Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

sgd 6

297 visualizaciones

Publicado el

sgd 6

Publicado en: Educación
  • Inicia sesión para ver los comentarios

  • Sé el primero en recomendar esto

sgd 6

  1. 1. AYU WINDA MULASARI 30901201436
  2. 2. KLASIFIKASI 1. Leukimia sistem eritropoetik : mielosis eritremika atau penyakit di guglielmo. 2. Leukemia sistem granulopoetik : leukimia granulositik atau mielosistik. 3. Leukimia sistem trombopotik : leukimia megakariositik. 4. Leukimia sistem limfopoetik : leukimia limfositik. 5. Leukimia RES : retikuloendoteliosis atau retikulosis yang dapat berupa leukimia monositik, leukimia plasmositik (penyakit kahler), histiositosis dan sebagainya. SUMBER : Buku Ilmu Kesehatan Anak Oleh Staf pengajar ilmu kesehatan anak fakultas kedokteran Universitas Indonesia.
  3. 3. PATOFISIOLOGI Sampai saat ini leukimia masih merupakan penyakit yang fatal, tetapi dalam kepustakaan dilaporkan pula beberapa kasus yang dianggap sembuh karena dapat hidup lebih dari 10 tahun tanpa pengobatan. Biasanya bila serangan pertama dapat diatasi dengan pengobatan induksi, penderita akan berada dalam kedaan remisi untuk beberapa bulan. Pada stadium remisi ini secara klinis penderita tidak sakit, sama seperti anak biasa. Tetapi selanjutnya dapat timbul serangan yang kedua, yang disusul lagi oleh masa remisi yang biasanya lebih pendek dari masa remisi pertama. Demikian seterusnya masa remisi akan lebih pendek lagi sampai akhirnya penyakit ini resistensi terhadap pengobatan dan penderita akan meninggal. kematian biasanya disebabkan perdarahan akibat trombositopenia, leukemia serebral atau infeksi. sebelum ada prednison, penderita lekemia hanya dapat hidup beberapa minggu sampai 2 bulan. Dengan pengobatan prednison jangka waktu hidup penderita diperpanjang sampai beberapa bulan. Dengan ditambahkannya obat sitostatika hidup penderita dapat diperpanjang 1-2 tahun lagi dan dengan digunakanya sitostatika yang lebih poten lagi di sertai cara pengobatan yang mutakhir, usia penderita dapat diperpanjang 3-4 tahun lagi, bahkan ada yang lebih dari 10 tahun. SUMBER : Buku Ilmu Kesehatan Anak Oleh Staf pengajar ilmu kesehatan anak fakultas kedokteran Universitas Indonesia
  4. 4. PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan Laboratorium 1. Darah tepi Gejala yang terlihat pada darah tepi sebenernya berdasarkan pada kelainan sumsum tulang yaitu berupa pansitopenia, limfositosis. 2. Sumsum tulang Dari pemeriksaan sumsum tulang akan ditemukan gambaran yang monoton yaitu hanya terdiri dari sel limfopoetik patologis sedangkan sistem lain terdesak (aplasia sekunder). SUMBER : Buku Ilmu Kesehatan Anak Oleh Staf pengajar ilmu kesehatan anak fakultas kedokteran Universitas Indonesia
  5. 5. Pemeriksaan lain : 1. Biopsi limpa Pemeriksaan ini akan memperlihatkan proliferasi sel leukemia dan sel yang berasal dari jaringan limpa akan terdesak seperti limfosit normal, RES, granulosit, pulp cell. 2. Kimia darah Kolestrol mungkin merendah, asam urat dapat meningkat, hipogamaglobulinemia. 3. Cairan serebrospinalis Bila terjadi peninggian jumlah sel dan protein, maka hal ini berarti suatu leukemia meningeal. 4. Sitogenetik 70-90% dari kasus LMK menunjukan kelainan kromosom, yaitu pada kromosom 21 (kromosom philadelphia atau ph 1) SUMBER : Buku Ilmu Kesehatan Anak Oleh Staf pengajar ilmu kesehatan anak fakultas kedokteran Universitas Indonesia
  6. 6. PENATALAKSANAAN Medik Pengobatan : 1. Transfusi darah, biasanya diberikan jika kadar Hb kurang dari 6 gr%. 2. Kortikosteroid (Prednison, kortison, deksametason dsb). Setelah dicapai remisi dosis dikurangi sedikit demi sedikit dan akhirnya dihentikan. 3. Sitostatika 4. Infeksi sekunder dihindarkan 5. Imunoterapi. SUMBER : Buku Perawatan Anak Sakit Oleh Ngastiyah
  7. 7. PENGKAJIAN, DIAGNOSA DAN INTERVENSI

×