Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Jenazah.

265 visualizaciones

Publicado el

  • Sé el primero en comentar

  • Sé el primero en recomendar esto

Jenazah.

  1. 1. JENAZAH 1. Cara memandikan jenazah Dasar yang digunakan oleh ulama dalam berijtihad tentang tata caramemandikan jenazah adalah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari danMuslim dari Ummu Atiah.Diriwayatkan dari Ummu Atiah r.a. Sewaktu Zainab binti Rasulullah saw wafat,“Rasulullah saw datang kepada kami ketika putrinya meninggal dunia. Nabisaw bersabda, “Mandikanlah ia 3 kali atau 5 kali (siraman), atau lebih dari itujika kalian pandang perlu, dengan air dan bidara. Hendaklah siraman terakhirdengan air kapur barus atau sejenis itu. Adapun ketentuan lain dalam memandikan jenazah diantaranyasebagai berikut : 1. Letakkan jenazah pada tempat yang lebih tinggi dan tertutup auratnya. 2. Gunakanlah kain basah untuk menutupi aurat jenazah 3. Berdoalah dan bacalah basmalah sebelum memulai memandikan 4. Basuhlah anggota wudhu terlebih dahulu5. 5. Urutlah dan tekanlah perut agar kotoran keluar kemudian bersihkanlah 6. Basuhlah seluruh tubuh jenazah dengan air yang bersih, suci dan menyucikan 7. Gungakanlah punggung tangan ketika menggosok tubuh jenazah 8. Pakailah sarung tangan dalam memandikan 9. Basuhlah rambutnya sampai bersih dan sisirlah dengan rapih 10. Mandikan sekurang-kurangnya satu kali dengan membasuh seluruh tubuh janazah dengan air yang suci menyucikan, sebaiknya dengan bilangan ganjil, misalnya tiga kali. Pertama dengan air bersih, kedua dengan air sabun, dan yang terakhir dengan air dicampur kapur kapur barus dan daun bidara. 2. Berikut cara-cara mengafani Jenazah : 1. Mengafani sekurang-kurangnya selembar kain kafan. Disunahkan bagi laki-laki menggunakan 3 lembar kain kafan dan bagi wanita menggunakan 5 lembar kain kafan. 2. Bentangkan kain kafan yang dapat menutup seluruh tubuh, kemudian diatas kain kafan ditaburi kapur barus yang sudah dihaluskan. 3. Bantangkan kain kafan yang dapat menutup tubuh dari bahu hingga tumit diatas kain kafan pertama, kemudian taburkan kapur barus yang sudah dihaluskan. 4. Diatas kapur barus yang sudah dihaluskan diberi kapas , kemudian letakkan jenazah dan tutuplah lubang jenazah dan persendian dengan kapas. 5. Aturlah tubuh jenazah dengan baik dan letakkan tangannya diatas dada dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri. Tutupkan kain kafan sehingga menutupi seluruh tubuh jenazah dan ikatlah dengan kain. Sebaiknya menggunakan lima ikatan, yaitu di ujung kepala, bahu, pinggang, lutul, dan ujung kaki. Posisi ikatan ada di sebelah kiri atas. 3. Cara Menyalatkan Jenazah
  2. 2. Salat jenazah ialah salat yang dikerjakan sebanyakempat kali takbir dalam rangka mendoakan orang muslimyang sudah meninggal. Jenazah yang disalatkan ini ialahyang telah dimandikan dan dikafani. Shalat jenazahhukumnya fardhu kifayah bagi semua orang muslim yanghidup. 4. TATA CARA SALAT JENAZAH Posisi kepala jenazah berada di sebelah kanan. Posisi Imam jika mayat laki-laki ke arah kepalanya, jika mayat perempuan ke arah perutnya. Diusahakan dibuat tiga saf. Syarat orang yang dapat melaksanakan salat jenazah adalah menutup aurat, suci dari hadas besar dan hadas kecil, bersih badan pakaian dan tempat dari najis, serta mneghadap kiblat, Jenazah telah dimandikan dan dikafani, Letak jenazah berada di depan orang yang menyalatkan, kecuali pada salat gaib. 5. Sholat jenazah terdiri dari 4 takbir , yaitu : Niat Shalat Jenazah : Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa 1. Takbir pertama , membaca surat Al – fatihah2. 2. Takbir kedua , membaca salawat nabi 3. Takbir ketiga: a. Do’a jenazah laki-laki Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu. b. Do’a jenazah perembpuanAllahummagh firlaha warhamha wa’aafihi wa’fu anha. 4. Takbir keempat: Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu. 6. MENGUBURKAN JENAZAH Menguburkan Jenazah adalah kewajiban terakhir setelah jenazahdimandikan ,dikafankan dan di shalatkan. Dalam menguburkan jenazahhendaknya dibuat dahulu lubang kubur. Dalam membuatkan lubang kuburhedaknya diperhatikan kedalaman lubang kubur , lubangkubur yang disarankan dalamnya kira-kira setinggi dada orang dewasa atausampai tidak tercium bau busuk dan tidak dapat digali oleh binatang buas.Kemudian lubang kubur tersebut diarahkan ke arah kiblat.

×