Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Pengolahan dan daur ulang limbah industri kulit

5.194 visualizaciones

Publicado el

Waste Management in Leather Industry is very important to do. So we have to know and share another knowledge to the public to make our environment clean.

Publicado en: Medio ambiente
  • Inicia sesión para ver los comentarios

  • Sé el primero en recomendar esto

Pengolahan dan daur ulang limbah industri kulit

  1. 1. Oleh : Linda Hevira
  2. 2. Industri Kulit Industri penyamakan kulit merupakan industri pengolahan kulit hewan yang sudah mati (kulit mentah) menjadi kulit jadi yang bernilai jual tinggi.
  3. 3. Permintaan pasar akan kebutuhan barang- barang seperti pakaian, tas, sepatu dan lainnya yang semakin tinggi, juga berpengaruh terhadap limbah yang dihasilkan semakin tinggi.
  4. 4.  Pencemaran Lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat,energi, dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.  Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.  Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya
  5. 5. Proses Penyamakan Kulit  Sortasi dan penimbangan  Perendaman (Soaking). Bahan : air, soda abu.  Pengapuran (Liming). Bahan : air, natrium sulfida, kapur.  Pembuangan daging (Fleshing) dengan mesin buang daging  Pengapuran ulang (Relimming), bahan : air, dan kapur.  Pembuangan kapur (Delimming, bahan : air, ZA, H2SO4  Pengikisan protein (Bating), bahan : oropon.  Pembuangan lemak (Degreasing), bahan : Iragol Da atau sandopan DTC.  Pengasaman (Pickling), bahan : asam organik lemah, air, garam dan H2SO4.
  6. 6.  Penyamakan (Tanning), bahan : mimosa, krom, formalin, Na2CO3.  Penggantungan (Aging)  Netralisasi dengan alkali  Retanning : bahan penyamak sintesis, nabati atau mineral.  Pewarnaan dasar (Dyeing), bahan : air, leveling agent, cat dasar, asam formiat.  Peminyakan (Fat Liquoring), bahan : air, minyak sulphonasi dan anti jamur.  Fixation, bahan : HCOOH yang diencerkan 10 x dengan air dan anti jamur.  Pengeringan (Drying), dianginkan  Finishing : dibinder, pigment, penetrator, filler, wax, thinner atau lack. Disetrika atau diembosh untuk memberi motif
  7. 7. Alat Shaving (penipisan kulit) sesuai yang dibutuhkan - 1,3 – 1,5 mm, diolah menjadi sepatu - 0,7 – 0.9 mm, diolah menjadi jaket kulit
  8. 8. Limbah Industri Kulit Cair Padat Gas
  9. 9. Krom (Cr) umumnya memiliki bilangan oksidasi : 0, +3, dan +6. Bilangan oksidasi 0 biasanya dalam bentuk logamnya. Cr(VI) lebih toksik dari Cr(III). Logam kromium : bahan pelapis peralatan logam karena memiliki sifat anti korosif , campurannya bersama logam emas yang kemudian dikenal dengan emas putih. Jumlah sedikit dibutuhkan tubuh untuk penyerapan dan metabolisasi gula darah. Dosis yang besar Berbahaya : kanker paru paru, kerusakan hati (liver dan ginjal. Jika terkena kulit akan menimbulkan iritasi parah, ruam merah, dan sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  10. 10. 2. Pemisahan Krom Krom diendapkan sebagai Krom Hidroksida dengan penyaringan dan di daur ulang dengan cara :  Air buangan dari penyamakan krom dan air pencucian (sebanyak 2 x 100% air) yang sudah bebas dari padatan diberi larutan magnesium hidroksida, diendapkan 10 jam, kemudian cairan dipindahkan ke bak lain (dengan pipa penyedot)  Cairan tersebut bila benar-benar bebas dari endapan akan mengandung Krom kurang dari 2 ppm sehingga bisa langsung dibuang atau dipakai untuk daur ulang.
  11. 11. Kedalaman lebih, pada setiap pintu – pintu zigzag, sehingga limbah padat mengendap. Nampak Warna Cr III berwarna biru kehijauan
  12. 12. Limbah Padatnya juga dapat dimanfaatkan Pakan ternak Lem Kayu Asbes Karpet Pupuk dll
  13. 13. Limbah shaving sebetulnya merupakan kumpulan serat protein kolagen yang sangat halus dengan sifat yang tidak mudah rusak oleh mikroorganisme, bahan kimia bahkan perlakuan fisik .
  14. 14. Kita ketahui bahwa kulit wetblue tersebut bermuatan positif, selain dari unsur kromnya juga rantai ujung amina atau rantai samping yang pada suasana pH rendah akan terdisosiasi menjadi -–NH . Muatan ini 3+ akan reaktif dengan semua molekul yang bermuatan negatif (-) pada bahan pembantu seperti resin atau pewarna.
  15. 15. INDUSTRI KULIT I.Pendahuluan II.Pengolahan Awal / Basah III.Pengolahan Kering IV.Finishing V. Pengolahan Limbah VI.Pemanfaatan Limbah
  16. 16.  UPTD Pengolahan Kulit Padang Panjang  http://keslingmks.wordpress.com/2008/08/18/industri- penyamakan-kulit-dan-dampaknya-terhadap-lingkungan/  https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&sour ce=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB0QFjAA&url=http %3A%2F%2Foc.its.ac.id%2Fambilfile.php%3Fidp%3D1940&ei =ClKgU-XhOY- SuATbv4CgCg&usg=AFQjCNEqOctflWZRnuTSjrm_d7GtiZqtjQ &sig2=fsbRFNSZvPilywhjhD_tug&bvm=bv.68911936,d.c2E  http://leatherindonesia.wordpress.com/2009/10/06/peny amakan-kulit/  http://www.unand.ac.id/id/berita/universitas/2646-uji- coba-penyamakan-kulit-dengan-gambir-skala-industri-dan- hasilnya

×