Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

Perilaku jujur (agama Islam) kelas X

Más Contenido Relacionado

Libros relacionados

Gratis con una prueba de 30 días de Scribd

Ver todo

Perilaku jujur (agama Islam) kelas X

  1. 1. PERILAKU JUJUR
  2. 2. Kelompok 3 1. Andryan M 2. Tasya Aulia Rahman 3. Nadia Listia 4. Bima Yudha N 5. M. Fauzan Nur Syamsi
  3. 3. AKHLAK TERPUJI JUJUR Sesuainya antara perkataan dan kenyataan atau i’tikad yang ada di dalam hati 1. Kejujuran termasuk akhlak terpuji. 2. Perkataan orang sesuai dengan hatinya. 3. Sarana keselamatan di dunia dan akhirat. 4. Dicintai di sisi Allah dan di sisi manusia. Menghindari sifat dusta dalam kehidupan sehari – hari
  4. 4. “Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” Perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari H.R Al Hasan bin Ali’
  5. 5. “Hai orang – orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang – orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali – kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Maidah ayat: 8)
  6. 6. Jujur adalah kebenaran,yaitu sesuainya antara perkataan dan kenyataan atau i’tikad yang ada dalam hati . Menurut penjelasan lain Dalam bahasa Arab, kata jujur sama maknanya dengan “ash- shidqu” atau “shiddiq” yang berarti nyata, benar, atau berkata benar. Lawan kata ini adalah dusta, atau dalam bahasa Arab ”al-kadzibu”. Secara istilah, jujur atau ash-shidqu bermakna: (1) kesesuaian antara ucapan dan perbuatan; (2) kesesuaian antara informasi dan kenyataan; (3) ketegasan dan kemantapan hati; dan (4) sesuatu yang baik yang tidak dicampuri dengan kedustaan. PENGERTIAN JUJUR
  7. 7. Jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya dan apa adanya, tidak ditambahi ataupun tidak dikurangi. Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya ucapan lisan dengan kenyataan. Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya lahir dan batin. Maka orang yang jujur bersama Allah dan bersama manusia adalah yang sesuai lahir dan batinnya. Karena itulah, orang munafik disebutkan sebagai kebalikan orang yang jujur (pendusta). Allah telah menyeru kepada orang – orang yang beriman agar mereka bersikap jujur. Seperti dalam surat At – Taubah [9] ayat 119 “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (Q.S At- Taubah 9:119)
  8. 8. Keutamaan Perilaku Jujur Keutamaan dari jujur adalah dicintai Allah serta mendapat ketentraman hati. Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur karena kejujuran merupakan mukadimah akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada akhlak tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi, “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.” Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah, dan berbuat bajik kepada sesama. Sifat jujur merupakan alamat keislaman, timbangan keimanan, dasar agama, dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Baginya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala.
  9. 9. Macam – macam Kejujuran 1. Jujur dalam niat dan kehendak. 2. Jujur dalam ucapan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar atau jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran. 3. Jujur dalam tekad dan memenuhi janji. “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya).” (QS. al-Ahzab: 23) 4. Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal batin, sebagaimana dikatakan oleh Mutharrif, “Jika sama antara batin seorang hamba dengan lahiriahnya, maka Allah akan berfirman, “Inilah hambaku yang benar/jujur.” 5. Jujur dalam kedudukan agama. Ini adalah kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakkal. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang- orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah
  10. 10. Hikmah perilaku jujur 1. Dapat membuat orang lain bahagia. 2. Dengan jujur orang lain akan senantiasa percaya kepada kita, berbeda dengan orang yang bohong yang sekali ketahuan maka susah untuk dipercaya lagi. 3. Jujur membuat hati menjadi tentram. 4. Jujur merupakan sifat terpuji yang disukai oleh Allah 5. Mendapat pahala dari Allah. 6. Terciptannya kerukunan antar sesama. 7. Mempererat tali ukhuwah isalamiyah. 8. Tidak merugikan orang lain 9. Jujur akan mengantarkan ke surga 10. Jujur disukai semua manusia 11. Jujur akan mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi 12. Jujur akan mengantarkan pada keberkahan 13. Mendapatkan keprcayaaan dari orang lain 14. Memberikan ketahanan suatu ilmu pengetahuan. 15. Syarat untuk ketahanan suatu msyarakat ataupun suatu Negara Dari berbagai hikmah di atas, maka marilah kita senantiasa bersifat jujur antar sesama sehingga tidak ada sifat munafik serta sifat iri dengki yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
  11. 11. Berbohong / Dusta Dusta adalah dosa dan ‘aib yang amat buruk. Di samping berbagai dalil dari Al Qur’an dan dan berbagai hadits, umat Islam bersepakat bahwa berdusta itu haram. “Tanda orang munafik itu ada tiga, dusta dalam perkataan, menyelisihi janji jika membuat janji dan khinat terhadap amanah.” Dari berbagai hadits terlihat jelas bahwa sikap jujur dapat membawa pada keselamatan, sedangkan sikap dusta membawa pada jurang kehancuran. Di antara kehancuran yang diperoleh adalah ketika di akhirat kelak. “Tiga (golongan) yang Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka dan mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, yaitu: orang yang sering mengungkit pemberiannya kepada orang, orang yang menurunkan celananya melebihi mata kaki dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah dusta.”
  12. 12. Akibat Berbohong atau Dusta • Menyebarkan keraguan kepada dan diantara manusia Keraguan artinya bimbang dan resah. • Terjerumusnya seseorang ke dalam salah satu tanda munafik. • Hilangnya kepercayaan • Memutarbalikkan kebenaran
  13. 13. Tips berperilaku jujur Sangat penting bagi kita semua memperhatikan bahaya dusta, sehingga takut untuk melakukannya. Adapun cara untuk menghindar darinya antara lain: 1. Tidak bergaul dengan para pendusta dan mencari teman yang shaleh lagi jujur. 2. Mempunyai keyakinan yang mantap akan bahaya yang ditimbulkannya baik di dunia maupun di akhirat. 3. Melatih hati damn lisan untuk selalu berkata dan berbuat jujur. 4. Selalu aktif mengkaji Al-Qur’an dan mengamalkannya. 5. Berpikir jujur 6. Sadari akibat ketidakjujuran 7. Menjadi pendengar yang baik 8. Percaya diri 9. Menjadi diri sendiri 10. Positive thinking, dll. Semoga Allah menganugerahkan kejujuran kepada kita semua dalam ucapan maupun perbuatan.
  14. 14. Terima Kasih

×