Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 2 2017

Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 2 2017

  • Inicia sesión para ver los comentarios

Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 2 2017

  1. 1. Pelajaran 1 untuk 01 April 2017 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Matius 14:30,31 “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
  2. 2. Ketika kita menelaah kehidupan rasul Petrus, kita akan menemukan sesosok pribadi yang penuh dengan hal-hal yang kontras. Ia adalah seorang yang tidak banyak pertimbangan sebelum bertindak namun juga rendah hati dan bijaksana. YESUS dapat menghaluskan batu yang kasar karena ia mengasihi YESUS. YESUS mengubah Petrus menjadi sebuah batu yang hidup yang sangat berguna dalam menyebarkan berita injil.
  3. 3. DOSA DAN KESUCIAN “Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa!’” (Lukas 5:8) Andreas membawa saudaranya Simon kepada YESUS – Sang Mesias –ke tepi sungai Yordan. Ketika YESUS melihatnya, Ia berkata: “engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."” (Yohanes 1:42). Kakak beradik itu melanjutkan pekerjaan sehari-hari mereka sebagai nelayan untuk sementara waktu ketika mereka sesekali mengikuti Sang Guru. Suatu hari, YESUS meminta tolong kepada Petrus: Untuk mengizinkannya berkhotbah dari perahunya karena orang banyak mengurumuni YESUS di tepi danau Genesaret. (Lukas 5:1-3).
  4. 4. DOSA DAN KESUCIAN “Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa!’” (Lukas 5:8) Ketika Petrus melihat perahunya secara ajaib dipenuhi dengan ikan, ia melihat kesucian YESUS. Ia juga menyadari keberdosaannya dan mengakuinya secara terbuka. Petrus adalah seorang rohaniawan yang siap mengikuti YESUS apapun resikonya. Ketika YESUS selesai berkhotbah, Ia meminta Petrus agar menebarkan jalanya untuk menangkap ikan. Hati Petrus dipenuhi dengan iman sekaligus kebimbangan. Ia menjelaskan kepada YESUS bahwa itu bukanlah waktu yang tepat untuk menangkap ikan, karena mereka telah berusaha semalam- malaman namun tidak berhasil menangkap seekor ikanpun. Namun, Petrus tetap rela hati untuk menebarkan jalanya karena YESUS-lah Yang memintanya untuk melakukannya. (Lukas 5:5).
  5. 5. IMAN DAN KEEGOISAN “Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.’” (Matius 16:16) Pemahaman yang egois tentang kerajaan ALLAH itu menyebabkan ia menegor YESUS (“Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau!”), sehingga ia menerima teguran yang keras dari YESUS. (Matius 16:22-23). Ia perlu mengesampingkan keegoisannya dan belajar bahwa mengikut YESUS berartisiap untuk menerima kesusahan (1 Petrus 4:12) ROH KUDUS menggerakkan Petrus untuk mengumumkan imannya kepada YESUS Sebagai Mesias Yang telah dijanjikan. Apakah yang Petrus pikirkan tentang Mesias? Namun Petrus tidak siap menerima bahwa YESUS harus “dibunuh” (Matius 16:21). Petrus dan murid-murid lainnya mengharapkan YESUS mendirikan kerajaan di bumi dan mereka mengharapkan posisi yang terhormat di dalamnya.
  6. 6. PERCAYA DAN RASA TAKUT “Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.“ Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" (Matius 14:28-30) Petrus percaya penuh kepada YESUS, iapun meminta kepada YESUS agar ia dapat berjalan di atas air seperti YESUS. Namun kemudian ia mulai bergantung pada kemampuan dirinya sendiri dan berpaling dari YESUS. Iapun mulai tenggelam dan merasa takut. Ketika kita percaya kepada YESUS dan memandang kepada-Nya, badai dalam kehidupan tidak akan dapat menenggelamkan kita. Jika kita berpaling dari YESUS dan mulai bergantung pada diri kita sendiri, ombak yang paling tenang dan ujian yang teringan sekalipun akan membuat kita ketakutan dan akan menenggelamkan iman kita.
  7. 7. NIAT YANG BAIK, KEPUTUSAN YANG BURUK “Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnyabitterly.” (Lukas 22:61-62) “roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Markus 14:38). Petrus memiliki niat yang baik dan bersedia untuk “masuk penjara dan mati bersama-sama” dengan YESUS (Lukas 22:33). Namun, Petrus tertidur ketika ia seharusnya berdoa dan berjaga (Lukas 22:40). Sehingga, ketika pencobaan datang, ia tidak memiliki kuasa yang cukup dan akhirnya mengambil keputusan yang buruk. Ia menyembunyikan identitasnya dan menyangkal mengenal YESUS. Ketika ayam jantan berkokok, ia belajar suatu pelajaran besar seraya dia memandang kepada YESUS: “di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah- limpah.” (Roma 5:20).
  8. 8. “Pelajaran lain harus diberikan Kristus, yang khususnya menyangkut Petrus. Penyangkalan Petrus akan Tuhannya sangatlah memalukan perbedaannya dengan pengakuan kesetiaannya yang terdahulu. la tidak menghormati Kristus dan menyebabkan saudara-saudaranya kurang percaya kepadanya. Mereka berpendapat bahwa ia tidak akan dibiarkan mengambil kedudukannya yang terdahulu di antara mereka, dan ia sendiri merasa bahwa ia telah kehilangan tanggung jawabnya. Sebelum dipanggil untuk mengambil kembali pekerjaannya sebagai rasul, ia harus memberikan bukti pertobatannya di hadapan mereka semuanya. Tanpa hal ini, dosanya dapat merusakkan pengaruhnya sebagai pekerja Kristus, meskipun ia telah bertobat dari padanya. Juruselamat memberi dia kesempatan untuk mendapat kembali keyakinan dari saudara-saudaranya, dan sedapat-dapatnya melenyapkan celaan yang telah didatangkannya ke atas Injil.” E.G.W. (The Desire of Ages, cp. 85, p. 811)
  9. 9. KEPEMIMPINAN DAN KOREKSI “Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat.” (Galatia 2:9) Petrus adalah seorang pemimpin yang besar dalam gereja yang mula-mula. Ia selalu menjadi yang pertama ketika rasul-rasul disebutkan namanya (Matius 10:2; Markus 3:16; Lukas 6:14). Ia menyarankan penggantian Yudas Iskariot. (Kisah 1:15-22). Ia mengkhotbahkan pekabaran misionaris yang pertama (Kisah 2:14-36). Ialah yang mengadakan mujizat pertama setelah YESUS naik ke surga. (Kisah 3:6). Ialah yang pertama ditangkap dan berkhotbah di hadapan Sanhedrin. (Kisah 4:1-20). Bangsa Non-Yahudi pertama yang bertobat dan berterimakasih kepadanya. (Kisah 10:1-48). Ialah rasul pertama yang menerima Paulus (Galatia 1:18). Ia dihormati sebagai salah satu dari 3 Sokoguru Jemaat. (Galatia 2:9).
  10. 10. KEPEMIMPINAN DAN KOREKSI “Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.” (Galatia 2:11) Meskipun ia adalah seorang pemimpin, ia tidaklah sempurna. Petrus hidup bersama orang-orang Kristen Non-Yahudi, namun ia berhenti bergaul dengan mereka ketika beberapa orang Yahudi datang dari Yerusalem ke Antiokhia. (Galatia 2:11-14). Oleh karena mengikuti teladannya, beberapa orang percaya mulai melupakan ajaran tentang pembenaran oleh iman dan mulai men-Yahudi-kan orang-orang Kristen Non-Yahudi (pembenaran oleh perbuatan). Rasul Paulus tidak senang dengan sikap Petrus tersebut sehingga ia menegurnya secara terbuka. Ketika kita membaca surat Petrus berikutnya, kita melihat bahwa ia belajar dari kesalahannya dan mengizinkan ROH KUDUS bekerja serta mengubahkan dirinya.
  11. 11. E.G.W. (Education, cp. 9, p. 91)

×