Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

HUSNUZAN, TASAMUH, TAAWUN, DAN TAWADUK.

AKIDAH AKHLAS KELAS 8 BAB AKHLAK TERPUJI (HUSNUZAN, TAWADUK, TASAMUH, DAN TAAWUN)

  • Inicia sesión para ver los comentarios

HUSNUZAN, TASAMUH, TAAWUN, DAN TAWADUK.

  1. 1. HUSNUZON
  2. 2. PENGERTIAN HUSNUZAN  Berasal dari bahasa Arab yang berarti prasangka, perkiraan, dugaan baik.  Husnuzon adalah cara pandang seseorang yang membuatnya melihat segala sesuatu secara positif, seseorang yang memiliki sikap husnuzon akan mempertimbangkan segala sesuatu dengan pikiran jernih, pikiran dan hatinya bersih dari prasangka yang belum tentu kebenerannya.  Lawan kata husnuzon ialah suuzon, yakni berprasangka buruk terhadap seseorang.
  3. 3. HUKUM DAN BENTUK HUSNUZON 1) Hukum  Husnuzon kepada Allah dan rasul-Nya ialah wajib Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua perintah Allah dan rasul-Nya (perintah agama) adalah untuk kebaikan manusia. Dan semua larangan agama akan berakibat buruk untuk manusia (jika dilanggar).  Husnuzon kepada sesama manusia adalah mubah atau jaiz (boleh dilakukan).  Suuzon kepada siapapun haram. 2) Bentuk perilaku yang mencerminkan sikap husnuzon, antara lain  Mengembangkan sikap baik dalam kehidupan bertentangga dan bermasyarakat
  4. 4.  Memberi keprcayaan kepada sesama manusia tentang suatu urusan dengan keperceyaan bahwa ia dapat melaksanakan tugasnya  Menjauhi suuzon terhadap siapapun apabila tidak ada bukti-bukti nyata. "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (Q.S. Al-Hujurat [49]: 12)
  5. 5. DAMPAK POSITIF HUSNUZON  Semakin dekat hubungan batin antara pelaku dan pihak lain yang diduga berbuat kebaikan.  Memperoleh kepercayaan dari orang yang menduga dirinya telah berbuat baik.  Memperkuat hubungan persaudaraan antara keduanya (orang yang menduga dan yang diduga)
  6. 6. TAWADUK
  7. 7. PENGERTIAN TAWADUK  Tawaduk seacra bahasa berarti rendah hati.  Secara istilah, tawaduk ialah merendahkan hati, baik dihadapan Allah swt maupun sesama manusia.  Lawan kata dari tawaduk ialah takabur. Manusia yang sadar akan hakikat kejadian dirinya tidak akan pernah mempunyai alasan untuk merasa lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya.
  8. 8. PERINTAH DAN BENTUK BERSIKAP TAWADUK 1) Perintah ُ‫ق‬ َ‫و‬ ِ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َّ‫الر‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ِِّ‫ل‬ُّ‫ذ‬‫ال‬ َ‫ح‬‫َا‬‫ن‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫ض‬ِ‫ف‬ْ‫اخ‬ َ‫و‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ي‬َّ‫ب‬ َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫م‬َ‫ح‬ ْ‫ار‬ ِِّ‫ب‬ َ‫ر‬ ْ‫ل‬‫ي‬ ‫ا‬ً‫ير‬ِ‫غ‬َ‫ص‬. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku,kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’. (Qs. Al Israa’ [17]:24) 2) Bentuk  Menghormati keoada yang lebih tua atau lebih pandai darinya  Menghargai pendapat dan pembicaraan orang lain  Bersedia mengalah demi kepentingan umum  Santun dalam berbicara kepada siapapun  Tidak suka disanjung orang lain atas kebaikan atau keberhasilan yang dicapai
  9. 9. DAMPAK POSITIF TAWADUK  Menimbulkan rasa simpati pihak lain sehingga suka bergaul dengannya.  Akan dihormati secara tulus oleh pihak lain sesuai naluri setiap manusia ingin dihormati dan menghormati.  Mempererat hubungan persaudaraan atara dirinya dan orang lain.  Mengankat derajat dirinya sendiri dalam pandangan Allah maupun manusia.
  10. 10. TASAMUH
  11. 11. PENGERTIAN TASAMUH  Tasamuh berrarti sikap tenggang rasa, saling menghormati, saling menghargai.  Secara istilah yakni suatu sikap yang senantiasa saling antar sesama mahluk manusia.  Bersikap tasamuh berarti memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengambil haknya sebagimana mastinya.
  12. 12. PERINTAH DAN BENTUK SIKAP TASAMUH 1) Perintah َ‫ع‬ َ َّ‫اَّلل‬ ‫ُّوا‬‫ب‬ُ‫س‬َ‫ي‬َ‫ف‬ ِ َّ‫اَّلل‬ ِ‫ُون‬‫د‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ون‬ُ‫ع‬ْ‫د‬َ‫ي‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ُّوا‬‫ب‬ُ‫س‬َ‫ت‬ َ‫َل‬ َ‫و‬ِِّ‫ل‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ ‫ا‬َّ‫ن‬َّ‫ي‬ َ‫ز‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬ََٰ‫ذ‬َ‫ك‬ ۗ ٍ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ِ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ِ‫ب‬ ‫ا‬ ً‫ْو‬‫د‬َّ‫م‬ُ‫ث‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ٍ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫ي‬ ‫وا‬ُ‫ن‬‫َا‬‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ئ‬ِِّ‫ب‬َ‫ن‬ُ‫ي‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ع‬ ِ‫ج‬ ْ‫ر‬َ‫م‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِِّ‫ب‬ َ‫ر‬ َٰ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS: Al-An'am Ayat: 108) 2) Bentuk  Tidak menggangu ketenangan tetangga.  Menyukai sesuatu untuk tetangganya, sebagaimana ia suka untuk dirinya sendiri.
  13. 13.  Lapang dada dalam setiap menerima setiap perbedaan.  Tidak mengganggu pelaksaan ibadah pemeluk agama lain.  Tidak mencela atau memaki sesembahan pemeluk agama lain. DAMPAK POSITIF TASAMUH  Dapat memperluas kesempatan untuk memperoleh rezeki karena banyak relasi  Kepuasan batin yang tercermin dalam raut wajahnya menjadikan semakin eratnya hubungan persaudaraan.  Memperlancar terwujudnya kerja sama yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
  14. 14. TAAWUN
  15. 15. PENGERTIAN TAAWUN  Kata taawun berasal dari bahasa Arab, yakni ta’aawana, yata’aawanu, ta’aawunan yang berarti tolong-menolong, gotong royong, bantu membantu sesama manusia. PERINTAH DAN BENTUK SIKAP TAAWUN 1) Perintah َ‫و‬ َ‫م‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ َ‫ر‬ْ‫ه‬َّ‫ش‬‫ٱل‬ َ‫َل‬َ‫و‬ ِ َّ‫ٱَّلل‬ َ‫ر‬ِ‫ئ‬ََٰٓ‫ع‬َ‫ش‬ ۟‫وا‬ُّ‫ل‬ ِ‫ح‬ُ‫ت‬ َ‫َل‬ ۟‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ء‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ٱ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ََٰٓ‫ي‬ِ‫ئ‬ََٰٓ‫ل‬َ‫ق‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ َ‫َل‬َ‫و‬ َ‫ْى‬‫د‬َ‫ه‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ َ‫َل‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ َ‫ْت‬‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ َ‫ين‬ِ‫َٰٓم‬‫ا‬َ‫ء‬ َٰٓ َ‫َل‬َ‫و‬ َ‫د‬‫ا‬‫ًل‬ْ‫ض‬َ‫ف‬ َ‫ون‬ُ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫ي‬ َ‫م‬‫ا‬َ‫ر‬ َ‫ن‬َ‫ش‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ن‬َ‫م‬ ِ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫ي‬ َ‫َل‬َ‫و‬ ۚ ۟‫ُوا‬‫د‬‫ا‬َ‫ط‬ْ‫ص‬‫ٱ‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ل‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ۚ ‫ا‬‫ا‬‫ن‬ َ‫و‬ْ‫ض‬ ِ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬َّ‫ر‬ ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ ِ‫َن‬‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ُّو‬‫د‬َ‫ص‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ق‬ ُ‫ن‬‫ا‬َٔ‫ـ‬َ‫ت‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ام‬َ‫ر‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ ِ‫د‬ ِ‫ج‬ْ‫س‬َ‫م‬ۘ ۟‫ُوا‬‫د‬ ِ‫ن‬َ‫ْو‬‫د‬ُ‫ع‬ْ‫ل‬‫ٱ‬َ‫و‬ ِ‫م‬ْ‫ث‬ِْ‫ٱْل‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ۟‫وا‬ُ‫ن‬َ‫او‬َ‫ع‬َ‫ت‬ َ‫َل‬َ‫و‬ ۖ ‫ى‬َ‫و‬ْ‫ق‬َّ‫ت‬‫ٱل‬َ‫و‬ ِ‫ر‬ِ‫ب‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ۟‫وا‬ُ‫ن‬َ‫او‬َ‫ع‬َ‫ت‬َ‫و‬َ َّ‫ٱَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ۖ َ َّ‫ٱَّلل‬ ۟‫وا‬ُ‫ق‬َّ‫ت‬‫ٱ‬َ‫و‬ ِۚ ‫ا‬َ‫ق‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ٱ‬ ُ‫د‬‫ِي‬‫د‬َ‫ش‬ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi´ar-syi´ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.
  16. 16. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong- menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS: Al-Maidah Ayat: 2) 2) Bentuk  Meringankan bebean hidup, menutupi aib, dan memberi bantuan seseorang.  Mengunjungi pada saat sakit atau menerima suatu musibah.
  17. 17. DAMPAK POSITIF TAAWUN  Terpenuhinya kebutuhan hidup berkat kebersamaan.  Memperingan tugas berat karena dilakukan secara bersama-sama.  Terwujudnya persatuan dan kesatuan sesama anggota masyarakat.  Menimbulkan rasa simpati kelompok masyarakat lain karena melihat kekompakan dalam menghadapi suatu urusan bersama.
  18. 18. NAMA ANGGOTA: 1. Aldhafa Namira A P 2. Inas Zulfa S 3. Najwah Syarifah 4. Nisrina Sukma D 5. Salwa Shofiya H

×