Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Mengenal kristus dengan benar

Mengenal kristus dengan benar

  • Inicia sesión para ver los comentarios

Mengenal kristus dengan benar

  1. 1. K R I S T U SDengan Benar Mengenal Efesus 1:15-23 Slawi
  2. 2. Mengaku tahu banyak Kristen dan Kristus KRISTOLOG?
  3. 3. 1. Tahu Banyak Yesus = Mengenal Yesus? 2. Pengenalannya adalah pengenalan yang benar? 3. Karakteristik Pengenalan yang Benar?
  4. 4. I. BERTOLAK DARI ALLAH (17-18) Pengenalan yang benar bersandar pada diri Allah Bukan Manusia mencari Allah, Allah yang menyatakan Diri • Allah yang menyatakan Dirinya kepada Manusia (Roma 3:11) • “memfasilitasi “dengan Penyataan Umum dan Khusus. • Allah titik tolak teologi •  Paulus Sadar pentingnya melibatkan Tuhan dalam sgl hal, apalagi utk Mengenal Tuhan sendiri. Karena itu bagi jemaat Efesus Paulus meminta Allah memberi sarana penunjang pengenalan yang benar:
  5. 5. I. BERTOLAK DARI ALLAH (17-18) Pengenalan yang benar bersandar pada diri Allah Meminta Roh hikmat dan Wahyu • Roh hikmat (pneuma sophias) bukan roh manusia/makhluk spiritual, menunjuk pada Roh Allah sendiri. • “Roh Hikmat”  Menunjuk pada Karya Allah dalam hal khusus;  1. "Roh kekudusan," Rom 1:4 2; "Roh kelembutan," I Kor 4:21 4; "Roh iman," II Kor 4:13 5; "Roh kebenaran," I Yoh 4:6 • Wahyu  (apokalupsis apokaluplein) menyatakan, membuka selubung, membuka tutup sehingga nampak apa yang tersembunyi.  bukan menunjuk pada wahyu baru (pengilhaman penulisan kitab suci yg baru)  pencerahan, membukakan/ menyingkapkan “misteri” dari ilahi
  6. 6. I. BERTOLAK DARI ALLAH (17-18) Pengenalan yang benar bersandar pada diri Allah Meminta Allah menjadikan mata hati terang • Semua manusia punya hati nurani; tapi tidak semua punya ketajaman dan sensitifitas yang baik. • Nilai-nilai hidup; budaya; keutamaan; tradisi; norma (wawasan dunia) yang korup karena Dosa, berperan besar dalam menumpulkan matahati. Apalagi fungsi nurani sendiri sangat bergantung dari “kerelaan/kesediaan” mendengar dan ikut suaranya. Kalau suara itu terus ditekan, maka nurani tidak lagi bekerja maksimal (tumpul)/ tidak memiliki ketajaman melihat dan peka terhadap kesalahan dan dosa.
  7. 7. I. BERTOLAK DARI ALLAH (17-18) Penting Melibatkan Tuhan Dalam mengenal Dia • Pentingnya melibatkan Tuhan dalam sgl hal, apalagi utk Mengenal Tuhan sendiri. • Di sini dibutuhkan “pengorbanan”:  Sadar, bahwa diri tidak mungkin bisa mengerti  Sikap rendah hati tunduk dibawah otoritas Allah;  Rela dan mau menerima pencerahan & pembentukan dari Tuhan, yang terkadang menyakitkan • Tanpa mengandalkan Tuhan/bertolak dari Tuhan, pengenalan/ pencarian tentang Tuhan menuju kepada sesuatu yang kosong belaka (band. Efesus =Yunani) • ”mengenal Kristus, tapi tidak mendapatkan Dia.
  8. 8. 8 Commerce Slides Kualitas Kuantitas Bertumbuh 1.mengalami rasanya “disesatkan” belajar dari kesalahan 2. Belajar & dididik langsung Paulus Bukan sekadar dalam (khotbah), tapi di ruang kuliah Tiranus (intensif). Mendapat Pengajaran Berkualitas Kepada Orang Kudus (15) = Jemaat Tuhan  simpati dan empati dengan saudara seiman Iman yang bertumbuh diwujudkan dalam tindakan (memberi) 2 Tahun bukan waktu yg singkat (Kis 19:9) Dari segi ilmu, belajar sistematika teologi selama 2 tahun sudah lebih dari cukup.  dari segi pemahaman sudah dapat disebut mumpuni. Dididik dalam waktu lama II. KERINDUAN MENDALAM MENGERTI KRISTUS (15-70) Mendalamnya Pengenalan Efesus
  9. 9. Mengapa Efesus Perlu punya kerinduan mendalam mengenal Tuhan? • Bukankah Efesus punya Pengenalan yang baik, yang mendalam: 1. Pertumbuhan Imannya kepada Kristus yang tidak perlu disangsikan (sampai terdengar ke telinga Paulus yang ada di penjara) (15) 2. Iman yang berbuat (..kasihmu terhadap semua orang kudus Ef 1:15) . • iman yang dewasa  iman yang berbuat datang dari pengetahuan dan pengenalan tentang Tuhan dan kehendakNya secara matang pula? Mengapa Paulus ingin jemaat Efesus mengenal Kristus dengan benar? • Apakah pengenalan Efesus tentang Kristus belum sungguh benar? • Mengapa orang yang terlihat dewasa iman, seperti disangsikan pengetahuannya tentang Kristus?. • Apa yang sebenarnya Paulus maksudkan tentang pengenalan yang benar? II. KERINDUAN MENDALAM MENGERTI KRISTUS (15-70)
  10. 10. 10 Commerce Slides II. KERINDUAN MENDALAM MENGERTI KRISTUS (15-70) Menalar Maksud Paulus 03 Tidak Terjebak Memuaskan Kebutuhan Pengetahuan 04 Menjadikan/Mengintegrasikan pengenalan sebagai wawasan hidup 01 Mengerti Tuhan Tidak Mandeg 02Daya Kristis jangan hilang Jangan sampai mengerti Kristus hanya digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan “TAHU” diri. Menjadikan pengenalan Kristus sebagai nilai/keutamaan hidup pembentuk wawasan dunia (world view) Kristiani dalam diri. • Jangan sampai Efesus lekas puas. • Wajib terus menyelidiki  kitab suci/ penyataan umumNya Agar sungguh2 mengerti tentang Kristus yang diimani; di saat sama dapat bersikap kristis dengan segala bentuk pengajaran baru yang menyimpang dari kitab suci. Mengingat, Paulus tidak lagi ada di dekat mereka untuk meluruskan pengajaran, jika ada penyesatan.
  11. 11. 11 Commerce Slides Kalau Tuhan Ada Mengapa Banyak Kristen Dibunuh? Bukankah Tuhan maha Kuasa? Dimana kuasaNya saat Kristen dibunuh? Bukankah Dia bisa mencegah hal itu terjadi? Setia Ikut Tuhan Tapi Hidup Makin Susah? Bukankah Tuhan berjanji akan memelihara? “Anak cucunya tidak akan meminta-minta.” Tapi mengapa seperti Tuhan lupa dengan janjinya? III. MENGALAMI KRISTUS SECARA PRIBADI (18-23) “Mengerti” Tuhan Minus Mengalamai Tuhan? Saulus  Militan untuk Tuhan, tapi dibutakan; Bertanya Siapa Tuhan? (Kis 9:5) Seorang teolog besar , militant, diajar langsung oleh guru besar Gamaliel. Tapi ketika bertemu langsung dengan Tuhan justru bertanya Siapa Engkau Tuhan?
  12. 12. 12 Commerce Slides III. MENGALAMI KRISTUS SECARA PRIBADI (18-23) Efesus, dewasa Iman yang Dikecam (Wahyu 2:4) • EFESUS DIPUJI,  Pekerjaan; jerih payah; ketekunan; (Wah 2:2) sabar dan rela menderita (Wah 2:3) • EFESUS DICELA  meninggalkan kasihmu yang semula (Wah 2:4) Kasih mula2  Menunjuk kepada kasih dan pengabdian Efesus yang begitu dalam kepada Kristus dan Firman-Nya:  Mengasihi Kristus = menuruti segala perintah-Ku (Yoh 14:15)  Mengasihi Kristus = memegang perintah-Ku (Yoh 15:21)  Mengapa jemaat yang bertumbuh dalam iman dan bersaksi melalui perbuatan masih juga dikecam?  Rutinitas/aktifitas biasa?  Tidak lagi ada hati/semangat yang benar dalam melakukan?   Jemaat dituntut terus lebih mendalam/ naik dalam pengenalannya dengan Kristus  memiliki kasih yang sepenuh hati kepada Yesus & Pengabdian yang ikhlas kepada-Nya  PENTING MENGALAMI TUHAN HARI DEMI HARI
  13. 13. 13 • Adanya pengharapan menunjukkan masih ada sesuatu yang dinanti di depan sana. Tanpa pengharapan, maka hilang sudah penantian. • Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Bila pengharapan sudah tidak ada, maka bukan tidak mungkin dasar pengharapan (iman) itu mulai luntur. Dengan mengingat/menyegarkan kembali tentang Pengharapan akan Panggilan, Diharapkan orang dapat diteguhkan kembali imannya dalam Tuhan yang telah memilih dia sejak semula. Pengharapan dalam panggilanNya III. MENGALAMI KRISTUS SECARA PRIBADI (18-23) Mengalami = Menyelami Kembali Karya Kristus dalam Segala Aspek Hidup
  14. 14. 14 Band Ef 1:7; Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. Kemuliaan= doxa; Pak Tong: “Dalam Doxa, dosa Hilang; Dalam Dosa, Doxa tidak ada.  Mengingat kembali kemuliaan Tuhan menghantar orang untuk selalu mengucap syukur atas karya Allah yang besar; sekaligus menjaga diri (aktif) mengindarkan diri dari dosa. Doxa tidak mungkin bersanding dengan dosa. Kayanya kemuliaan bagian orang kudus III. MENGALAMI KRISTUS SECARA PRIBADI (18-23) Mengalami = Menyelami Kembali Karya Kristus dalam Segala Aspek Hidup
  15. 15. 15 • Memahami dan mengalami hebatnya kuasa Kristus dalam hidup secara pribadi. Memahami Betapa luarbiasanya Kristus yang berada ditempat Mulia; yang kekuatannya jauh lebih tinggi dari kuasa apapun: baik yang sudah maupun yang mungkin ada. Kristus yang hebat kuasanya itu telah menganugerahkan diriNya bagi umat percaya. • Mengalami kekuatannya tidak selalu berarti menyelesaikan masalah berat kita; tapi kadangkala membiarkan masalah itu, membiarkan kita melewati masalah itu. • Dan dari sana kita menemukan pengalaman berharga merasakan kekuatan dan pertolongan Allah dalam memelihara kita, meski dalam masalah Hebat kuasa-Nya bagi orang percaya
  16. 16. 16 Commerce Slides SELESAI www.SLAWI.net

×