mmHg </li></ul><ul><li>PEMANTAUAN JUMLAH URIN </li></ul>PERAWATAN POSTPARTUM
  38. 38. ALUR TERAPI HIPERTENSI KRONIK  ANTI HIPERTENSI  SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA ?  ISTIRAHAT  PEMANTAUAN JANIN  OBSERVASI KOMPLIKASI TERMINASI KEHAMILAN  PREEKLAMPSIA  GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN  GAWAT JANIN
  39. 39. <ul><li>LANJUTKAN PENGOBATAN HIPERTENSI SEBELUM-NYA </li></ul><ul><li>BILA DIASTOLIK > 110 mmHg ATAU SISTOLIK  160 mmHg BERIKAN ANTI HIPERTENSI </li></ul><ul><li>PROTEINURIA  SUPERIMPOSED PREECLAMPSIA ? </li></ul><ul><li>ISTIRAHAT </li></ul><ul><li>PEMANTAUAN PERTUMBUHAN & KONDISI JANIN </li></ul><ul><li>TANPA KOMPLIKASI  TUNGGU PERSALINAN ATERM </li></ul><ul><li>JIKA TERDAPAT PREEKLAMPSIA, PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT ATAU GAWAT JANIN  TERMINASI KEHAMILAN </li></ul><ul><li>OBSERVASI KOMPLIKASI </li></ul>PENGELOLAAN HIPERTENSI KRONIK
  40. 40. <ul><li>TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA </li></ul>

×