Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Pengembangan SDM Pertanian Berbasis TIK Dalam Rangka Mengantisipasi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

1.363 visualizaciones

Publicado el

SDM Pertanian telah berperan aktif dalam berbagai peningkatan perekonomian dalam sebuah negara, tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di negara-negara sedang berkembang.
Berbagai permasalahan sering muncul baik dari luar maupun dari dalam SDM Pertanian itu sendiri. Salah satu masalah internal adalah keterbatasan penguasaan pengetahuan.

  • Sé el primero en comentar

Pengembangan SDM Pertanian Berbasis TIK Dalam Rangka Mengantisipasi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

  1. 1. Pengembangan SDM Pertanian Berbasis TIK Dalam Rangka Mengantisipasi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Djadja Achmad Sardjana
  2. 2. Daftar Isi PENUTUP PROTOTYPE MODEL DESKRIPSI MODEL DASAR PERTIMBANGAN PENDAHULUAN 2
  3. 3. Knowledge Management dan e-Learning untuk SDM Pertanian PENDAHULUAN
  4. 4. SDM Pertanian Peran SDM Pertanian SDM Pertanian telah berperan aktif dalam berbagai peningkatan perekonomian dalam sebuah negara, tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di negara-negara sedang berkembang. SDM Pertanian Peran & Tantangan Tantangan SDM Pertanian Berbagai permasalahan sering muncul baik dari luar maupun dari dalam SDM Pertanian itu sendiri. Salah satu masalah internal adalah keterbatasan penguasaan pengetahuan. 4
  5. 5. Menciptakan daya saing melalui implementasi Knowledge Management pada SDM Pertanian Diperlukan solusi yang dapat diterapkan dengan sederhana untuk menghadapi tantangan ini Priambada: ”Knowledge Management dapat meningkatkan kinerja suatu perusahaan melalui budaya saling berbagi pengetahuan” Knowledge Management Sebagai Alternatif Solusi Sederhana Daya Saing Berbagi Pengetahuan 5
  6. 6. Knowledge Management dan e- Learning untuk SDM Pertanian DASAR PERTIMBANGAN
  7. 7. Globalisasi Semua bangsa sedang bersaing untuk menjadi yang terdepan dalam era persaingan. Setiap bangsa dituntut untuk memiliki daya saing yang tinggi Ditandai kemampuan SDM yang andal, penguasaan pengetahuan yang tinggi, dan penguasaan perekonomian global Sebuah era yang tidak dapat dihindari 7
  8. 8. 2008 2010 2006 Indonesia menempati peringkat ke-50. Kita bandingkan dengan beberapa negara tetangga, antara lain Singapura (5), Malaysia (26) dan Thailand (35). Malaysia (21) dan Thailand (34) dianggap oleh WEF didorong efisiensi ekonomi, sementara Indonesia (55) dan Filipina (71) didorong faktor ekonomi. Indonesia melompat ke 44, WEF mengatakan "terutama didorong oleh lingkungan ekonomi makro yang lebih sehat dan peningkatan pendidikan" 8 Daya Saing Indonesia (WEF Global Competitiveness Report) http://blogs.reuters.com/andrew-marshall/2010/09/10/wef-global-competitiveness-index-2010/
  9. 9. Daya Saing Indonesia (WEF Global Competitiveness Report) 9 http://reyadel.wordpress.com/2009/06/27/asian-competitiveness-index-2008-2009-asean/
  10. 10. Rendahnya Penguasaan Pengetahuan pada SDM Pertanian People Process Technology Faktor Internal (1) Kurangnya kesadaran dan kemauan penerapan pengetahuan tepat guna, (2) Keterbatasan modal untuk penguasaan teknologi, (3) Kurangnya kemampuan untuk memanfaatkan pertanian menjadi usaha, dan (4) Kurangnya akses pada sumber teknologi dan pengetahuan Faktor Eksternal (1) Hasil penelitian dan pengembangan yang belum tepat untuk pengembangan SDM Pertanian , (2) Proses alih teknologi SDM Pertanian belum maksimal, (3) Keterbatasan publikasi hasil penelitian & pengembangan, dan (4) Skema pembiayaan yang masih terbatas Pengetahuan penting untuk mendongkrak daya saing SDM kurang berkualitas 10
  11. 11. Manajemen Pengetahuan dan e-Learning bagi SDM Pertanian 1 Konsep manajemen pengetahuan e- Learning adalah sebuah konsep baru di dunia yang telah diterapkan berbagai institusi, perusahaan dan SDM Pertanian di dunia 2 Tujuan “knowledge management “ dan e-Learning adalah meningkatkan pertanian menjadi profit bisnis dengan memperbaiki komunikasi & pembelajaran antara stakeholders atau SDM Pertanian 3 Pada akhirnya meningkatkan penguasaan pengetahuan dengan melakukan transfer pengetahuan (knowledge sharing) dan pembelajaran 11
  12. 12. Menggunakan Pengetahuan Tacit & Explicit Knowledge Management Memadukan & mengkombinasikan pengetahun tersebut untuk meningkatkan daya saing Dalam Otak Pemikiran Hapalan Luar Kepala Buku Dokumen 12
  13. 13. Knowledge Management & e-Learning: Solusi Penguasaan Pengetahuan SDM Pertanian Stakeholder Concept Teknologi informasi, dukungan manajemen, budaya, strategi dan tujuan, struktur organisasi, motivasi dan manajemen SDM Kebutuhan dasar dari SDM Pertanian, pemetaan konsep dan sasaran, implementasi dan umpan balik 13
  14. 14. Pertanyaan Strategis Manajemen Pengetahuan & e-Learning 1 • Bagaimana cara yang efektif dan efisien dalam meningkatkan pengetahuan dan pembelajaran SDM Pertanian ? 2 • Berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk mengirim petani dan stakeholder ke tempat lain agar terjadi peningkatan pengetahuan? 3 • Lalu, bagaimana bila SDM Pertanian memiliki stakeholder yang lumayan banyak? Berapa lama waktu yang dibutuhkan? 14
  15. 15. Pendekatan Strategi Implementasi Knowledge Management & e-Learning Pendekatan dari dua sisi secara simultan dan berkesinambungan akan meningkatkan penguasaan pengetahuan dari SDM Pertanian . Eksternal: Dilakukan oleh pemerintah dan DUDI dengan fasilitasi pelaksanaan transfer pengetahuan, memberikan fasilitas teknologi informasi dan membantu SDM Pertanian dalam membangun jaringan. Internal: Dilakukan SDM Pertanian sendiri, yaitu membangun jaringan antara SDM Pertanian sejenis (cluster), membangun budaya saling belajar, aktif membina SDM, memberikan dukungan dan memanfaatkan teknologi informasi. 15
  16. 16. Lesson Learn dari Jepang utk SDM Pertanian Indonesia Nonaka dan Takeuchi: Petani Jepang memiliki keunggulan dan daya saing tinggi  Memahami bahwa pengetahuan adalah kunci untuk meningkatkan inovasi Pengetahuan harus dikelola (managed), direncanakan dan diimplementasikan  Knowledge Management Penguasaan pengetahuan adalah kunci untuk memenangkan persaingan. Penguasaan pengetahuan dapat diwujudkan dalam bentuk teknologi, metode kerja dan budaya kerja. Meningkatnya daya saing SDM Pertanian akan berpengaruh terhadap produkvitas dan kontribusi bagi negara. Dengan meningkatnya daya saing SDM Pertanian, daya saing bangsa Indonesia akan ikut terdongkrak naik. 16
  17. 17. Arah Model Pembinaan SDM Pertanian Lembaga pembina- pendamping (Kementan, Dinas Pertanian & Dinas Koperasi+UKM, dinas lain, DUDI dan LSM) Menstimulir, mendorong, memfasilitasi sebuah lembaga pembinaan SDM Pertanian yang berasal dari SDM Pertanian dan fihak lain untuk kepentingan SDM Pertanian sendiri Komunitas Fisik dan Maya SDM Pertanian atau bentuk yang lainnya, yang dapat disebut Lembaga Manajemen Pengetahuan+Pembelajaran SDM Pertanian (LMPP-SDM Pertanian) Pendekatan terhadap SDM Pertanian untuk memahami permasalahan usaha, khususnya yang terkait dengan Manajemen Pengetahuan usahanya Pembina memotivasi bahwa pemecahan terbaik khususnya bidang Manajemen Pengetahuan  SDM Pertanian bersatu bersama-sama mengatasi persoalan tersebut Lembaga pembina–pendamping berfungsi memberikan fasilitas dan bantuan di berbagai bidang keahlian yang diperlukan termasuk sistem awal Manajemen Pengetahuan untuk SDM Pertanian 17
  18. 18. Proses Sistem Knowledge Management & e-Learning Pertama adalah Proses Eksplorasi: Pemetaan organisasi mengenai knowledge yang dimiliki, baik yang berhubungan dengan sumber daya manusia, produk, pasar, maupun pelanggan  Mudah dilakukan proses pencarian dan pengumpulan seluruh pengetahuan yang dimiliki SDM Pertanian dan tiap pegawainya Kedua, Proses Pembelajaran. Memanfaatkan pengetahuan secara maksimal  Pertukaran antar individu atau melalui forum interaktif untuk berbagi pengetahuan secara online  Tercipta budaya pembelajaran yang semakin kuat  SDM Pertanian akan semakin kaya akan orang-orang yang kuat pengetahuannya. Ketiga, Proses Mencari dan menciptakan pengetahuan baru: Pengetahuan pada sistem knowledge management tidak lagi mencukupi  Tiap orang akan berusaha untuk menemukan pengetahuan yang baru  Kumpulan pengetahuan dalam sistem “knowledge management” terus berkembang  Sumber pengetahuan SDM Pertanian yang lengkap dan up- to-date 18
  19. 19. Knowledge Management dan e- Learning untuk SDM Pertanian DESKRIPSI MODEL
  20. 20. Dasar Konsepsi LMPP-SDM Pertanian Jumlah SDM Pertanian besar 20
  21. 21. Tujuan LMPP-SDM Pertanian LMPP-SDM Pertanian Tujuan 21 1 Memperluas akses pengetahuan bagi SDM Pertanian 2 Menghapus jurang pengetahuan antara SDM Pertanian dengan pesaing 3 Memanfaatkan SDM yang belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk bekerja 4 Menghimpun SDM Pertanian kurang mampu agar bersatu untuk dapat kesempatan bisnis. 5Memutuskan lingkaran ketidak- berdayaan SDM Pertanian
  22. 22. Komponen LMPP-SDM Pertanian Upaya untuk mendukung dan mendorong kemajuan SDM Pertanian Peningkatan SDM Strategi untuk meningkatkan daya saing perusahaan Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing Pemanfaatan TIK secara optimal Secara intelektual siap dan mampu bersaing Knowledge Management & e-Learning Meningkatkan penguasaan pengetahuan dengan melakukan transfer pengetahuan Pemanfaatan TIK untuk meningkatkan daya saing perusahaan 22
  23. 23. Komponen Knowledge Management & e-Learning 23 Gauthama (1999) Penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap & etos kerja Perangkat informasi Perangkat Teknis Perangkat organisasi Perangkat manusia (SDM) Memungkinkan peningkatan kinerja dan produktivitas terhadap organisasi pertanian Sistem yang dipakai untuk peningkatan nilai tambah atau produktivitas Data dasar yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan dan sasaran pemanfaatan pengetahuan dan teknologi.
  24. 24. Knowledge Management dan e- Learning untuk SDM Pertanian CONTOH PROTOTYPE MODEL
  25. 25. Lemdiklat Polri 25
  26. 26. Platform: Ingenio.co.id 26
  27. 27. Site Map Ingenio.co.id 27
  28. 28. Knowledge Management dan e- Learning untuk SDM Pertanian PENUTUP
  29. 29. Penutup Online Knowledge Management & e- Learning:  Facebook-like (Filosofis silaturahmi)  Kesempatan membuka peluang baru  Kompetensi penting namun tidak sekaku di korporasi  Deal Business adalah lebih penting  Jaringan Kepakaran dari akademis, dunia usaha, regulator, pemerintah atau organisasi lain yg mampu memberikan solusi.  Sistem ini harus memberikan “Mediation of Opportunity & Expertise”
  30. 30. Djadja Achmad Sardjana

×