Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Akulturasi Hindu-Buddha dan Indonesia

2.084 visualizaciones

Publicado el

Akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dan Indonesia.

Publicado en: Educación
  • Sé el primero en comentar

Akulturasi Hindu-Buddha dan Indonesia

  1. 1. AKULTURASI KEBUDAYAAN HINDU BUDHA DAN KEBUDAYAAN INDONESIA KELOMPOK 6
  2. 2. Anggota Kelompok 1.Arie Ardiansyah (04) 2.Savira Sanya K A (22) 3.Sheryll Deby R (25) 4.Zahra Tazkia (26)
  3. 3. AKULTURASI • Akulturasi adalah suatu proses social yang timbul apabila suatu kebudayaan bertemu kebudayaan lain kemudian lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tetapi tidak menghilangkan ciri kebudayaan aslinya. • Hasil akulturasi kebudayaan Hindu Budha dan Indonesia asli : 1. Seni Bangunan 2. Seni Rupa 3. Bahasa dan Tulisan 4. Sistem Kepercayaan 5. Sistem Pemerintahan
  4. 4. Seni Rupa
  5. 5. RELIEF • Relief dipahatkan pada kaki candi atau tubuh candi. Relief ini merupakan hasil seni ahat sebagai pengisi bidang pada bagian dinding candi yang melukiskan suatu cerita atau kisah.
  6. 6. Relief Candi Borobudur Relief pada dinding Candi Borobudur pada umumnya menceritakan tentang riwayat Sang Budha Gautama. Namun, juga digambarkan kehidupan Indonesia karena ditemukannya hiasan gambar perahu bercadik, rumah panggung.
  7. 7. Relief Candi Jago Relief pada Candi Jago berisi cerita Kresnayana, Parthayajna, dan Kunjarakarna. Dijumpai juga tokoh-tokoh punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) yang setia menyertai seorang kesatria. Cerita punakawan ini hanya ditemukan di Indonesia.
  8. 8. Seni Sastra
  9. 9. Walmiki dan Mahabarata yang ditulis oleh Wiyasa merupakan kitab kepercayaan orang Hindu namun setelah berkembang di Indonesia tidak sama lagi karena telah disadur oleh pujangga-pujangga Indonesia ke dalam bahasa Jawa Kuno. Juga tokoh dalam kisah tersebut ditambah dengan tokoh punakawan, seperti Semar, Bagong, Petruk, dan
  10. 10. Seni Pertunjukan
  11. 11. Kisah Ramayana dan Mahabarata diambil sebagai ceritera dalam salah satu seni pertunjukan asal Indonesia, yaitu pertunjukan Wayang.
  12. 12. Sistem Kepercayaan
  13. 13. • Orang dikepulauan Indonesia sejak zaman praaksara telah mengenal simbol-simbol yang bermakna filosofi. Masyarakat pada waktu itu sudah mempercayai animisme dan dinamisme. Setelah masuknya pengaruh India ke Nusantara, kepercayaan animisme tidak punah. • Akibat adanya proses akulturasi, agama Hindu dan Buddha lalu diterima penduduk asli. Dibandingkan agama Hindu, agama Buddha lebih mudah diterima oleh masyarakat kebanyakan sehingga dapat berkembang pesat dan menyebar ke berbagai wilayah dikarenakan agama Buddha tidak mengenal kasta, tidak membeda-bedakan manusia, dan menganggap semua manusia itu sama derajatnya di hadapan Tuhan (tidak diskriminatif). Menurut agama Buddha, setiap manusia dapat mencapai nirwana asalkan baik budi pekertinya dan berjasa terhadap masyarakat.
  14. 14. • Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu. • Untuk itu agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu – Budha yang dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan tersebut dapat dilihat dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu atau Budha yang ada di Indonesia. Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali, upacara tersebut tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India.
  15. 15. Sistem Pemerintahan
  16. 16. • Sebelum pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, struktur sosial asli masyarakat Indonesia berbentuk suku-suku dengan pimpinannya ditunjuk atas kekuatan dan kelebihannya. • Setelah pengaruh Hindu-Buddha masuk, sistem pemerintahan ini berubah menjadi kerajaan. Kepemimpinan lalu diturunkan kepada keturunan Raja, Raja dan keluarganya kemudian membentuk kalangan yang disebut bangsawan • Raja di Indonesia ada yang dipuja sebagai dewa atau dianggap keturunan dewa yang keramat, sehingga rakyat sangat memuja Raja tersebut, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya raja-raja yang memerintah di Singosari seperti Kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R Wijaya Raja Majapahit diwujudkan sebagai Harhari (dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu).
  17. 17. • Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada waktu pengangkatan Wikramawardana.Wujud akulturasi di samping terlihat dalam sistem pemerintahan juga terlihat dalam sistem kemasyarakatan, yaitu pembagian lapisan masyarakat berdasarkan sistem kasta.

×