Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Dena Purnama
Dena PurnamaRP en Sm entertainment
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
PT TELEKOMUNIKASI
INDONESIA Tbk
Kelompok 2
Manajemen Strategi
Eva Fauziah L 1402140168 Rodhi Maulana 1402140192
Debby Sinta Dewi N 1402141018 Wulan Oktaviani 1402141072
Sasma Aprilia 1402141096 Muhamad Dena purnama 1402142012
Novianti Rezky P 1402142042 Dewa Ayu Putu Rahyuni 1402142060
Muhammad Ihsan A 1402142132 Chairia 1402144006
PROFIL PERUSAHAAN
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
PROFIL
Telkom indonesia adalah
penyelenggara layanan
telekomunikasi dan informasi
tertua di Indonesia (dibangun
sejak kolonial Belanda 1842).
Hingga saat ini, Telkom
merupakan satu-satunya
perusahaan Telekomunikasi
yang dikelola secara langsung
oleh Negara (BUMN).
45%
55%
Kepemilikan Saham
Publik
Pemerintah
Kegiatan Usaha Utama
Merencanakan, membangun, menyediakan,
mengembangkan, mengoperasikan, memasarkan
atau menjual/menyewakan dan memelihara
jaringan telekomunikasi dan informatika dalam
arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kegiatan Usaha Lainnya
Menyediakan layanan transaksi pembayaran
dan pengiriman uang melalui jaringan
telekomunikasi dan informatika.
Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia
PT
Telekomunikasi
Selular
(Telkomsel)
PT Multimedia
Nusantara
(Metra)
PT
Telekomunikasi
Indonesia
International
(TII/Telin)
PT PINS
Indonesia
(PINS/Pramindo)
PT Infomedia
Nusantara
(Infomedia)
Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia
PT Dayamitra
Telekomunikasi
(Mitratel/Dayamitra)
PT Indonusa Telemedia
(TelkomVision)
PT Graha Sarana Duta
(TelkomProperty/GSD)
PT Napsindo Primatel
Internasional
(Napsindo).
Telkom Grup
ANALISIS VISI DAN MISI
PERUSAHAAN
PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016
PT TELEKOMUNIKASI
INDONESIA. Tbk
Menjadi Perusahaan
yang unggul dalam
penyelenggaraan Tel
ecommunication,
Information,
Media, Edutainment
dan Services (“TIM
ES”) di kawasan
regional.
Menjadi Perusahaan
yang unggul dalam
penyelenggaraan Tel
ecommunication,
Information,
Media, Edutainment
dan Services (“TIM
ES”) di kawasan
regional.
Menjadi Perusahaan
yang unggul dalam
penyelenggaraan Tel
ecommunication,
Information,
Media, Edutainment
dan Services (“TIM
ES”) di kawasan
regional.
Be the king of
digital in the
region
Be the king of digital in
the region
VISI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk
Analisis Visi
VISI : Be the king of digital in the region
Analisis:
Visi Telkom yaitu dengan menjadi raja layanan telekomunikasi dan
digital di wilayah baik di udara, darat, dan laut. Hal ini telah sesuai dengan
kenyataannya. Dengan melihat jaringan Telkom yang menyeluruh di
Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan kualitas yang baik serta
perkembangan Telkom yang terus melakukan ekspansi ke berbagai wilayah
nasional dan menjadi perusahaan telekomunikasi paling bernilai di Asia
Tenggara
PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016
PT TELEKOMUNIKASI
INDONESIA
Menjadi Perusahaan yang
unggul dalam
penyelenggaraan Telecommu
nication, Information,
Media, Edutainment dan Ser
vices (“TIMES”) di kawasan
regional.
Menjadi Perusahaan yang
unggul dalam
penyelenggaraan Telecommunic
ation, Information,
Media, Edutainment dan Servic
es (“TIMES”) di kawasan
regional.
Menjadi Perusahaan yang
unggul dalam
penyelenggaraan Telecommunic
ation, Information,
Media, Edutainment dan Servic
es (“TIMES”) di kawasan
regional.
Be the king of digital in the
region
Be the king of digital in the
region
PT EXELCOMINDO
PRATAMA
Menjadi juara selular di
indonesia
Menjadi juara selular di
indonesia
Menjadi yang terdepan dalam
memberikan pengalaman
menggunakan mobile internet
yang mudah dengan harga
yang lebih murah untuk
masyarakat indonesia dimana
brand xl memiliki daya tarik
yang kuat untuk anak muda
Menjadi penyedia provider
terbaik di indonesia pada tahun
2020
Menjadi penyedia provider
terbaik di indonesia pada tahun
2020
PT INDOSAT
Menjadi pilihan utama
pelanggan untuk seluruh
kebutuhan informasi dan
komunikasi.
Menjadi pilihan utama
pelanggan untuk seluruh
kebutuhan informasi dan
komunikasi.
Menjadi pilihan utama
pelanggan untuk seluruh
kebutuhan informasi dan
komunikasi.
Menjadi Perusahaan
Telekomunikasi Digital
Terdepan di Indonesia
Menjadi Perusahaan
Telekomunikasi Digital
Terdepan di Indonesia
TAHUN 2016 VISI
GRAPHIC DIRECTIONAL FOCUSED
menggambarkanjenis
perusahaan yang ingin diciptakan
olehmanajemen dan hendak dicapai
oleh perusahaan
berpandangankedepan:
memberikan gambaran
stratejik,manajemen,
produk,pasar,pelanggan serta perubahan
teknologi yang akan menolong
perusahaan di masa depan
spesifik hingga mampu memberikan
panduan bagi manajerdalam membuat
keputusan dan menggunakan sumber
daya
PT TELEKOMUNIKASI
INDONESIA
Be the king of digital in the region
-
v -
PT EXELCOMINDO
PRATAMA
Menjadi penyedia provider terbaik
di indonesia pada tahun 2020 v v v
PT INDOSAT Menjadi Perusahaan
Telekomunikasi Digital Terdepan
di Indonesia v v v
% 66,67% 100% 66,67%
TAHUN 2016
VISI
FLEXIBLE FEASIBLE DESIRABLE EASY TO
COMMUNICATE
%
tidak dibuat untukberlaku
pada segala waktu tetapidapat
disesuaikan seiring perubahan
pasar, teknologi dan pelanggan
dimasadepan
dapat dicapaioleh
perusahaan pada waktunya
dan mudah
dilaksanakan(misal:
cakupan geografis nasional)
memberikan
tantangan untuk pencapaian
jangka panjang
perusahaan(misal: cakupan
regionalatau daerah)
mudah dipahamiyaitu
terdiri dari 15suku kata
PT
TELEKOMUNIKASI
INDONESIA
Be the king of digital in the region v v v
v
100%
PT EXELCOMINDO
PRATAMA
Menjadi penyedia provider terbaik
di indonesia pada tahun 2020 v v v V 100%
PT INDOSAT Menjadi Perusahaan
Telekomunikasi Digital Terdepan di
Indonesia
v v v - 85,71%
100% 100% 100% 66,67%
ELEMEN VISI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk
VISI :
Be the king of digital in the region
• GRAPHIC
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk menggambarkan jenis perusahaan komunikasi terbaik yang ingin dicapai dengan
jelas.
• DIRECTIONAL
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk memberikan kejelasan tentang inovasi, merek yang kuat dan manajemen yang prima
yang menolong perusahaan di masa depan
• FOCUSED
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk memberikan inovasi seiring perubahan pasar,teknologi dan pelanggan di masa depan.
• FLEXIBLE
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk tidak dibuat untuk berlaku pada segala waktu tetapi dapat disesuaikan dengan
didukung inovasi seiring perubahan pasar, teknologi dan pelanggan dimasa depan.
• FEASIBLE
Tujuan untuk menjadi perusahaan komunikasi di wilayah sudah dicapai oleh PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk sebagai
market leader dalam industri telekomunikasi di wilayah Indonesia serta wilayah Asia Tenggara.
• DESIRABLE
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA memberikan tantangan untuk pencapaian jangka panjang sebagai perusahaan komunikasi
• EASY TOCOMMUNICATE
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk memiliki pernyataan visi yang sederhana untuk dipahami serta mudah diingat
PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016
PT
TELEKOMUNIKASI
INDONESIA, Tbk
● To provide
TIMES services
with excellent
quality at
competitive
price.
● To be the role
model as the
best managed
Indonesian
corporation.
● To provide
“more for less”
TIMES services.
● To be the role
model as the best
managed
corporation in
Indonesia.
● To provide "more
for less" service with
respect to TIMES.
● Being exemplary of
best corporate
management in
Indonesia.
Lead Indonesian
Digital Innovation
and Globalization.
Lead Indonesian
Digital Innovation
and Globalization.
MISI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk
Misi
Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization.
Analisis :
Untuk memperkokoh leading position Telkom di industri selular Indonesia, Telkom memiliki
inisiatif untuk terus mengoptimalkan bisnis mobile care dan mengakselerasi bisnis mobile digital.
Optimilisasi bisnis mobile care dilakukan melalui pengembangan jaringan mobile broadband
untuk meningkatkan kapabilitas, coverage, kapasitas dan kualitas layanan. Sedangkan untuk
akselerasi bisnis mobile digital, Telkom melakukan inovasi layanan digital, seperti digital
lifestyle, mobile payment, mobile advertising, M2M-IoT dan big data analytic.
PT. Telkom melakukan pengembangan dan perluasan bisnis diluar Indonesia untuk memperkuat
usaha, memperluas pasar, dan membangun kompetensi sumber daya manusia yang berkelas
dunia.
PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016
PT TELEKOMUNIKASI
INDONESIA
● To provide TIMES
services with excellent
quality at competitive price.
● To be the role model as
the best managed Indonesian
corporation.
● To provide TIMES services
with excellent quality at
competitive price.
● To be the role model as the
best managed Indonesian
corporation.
● To provide TIMES services
with excellent quality at
competitive price.
● To be the role model as the
best managed Indonesian
corporation.
Lead Indonesian Digital
Innovation and Globalization.
Lead Indonesian Digital
Innovation and Globalization.
PT EXELCOMINDO
PRATAMA
Memuaskan pelanggan,
pemegang saham, dan
karyawan
Memuaskan pelanggan,
pemegang saham, dan
karyawan
Memuaskan pelanggan,
pemegang saham, dan
karyawan
Memberikan yang terbaik bagi
pelanggan, baik dalam hal
produk, layanan, teknologi dan
value for money
Misi Membuat hidup yang
lebih bermakna bagi
masyarakat Indonesia melalui
kemudahan koneksi digital
PT INDOSAT
 Menyediakan dan
mengembangkan
produk, layanan, dan
solusi inovatif dan
bermutu tinggi yang
menawarkan nilai
terbaik bagi pelanggan
kami.
 Meningkatkan secara
terus menerus nilai
pemegang saham.
 Mewujudkan kualitas
kehidupan yang lebih
baik bagi pemangku
kepentingan kami.
 Menyediakan dan
mengembangkan produk,
layanan, dan solusi
inovatif dan bermutu
tinggi yang menawarkan
nilai terbaik bagi
pelanggan kami.
 Meningkatkan secara
terus menerus nilai
pemegang saham.
 Mewujudkan kualitas
kehidupan yang lebih baik
bagi pemangku
kepentingan kami.
 Menyediakan dan
mengembangkan produk,
layanan, dan solusi
inovatif dan bermutu
tinggi yang menawarkan
nilai terbaik bagi
pelanggan kami.
 Meningkatkan secara
terus menerus nilai
pemegang saham.
 Mewujudkan kualitas
kehidupan yang lebih baik
bagi pemangku
kepentingan kami.
 Layanan dan Produk
Yang Membebaskan
 Jaringan Data yang
Unggul
 Memperlakukan
Pelanggan Sebagai
Sahabat
 Transformasi Digital
 Layanan dan Produk
yang Memberikan
Keleluasaan
 Jaringan Data yang Kuat
 Memperlakukan
Pelanggan
DIMENSI
PERUSAHAAN MISI 2016
PELANGGAN PRODUK/JASA PASAR TEKNOLOGI
FOKUS PADA
KELANGSUNGAN
HIDUP,PERTUMBU
HAN DAN
PROFITABILITAS
PT TELEKOMUNIKASI
INDONESIA
Lead Indonesian Digital
Innovation and Globalization
- v v v -
60%
PT EXELCOMINDO PRATAMA
Misi Membuat hidup yang lebih
bermakna bagi masyarakat
Indonesia melalui kemudahan
koneksi digital
v v v v V 100%
PT INDOSAT
 Layanan dan Produk yang
Memberikan Keleluasaan
 Jaringan Data yang Kuat
 Memperlakukan Pelanggan
v v - v V 80%
66,66% 100% 66,66% 100% 66,66%
D IMENSI
PERUSAHAAN MISI2016 FILOSOFI KONSEPDIRI FOKUS CITRA PUBLIK FOKUS KARYAWAN %
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA
Lead Indonesian Digital Innovation and
Globalization
v
v - - 50%
PT EXELCOMINDO PRATAMA
Misi Membuat hidup yang lebih bermakna
bagi masyarakat Indonesia melalui
kemudahan koneksi digital
v v v - 75%
PT INDOSAT
 Layanan dan Produk yang
Memberikan Keleluasaan
 Jaringan Data yang Kuat
 Memperlakukan Pelanggan
- v v - 50%
66,66% 100% 66,66% 0%
ELEMEN MISI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA
Misi : Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization
• FOLOSOFI
PT Telekomunikasi Indonesia memiliki filosofi untuk memimpin industry Indonesia
dalam era digital
• KONSEP DIRI
PT Telekomunikasi Indonesia mampu memimpin perkembangan digital di Indonesia
dengan melakukan inovasi layanan digital dan pengembangan serta perluasan bisnis
di luar Indonesia.
• FOKUS CITRA PUBLIK
PT Telekomunikasi Indonesia memiliki keyakinan menjadi perusahaan yang dapat
menyediakan layanan Telecommunication, Information,
Media, Edutainment dan Services (“TIMES”) yang berkualitas tinggi.
• FOKUS KARYAWAN
PT. Telekomunikasi Indonesia melakukan sosialisasi dan berupaya dalam penegakan
etika bisnis dalam populasi seluruh karyawan.
ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL
Faktor Demografi
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Kondisi demografi di Indonesia dimana
populasi terbesar keempat di dunia dan
kelas menengah yang tumbuh pesat,
serta ekonomi Indonesia yang
memperlihatkan pertumbuhan yang baik
dan stabil yang diharapkan akan terus
mendorong permintaan akan layanan
telekomunikasi dan data. sisi lain
masyarakat semakin terbuka terhadap
globalisasi gaya hidup digital, dan
terutama meningkat pesatnya
penggunaan perangkat ponsel cerdas
dengan harga yang semakin terjangkau
maupun tingginya aktivitas di jejaring
sosial, yang diharapkan akan mendorong
pertumbuhan layanan mobile internet.
Dan juga persaingan antar operator
telekomunikasi yang semakin terbuka
dan ketat.
Dengan perkembangan yang pesat,
memberikan peluang PT Telkom untuk
memberikan pelayanan yang lebih baik
kedepannya sehingga customer akan
menjadi pengguna tetap data dan layanan
lainnya yang di tawarkan PT Telkom.
Banyaknya persaingan data yang murah,
di khawatirkan dapat menurunkan
kualitas pelayan. Hal ini dikarenakan ada
penawaran yg tidak sesuai dengan
produk yang ditawarkan yang akan
menurunkan daya beli.
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Beberapa waktu yang lalu,
Indonesia di hadapi oleh informasi
hoax oleh salah satu komunitas yang
sering dijuluki SARACEN.
Komunitas ini memberikan jasa
kepada para klien yang beberapa
klien terdiri dari kalangan elit
politik yang ingin melakukan
kampanye. Dengan menyebarkan
konten hoax dan sara di media
sosial, dan di media cyber yang
mereka miliki. Alhasil banyak
pengguna Gadged di Indonesia yang
meyerap informasi yang tidak benar.
Peningkatan penggunaan media
komunikasi oleh masyarakat
Indonesia meningkat diakibatkan
oleh informasi hoax yang
disebarkan oleh komunitas
SARACEN. Masyarakat tidak ingin
ketinggalan informasi mengenai
perkembangan terbaru. Hal ini
sangat memberikan peluang kepada
PT Telkom.
Dengan adanya informasi yang tidak
benar disebarkan oleh komunitas
SARACEN kepada masyarakat
umum mengakibatkan perubahan
paradigma masyarakat. Hal ini akan
mengurangi tingkat kepercayaan
akan keaslian dan kebenaran
informasi yang diberikan. Hal ini
akan mengurangi penggunaan media
informasi yang tentunya berdampak
pada penurunan jasa PT Telkom.
Faktor Politik dalam Negeri
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Adanya konflik kemanusiaan di
Myanmar membawa dampak bagi
Negara lain yang menjalin
hubungan bilateral, terkhusus bagi
Indonesia dalam kerjasamanya
dibidang komunikasi dan informasi.
Bisnis dengan risiko lebih rendah,
return yang lebih cepat dan value
yang lebih tinggi, seperti bisnis
digital media dan solusi ICT yang
dibutuhkan oleh Small Medium
Enterprise (SME) dan korporasi.
Pemerintah Myanmar tengah
menggencarkan upaya menyediakan
akses teknologi informasi bagi
rakyatnya.
Hubungan kerjasama bisnis antara
Indonesia dengan Myanmar kini
sedang dalam pengkajian ulang.
Indonesia mengancam akan
memutuskan hubungan bilateral
dengan Myanmar sebagai bentuk
protes pemerintah atas aksi represif
pemerintah Myanmar dengan etnis
Rohingya. Ancamaan Pemutusan
hubungan kerja antara kedua Negara
ini dilihat juga dari angka
perdagangan yang dinilai tidak
terlalu signifikan dan tidak
berdampak bagi laju perekonomian
di Indonesia.
Faktor Politik Luar Negeri
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Fundamental ekonomi Indonesia saat ini
dinilai terus menguat. Penguatan itu
terlihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi
yang tinggi terbukti ditengah
ketidakpastian ekonomi global Indonesia
masih bisa tumbuh 5,02% tahun lalu pada
tahun 2016
Pertumbuhan ekonomi naik pertama kali
dalam 5 tahun terakhir. PDB. Setelah
penguatan di 2016, pertumbuhan ekonomi
2017 diharapkan akan sangat membantu
bagi kenaikan harga komoditas dan
diharapkan bisa mendorong pertumbuhan
ekonomi 5,2% dan semoga naik 5,3% di
2018.
 Perubahan pola konsumsi masyarakat
Pertumbuhan ekonomi yang baik akan
berpengaruh terhadapa pola konsumsi
masyarakat terkhusunya pada dunia
Telekomunikasi dan digital, salah satunya
adalah mencari penyedia jasa
telekomunikasi maupun jaringan yang
lebih cepat untuk memudahkan usaha
bisnis mereka ataupun urusan pribadi.
 Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
Dengan adanya pertumbuhan ekonomi
indonesia maka secara langsung
meningkatnya daya beli masyarakat, yang
semakin digitalisasi dan mobilisasi yang
memudahkan masyarakat sendiri.
 Meningkatnya Persaingan
Dengan meningkatnya roda ekonomi ini
perusahaan-perusahaan lain yang sejenis
juga akan memanfaatkan dengan
melakukan inovasi-inovasi untuk menarik
pelanggan yang sekarang serba
menggunakan dunia digital dalam
melakukan segala jenis kegiatan.
 Trend yang cepat berubah
Perkembangan dunia yang semakain maju
membuat perubahan selera masyarakat
yang semakin cepat berubah membuat
perusahaan dapat kehilangan pangsa
pasarnya.
 Perubahan teknologi yang cepat
Perubahan selera yang cepat juga
didukung dengan perubahan teknologi
yang cepat, sehingga dapat menyebabkan
perusahan kehilangan daya saing terhadap
perusahaan lain.
Faktor Lingkungan Ekonomi
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Dengan adanya kebudayaan yang
beraneka ragam akan ada usaha
untuk memperkenalkan di mata
dunia. Maka dari itu telekomunikasi
juga sangat di perlukan baik digital
maupun langsung.
Di Indonesia, tuntutan pelaksanaan
CSR tertuang dalam upaya
pemerintah melalui pembuatan
Pasal 1 Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2007 tentang ketentuan
pelaksanaan tanggung jawab sosial
dan lingkungan. Melalui undang-
undang ini, suatu perusahaan
dituntut untuk melaksanakan
program CSR, tidak terkecuali PT
Telkom.
 Peningkatan Targer pasar
Dengan melakukan tanggung jawab
sosial terhadap lingkungan sekitar
dan daerah terpencil di Indonesia
dapat meningkatkan pengetahuan
masyarakat tehadap keberadaan PT
Telkom yang hadir untuk dinikmati
oleh seluruh masyarakat Indonesia
tanpa terkecuali.
 Mendukung iklim usaha
Melakukan tanggung jawab sosial
akan membuat Citra perusahaan
yang positif, hal ini akan
mendukung iklim usaha bagi PT
Telkom yang dapat menjamin
keberlangsungan perusahaan.
PT Telkom sebagai perusahaan
negara yang keberadaan kantor
kantor cabang bearda hampir di
seantero pelosak negeri ini tidak
akan terlepas dari ancaman konflik
yang mungkin terjadi disekitar
kantor. Ancaman konflik yang
mungkin terjadi dapat menghambat
perusahaan dalam melakukan
kegiatan bisnis.
Faktor Sosial dan Budaya
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Tantangan perusahaan penyedia
teknologi jaringan dan jasa
telekomunikasi adalah
menciptakan produk dan jasa yang
lebih cepat dan inovatif, Tantangan
dimasa depan adalah melakukan
transformasi secara penuh untuk
menjadikan perusahaan yang lebih
fokus lagi kepada pelanggan yang
didukung oleh teknologi dan
struktur organisasi yang tepat dan
yang dapat membuat seluruh insan
Telkom untuk bekerja bersama
secara efektif.
 Mengembangkan produk yang lebih
populer
Teknologi new wave telah berkembang secara
pesat dalam sepuluh tahun terakhir ini dan
sedang merubah cara kita berkomunikasi
anatara satu dengan yang lainnya, dalam
mengakses hiburan dan pekerjaan.
 Platrform ultimedia akan menjadi pilihan
Teknologi yang baru ini akan menjadikan
produk Telkom dilirik masyarakat, hal ini
dikarenakan penggunaannya yang lebi mudah
dan praktis dalam melakukan kegiatan-
kegiatan seperti kegiatan berbisnis melalui
aplikasi yang telah disediahkan oleh PT
Telkom.
 Persaingan yang meningkat
Perkembangan teknologi dapat
dimanfaatkan oleh perusahaan-
perusahaan lain yang sejenis dengan PT
Telkom sehingga dapat meningkatkan
persaingan.ini menjadi sebuah ancaman
bagi PT Telkom.
 Kualitas sumber daya manusia
Terciptanya teknologi yang semakin
maju perlu diikuti oleh peningkatan
kualitas sumber daya manusia yang ada
di perusahaan untuk mampu
menciptakan ide yang inovatif dan
keterampilan dalam melakukan
pekerjaan sehingga tidak kalah saing
dengan perusahaan swasta lainnya
Faktor Teknologi
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Pemerintah adalah pemegang saham
mayoritas dan pengendali Perusahaan.
Sebagai regulator, Pemerintah
menerbitkan lisensi serta membuat,
mengawasi dan menegakkan peraturan
yang berkaitan dengan pengaturan sektor
telekomunikasi dan memutuskan
penetapan tarif.
Menurunnya biaya interkoneksi justu
menjadikan kompetisi bukan lagi
terbatas persaingan kuatnya modal, tapi
mendorong hadirnya inovasi produk dan
jasa pelayanan kepada konsumen,
penurunan biaya interkoneksi akan
menghilangkan dominasi pasar karena
mampu menjaga kompetisi bisnis yang
sehat. Ada korelasi antara penurunan
biaya inter koneksi terhadap tarif ritel.
Penetapan tarif asimetris justru akan
menguntungkan pelanggan karena biaya
yang diberlakukan dihitung berdasarkan
recovery cost operator.
penyusunan formula tarif yang dilakukan
oleh pemerintah menggunakan metode
price cap yang diklaim paling cocok
dengan kondisi Indonesia. Sayangnya,
metode ini ternyata sangat rentan oleh
faktor inflasi karena menggunakan
customer price index (CPI) sebagai
unsur utamanya, di samping faktor
efesiensi operator sendiri.
Akibatnya nilai rupiah mengalami
depresiasi yang sedemikian besar
beberapa tahun terakhir yang berakibat
pada naiknya angka inflasi, penyesuaian
tarif telepon juga meroket. Hal ini
mengakibatkan konsumen telepon harus
menganggung kenaikan tarif yang
dirapel untuk sekaligus 3 tahun.
Faktor Hukum dan Regulasi
Fakta Fenomena Peluang Ancaman
Presiden ke-7 kita yang sekarang ini
Bapak Joko Wododo, sering
mengupload berbagai kegiatan
kerjanya hal ini tentu sangat positif
agar masyarakat dapat lebih
mengetahui apa saja yang di
kerjakan oleh orang Nomor 1 di
Negara Indonesia ini. Dengan
komunikasi yang transparan ini tak
sedikit pengikut media sosial yang
mengikuti akun media sosial para
pejabat negara. Hal ini dilakukan
agar masyarakat dapat mengetahui
apa saja yang dilakukan pejabat
negara.
Dengan Komunikasi yang positif,
akan memberikan kemajuan
terhadap perusahaan PT. Telkom
Indonesia Selanjutnya dapat
mempertahankan peringkat PT
Telkom sebagai perusahaan
telekomunikasi terbaik pada
kelasnya.
Dengan pemberitaan yang tidak
benar akan sebuah berita, dapat
mengurangi penggunaan
komunikasi pada suatu situs yang
ada kerjasama dengan PT
Telkomunikasi. hal ini dikarenakan
akan mengurangi kepercayaan
pembaca pada berita yang
menyediakan situs tidak benar
tersebut.
Faktor Pemerintah
AUDIT LINGKUNGAN
EKSTERNAL
(Model Five Force Porter)
PERSAINGAN ANTAR PERUSAHAAN SAINGAN
Salah satu contoh penyebabnya meningginya tingkat persaingan adalah perang harga serta inovasi produk baru dari
kompetitor. Ancaman yang paling besar yang ada di Telkom adalah persaingan harga yang kompetitif, kompetitor baru
maupun kompetitor yang telah ada sebelumnya berusaha menarik para pelanggan baru maupun pelanggan Telkom dengan
tarif telepon dan sms yang murah, sehingga Telkomsel pun berusaha menurunkan tarifnya, namun hal ini berdampak
dengan melambatnya pertumbuhan pendapatan telkomsel pada tahun 2008 yang hanya sebesar 1,4%. Adanya kompetisi
yang intens dan perang tarif, Telkomsel melakukan strategi untuk memenangkan pelanggan baru di 2008. Teknologi
CDMA juga cukup berperan negative dalam pertumbuhan pelanggan maupun pendapatan kita. Saat ini, kebanyakan
pelanggan pelanggan memiliki dua nomor (CDMA dan GSM) dan mereka lebih memilih menelepon menggunakan
CDMA, karena tariff nya lebih murah disbanding GSM. Jika tidak ada pesaing CDMA, maka kami perkirakan minutes of
usage akan meningkat jauh lebih tinggi lagi. Akan tetapi Industri telekomunikasi sendiri punya prospek growth yang tinggi,
karena orang selalu membutuhkan komunikasi dan ditunjang oleh pertumbuhan penduduk. Kemudian, exit barriers juga
tinggi, karena perusahaan tentunya sudah menginvestasikan infrastruktur telekomunikasi yang tidak murah. Saat ini,
operator melakukan perang harga dalam menjaring konsumen, sementara switching cost pun rendah.
POTENSI MASUKNYA PENDATANG BARU
(Ancaman pendatang baru) besarnya keuntungan yang didapat dari suatu bisnis akan dengan cepat menarik para pemain
baru untuk terjun ke dalam persaingan. Masing-masing industri memiliki karakteristik tersendiri mengenai hal ini.
Bisnis pertelekomunikasian merupakan bisnis yang menarik ekspansi global. Di sisi lain secara tidak langsung telah
membuktikan bahwa sektor telekomunikasi merupakan sektor yang paling diminati oleh perusahaan multinasional
dalam rangka ekspansi dan globalisasi. Namun berdasarkan kebijakan pemerintah struktur pasar jasa telekomunikasi
sudah diatur sedemikian rupa sehingga perusahaan-perusahaan yang akan masuk dalam industri ini harus benar- benar
yakin apabila hanya ragu- ragu akan mengalami kesulitan, selain itu untuk masuk dalam industri ini memerlukan modal
yang besar kecuali perusahaan- perusahaan yang telah mapan. Dengan begitu kemungkinan kecil adanya pendatang
baru untuk memasuki industri ini.
POTENSI PENGEMBANGAN PRODUK-PRODUK PENGGANTI
Semakin banyak barang atau layanan yang dapat menggantikan produk suatu perusahaan, maka posisi perusahaan
tersebut semakin lemah. Layanan komunikasi mobile hari ini sudah jauh melebihi layanan telepon dan SMS.
Pengguna bisa terkoneksi dengan teman, keluarga melalui email, video calls, pesan audio dan video, update status.
Tidak ada satupun fitur-fitur tersebut yang menjadi layanan standard di perangkat mobile, karena fitur-fitur tersebut
dikembangkan dan dikelola oleh banyak perusahaan berbeda dan berjalan di atas infrastruktur yang dimiliki telko.
Kenyataan bahwa layanan-layanan tersebut digunakan menggantikan layanan telepon dan SMS mulai
mengkhawatirkan industri telkomuikasi. Dalam beberapa bulan belakangan, lima aplikasi teratas di Google Play
Indonesia merupakan aplikasi komunikasi: KakaoTalk, WeChat, WhatsApp, Line dan Facebook. Konsumen
Indonesia menginginkan cara untuk berkomunikasi satu sama lain dengan bebas. Mereka tidak mempermasalahkan
biaya langganan,yang menyebabkan penimgkatan aplikasi BBM dan juga mendongkrak penjualan smartphone.
BlackBerry selama beberapa tahun dan juga WhatsApp sebagai aplikasi alternatif pengganti BBM. Ketika pengguna
mulai lebih sering menggunakan BBM ketimbang telepon/SMS, seharusnya telkomsel sudah bisa melihat peringatan
tersebut. Mungkin seharusnya industri telekomunikasi sudah melihat tren ini lebih dulu dan mulai bergerak
mengantisipasi dengan berbagai cara, namun salah satu figur industri baru-baru berkata bahwa hampir tidak mungkin
bagi telko untuk bergerak begitu cepat dan mengantisipasi tren layanan OTT (Over The Top).
DAYATAWAR PEMASOK
Perusahaan yang bergantung pada sedikit supplier akan memiliki bargaining power yang lemah. Kelangkaan
supplier akan membuat mereka dengan mudah menaikkan harga bahan baku sehingga profit margin suatu
perusahaan semakin menipis. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki banyak alternatif supplier akan memperoleh
keuntungan yang besar. Perusahaan telekomunikasi sekarang sudah memakai kabel serat optik baik yang ada di
darat maupaun yang ada di laut sehingga jaringan kabel lama ( tembaga ) sudah tidak memadai lagi baik untuk
mengakomodasi data maupun informasi. Namun kebutuhan kabel serat optik ini sebagian besar masih diimpor
dari luar negeri sehingga apabila nilai tukar mata uang dalam negeri melemah hal ini yang menjadi bumerang.
Kondisi daya tawar perusahaan telekomunikasi indonesia tidak terlalu lemah karena pemasoknya terdiri dari
banyak perusahaan.
DAYATAWAR KONSUMEN
banyak jumlah pesaing suatu perusahaan, maka pelanggan (buyer) akan memiliki bargaining power yang lebih kuat
dan menurunkan tingkat keuntungan perusahaan tersebut, dan sebaliknya. Jumlah pelanggan dari tahun ke tahun
selalu meningkat hal ini hampir 75 persen orang di seluruh dunia memakai. Orang indonesia pada umumnya tidak
memiliki daya tawar cukup kuat terhadap telekomunikasi, karena tidak memiliki pilihan sarana telekomunikasi
yang hanya terbatas dalam pilihan tertentu dan kurang bisa memuaskan pelayanan atas jasanya. Sehingga melihat
hal tersebut potensi pasar telekomunikasi cukup besar dari tahun ke tahun, apalagi indonesia merupakan negara
berkembang yang masih sangat banyak yang harus digarap
AUDIT EKSTERNAL
EFE Analysis
Analisis EFE (External Factor Evaluation-EFE Matrix) digunakan untuk
mengindentifikasikan faktor-faktor eksternal Telkom supaya dapat dilihat peluang dan
ancaman yang ada saat ini. Analisis EFE ini menggunakan bobot dan rating dalam
menentukan pengaruh masing-masing faktor.
Analisis EFE (External Factor Evaluation-EFE Matrix)
Matriks Evaluasi Faktor Eksternal
No Opportunity Bobot Rating
Score
Bobot
1. Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar
seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) 0.10 3 0.30
2. Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0.05 3 0.15
3. Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa 0.05 4 0.20
4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data, terutama
untuk gambar, musik dan video. 0.10 3 0.30
5. Meningkatnya pelanggan broadband internet 0.10 3 0.30
6. Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS (Base Tranceiver
Station) bersama.
0.05 2 0.10
7. Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas
menengah (middle-class and affluents) 0.05 2 0.10
8. Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic
Community 0.05 3 0.15
No. Threat Bobot Rating
Score
Bobot
1. Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang
menurunkan profit margin 0.10 3 0.30
2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0.05 4 0.20
3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean
Economic Community 0.05 2 0.10
4. Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi,
kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) 0.05 3 0.15
5. Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan
penggunaan, pembagian dan lelang spektrum 0.10 2 0.20
6. Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0.05 4 0.20
7. Harga barang Komplementer yang baik 0.05 3 0.15
Total 1.00 2.90
Rating ditentukan sebagai berikut: Rating Keterangan 4 respon sangat bagus 3 respon
di atas rata-rata 2 respon rata-rata 1 respon di bawah rata-rata
Dalam pemberian rangking dan nilai faktor, penulis berusaha memberikan data
seobyektif mungkin. Tetapi pemberian rangking dan nilai faktor tersebut masih
mengandung kelemahan karena hanya menggunakan judgment sehingga mengandung
subjektivitas.
Keterangan:
Audit Internal
Value Chain Analysis, Vrio Analysis, IFE, and SWOT
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Inbound Logistics (logistik masuk)
Invound logistic adalah aktivitas yang berhubungan dengan penanganan material sebelum digunakan.
Perwujudan Indonesia Digital Network dilakukan melalui tiga program pengemvangan sebagai berikut:
• Id-Convergence (“id-Con”) : pengembangan infrastruktur jaringan service node menuju integrated NGN
unutk multi-layanan dan multi layar
• Id-Ring: pengembangan infrastruktur jaringan transport menuju ip-based and optical backbone network.
• Id-Access: pengembangan infrastruktur jaringan akses ke arah pelanggan menjadi high speed broadband
access melalui jaringan serat optic dan wi-fi
• Dalam pengadaan barang dan jasa telkom menerapkanya secara digital melalui sistem e_procurement
Raw Material
• Sambungan telepon kabel tidak bergerak
• Sambungan telepon nirkabel tidak bergerak
• Jaringan transmisi
Primary activities:
Operation
“PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN”
Telkom mengelompokkan infrastruktur jaringan menjadi dua yaitu:
• Infrastruktur jaringan internatsional untuk mendukung program international expansion
• Infrastruktur jaringan nasional yang dibuat untuk mendukung program IDN
Outbound Logistics
Outbound logistic adalah aktivitas yang dilakukan untuk menyampaikan produk ke tangan konsumen.
Dalam melakukan aktivitas untuk menyampaikan produk ke konsumen, Telkom memiliki beberapa saluran
utama:
• Plasa Telkom dan Grapari
• Contact center
• Partnership store
• Feet on the street
• Dealer resmi dan gelar ritel
• Channel partner
• Website
Primary activities:
Sales & Marketing
Untuk mencapai terget pemasangan indihome secara nasional, Telkom mengembangkan 3 channel, yaitu:
Pll
Pada channel ini, kegiatan pemasaran lebih bersifat modern dengan adanya:
• Telkom store (Plasa Telkom)
• Website & Media Social.
• Call 147
• TAM (open stand di hotel atau event-event)
Push
Channel ini menyelenggarakan kegiatan pemasaran bersifat tradisional seperti contoh feet on the street
Put
Channel ini melakukan kegiatan pemasaran yang contohnya adalah partnership dan distribution shrae
(DSHR) (Telkom access; teknisi & instalasi)
Primary activities:
Service
Program peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan yang dilakukan PT Telkom Indonesia
terdiri dari:
• Higher Speed Same Price (HSSP)
• Indihome Suggested Package (ISP)
• TAM – Tele Account Management
• Telkom membership
• Integrated Customer Care Center (IC3) Tools
Primary activities:
Pengukuran kualitas pelayanan dilakukan pada beberapa taha sesuai proses layanan.
Primary activities:
Metode Indikator Kegunaan
Mystery shopping dan
mystery calling
Service Quality index/
bulan
Untuk memastikan standar
pelayanan diterapkan
secara konsisten dan
berkualitas
Customer satisfaction and
loyalty survey (CSLS)
Indikator yang diukur
adalah Customer
satisfaction index,
customer dissatisfaction
index, dan customer
loyalty index. Setiap tahun
Mengukur tingkat
kepuasan pelanggan
terhadap empat pilar yang
terdiri dari produk, harga,
promosi dan pelayanan.
SUPPORTACTIVITIES
Procurement (penyediaan)
• Merancang hubungan yang tepat dengan suppliers
• Memilih suppliers
• Memilih dan mengimplementasikan teknologi yang cocok
• Memelihara data yang dibutuhkan dan data supplier
• Proses pembelian
• Mengevaluasi kinerja supplier
Telkom menerapkan e_procurement dalam sistem pengadaan baran dan jasa sehingga diharapkan bisa
menghemat capital expenditures
Technology Development (pengembangan teknologi)
Telkom mengembangkan jaringan akses berbasis fiber optik mencapai 13,2 juta homes passed dan
membangun fiber to building untuk membangkitkan bisnis fixed line.
Membangun 15.556 BTS dimana 75% BTS 3G dan 4G, selain itu telkom membangun 170 ribu titik akses
wifi. Telkom Group didukung oleh jaringan backbone yang superior hingga nantinya menjangkau seluruh
wilayah nusantara.
Human Resources Development (pengembangan SDM)
• Mengembangkan SDM yang berkompeten & berkualitas.
Firm Infrastructure (infrastruktur perusahaan)
• Integrasi unit usaha dibawah 4 divisi utama.
• Sistem kontrol terpusat.
• Internalisasi nilai – nilai Telkom.
SUPPORTACTIVITIES
Human Resources Development (pengembangan SDM)
• Pengukuran SDM
Mengukur kinerja karyawan telkom menggunakan Competency based human resource management dan
juga digunakan untuk menentukan tingkat gaji dan membangun kompetesni dan sebuah master plan untuk
memberikan arahan bagi sdm
• Pengembangan SDM
->pengembangan kepemimpinan dan pembinaan karyawan
->melakukan pencapaian corporate strategic goal
->mengurangi kesenjangan kompetensi karyawan melalui penilaian dan evaluasi CBHRM
• Penghargaan karyawan
Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi guna memotivasi dan terpacu dalam
melakukan roda aktifitas
Firm Infrastructure (infrastruktur perusahaan)
• Telkom menjawab tantangan global market dengan melakukan transformasi menuju bisnis digital agar
tetap tumbuh secara kompetitif dan berkelanjutan.
• Memperkuat infrastuktur broadbrand baik secara coverage maupun kapasitas
• Melakukan ekspansi internasional
MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL
No Strength Bobot Rating
Score
Bobot
1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia,
Operator Selular yang pertama (Telkomsel)
0.10 3 0.30
2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public, Listing di BEI,
NYSE, LSE
0.07 3 0.21
3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0.10 4 0.40
4. Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company" Award 5x
& Best Of Asia kategori Asia's Icon On corporate Governance 2013 0.06 4 0.24
5. Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-access, id-
ring, id-con seluruh Indonesia
0.10 3 0.30
6. Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun 2014 target
Ekspansi bisnis total 10 negara
0.07 4 0.28
7. Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan
restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES
0.10 3 0.30
MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL
No Weakness Bobot Rating
Score
Bobot
1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan
perkembangan teknologi
0.08 3 0.24
2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas
0.05 4 0.20
3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat
penundaan proyek infrastruktur
0.07 2 0.14
4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed
wireless
0.05 3 0.15
5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri
ketat
0.08 3 0.24
6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0.07 3 0.21
Total 1.00 3.21
SWOT
STRENGTH
• Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar
di Indonesia, Operator Selular yang pertama
(Telkomsel)
• Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public,
Listing di BEJ, NYSE, LSE
• Pelanggan seluler terbesar di Indonesia
• Tata kelola perusahaan yang baik, " Most Trusted
Company" Award 5x & Best Of Asia kategori Asia's
Icon On corporate Governance 2013
• Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan
id-access, id-ring, id-con seluruh Indonesia
• Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun
2014 target Ekspansi bisnis total 10 negara
• Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi,
Partnership dan restrukturisasi pada perusahaan berbasis
TIMES
WEAKNESS
• Anggaran belanja besar untuk infrastruktur &
perubahan perkembangan teknologi
• Umur masa operasional infrastruktur (Satelit)
yang terbatas
• Penyerapan anggaran CAPEX yang belum
optimal akibat penundaan proyek infrastruktur
• Penurunan pendapatan dari layanan fixed
wireline dan fixed wireless
• Margin keuntungan menurun karena
persaingan dalam industri ketat
• Pendapatan dari entitas lain belum berperan
OPPORTUNITY
• Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas
jaringan menjadi bertambah besar seperti teknologi 4G-LTE
(long-term evolution)
• Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh,
Myanmar)
• Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover,
terutama di luar Jawa
• Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms
menjadi pengguna data, terutama untuk gambar, musik dan
video.
• Meningkatnya pelanggan broadband internet baik mobile
maupun fixed
• Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti
penggunaan BTS bersama.
• Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai
dengan bertambahnya kelas menengah (middle-class and
affluents)
• Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung
dalam Asean Economic Community
THREAT
• Kompetisi yang meningkat antar operator seluler
dan broadband yang menurunkan profit margin
• Bertambah tidak amannya internet bagi anak di
bawah umur
• Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari
negara AFTA, Asean Economic Community
• Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi
berada (inflasi, kestabilan politik, pertumbuhan
ekonomi)
• Aturan dari pemerintah terutama yang
berhubungan dengan penggunaan, pembagian dan
lelang spektrum
• Rendahnya biaya untuk berpindah antar
perusahaan seluler
• Harga barang Komplementer yang baik
STRATEGI
STRATEGI
OBJECTIVES
Directional
Strategy
Portfolio
Strategy
Parenting
Strategy
Directional Strategy: Disruptive competitive
growth
Di tengah perubahan lingkungan industri yang sangat menantang,
TelkomGroup yakin bahwa kapitalisasi pasar akan tumbuh secara
signifikan. Ini dilakukan dengan cara memberikan nilai lebih kepada
pelanggan melalui inovasi produk dan layanan, mendorong sinergi serta
membangun ekosistem digital yang kuat baik di pasar domestik maupun
internasional.
Portfolio Strategy: Customer value through
digital TIMES portfolio
TelkomGroup berfokus pada portofolio digital TIMES
(Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services)
melalui penyediaan layanan yang nyaman dan konvergen sehingga
memberikan nilai yang tinggi kepada pelanggan.
Parenting Strategy: Strategic Control
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara efektif, TelkomGroup
menerapkan pendekatan strategic control untuk menyelaraskan unit
bisnis, unit fungsional dan anak perusahaan agar proses dapat berjalan
lebih terarah, bersinergi, dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
TAHAP INPUT
MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL
No Strength Bobot Rating
Score
Bobot
1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia,
Operator Selular yang pertama (Telkomsel)
0.10 3 0.30
2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public, Listing di BEI,
NYSE, LSE
0.07 3 0.21
3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0.10 4 0.40
4. Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company" Award 5x
& Best Of Asia kategori Asia's Icon On corporate Governance 2013 0.06 4 0.24
5. Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-access, id-
ring, id-con seluruh Indonesia
0.10 3 0.30
6. Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun 2014 target
Ekspansi bisnis total 10 negara
0.07 4 0.28
7. Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan
restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES
0.10 3 0.30
MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL
No Weakness Bobot Rating
Score
Bobot
1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan
perkembangan teknologi
0.08 3 0.24
2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas
0.05 4 0.20
3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat
penundaan proyek infrastruktur
0.07 2 0.14
4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed
wireless
0.05 3 0.15
5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri
ketat
0.08 3 0.24
6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0.07 3 0.21
Total 1.00 3.21
Matriks Evaluasi Faktor Eksternal
No Opportunity Bobot Rating
Score
Bobot
1. Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar
seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) 0.10 3 0.30
2. Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0.05 3 0.15
3. Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa 0.05 4 0.20
4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data, terutama
untuk gambar, musik dan video. 0.10 3 0.30
5. Meningkatnya pelanggan broadband internet 0.10 3 0.30
6. Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS (Base Tranceiver
Station) bersama.
0.05 2 0.10
7. Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas
menengah (middle-class and affluents) 0.05 2 0.10
8. Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic
Community 0.05 3 0.15
Faktor-faktor keberhasilan penting
PT. Telekomunikasi Indonesia PT. Exelcomindo
Pratama
PT. Indosat
Bobot Peringkat Skor Peringkat Skor Peringkat Skor
Reputasi Brand 0,15 4 0,60 4 0,60 3 0,45
Kualitas Produk 0,15 4 0,60 4 0,60 3 0,45
Pengeluaran R&D 0,07 3 0,21 3 0,21 3 0,21
Kesuksesan Pengenalan Terbaru 0,10 3 0,30 3 0,30 3 0,30
Daya Saing Harga 0,15 4 0,60 4 0,60 3 0,45
Kesuksesan Mempromosikan Produk 0,15 3 0,45 3 0,49 3 0,45
Kemampuan Pemasaran Superior 0,08 3 0,24 3 0,24 3 0,24
Inovasi dalam Produk dan Jasa 0,15 4 0,60 3 0,45 3 0,45
Total 1,00 3,6 3,49 3
No. Threat Bobot Rating
Score
Bobot
1. Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang
menurunkan profit margin 0.10 3 0.30
2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0.05 4 0.20
3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean
Economic Community 0.05 2 0.10
4. Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi,
kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) 0.05 3 0.15
5. Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan
penggunaan, pembagian dan lelang spektrum 0.10 2 0.20
6. Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0.05 4 0.20
7. Harga barang Komplementer yang baik 0.05 3 0.15
Total 1.00 2.90
Tahap Pencocokan
SWOT MATRIX
WEAKNESS
1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur &
perubahan perkembangan teknologi
2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit)
yang terbatas
3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum
optimal akibat penundaan proyek
infrastruktur
4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed
wireline dan fixed wireless
5. Margin keuntungan menurun karena
persaingan dalam industri ketat
6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan
THREAT
1. Kompetisi meningkat menurunkan profit
margin
2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di
bawah umur
3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari
negara AFTA, Asean Economic Community
Kondisi makro
4. Aturan dari pemerintah
5. Rendahnya biaya untuk berpindah antar
perusahaan seluler
6. Harga barang komplementer yang baik
OPPORTUNITY
1. Kapasitas jaringan bertambah besar
2. Kesempatan di negara-negara berkembang
3. Wilayah Indonesia belum sepenuhnya dikover
4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna
voice dan sms menjadi pengguna data
5. Meningkatnya pelanggan broadband internet
Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi
6. Meningkatnya pendapatan masyarakat
Indonesia
7. Masuk ke negara-negara yang bergabung dalam
Asean Economic Community
S-O
• (S2 – O2) Fokus pada perluasan pangsa
pasar di negara berkembang
• (S1 – O2) Menggunakan peran pemerintah
untuk bekerja sama dengan negara AFTA
dan AEC
W-O
• (W5 – O2) Menawarkan produk khusus
untuk pangsa pasar di negara berkembang
• (W5 – O8) Bekerja sama dengan negara
AFTA dan AEC untuk mengembangkan
produk yang inovatif
W-T
• (W5 – T4) Penggabungan entitas bisnis agar
lebih kompetitif dan promosi digencarkan
agar pasar lebih mengetahui produk dan
manfaatnya
S-T
• (S6 – T4) Melakukan kerja sama dengan
kompetitor
STRENGTH
1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik
& terbesar di Indonesia, Operator Selular
pertama (Telkomsel)
2. Perusahaan BUMN, Brand Image kuat, Go
Public, Listing di BEI, NYSE, LSE
3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia
4. Tata kelola perusahaan yang baik
5. Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-
access, id-ring, id-con seluruh Indonesia
6. Ekspansi Internasional
7. Kemampuan finansial utk melakukan
Akuisisi, Partnership dan restrukturisasi
Evaluasi Faktor Internal Strength
No Strength Bobot Rating
Score
Bobot
1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia, Operator
Selular yang pertama (Telkomsel)
0.10 3 0.30
2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public, Listing di BEI, NYSE,
LSE
0.07 3 0.21
3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0.10 4 0.40
4. Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company" Award 5x & Best
Of Asia kategori Asia's Icon On corporate Governance 2013 0.06 4 0.24
5. Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-access, id-ring, id-
con seluruh Indonesia
0.10 3 0.30
6. Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun 2014 target Ekspansi
bisnis total 10 negara
0.07 4 0.28
7. Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan restrukturisasi
pada perusahaan berbasis TIMES
0.10 3 0.30
Total 0.6 2.03
Evaluasi Faktor Internal Weakness
No Weakness Bobot Rating
Score
Bobot
1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan
perkembangan teknologi
0.08 3 0.24
2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas
0.05 4 0.20
3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat
penundaan proyek infrastruktur
0.07 2 0.14
4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed
wireless
0.05 3 0.15
5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri
ketat
0.08 3 0.24
6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0.07 3 0.21
Total 0.4 1.18
Evaluasi Faktor Eksternal Opportunity
No Opportunity Bobot Rating
Score
Bobot
1. Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar
seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) 0.10 3 0.30
2. Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0.05 3 0.15
3. Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa 0.05 4 0.20
4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data, terutama
untuk gambar, musik dan video. 0.10 3 0.30
5. Meningkatnya pelanggan broadband internet 0.10 3 0.30
6. Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS (Base Tranceiver
Station) bersama.
0.05 2 0.10
7. Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas
menengah (middle-class and affluents) 0.05 2 0.10
8. Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic
Community 0.05 3 0.15
TOTAL
0.55 1.60
Evaluasi Faktor Eksternal Threat
No. Threat Bobot Rating
Score
Bobot
1. Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang
menurunkan profit margin
0.10 3 0.30
2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0.05 4 0.20
3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean
Economic Community
0.05 2 0.10
4. Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi,
kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi)
0.05 3 0.15
5. Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan
penggunaan, pembagian dan lelang spektrum
0.10 2 0.20
6. Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0.05 4 0.20
7. Harga barang Komplementer yang baik 0.05 3 0.15
Total 0.45 1.30
Analisa Matrix SWOT
No Analisa Faktor Total Skor
1 Strength 2.03
2 Weakness 1.18
3 Opportunities 1.60
4 Threat 1.30
Mencari koordinatnya:
• Koordinat Analisis Internal
(Skor Total Strength – Skor Total Weakness)
= (2.03 – 1.18)
= 0.85
• Koordinat Analisis Eksternal
(Skor Total Opportunities – Skor Total Threat)
= (1.60 – 1.30)
= 0.3
• Titik koordinatnya terletak pada (0.85;0.3)
• Berikutnya, hasil koordinat disajikan pada diagram matriks swot untuk
mengetahui posisi perusahaan.
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
PT Telkom
EFE(3.21)
IFE (2.90)
III
V
VII
Kesimpulan
• Strategi Telkom yang diusulkan memiliki dua bagian: pertama,
meluncurkan produk inovator baru berkualitas ekspor yang belum
dimiliki produsen lain
• Strategi kedua adalah meningkatkan global presence dari Telkom di
dunia terutama di asia tenggara dengan cara melakukan ekspansi ke
negara-negara dimana kemampuan dan know-how Telkom bisa
menjadi competitive advantage di negara itu.
TAHAP KEPUTUSAN
PT TELKOM’S STRATEGIC CHOICE (QSPM)
Kunci Faktor Internal Pengembangan
Meluncurkan produk
inovator baru berkualitas
ekspor yang belum dimiliki
produsen lain
Meningkatkan global
presence dari Telkom di
dunia terutama di asia
tenggara dengan cara
melakukan ekspansi ke
negara-negara
No. Kekuatan Internal AS TAS AS TAS
1.
Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik, dan terbesar di
Indonesia, Operator Seluler yang pertama (Telkomsel) 0,1 2 0,2 3 0,3
2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, go public, listing
di BEI, NYSE, LSE 0,07 4 0,28 3 0,21
3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0,1 4 0,4 3 0,3
4.
Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company"
Award 5x & Best of Asia kategori Asia's Icon on Corporate
Governance 2013 0,06 4 0,24 4 0,24
5.
Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-
access, id-ring, id-con seluruh Indonesia 0,1 3 0,3 2 0,2
6.
Ekspansi internasional tahun 2013 ke 7 negara, tahun 2014
target ekspansi bisnis total 10 negara 0,07 2 0,14 2 0,14
7.
Kemampuan finansial untuk melakukan akuisisi, partnership,
dan restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES 0,1 2 0,2 3 0,3
Kelemahan Internal
1.
Anggaran belanja untuk infrastruktur & perubahan perkembangan
teknologi 0,08 2 0,16 - -
2.
Umur masa operasional infrastruktur (saletit) yang terbatas 0,05 3 0,15 4 0,2
3.
Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat penundaan
proyek infrastruktur 0,07 2 0,14 3 0,21
4.
Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed wireless 0,05 3 0,15 2 0,1
5.
Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri ketat 0,08 3 0,24 3 0,24
6.
Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0,07 4 0,28 4 0,28
Total 1 2,88 2,72
No. Kunci Faktor Eksternal Bobot
Meluncurkan produk inovator
baru berkualitas ekspor yang
belum dimiliki produsen lain
Meningkatkan global presence
dari Telkom di dunia terutama
di asia tenggara dengan cara
melakukan ekspansi ke
negara-negara
Peluang AS TAS AS TAS
1 Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan
menjadi bertambah besar seperti teknologi 4G-LTE (long-term
evolution) 0,1 2 0,2 3 0,3
2
Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0,05 2 0,1 4 0,2
3 Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama
di luar Jawa 0,05 4 0,2 2 0,1
4
Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjdi
pengguna data, terutama untuk gambar, musik, dan video 0,1 4 0,4 2 0,2
5 Meningkatnya pelanggan broadband internet baik mobile maupun
fixed 0,1 4 0,4 4 0,4
6 Kerjasama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan
BTS bersama 0,05 3 0,15 4 0,2
7
Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai
dengan bertambahnya kelas menengah (middle-class and affluents) 0,05 4 0,2 3 0,15
8
Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam
Asean Economic Community 0,05 2 0,1 4 0,2
Ancaman
1
Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband
yang menurunkan profit margin 0,1 4 0,4 4 0,4
2
Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0,05 4 0,2 2 0,1
3
Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA,
Asean Economic Community 0,05 3 0,15 4 0,2
4
Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi,
kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) 0,05 3 0,15 3 0,15
5
Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan
penggunaan, pembagian dan lelang spektrum 0,1 3 0,3
6
Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0,05 2 0,1 4 0,2
7
Harga barang komplementer yang baik 0,05 4 0,2 3 0,15
Total 1 3,25 2,95
Total keseluruhan 6,13 5,67
Dari hasil QSPM tersebut, terlihat bahwa prioritas pertama strategi
yang akan dilaksanakan PT Telkom adalah meluncurkan produk
inovator baru berkualitas ekspor yang belum dimiliki oleh produsen
lain dengan skor 6,13.
Implementasi Strategi
STRATEGIC OBJECTIVES
Jenis Strategi Pengertian Implementasi
Directional Strategy Di tengah perubahan
lingkungan industri yang
sangat menantang,
TelkomGroup yakin bahwa
kapitalisasi pasar akan
tumbuh secara signifikan.
Ini dilakukan dengan cara
memberikan nilai lebih
kepada pelanggan melalui
inovasi produk dan
layanan, mendorong sinergi
serta membangun
ekosistem digital yang kuat
baik di pasar domestik
maupun internasional.
Inovasi yang dilakukan PT
Telkom:
• IndiHome
• T-Cash
• Jaringan 4G pada anak
perusahaanya yaitu
Telkomsel
• Smart City
• Smart Campus
Jenis Strategi Pengertian Implementasi
Portfolio Strategy:
Customer value through
digital TIMES portfolio
TelkomGroup berfokus
pada portofolio digital
TIMES
(Telecommunication,
Information, Media,
Edutainment & Services)
melalui penyediaan layanan
yang nyaman dan
konvergen sehingga
memberikan nilai yang
tinggi kepada pelanggan.
Membentuk SDM yang
berkualitas agar dapat
memberikan pelayanan
kedapa para pelanggan
dengan baik dan
memuaskan.
Jenis Strategi Pengertian Implementasi
Parenting Strategy:
Strategic Control
Untuk mendukung
pertumbuhan bisnis secara
efektif, TelkomGroup
menerapkan pendekatan
strategic control untuk
menyelaraskan unit bisnis,
unit fungsional dan anak
perusahaan agar proses
dapat berjalan lebih terarah,
bersinergi, dan efektif
dalam mencapai tujuan
perusahaan.
• Dapat menjalankan
proses bisnis sesuai
dengan visi dan misi
• Dapat mengendalikan
anak perusahaan agar
memiliki transparansi
antara induk dan anak
perusahaan
Positioning Product
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Produk FTTH (Fiber To The Home)
Produk Provider
EBIT & EPS
EBIT & EPS
2012 2013 2014 2015 2016
EBIT
(dalam miliaran rupiah) 6.071 6.631 6.915 7.318 9.316
EPS
(dalam miliaran rupiah) 113,975 124,625 25,945 27,54 34,465
Kinerja Keuangan
PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk.
Return on Asset (ROA)
11.50%
11.10%
10.40%
9.30%
10.80%
2012 2013 2014 2015 2016
Return On Asset (ROA) merupakan rasio yang
memberikan informasi besarnya laba yang di peroleh
dari total asset yang dimiliki perusahaan. Nilai rasio
menunjukan bahwa perusahaan mampu menghasilkan
laba bersih dari total asetnya. PT Telekomunikasi
memiliki ROA yang berubah-ubah dari tahun 2012
sampai tahun 2016. Tahun 2012 sampai tahun 2015
ROA mengalami penurunan dan kembali naik pada
tahun 2016. Tahun 2016, PT Telekomunikasi miliki nilai
10.80% yang berarti perusahaan mampu menghasilkan
laba bersih yang nilainya 10.80% dari total asetnya.
Semakin besar nilai rasio maka semakin besar dana
yang dapat dikembalikan dari total asset perusahaan
menjadi laba. Yang artinya laba yang diperoleh semakin
besar dan semakin baik kinerja perusahaan.
Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
Return on Equity (ROE)
Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang
meunjukkan besarnya laba bersih yang diperoleh
dari ekuitas yang dimiliki perusahaan. Pada PT
Telekomunikasi, tahun 2012 sampai 2015 ROE
mengalami penurunan dan meningkat lagi di
tahun 2016. Nilai ROE tahun 2016 sebesar
22.90% menunjukkan bahwa perusahaan mampu
menghasilkan laba bersih yang nilainya 22.90%
dari ekuitasnya. Semakin besar nilai rasionya,
maka semakin besar dana yang dapat
dikembalikan dari ekuitas menjadi laba. ROE
tinggi akan menyebabkan posisi pemilik modal
perusahaan semakin kuat
24.90%
23.50%
21.60%
20.60%
22.90%
2012 2013 2014 2015 2016
Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
Operating Profit Margin
Operating Profit Margin menggukur seberapa
besar kemampuan dalam menghasilkan laba
operasi dari penjualan bersih perusahaan. Semakin
besar nilai OPM, berarti perusahaan mampu
memaksimalkan penjualan bersih sehingga akan
meningkatkan laba operasi. Tahun 2012 nilai
operating profit margin PT Telekomunikasi yaitu
sebesar 33.30% dan meningkat menjadi 33.60% di
tahun 2013. Tahun 2014 mengalami penurunan
menjadi 32.80% lalu menurun lagi menjadi
31.60% di tahun 2015. Tetapi pada tahun 2016 PT
Telekomunikasi kembali meningkatkan penjualan
sehingga laba operasi meningkat menjadi 33.70%
33.30%
33.60%
32.80%
31.60%
33.70%
2012 2013 2014 2015 2016
Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
Current Ratio
Current ratio dihitung dengan membagi aktiva
lancar dengan hutang lancar. Rasio ini mengukur
kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan
aktiva lancar yang dimilikinya. Tahun 2016, PT
Telekomunikasi memiliki nilai current ratio
sebesar 120% yang berarti bahwa jumlah aktiva
lancar ada 1.2 kali dari jumlah hutang lancar atau
setiap Rp. 1,- hutang lancar dijamin dengan Rp.
1.2,- aktiva lancar. Semakin tinggi nilainya maka
semakin likuid perusahannya. Dapat dilihat
bahwa PT Telekomunikasi memiliki current ratio
>1 atau >100% yang berarti perusahaan cukup
sehat untuk membayar kewajibannya.
116% 116.30%
106.20%
135.30%
120%
2012 2013 2014 2015 2016
Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
Debt to Equity
Debt to Equity merupakan rasio yang
membandingkan jumlah hutang terhadap
ekuitas yang dimiliki. Semakin tinggi nilai
rasionya maka diasumsikan perusahaan
memiliki risiko semakin tinggi terhadap
likuiditas perusahaannya. Selama tahun 2012
sampai tahun 2016, nilai tertinggi terdapat
pada tahun 2015 yang mencapai 96.80%.
Tetapi angka ini masih dibawah 1.00 atau
100% yang berarti bahwa perusahaan
memiliki hutang yang lebih kecil dibanding
dengan ekuitas yang dimilikinya.
86.10%
83.50%
80.80%
96.80%
87.80%
2012 2013 2014 2015 2016
Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
Debt to Total Asset
Debt to Total Asset digunakan untuk mengukur
seberapa besar jumlah aktiva perusahaan yang
dibiayai dengan total hutang. Rasio sangat
penting untuk melihat solvabilitas perusahaan,
yaitu kemampuan perusahaan menyelesaikan
kewajiban jangka panjangnya. Semakin tinggi
nilai rasio maka semkakin besar jumlah asset
yang dibiayai oleh hutang, semkin kecil jumlah
asset yang dibiayai modal, semakin tinggi risiko
perusahaan menyelesaikan kewajiban jangka
panjangnya, serta semakin tinggi beban bunga
yang harus ditanggung. PT Telekomunikasi
memiliki angka Debt to Total Asset paling tinggi
di tahun 2015 dan menurun di tahun 2016
39.90%
39.50%
38.90%
43.80%
41.20%
2012 2013 2014 2015 2016
Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
EKSPANSI
Mengapa PT
Telekomunikasi Tbk
melakukan ekspansi
pasar:
-Pertama untuk persoalan investasi, PT
Telkom memang menegaskan tidak
melakukan investasi melainkan menjadi
mobile virtual network operator (MVNO)
atau mensejajarkan diri dengan operator
setempat. Namun kondisi ini tentu tidak
bisa bertahan selamanya. Untuk jangka
panjang, pada akhirnya PT Telkom tentu
harus berdiri eksis sendiri dan melakukan
investasi.
-Kedua untuk persoalan jaringan, tentu ini
juga masih menjadi PR bagi PT Telkom.
Sebab, jaringan PT Telkom di negeri
orang juga belum besar. Saat ini,
Telkomsigma juga masih melakukan
perluasan pusat data, yang untuk jangka
panjang akan sangat strategis bagi
pengembangan bisnis telekomunikasi
yang telah mengarah pada era digitalisasi.
Negara Sasaran Peluang Ancaman
1. Singapura 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
2. Hong Kong 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
3. Timor Leste 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
Meningkatnya persaingan
Trend yang cepat berubah
Perubahan teknologi yang cepat
4. Malaysia 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
Meningkatnya persaingan
Trend yang cepat berubah
Perubahan teknologi yang cepat
5. Australia 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
6. Qatar 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
No. Negara Sasaran Peluang Ancaman
1. Taiwan 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
2. Myanmar 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
3. Arab Saudi 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
4. Jepang 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
5. Korea Selatan 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat
2. Daya beli mayarakat yang semakin
tinggi
1. Meningkatnya persaingan
2. Trend yang cepat berubah
3. Perubahan teknologi yang cepat
Corporate Social
Responsibility
- Dasar Hukum CSR
Dalam UU No. 40 Tahun 2007
ditegaskan bahwa Tangungjawab sosial
dan Lingkungan (TJSL) adalah
komitmen perseroan urntuk berperan
serta dalam pembangunan ekonomi
berkelanjutan guna meningkatkan
kualitas kehidupan dan lingkungan
yang bermanfaat, baik bagi perseroan
sendiri, komunitas setempat maupun
masyarakat pada umumnya.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Dalam mengambil sebuah keputusan untuk kepentingan usaha,
hendaknya tidak merusak etika dan tanggung jawab sosial. Adapun
tanggung jawab sosial perusahaan meliputi:
1. Tanggung jawab sosial terhadap Konsumen.
2. Tanggung Jawab Sosial terhadap Karyawan
3. Tanggung Jawab Sosial terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat
4. Tanggung Jawab Sosial terhadap Lingkungan Hidup
1. Tanggung jawab sosial terhadap konsumen.
Sebagai bentuk komitmen kami terhadap upaya memenuhi harapan para pelanggan, kami
merealisasikan berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, sebagai
berikut:
• Program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA)
Peningkatan orientasi pegawai agar lebih peduli terhadap kepuasan layanan kepada pelanggan.
• Layanan Pelanggan
Penerapan kebijakan layanan, sebagai wujud komitmen Telkom untuk memberikan layanan terbaik
kepada pelangan, yang meliputi:
o Service Delivery
Pengelolaan pengendalian service delivery khususnya terkait dengan infrastruktur jaringan (network
infrastructure).
o Service Assurance
Penetapan standard product dan basic solution menggunakan service level guarantee (SLG) dengan
melibatkan peran engineer on site (EoS) dalam membantu kegiatan problem handling yang
berkedudukan di sekitar lokasi pelanggan.
1. Tanggung jawab sosial terhadap konsumen.
• Program Telkom Integrated
Quality Assurance (TIQA)
Peningkatan orientasi pegawai agar lebih peduli
terhadap kepuasan layanan kepada pelanggan.
• Layanan Pelanggan
Penerapan kebijakan layanan, sebagai wujud
komitmen Telkom untuk memberikan layanan terbaik
kepada pelangan, yang meliputi:
o Service Delivery
Pengelolaan pengendalian service delivery khususnya
terkait dengan infrastruktur jaringan (network
infrastructure).
o Service Assurance
Penetapan standard product dan basic solution
menggunakan service level guarantee (SLG) dengan
melibatkan peran engineer on site (EoS) dalam
membantu kegiatan problem handling yang
berkedudukan di sekitar lokasi pelanggan.
o Pengukuran Kualitas Layanan
Kami melakukan pengukuran kualitas
layanan pada beberapa tahap sesuai proses
layanan. Pada proses interaksi dengan
channel distribusi, kami melakukan mystery
shopping dan mystery calling untuk
memastikan standar pelayanan diterapkan
secara konsisten dan berkualitas.
• Penanganan Keluhan Pelanggan
Kami menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang memungkinkan pelanggan menyampaikan keluhan
maupun complain atas kualitas produk dan layanan yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang telah ditawarkan
• Kami membagi penanganan keluhan
ke dalam dua golongan pelanggan.
1. Segmen Pelanggan Personal
a. Telkom menyediakan pusat layanan konsumen
yang dapat langsung didatangi di setiap kantor
wilayah maupun kantor cabang, dikenal dengan
Plasa Telkom.
b. Telkom juga menyediakan pusat pengaduan
secara online di website Perseroan
(www.telkom.co.id) serta call center dengan
nomor “147”
2. Segmen Pelanggan Korporat
Telkom memiliki tim account management dalam
mengelola hubungan dengan pelanggan korporat yang
didukung oleh Engineer on Site (EoS) untuk
pelanggan prioritas, Corporate Customer Access
Network (CCAN) Team untuk delivery layanan dan
Corporate Customer Care Center (C4) untuk
menangani keluhan pelanggan dengan nomor
"500250" dan email: tele-am@telkom.
2. Tanggung Jawab Sosial terhadap Karyawan
• Penanganan keluhan karyawan
Kami menyediakan aplikasi untuk membantu
karyawan mencari dan mempelajari layanan
kebijakan sumber daya manusia (SDM) serta sebagai
sarana bagi karyawan memberikan masukan kepada
manajemen, terdiri dari:
- HR helpdesk – Program pengelolaan feedback
karyawan terkait isu pengelolaan Human Capital
dalam perusahaan,
- HR wiki – Layanan search engine untuk pencarian
jawaban, definisi ataupun prosedur pengelolaan
human capital kini cepat dan mudah.
⁃ Employee aspiration – Merupakan adaptasi dari
Employee Suggestion System (ESS), yaitu
mekanisme yang digunakan oleh Perusahaan untuk
mengumpulkan ide kreatif karyawan, dimana
adalah saran-saran dari karyawan dikumpulkan,
diklasifikasikan dan dikirimkan kepada expert atau
komite untuk diavaluasi. Setelah itu, saran dapat
diadopsi oleh Perusahaan, dan dalam hal ini
Perusahaan juga dapat memberikan reward.
3. TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP SOSIAL
EKONOMI MASYARAKAT
Inisiatif tanggung jawab sosial Telkom terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat diarahkan untuk
membangun sistem ekonomi digital. Ini merupakan hal yang penting karena mendukung
pembangunan ekonomi digital di Indonesia. Dalam melaksanakan upaya tersebut, Telkom Group
bersinergi internal dan eksternal dengan banyak pihak, baik dengan Kementerian, UKM mitra binaan,
maupun BUMN lainnya.
Rumah Kreatif BUMN
Dalam program Rumah Kreatif BUMN, Telkom Group memberikan dukungan berupa pelatihan
digitalisasi bisnis melalui platform e-commerce, www.blanja.com. Dengan adanya Rumah Kreatif
BUMN, Telkom berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan blanja.com untuk memasarkan
produk UMKM binaan dan produk masingmasing BUMN
4. TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN:
MENDUKUNG PELESTARIAN LINGKUNGAN
• Penghematan energi dan mitigasi emisi karbondioksida.
Sejak tahun 2009 kami telah melaksanakan program yang ditujukan untuk mengurangi pemakaian
energi listrik dalam kegiatan operasional. Dengan demikian kami turut berkontribusi kepada upaya
mitigasi emisi karbondioksida yang salah satunya dihasilkan oleh pembangkit listrik yang
menggunakan bahan bakar fosil
Pelaksanaan TJSL Telkom memiliki tema “Telkom Indonesia Untuk
Indonesia” yang mencakup isu-isu tanggung jawab sosial Telkom yang
dianggap relevan dan signifikan, dengan menekankan pada tiga prinsip TJSL
Telkom, yaitu:
1. Lingkungan digital, yaitu pengembangan, penyediaan, dan pengelolaan
infrastuktur telekomunikasi dan beragam fasilitas teknologi informasi
dan komunikasi (TIK) untuk mendukung dan menghubungkan seluruh
aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas pelestarian lingkungan hidup.
2. Masyarakat digital, yaitu mendukung pemberdayaan komunitas melalui
edukasi tentang pemanfaatan TIK secara optimal untuk memudahkan
aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari.
3. Ekonomi digital, yaitu pengembangan fasilitas TIK di berbagai layanan
umum yang digunakan oleh masyarakat, serta dukungan terhadap usaha
mikro dan menengah, terutama di sektor industri kreatif, terkait dengan
optimalisasi pemanfaatan TIK.
Total dana yang telah dianggarkan dan direalisasikan untuk tahun 2016, adalah sebesar Rp24,13 miliar dan direalisasikan sebesar Rp19,26
miliar. Jumlah anggaran tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp18,25 miliar.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
No. Kegiatan CSR Area CSR Alasan CSR Bidang CSR Sikap CSR Perusahaan
1. Lingkungan digital Lingkungan
Untuk mendukung dan menghubungkan
seluruh aktivitas masyarakat, termasuk
aktivitas pelestarian lingkungan hidup.
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
2. Masyarakat digital Lingkungan
Untuk memudahkan aktivitas kehidupan
masyarakat sehari-hari.
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
3. Ekonomi digital Lingkungan
Untuk memudahkan aktivitas kehidupan
masyarakat sehari-hari.
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
4.
Indonesia Digital Learning (IDL) &
My Teacher My Hero
Lingkungan
Upaya pelatihan guru-guru di bidang digital
untuk guru-guru Indonesia yang menerapkan
pembelajaran digital
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
5. Pustaka Digital Lingkungan
Untuk mempermudah masyarakat khususnya
para pelajar untuk mengakses buku-buku
secara online
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
No. Kegiatan CSR Area CSR Alasan CSR Bidang CSR Sikap CSR
Perusahaan
6. Socio Digi Leaders Lingkungan
Untuk kompetisi ide kreatif yang
bermanfaat sebesar-besarnya untuk
lingkungan sosial
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
7. BUMN Hadir untuk Negeri Lingkungan
Untuk masyarakat diantaranya BUMN
Mengajar, Bedah Rumah Veteran, Siswa
Mengenal Nusantara, Elektrifikasi
Rumah, Pembangunan Sarana Air Bersih
& MCK, serta Jalan Santai.
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
8. Telkom Craft Lingkungan
Untuk bentuk peran aktif Telkom dalam
upaya memaksimalkan kemajuan
ekonomi, sosial, dan bentuk kepedulian
kepada para pelaku UKM lokal sehingga
dapat menjadi kekuatan ekonomi
kerakyatan.
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
9.
Widyawisata & Real
Experience VR Satelit
Telkom 3S
Lingkungan
Untuk mengedukasi dan
menginformasikan kegunaan dari satelit
secara nyata kepada masyarakat.
Lingkungan
(Masyarakat)
Sikap Proaktif
Parameter Keberhasilan Telkom telah menetapkan beberapa parameter
sebagai dasar untuk menilai keberhasilan pelaksanaan CSR Telkom,
1. CSR-Indeks
Mengukur pengaruh kegiatan CSR terhadap loyalitas pelanggan dan reputasi perusahaan. Di tahun, CSR
(PKBL) Indeks ini menunjukkan nilai 70,18, yang berarti menggambarkan bahwa kegiatan CSR yang kami
lakukan memberi pengaruh sebesar 70% terhadap loyalitas pelanggan dan reputasi perusahaan.
2. Net Promotor Score - NPS
Mengukur seberapa besar masyarakat menganjurkan untuk menggunakan produk Telkom sebagai dampak
kegiatan CSR. Hasil pengukuran NPS tahun 2016 adalah:
ETIKA BISNIS
• Sesuai ketentuan Sarbanes-Oxley Act (“SOA”) 2002 section 406,
Telkom memiliki dan menjalankan kode etik yang berlaku bagi
seluruh level organisasi. Kode Etik Telkom ditetapkan melalui
Keputusan Direksi No.KD.201.01/2014 tentang Etika Bisnis di
Lingkungan Telkom Group. Kode Etik Telkom berlaku bagi anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris dan karyawan keluarga besar
Telkom dalam berhubungan dengan pelanggan, pemasok, kontraktor,
sesama karyawan dan pihak-pihak lain yang mempunyai hubungan
dengan perusahaan.
• Pokok-pokok Kode Etik Telkom antara
lain mengatur mengenai:
• 1. Etika Kerja Karyawan; yaitu sistem
nilai atau norma yang digunakan oleh
seluruh Karyawan dan Pemimpin
dalam bekerja sehari-hari dengan
lingkup sebagai berikut:
a. Perilaku Utama Karyawan:
• i. Kapasitas dan Kapabilitas
Karyawan
• ii. Kewajiban dan Larangan
• iii.Kerahasiaan Informasi
• iv. Infrastruktur
• v. Lingkungan Kerja
• b. Perilaku Utama Pemimpin:
• i. Perilaku Pemimpin
• ii.Perilaku Direksi
• iii. Perilaku Chief Executive
Officer (CEO) dan Chief
Financial Officer (CFO)
• 2. Etika Usaha yaitu sistem nilai
atau norma yang dianut oleh
Perusahaan sebagai acuan
Perusahaan, Manajemen dan
Karyawannya untuk berhubungan
dengan lingkungannya dengan
lingkup sebagai berikut:
• a. Hubungan dengan Regulator
b. Hubungan dengan Stakeholder
c. Ketentuan tambahan
• Setiap tahun, Telkom mengirimkan materi sosialisasi kapada karyawan tentang
pemahaman GCG, etika bisnis, pakta integritas, fraud, manajemen risiko,
pengendalian internal (“SOA”), whistleblowing, pelarangan gratifikasi, tata kelola
TI, menjaga keamanan informasi dan hal-hal lainnya yang terintegrasi terkait
dengan praktik tata kelola perusahaan.
Telkom juga menyelenggarakan program survei online etika bisnis dengan
populasi seluruh karyawan melalui media portal/intranet yang diakhiri dengan
pernyataan kesediaan karyawan untuk menjalankan etika bisnis. Pemahaman dan
penerapan etika bisnis berikut hasil survei setiap tahun diaudit secara internal
maupun eksternal melalui proses audit SOA 404. Audit tersebut dijalankan dalam
rangka penerapan control environment sesuai skema kerja pengendalian internal
COSO pada audit pengendalian internal tingkat entitas.
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Budaya Perusahaan
“The Telkom Way” merupakan budaya perusahaan atau nilai-nilai perusahaan yang
dimiliki Telkom sejak tanggal 10 Juni 2013 yang ditetapkan oleh Direksi.
Penetapan budaya perusahaan mengacu pada konsep pengelolaan Telkom Group
yang didasarkan pada elemen 8S, yaitu Spirituality, Style, Shared Values, Strategy,
Staff, Skill, System, dan Structure. Secara lengkap Budaya Perusahaan
diformulasikan sebagai berikut:
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
1 de 123

Recomendados

Peramalan Forecasting por
Peramalan ForecastingPeramalan Forecasting
Peramalan ForecastingINDAHMAWARNI1
36.4K vistas47 diapositivas
Analisis SWOT PT INDOFOOD por
Analisis SWOT PT INDOFOODAnalisis SWOT PT INDOFOOD
Analisis SWOT PT INDOFOODAlfrianty Sauran
86.6K vistas19 diapositivas
Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi... por
Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi...Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi...
Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi...Alfrianty Sauran
63.1K vistas28 diapositivas
Permasalahan Perusahaan Samsung por
Permasalahan Perusahaan SamsungPermasalahan Perusahaan Samsung
Permasalahan Perusahaan SamsungAfdan Rojabi
49.7K vistas49 diapositivas
Strategi Proses Manajemen Operasional por
Strategi Proses Manajemen OperasionalStrategi Proses Manajemen Operasional
Strategi Proses Manajemen OperasionalIkkaW
59.5K vistas14 diapositivas
Contoh kasus dalam perusahaan por
Contoh kasus dalam perusahaanContoh kasus dalam perusahaan
Contoh kasus dalam perusahaanPutrii Wiidya
82.6K vistas2 diapositivas

Más contenido relacionado

La actualidad más candente

IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAAN por
IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAANIMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAAN
IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAANHeru Fernandez
57.6K vistas16 diapositivas
MO II Forecasting por
MO II ForecastingMO II Forecasting
MO II ForecastingLilia Pascariani
34.2K vistas47 diapositivas
Strategi generik porter por
Strategi generik porterStrategi generik porter
Strategi generik porterAdityoDwinanto
10.4K vistas17 diapositivas
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia por
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK IndonesiaAnalisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK IndonesiaMaitsa Anggraini
76.5K vistas16 diapositivas
PERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBAL por
PERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBALPERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBAL
PERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBALWilliam Perkasa
43.3K vistas19 diapositivas
Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan por
Pemecahan Masalah & Pengambilan KeputusanPemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan
Pemecahan Masalah & Pengambilan KeputusanTri Widodo W. UTOMO
130.4K vistas88 diapositivas

La actualidad más candente(20)

IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAAN por Heru Fernandez
IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAANIMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAAN
IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAAN
Heru Fernandez57.6K vistas
Strategi generik porter por AdityoDwinanto
Strategi generik porterStrategi generik porter
Strategi generik porter
AdityoDwinanto10.4K vistas
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia por Maitsa Anggraini
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK IndonesiaAnalisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia
Maitsa Anggraini76.5K vistas
PERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBAL por William Perkasa
PERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBALPERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBAL
PERBEDAAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL, MULTINASIONAL, DAN GLOBAL
William Perkasa43.3K vistas
Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan por Tri Widodo W. UTOMO
Pemecahan Masalah & Pengambilan KeputusanPemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan
Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan
Tri Widodo W. UTOMO130.4K vistas
Telkom Indonesia Business Strategy por Sanjaya Sanjaya
Telkom Indonesia Business StrategyTelkom Indonesia Business Strategy
Telkom Indonesia Business Strategy
Sanjaya Sanjaya28.7K vistas
Contoh Pitch Deck Morang Moreng Snack - Pakar Aneka Keripik Pedas por Abu Amar Fikri
Contoh Pitch Deck Morang Moreng Snack - Pakar Aneka Keripik PedasContoh Pitch Deck Morang Moreng Snack - Pakar Aneka Keripik Pedas
Contoh Pitch Deck Morang Moreng Snack - Pakar Aneka Keripik Pedas
Abu Amar Fikri58.1K vistas
Manajemen keuangan part 3 of 5 por Judianto Nugroho
Manajemen keuangan part 3 of 5Manajemen keuangan part 3 of 5
Manajemen keuangan part 3 of 5
Judianto Nugroho122.9K vistas
Tabel t, z dan f dan chi kuadrat por Ir. Zakaria, M.M
Tabel t, z dan f dan chi kuadratTabel t, z dan f dan chi kuadrat
Tabel t, z dan f dan chi kuadrat
Ir. Zakaria, M.M159.3K vistas
Studi kasus permasalahan pengambilan keputusan PT Garam por siti nurlaeli
Studi kasus permasalahan pengambilan keputusan PT GaramStudi kasus permasalahan pengambilan keputusan PT Garam
Studi kasus permasalahan pengambilan keputusan PT Garam
siti nurlaeli39.2K vistas
Deret berkala dan peramalan por Maulina Sahara
Deret berkala dan peramalanDeret berkala dan peramalan
Deret berkala dan peramalan
Maulina Sahara78.5K vistas
Manajemen keuangan part 2 of 5 por Judianto Nugroho
Manajemen keuangan part 2 of 5Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5
Judianto Nugroho144.8K vistas
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt wings group por gilang dwi jatnika
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt  wings groupAnalisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt  wings group
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt wings group
gilang dwi jatnika61.3K vistas
Manajemen Strategis - Grand strategy matrix por Dayana Florencia
Manajemen Strategis - Grand strategy matrixManajemen Strategis - Grand strategy matrix
Manajemen Strategis - Grand strategy matrix
Dayana Florencia30.6K vistas
Analisis PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk por Elsia Rahyuani
Analisis PT. Nippon Indosari Corpindo TbkAnalisis PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk
Analisis PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk
Elsia Rahyuani44K vistas

Similar a Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Implementasi Strategi Telkomsel por
Implementasi Strategi TelkomselImplementasi Strategi Telkomsel
Implementasi Strategi TelkomselIin Agustina
42.1K vistas61 diapositivas
TB 1 DDKP (PPT).pdf por
TB 1 DDKP (PPT).pdfTB 1 DDKP (PPT).pdf
TB 1 DDKP (PPT).pdfKayyisaAufa
36 vistas17 diapositivas
TEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI por
TEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASITEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
TEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASIYuliana Fajarwati
466 vistas22 diapositivas
Teori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan Organisasi por
Teori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan OrganisasiTeori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan Organisasi
Teori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan OrganisasiYuliana Fajarwati
238 vistas22 diapositivas
COMPANY PROFILE PT SKA por
COMPANY PROFILE PT SKACOMPANY PROFILE PT SKA
COMPANY PROFILE PT SKAardi_utama
3.5K vistas43 diapositivas
Bandung ICT Expo 2015 por
Bandung ICT Expo 2015Bandung ICT Expo 2015
Bandung ICT Expo 2015Dr. Teguh Widodo
169 vistas11 diapositivas

Similar a Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.(20)

Implementasi Strategi Telkomsel por Iin Agustina
Implementasi Strategi TelkomselImplementasi Strategi Telkomsel
Implementasi Strategi Telkomsel
Iin Agustina42.1K vistas
TB 1 DDKP (PPT).pdf por KayyisaAufa
TB 1 DDKP (PPT).pdfTB 1 DDKP (PPT).pdf
TB 1 DDKP (PPT).pdf
KayyisaAufa36 vistas
TEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI por Yuliana Fajarwati
TEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASITEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
TEORI ORGANISASI UMUM 2 PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
Yuliana Fajarwati466 vistas
Teori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan Organisasi por Yuliana Fajarwati
Teori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan OrganisasiTeori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan Organisasi
Teori organisasi umum 2 Perubahan dan Perkembangan Organisasi
Yuliana Fajarwati238 vistas
COMPANY PROFILE PT SKA por ardi_utama
COMPANY PROFILE PT SKACOMPANY PROFILE PT SKA
COMPANY PROFILE PT SKA
ardi_utama3.5K vistas
Studi kasus manajemen IBU ANITA por Meiland Meebo
Studi kasus manajemen IBU ANITAStudi kasus manajemen IBU ANITA
Studi kasus manajemen IBU ANITA
Meiland Meebo5.1K vistas
COMPRO_LAPORANKU_20082022_KEDAIREKA (1).pptx por khair10
COMPRO_LAPORANKU_20082022_KEDAIREKA (1).pptxCOMPRO_LAPORANKU_20082022_KEDAIREKA (1).pptx
COMPRO_LAPORANKU_20082022_KEDAIREKA (1).pptx
khair106 vistas
BAB I, II, III ANALISIS BAURAN PEMASARAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PROGRAM USEE... por princesskemala
BAB I, II, III ANALISIS BAURAN PEMASARAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PROGRAM USEE...BAB I, II, III ANALISIS BAURAN PEMASARAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PROGRAM USEE...
BAB I, II, III ANALISIS BAURAN PEMASARAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PROGRAM USEE...
princesskemala7.4K vistas
Telkom mattoanging por adam190301
Telkom mattoangingTelkom mattoanging
Telkom mattoanging
adam19030144 vistas
SM, Sukrasno, Hapzi Ali, Analisis SWOT pada PT Indosat Ooredoo, Universitas ... por SukrasnoSukrasno
SM, Sukrasno, Hapzi Ali, Analisis SWOT pada PT  Indosat Ooredoo, Universitas ...SM, Sukrasno, Hapzi Ali, Analisis SWOT pada PT  Indosat Ooredoo, Universitas ...
SM, Sukrasno, Hapzi Ali, Analisis SWOT pada PT Indosat Ooredoo, Universitas ...
SukrasnoSukrasno3.7K vistas
Sim, anindia putri, hapzi ali,tugas uas analisis dan perencanaan sistem infor... por anindia putri
Sim, anindia putri, hapzi ali,tugas uas analisis dan perencanaan sistem infor...Sim, anindia putri, hapzi ali,tugas uas analisis dan perencanaan sistem infor...
Sim, anindia putri, hapzi ali,tugas uas analisis dan perencanaan sistem infor...
anindia putri46 vistas
Tugas 9.group 1 por naningherdi
Tugas 9.group 1Tugas 9.group 1
Tugas 9.group 1
naningherdi446 vistas
Manajemen Strategi PT. Metrodata por Samrotu Sa'adah
Manajemen Strategi PT. MetrodataManajemen Strategi PT. Metrodata
Manajemen Strategi PT. Metrodata
Samrotu Sa'adah2.2K vistas
Economic Leadership in Financial Technology por Bimo Tyasono
Economic Leadership in Financial TechnologyEconomic Leadership in Financial Technology
Economic Leadership in Financial Technology
Bimo Tyasono32 vistas

Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.

  • 2. PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk Kelompok 2 Manajemen Strategi Eva Fauziah L 1402140168 Rodhi Maulana 1402140192 Debby Sinta Dewi N 1402141018 Wulan Oktaviani 1402141072 Sasma Aprilia 1402141096 Muhamad Dena purnama 1402142012 Novianti Rezky P 1402142042 Dewa Ayu Putu Rahyuni 1402142060 Muhammad Ihsan A 1402142132 Chairia 1402144006
  • 5. PROFIL Telkom indonesia adalah penyelenggara layanan telekomunikasi dan informasi tertua di Indonesia (dibangun sejak kolonial Belanda 1842). Hingga saat ini, Telkom merupakan satu-satunya perusahaan Telekomunikasi yang dikelola secara langsung oleh Negara (BUMN). 45% 55% Kepemilikan Saham Publik Pemerintah
  • 6. Kegiatan Usaha Utama Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan, memasarkan atau menjual/menyewakan dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • 7. Kegiatan Usaha Lainnya Menyediakan layanan transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika.
  • 8. Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) PT Multimedia Nusantara (Metra) PT Telekomunikasi Indonesia International (TII/Telin) PT PINS Indonesia (PINS/Pramindo) PT Infomedia Nusantara (Infomedia)
  • 9. Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel/Dayamitra) PT Indonusa Telemedia (TelkomVision) PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty/GSD) PT Napsindo Primatel Internasional (Napsindo). Telkom Grup
  • 10. ANALISIS VISI DAN MISI PERUSAHAAN
  • 11. PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Tel ecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIM ES”) di kawasan regional. Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Tel ecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIM ES”) di kawasan regional. Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Tel ecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIM ES”) di kawasan regional. Be the king of digital in the region Be the king of digital in the region VISI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk
  • 12. Analisis Visi VISI : Be the king of digital in the region Analisis: Visi Telkom yaitu dengan menjadi raja layanan telekomunikasi dan digital di wilayah baik di udara, darat, dan laut. Hal ini telah sesuai dengan kenyataannya. Dengan melihat jaringan Telkom yang menyeluruh di Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan kualitas yang baik serta perkembangan Telkom yang terus melakukan ekspansi ke berbagai wilayah nasional dan menjadi perusahaan telekomunikasi paling bernilai di Asia Tenggara
  • 13. PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommu nication, Information, Media, Edutainment dan Ser vices (“TIMES”) di kawasan regional. Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunic ation, Information, Media, Edutainment dan Servic es (“TIMES”) di kawasan regional. Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunic ation, Information, Media, Edutainment dan Servic es (“TIMES”) di kawasan regional. Be the king of digital in the region Be the king of digital in the region PT EXELCOMINDO PRATAMA Menjadi juara selular di indonesia Menjadi juara selular di indonesia Menjadi yang terdepan dalam memberikan pengalaman menggunakan mobile internet yang mudah dengan harga yang lebih murah untuk masyarakat indonesia dimana brand xl memiliki daya tarik yang kuat untuk anak muda Menjadi penyedia provider terbaik di indonesia pada tahun 2020 Menjadi penyedia provider terbaik di indonesia pada tahun 2020 PT INDOSAT Menjadi pilihan utama pelanggan untuk seluruh kebutuhan informasi dan komunikasi. Menjadi pilihan utama pelanggan untuk seluruh kebutuhan informasi dan komunikasi. Menjadi pilihan utama pelanggan untuk seluruh kebutuhan informasi dan komunikasi. Menjadi Perusahaan Telekomunikasi Digital Terdepan di Indonesia Menjadi Perusahaan Telekomunikasi Digital Terdepan di Indonesia
  • 14. TAHUN 2016 VISI GRAPHIC DIRECTIONAL FOCUSED menggambarkanjenis perusahaan yang ingin diciptakan olehmanajemen dan hendak dicapai oleh perusahaan berpandangankedepan: memberikan gambaran stratejik,manajemen, produk,pasar,pelanggan serta perubahan teknologi yang akan menolong perusahaan di masa depan spesifik hingga mampu memberikan panduan bagi manajerdalam membuat keputusan dan menggunakan sumber daya PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Be the king of digital in the region - v - PT EXELCOMINDO PRATAMA Menjadi penyedia provider terbaik di indonesia pada tahun 2020 v v v PT INDOSAT Menjadi Perusahaan Telekomunikasi Digital Terdepan di Indonesia v v v % 66,67% 100% 66,67%
  • 15. TAHUN 2016 VISI FLEXIBLE FEASIBLE DESIRABLE EASY TO COMMUNICATE % tidak dibuat untukberlaku pada segala waktu tetapidapat disesuaikan seiring perubahan pasar, teknologi dan pelanggan dimasadepan dapat dicapaioleh perusahaan pada waktunya dan mudah dilaksanakan(misal: cakupan geografis nasional) memberikan tantangan untuk pencapaian jangka panjang perusahaan(misal: cakupan regionalatau daerah) mudah dipahamiyaitu terdiri dari 15suku kata PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Be the king of digital in the region v v v v 100% PT EXELCOMINDO PRATAMA Menjadi penyedia provider terbaik di indonesia pada tahun 2020 v v v V 100% PT INDOSAT Menjadi Perusahaan Telekomunikasi Digital Terdepan di Indonesia v v v - 85,71% 100% 100% 100% 66,67%
  • 16. ELEMEN VISI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk VISI : Be the king of digital in the region • GRAPHIC PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk menggambarkan jenis perusahaan komunikasi terbaik yang ingin dicapai dengan jelas. • DIRECTIONAL PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk memberikan kejelasan tentang inovasi, merek yang kuat dan manajemen yang prima yang menolong perusahaan di masa depan • FOCUSED PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk memberikan inovasi seiring perubahan pasar,teknologi dan pelanggan di masa depan. • FLEXIBLE PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk tidak dibuat untuk berlaku pada segala waktu tetapi dapat disesuaikan dengan didukung inovasi seiring perubahan pasar, teknologi dan pelanggan dimasa depan. • FEASIBLE Tujuan untuk menjadi perusahaan komunikasi di wilayah sudah dicapai oleh PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk sebagai market leader dalam industri telekomunikasi di wilayah Indonesia serta wilayah Asia Tenggara. • DESIRABLE PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA memberikan tantangan untuk pencapaian jangka panjang sebagai perusahaan komunikasi • EASY TOCOMMUNICATE PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk memiliki pernyataan visi yang sederhana untuk dipahami serta mudah diingat
  • 17. PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk ● To provide TIMES services with excellent quality at competitive price. ● To be the role model as the best managed Indonesian corporation. ● To provide “more for less” TIMES services. ● To be the role model as the best managed corporation in Indonesia. ● To provide "more for less" service with respect to TIMES. ● Being exemplary of best corporate management in Indonesia. Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization. Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization. MISI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Tbk
  • 18. Misi Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization. Analisis : Untuk memperkokoh leading position Telkom di industri selular Indonesia, Telkom memiliki inisiatif untuk terus mengoptimalkan bisnis mobile care dan mengakselerasi bisnis mobile digital. Optimilisasi bisnis mobile care dilakukan melalui pengembangan jaringan mobile broadband untuk meningkatkan kapabilitas, coverage, kapasitas dan kualitas layanan. Sedangkan untuk akselerasi bisnis mobile digital, Telkom melakukan inovasi layanan digital, seperti digital lifestyle, mobile payment, mobile advertising, M2M-IoT dan big data analytic. PT. Telkom melakukan pengembangan dan perluasan bisnis diluar Indonesia untuk memperkuat usaha, memperluas pasar, dan membangun kompetensi sumber daya manusia yang berkelas dunia.
  • 19. PERUSAHAAN 2012 2013 2014 2015 2016 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA ● To provide TIMES services with excellent quality at competitive price. ● To be the role model as the best managed Indonesian corporation. ● To provide TIMES services with excellent quality at competitive price. ● To be the role model as the best managed Indonesian corporation. ● To provide TIMES services with excellent quality at competitive price. ● To be the role model as the best managed Indonesian corporation. Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization. Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization. PT EXELCOMINDO PRATAMA Memuaskan pelanggan, pemegang saham, dan karyawan Memuaskan pelanggan, pemegang saham, dan karyawan Memuaskan pelanggan, pemegang saham, dan karyawan Memberikan yang terbaik bagi pelanggan, baik dalam hal produk, layanan, teknologi dan value for money Misi Membuat hidup yang lebih bermakna bagi masyarakat Indonesia melalui kemudahan koneksi digital PT INDOSAT  Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan, dan solusi inovatif dan bermutu tinggi yang menawarkan nilai terbaik bagi pelanggan kami.  Meningkatkan secara terus menerus nilai pemegang saham.  Mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi pemangku kepentingan kami.  Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan, dan solusi inovatif dan bermutu tinggi yang menawarkan nilai terbaik bagi pelanggan kami.  Meningkatkan secara terus menerus nilai pemegang saham.  Mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi pemangku kepentingan kami.  Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan, dan solusi inovatif dan bermutu tinggi yang menawarkan nilai terbaik bagi pelanggan kami.  Meningkatkan secara terus menerus nilai pemegang saham.  Mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi pemangku kepentingan kami.  Layanan dan Produk Yang Membebaskan  Jaringan Data yang Unggul  Memperlakukan Pelanggan Sebagai Sahabat  Transformasi Digital  Layanan dan Produk yang Memberikan Keleluasaan  Jaringan Data yang Kuat  Memperlakukan Pelanggan
  • 20. DIMENSI PERUSAHAAN MISI 2016 PELANGGAN PRODUK/JASA PASAR TEKNOLOGI FOKUS PADA KELANGSUNGAN HIDUP,PERTUMBU HAN DAN PROFITABILITAS PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization - v v v - 60% PT EXELCOMINDO PRATAMA Misi Membuat hidup yang lebih bermakna bagi masyarakat Indonesia melalui kemudahan koneksi digital v v v v V 100% PT INDOSAT  Layanan dan Produk yang Memberikan Keleluasaan  Jaringan Data yang Kuat  Memperlakukan Pelanggan v v - v V 80% 66,66% 100% 66,66% 100% 66,66%
  • 21. D IMENSI PERUSAHAAN MISI2016 FILOSOFI KONSEPDIRI FOKUS CITRA PUBLIK FOKUS KARYAWAN % PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization v v - - 50% PT EXELCOMINDO PRATAMA Misi Membuat hidup yang lebih bermakna bagi masyarakat Indonesia melalui kemudahan koneksi digital v v v - 75% PT INDOSAT  Layanan dan Produk yang Memberikan Keleluasaan  Jaringan Data yang Kuat  Memperlakukan Pelanggan - v v - 50% 66,66% 100% 66,66% 0%
  • 22. ELEMEN MISI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Misi : Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization • FOLOSOFI PT Telekomunikasi Indonesia memiliki filosofi untuk memimpin industry Indonesia dalam era digital • KONSEP DIRI PT Telekomunikasi Indonesia mampu memimpin perkembangan digital di Indonesia dengan melakukan inovasi layanan digital dan pengembangan serta perluasan bisnis di luar Indonesia. • FOKUS CITRA PUBLIK PT Telekomunikasi Indonesia memiliki keyakinan menjadi perusahaan yang dapat menyediakan layanan Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIMES”) yang berkualitas tinggi. • FOKUS KARYAWAN PT. Telekomunikasi Indonesia melakukan sosialisasi dan berupaya dalam penegakan etika bisnis dalam populasi seluruh karyawan.
  • 24. Faktor Demografi Fakta Fenomena Peluang Ancaman Kondisi demografi di Indonesia dimana populasi terbesar keempat di dunia dan kelas menengah yang tumbuh pesat, serta ekonomi Indonesia yang memperlihatkan pertumbuhan yang baik dan stabil yang diharapkan akan terus mendorong permintaan akan layanan telekomunikasi dan data. sisi lain masyarakat semakin terbuka terhadap globalisasi gaya hidup digital, dan terutama meningkat pesatnya penggunaan perangkat ponsel cerdas dengan harga yang semakin terjangkau maupun tingginya aktivitas di jejaring sosial, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan layanan mobile internet. Dan juga persaingan antar operator telekomunikasi yang semakin terbuka dan ketat. Dengan perkembangan yang pesat, memberikan peluang PT Telkom untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kedepannya sehingga customer akan menjadi pengguna tetap data dan layanan lainnya yang di tawarkan PT Telkom. Banyaknya persaingan data yang murah, di khawatirkan dapat menurunkan kualitas pelayan. Hal ini dikarenakan ada penawaran yg tidak sesuai dengan produk yang ditawarkan yang akan menurunkan daya beli.
  • 25. Fakta Fenomena Peluang Ancaman Beberapa waktu yang lalu, Indonesia di hadapi oleh informasi hoax oleh salah satu komunitas yang sering dijuluki SARACEN. Komunitas ini memberikan jasa kepada para klien yang beberapa klien terdiri dari kalangan elit politik yang ingin melakukan kampanye. Dengan menyebarkan konten hoax dan sara di media sosial, dan di media cyber yang mereka miliki. Alhasil banyak pengguna Gadged di Indonesia yang meyerap informasi yang tidak benar. Peningkatan penggunaan media komunikasi oleh masyarakat Indonesia meningkat diakibatkan oleh informasi hoax yang disebarkan oleh komunitas SARACEN. Masyarakat tidak ingin ketinggalan informasi mengenai perkembangan terbaru. Hal ini sangat memberikan peluang kepada PT Telkom. Dengan adanya informasi yang tidak benar disebarkan oleh komunitas SARACEN kepada masyarakat umum mengakibatkan perubahan paradigma masyarakat. Hal ini akan mengurangi tingkat kepercayaan akan keaslian dan kebenaran informasi yang diberikan. Hal ini akan mengurangi penggunaan media informasi yang tentunya berdampak pada penurunan jasa PT Telkom. Faktor Politik dalam Negeri
  • 26. Fakta Fenomena Peluang Ancaman Adanya konflik kemanusiaan di Myanmar membawa dampak bagi Negara lain yang menjalin hubungan bilateral, terkhusus bagi Indonesia dalam kerjasamanya dibidang komunikasi dan informasi. Bisnis dengan risiko lebih rendah, return yang lebih cepat dan value yang lebih tinggi, seperti bisnis digital media dan solusi ICT yang dibutuhkan oleh Small Medium Enterprise (SME) dan korporasi. Pemerintah Myanmar tengah menggencarkan upaya menyediakan akses teknologi informasi bagi rakyatnya. Hubungan kerjasama bisnis antara Indonesia dengan Myanmar kini sedang dalam pengkajian ulang. Indonesia mengancam akan memutuskan hubungan bilateral dengan Myanmar sebagai bentuk protes pemerintah atas aksi represif pemerintah Myanmar dengan etnis Rohingya. Ancamaan Pemutusan hubungan kerja antara kedua Negara ini dilihat juga dari angka perdagangan yang dinilai tidak terlalu signifikan dan tidak berdampak bagi laju perekonomian di Indonesia. Faktor Politik Luar Negeri
  • 27. Fakta Fenomena Peluang Ancaman Fundamental ekonomi Indonesia saat ini dinilai terus menguat. Penguatan itu terlihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi terbukti ditengah ketidakpastian ekonomi global Indonesia masih bisa tumbuh 5,02% tahun lalu pada tahun 2016 Pertumbuhan ekonomi naik pertama kali dalam 5 tahun terakhir. PDB. Setelah penguatan di 2016, pertumbuhan ekonomi 2017 diharapkan akan sangat membantu bagi kenaikan harga komoditas dan diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 5,2% dan semoga naik 5,3% di 2018.  Perubahan pola konsumsi masyarakat Pertumbuhan ekonomi yang baik akan berpengaruh terhadapa pola konsumsi masyarakat terkhusunya pada dunia Telekomunikasi dan digital, salah satunya adalah mencari penyedia jasa telekomunikasi maupun jaringan yang lebih cepat untuk memudahkan usaha bisnis mereka ataupun urusan pribadi.  Daya beli mayarakat yang semakin tinggi Dengan adanya pertumbuhan ekonomi indonesia maka secara langsung meningkatnya daya beli masyarakat, yang semakin digitalisasi dan mobilisasi yang memudahkan masyarakat sendiri.  Meningkatnya Persaingan Dengan meningkatnya roda ekonomi ini perusahaan-perusahaan lain yang sejenis juga akan memanfaatkan dengan melakukan inovasi-inovasi untuk menarik pelanggan yang sekarang serba menggunakan dunia digital dalam melakukan segala jenis kegiatan.  Trend yang cepat berubah Perkembangan dunia yang semakain maju membuat perubahan selera masyarakat yang semakin cepat berubah membuat perusahaan dapat kehilangan pangsa pasarnya.  Perubahan teknologi yang cepat Perubahan selera yang cepat juga didukung dengan perubahan teknologi yang cepat, sehingga dapat menyebabkan perusahan kehilangan daya saing terhadap perusahaan lain. Faktor Lingkungan Ekonomi
  • 28. Fakta Fenomena Peluang Ancaman Dengan adanya kebudayaan yang beraneka ragam akan ada usaha untuk memperkenalkan di mata dunia. Maka dari itu telekomunikasi juga sangat di perlukan baik digital maupun langsung. Di Indonesia, tuntutan pelaksanaan CSR tertuang dalam upaya pemerintah melalui pembuatan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang ketentuan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui undang- undang ini, suatu perusahaan dituntut untuk melaksanakan program CSR, tidak terkecuali PT Telkom.  Peningkatan Targer pasar Dengan melakukan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar dan daerah terpencil di Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tehadap keberadaan PT Telkom yang hadir untuk dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.  Mendukung iklim usaha Melakukan tanggung jawab sosial akan membuat Citra perusahaan yang positif, hal ini akan mendukung iklim usaha bagi PT Telkom yang dapat menjamin keberlangsungan perusahaan. PT Telkom sebagai perusahaan negara yang keberadaan kantor kantor cabang bearda hampir di seantero pelosak negeri ini tidak akan terlepas dari ancaman konflik yang mungkin terjadi disekitar kantor. Ancaman konflik yang mungkin terjadi dapat menghambat perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnis. Faktor Sosial dan Budaya
  • 29. Fakta Fenomena Peluang Ancaman Tantangan perusahaan penyedia teknologi jaringan dan jasa telekomunikasi adalah menciptakan produk dan jasa yang lebih cepat dan inovatif, Tantangan dimasa depan adalah melakukan transformasi secara penuh untuk menjadikan perusahaan yang lebih fokus lagi kepada pelanggan yang didukung oleh teknologi dan struktur organisasi yang tepat dan yang dapat membuat seluruh insan Telkom untuk bekerja bersama secara efektif.  Mengembangkan produk yang lebih populer Teknologi new wave telah berkembang secara pesat dalam sepuluh tahun terakhir ini dan sedang merubah cara kita berkomunikasi anatara satu dengan yang lainnya, dalam mengakses hiburan dan pekerjaan.  Platrform ultimedia akan menjadi pilihan Teknologi yang baru ini akan menjadikan produk Telkom dilirik masyarakat, hal ini dikarenakan penggunaannya yang lebi mudah dan praktis dalam melakukan kegiatan- kegiatan seperti kegiatan berbisnis melalui aplikasi yang telah disediahkan oleh PT Telkom.  Persaingan yang meningkat Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan oleh perusahaan- perusahaan lain yang sejenis dengan PT Telkom sehingga dapat meningkatkan persaingan.ini menjadi sebuah ancaman bagi PT Telkom.  Kualitas sumber daya manusia Terciptanya teknologi yang semakin maju perlu diikuti oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di perusahaan untuk mampu menciptakan ide yang inovatif dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan sehingga tidak kalah saing dengan perusahaan swasta lainnya Faktor Teknologi
  • 30. Fakta Fenomena Peluang Ancaman Pemerintah adalah pemegang saham mayoritas dan pengendali Perusahaan. Sebagai regulator, Pemerintah menerbitkan lisensi serta membuat, mengawasi dan menegakkan peraturan yang berkaitan dengan pengaturan sektor telekomunikasi dan memutuskan penetapan tarif. Menurunnya biaya interkoneksi justu menjadikan kompetisi bukan lagi terbatas persaingan kuatnya modal, tapi mendorong hadirnya inovasi produk dan jasa pelayanan kepada konsumen, penurunan biaya interkoneksi akan menghilangkan dominasi pasar karena mampu menjaga kompetisi bisnis yang sehat. Ada korelasi antara penurunan biaya inter koneksi terhadap tarif ritel. Penetapan tarif asimetris justru akan menguntungkan pelanggan karena biaya yang diberlakukan dihitung berdasarkan recovery cost operator. penyusunan formula tarif yang dilakukan oleh pemerintah menggunakan metode price cap yang diklaim paling cocok dengan kondisi Indonesia. Sayangnya, metode ini ternyata sangat rentan oleh faktor inflasi karena menggunakan customer price index (CPI) sebagai unsur utamanya, di samping faktor efesiensi operator sendiri. Akibatnya nilai rupiah mengalami depresiasi yang sedemikian besar beberapa tahun terakhir yang berakibat pada naiknya angka inflasi, penyesuaian tarif telepon juga meroket. Hal ini mengakibatkan konsumen telepon harus menganggung kenaikan tarif yang dirapel untuk sekaligus 3 tahun. Faktor Hukum dan Regulasi
  • 31. Fakta Fenomena Peluang Ancaman Presiden ke-7 kita yang sekarang ini Bapak Joko Wododo, sering mengupload berbagai kegiatan kerjanya hal ini tentu sangat positif agar masyarakat dapat lebih mengetahui apa saja yang di kerjakan oleh orang Nomor 1 di Negara Indonesia ini. Dengan komunikasi yang transparan ini tak sedikit pengikut media sosial yang mengikuti akun media sosial para pejabat negara. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui apa saja yang dilakukan pejabat negara. Dengan Komunikasi yang positif, akan memberikan kemajuan terhadap perusahaan PT. Telkom Indonesia Selanjutnya dapat mempertahankan peringkat PT Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi terbaik pada kelasnya. Dengan pemberitaan yang tidak benar akan sebuah berita, dapat mengurangi penggunaan komunikasi pada suatu situs yang ada kerjasama dengan PT Telkomunikasi. hal ini dikarenakan akan mengurangi kepercayaan pembaca pada berita yang menyediakan situs tidak benar tersebut. Faktor Pemerintah
  • 33. PERSAINGAN ANTAR PERUSAHAAN SAINGAN Salah satu contoh penyebabnya meningginya tingkat persaingan adalah perang harga serta inovasi produk baru dari kompetitor. Ancaman yang paling besar yang ada di Telkom adalah persaingan harga yang kompetitif, kompetitor baru maupun kompetitor yang telah ada sebelumnya berusaha menarik para pelanggan baru maupun pelanggan Telkom dengan tarif telepon dan sms yang murah, sehingga Telkomsel pun berusaha menurunkan tarifnya, namun hal ini berdampak dengan melambatnya pertumbuhan pendapatan telkomsel pada tahun 2008 yang hanya sebesar 1,4%. Adanya kompetisi yang intens dan perang tarif, Telkomsel melakukan strategi untuk memenangkan pelanggan baru di 2008. Teknologi CDMA juga cukup berperan negative dalam pertumbuhan pelanggan maupun pendapatan kita. Saat ini, kebanyakan pelanggan pelanggan memiliki dua nomor (CDMA dan GSM) dan mereka lebih memilih menelepon menggunakan CDMA, karena tariff nya lebih murah disbanding GSM. Jika tidak ada pesaing CDMA, maka kami perkirakan minutes of usage akan meningkat jauh lebih tinggi lagi. Akan tetapi Industri telekomunikasi sendiri punya prospek growth yang tinggi, karena orang selalu membutuhkan komunikasi dan ditunjang oleh pertumbuhan penduduk. Kemudian, exit barriers juga tinggi, karena perusahaan tentunya sudah menginvestasikan infrastruktur telekomunikasi yang tidak murah. Saat ini, operator melakukan perang harga dalam menjaring konsumen, sementara switching cost pun rendah.
  • 34. POTENSI MASUKNYA PENDATANG BARU (Ancaman pendatang baru) besarnya keuntungan yang didapat dari suatu bisnis akan dengan cepat menarik para pemain baru untuk terjun ke dalam persaingan. Masing-masing industri memiliki karakteristik tersendiri mengenai hal ini. Bisnis pertelekomunikasian merupakan bisnis yang menarik ekspansi global. Di sisi lain secara tidak langsung telah membuktikan bahwa sektor telekomunikasi merupakan sektor yang paling diminati oleh perusahaan multinasional dalam rangka ekspansi dan globalisasi. Namun berdasarkan kebijakan pemerintah struktur pasar jasa telekomunikasi sudah diatur sedemikian rupa sehingga perusahaan-perusahaan yang akan masuk dalam industri ini harus benar- benar yakin apabila hanya ragu- ragu akan mengalami kesulitan, selain itu untuk masuk dalam industri ini memerlukan modal yang besar kecuali perusahaan- perusahaan yang telah mapan. Dengan begitu kemungkinan kecil adanya pendatang baru untuk memasuki industri ini.
  • 35. POTENSI PENGEMBANGAN PRODUK-PRODUK PENGGANTI Semakin banyak barang atau layanan yang dapat menggantikan produk suatu perusahaan, maka posisi perusahaan tersebut semakin lemah. Layanan komunikasi mobile hari ini sudah jauh melebihi layanan telepon dan SMS. Pengguna bisa terkoneksi dengan teman, keluarga melalui email, video calls, pesan audio dan video, update status. Tidak ada satupun fitur-fitur tersebut yang menjadi layanan standard di perangkat mobile, karena fitur-fitur tersebut dikembangkan dan dikelola oleh banyak perusahaan berbeda dan berjalan di atas infrastruktur yang dimiliki telko. Kenyataan bahwa layanan-layanan tersebut digunakan menggantikan layanan telepon dan SMS mulai mengkhawatirkan industri telkomuikasi. Dalam beberapa bulan belakangan, lima aplikasi teratas di Google Play Indonesia merupakan aplikasi komunikasi: KakaoTalk, WeChat, WhatsApp, Line dan Facebook. Konsumen Indonesia menginginkan cara untuk berkomunikasi satu sama lain dengan bebas. Mereka tidak mempermasalahkan biaya langganan,yang menyebabkan penimgkatan aplikasi BBM dan juga mendongkrak penjualan smartphone. BlackBerry selama beberapa tahun dan juga WhatsApp sebagai aplikasi alternatif pengganti BBM. Ketika pengguna mulai lebih sering menggunakan BBM ketimbang telepon/SMS, seharusnya telkomsel sudah bisa melihat peringatan tersebut. Mungkin seharusnya industri telekomunikasi sudah melihat tren ini lebih dulu dan mulai bergerak mengantisipasi dengan berbagai cara, namun salah satu figur industri baru-baru berkata bahwa hampir tidak mungkin bagi telko untuk bergerak begitu cepat dan mengantisipasi tren layanan OTT (Over The Top).
  • 36. DAYATAWAR PEMASOK Perusahaan yang bergantung pada sedikit supplier akan memiliki bargaining power yang lemah. Kelangkaan supplier akan membuat mereka dengan mudah menaikkan harga bahan baku sehingga profit margin suatu perusahaan semakin menipis. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki banyak alternatif supplier akan memperoleh keuntungan yang besar. Perusahaan telekomunikasi sekarang sudah memakai kabel serat optik baik yang ada di darat maupaun yang ada di laut sehingga jaringan kabel lama ( tembaga ) sudah tidak memadai lagi baik untuk mengakomodasi data maupun informasi. Namun kebutuhan kabel serat optik ini sebagian besar masih diimpor dari luar negeri sehingga apabila nilai tukar mata uang dalam negeri melemah hal ini yang menjadi bumerang. Kondisi daya tawar perusahaan telekomunikasi indonesia tidak terlalu lemah karena pemasoknya terdiri dari banyak perusahaan.
  • 37. DAYATAWAR KONSUMEN banyak jumlah pesaing suatu perusahaan, maka pelanggan (buyer) akan memiliki bargaining power yang lebih kuat dan menurunkan tingkat keuntungan perusahaan tersebut, dan sebaliknya. Jumlah pelanggan dari tahun ke tahun selalu meningkat hal ini hampir 75 persen orang di seluruh dunia memakai. Orang indonesia pada umumnya tidak memiliki daya tawar cukup kuat terhadap telekomunikasi, karena tidak memiliki pilihan sarana telekomunikasi yang hanya terbatas dalam pilihan tertentu dan kurang bisa memuaskan pelayanan atas jasanya. Sehingga melihat hal tersebut potensi pasar telekomunikasi cukup besar dari tahun ke tahun, apalagi indonesia merupakan negara berkembang yang masih sangat banyak yang harus digarap
  • 39. Analisis EFE (External Factor Evaluation-EFE Matrix) digunakan untuk mengindentifikasikan faktor-faktor eksternal Telkom supaya dapat dilihat peluang dan ancaman yang ada saat ini. Analisis EFE ini menggunakan bobot dan rating dalam menentukan pengaruh masing-masing faktor. Analisis EFE (External Factor Evaluation-EFE Matrix)
  • 40. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal No Opportunity Bobot Rating Score Bobot 1. Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) 0.10 3 0.30 2. Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0.05 3 0.15 3. Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa 0.05 4 0.20 4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data, terutama untuk gambar, musik dan video. 0.10 3 0.30 5. Meningkatnya pelanggan broadband internet 0.10 3 0.30 6. Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS (Base Tranceiver Station) bersama. 0.05 2 0.10 7. Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas menengah (middle-class and affluents) 0.05 2 0.10 8. Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic Community 0.05 3 0.15
  • 41. No. Threat Bobot Rating Score Bobot 1. Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang menurunkan profit margin 0.10 3 0.30 2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0.05 4 0.20 3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean Economic Community 0.05 2 0.10 4. Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi, kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) 0.05 3 0.15 5. Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan penggunaan, pembagian dan lelang spektrum 0.10 2 0.20 6. Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0.05 4 0.20 7. Harga barang Komplementer yang baik 0.05 3 0.15 Total 1.00 2.90
  • 42. Rating ditentukan sebagai berikut: Rating Keterangan 4 respon sangat bagus 3 respon di atas rata-rata 2 respon rata-rata 1 respon di bawah rata-rata Dalam pemberian rangking dan nilai faktor, penulis berusaha memberikan data seobyektif mungkin. Tetapi pemberian rangking dan nilai faktor tersebut masih mengandung kelemahan karena hanya menggunakan judgment sehingga mengandung subjektivitas. Keterangan:
  • 43. Audit Internal Value Chain Analysis, Vrio Analysis, IFE, and SWOT
  • 45. Inbound Logistics (logistik masuk) Invound logistic adalah aktivitas yang berhubungan dengan penanganan material sebelum digunakan. Perwujudan Indonesia Digital Network dilakukan melalui tiga program pengemvangan sebagai berikut: • Id-Convergence (“id-Con”) : pengembangan infrastruktur jaringan service node menuju integrated NGN unutk multi-layanan dan multi layar • Id-Ring: pengembangan infrastruktur jaringan transport menuju ip-based and optical backbone network. • Id-Access: pengembangan infrastruktur jaringan akses ke arah pelanggan menjadi high speed broadband access melalui jaringan serat optic dan wi-fi • Dalam pengadaan barang dan jasa telkom menerapkanya secara digital melalui sistem e_procurement Raw Material • Sambungan telepon kabel tidak bergerak • Sambungan telepon nirkabel tidak bergerak • Jaringan transmisi Primary activities:
  • 46. Operation “PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN” Telkom mengelompokkan infrastruktur jaringan menjadi dua yaitu: • Infrastruktur jaringan internatsional untuk mendukung program international expansion • Infrastruktur jaringan nasional yang dibuat untuk mendukung program IDN Outbound Logistics Outbound logistic adalah aktivitas yang dilakukan untuk menyampaikan produk ke tangan konsumen. Dalam melakukan aktivitas untuk menyampaikan produk ke konsumen, Telkom memiliki beberapa saluran utama: • Plasa Telkom dan Grapari • Contact center • Partnership store • Feet on the street • Dealer resmi dan gelar ritel • Channel partner • Website Primary activities:
  • 47. Sales & Marketing Untuk mencapai terget pemasangan indihome secara nasional, Telkom mengembangkan 3 channel, yaitu: Pll Pada channel ini, kegiatan pemasaran lebih bersifat modern dengan adanya: • Telkom store (Plasa Telkom) • Website & Media Social. • Call 147 • TAM (open stand di hotel atau event-event) Push Channel ini menyelenggarakan kegiatan pemasaran bersifat tradisional seperti contoh feet on the street Put Channel ini melakukan kegiatan pemasaran yang contohnya adalah partnership dan distribution shrae (DSHR) (Telkom access; teknisi & instalasi) Primary activities:
  • 48. Service Program peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan yang dilakukan PT Telkom Indonesia terdiri dari: • Higher Speed Same Price (HSSP) • Indihome Suggested Package (ISP) • TAM – Tele Account Management • Telkom membership • Integrated Customer Care Center (IC3) Tools Primary activities:
  • 49. Pengukuran kualitas pelayanan dilakukan pada beberapa taha sesuai proses layanan. Primary activities: Metode Indikator Kegunaan Mystery shopping dan mystery calling Service Quality index/ bulan Untuk memastikan standar pelayanan diterapkan secara konsisten dan berkualitas Customer satisfaction and loyalty survey (CSLS) Indikator yang diukur adalah Customer satisfaction index, customer dissatisfaction index, dan customer loyalty index. Setiap tahun Mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap empat pilar yang terdiri dari produk, harga, promosi dan pelayanan.
  • 50. SUPPORTACTIVITIES Procurement (penyediaan) • Merancang hubungan yang tepat dengan suppliers • Memilih suppliers • Memilih dan mengimplementasikan teknologi yang cocok • Memelihara data yang dibutuhkan dan data supplier • Proses pembelian • Mengevaluasi kinerja supplier Telkom menerapkan e_procurement dalam sistem pengadaan baran dan jasa sehingga diharapkan bisa menghemat capital expenditures Technology Development (pengembangan teknologi) Telkom mengembangkan jaringan akses berbasis fiber optik mencapai 13,2 juta homes passed dan membangun fiber to building untuk membangkitkan bisnis fixed line. Membangun 15.556 BTS dimana 75% BTS 3G dan 4G, selain itu telkom membangun 170 ribu titik akses wifi. Telkom Group didukung oleh jaringan backbone yang superior hingga nantinya menjangkau seluruh wilayah nusantara. Human Resources Development (pengembangan SDM) • Mengembangkan SDM yang berkompeten & berkualitas. Firm Infrastructure (infrastruktur perusahaan) • Integrasi unit usaha dibawah 4 divisi utama. • Sistem kontrol terpusat. • Internalisasi nilai – nilai Telkom.
  • 51. SUPPORTACTIVITIES Human Resources Development (pengembangan SDM) • Pengukuran SDM Mengukur kinerja karyawan telkom menggunakan Competency based human resource management dan juga digunakan untuk menentukan tingkat gaji dan membangun kompetesni dan sebuah master plan untuk memberikan arahan bagi sdm • Pengembangan SDM ->pengembangan kepemimpinan dan pembinaan karyawan ->melakukan pencapaian corporate strategic goal ->mengurangi kesenjangan kompetensi karyawan melalui penilaian dan evaluasi CBHRM • Penghargaan karyawan Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi guna memotivasi dan terpacu dalam melakukan roda aktifitas Firm Infrastructure (infrastruktur perusahaan) • Telkom menjawab tantangan global market dengan melakukan transformasi menuju bisnis digital agar tetap tumbuh secara kompetitif dan berkelanjutan. • Memperkuat infrastuktur broadbrand baik secara coverage maupun kapasitas • Melakukan ekspansi internasional
  • 52. MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL No Strength Bobot Rating Score Bobot 1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia, Operator Selular yang pertama (Telkomsel) 0.10 3 0.30 2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public, Listing di BEI, NYSE, LSE 0.07 3 0.21 3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0.10 4 0.40 4. Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company" Award 5x & Best Of Asia kategori Asia's Icon On corporate Governance 2013 0.06 4 0.24 5. Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-access, id- ring, id-con seluruh Indonesia 0.10 3 0.30 6. Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun 2014 target Ekspansi bisnis total 10 negara 0.07 4 0.28 7. Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES 0.10 3 0.30
  • 53. MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL No Weakness Bobot Rating Score Bobot 1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan perkembangan teknologi 0.08 3 0.24 2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas 0.05 4 0.20 3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat penundaan proyek infrastruktur 0.07 2 0.14 4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed wireless 0.05 3 0.15 5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri ketat 0.08 3 0.24 6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0.07 3 0.21 Total 1.00 3.21
  • 54. SWOT STRENGTH • Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia, Operator Selular yang pertama (Telkomsel) • Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public, Listing di BEJ, NYSE, LSE • Pelanggan seluler terbesar di Indonesia • Tata kelola perusahaan yang baik, " Most Trusted Company" Award 5x & Best Of Asia kategori Asia's Icon On corporate Governance 2013 • Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-access, id-ring, id-con seluruh Indonesia • Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun 2014 target Ekspansi bisnis total 10 negara • Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES WEAKNESS • Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan perkembangan teknologi • Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas • Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat penundaan proyek infrastruktur • Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed wireless • Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri ketat • Pendapatan dari entitas lain belum berperan
  • 55. OPPORTUNITY • Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) • Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) • Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa • Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data, terutama untuk gambar, musik dan video. • Meningkatnya pelanggan broadband internet baik mobile maupun fixed • Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS bersama. • Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas menengah (middle-class and affluents) • Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic Community THREAT • Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang menurunkan profit margin • Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur • Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean Economic Community • Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi, kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) • Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan penggunaan, pembagian dan lelang spektrum • Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler • Harga barang Komplementer yang baik
  • 58. Directional Strategy: Disruptive competitive growth Di tengah perubahan lingkungan industri yang sangat menantang, TelkomGroup yakin bahwa kapitalisasi pasar akan tumbuh secara signifikan. Ini dilakukan dengan cara memberikan nilai lebih kepada pelanggan melalui inovasi produk dan layanan, mendorong sinergi serta membangun ekosistem digital yang kuat baik di pasar domestik maupun internasional.
  • 59. Portfolio Strategy: Customer value through digital TIMES portfolio TelkomGroup berfokus pada portofolio digital TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services) melalui penyediaan layanan yang nyaman dan konvergen sehingga memberikan nilai yang tinggi kepada pelanggan.
  • 60. Parenting Strategy: Strategic Control Untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara efektif, TelkomGroup menerapkan pendekatan strategic control untuk menyelaraskan unit bisnis, unit fungsional dan anak perusahaan agar proses dapat berjalan lebih terarah, bersinergi, dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
  • 62. MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL No Strength Bobot Rating Score Bobot 1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia, Operator Selular yang pertama (Telkomsel) 0.10 3 0.30 2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public, Listing di BEI, NYSE, LSE 0.07 3 0.21 3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0.10 4 0.40 4. Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company" Award 5x & Best Of Asia kategori Asia's Icon On corporate Governance 2013 0.06 4 0.24 5. Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-access, id- ring, id-con seluruh Indonesia 0.10 3 0.30 6. Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun 2014 target Ekspansi bisnis total 10 negara 0.07 4 0.28 7. Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES 0.10 3 0.30
  • 63. MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL No Weakness Bobot Rating Score Bobot 1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan perkembangan teknologi 0.08 3 0.24 2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas 0.05 4 0.20 3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat penundaan proyek infrastruktur 0.07 2 0.14 4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed wireless 0.05 3 0.15 5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri ketat 0.08 3 0.24 6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0.07 3 0.21 Total 1.00 3.21
  • 64. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal No Opportunity Bobot Rating Score Bobot 1. Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) 0.10 3 0.30 2. Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0.05 3 0.15 3. Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa 0.05 4 0.20 4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data, terutama untuk gambar, musik dan video. 0.10 3 0.30 5. Meningkatnya pelanggan broadband internet 0.10 3 0.30 6. Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS (Base Tranceiver Station) bersama. 0.05 2 0.10 7. Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas menengah (middle-class and affluents) 0.05 2 0.10 8. Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic Community 0.05 3 0.15
  • 65. Faktor-faktor keberhasilan penting PT. Telekomunikasi Indonesia PT. Exelcomindo Pratama PT. Indosat Bobot Peringkat Skor Peringkat Skor Peringkat Skor Reputasi Brand 0,15 4 0,60 4 0,60 3 0,45 Kualitas Produk 0,15 4 0,60 4 0,60 3 0,45 Pengeluaran R&D 0,07 3 0,21 3 0,21 3 0,21 Kesuksesan Pengenalan Terbaru 0,10 3 0,30 3 0,30 3 0,30 Daya Saing Harga 0,15 4 0,60 4 0,60 3 0,45 Kesuksesan Mempromosikan Produk 0,15 3 0,45 3 0,49 3 0,45 Kemampuan Pemasaran Superior 0,08 3 0,24 3 0,24 3 0,24 Inovasi dalam Produk dan Jasa 0,15 4 0,60 3 0,45 3 0,45 Total 1,00 3,6 3,49 3
  • 66. No. Threat Bobot Rating Score Bobot 1. Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang menurunkan profit margin 0.10 3 0.30 2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0.05 4 0.20 3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean Economic Community 0.05 2 0.10 4. Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi, kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) 0.05 3 0.15 5. Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan penggunaan, pembagian dan lelang spektrum 0.10 2 0.20 6. Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0.05 4 0.20 7. Harga barang Komplementer yang baik 0.05 3 0.15 Total 1.00 2.90
  • 68. SWOT MATRIX WEAKNESS 1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan perkembangan teknologi 2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas 3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat penundaan proyek infrastruktur 4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed wireless 5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri ketat 6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan THREAT 1. Kompetisi meningkat menurunkan profit margin 2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean Economic Community Kondisi makro 4. Aturan dari pemerintah 5. Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 6. Harga barang komplementer yang baik OPPORTUNITY 1. Kapasitas jaringan bertambah besar 2. Kesempatan di negara-negara berkembang 3. Wilayah Indonesia belum sepenuhnya dikover 4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data 5. Meningkatnya pelanggan broadband internet Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi 6. Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia 7. Masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic Community S-O • (S2 – O2) Fokus pada perluasan pangsa pasar di negara berkembang • (S1 – O2) Menggunakan peran pemerintah untuk bekerja sama dengan negara AFTA dan AEC W-O • (W5 – O2) Menawarkan produk khusus untuk pangsa pasar di negara berkembang • (W5 – O8) Bekerja sama dengan negara AFTA dan AEC untuk mengembangkan produk yang inovatif W-T • (W5 – T4) Penggabungan entitas bisnis agar lebih kompetitif dan promosi digencarkan agar pasar lebih mengetahui produk dan manfaatnya S-T • (S6 – T4) Melakukan kerja sama dengan kompetitor STRENGTH 1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia, Operator Selular pertama (Telkomsel) 2. Perusahaan BUMN, Brand Image kuat, Go Public, Listing di BEI, NYSE, LSE 3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 4. Tata kelola perusahaan yang baik 5. Indonesia Digital Network (IDN) dengan id- access, id-ring, id-con seluruh Indonesia 6. Ekspansi Internasional 7. Kemampuan finansial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan restrukturisasi
  • 69. Evaluasi Faktor Internal Strength No Strength Bobot Rating Score Bobot 1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik & terbesar di Indonesia, Operator Selular yang pertama (Telkomsel) 0.10 3 0.30 2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, Go Public, Listing di BEI, NYSE, LSE 0.07 3 0.21 3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0.10 4 0.40 4. Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company" Award 5x & Best Of Asia kategori Asia's Icon On corporate Governance 2013 0.06 4 0.24 5. Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id-access, id-ring, id- con seluruh Indonesia 0.10 3 0.30 6. Ekspansi Internasional tahun 2013 ke 7 Negara, tahun 2014 target Ekspansi bisnis total 10 negara 0.07 4 0.28 7. Kemampuan financial utk melakukan Akuisisi, Partnership dan restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES 0.10 3 0.30 Total 0.6 2.03
  • 70. Evaluasi Faktor Internal Weakness No Weakness Bobot Rating Score Bobot 1. Anggaran belanja besar untuk infrastruktur & perubahan perkembangan teknologi 0.08 3 0.24 2. Umur masa operasional infrastruktur (Satelit) yang terbatas 0.05 4 0.20 3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat penundaan proyek infrastruktur 0.07 2 0.14 4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed wireless 0.05 3 0.15 5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri ketat 0.08 3 0.24 6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0.07 3 0.21 Total 0.4 1.18
  • 71. Evaluasi Faktor Eksternal Opportunity No Opportunity Bobot Rating Score Bobot 1. Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) 0.10 3 0.30 2. Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0.05 3 0.15 3. Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa 0.05 4 0.20 4. Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjadi pengguna data, terutama untuk gambar, musik dan video. 0.10 3 0.30 5. Meningkatnya pelanggan broadband internet 0.10 3 0.30 6. Kerja-sama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS (Base Tranceiver Station) bersama. 0.05 2 0.10 7. Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas menengah (middle-class and affluents) 0.05 2 0.10 8. Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic Community 0.05 3 0.15 TOTAL 0.55 1.60
  • 72. Evaluasi Faktor Eksternal Threat No. Threat Bobot Rating Score Bobot 1. Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang menurunkan profit margin 0.10 3 0.30 2. Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0.05 4 0.20 3. Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean Economic Community 0.05 2 0.10 4. Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi, kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) 0.05 3 0.15 5. Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan penggunaan, pembagian dan lelang spektrum 0.10 2 0.20 6. Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0.05 4 0.20 7. Harga barang Komplementer yang baik 0.05 3 0.15 Total 0.45 1.30
  • 73. Analisa Matrix SWOT No Analisa Faktor Total Skor 1 Strength 2.03 2 Weakness 1.18 3 Opportunities 1.60 4 Threat 1.30
  • 74. Mencari koordinatnya: • Koordinat Analisis Internal (Skor Total Strength – Skor Total Weakness) = (2.03 – 1.18) = 0.85 • Koordinat Analisis Eksternal (Skor Total Opportunities – Skor Total Threat) = (1.60 – 1.30) = 0.3 • Titik koordinatnya terletak pada (0.85;0.3) • Berikutnya, hasil koordinat disajikan pada diagram matriks swot untuk mengetahui posisi perusahaan.
  • 77. Kesimpulan • Strategi Telkom yang diusulkan memiliki dua bagian: pertama, meluncurkan produk inovator baru berkualitas ekspor yang belum dimiliki produsen lain • Strategi kedua adalah meningkatkan global presence dari Telkom di dunia terutama di asia tenggara dengan cara melakukan ekspansi ke negara-negara dimana kemampuan dan know-how Telkom bisa menjadi competitive advantage di negara itu.
  • 79. PT TELKOM’S STRATEGIC CHOICE (QSPM)
  • 80. Kunci Faktor Internal Pengembangan Meluncurkan produk inovator baru berkualitas ekspor yang belum dimiliki produsen lain Meningkatkan global presence dari Telkom di dunia terutama di asia tenggara dengan cara melakukan ekspansi ke negara-negara No. Kekuatan Internal AS TAS AS TAS 1. Perusahaan telekomunikasi pertama, terbaik, dan terbesar di Indonesia, Operator Seluler yang pertama (Telkomsel) 0,1 2 0,2 3 0,3 2. Perusahaan BUMN, Brand Image yang kuat, go public, listing di BEI, NYSE, LSE 0,07 4 0,28 3 0,21 3. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia 0,1 4 0,4 3 0,3 4. Tata kelola perusahaan yang baik, "Most Trusted Company" Award 5x & Best of Asia kategori Asia's Icon on Corporate Governance 2013 0,06 4 0,24 4 0,24 5. Program 2015, Indonesia Digital Network (IDN) dengan id- access, id-ring, id-con seluruh Indonesia 0,1 3 0,3 2 0,2 6. Ekspansi internasional tahun 2013 ke 7 negara, tahun 2014 target ekspansi bisnis total 10 negara 0,07 2 0,14 2 0,14 7. Kemampuan finansial untuk melakukan akuisisi, partnership, dan restrukturisasi pada perusahaan berbasis TIMES 0,1 2 0,2 3 0,3
  • 81. Kelemahan Internal 1. Anggaran belanja untuk infrastruktur & perubahan perkembangan teknologi 0,08 2 0,16 - - 2. Umur masa operasional infrastruktur (saletit) yang terbatas 0,05 3 0,15 4 0,2 3. Penyerapan anggaran CAPEX yang belum optimal akibat penundaan proyek infrastruktur 0,07 2 0,14 3 0,21 4. Penurunan pendapatan dari layanan fixed wireline dan fixed wireless 0,05 3 0,15 2 0,1 5. Margin keuntungan menurun karena persaingan dalam industri ketat 0,08 3 0,24 3 0,24 6. Pendapatan dari entitas lain belum berperan 0,07 4 0,28 4 0,28 Total 1 2,88 2,72
  • 82. No. Kunci Faktor Eksternal Bobot Meluncurkan produk inovator baru berkualitas ekspor yang belum dimiliki produsen lain Meningkatkan global presence dari Telkom di dunia terutama di asia tenggara dengan cara melakukan ekspansi ke negara-negara Peluang AS TAS AS TAS 1 Kemajuan teknologi membuat kecepatan dan kapasitas jaringan menjadi bertambah besar seperti teknologi 4G-LTE (long-term evolution) 0,1 2 0,2 3 0,3 2 Kesempatan di negara-negara berkembang (Bangladesh, Myanmar) 0,05 2 0,1 4 0,2 3 Wilayah Indonesia yang luas belum sepenuhnya dikover, terutama di luar Jawa 0,05 4 0,2 2 0,1 4 Perubahan perilaku konsumen dari pengguna voice dan sms menjdi pengguna data, terutama untuk gambar, musik, dan video 0,1 4 0,4 2 0,2 5 Meningkatnya pelanggan broadband internet baik mobile maupun fixed 0,1 4 0,4 4 0,4 6 Kerjasama antar perusahaan telekomunikasi, seperti penggunaan BTS bersama 0,05 3 0,15 4 0,2 7 Meningkatnya pendapatan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kelas menengah (middle-class and affluents) 0,05 4 0,2 3 0,15 8 Kesempatan untuk masuk ke negara-negara yang bergabung dalam Asean Economic Community 0,05 2 0,1 4 0,2
  • 83. Ancaman 1 Kompetisi yang meningkat antar operator seluler dan broadband yang menurunkan profit margin 0,1 4 0,4 4 0,4 2 Bertambah tidak amannya internet bagi anak di bawah umur 0,05 4 0,2 2 0,1 3 Kompetisi dari perusahaan telekomunikasi dari negara AFTA, Asean Economic Community 0,05 3 0,15 4 0,2 4 Kondisi makro tempat perusahaan telekomunikasi berada (inflasi, kestabilan politik, pertumbuhan ekonomi) 0,05 3 0,15 3 0,15 5 Aturan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan penggunaan, pembagian dan lelang spektrum 0,1 3 0,3 6 Rendahnya biaya untuk berpindah antar perusahaan seluler 0,05 2 0,1 4 0,2 7 Harga barang komplementer yang baik 0,05 4 0,2 3 0,15 Total 1 3,25 2,95 Total keseluruhan 6,13 5,67
  • 84. Dari hasil QSPM tersebut, terlihat bahwa prioritas pertama strategi yang akan dilaksanakan PT Telkom adalah meluncurkan produk inovator baru berkualitas ekspor yang belum dimiliki oleh produsen lain dengan skor 6,13.
  • 86. STRATEGIC OBJECTIVES Jenis Strategi Pengertian Implementasi Directional Strategy Di tengah perubahan lingkungan industri yang sangat menantang, TelkomGroup yakin bahwa kapitalisasi pasar akan tumbuh secara signifikan. Ini dilakukan dengan cara memberikan nilai lebih kepada pelanggan melalui inovasi produk dan layanan, mendorong sinergi serta membangun ekosistem digital yang kuat baik di pasar domestik maupun internasional. Inovasi yang dilakukan PT Telkom: • IndiHome • T-Cash • Jaringan 4G pada anak perusahaanya yaitu Telkomsel • Smart City • Smart Campus
  • 87. Jenis Strategi Pengertian Implementasi Portfolio Strategy: Customer value through digital TIMES portfolio TelkomGroup berfokus pada portofolio digital TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services) melalui penyediaan layanan yang nyaman dan konvergen sehingga memberikan nilai yang tinggi kepada pelanggan. Membentuk SDM yang berkualitas agar dapat memberikan pelayanan kedapa para pelanggan dengan baik dan memuaskan.
  • 88. Jenis Strategi Pengertian Implementasi Parenting Strategy: Strategic Control Untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara efektif, TelkomGroup menerapkan pendekatan strategic control untuk menyelaraskan unit bisnis, unit fungsional dan anak perusahaan agar proses dapat berjalan lebih terarah, bersinergi, dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan. • Dapat menjalankan proses bisnis sesuai dengan visi dan misi • Dapat mengendalikan anak perusahaan agar memiliki transparansi antara induk dan anak perusahaan
  • 90. Produk FTTH (Fiber To The Home)
  • 93. EBIT & EPS 2012 2013 2014 2015 2016 EBIT (dalam miliaran rupiah) 6.071 6.631 6.915 7.318 9.316 EPS (dalam miliaran rupiah) 113,975 124,625 25,945 27,54 34,465
  • 95. Return on Asset (ROA) 11.50% 11.10% 10.40% 9.30% 10.80% 2012 2013 2014 2015 2016 Return On Asset (ROA) merupakan rasio yang memberikan informasi besarnya laba yang di peroleh dari total asset yang dimiliki perusahaan. Nilai rasio menunjukan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih dari total asetnya. PT Telekomunikasi memiliki ROA yang berubah-ubah dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Tahun 2012 sampai tahun 2015 ROA mengalami penurunan dan kembali naik pada tahun 2016. Tahun 2016, PT Telekomunikasi miliki nilai 10.80% yang berarti perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 10.80% dari total asetnya. Semakin besar nilai rasio maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari total asset perusahaan menjadi laba. Yang artinya laba yang diperoleh semakin besar dan semakin baik kinerja perusahaan. Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
  • 96. Return on Equity (ROE) Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang meunjukkan besarnya laba bersih yang diperoleh dari ekuitas yang dimiliki perusahaan. Pada PT Telekomunikasi, tahun 2012 sampai 2015 ROE mengalami penurunan dan meningkat lagi di tahun 2016. Nilai ROE tahun 2016 sebesar 22.90% menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 22.90% dari ekuitasnya. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari ekuitas menjadi laba. ROE tinggi akan menyebabkan posisi pemilik modal perusahaan semakin kuat 24.90% 23.50% 21.60% 20.60% 22.90% 2012 2013 2014 2015 2016 Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
  • 97. Operating Profit Margin Operating Profit Margin menggukur seberapa besar kemampuan dalam menghasilkan laba operasi dari penjualan bersih perusahaan. Semakin besar nilai OPM, berarti perusahaan mampu memaksimalkan penjualan bersih sehingga akan meningkatkan laba operasi. Tahun 2012 nilai operating profit margin PT Telekomunikasi yaitu sebesar 33.30% dan meningkat menjadi 33.60% di tahun 2013. Tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 32.80% lalu menurun lagi menjadi 31.60% di tahun 2015. Tetapi pada tahun 2016 PT Telekomunikasi kembali meningkatkan penjualan sehingga laba operasi meningkat menjadi 33.70% 33.30% 33.60% 32.80% 31.60% 33.70% 2012 2013 2014 2015 2016 Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
  • 98. Current Ratio Current ratio dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Tahun 2016, PT Telekomunikasi memiliki nilai current ratio sebesar 120% yang berarti bahwa jumlah aktiva lancar ada 1.2 kali dari jumlah hutang lancar atau setiap Rp. 1,- hutang lancar dijamin dengan Rp. 1.2,- aktiva lancar. Semakin tinggi nilainya maka semakin likuid perusahannya. Dapat dilihat bahwa PT Telekomunikasi memiliki current ratio >1 atau >100% yang berarti perusahaan cukup sehat untuk membayar kewajibannya. 116% 116.30% 106.20% 135.30% 120% 2012 2013 2014 2015 2016 Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
  • 99. Debt to Equity Debt to Equity merupakan rasio yang membandingkan jumlah hutang terhadap ekuitas yang dimiliki. Semakin tinggi nilai rasionya maka diasumsikan perusahaan memiliki risiko semakin tinggi terhadap likuiditas perusahaannya. Selama tahun 2012 sampai tahun 2016, nilai tertinggi terdapat pada tahun 2015 yang mencapai 96.80%. Tetapi angka ini masih dibawah 1.00 atau 100% yang berarti bahwa perusahaan memiliki hutang yang lebih kecil dibanding dengan ekuitas yang dimilikinya. 86.10% 83.50% 80.80% 96.80% 87.80% 2012 2013 2014 2015 2016 Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
  • 100. Debt to Total Asset Debt to Total Asset digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai dengan total hutang. Rasio sangat penting untuk melihat solvabilitas perusahaan, yaitu kemampuan perusahaan menyelesaikan kewajiban jangka panjangnya. Semakin tinggi nilai rasio maka semkakin besar jumlah asset yang dibiayai oleh hutang, semkin kecil jumlah asset yang dibiayai modal, semakin tinggi risiko perusahaan menyelesaikan kewajiban jangka panjangnya, serta semakin tinggi beban bunga yang harus ditanggung. PT Telekomunikasi memiliki angka Debt to Total Asset paling tinggi di tahun 2015 dan menurun di tahun 2016 39.90% 39.50% 38.90% 43.80% 41.20% 2012 2013 2014 2015 2016 Sumber: data yang diolah dari laporan keuangan PT Telekomunikasi Tbk
  • 102. Mengapa PT Telekomunikasi Tbk melakukan ekspansi pasar: -Pertama untuk persoalan investasi, PT Telkom memang menegaskan tidak melakukan investasi melainkan menjadi mobile virtual network operator (MVNO) atau mensejajarkan diri dengan operator setempat. Namun kondisi ini tentu tidak bisa bertahan selamanya. Untuk jangka panjang, pada akhirnya PT Telkom tentu harus berdiri eksis sendiri dan melakukan investasi. -Kedua untuk persoalan jaringan, tentu ini juga masih menjadi PR bagi PT Telkom. Sebab, jaringan PT Telkom di negeri orang juga belum besar. Saat ini, Telkomsigma juga masih melakukan perluasan pusat data, yang untuk jangka panjang akan sangat strategis bagi pengembangan bisnis telekomunikasi yang telah mengarah pada era digitalisasi.
  • 103. Negara Sasaran Peluang Ancaman 1. Singapura 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat 2. Hong Kong 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat 3. Timor Leste 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi Meningkatnya persaingan Trend yang cepat berubah Perubahan teknologi yang cepat 4. Malaysia 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi Meningkatnya persaingan Trend yang cepat berubah Perubahan teknologi yang cepat 5. Australia 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat 6. Qatar 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat
  • 104. No. Negara Sasaran Peluang Ancaman 1. Taiwan 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat 2. Myanmar 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat 3. Arab Saudi 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat 4. Jepang 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat 5. Korea Selatan 1. Perubahan pola konsumsi masyarakat 2. Daya beli mayarakat yang semakin tinggi 1. Meningkatnya persaingan 2. Trend yang cepat berubah 3. Perubahan teknologi yang cepat
  • 105. Corporate Social Responsibility - Dasar Hukum CSR Dalam UU No. 40 Tahun 2007 ditegaskan bahwa Tangungjawab sosial dan Lingkungan (TJSL) adalah komitmen perseroan urntuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya.
  • 106. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY Dalam mengambil sebuah keputusan untuk kepentingan usaha, hendaknya tidak merusak etika dan tanggung jawab sosial. Adapun tanggung jawab sosial perusahaan meliputi: 1. Tanggung jawab sosial terhadap Konsumen. 2. Tanggung Jawab Sosial terhadap Karyawan 3. Tanggung Jawab Sosial terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat 4. Tanggung Jawab Sosial terhadap Lingkungan Hidup
  • 107. 1. Tanggung jawab sosial terhadap konsumen. Sebagai bentuk komitmen kami terhadap upaya memenuhi harapan para pelanggan, kami merealisasikan berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, sebagai berikut: • Program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) Peningkatan orientasi pegawai agar lebih peduli terhadap kepuasan layanan kepada pelanggan. • Layanan Pelanggan Penerapan kebijakan layanan, sebagai wujud komitmen Telkom untuk memberikan layanan terbaik kepada pelangan, yang meliputi: o Service Delivery Pengelolaan pengendalian service delivery khususnya terkait dengan infrastruktur jaringan (network infrastructure). o Service Assurance Penetapan standard product dan basic solution menggunakan service level guarantee (SLG) dengan melibatkan peran engineer on site (EoS) dalam membantu kegiatan problem handling yang berkedudukan di sekitar lokasi pelanggan.
  • 108. 1. Tanggung jawab sosial terhadap konsumen. • Program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) Peningkatan orientasi pegawai agar lebih peduli terhadap kepuasan layanan kepada pelanggan. • Layanan Pelanggan Penerapan kebijakan layanan, sebagai wujud komitmen Telkom untuk memberikan layanan terbaik kepada pelangan, yang meliputi: o Service Delivery Pengelolaan pengendalian service delivery khususnya terkait dengan infrastruktur jaringan (network infrastructure). o Service Assurance Penetapan standard product dan basic solution menggunakan service level guarantee (SLG) dengan melibatkan peran engineer on site (EoS) dalam membantu kegiatan problem handling yang berkedudukan di sekitar lokasi pelanggan. o Pengukuran Kualitas Layanan Kami melakukan pengukuran kualitas layanan pada beberapa tahap sesuai proses layanan. Pada proses interaksi dengan channel distribusi, kami melakukan mystery shopping dan mystery calling untuk memastikan standar pelayanan diterapkan secara konsisten dan berkualitas.
  • 109. • Penanganan Keluhan Pelanggan Kami menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang memungkinkan pelanggan menyampaikan keluhan maupun complain atas kualitas produk dan layanan yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang telah ditawarkan • Kami membagi penanganan keluhan ke dalam dua golongan pelanggan. 1. Segmen Pelanggan Personal a. Telkom menyediakan pusat layanan konsumen yang dapat langsung didatangi di setiap kantor wilayah maupun kantor cabang, dikenal dengan Plasa Telkom. b. Telkom juga menyediakan pusat pengaduan secara online di website Perseroan (www.telkom.co.id) serta call center dengan nomor “147” 2. Segmen Pelanggan Korporat Telkom memiliki tim account management dalam mengelola hubungan dengan pelanggan korporat yang didukung oleh Engineer on Site (EoS) untuk pelanggan prioritas, Corporate Customer Access Network (CCAN) Team untuk delivery layanan dan Corporate Customer Care Center (C4) untuk menangani keluhan pelanggan dengan nomor "500250" dan email: tele-am@telkom.
  • 110. 2. Tanggung Jawab Sosial terhadap Karyawan • Penanganan keluhan karyawan Kami menyediakan aplikasi untuk membantu karyawan mencari dan mempelajari layanan kebijakan sumber daya manusia (SDM) serta sebagai sarana bagi karyawan memberikan masukan kepada manajemen, terdiri dari: - HR helpdesk – Program pengelolaan feedback karyawan terkait isu pengelolaan Human Capital dalam perusahaan, - HR wiki – Layanan search engine untuk pencarian jawaban, definisi ataupun prosedur pengelolaan human capital kini cepat dan mudah. ⁃ Employee aspiration – Merupakan adaptasi dari Employee Suggestion System (ESS), yaitu mekanisme yang digunakan oleh Perusahaan untuk mengumpulkan ide kreatif karyawan, dimana adalah saran-saran dari karyawan dikumpulkan, diklasifikasikan dan dikirimkan kepada expert atau komite untuk diavaluasi. Setelah itu, saran dapat diadopsi oleh Perusahaan, dan dalam hal ini Perusahaan juga dapat memberikan reward.
  • 111. 3. TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Inisiatif tanggung jawab sosial Telkom terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat diarahkan untuk membangun sistem ekonomi digital. Ini merupakan hal yang penting karena mendukung pembangunan ekonomi digital di Indonesia. Dalam melaksanakan upaya tersebut, Telkom Group bersinergi internal dan eksternal dengan banyak pihak, baik dengan Kementerian, UKM mitra binaan, maupun BUMN lainnya. Rumah Kreatif BUMN Dalam program Rumah Kreatif BUMN, Telkom Group memberikan dukungan berupa pelatihan digitalisasi bisnis melalui platform e-commerce, www.blanja.com. Dengan adanya Rumah Kreatif BUMN, Telkom berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan blanja.com untuk memasarkan produk UMKM binaan dan produk masingmasing BUMN
  • 112. 4. TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN: MENDUKUNG PELESTARIAN LINGKUNGAN • Penghematan energi dan mitigasi emisi karbondioksida. Sejak tahun 2009 kami telah melaksanakan program yang ditujukan untuk mengurangi pemakaian energi listrik dalam kegiatan operasional. Dengan demikian kami turut berkontribusi kepada upaya mitigasi emisi karbondioksida yang salah satunya dihasilkan oleh pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil
  • 113. Pelaksanaan TJSL Telkom memiliki tema “Telkom Indonesia Untuk Indonesia” yang mencakup isu-isu tanggung jawab sosial Telkom yang dianggap relevan dan signifikan, dengan menekankan pada tiga prinsip TJSL Telkom, yaitu: 1. Lingkungan digital, yaitu pengembangan, penyediaan, dan pengelolaan infrastuktur telekomunikasi dan beragam fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung dan menghubungkan seluruh aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas pelestarian lingkungan hidup. 2. Masyarakat digital, yaitu mendukung pemberdayaan komunitas melalui edukasi tentang pemanfaatan TIK secara optimal untuk memudahkan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari. 3. Ekonomi digital, yaitu pengembangan fasilitas TIK di berbagai layanan umum yang digunakan oleh masyarakat, serta dukungan terhadap usaha mikro dan menengah, terutama di sektor industri kreatif, terkait dengan optimalisasi pemanfaatan TIK.
  • 114. Total dana yang telah dianggarkan dan direalisasikan untuk tahun 2016, adalah sebesar Rp24,13 miliar dan direalisasikan sebesar Rp19,26 miliar. Jumlah anggaran tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp18,25 miliar.
  • 115. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY No. Kegiatan CSR Area CSR Alasan CSR Bidang CSR Sikap CSR Perusahaan 1. Lingkungan digital Lingkungan Untuk mendukung dan menghubungkan seluruh aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas pelestarian lingkungan hidup. Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif 2. Masyarakat digital Lingkungan Untuk memudahkan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif 3. Ekonomi digital Lingkungan Untuk memudahkan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif 4. Indonesia Digital Learning (IDL) & My Teacher My Hero Lingkungan Upaya pelatihan guru-guru di bidang digital untuk guru-guru Indonesia yang menerapkan pembelajaran digital Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif 5. Pustaka Digital Lingkungan Untuk mempermudah masyarakat khususnya para pelajar untuk mengakses buku-buku secara online Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif
  • 116. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY No. Kegiatan CSR Area CSR Alasan CSR Bidang CSR Sikap CSR Perusahaan 6. Socio Digi Leaders Lingkungan Untuk kompetisi ide kreatif yang bermanfaat sebesar-besarnya untuk lingkungan sosial Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif 7. BUMN Hadir untuk Negeri Lingkungan Untuk masyarakat diantaranya BUMN Mengajar, Bedah Rumah Veteran, Siswa Mengenal Nusantara, Elektrifikasi Rumah, Pembangunan Sarana Air Bersih & MCK, serta Jalan Santai. Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif 8. Telkom Craft Lingkungan Untuk bentuk peran aktif Telkom dalam upaya memaksimalkan kemajuan ekonomi, sosial, dan bentuk kepedulian kepada para pelaku UKM lokal sehingga dapat menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan. Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif 9. Widyawisata & Real Experience VR Satelit Telkom 3S Lingkungan Untuk mengedukasi dan menginformasikan kegunaan dari satelit secara nyata kepada masyarakat. Lingkungan (Masyarakat) Sikap Proaktif
  • 117. Parameter Keberhasilan Telkom telah menetapkan beberapa parameter sebagai dasar untuk menilai keberhasilan pelaksanaan CSR Telkom, 1. CSR-Indeks Mengukur pengaruh kegiatan CSR terhadap loyalitas pelanggan dan reputasi perusahaan. Di tahun, CSR (PKBL) Indeks ini menunjukkan nilai 70,18, yang berarti menggambarkan bahwa kegiatan CSR yang kami lakukan memberi pengaruh sebesar 70% terhadap loyalitas pelanggan dan reputasi perusahaan. 2. Net Promotor Score - NPS Mengukur seberapa besar masyarakat menganjurkan untuk menggunakan produk Telkom sebagai dampak kegiatan CSR. Hasil pengukuran NPS tahun 2016 adalah:
  • 118. ETIKA BISNIS • Sesuai ketentuan Sarbanes-Oxley Act (“SOA”) 2002 section 406, Telkom memiliki dan menjalankan kode etik yang berlaku bagi seluruh level organisasi. Kode Etik Telkom ditetapkan melalui Keputusan Direksi No.KD.201.01/2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan Telkom Group. Kode Etik Telkom berlaku bagi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan karyawan keluarga besar Telkom dalam berhubungan dengan pelanggan, pemasok, kontraktor, sesama karyawan dan pihak-pihak lain yang mempunyai hubungan dengan perusahaan.
  • 119. • Pokok-pokok Kode Etik Telkom antara lain mengatur mengenai: • 1. Etika Kerja Karyawan; yaitu sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh Karyawan dan Pemimpin dalam bekerja sehari-hari dengan lingkup sebagai berikut: a. Perilaku Utama Karyawan: • i. Kapasitas dan Kapabilitas Karyawan • ii. Kewajiban dan Larangan • iii.Kerahasiaan Informasi • iv. Infrastruktur • v. Lingkungan Kerja • b. Perilaku Utama Pemimpin: • i. Perilaku Pemimpin • ii.Perilaku Direksi • iii. Perilaku Chief Executive Officer (CEO) dan Chief Financial Officer (CFO) • 2. Etika Usaha yaitu sistem nilai atau norma yang dianut oleh Perusahaan sebagai acuan Perusahaan, Manajemen dan Karyawannya untuk berhubungan dengan lingkungannya dengan lingkup sebagai berikut: • a. Hubungan dengan Regulator b. Hubungan dengan Stakeholder c. Ketentuan tambahan
  • 120. • Setiap tahun, Telkom mengirimkan materi sosialisasi kapada karyawan tentang pemahaman GCG, etika bisnis, pakta integritas, fraud, manajemen risiko, pengendalian internal (“SOA”), whistleblowing, pelarangan gratifikasi, tata kelola TI, menjaga keamanan informasi dan hal-hal lainnya yang terintegrasi terkait dengan praktik tata kelola perusahaan. Telkom juga menyelenggarakan program survei online etika bisnis dengan populasi seluruh karyawan melalui media portal/intranet yang diakhiri dengan pernyataan kesediaan karyawan untuk menjalankan etika bisnis. Pemahaman dan penerapan etika bisnis berikut hasil survei setiap tahun diaudit secara internal maupun eksternal melalui proses audit SOA 404. Audit tersebut dijalankan dalam rangka penerapan control environment sesuai skema kerja pengendalian internal COSO pada audit pengendalian internal tingkat entitas.
  • 122. Budaya Perusahaan “The Telkom Way” merupakan budaya perusahaan atau nilai-nilai perusahaan yang dimiliki Telkom sejak tanggal 10 Juni 2013 yang ditetapkan oleh Direksi. Penetapan budaya perusahaan mengacu pada konsep pengelolaan Telkom Group yang didasarkan pada elemen 8S, yaitu Spirituality, Style, Shared Values, Strategy, Staff, Skill, System, dan Structure. Secara lengkap Budaya Perusahaan diformulasikan sebagai berikut:

Notas del editor

  1. CAPEX = Capital Expenditure