Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Biologi Perikanan - Penentuan Umur Ikan

Umur ikan adalah lama hidup suatu ikan mulai dari menetasnya telur hingga dia dewasa.

  • Inicia sesión para ver los comentarios

Biologi Perikanan - Penentuan Umur Ikan

  1. 1. PENGERTIAN • UMUR IKAN ADALAH LAMA HIDUP SUATU IKAN MULAI DARI MENETASNYA TELUR HINGGA DIA DEWASA. • UMUR IKAN DI BEDAKAN MENJADI 2: 1. IKAN-IKAN BERUMUR PENDEK ADALAH IKAN YANG TIDAK MEMILIKI ALAT PERNAFASAN TAMBAHAN, PERGERAKAN CEPAT. 2. IKAN BERUMUR PANJANG ADALAH IKAN YANG TERGOLONG PRIMITIF, PERGERAKAN LAMBAT, MEMPUNYAI ALAT PERNAFASAN TAMBAHAN, PENGHUNI DASAR ATAU PERAIRAN DANGKAL DAN LUWES TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN SEPERTI SALINITAS DAN SUHU.
  2. 2. Fase Pertumbuhan Ikan
  3. 3. PERTUMUBUHAN IKAN •IKAN SUBTROPIS: SANGAT DIPENGARUHI OLEH SUHU LINGKUNGANNYA, DIMANA PADA MUSIM DINGIN PERTUMBUHAN TUBUH IKAN HAMPIR TERHENTI ATAU LAMBAT SAMA SEKALI. SEHINGGA MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN PADA SISIK, VERTEBRAE, TULANG, OPERCULUM, DURI SIRIP DAN TULANG OTOLITH YANG MENYEBABKAN TERBENTUKNYA SUSUNAN SIRKULASI YANG SANGAT RAPAT DAN AKHIRNYA MEMBENTUK ANNULUS. •IKAN TROPIS: WALAUPUN MENGALAMI HIDUP DI DUA MUSIM, KENYATAANNYA SUHU LINGKUNGAN SEKITAR TIDAK BEGITU MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN SIRKULASI PADA BAGIAN TUBUH YANG KERAS. JADI TANDA TAHUNAN DARI HASIL SUSUNAN SIRKULI YANG RAPAT TIDAK BEGITU NYATA BENTUKNYA. PENENTUAN UMUR IKAN YANG MUNGIN UNTUK DIPRAKTEKKAN SAAT INI ADALAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE FREKWENSI PANJANG (METODE PETERSEN) YANG TERGANTUNG PADA SIFAT REPRODUKSI DAN PERTUMBUHAN IKAN.
  4. 4. METODE PENENTUAN UMUR IKAN• LANGSUNG : SISIK ,OPERCULUM (BAGIAN TUTUP INSANG), DURI SIRIP PUNGGUNG, TULANG PUNGGUNG (VERTEBRAE), OTOLITH (BATU TELINGA). CARA INI HANYA DAPAT DILAKUKAN PADA INDIVIDU SPESIES IKAN BUDIDAYA. • TIDAK LANGSUNG :  METODE FREKUENSI PENJANG ( PETERSEN).  MEMPELAJARI TANDA- TANDA TAHUNAN (ANNULUS) ATAU HARIAN (SIRKULUS) PADA BAGIAN- BAGIAN TUBUH YANG KERAS.  METODE MARKING DAN TAGGING. CARA INI DAPAT DILAKUKAN PADA INDIVIDU SPESIES IKAN YANG MASIH HIDUP DI PERAIRAN ALAMI.
  5. 5. METODE LANGSUNG 1. SISIK • SISIK KOSMOID (COSMOID) SISIK KOSMOID YANG SESUNGGUHNYA HANYA DIJUMPAI PADA IKAN-IKAN BANGSA CROSSOPTERYGI YANG TELAH PUNAH. SISIK INI BERLAPIS-LAPIS, DI MANA LAPISAN TERDALAM TERBANGUN DARI TULANG YANG MEMIPIH. • SISIK GANOID SISIK-SISIK GANOID DITEMUKAN PADA IKAN-IKAN SUKU LEPISOSTEIDAE DAN POLYPTERIDAE. SISIK-SISIK INI SERUPA DENGAN SISIK KOSMOID,BERBENTUK BELAH KETUPAT, MENGKILAP DAN KERAS. • SISIK PLAKOID SISIK-SISIK PLAKOID DIMILIKI OLEH IKAN HIU DAN IKAN-IKAN BERTULANG RAWAN LAINNYA. SISIK-SISIK INI MEMILIKI STRUKTUR SERUPA GIGI. • SISIK LEPTOID SISIK-SISIK LEPTOID DIDAPATI PADA IKAN-IKAN BERTULANG KERAS, DAN MEMILIKI DUA BENTUK. YAKNI SISIK SIKLOID (CYCLOID) DAN KTENOID (CTENOID). • SISIK-SISIK SIKLOID MEMILIKI TEPI LUAR YANG HALUS, DAN PALING UMUM DITEMUKAN PADA IKAN-IKAN YANG LEBIH PRIMITIF YANG MEMILIKI SIRIP-SIRIP YANG LEMBUT. MISALNYA ADALAH IKAN-IKAN SALEM DAN KARPER. • SISIK-SISIK KTENOID BERGERIGI DI TEPI LUARNYA, DAN BIASANYA DITEMUKAN PADA IKAN-IKAN YANG LEBIH ‘MODERN’ YANG MEMILIKI SIRIP-SIRIP BERDURI.
  6. 6. a. Cycloid scale ; b. Ctenoid scale ; c. Placoid scale ; d. Placoid scale of Rhina; e. Ganoid scales. • Sisik yang digunakan untuk menentukan umur ikan adalah sisik cycloid atau ctenoid saja, karena keduanya pipih dan mudah diambil tanpa merusak bagian tubuh. • Jumlah sisik ikan tidak berubah dan tetap identitasnya selama hidup. Pertumbuhan tahunan pada sisik ikan sebanding dengan pertambahan panjang ikan selama hidupnya. Dan hanya satu annulus yang dibentuk tiap tahun
  7. 7. 2. OPERCULUM • PENERAPAN METODA INI UNTUK MENGHITUNG PERTUMBUHAN MASA LALU YANG TELAH DILAKUKAN OLEH BEBERAPA AHLI DENGAN HASIL YANG MEMUASKAN. • KEUNTUNGAN DARI METODE INI ADALAH TANDA-TANDA TAHUNAN (ANNULUS) YANG TERDAPAT PADA OPERCULUM DAPAT DILIHAT LANGSUNG TANPA ALAT BANTU OPTIK. • PENGAMATAN AKAN LEBIH BERHASIL APABILA DILAKUKAN DI KAMAR GELAP DIMANA OPERCULUM DILETAKKAN DIATAS KACA YANG DISOROT LAMPU BER-FLOURESCENT
  8. 8. 3. SIRIP PUNGGUNG • METODE INI DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI UMUR IKAN-IKAN YANG TIDAK BERSISIK ATAU SISIKNYA SANGAT KECIL DAN TERTANAM JAUH KE DALAM KULITNYA. • DASAR PEMIKIRANNYA ADALAH TERDAPATNYA TANDA-TANDA YANG MENUNJUKKAN KEJADIAN PERTUMBUHAN YANG CEPAT DAN LAMBAT, DIMANA PERTUMBUHAN IKAN ITU SELALU SEBANDING DENGAN TUMBUH DURI DARI SIRIPNYA. • DURI YANG DIAMBIL ADALAH DURI SIRIP PUNGGUNG YANG TERDEPAN ATAU DURI SIRIP DADA TERLUAR, TERUTAMA PADA BAGIAN YANG PALING LEBAR YAITU PALING DEKAT DENGAN DASARNYA. • USAHAKAN PADA SAAT MEMATAHKAN DURI TSB TIDAK JAUH DARI PANGKALNYA. PADA BAGIAN PANGKAL YANG PALING LEBAR DIIRIS TIPIS DENGAN MENGGUNAKAN PEMOTONG INTAN. SETELAH KETIPISAN DURI TERCAPAI, PENGAMATAN DILAKUKAN DI BAWAH MIKROSKOP. PADA SAAT PERTUMBUHAN CEPAT, IRISAN DURI TERLIHAT PUTIH SEPERTI TULANG DAN PADA SAAT PERTUMBUHAN LAMBAT KELIHATAN AGAK GELAP ATAU LEBIH PEKAT.
  9. 9. 4. TULANG PUNGGUNG • SEJALAN DENGAN PERTUMBUHAN IKAN SECARA KESELURUHAN, TULANG PUNGGUNG TUMBUH PULA SEIRAMA DENGAN PERTUMBUHAN BAGIAN TUBUH LAINNYA. • DAPAT DILIHAT PADA BAGIAN DEPAN ATAU BAGIAN BELAKANG TIAP-TIAP RUAS TULANG. • TULANG PUNGGUNG YANG LAZIM DIGUNAKAN ADALAH TULANG PUNGGUNG YANG TERLETAK DI ATAS RONGGA PERUT. • TANDA TAHUNAN : TONJOLAN SPERTI CINCIN YG MENGELILINGI CENTRUM TL. PUNGGUNG, BERWARNA LEBIH JERNIH AGAK HITAM
  10. 10. 5. OTOLITH • OTOLITH ADALAH BATU TELINGA • SERING DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN UMUR IKAN-IKAN YANG TIDAK BERSISIK. • KADANG DIGUNAKAN PULA UNTUK IKAN BERSISIK, DISEBABKAN METODA SISIK TIDAK MEMUNGKINKAN UNTUK DIINTERPRETASI DENGAN BAIK. • DARI 3 PASANG OTOLITH IKAN TELEOST, HANYA SEPASANG YANG UKURANNYA TERBESAR , YAITU BATU TELINGA YANG TERDAPAT PADA SACCULUS. • BENTUK OTOLITH OVAL, MERUPAKAN HASIL PENGENDAPAN BAHAN KAPUR YANG SEJALAN DENGAN PERTUMBUHANNYA. • TANDA TAHUNAN PADA OTOLITH WARNANYA LEBIH JERNIH DARIPADA BAGIAN–BAGIAN LAINNYA DAN MENGELILINGI PUSAT.
  11. 11. CARA PENGAMBILAN OTOLITH
  12. 12. KENDALA DALAM PENGGUNAAN OTOLITH • PADA IKAN-IKAN YANG SUDAH TUA, TANDA TERSEBUT SANGAT BERDEMPETAN DAN SUSAH MEMISAHKANNYA. • IKAN HARUS DIBUNUH. HAL INI SANGAT MERUGIKAN TERLEBIH APABILA POPULASI YANG SEDANG DITELITI SANGAT KECIL.
  13. 13. METODE TIDAK LANGSUNG 1. METODE FREKUENSI PANJANG • MEMPELAJARI UMUR IKAN DENGAN METODE FREKUENSI PANJANG (METODE PETERSEN) BERGANTUNG KEPADA SIFAT-SIFAT REPRODUKSI DAN PERTUMBUHAN IKAN. YAITU MELALUI PENGUKURAN PANJANG TUBUH IKAN, METODA INI BIASANYA DITERAPKAN PADA INDIVIDU-INDIVIDU SPESIES IKAN YANG HIDUP DIDAERAH TROPIS • METODE INI MERUPAKAN SALAH SATU METODA YANG DAPAT DITERAPKAN SECARA LUAS DI SELURUH PERAIRAN.
  14. 14. 2. MEMPELAJARI TANDA TAHUNAN • METODE INI SEBENARNYA HANYA BERLAKU PADA IKAN-IKAN YANG HIDUP DI DAERAH YANG MENGALAMI 4 MUSIM, YAITU MUSIM PANAS, MUSIM GUGUR, MUSIM DINGIN, DAN MUSIM SEMI. • IKAN TERMASUK DALAM HEWAN POIKILOTHERM (BERDARAH DINGIN), DIMANA HIDUPNYA SANGAT TERPENGARUH OLEH SUHU SEKELILINGNYA, DIMANA PADA MUSIM DINGIN PERTUMBUHAN BADAN IKAN LAMBAT ATAU BAHKAN BERHENTI SAMA SEKALI.
  15. 15. 3. METODE MARKING DAN TAGGING TAGGING: PEMBERIAN TANDA (TANGGAL, NOMER & KODE-KODE LAIN)BERUPA BENDA ASING PADA TUBUH IKAN • MATERIAL YANG DIGUNAKAN MATERIAL YANG TIDAK BERKARAT (PLASTIK,PERAK DLL) • TEMPAT: RAHANG BAWAH,TULANG OPERCULUM, DI BELAKANG SIRIP PUNGGUNG, BATANG EKOR MARKING: PEMBERIAN TANDA PADA TUBUH IKAN BUKAN BERUPA BENDA ASING. TANDA YANG TERMASUK KE DALAM KATEGORI INI IALAH PEMOTONGAN SIRIP, PEMBERIAN LUBANG PADA TUTUP INSANG DAN PEMBERIAN TATOO PADA WAKTU PEMBERIAN TAG ATAU MARK PADA IKAN BERSISIK, JUGA DILAKUKAN PENGAMBILAN SISIK

×