Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Macam Penyakit Pada Ternak Unggas

12.708 visualizaciones

Publicado el

penjalasan ringkas mengenai berbagai penyakit yang dapat menyerang unggas baik itu virus, bakteri, maupun parasit

Publicado en: Medio ambiente
  • Sé el primero en comentar

Macam Penyakit Pada Ternak Unggas

  1. 1. Tetelo (Newcastle Disease) Tetelo pertamamuncul pada tahun 1926 di kota Newcastle, Inggris. Sampai sekarang sudah tersebar luas di berbagai penjuru dunia. Penyakit ini sangat ganas dan menular. Peternak ayam sering menyebut sampar, Pes, PsuedoVogel-Pest, atau Cekak.Ia menyerang ayam pada umur. Ayam yang sakit terkena tetelo menunjukan gejala sbb: • Sulit bernafas • Batuk-batuk • Bersin lesu • Mata mengantuk • Sayap terkulai ke bawah • Tidak aktif bergerak • Jengger tampak biru kehitaman • Tinja encer, hijau, dan kadang-kadang mengandung darah Tanda paling spesifik: Penyebab : Virus Paramxyo Leher ayam seperti terpelintir dengan kepala terangkat ke atas (GejalaTortitolis)
  2. 2. Gumboro Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistemkekebalan tubuh, terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin. Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin. Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. Gejala Gumboro Ayam sakit terkena gumboro menunjukkan gejala sbb: •Diare berlendir •Nafsu makan dan minummenurun •Badan gemeter, sukar sendiri •Bulu disekitar anus kotor. •Perilakunya suka mematuk disekitar kloaka akibat peradangan bursa fabrikus yang terletak di atas dubur. 1. Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu: a. Gumboro klinik Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistemkekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ). 1. Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu: a. Gumboro klinik Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistemkekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ). b. Gumboro subklonik Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent. b. Gumboro subklonik Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent. Penyebab Penyebab gumboro adalah virus IBD ( Infection Bursal Disease ) yang merupakan golongan red virus dan mempunyai struktur RNA.
  3. 3. Infectious Bronchitis (IB) Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin. Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. Penyakit Bronkhitis alias Infectious Bronkhitis menyerang anak ayam di bawah umur 6 minggu. Angka kematian bisa mencapai 60 %. Gejala: Penyakit ini menyerang alat pernafasan. Penularan terjadi melalui udara tercemar dari ayam penderita ayamterserang menunjukan gejala sakit setelah 48 jam terinfeksi. Gejala batuk, bersin, sesak nafas, ngantuk, mengeluarkan lendir dari hidung dan mata, nafsu makan dan minummenurun. 1. Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu: a. Gumboro klinik Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistemkekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ). b. Penyebab: Gumboro subklonik Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat virus golongan corona. kekebalan hilang secara permanent.
  4. 4. Cacar (Avian Pox/Fowl Pox/ Avian Diptheria/Pokken Diptheria) Penyakit inimenyerang ayam di semua umur. Angka kematian yang Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, ditimbulkan tergolong kecil, Ada dua bentuk penyakit ini pada ayam. Yaitu cacar kulit berupa bercak/koreng/bintik-bintik pada pial, jengger kelopak mata atau kaki. Diptheri & sariawan berupa radang pada selaput lendir lidah, mulut, selaput mata, atau pangkal tenggorokan. Menyerang rongga mulut, tenggorokan, daerah sekitar mata, jengger dan pial. Selain secara kontak langsung, penyakit ini bisameluar lewat perantaraan nyamuk dan lalat. terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin. Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. 1. Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu: a. Gumboro klinik Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistemkekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ). Gejala : Lesu, nafsu makan berkurang, Produksi menurun drastis, Suhu tubuh meningkat, kadang terjadi kelumpuhan, kotoran encer, tanda khas yaitu cacar pada tubuh. b. Gumboro subklonik Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent. Penyebab : Virus Borreliota avium
  5. 5. Infectious laryngotracheitis (ILT) Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin. Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. Disebut juga batuk darah pada ayam. Virus penyakit ini tidak menyerang dengan ganas namun tetap saja merugikan.Selain dapat dihilangkan dengan desinfektan ia juga tidak tahan diluar tubuh inangnya. Ayam umur 14 minggu atau lebih sangat rentan terhadap penyakit ini. 1. Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu: a. Gumboro klinik Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistemkekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ). Gejala : Mata berair, ayam malas bergerak, terdapat eksudat berupa lendir bercampur darah yang melekat pada ronggamulut terutama tenggorokan. Akibatnya ayam banyak mati karna penyumbatan saluran tenggorokan. Sering batuk, sulit bernafas (terdengar suara khas), & pada paruh dan kotoran terlihat percikan darah. b. Gumboro subklonik Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent.
  6. 6. Flu Burung (Avian Influenza) Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, Flu Burung atauAvian Influenza (AI) adalah penyakit pernafasanmenular yang disebabkan oleh virus orthomyxo (H5N1). Infeksi dapat terjadi melalui alat peternakan dan kontak langsung dengan hewan yang terjangkit penyakit ini. Ada dua bentuk infeksi yang dapat dikenal, yaitu (1) bentuk ringan yang mengakibatkan terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan Virus Penyakit ini dapat parah ini bersifat yang menular timbul Zoonisis melalui adalah (dapat udara tidak terbentuknya menular ataupun dari kontak antibodi hewan melalui sesudah ke manusia) makanan, vaksin. Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. Pada manusia, gejala yang terjadi yaitu : demam tinggi, keluhan pernapasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis. minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalamsuhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak denganmatang untuk menghindari ayam terlihat penularan. murung, Kebersihan mengalami diri gangguan perlu dijaga pernafasan pula dengan dan diare. mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga. 1. Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu: a. (2) Gumboro bentuk klinik Sedangkan akut yang menyebabkan gejala pada unggas radang itu kantung sendiri : udara dan radang sinus/rongga Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistemkekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ). -Kepala hidung Virus dan disertai gelambir dapat dengan bertahan yang timbulnya kebiru hidup biruan pada eksudat. suhu Ayam dingin. muda Bahan dapat makanan tercekik yang karena - Unggas penyumbatan yang sudah getah terkena radang virus pada flu saluran burung pernafasan. tak mau makan Pada ayam dan depresi bibit, produksi - Unggas telur dapat mengalami menurun diare. secara Selain cepat diare, dan dapat unggas penurunan juga mendengkur daya tetas. atau kesulitan bernapas secara teratur, tersengal-sengal - Keluar air liur darimulut unggas. Unggas juga umumnya jadi kesulitan bergerak dan mengangkat kepalanya -akan muncul bintik-bintik di tubuh unggas. Umumnya di dada dan di kaki didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak ataumenyentuh bahanmakananmentah. b. Gumboro subklonik Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent. Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalamrumah atau ruangan tempat Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan. H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.
  7. 7. Marek Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama bagian Marek bursa adalah Fabrakis penyakit dan lumpuh thymus kedua yang bagian disebabkan ini merupakan oleh virus benteng herpes. pertahanan Marek ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin. Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. alias Leukosis Akuta banyak menyerang anak ayam umur 3 – 4 minggu, terutama pada ayam komersial. Ayam umur 8 – 9 minggu juga rawan terserang marek. Penularannya bisa melalui debu kandang, kotor, litter, dan peralatan kandang. Gejala : 1) Neural / Saraf: Jengger pucat, kelumpuhan pada sayap dan kaki. 2) Visceral / Rongga Dada: Hati lebih besar dua kali lipat 3) Ocular / Penghilatan: Kebutaan , Iris mata berwarna kelabu 4) Skin Form : Tumor dibawah kulit dan otot 1. Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu: a. Gumboro klinik Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistemkekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ). b. Gumboro subklonik Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent.
  8. 8. Disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum . Penyakit ini biasanyamenyerang ayam akibat adanya perubahan musim. Perubahan musim biasanya mempengaruhi kesehatan ayam. Snot banyak ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini menyerang hampir semua umur ayam. Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30% tetapi angka morbiditas atau angka kesakitannya mencapai hingga 80%. Snot bersifat kronis, biasanya berlangsung antara 1-3 bulan. Ayam betina berumur 18-23 minggu paling rentan terhadap penyakit ini. Gejala penyakit Snot pada ayamadalah sbb: - ayam terlihat mengantuk, sayapnya turun - keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas - muka dan mata bengkak akibat pembengkakan sinus infra orbital - terdapat kerak dihidung - nafsu makan menurun sehingga tembolok kosong jika diraba - ayammengorok dan sukar bernapas - pertumbuhan menjadi lambat.
  9. 9. Berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum . Berak kapur sering ditemukan pada anak ayam umur 1-10 hari Gejala yang timbul adalah : - nafsu makan menurun - kotoran encer dan bercampur butiran-butiran putih seperti kapur - bulu dubur melekat satu dengan yang lain - jengger berwarna keabuan - badan anak ayam menjadi menunduk - sayap terkulai - mata menutup
  10. 10. Penyerang Penyakit ini adalah bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida . Biasanya menyerang ayam pada usia 12 minggu. Penyakit ini menyerang ayam petelur dan pedaging. Serangan penyakit ini bisa bersifat akut atau kronis. Ayam yang terserang kolera akan mengalami penurunan produktivitas bahkan mati. Bakteri ini menyerang pernapasan dan pencernaan. Kolera dapat ditularkanmelalui kontak langsung, pakan, minuman, peralatan, manusia, tanah maupun hewan lain. Pada serangan akut, kematian dapat terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan pada serangan kronis didapatkan gejala sbb: - nafsu makan berkurang - sesak napas - mencret/diare - kotoran berwarna kuning, coklat atau hijau berlendir dan berbau busuk - jengger dan pial bengkak serta kepala berwarna kebiruan - ayam suka menggeleng-gelengkan kepala - persendian kaki dan sayap bengkak disertai kelumpuhan
  11. 11. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum . Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penuluaran terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi gejala CRD ini mirip dengan Snot atau Coryza yaitu: - batuk-batuk - napas berbunti atau ngorok - keluar cairan dari lubang hidung - nafsu makan turun - produksi telur turun - ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya ayam kehilangan napsu makan secara tiba-tiba dan terlihat lesu - warna bulu pucat, kusam dan di beberapa lokasi terjadi perlengketan terutama di sekitar anus - terjadi inkoordinasi saraf - tinja cair dan berwarna putih
  12. 12. Penyebab penyakit ini adalah Escherichia coli . Dapatmenyebabkan infeksi akut yang berat dengan kematian yang tiba-tiba dan angka kematian yang tinggi hingga infeksi ringan dengan angka kematian yang rendah.infeksi dapat terjadi pada saluran pernapasan, septicemia atau enteritis karena infeksi pada gastrointestinal. Penyakit ini dapat muncul sendiri maupun diikuti oleh infeksi sekunder. Infeksi sekunder yang menyertai penyakit ini adalah Mycoplasma gallisepticum . Semua umur dapat terkena penyakit ini, namun yang paling banyak adalah ayam usia muda. gejala yang timbul pada penyakit ini adalah: - napsu makan menurun - ayam lesu dan tidak bergairah - bulu kasar - sesak napas - kotoran banyak menempel di anus - diare - batuk Pada pembedahan akan didapatkan: - dehydrasi - bengkak dan kongesti pada hati, limpa dan ginjal - perdarahan pinpoint pada organ viscera - eksudat fibrinous pada kantung udara, kantung jantung dan permukaan jantung, hati dan paru (sangat karakteristik) - ususmenipis dan inflamasi sertamengandung mucous dan area perdarahan
  13. 13. Penyakit ini menyerang pada saluran pencernaan unggas dengan karakteristik penebalan dan plak putih padamukosa khususnya pada tembolok, bisa juga pada proventrikulus, usus, dan kloaka yang berhubungan dengan keropeng ampela/gizzard erotion. Penyebabnya adalah jamur Candida Albicans, dengan angka kematian dan kesakitan yang diderita rendah. Penyakit ini bermula pada oral/mulut unggas, yang terjadi akibat penyakit ini adalah stress dan gizi yang jelek, dengan gejala klinis berupa nafsu makan menurun, ayam lesu, gangguan pada pertumbuhan dan diare. Lesio Post Mortum yang sering ditemukan adalah terdapatnya plak putih dalammulut, esophagus, tembolok, lambung kelenjar dan usus.
  14. 14. Aspergillosis (Brooder Pneumonia) Penyakit ini menyerang pada ayam muda dengan memiliki kasus kematian yang tinggi, sedangkan ayam dewasa dalambentuk yang kronis, penyebabnya adalah jamur yang bernama Aspergillosis Fumigatus berbentuk organisme yang hidup di lingkungan peternakan, terutama pada litter dan pakan ternak yang lembab atau bahkan pada kayu atau material yang lembab. Penyebaran penyakit ini terjadi apabila terjadi kontak antara unggas dengan material yang telah terkontaminasi. Penyakit ini bukan merupakan penyakit infeksius atau penularan dari ayam ke ayam lainnya. Jamur ini memproduksi lesi seperti area nodul yang keras pada paru-paru dan sekaligus menginfeksi kantung hawa, dengan bentuk seperti terkena infeksi sinus (sinusitis) atau chronic Respiratory Disease (CRD). Jamur ini juga dapat menginfeksi induk semangnya langsung atau ditumbuhkan pada materi ransumtertentu.
  15. 15. Mycotoxicosis Penyakit ini ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh jamur (mycotoxin) dapat tumbuh pada litter dan pakan, organic yang membusuk, biji-bijian, kacang-kacangan. Kontaminasi jamur dapat terjadi saat panen, selama transportasi, dan penyimpan pakan dan jika jamur terdapat toxin/racun termakan oleh unggas dapat menyebabkan kematian. Toxin yang dikeluarkan berasal dari metabolit. Metabolit jamur itumerupakan toxin yang sangat kuat bahkan ada yang menyejajarkannya dengan racun botulinum. Beberapa tipe jamur menghasilkan toxin yang menyebabkan masalah pada peternakan, dan yang perlu diperhatikan pada industri peternakan adalah toxin yang dihasilkan oleh jamur. Diantaranya Racun yang berbahaya adalah Aflatoxin, Ochratoxin, Trichothecen, Zearalenone dan Citirinin
  16. 16. Penyakit koksidiosis biasanya berjangkit sebagai infeksi campuran beberapa spesies Eimeria pada unggas. Sedikitnya terdapat 5 spesies Eimeria yang paling umum ditemukan yaitu E. tenella (spesies penting dan paling patogenik), E. necatrix, E. maxima, E. acervulina, dan E. nitis. Eimeria ditularkan pada suhu dan kelembab an lingkungan yang cocok. Oosit dalam kotoran ayam akan bersporulasi dalam24 - 48 jam yang apabila dimakan ayam akan bermigrasi ke saluran pencernaan Gejala dari infeksi E. tenella adalah diare berdarah, kurang napsu makan, sayap terkulai dan kekurusan. Mortalitas biasanya tinggi apabila penyakit diabaikan dan tidak diobati. Infeksi oosit dalamjumlah besar menyebabkan penyakit yang parah dan seringkali mematikan. Kandang yang terlalu padat dan sanitasi jelek meningkatkan risiko terserang penyakit ini. Diagnosa diperkuat dengan ditemukannya lesi-lesimengandung koksidia pada nekropsi. Untuk pencegahan penyakit biasa digunakan koksidiostat, misalnya tritiadol,derivat-derivat diphenyldisulfide dan banyak produk impor. PROTOZOA PARASIT FISIK
  17. 17. 1. Trematoda Trematoda yang menginfeksi kandang ayam adalah echinostoma revolutum, Prothogonimus pellucidum dan Philopthalmus gralli. Infeksi trematoda bisa terjadi pada ayamyang dipelihara dalamsangkar individu bertingkat terbuat dari bambu dalamkandang terbuka. Tumpukan feses akan terinfeksioleh berbagai jenis serangga. Ayam terinfeksi E. revolutum lewat air minumyang sudah terkontaminasi oleh siput mengandung cercariae (tahapan muda trematoda). P. pellucidusmenginfestasi dari nimfe lalat yang terkon taminasi cercariae, yang bermigrasi ke bursa fabricus atau saluran telur. PROTOZOA PARASIT FISIK
  18. 18. 2. Nematoda Ascaridia galli adalah nematoda yang umum menyerang ayam. Bentuknya bulat, seperti sering dijumpai dalam temuan pathologis, bisa menyebab kan kematian mendadak akibat kerusakan pada duodenum atau jejunum. PROTOZOA PARASIT FISIK
  19. 19. 3. Cestoda Raillietina tetragona dan R. echinohothrida adalah jenis cestoda (cacing pita) yang paling umummenginfeksi ayam di Indonesia. Infeksi yang berat dapat menyebabkan kematian dan penurunan produksi sebanyak 25 %. Penyakit ini dapat ditularkan lewat lalat kandang dan semut sebagai inang perantara PROTOZOA PARASIT FISIK
  20. 20. Sedikitnya ada 5 spesies kutu yang biasa menginfeksiayam (terutama ayam petelur) yaitu Menopoin gallinae, Menacanthus stramineus, Goniocotes dissimilis, Goniodes gigas, dan Lipeurus caponis. Jarang menimbulkan kematian tetapi produksi telur bisa turun 25 % pada infeksi yang berat. M. gallinae dan M. stramineusmenyerang tubuh ayam, mema kan sel-sel epitel dan keratin bulu. G. dissimilis dan G. gigas menyerang tubuh dan sayap. L. caponis cenderung banyak ditemukan pada daerah leher. Kutu ayam mudah menyebar dengan persentuhan dengan ayam yang terserang PROTOZOA PARASIT FISIK
  21. 21. Caplak ayam Ornothonyssus bursa dan tungau ayam Argas robertsi diketahui merupakan spesies ektoparasit caplak yang paling sering menyerang ayam. Caplak biasa ditemukan pada sangkar terbuat dari bambu, dan bahkan pada permukaan feses ayam. Meskipun tidakmenyebabkan kematian tetapi produksi telur bisa turun 25 % dan pekerja menjadi enggan memasuki kandang karena gangguan gatal-gatal. PROTOZOA PARASIT FISIK
  22. 22. Sebuah penyakit ayam yang sering terjadi pada organ tubuh ayam di bagian kaki, penyakit ini sangat di kenal dengan istilah bubulen, penyakit kangker pada bagian kaki ayam, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi pada bagian kaki (pada awalnya) bisa di katakan atau di kategorikan kangker ganas juga. Penyakit bubulen dapat di kategorikan dalam3 tahap. 1. tahap pertama adalah, di karenakan ayam atau pun burung lama bertengger di tenggeran yang tidak sesuai, yang akan mengakibatkan luka pada pad atau dampal kaki ayam, tanda kemerahan akan timbul dalambeberapa waktu kedepan, maka denganmemberikan cream pada kaki ayam adalah langkah paling baik pada masa itu. 2. tahap serius, pada tahap serius, bagian kaki ayam yang memerah warna nya akan semakin meluas, mengakibatkan ke tidak stabilan pada kaki ayam, untuk kategori ini bisa menggunakan antibiotik untuk pengobatan. 3. tahap fatal. dalamtahap ini, bubul dengan ukuran yang lebih besar bisa mengakibatkan ayam lumpuh dan jika tidak di tangani dari awal bisa mengakibatkan kematian. PROTOZOA PARASIT FISIK
  23. 23. Umumnya terjadi pada ayam Broiler komersial. Penyakit ini terjadi karena benturan fisik baik dengan dinding kandang, litter, matau kepadatan yang terlalu tinggi. Umumnya dada ayam akan terlihat bengkak kemerah-merahan hingterlihat a melepuh dan dalam waktu beberapa hari bisa saja menyebabkan kematian. Selain itu, dapat menimbulkan kanibalisme. PROTOZOA PARASIT FISIK

×