Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Suku bunga

  • Inicia sesión para ver los comentarios

Suku bunga

  1. 1. Suku Bunga Perekonomian Indonesia
  2. 2. Kelompok 6 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Arief Anzarullah Try Arista Pancarani Heirine Tanara M. Riza Rayogi Mutiarany Nuary Elga Rizky Maulidyna Anis M. Ade Hartadi (01111401063) (01101401077) (01101401069) (01111401057) (01111401111) (01101401067) (01101401085) Dosen Pengasuh : Drs. Syaipan Djambak, M.Si
  3. 3. Pengertian Tingkat Bunga Tingkat suku bunga (interest rate) merupakan salah satu variabel ekonomi yang sering dipantau oleh para pelaku ekonomi. Tingkat suku bunga dipandang memiliki dampak langsung terhadap kondisi perekonomian. Berbagai keputusan yang berkenaan dengan konsumsi, tabungan dan investasi terkait erat dengan kondisi tingkat suku.
  4. 4. Definisi Tingkat Bunga 1. Boediono (2001:75) mengemukakan bahwa: “Tingkat bunga adalah sebagai harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu”. 2. Tingkat bunga adalah harga yang harus dibayar bila terjadi pertukaran antara satu rupiah sekarang dan satu rupiah nanti, misalnya setahun lagi. Contoh : tingkat bunga 20% per tahun, artinya bila sekarang meminjam Rp.1.000.000,- maka setahun lagi mengembalikan Rp.1.200.000,-
  5. 5. 1. Teori Tingkat Bunga Klasik • Menurut teori kaum klasik, bunga adalah harga dari penggunaan loanable funds atau harga yang terjadi dipasar dana investasi dalam suatu periode tertentu. • Dalam pasar dana investasi terdapat 2 kelompok : Surplus of fund Lack of fund
  6. 6. Lan jutan Teori Tingkat Bunga Klasik 1. 2. Surplus of fund yaitu anggota masyarakat yang dalam suatu periode tertentu mempunyai kelebihan pendapatan dari kebutuhan mereka untuk konsumsi. Lack of fund yaitu para investor yang dalam periode yang sama membutuhkan dana untuk investasi lebih dari pendapatannya atau para pengusaha yang ingin memperluas usahanya. Jumlah tabungan dari kelompok penabung membentuk supply akan loanable funds dan jumlah kebutuhan dari kelompok investor membentuk permintaan (demand) akan loanable funds.
  7. 7. Tingkat Bunga Keseimbangan (Klasik) Tingkat Bunga % E2 i2 i1 I = Kurva Permintaan terhadap dana investasi S S = Kurva penawaran dana investasi E1 I2 I1,i2 = tingkat bunga keseimbangan I1 0 F1 F2 Dana Investasi Tingkat bunga keseimbangan tercipta di pasar dana investasi atau pasar barang dengan bertemunya antara penawaran dan permintaan akan dana investasi (S = I).
  8. 8. 2. Teori Tingkat Bunga Keynes • Menurut Keynes, tingkat bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang. Ada Tiga Motif orang memegang uang yaitu: – Motif Transaksi – Motif Berjaga-jaga – Motif Spekulasi • Keynes menekankan hubungan langsung antara tingkat bunga yang harus dibayar dengan unsur permintaan uang untuk tujuan spekulasi. Permintaan uang akan besar bila tingkat bunga rendah dan sebaliknya.
  9. 9. Lanjutan Teori Tingkat Bunga Keynes • Menurut Keynes, uang juga bisa produktif, hanya saja caranya berbeda dengan pandangan klasik. • Apabila ada uang tunai ditangan, orang akan dapat berspekulasi dengan jalan membeli surat-surat berharga seperti saham atau obligasi dipasar modal. • Dengan kemungkinan memperoleh keuntungan berupa capital gain atau deviden (dari hasil saham) ataupun memperoleh bunga (dari obligasi). Oleh karena ada kemungkinan mendapat keuntungan inilah, apabila uang tersebut dipinjamkan kepada seseorang, maka orang yang memperoleh pinjaman haruslah membayar bunga.
  10. 10. Kurva Tingkat keseimbangan Keynes i i1 i2 MD 0 MS1 MS2 Money Supply (MS)
  11. 11. 3. Teori Modern Teori ini dikembangkan oleh John Hicks di dalam Econometrica (1937). John Hicks yang pertama kali menekankan suatu tingkat bunga keseimbangan umum (General Equilibrium of Interest Rate) dalam perekonomian, bila memenuhi keseimbangan di pasar dana investasi (pasar barang) dan keseimbangan di pasar uang. Tingkat bunga keseimbangan umum inilah yang disebut dengan tingkat bunga murni (pure interest rate = RM).
  12. 12. Tipe suku bunga Ada 2 tipe suku bunga, yaitu : 1. Real interest rate Koreksi atas tingkat inflsi dan didefinisikan sebagai nominal interest rate dikurangi dengan tingkat inflasi. Real rate = Nominal rate – Rate of inflation 2. Nominal interest rate. Tingkat suku bunga yang biasanya tertera di rekening koran dimana mereka memberikan tingkat pengembalian untuk setiap investasi yang dilakukan.
  13. 13. Pengukur Tingkat suku bunga 1. Pinjaman sederhana Adalah sejumlah pinjaman debitur yang dibayar kembali pada waktu jatuh tempo ditambah bunga pinjaman. 2. Pinjaman bayaran tetap Adalah sejumlah pinjaman debitur yang dibayar setiap periode ditambah bunga pinjaman dengan jumlah tetap, biasanya perbulan. 3. Obligasi kupon Adalah penerbit atau penjual obligasi membayar bunga tetap (coupon payment) kepada pemegang obligasi setiap tahun dan nilai nominal pada waktu jatuh tempo. 4. Obligasi diskonto atau tanpa kupon Adalah obligasi tanpa kupon yang dibeli dibawah harga nominal dan dibayar lagi sebesar nilai nominal sesudah jatuh tempo.
  14. 14. Struktur Resiko Tingkat suku bunga 1. Resiko kegagalan Adalah kemungkinan obligasi gagal jual karena ketidak sanggupan penerbit obligasi membayar bunga atau pembayaran nilai nominal obligasi pada saat jatuh tempo. Obligasi yang tidak memiliki kegagalan disebut dengan obligasi bebas resiko kegagalan, yaitu obligasi pemerintah. 2. Likuiditas Penurunan likuiditas obligasi perusahaan karena sulit diperdagangkan dan biaya penjualan naik mengakibatkan penurunan permintaan. 3. Pajak pendapatan Pajak pendapatan dibebankan pada pendapatan kupon obligasi perusahaan, sebaliknya pajak pendapatan tidak dibebankan pada pada pendapatan kupon obligasi pemerintah.
  15. 15. Faktor yang mempengaruhi suku bunga 1. Kebutuhan dana Apabila bank kekurangan dana, sementara pemohonan pinjaman meningkat, maka yang dilakukan oleh bank agar dana tersebut cepat terpenuhi dengan meningkatkan suku bunga simpanan. 2. Persaingan Dalam memperebutkan dana simpanan, maka disamping faktor promosi, yang paling utama pihak perbankan harus memerhatikan pesaing. Dalam arti jika untuk bunga simpanan rata-rata 16%, maka jika hendak membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga simpanan kita naikkan diatas bunga pesaing misalnya 17%. 3. Kebijakan pemerintah Baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman kita tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah
  16. 16. Lanjutan faktor yang mempengaruhi suku bunga 4. Harga laba yang di inginkan Sesuai dengan target yang diinginkan, jika laba yang diinginkan besar, maka bunga ikut besar dan sebaliknya. 5. Jangka waktu Semakin panjang jangka waktu pinjaman, akan semakin tinggi bunganya, hal ini disebabkan besar kemungkinan resiko dimasa akan datang. 6. Kualitas jaminan Semakin likuid jaminan yang diberikan, semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya. 7. Reputasi perusahaan Bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit sangat menentukan tingkat suku bunga yang akan dibebankan nantinya, karena biasanya perusahaan yang bonafid kemungknan risik macet kredit dimasa mendatang relatif kecil dan sebaliknya.
  17. 17. Lanjutan faktor yang mempengaruhi suku bunga 8. Produk yang kompetitif Produk yang dibiayai kredit tersebut laku dipasaran. Untuk produk yang kompetitif, bunga kredit yang diberikan relatif rendah dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif. 9. Hubungan baik Biasanya bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah utama (primer) dan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan keaktifan dan loyaritas nasabah yang bersangkutan dengan pihak bank. 10. Jaminan pihak ketiga Dalam hal ini pihak yang memberikan jaminan kepada penerima kredit.biasanya jika pihak yang memberikan jaminan bonafid, baik dari segi kemampuan membayar, nama baik maupun loyaritasnya terhadap bank, maka bunga yang dibebankanpun berbeda.
  18. 18. Tingkat bunga Murni, Premi Resiko dan Biaya Transaksi (I*M) Tingkat Bunga Murni (pure interest rate) yaitu tingkat bunga dimana tidak ada resiko, yang ada hanya dalam dunia khayal. Sama sekali dan tidak ada biaya lain yang dikeluarkan oleh debitur dalam transaksi tersebut. (I*P) Premi Resiko adalah tambahan tingkat bunga atau kenaikan tingkat bunga yang disebabkan adanya resiko yang diperhitungkan oleh kreditur yaitu dengan jalan meminta barang jaminan atau tingkat bunga yang lebih tinggi. Para debitur yang kurang percaya atau jaminannya rendah maka premi resiko yang dibebankan lebih tinggi. (IT) Biaya Transaksi yaitu biaya yang harus ditanggung dalam penyelenggaraan transaksi, misalnya biaya menyimpan dan memelihara barang jaminan, biaya administrasi, dan biaya penagihan, dan lain-lain. Biaya transaksi berbeda-beda untuk setiap transaksi. Di Negara berkembang biasanya biaya transaksi cukup tinggi dan dibebankan dalam bentuk bunga yang lebih tinggi.
  19. 19. Tingkat bunga nominal Tingkat bunga nominal adalah tingkat bunga yang harus dibayar disamping pengembalian pinjaman pokok pada saat jatuh tempo dan merupakan penjumlahan dari unsur-unsur tingkat bunga, yaitu: tingkat bunga murni, premi resiko, biaya transaksi, laju inflasi. Faktor-faktor tersebut subjektif terutama yang berkaitan dengan perkiraan tentang perkembangan perekonomian dimasa yang akan dating. Oleh karena itu diberi tanda diatasnya berupa bintang (*). Rumus tingkat bunga nominal adalah : IN = I*M + I*P + IT + I*i
  20. 20. Tingkat Bunga Riil Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi laju inflasi yang terjadi selama periode yang sama. Ir = In – Ii Dimana: Ir = Tingkat bunga riil (actual real rate of interest) In = Tingkat bunga nominal Ii = Laju inflasi yang benar-benar terjadi selama periode tersebut.
  21. 21. Dampak perubahan suku bunga • GDP (Gross Domestik Product) Sebagai indikator tingkat kesehatan pertumbuhan ekonomi Negara, meliputi Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + (Ekspor-Impor) apabila peningkatan suku bunga mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi maka interest rate (IR) perlu dinaikkan demikian juga sebaliknya. • Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) Dampak yang harus diperhatikan dalam kebijakan naikturunnya suku bunga apakah semakin meningkatkan peluang usaha dan peluang kerja atau malah justru meningkatkan pengangguran dan PHK. Unemployment Rate berpengaruh terhadap sinyal perubahan tren perekonomian Negara.
  22. 22. Lanjutan dampak perubahan suku bunga • Kredit Perumahan Rakyat Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian. Masalahnya kenaikan interest rate kadang menghambat daya beli masyarakat terhadap perumahan baru dan suku bunga pinjaman (KPR) yang masih dalam masa pembayaran jangka panjang. Problem inilah yang kadang kebijakan kenaikan interest rate sangat tidak disukai oleh rakyat kecil. Contohnya belakangan The Fed selama hampir setahun ini tetap mempertahankan suku bunga rendah < 0.25 % dalam rangka menguatkan ekonomi kerakyatan.
  23. 23. Table Suku Bunga Dunia • Tabel Tingkat Suku Bunga Dunia meliputi tingkat suku bunga saat ini dari 23 negara berbeda termasuk kurs sebelumnya dan tanggal terakhir ketika diubah oleh Bank Sentral. • Tinjuan Bank Sentral Utama
  24. 24. Lanjutan Table Suku Bunga Dunia
  25. 25. Lanjutan Table Suku Bunga Dunia
  26. 26. Lanjutan Table Suku Bunga Dunia
  27. 27. Penjelasan • Dari data suku bunga diatas, dapat di katakan bahwa tingkat suku bunga indonesia termasuk masih tergolong besar apa bila dibandingkan dengan negaranegara maju yang ada di Asia Pasific. • Akan tetapi tingkat suku bunga indonesia dari tahun ke tahun cendrung turun. Hal tersebut baik untuk membuat investasi (dan konsumsi) bertambah. Apa bila tingkat suku bunga naik, maka penawaran (tabungan) akan naik dan permintaan akan dana investasi akan turun.
  28. 28. • Tulus T.H. Tambunan (2009 : 177) di dalam kelompok ASEAN, Indonesia termasuk ekonomi yang suku bunganya relatif tinggi. • Suku bunga untuk tabungan deposito di Indonesia berkisar antara tertinggi 23% pada tahun 1998 saat krisis ekonomi mencapai klimaksnya dan terendah 3,48% pada tahun 2007. • Sedangkan untuk deposito berjangka 12 bulan, pada tahun 1998 suku bunganya juga paling tinggi mencampai hampir 28,3%.
  29. 29. • Ini dikarenakan krisis ekonomi yang disebabkan oleh krisis rupiah, sehingga pemerintah melalui kebijakan moneternya berusaha menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar As dengan menaikan suku bunga bank. • Teorinya, jika suku bunga tabungan dalam rupiah lebih tinggi dibandingkan suku bunga tabungan dalam dolar AS, maka arus modal akan masuk ke indonesia atau paling tidak, pelarian modal ke luar bisa dihentikan atau dikurangi.
  30. 30. Terima Kasih

×