Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 4 2016

Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 4 2016

  • Inicia sesión para ver los comentarios

Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 4 2016

  1. 1. Pelajaran 12 untuk 17 Desember 2016 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.” (Yesaya 53:4)
  2. 2. Pada akhir kisah Ayub, ALLAH memperkenalkan diri-Nya Sebagai Pencipta Agung dan mengakhiri penderitaan Ayub. Namunpun demikian, pertentangan antara ALLAH dan Setanlah yang menyebabkan masalah ini tidak terpecahkan. Bagaimanapun juga, Ayub telah terlebih dahulu mengetahui solusi terhadap pertentangan tersebut. Ia memahami bahwa hanya ada satu solusi terhadap pertentangan tersebut: Seorang Penebus.
  3. 3. PENEBUS YANG HIDUP “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah.” (Ayub 19:25-26) Ayub sepenuhnya percaya bahwa di masa depan, akan ada Seorang Penebus yang Hidup akan menyelamatkan dirinya dari kematian . Namun, ia tidak perlu terlalu lama menunggu untuk melihat Sang Penebusnya. ALLAH memperkenalkan diri-Nya Sebagai Sang Pencipta. (Ayub 38-41). Penebusan dan Penciptaan diwujudkan dalam diri YESUS KRISTUS: “Pada mulanya adalah firman[…] segala sesuatu dijadikan oleh Dia[…] semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.” (Yohanes 1:1-12). Sungguh ajaib Kasih Pencipta kita, Ia mengorbankan diri-Nya sendiri untuk menyelamatkan ciptaan-Nya dari kematian.
  4. 4. “Apakah Engkau mempunyai mata badani? Samakah penglihatan-Mu dengan penglihatan manusia? Apakah hari-hari-Mu seperti hari-hari manusia, tahun- tahun-Mu seperti hari-hari orang laki-laki?” (Ayub 10:4-5) Ayub percaya penuh kepada Pencipta dan Penebusnya. Tetapi, ALLAH berada di Surga dan Ayub sendiri berada di bumi. ALLAH tidak menderita apa-apa namun Ayub sedang menderita dengan sangat. “ALLAH tidak dapat memahami saya karena Ia bukan seorang manusia! Ia tidak dapat menderita sama seperti yang saya alami!” Keluhan tersebut dijawab dalam diri YESUS: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” (Yohanes 1:14). ALLAH menjadi manusia seutuhnya untuk menebus kita. “Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” (Ibrani 2:18) PENEBUS YANG ADALAH SEORANG MANUSIA
  5. 5. PENEBUS YANG DAPAT DITELADANI “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6) Sang Jurus’lamat menderita sama seperti kita, Ia hidup seperti kita, namun Ia tidak berdosa. Ia Adalah satu-satunya Teladan sempurna yang kita miliki untuk hidup seperti yang ALLAH kehendaki. Itulah sebabnya mengapa kita didorong untuk mengikuti teladan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Hidup tanpa dosa tidak membuat-Nya menjadi Penebus kita. Ia dapat menebus kita karena Ia memilih untuk menjadi Pengganti kita. Ia tidak sekedar menjadi suatu Teladan dan bersimpati bagi kita. Ia datang untuk menjalani penderitaan kita.
  6. 6. PENEBUS YANG TERSALIB “Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.” (Markus 8:31) Rencana penebusan melibatkan kematian YESUS di kayu Salib. YESUS menanggung kematian kekal Sebagai Pengganti kita. IA HARUS MELAKUKANNYA. Masing-masing kita telah digantikan oleh Anak Domba ALLAH, sama halnya Ishak yang digantikan oleh anak domba. Ia datang untuk mempersembahkan satu korban bagi dosa untuk selama-lamanya (Ibrani 10:12). Setiap orang yang hidupnya “tersembunyi bersama dengan KRISTUS dalam ALLAH” tidak akan mati untuk selamanya (Kolose 3:3). Marilah kita menerima-Nya dan berpaut kepada-Nya oleh iman.
  7. 7. PENEBUS YANG MENDERITA “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.” (Yesaya 53:4) Kisah Ayub memperkenalkan masalah namun tidak menyelesaikan masalah. Hanya YESUS-lah Solusi bagi setiap masalah kita. Ia Adalah “Seorang Yang penuh kesengsaraannya.” (Yesaya 53:5) Ia memikul salib dengan segala penderitaan seorang manusia. Tidak perlu ada yang mengajarkan YESUS tentang penderitaan karena Ia sendiripun mengalami penderitaan masa lalu, masa sekarang maupun masa depan yang kita alami . Penderitaan YESUS di Salib adalah pengharapan kita ketika dikelilingi oleh kesusahan dan dosa; itulah jaminan keselamatan kita.
  8. 8. “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.” (Yohanes 12:31) Setan mempertanyakan karakter ALLAH. Kemanangan Ayub hanyalah kekalahan kecil bagi setan, YESUS-lah Yang mengalahkannya dengan mutlak, kini kecurangan dan kebohongan setan telah terungkap. Setan menggambarkan ALLAH Sebagai sosok yang kejam dan sombong. Namun ALLAH merendahkan Diri-Nya sampai kematian untuk menyelamatkan orang berdosa (Filipi 2:5-8) dan Ia tidak sendirian. “ALLAH [Bapa] “mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh KRISTUS”, Yang “oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri .”(2 Kor. 5:19; Ibrani 9:14). YESUS dalam Ke-Ilahi-an dan kemanusiaan mengalahkan dosa bagi kita. Oleh iman kita dapat memiliki jaminan hidup yang kekal dalam YESUS.
  9. 9. E.G.W. (This Day with God, June 16)

×