SlideShare a Scribd company logo
1 of 47
Populasi dan
Sampel
Populasi
•
Menurut Suprapto
(2008)

Menurut Walpole
(2005)

kumpulan dari seluruh
elemen sejenis tetapi dapat
•
dibedakan satu sama lain
karena karakteristiknya

keseluruhan pengamatan
yang menjadi perhatian
peneliti

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang memiliki
karaktersitik tertentu di dalam suatu penelitian.
Berdasarkan
batasannya

POPULASI

1. Populasi terhingga
(finite population)
2. Populasi tak terhingga
(infinite population)

Berdasarkan
sifatnya

1. Populasi yang bersifat
homogen
2. Populasi yang bersifat
heterogen

Margono
(2004: 119)

1. Populasi teoretis
(teoritical population)
2. Populasi yang tersedia
(accessible population)
Sampel
• Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi.
• Jika n adalah elemen sampel dan N adalah jumlah elemen
populasi, maka n< N. Populasi dan sampel bisa dituliskan ;
• Populasi : X1, X2, ..., Xi, ...., XN
• Sampel : X1, X2, ...., Xi, ..., Xn

N

Sampling

n

Sampel

Populasi
Hubungan Populasi dan Sampel
POPULASI

Himpunan dari elemen,
unit elementer, atau unit
penelitian

SIAPA
Yang diteliti

Yang mewakili karakteristik
tertentu (isi, cakupan, waktu)

DATA

Parameter
(µ, σ, )

APA
Yang diteliti

Estimasi
(inferensia statistik)

Dijadikan
sebagai objek
penelitian

SAMPEL
Himpunan bagian
dari populasi

Statistik
(x, s, )
Sensus

Jika semua anggota
populasi dikenai
penelitian

PENELITIAN
(Sudjana, 2005)
Sampling

Jika yang diteliti
hanya sampel nya
• Alasan sensus tidak dapat dilakukan
1. Ukuran populasi
2. Masalah biaya
3. Masalah waktu
4. Percobaan yang bersifat merusak
5. Masalah ketelitian
6. Faktor ekonomis
• Syarat sampel yang baik :
1. Representatif (harus dapat mewakili populasi atau
semua unsur sampel)
2. Batasan sampel harus jelas
3. Dapat dilacak di lapanganTidak ada keanggotaan
sampel yang ganda
4. Harus up to date (terbaru dan sesuai dengan
keadaan saat dilakukan penelitian)
• Metode pengambilan sampel yang baik :
1. Dapat memilih sampel yang representatif
2. Efisien dalam penggunaan sumber daya
3. Dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya
mengenai sampel
• Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan
besarnya jumlah sampel :
1. Derajat keseragaman/ heterogenitas dari populasi.
2. Metode analisis yang akan digunakan.
3. Ketersediaan sumber daya.
4. Presisi dan akurasi yang dikehendaki.
Dasar pemikiran dalam
menentukan ukuran sampel

Aspek Statistis

1. Bentuk parmeter yang
menjadi tolak ukur
analisis.
2. Tipe sampling.
3. Variabilitas variabel yang
diteliti (keseragaman
variabel yang diteliti)

Aspek Nonstatistis

1. Kendala waktu atau
time constraint.
2. Biaya.
3. Ketersediaan satuan
sampling
Menurut Gay dan
Dehl (1996)
Cara menghitung jumlah
sampel yang dibutuhkan
dari sejumlah populasi
dalam suatu penelitian

Rumus Slovin

Rumus Krejcie &
Morgan

Tabel
Kreici

Rumus Isaac dan
Michael

Tabel
Menurut Gay dan Dehl (1996) :
1. Untuk penelitian deskriptif, minimal diambil sampel
sebesar 10% dari populasi. Sementara jika populasinya
besar maka minimal diambil sampel sebesar 20% dari
populasi.
2. Untuk penelitian yang sifatnya menguji hubungan
korelasional, minimal diambil 30 sampel.
3. Untuk penelitian yang sifatnya menguji hubungan
kausalitas, minimal diambil 30 subjek per kelompok.
4. Untuk penelitian eksperimen, dianjurkan minimal 15
subjek per kelompok.
Perhitungan dengan Menggunakan Rumus Slovin

di mana, n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
= toleransi ketidaktelitian (dalam persen)
Perhitungan dengan menggunakan
Rumus Krejcie & Morgan

di mana, n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
P = proporsi populasi
d = derajat ketidaktelitian
X2 = nilai tabel X2
Rumus Isaac dan Michael

di mana dengan dk=1, taraf kesalahan
bisa 1%, 5%, 10%.
P=Q=0,5
D=0,05
S=jumlah sampel
Contoh :
Misalkan, diketahui jumlah populasi penelitian adalah 1.200
orang. Sementara, ketidaktelitian yang dikehendaki adalah
5%. Dengan demikian, jumlah atau ukuran sampel yang
diperlukan untuk diteliti adalah sebesar 300 orang.
Dengan menggunakan Rumus Slovin, diperoleh

Dari tabel Kreici didapatkan ukuran sampel 291, sedangkan
dari tabel hasil perhitungan dari rumus Isaac dan Michael,
maka diperoleh jumlah sampel 270 orang dengan taraf
kesalahan 5%.
Dari ketiga hasil diatas berbedadiambil yang paling
banyak, yaitu 300
Teknik Sampling
Menurut Sugiyono
(2011)

Teknik pengambilan
sampel

Menurut Margono
(2004)

Cara untuk menentukan sample yang
jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel
yang akan dijadikan sumber data
sebenarnya, dengan memperhatikan
sifat-sifat dan penyebaran populasi agar
diperoleh sampel yang representatif

Proses pemilihan sampel dari suatu
populasi dari suatu populasi
Macam-macam teknik sampling ditunjukkan pada gambar berikut.
SAMPLING

Aspek Cara
Memilih
1. Sampling with
replacement.
2. Sampling without
replacement

Aspek Peluang
Pemilihan

Probability Sampling
1. Simple random
sampling
2. Proportionate
stratified random
sampling
3. Disproportionate
stratified random
4. Sampling cluster

Nonprobability Sampling
1. Sampling sistematis
2. Sampling kuota
3. Sampling insidental
4. Purposive sampling
5. Sampling jenuh
6. Snowball sampling
• Sampling with replacement
Sampling dengan pengembalian apabila dalam
proses pemilihannya, satuan sampling yang
sudah terpilih dikembalikan lagi ke dalam
populasi sebelum pemilihan berikutnya,
sehingga ada kemungkinan terpilih lebih dari
sekali.
• Sampling without replacement
Sampling tanpa pengembalian apabila satuan
sampling yang sudah terpilih tidak
dikembalikan ke populasi sehingga tidak
mungkin terpilih lebih dari sekali.
• Simple Random Sampling
Dikatakan simple (sederhana ) karena
pengambilan anggota sampel dari populasi
dilakukan secara acak tanpa memperhatikan
strata yang ada dalam populasi lain.
contoh
• Contoh:
populasi penelitian terdiri dari 500 orang mahasiswa
program S2. Untuk memperoleh sampel sebanyak
150 orang dari populasi tersebut, digunakan teknik
pengambilan secara acak, baik dengan cara undian,
ordinal, maupun tabel bilangan random sehingga
diperoleh sampel yang representatif.
• Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai
anggota/ unsur yang tidak homogen dan
berstrata secara proporsional.
contoh
• Contoh :
Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari
berbagai latar belakang pendidikan, maka populasi
pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai
yang lulus S1 = 45, S2 = 30, STM, 800, ST = 900.
Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata
pendidikan tersebut.
• Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan
jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi
kurang proporsional.
contoh
• Contoh :
Pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang
lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 70 orang S1, 800
orang SMU, 700 orang SMP, maka 3 orang lulusan S3
dan 4 orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai
sampel, karena dua kelompok ini terlalu kecil bila
dibandingkan dengan kelompok lainnya.
• Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk
menentukan sampel bila objek yang akan
diteliti atau sumber data sangat luas, misal
penduduk dari suatu negara, propinsi atau
kabupaten.
contoh
• Contoh :
Di Indonesia terdapat 34 propinsi, dan sampelnya
akan menggunakan 15 propinsi. Teknik sampling area
melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan
sampel daerah dan tahap berikutnya menentkan
orang-orang yang ada pada daerah tersebut. Teknik
ini dapat digambarkan sebagai berikut.
• Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik
pengambilan sampel berdasarkan urutan dari
anggota populasi yang telah diberi nomor
urut.
contoh
• Contoh :
Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100
orang. Dari semua anggota tersebut diberi nomor
urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100.
Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan
mengambil nomor ganjil saja, genap saja, atau
kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan
bilangan 9, maka sampel yang diambil adalah 9, 18,
27, dan seterusnya sampai 100.
• Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk
menentukan sampel dari populasi yang
mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah
(kuota) yang diinginkan.
contoh
• Contoh:
Akan dilakukan penelitian tentang pendapat
masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam
IMB. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Jika
pengumpulan data belum memenuhi kuota 500
orang tersebut, maka penelitian dipandang belum
selesai.
• Sampling Insidental
Sampling Insidental adalah teknik penentuan
sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa
saja yang secara kebetulan/insidental bertemu
dengan peneliti sehingga dapat digunakan
sebagai sampel, bila dipandang orang yang
kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber
data.
• Purposive Sampling
Sampling Purposive adalah teknik penentuan
sampel dengan pertimbangan tertentu.
contoh
• Contoh :
akan dilakukan penelitian tentang kualitas makanan,
maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli
makanan, atau penelitian tentang kondisi politik di
suatu negara maka sampel sumber datanya adalah
orang yang ahli dalam bidang politik.
• Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan
sampel bila semua anggota populasi
digunakan sebagai sampel.
contoh
• Contoh :
Akan diteliti mengenai tingkat motivasi belajar
mahasiswa pascasarjana Matematika UNSRI dalam
mata kuliah Statistic Analysis. Peneliti menentukan
sampel dengan mengambil seluruh mahasiswa
Matematika UNSRI aktif sebagai sampel penelitian.
• Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan
sampel yang mula-mula jumlahnya kecil,
kemudian membesar.
contoh
• Contoh :
Akan diteliti mengenai pendapat mahasiswa
terhadap pemberlakuan kurikulum baru di UNSRI.
Peneliti menentukan sampel awal 5 mahasiswa.
Selanjutnya, masing-masing mahasiswa tersebut
merekomendasikan mahasiswa lain yang dianggap
lebih tahu dan dirasa mampu melengkapi data yang
diperlukan. Begitu seterusnya, sehingga diperoleh
jumlah sampel mahasiswa yang semakin banyak.
Distribusi Sampling
•
•
•
•

Distribusi Rata – rata
Distribusi Proporsi
Distribusi selisih rata - rata
Distribusi selisih proporsi
Distribusi Rata-rata
• Jika sampel acak berukuran n diambil dari sebuah populasi
berukuran N dengan rata-rata  dan simpangan baku , maka
distribusi rata-rata sampel mempunyai rata-rata dan simpangan
baku sebagai berikut:
• Jika
,
,

• Jika

,

,

• Distribusi normal yang didapat dari distribusi rata-rata perlu
distandarkan agar daftar distribusi normal baku dapat digunakan.
Untuk ini ditransformasi.
Distribusi Proporsi
• Pada distribusi proporsi, misalkan populasi diketahui
berukuran N yang didalamnya terdapat peristiwa A sebanyak
Y diantara N. Maka dapat parameter proporsi peristiwa A
sebesar (Y/N).
Distribusi Selisih Rata – rata
Dimana:
rata-rata (means)
Simpangan baku ( standard deviation )

• Jika dan
tidak diketahui, maka dapat menggunakan standar
deviasi dari sampel.
Distribusi Selisih Proporsi
• Rumus distribusi sampling selisih proporsi dinyatakan dalam :
1. Rata – rata proporsi

2. Simpangan baku proporsi
• Distribusi sampling salisih proporsi inipun akan mendekati
distribusi normal bila ukuran-ukuran sampel cukup besar
,maka untuk merubahnya menjadi bentuk normal standar
diperlukan rumus:

• Jika

dan

tidak diketahui dan dianggap sama maka nilai:

• Sehingga standar baku proporsinya menjadi:
Terima kasih

More Related Content

What's hot

Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)
Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)
Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)eyepaste
 
Metode pengambilan sampel
Metode pengambilan sampelMetode pengambilan sampel
Metode pengambilan sampelAinur
 
Populasi dan sampel irma
Populasi dan sampel irmaPopulasi dan sampel irma
Populasi dan sampel irmaTarie Loebis
 
Statistika bisnis: Pendugaan Parameter
Statistika bisnis: Pendugaan ParameterStatistika bisnis: Pendugaan Parameter
Statistika bisnis: Pendugaan ParameterRetna Rindayani
 
Contoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxon
Contoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxonContoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxon
Contoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxonEDI RIADI
 
uji hipotesis satu rata – rata bagian 2
uji hipotesis satu rata – rata bagian 2uji hipotesis satu rata – rata bagian 2
uji hipotesis satu rata – rata bagian 2Ratih Ramadhani
 
Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Az'End Love
 
Laporan praktikum statistik deskriptif
Laporan praktikum statistik deskriptif Laporan praktikum statistik deskriptif
Laporan praktikum statistik deskriptif EnvaPya
 
Teori pendugaan statistik presentasi
Teori pendugaan statistik presentasiTeori pendugaan statistik presentasi
Teori pendugaan statistik presentasiPerum Perumnas
 
Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)
Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)
Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)Ady Setiawan
 
Bab 1 populasi dan sampel
Bab 1 populasi dan sampelBab 1 populasi dan sampel
Bab 1 populasi dan sampeleky45
 
5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncingan
5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncingan5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncingan
5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncinganRia Defti Nurharinda
 
UJI PROPORSI DUA SAMPEL
UJI PROPORSI DUA SAMPELUJI PROPORSI DUA SAMPEL
UJI PROPORSI DUA SAMPELAroon Siregar
 
Uji Normalitas dan Homogenitas
Uji Normalitas dan HomogenitasUji Normalitas dan Homogenitas
Uji Normalitas dan HomogenitasPutri Handayani
 

What's hot (20)

Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)
Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)
Ukuran variasi atau dispersi (penyebaran)
 
Populasi dan sampel
Populasi dan sampelPopulasi dan sampel
Populasi dan sampel
 
Minggu 9_Teknik Analisis Korelasi
Minggu 9_Teknik Analisis KorelasiMinggu 9_Teknik Analisis Korelasi
Minggu 9_Teknik Analisis Korelasi
 
Metode pengambilan sampel
Metode pengambilan sampelMetode pengambilan sampel
Metode pengambilan sampel
 
Statistika Dasar Pertemuan 10
Statistika Dasar Pertemuan 10Statistika Dasar Pertemuan 10
Statistika Dasar Pertemuan 10
 
Populasi dan sampel irma
Populasi dan sampel irmaPopulasi dan sampel irma
Populasi dan sampel irma
 
Teknik sampling
Teknik samplingTeknik sampling
Teknik sampling
 
Statistika bisnis: Pendugaan Parameter
Statistika bisnis: Pendugaan ParameterStatistika bisnis: Pendugaan Parameter
Statistika bisnis: Pendugaan Parameter
 
Contoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxon
Contoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxonContoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxon
Contoh analisis uji beda nonparamaetrik wilcoxon
 
uji hipotesis satu rata – rata bagian 2
uji hipotesis satu rata – rata bagian 2uji hipotesis satu rata – rata bagian 2
uji hipotesis satu rata – rata bagian 2
 
Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4
 
Laporan praktikum statistik deskriptif
Laporan praktikum statistik deskriptif Laporan praktikum statistik deskriptif
Laporan praktikum statistik deskriptif
 
Distribusi Sampling
Distribusi SamplingDistribusi Sampling
Distribusi Sampling
 
Statistik Non Parametrik
Statistik Non ParametrikStatistik Non Parametrik
Statistik Non Parametrik
 
Teori pendugaan statistik presentasi
Teori pendugaan statistik presentasiTeori pendugaan statistik presentasi
Teori pendugaan statistik presentasi
 
Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)
Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)
Menentukan Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sampel)
 
Bab 1 populasi dan sampel
Bab 1 populasi dan sampelBab 1 populasi dan sampel
Bab 1 populasi dan sampel
 
5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncingan
5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncingan5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncingan
5. ukuran kemiringan dan ukuran keruncingan
 
UJI PROPORSI DUA SAMPEL
UJI PROPORSI DUA SAMPELUJI PROPORSI DUA SAMPEL
UJI PROPORSI DUA SAMPEL
 
Uji Normalitas dan Homogenitas
Uji Normalitas dan HomogenitasUji Normalitas dan Homogenitas
Uji Normalitas dan Homogenitas
 

Similar to Populasi dan sampel

Bab vi dan bab xi
Bab vi dan bab xiBab vi dan bab xi
Bab vi dan bab xiIda Susanti
 
PPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptx
PPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptxPPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptx
PPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptxAlya Rafita Nurfauzy
 
Kuadrat ppt new
Kuadrat ppt newKuadrat ppt new
Kuadrat ppt newabiumi01
 
Populasi dan-sampel
Populasi dan-sampelPopulasi dan-sampel
Populasi dan-sampelAgus Rahmat
 
Populasi-dan-Sampel.ppt
Populasi-dan-Sampel.pptPopulasi-dan-Sampel.ppt
Populasi-dan-Sampel.pptmariefmunthe
 
Teknik penarikan sampel
Teknik penarikan sampelTeknik penarikan sampel
Teknik penarikan sampelYoga Lgy
 
Populasi dan sampel
Populasi dan sampelPopulasi dan sampel
Populasi dan sampelzmeffendi
 
Materi 6 # populasi, sampel dan uji normalitas data
Materi 6 # populasi, sampel dan uji normalitas dataMateri 6 # populasi, sampel dan uji normalitas data
Materi 6 # populasi, sampel dan uji normalitas dataAni Istiana
 
Populasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.ppt
Populasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.pptPopulasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.ppt
Populasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.pptAgathaHaselvin
 
Populasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtn
Populasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtnPopulasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtn
Populasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtnMahruriSaputra
 
Populasi dan sampel validitas dan reliabilitas
Populasi dan sampel   validitas dan reliabilitasPopulasi dan sampel   validitas dan reliabilitas
Populasi dan sampel validitas dan reliabilitasNurul Faqih Isro'i
 
Populasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumen
Populasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumenPopulasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumen
Populasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumenNurulFaqih3
 
Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017
Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017
Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017rizka lailatul fitriya
 
Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!
Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!
Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!windri3
 
Slide5 statistikaa
Slide5 statistikaaSlide5 statistikaa
Slide5 statistikaaAmrul Rizal
 
Ceramah 5 methodologi
Ceramah 5 methodologiCeramah 5 methodologi
Ceramah 5 methodologiSarah Eddiah
 
Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...
Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...
Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...Maulana Husada
 
PPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptx
PPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptxPPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptx
PPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptxArjunaManalu
 

Similar to Populasi dan sampel (20)

Bab vi dan bab xi
Bab vi dan bab xiBab vi dan bab xi
Bab vi dan bab xi
 
Bab vi dan bab xi
Bab vi dan bab xiBab vi dan bab xi
Bab vi dan bab xi
 
PPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptx
PPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptxPPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptx
PPT METLIT POPULASI DAN SAMPLE_KELOMPOK 2.pptx
 
Kuadrat ppt new
Kuadrat ppt newKuadrat ppt new
Kuadrat ppt new
 
Populasi dan-sampel
Populasi dan-sampelPopulasi dan-sampel
Populasi dan-sampel
 
Populasi-dan-Sampel.ppt
Populasi-dan-Sampel.pptPopulasi-dan-Sampel.ppt
Populasi-dan-Sampel.ppt
 
Teknik penarikan sampel
Teknik penarikan sampelTeknik penarikan sampel
Teknik penarikan sampel
 
Populasi dan sampel
Populasi dan sampelPopulasi dan sampel
Populasi dan sampel
 
Materi 6 # populasi, sampel dan uji normalitas data
Materi 6 # populasi, sampel dan uji normalitas dataMateri 6 # populasi, sampel dan uji normalitas data
Materi 6 # populasi, sampel dan uji normalitas data
 
Populasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.ppt
Populasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.pptPopulasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.ppt
Populasi_dan_Sampel-Populasi_dan_Sampel.ppt
 
Populasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtn
Populasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtnPopulasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtn
Populasi dan Sampel.pptrntrtnnrrnrrnrnrtn
 
Populasi dan sampel validitas dan reliabilitas
Populasi dan sampel   validitas dan reliabilitasPopulasi dan sampel   validitas dan reliabilitas
Populasi dan sampel validitas dan reliabilitas
 
Populasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumen
Populasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumenPopulasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumen
Populasi, sampel, validitas dan reliabilitas instrumen
 
Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017
Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017
Bab 5 dan 11 metode penelitian pendidikan karya sugiyono alfabeta-2017
 
Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!
Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!
Populasi_dan_Sample FIX.ppt keperawatan!
 
Slide5 statistikaa
Slide5 statistikaaSlide5 statistikaa
Slide5 statistikaa
 
Ceramah 5 methodologi
Ceramah 5 methodologiCeramah 5 methodologi
Ceramah 5 methodologi
 
Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...
Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...
Populasi dan Sampel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Anantyo Bimosuseno...
 
Pengertian sampel
Pengertian sampelPengertian sampel
Pengertian sampel
 
PPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptx
PPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptxPPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptx
PPT Kelompok 2 Cara Menggunakan dan Menentukan Sumber DAta.pptx
 

More from Ni wulie

Pro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSS
Pro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSSPro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSS
Pro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSSNi wulie
 
Design Reearch
Design ReearchDesign Reearch
Design ReearchNi wulie
 
Design research
Design researchDesign research
Design researchNi wulie
 
Penggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk Siswa
Penggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk SiswaPenggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk Siswa
Penggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk SiswaNi wulie
 
Problem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a PatternProblem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a PatternNi wulie
 
Problem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a PatternProblem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a PatternNi wulie
 

More from Ni wulie (6)

Pro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSS
Pro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSSPro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSS
Pro dan Kontra Ujian Nasional, PISA, dan TIMSS
 
Design Reearch
Design ReearchDesign Reearch
Design Reearch
 
Design research
Design researchDesign research
Design research
 
Penggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk Siswa
Penggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk SiswaPenggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk Siswa
Penggunaan Rumus Sinus dan Cosinus Jumlah Dua Sudut dan Sudut Ganda untuk Siswa
 
Problem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a PatternProblem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a Pattern
 
Problem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a PatternProblem Solving Strategies Finding a Pattern
Problem Solving Strategies Finding a Pattern
 

Recently uploaded

UT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk Hidup
UT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk HidupUT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk Hidup
UT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk Hidupfamela161
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfbibizaenab
 
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdfMODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdfNurulHikmah50658
 
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNSLatsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNSdheaprs
 
Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...
Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...
Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...asepsaefudin2009
 
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docxMembuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docxNurindahSetyawati1
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptArkhaRega1
 
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdfAksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdfDimanWr1
 
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptxPERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptxRizkyPratiwi19
 
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptxSesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptxSovyOktavianti
 
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajarantugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajarankeicapmaniez
 
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdfREFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdfirwanabidin08
 
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptxcontoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptxHR MUSLIM
 
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptxPendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptxdeskaputriani1
 
MAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdf
MAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdfMAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdf
MAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdfChananMfd
 
Materi IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptx
Materi IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptxMateri IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptx
Materi IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptxmuhammadkausar1201
 
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..ikayogakinasih12
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BAbdiera
 
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptxPPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptxdpp11tya
 
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxPerumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxadimulianta1
 

Recently uploaded (20)

UT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk Hidup
UT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk HidupUT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk Hidup
UT PGSD PDGK4103 MODUL 2 STRUKTUR TUBUH Pada Makhluk Hidup
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
 
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdfMODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
 
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNSLatsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
 
Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...
Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...
Materi Sosiologi Kelas X Bab 1. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikul...
 
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docxMembuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
 
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdfAksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
 
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptxPERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
 
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptxSesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
 
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajarantugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
 
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdfREFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
 
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptxcontoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptx
 
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptxPendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
 
MAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdf
MAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdfMAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdf
MAKALAH KELOMPOK 7 ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS.pdf
 
Materi IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptx
Materi IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptxMateri IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptx
Materi IPAS Kelas 1 SD Bab 3. Hidup Sehat.pptx
 
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
 
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptxPPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
 
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxPerumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
 

Populasi dan sampel

  • 2. Populasi • Menurut Suprapto (2008) Menurut Walpole (2005) kumpulan dari seluruh elemen sejenis tetapi dapat • dibedakan satu sama lain karena karakteristiknya keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian peneliti Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang memiliki karaktersitik tertentu di dalam suatu penelitian.
  • 3. Berdasarkan batasannya POPULASI 1. Populasi terhingga (finite population) 2. Populasi tak terhingga (infinite population) Berdasarkan sifatnya 1. Populasi yang bersifat homogen 2. Populasi yang bersifat heterogen Margono (2004: 119) 1. Populasi teoretis (teoritical population) 2. Populasi yang tersedia (accessible population)
  • 4. Sampel • Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. • Jika n adalah elemen sampel dan N adalah jumlah elemen populasi, maka n< N. Populasi dan sampel bisa dituliskan ; • Populasi : X1, X2, ..., Xi, ...., XN • Sampel : X1, X2, ...., Xi, ..., Xn N Sampling n Sampel Populasi
  • 5. Hubungan Populasi dan Sampel POPULASI Himpunan dari elemen, unit elementer, atau unit penelitian SIAPA Yang diteliti Yang mewakili karakteristik tertentu (isi, cakupan, waktu) DATA Parameter (µ, σ, ) APA Yang diteliti Estimasi (inferensia statistik) Dijadikan sebagai objek penelitian SAMPEL Himpunan bagian dari populasi Statistik (x, s, )
  • 6. Sensus Jika semua anggota populasi dikenai penelitian PENELITIAN (Sudjana, 2005) Sampling Jika yang diteliti hanya sampel nya
  • 7. • Alasan sensus tidak dapat dilakukan 1. Ukuran populasi 2. Masalah biaya 3. Masalah waktu 4. Percobaan yang bersifat merusak 5. Masalah ketelitian 6. Faktor ekonomis
  • 8. • Syarat sampel yang baik : 1. Representatif (harus dapat mewakili populasi atau semua unsur sampel) 2. Batasan sampel harus jelas 3. Dapat dilacak di lapanganTidak ada keanggotaan sampel yang ganda 4. Harus up to date (terbaru dan sesuai dengan keadaan saat dilakukan penelitian)
  • 9. • Metode pengambilan sampel yang baik : 1. Dapat memilih sampel yang representatif 2. Efisien dalam penggunaan sumber daya 3. Dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai sampel
  • 10. • Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya jumlah sampel : 1. Derajat keseragaman/ heterogenitas dari populasi. 2. Metode analisis yang akan digunakan. 3. Ketersediaan sumber daya. 4. Presisi dan akurasi yang dikehendaki.
  • 11. Dasar pemikiran dalam menentukan ukuran sampel Aspek Statistis 1. Bentuk parmeter yang menjadi tolak ukur analisis. 2. Tipe sampling. 3. Variabilitas variabel yang diteliti (keseragaman variabel yang diteliti) Aspek Nonstatistis 1. Kendala waktu atau time constraint. 2. Biaya. 3. Ketersediaan satuan sampling
  • 12. Menurut Gay dan Dehl (1996) Cara menghitung jumlah sampel yang dibutuhkan dari sejumlah populasi dalam suatu penelitian Rumus Slovin Rumus Krejcie & Morgan Tabel Kreici Rumus Isaac dan Michael Tabel
  • 13. Menurut Gay dan Dehl (1996) : 1. Untuk penelitian deskriptif, minimal diambil sampel sebesar 10% dari populasi. Sementara jika populasinya besar maka minimal diambil sampel sebesar 20% dari populasi. 2. Untuk penelitian yang sifatnya menguji hubungan korelasional, minimal diambil 30 sampel. 3. Untuk penelitian yang sifatnya menguji hubungan kausalitas, minimal diambil 30 subjek per kelompok. 4. Untuk penelitian eksperimen, dianjurkan minimal 15 subjek per kelompok.
  • 14. Perhitungan dengan Menggunakan Rumus Slovin di mana, n = ukuran sampel N = ukuran populasi = toleransi ketidaktelitian (dalam persen)
  • 15. Perhitungan dengan menggunakan Rumus Krejcie & Morgan di mana, n = ukuran sampel N = ukuran populasi P = proporsi populasi d = derajat ketidaktelitian X2 = nilai tabel X2
  • 16. Rumus Isaac dan Michael di mana dengan dk=1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10%. P=Q=0,5 D=0,05 S=jumlah sampel
  • 17. Contoh : Misalkan, diketahui jumlah populasi penelitian adalah 1.200 orang. Sementara, ketidaktelitian yang dikehendaki adalah 5%. Dengan demikian, jumlah atau ukuran sampel yang diperlukan untuk diteliti adalah sebesar 300 orang. Dengan menggunakan Rumus Slovin, diperoleh Dari tabel Kreici didapatkan ukuran sampel 291, sedangkan dari tabel hasil perhitungan dari rumus Isaac dan Michael, maka diperoleh jumlah sampel 270 orang dengan taraf kesalahan 5%. Dari ketiga hasil diatas berbedadiambil yang paling banyak, yaitu 300
  • 18. Teknik Sampling Menurut Sugiyono (2011) Teknik pengambilan sampel Menurut Margono (2004) Cara untuk menentukan sample yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif Proses pemilihan sampel dari suatu populasi dari suatu populasi
  • 19. Macam-macam teknik sampling ditunjukkan pada gambar berikut. SAMPLING Aspek Cara Memilih 1. Sampling with replacement. 2. Sampling without replacement Aspek Peluang Pemilihan Probability Sampling 1. Simple random sampling 2. Proportionate stratified random sampling 3. Disproportionate stratified random 4. Sampling cluster Nonprobability Sampling 1. Sampling sistematis 2. Sampling kuota 3. Sampling insidental 4. Purposive sampling 5. Sampling jenuh 6. Snowball sampling
  • 20. • Sampling with replacement Sampling dengan pengembalian apabila dalam proses pemilihannya, satuan sampling yang sudah terpilih dikembalikan lagi ke dalam populasi sebelum pemilihan berikutnya, sehingga ada kemungkinan terpilih lebih dari sekali.
  • 21. • Sampling without replacement Sampling tanpa pengembalian apabila satuan sampling yang sudah terpilih tidak dikembalikan ke populasi sehingga tidak mungkin terpilih lebih dari sekali.
  • 22. • Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana ) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi lain. contoh
  • 23. • Contoh: populasi penelitian terdiri dari 500 orang mahasiswa program S2. Untuk memperoleh sampel sebanyak 150 orang dari populasi tersebut, digunakan teknik pengambilan secara acak, baik dengan cara undian, ordinal, maupun tabel bilangan random sehingga diperoleh sampel yang representatif.
  • 24. • Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/ unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. contoh
  • 25. • Contoh : Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari berbagai latar belakang pendidikan, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1 = 45, S2 = 30, STM, 800, ST = 900. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut.
  • 26. • Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. contoh
  • 27. • Contoh : Pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 70 orang S1, 800 orang SMU, 700 orang SMP, maka 3 orang lulusan S3 dan 4 orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel, karena dua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok lainnya.
  • 28. • Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. contoh
  • 29. • Contoh : Di Indonesia terdapat 34 propinsi, dan sampelnya akan menggunakan 15 propinsi. Teknik sampling area melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah dan tahap berikutnya menentkan orang-orang yang ada pada daerah tersebut. Teknik ini dapat digambarkan sebagai berikut.
  • 30. • Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. contoh
  • 31. • Contoh : Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota tersebut diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan mengambil nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan bilangan 9, maka sampel yang diambil adalah 9, 18, 27, dan seterusnya sampai 100.
  • 32. • Sampling Kuota Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. contoh
  • 33. • Contoh: Akan dilakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam IMB. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai.
  • 34. • Sampling Insidental Sampling Insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti sehingga dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
  • 35. • Purposive Sampling Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. contoh
  • 36. • Contoh : akan dilakukan penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan, atau penelitian tentang kondisi politik di suatu negara maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli dalam bidang politik.
  • 37. • Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. contoh
  • 38. • Contoh : Akan diteliti mengenai tingkat motivasi belajar mahasiswa pascasarjana Matematika UNSRI dalam mata kuliah Statistic Analysis. Peneliti menentukan sampel dengan mengambil seluruh mahasiswa Matematika UNSRI aktif sebagai sampel penelitian.
  • 39. • Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. contoh
  • 40. • Contoh : Akan diteliti mengenai pendapat mahasiswa terhadap pemberlakuan kurikulum baru di UNSRI. Peneliti menentukan sampel awal 5 mahasiswa. Selanjutnya, masing-masing mahasiswa tersebut merekomendasikan mahasiswa lain yang dianggap lebih tahu dan dirasa mampu melengkapi data yang diperlukan. Begitu seterusnya, sehingga diperoleh jumlah sampel mahasiswa yang semakin banyak.
  • 41. Distribusi Sampling • • • • Distribusi Rata – rata Distribusi Proporsi Distribusi selisih rata - rata Distribusi selisih proporsi
  • 42. Distribusi Rata-rata • Jika sampel acak berukuran n diambil dari sebuah populasi berukuran N dengan rata-rata  dan simpangan baku , maka distribusi rata-rata sampel mempunyai rata-rata dan simpangan baku sebagai berikut: • Jika , , • Jika , , • Distribusi normal yang didapat dari distribusi rata-rata perlu distandarkan agar daftar distribusi normal baku dapat digunakan. Untuk ini ditransformasi.
  • 43. Distribusi Proporsi • Pada distribusi proporsi, misalkan populasi diketahui berukuran N yang didalamnya terdapat peristiwa A sebanyak Y diantara N. Maka dapat parameter proporsi peristiwa A sebesar (Y/N).
  • 44. Distribusi Selisih Rata – rata Dimana: rata-rata (means) Simpangan baku ( standard deviation ) • Jika dan tidak diketahui, maka dapat menggunakan standar deviasi dari sampel.
  • 45. Distribusi Selisih Proporsi • Rumus distribusi sampling selisih proporsi dinyatakan dalam : 1. Rata – rata proporsi 2. Simpangan baku proporsi
  • 46. • Distribusi sampling salisih proporsi inipun akan mendekati distribusi normal bila ukuran-ukuran sampel cukup besar ,maka untuk merubahnya menjadi bentuk normal standar diperlukan rumus: • Jika dan tidak diketahui dan dianggap sama maka nilai: • Sehingga standar baku proporsinya menjadi: