Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Haus akan allah

Eksposisi Mazmur 42

  • Sé el primero en comentar

  • Sé el primero en recomendar esto

Haus akan allah

  1. 1. Spiritual Health “Haus akan Allah” Mazmur 42
  2. 2. (1) Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Bani Korah disebutkan • Menjadi pencipta mazmur (Mazm 42:1-11; 44:1-49:20; 84:1- 85:13; 87:1-88:18), • Menjadi penjaga pintu Rumah Allah (1Taw 9:19; 26:1) • dan menjadi penyanyi di dalam kenisah pada zaman Yosafat (2Taw 20:19).
  3. 3. • Psalms 42 and 43: "These psalms comprise a single, sadly beautiful poem in which the writer, exiled in the far north of Palestine (42:6), yearns to return to the Temple in Jerusalem" (Charles Ryrie, Ryrie Study Bible). • Kerinduan akan rumah Tuhan • Kerinduan akan fellowship dengan Tuhan • Ada yang hilang dari kejayaan masa lalu
  4. 4. (2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. • Pergumulan yang jujur dari pemazmur • Menggambarkan sebuah kerinduan yang dalam, kehausan, kebutuhan akan Allah • Rusa – sungai yang berair (the water-streams, the fountains of water, flowing streams, a stream of cool water) • Jiwa – merindukan Allah (persekutuan dengan Allah)
  5. 5. “Ease he did not seek, honour he did not covet, but the enjoyment of communion with God was an urgent need of his soul; he viewed it not merely as the sweetest of all luxuries, but as an absolute necessity, like water to a stag.” (Spurgeon) “Sorrow is always a sense of lack. The sorrow of bereavement is the sense of the loss of a loved one. The sorrow of sickness is the lack of health. The ultimate sorrow is the sense of the lack of God. This was the supreme sorrow of the singer.” (Morgan)
  6. 6. (3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? • Psalm 42:2 My soul thirsts for God, for the living God. When can I go and meet with God? • Merindukan kehadiran Allah. Kapan datang melihat Allah ? • Kondisi saat itu yang jauh dari rumah Allah • Thirsty and Dry
  7. 7. (4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" •Terbuka terhadap kondisi diri, menemukan source of problem (tekanan) •Kondisi pemazmur • Kesedihan yang dalam • Ketika ia membutuhkan tampaknya Tuhan tidak ada
  8. 8. Mengingat masa lalu (joyful worship memories at the house of God) (5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
  9. 9. Mengingat masa lalu (joyful worship memories at the house of God) • Rumah Allah • Leadership dalam perayaan • Sorak sorai pujian dan syukur • Perayaan
  10. 10. Hope (6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! • Bertanya mengapa ke diri sendiri • Beritakan pada diri ttg pengharapan dalam Tuhan
  11. 11. Beberapa pergumulan Pemazmur · Distance from home and the house of God (42:2, 42:6). · Taunting unbelievers (42:3, 42:10). · Memories of better days (42:4). · The present absence of past spiritual thrills (42:4). · Overwhelming trials of life (42:7). · God’s seemingly slow response (42:9).
  12. 12. Mengingat kembali karya dan kasih Tuhan. Sebuah DOA (7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada- Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar. (8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun- Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku. (9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.
  13. 13. I will say unto God my rock, Why hast thou forgotten me? • (10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?" • (11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?"
  14. 14. Tantangan kepada diri untuk kembali berharap dan fokus pada Tuhan (12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
  15. 15. Highlights… 1. Ia haus akan Tuhan (1-2) 2. Mengakui keadaan diri dan tekanan yang dihadapi (4,10-11) 3. Ia mengingat masa lalu (5) 4. Ia tetap bernyanyi memuji Tuhan dan berdoa (8) 5. Tetap melihat kasih setia Tuhan (7-9) 6. Kejujuran untuk bertanya kepada Tuhan dan kepada diri, mengapa? (6,10, 12) 7. Ia memotivasi, mendorong diri dalam firman (6 &12)
  16. 16. Spirituality health… 1. Fokus pada Allah? Kedalaman Relasi dengan Allah? Atau pada event/kegiatan/goal oriented 2. Bagaimana relasi pribadi kita dengan Allah saat ini? Adakah kita perlu waktu untuk doa pribadi dan retreat? Adakah hal yang perlu kita benahi dalam relasi kita dengan Allah dan sesama?

    Sé el primero en comentar

Eksposisi Mazmur 42

Vistas

Total de vistas

60

En Slideshare

0

De embebidos

0

Número de embebidos

0

Acciones

Descargas

2

Compartidos

0

Comentarios

0

Me gusta

0

×