Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.
1
BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar belakang
Bung Hatta berpendirian teguh
Bung Hatta adalah seorang yang teguh pendirian.Ia tida...
2
BAB II
RUMUSAN MASALAH
1. Taat dengan hukuman paman
2. Mengarak bola tak mau memasukan sendiri
3. Tak mau menerima honor...
3
BAB III
PEMBAHASAN
Bung Hatta Berpendirian Teguh
 1. Taat dengan hukuman paman
Taat adalah patuh terhadap aturan yang t...
4
Contohlah sikap Bung Hatta yang selalu patuh terhadap aturan,walaupun mamaknya
datang untuk melepaskan ikatannya Bung Ha...
5
B = Bertanggung jawab
Saya bertanggung jawab mewariskan taat dengan hukuman paman ini kepada generasi
berikutnya. Taat d...
6
M = Merasakan
Saya merasakan Mengarak bola tak mau memasukan sendiri ini pada pertandingan bola
saat sekarang ini dia me...
7
Mengarak bola tak sendiri mau sendiri ysng kita pertsnggung jawabkan adalah mengarak
yang sesuai dengan aturan yang ada ...
8
Pada masa Bung Hatta sikap yang tak mau menerima honor berjalan dengan baik
dilaksanakan, karena orangnya tak mau meneri...
9
Jadi harta karun adalah harta yang sudah lama tersimpan sulit untuk menemukannya,bagi
yang mendapatkannya orang tersebut...
10
B = Bertindak
Saya akan bertindak tegas bila harta karun ini dilaksanakan karena mengambil harta
karun itu tidak baik,h...
11
menunjuknya dengan tongkat sambil berceramah.Dan apabila sudah selesai beliau maka akan
memanggil anak gadis tersebut.
...
12
kita mendirikan negara baru di atas dasar gotong royong danhasil usaha .bersama,akan tetapi kita
mendirikan negara yang...
13
Saya merasa tak mau membuka rahasia negara banyak juga yang belum terlaksana
dengan sepenuhnya karena rahasia negara un...
14
 7. Tak mau disogok oleh Belanda
Belanda orang yang pernah menjajah negara Indonesia, ketika dia menjajah negara
Indon...
15
B = Bersikap
Sikap saya tentang tak mau disogok oleh Belanda ini baik untuk dilaksanakan dan di
terapkan buat negara ki...
16
hubungan keduanya sudah berlangsung sejak zaman jepang.Jadi memang ada”tenggang waktu”
antara pertemuan pertama sampai ...
17
B = Berpikir
Saya berpikir bahwa merdeka dulu baru menikah itulah yang dilakukan Bung Hatta,Bung
Hatta tidak mau menika...
18
B = Bertindak
Saya akan bertindak tegas bila tindakan yang dilakukan Bung Hatta membuat orang lain
menjadi yang paham a...
19
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bung Hatta Berpendirian Teguh
Semua contoh yang dilakukan Bung Hatta sangat baik untuk dij...
20
Daftar Pustaka
Dt.Rajo Pengulu,M.Sayuti.2002.Bung Hatta Suri Tauladan Kita; Cara Baik Bung Hatta.Padang:
Mega Sari
Hatt...
21
TUGAS
PEMIKIRAN BUNG HATTA
TENTANG
BUNG HATTA BERPENDIRIAN TEGUH
OLEH
HELVINA SEPTIA
1110013111035
DOSEN PEMBINA
Drs.M....
22
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada
kita sehingga penulis menyelesaikan...
23
Kata pengantar…….……………………………………………………………………… i
Daftar isi…....……………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
a. La...
Próxima SlideShare
Cargando en…5
×

Tugas pemikiran bung hatta

-

  • Inicia sesión para ver los comentarios

  • Sé el primero en recomendar esto

Tugas pemikiran bung hatta

  1. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN a. Latar belakang Bung Hatta berpendirian teguh Bung Hatta adalah seorang yang teguh pendirian.Ia tidak akan bergeser serambutpun dari sesuatu yang ia yakini benar.Sebaliknya ia pun tidak akan pernah kompromi terhadap sesuatu yang ia yakini tidak benar.Prinsip demikian jugalah yang menjadi pegangannya selama mengayuhkan biduk negara,dan nahkoda bangsa mulai zaman perjuangan hingga Indonesia merdeka. Dalam makalah ini dibahas tentang Bung Hatta berpendirian teguh seperti: 1. Taat dengan hukuman paman 2. Mengarak bola tak mau memasukan sendiri 3. Tak mau menerima honor 4. Tak mau menerima harta karun 5. Tak mau dirayu anak gadis 6. Tak mau membuka rahasia negara 7. Tak mau disogok oleh belanda 8. Merdeka dulu baru menikah. b. Tujuan penulis Tujuan dari penulis makalah ini adalah agar bisa warga masyarakat untuk memahami contoh Bung Hatta berpendirian teguh ini seperti taat dengan hukuman paman. c. Manfaat penulis Penulis sangat berharap mudah-mudahan makalah ini bisa bermanfaat buat masyarakat setelah melihat Bung Hatta berpendirian teguh ini.
  2. 2. 2 BAB II RUMUSAN MASALAH 1. Taat dengan hukuman paman 2. Mengarak bola tak mau memasukan sendiri 3. Tak mau menerima honor 4. Tak mau menerima harta karun 5. Tak mau dirayu anak gadis 6. Tak mau membuka rahasia negara 7. Tak mau disogok oleh Belanda 8. Merdeka dulu baru menikah.
  3. 3. 3 BAB III PEMBAHASAN Bung Hatta Berpendirian Teguh  1. Taat dengan hukuman paman Taat adalah patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan. Hukuman adalah suatu hukuman yang di dapat setelah kita melakukan kesalahan dan perbuatan yang kita lakukan.sedikit kita buat kesalahan maka hukumannya sedikit pula,itu semua tergantung dari kesalahan seseorang. Paman adalah kakak laki-laki dari ibu atau saudara laki-laki dari ibu yang sering kita memanggilnya dengan sebutan paman.tapi kalu dalam minang kabau kita panggilnya uwan. Di dalam adat minang kabau sering di panggil dengan sebutan mamak. B = Berpikir Saya berpikir bahwa cara baik Bung Hatta dalam mendisiplinkan diri sejak kecil dan disiplin berlalu lintas bayangkan Bung Hatta diikat oleh neneknya di batang jambu yang diberi garis melingkar,karena melanggar disiplin.maka datang mamanya ingin menolong melepaskannya.Bung Hatta tak mau,karena masa waktu hukumannya belum habis. Bung Hatta dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.Sopir Bung Hatta bernama Abdulmadjid disebuah tempat parker tanda terlarang.Spontan Bung Hatta mengatakan kepada supirnya,”jangan berhenti disini,karena ada tanda larangan berhenti”,walaupun pejabat negara diberi peraturan untuk melanggar dalam perjalanan dinas.Bung Hatta benar disiplin. Manusia di mata hokum sama,jangan pejabat melanggar rambu-rambu lalu lintas nanti bisa dituding pejabat kebal hukum. Saya berpikir pada saat sekarang banyak orang yang tidak disiplin,apalagi disiplin pada waktu banyak yang kurang disiplin,dan juga bisa kita pada masyarakat sekarang,apalagi pada jalur rambu-rambu lalu lintas,pada saat lampu merah dia tidak berhenti,malahan dia terus dan jalan saja, itu semua tanda tidak mematuhi peraturan yang ada.patuhilah aturan yang telah ditetapkan.
  4. 4. 4 Contohlah sikap Bung Hatta yang selalu patuh terhadap aturan,walaupun mamaknya datang untuk melepaskan ikatannya Bung Hatta,namun Bung Hatta tidak mau karena masa ikatan nya belum habis.Jadi Bung Hatta benar-benar mematuhi segala aturan yang ada. M = Merasakan Saya merasakan kita harus patuh terhadap aturan yang ada,dengan patuhnya kita terhadap aturan bisa melatih diri kita untuk disiplin seperti disiplin terhadap waktu,apabila kita sudah telah dari kecil disiplin maka dewasa untuk mengbiasakan diri saja,itu semua juga dirasakan oleh anak mahasiswa,remaja dan lingkungan masyarakat. Masalah mematuhi rambu-rambu lalu lintas,saya juga pernah merasakan.Rasanya perlu juga kita perbaiki di masa yang akan datang seperti yang terjadi pelanggaran dan kita berharap tidak ada lagi hal seperti itu.yaitu pelanggran yang tidak mau patuh terhadap peraturan lalu lintas. Patuhi aturan untuk demi kebaikan kita sendiri. B = Bersikap Sikap saya tentang taat dengan hukuman paaman ini baik dilaksanakan.Saya harus mampu menegakkan taat dengan hukuman ini di manapun saya berada,taat dengan hukum paman akan dilaksanakan misalnya ketika berada di rumah dan lingkungan masyarakat. Sikap saya terhadap kakak laki-laki dari ibu yang sering di panggil dengan sebutan paman yaitu hormat,patuh dan taat. B = Bertindak Saya akan bertindak tegas bila taat dengan hukuman paman ini tidak dilaksanakan.Baik ditempat saya berada maupun di tengah-tengah masyarakat.Tindakan itu bisa mentang secara langsung atau secara diam-diam saja. Dan saya akan bertindak tegas apabila ada orang sekitar saya tidak senang dengan aturan taat terhadap paman.karena aturan ini baik untuk dilaksanakan dan saya juga bertindak jika ada orang yang tidak setuju dengan aturan ini.
  5. 5. 5 B = Bertanggung jawab Saya bertanggung jawab mewariskan taat dengan hukuman paman ini kepada generasi berikutnya. Taat dengan hukuman paman ini yang dipertanggung jawabkan adalah taat dengan hukuman paman yang sesuai dengan aturan adat minang karena paman atau mamak apabila ada acara pernikahan pasti mamak yang paling aktif di dalam acara tersebut,apabila tidak ada mamak acara tersebut tidak akan berjalan dengan lancer. Jadi patuhilah aturan paman dan saya juga bisa untuk melestarikan kegiatan ini kepada semua orang terutama kepada kepada generasi-generasi berikutnya,kita harus patuh terhadap aturan yang ada. Aturan yang kita patuhi harus sesuai dengan kaidah dan ketetapan yang ada dan sesuai dengan undang – undang yang ada.  2. Mengarak bola tak mau memasukan sendiri Permainan bola sangat di sukai oleh semua orang terutama bagi anak cowok, apalagi pertandingan bola sekarang sering ditanyangkan di tivi.bola bagaikan makanan baginya, bola juga di sukai oleh anak cewek,orang dewasa dan orang tua. Bung Hatta bermain bola tidak pernah memasukan sendiri,dia selalu bersama-sama berbeda dengan cara permainan saat sekarang ini. B = Berpikir Saya berpikir bahwa mengarak bola tak mau memasukan sendiri.Cara baik Bung Hatta bermain bola kaki.Bung Hatta suka main bola kaki.Waktu main bola Bung Hatta tidak simpati melihat orang mengarak bola sendirian sampai ke gawang lawan.Bung Hatta ingin mengarak bola itu dengan member kesempatan kepada orang yang berpeluang menguasai bola. Sempatnya Bung Hatta di dalam bermain bola memiliki sifat demokrasi yaitu selalu bersama-sama di dalam bermain bola,beliau tidak mau menguasai bola sendirian. Saya berpikir pada saat sekarang ini orang bermain bola memasukan ke dalam gawang sendiri-sendiri tidak pernah melihat lawan jenisnya dimana posisi beradanya,berbeda sekali dengan zaman Bung Hatta yang tidak mau menguasai bola sendiri.
  6. 6. 6 M = Merasakan Saya merasakan Mengarak bola tak mau memasukan sendiri ini pada pertandingan bola saat sekarang ini dia menguasainya sendiri rasa kebersamaan tidak ada,kekompakan kurang didalam permainan bola. Itu semua di rasakan pada pertandingan bola.Rasanya tak mau memasukan bola sendiri ini sangat baik karena bisa untuk melatih kita untuk selalu bersama di dalam pertandingan. Kita harus saling mengingatkan atau melihat dimana posisi lawan permainan kita satu lagi. Supaya kita tidak menguasai bola sendirian. B = Bersikap Sikap saya tentang mengarak bola tak mau memasukan sendiri tidak menantang di dalam pertandingan.Saya harus mampu menegakkan mengarak bola tak mau sendiri dimana pun saya berada terutama di dalam pertandingan bola.Saya merasakan mengarak bola tak mau memasukan sendiri belum sesuei dengan keinginan bangsa Indonesia. Mengarak bola tak mau memasukan sendiri harus dilaksanakan pada anak siswa,dan masyarakat. Sikap Bung Hatta harus di taati yang tidak egois di dalam bermain bola. Kalau di dalam bermain bola kita mempunyai sikap yang tidak mau menguasai bola sendiri di dalam pertandingan tersebut. B = Bertindak Saya akan bertindak tegas bila mengarak bola tak mau memasukan ini tidak dilaksanakan.Baik ditempat saya apabila ada pertandingan bola maupun di tengah-tengah masyarakat.Tindakan tegas ini bisa dalam bentuk menantang secara langsung atau saya secara diam-diam untuk turun memperbaikinya.Dst… Saya akan bertindak jika apabila ada orang yang tidak suka terhadap mengarak bola tak mau sendiri karena tindakan ini memang patut untuk di bawa ke dalam pertandingan. B = Bertanggung jawab Saya bertanggung jawab untuk melestarikan sistem menguasai bola yang tak mau sendiri ini kepada generasi berikutnya untuk di jadikan sebagai pedoman baginya,karena tanpa orang lain kita tidak bisa bermain sendirinya intinya kebersamaan di perlukan di dalam permainan ini.
  7. 7. 7 Mengarak bola tak sendiri mau sendiri ysng kita pertsnggung jawabkan adalah mengarak yang sesuai dengan aturan yang ada di dalam permainan bola tersebut.  3. Tak mau menerima honor B = Berpikir Saya berpikir bahwa Bung Hatta tak mau menerima honor atau gaji dari apa yang dia kerjakan,dia melakukan itu semua ikhlas tanpa ada menerima honor dari siapa pun. Tenaga yang di keluarkan Bung Hatta tak pernah mengharapkan suatu imbalan atau pamrih kepada masyarakat.Dia memang betul-betul ikhlas melakukannya tak mau menerima honor. Saya berpikir bahwa pada saat sekarang ini mana ada orang yang melakukan suatu pekerjaan tak dibayar, kebanyakan orang melakukan pekerjaan pasti di tanya berapa gajinya perbulan. Sangat berbeda sekali pada masa Bung Hatta yang tak mau menerima honor dari apa yang dilakukannya,kalau dibanding dengan zaman sekarang semua orang membutuhkan uang,masalahnya uang segala-galanya bagi mereka. M = Merasakan Saya merasakan tak mau menerima honor ini pada masa Bung Hatta,makanya pada masa Bung hatta masyarakatnya sejahtera dan damai,karena mereka tak mau menerima honor,mereka membantu atau menolong sesama tak pernah mengharapkan imbalan atau pamrih. Dan saya juga merasakan pada zaman saat sekarang tak mau menerima honor atau gaji ini tidak berlaku lagi pada zaman sekarang ini,karena sekarang istilah tak mau menerima honor tidak berlaku lagi,makanya orang sekarang tidak ada sejahtera karena semuanya dibeli dengan uang. B = Bersikap Sikap saya tentang tak mau menerima honor menantang kebatilan kalau di bawa pada zaman sekarang,sulit mencari orang yang tak mau menerima honor.Saya harus mampu menegakkan yang tak mau menerima honor di manapun saya berada.
  8. 8. 8 Pada masa Bung Hatta sikap yang tak mau menerima honor berjalan dengan baik dilaksanakan, karena orangnya tak mau menerima honor apa yang dikerjakannya. B = Bertindak Saya akan bertindak tegas bila tak mau menerima honor ini tidak dilaksanakan.Baik ketika saya berada di rumah atau di tengah-tengah masyarakat.Tindakan tegas bisa bersifat langsung atau secara diam-diam harus saya perbaiki,walaupun butuh waktu agak lama. Tindakan ini perlu dilaksanakan supaya apa yang dikerjakan tidak terlalu mengharapkan uang, dan saya akan bertindak tegas apabila ada orang yang tidak setuju atau merasa tidak senang,tapi ini semua juga demi kebaikan supaya tidak ada orang apa yang dilakukan ditanya dulu berapa gaji perbulannya. B = Bertanggung jawab Saya bertanggung jawab melestarikan sistem yang tak mau menerima honor ini kepada generasi berikutnya,supaya bisa mencontoh sikap Bung Hatta yang tak mau menerima honor. Tak mau menerima honor yang pertanggung jawabkan adalah tak mau menerima honor yang sesuai dengan aturan yang ada.supaya bisa untuk di pahami oleh semua orang bahwa tak mau menerima honor ini baik untuk di terapkan.  4. Tak mau menerima harta karun Harta adalah harta yang tidak bisa dinilai harganya Harta ada yang berupa benda dan barang seperti:harta sawah,emas yang penting barang- barang yang berharga,kalu orang tua bilang harta yang paling berharga menurut mereka adalah anak-anak mereka,kalau diminang harta untuk anak perempuan masalahnya anak perempuan sangat berharga,dengan harta semua orang tergila-gila.dengan harta bisa terjadi pertengkaraan antara adik dan kakak hanya untuk merebutkan harta.Itu semua sering terjadi diminang sekarang. Karun adalah harta yang sudah lama tersimpan misalnya di dalam tanah atau di manapun,ketika menyimpannya orang tidak tahu dimana keberadaannya,jadi jika ada orang yang menemukan maka berbahagialah.
  9. 9. 9 Jadi harta karun adalah harta yang sudah lama tersimpan sulit untuk menemukannya,bagi yang mendapatkannya orang tersebut merasa senang dan bahagia.Harta karun itu milik Allah swt dan hak orang banyak,tidak boleh diambil tapi disimpan oleh negara. B = Berpikir Saya berpikir bahwa cara baik Bung Hatta berpendirian teguh dalam memelihara harta negara dan bangsa.Kata staf kepada Bung Hatta,”Ada harta karun ditemui masyarakat Pak,sebaiknya kita panggil masyarakat itu diam-diam nanti kita simpan”.Jawab Bung Hatta ,”harta milik Allah dan hak orang banyak,tidak boleh diambil,sebaiknya disimpan oleh negara tetapi seluruh rakyat tahu dan melihatnya. Dan saya berpikir untuk pada zaman sekarang harta karun sulit orang untuk memdapatkannya,kalau untuk sekarang banyak orang yang meperebutkan harta,tapi kalau harta karun masyarakat hanya dapat untuk melihat karena harta karun adalah milik negara. M = Merasakan Saya merasakan tak mau menerima harta karun ini baik untuk dilaksanakan supaya masyarakat tidak mengambil barang yang bukan jadi miliknya.karena mereka tahu bahwa harta karun itu milik negara.Saya merasakan itu baik pada mahasiswa,anak remaja dan masyarakat. Saya merasa tak mau menerima harta karun ini belum sesuai dengan keinginan bangsa Indonesia karena semua pasti ingin mendapatkan harta tersebut.Rasanya perlu kita perbaiki di masa yang akan datang. B = Bersikap Sikap saya tentang tak mau menerima harta karun baik karena bersikap untuk mewujudkan masyarakat yang jujur dan cinta pada negara.Supaya tidak ada sifat yang mengambil harta karun milik negara. Saya harus mampu menegakkan tak mau menerima harta karun dimana pun saya berada pada masyarakat,karena untuk melatih kita menjadi orang yang jujur dan disiplin.harta bukanlah milik kita melainkan milik Allah swt.Jadi semua yang ada ini akan sirna semuanya seperti rumah yang kita miliki ini akan sirna dan habis itu semua bersifat sementara.
  10. 10. 10 B = Bertindak Saya akan bertindak tegas bila harta karun ini dilaksanakan karena mengambil harta karun itu tidak baik,harta karun sesengguhnya milik Allah swt.Baik di tempat saya maupun di tengah-tengah masyarakat.Tindakan tegas bisa bersifat langsung atau secara diam-diam dilaksanakan. Tindakan tegas harus mampu ditegakkan supaya harta karun milik negara ini tidak habis,Bung Hatta bilang kalau harta karun itu milik negara dan tidak boleh di ambil oleh masyarakat. B = Bertanggung jawab Saya akan bertanggung jawab mewariskan sistem tak mau menerima harta karun ini kepada generasi saya berikutnya.Saya akan mengajarkan kepada mereka apa itu harta karun kepada mereka dan bilang kepadanya tidak boleh di ambil. Harta karun yang kita pertanggung jawabkan adalah harta karun yang sesuai dengan harta karun adat Minang,harta karun ajaran syara’,dan harta karum juga menurut pancasila dan undang-undang.  5. Tak mau dirayu anak gadis B = Berpikir Saya berpikir bahwa Bung Hatta tak mau dirayu anak gadis,Bung Hatta tidak suka dirayu-rayu oleh anak gadis.Karena Bung Hatta orangnya tidak suka melihat anak gadis merayu anak laki-laki. Kalau dibanding pada fenomena sekarang tak mau di rayu anak gadis ini sudah berlaku di kalangan remaja karena anak gadis yang sering merayu anak laki-laki semuanya sudah terbalik. Pada masa Bung Hatta tak ada dikenal dengan rayu-rayuan karena tidak mau dirayu. M = Merasakan Saya merasakan tak mau dirayu anak gadis pada masa Bung Hatta.Karena membuatnya merasa gelisah dirayu oleh anak gadis,belum masanya untuk dirayu-rayu.Kalau Bung Hatta suka sama seorang anak gadis maka langsung untuk mengatakannya,dan sangat berbeda sekali pada soekarno,soekarno apabila sedang berceramah ada yang suka sama anak gadis maka beliau akan
  11. 11. 11 menunjuknya dengan tongkat sambil berceramah.Dan apabila sudah selesai beliau maka akan memanggil anak gadis tersebut. Saya merasakan pada dikalangan remaja dan dilingkungan masyarakat.Rasanya perlu untuk kita perbaiki di masa yang akan datang supaya menjadi yang lebih baik kedepannya. B = Bersikap Sikap saya tentang tak mau dirayu anak gadis ini baik untuk di jadikan sebagai contoh bagi anak remaja sekarang terutama bagi anak gadis,supaya tidak ada sikap untuk merayu anak laki-laki. Kebanyakan anak gadis yang mengatakan suka kepada anak laki-laki,kalau menurut agama itu dilarang karena yang merayu itu hanyalah anak laki-laki. Saya harus mampu untuk menegakkan tak mau dirayu anak gadis di manapun saya berada. Seperti didekat keramaian dan dikalangan masyarakat. B = Bertindak Saya akan bertindak tegas bila tak mau dirayu anak gadis ini tidak dilaksanakan karena contoh dari Bung Hatta ini baik untuk di contoh bagi kita,baik di tempat saya berada maupun ditengah-tengah masyarakat. Tindakan tegas itu kadang kala ada bersifat langsung dan ada dilaksanakan secara diam-diam. Itu semua harus diperbaiki. B = Bertanggung jawab Saya bertanggung jawab untuk mewariskan kepada generasi yang berikutnya,supaya tidak sifat yang suka merayu,contoh dari Bung Hatta yang harus dikembangkan bagi kelangan remaja. Tak mau dirayu anak gadis yang kita pertanggung jawabkan adalah sesuai dengan ajaran islam,adat minang dan sesuai dengan aturan undang-undang yang ada.  6. Tak mau membuka rahasia negara Rahasia adalah suatu dokumen yang tidak boleh di bukak karena itu sangat rahasia. Seperti kita lihat pada lembaran ujian nasional kita membukaknya pasti dilihatkan. Negara adalah suatu wilayah yang terdiri dari rakyat,pemerintahan dan masyarakat. Jadi rahasia negara adalah suatu rahasia negara yang tidak boleh tahu orang karena itu sangat rahasia,karena
  12. 12. 12 kita mendirikan negara baru di atas dasar gotong royong danhasil usaha .bersama,akan tetapi kita mendirikan negara yang baru. Hendaklah kita memperhatikan syarat-syarat yang kita bikin jangan menjadi negara kekuasaan. Kita menghendaki negara pengurus,kita membnagunkan masyarakat baru yang berdasar kepada gotong royong,usaha bersama,tujuan kita ialah membaharui masyarakat. Kedaulatan rakyat dilaksanakan oleh negara,menurut undang-undang Dasar sekarang ini yang menghendaki kedaulatan rakyat yang dilakukan di dalam majelis permusyawaratan Rakyat dan penyerahan kekuasaan kepada presiden,jangan sanggup menimbulkan suatu negara kekuasaa. Jadi bagaimanapun juga,kita menghargai tinggi keyakinan atas kemauan kita untuk menyusun negara baru. B = Berpikir Saya berpikir bahwa tak mau membuka rahasia negara.menurut Bung Hatta,ia tidak akan mencampur adukkan suatu kebijaksanaan pemerintah dengan hal-hal yang bersifat keluarga.Ia tidak akan membocorkan suatu rahasia negara,kendati hal itu akan merugikan keluarganya. Ketika Bung Hatta pejabat sebagai Bapak presiden yaitu sebagai wakilnya dan ketuanya Bapak Soekarno.Beliau berdua mempunyai prinsip yang tidak mau melibatkan masalah negara dengan urusan pribadinya.Prinsip itulah yang di tegakkan Bung Hatta ketika memimpin suatu negara, ketika itulah Bung Hatta yang memimpin rakyat menjadi damai dan sejahtera. Berbeda sekali dengan pada masa saat sekarang di banding pada masa Bung Hatta. Kepentingan negara tidak ada sangkut pautnya dengan usaha memupuk kepentingan keluarga. Rahasia neggara tetap rahasia tehadap siapapun.Walaupun Kak Hatta amat percaya padamu. Tetapi rahasia negara adalah rahasia yang tidak pantas dibocorkan.Biarlah kita rugi sedikit, Demi kepentingan negara keseluruhan M = Merasakan Saya merasakan tak mau membuka rahasia negara itu baik untuk dilaksanakan supaya tidak ada rahasia negara yang terbuka oleh masyarakat,rahasia wajib untuk tidak di beritahu semua orang. Ini di rasakan pada anak mahasiswa dan dikalangan remaja dan juga pada pemimpin-pemimpin kita pada saat sekarang ini.
  13. 13. 13 Saya merasa tak mau membuka rahasia negara banyak juga yang belum terlaksana dengan sepenuhnya karena rahasia negara untuk saat sekarang belum bisa terjaga dengan baik. Rasanya perlu untuk kita perbaiki di masa yang akan datang. B = Bersikap Sikap saya tentang tak mau membuka rahasia negara ini sangat bertentangan dengan hukum, apabila rahasia negara terbongkar maka orang tersebut akan beurusan dengan hukum. Dan saya akan bersikap supaya rahasia negara ini tetap terjaga dengan baik dan akan berusaha untuk mencontoh sikap dari Bung Hatta tersebut. Saya harus mampu untuk menegakkan tak mau membuka rahasia negara di manapun saya berada Tak mau membuka rahasia pada jamaah mesjid,tak mau membuka rahasia pada siswa,tak mau membuka rahasia dalam masyarakat dan terhadap rahasia negara. B = Bertindak Saya akan bertindak tegas bila tak mau membuka rahasia negara ini tidak dilaksanakan dengan baik. Baik di tempat saya maupun ditengah-tengah masyarakat karena itu merupakan suatu rahasia bagi negara kita. Tindakan tegasnya kadang-kadang bisa dalam bentuk menantang seperti berhubungan dengan masalah hokum secara langsunga atau saya yang akan melakukan secara diam-diam harus saya perbaiki untuk demi negara. B = Bertanggung jawab Saya bertanggung jawab untuk melestarikan kepada generasi berikutnya,dengan cara mencontoh sifat yang dimiliki Bung Hatta yaitu tidak mau melibatkan masalah negara yang ada dengan urusan pribadinya ketika Bung Hatta pejabat sebagai wakil presiden Republik Indonesia. Tak mau membuka rahasia negara yang kita pertanggung jawabkan adalah rahasia yang sesuai dengan peraturan adat Minang,rahasia yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku pada Saat sekarang dan juga pancasila.
  14. 14. 14  7. Tak mau disogok oleh Belanda Belanda orang yang pernah menjajah negara Indonesia, ketika dia menjajah negara Indonesia rakyat di buatnya menjadi sengsara,rakyat disuruh-suruh oleh belanda.Rakyat disuruh menanam rempah-rempah lalu dijual ke Belanda. Orang Belanda membelinya dengan harga,rakyat tidak di perbolehkan menjualnya kepada orang lain,rakyat harus menjual hasil tanamnya kepada orang Belanda.Belanda mempunyai prinsip yaitu hasil tanam paksa atau monopoli. B = Berpikir Saya berpikir bahwa Bung Hatta orangnya tak mau disogok oleh Belanda.Bung Hatta tidak mau disogok oleh apapun baik itu sogok itu berupa uang atau benda Bung Hatta tidak mau.karena menerima uang sogok itu tidak baik menurut Bung Hatta. Mereka membeli dengan harga rempah-rempah murah kepada rakyat itu sifat Belanda, Negara Indonesia sekarang ada juga yang namanya sogok,bisa kita lihat ketika ingin masuk PNS saja tidak ada yang murni,sebagian orang mempergunakan uang sogok supaya bisa untuk lulus untuk saat sekarang sogok merajaleleh bagi negara Indonesia kalau tidak disogok tidak lulus. Tapi itu semua tidak bagi PNS saja ketika masuk sekolah pengguruan tinggi juga seperti itu. Tidak ada dengan benar-benar dengan pikiran atau secara murni. M = Merasakan Saya merasakan tak mau disogok oleh belanda supaya negara Indonesia ini bisa membuat rakyat menjadi semakin sejahtera. Saya merasa tak mau disogok Belanda ini sudah sesuai dengan keadaan perubahan zaman. Rasanya perlu untuk kita perbaiki dimasa yang akan datang supaya negara kita bebas dari sogok-sogoan.Kita perbaiki untuk juga demi kedamaian negara kita.Itu semua di rasakan kita mengikuti tes seperti masuk pengguruan tinggi dan ikut tes PNS. Dan semua orang juga merasakan baik itu bagi anak mahasiswa ataupun masyakarat.
  15. 15. 15 B = Bersikap Sikap saya tentang tak mau disogok oleh Belanda ini baik untuk dilaksanakan dan di terapkan buat negara kita untuk saat sekarang,supaya negara Indonesia menjadi negara yang murni dan bebas dari uang sogok. Saya harus mampu menegakkan tak mau disogok ini di manapun saya berada,ini juga demi untuk kita semua supaya apa yang kita lakukan tidak ada yang namanya sogoan.Baik ketika saya berada dimanapun. B = Bertindak Saya akan bertindak tegas untuk demi kebaikan kita semua untuk menghapus yang namanya sogok,itu tidak baik untuk diterapkan buat negara kita.Bila tak mau disogok ini dilaksanakan akan terjadi negara yang tidak aman atau kekacauan. Itu akan diterapkan baik di tempat saya berada maupun ditengah-tengah masyarakat. Tindakan tegas itu bisa dalam bentuk menantang secara langsung atau saya yang akan turun tangan secara diam-diam harus di perbaiki masalah sogok tersebut B = Bertanggung jawab Saya akan bertanggung jawab untuk mewariskan kepada generasi berikutnya.Dan menjelaskan kepda semua orang kalau sogok itu tidak baik untuk dilaksanakan dan akan menimbulkan suatu negara yang tidak akan damai. Kita pertanggung jawabkan adalah yang sesuai dengan ajaran yang ada dan menurut ajaran agama,kalau di bawa ke ajaran agama namanya sogok itu tidak baik karena sangat bertentangan dengan ajaran agama.Dan juga harus sesuai dengan ketetapan undang-undang yang ada.  8. Merdeka dulu baru menikah Bung Hatta pernah berikrar untuk tidak menikah sebelum kemerdekaan Indonesia,dibenarkan oleh Bu Rahmi.Beliau memang menepati kaulnya. Bung Hatta dan Bu Rahmi baru menikah 18 november 1945,persis tiga bulan setelah proklamasi kemerdekaan RI. Bung Hatta berjanji pada Bu Rahmi baru menikah setelah kemerdekaan teruwujud, namun
  16. 16. 16 hubungan keduanya sudah berlangsung sejak zaman jepang.Jadi memang ada”tenggang waktu” antara pertemuan pertama sampai menghadap penghulu nikah untuk melafazkan ijab-kabul. Tetapi Bung Hatta orangnya serius,apalagi situasi waktu itu merupakan situasi perjuangan,membuat kami tidak sempat bercintaan sebagai lazimnya anak-anak generasi muda,kata Bu Rahmi pada kesempatan wawancara 10 tahun silam. Namun keduanya sempat sempat surat-suratan. Dan, yang menjadi “kurir” menyampaikan surat timbal balik adalah Bung Karno.Walaupun sudah menjadi presiden RI,ia tetap menyatakan kesedian dan memperlihatkan kebahagian luar biasa,atas sudah adanya titik terang kemungkinan pernikahan Bung Hatta. Karno dan Bung Hatta waktu itu lebih akrab dari dua orang bersaudara.Sudah sejak lama Bung Karno merasa prihatin atas kesendirian Bung Hatta.Ialah yang selalu mendesak agar agar Bung Hatta segera kawin.Waktu itulah ia mengucapkan janji,bahwa belum akan menikah sebelum terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 18 November 1945,keduanya resmi menjadi suami istri.Akad nikah berlangsung di rumah peristirahatan Mega Mendung,Puncak dalam suatu upacara yang amat sederhana di kalangan terbatas.Berakhirlah masa bujang Bung Hatta dalam usia 43 tahun.Ia memang menepati janjinya ,melaksanakan pernikahan setelah terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Dalam usia perkawinan tiga bulan, pemerintah RI sudah harus hijrah dan boyong ke Yogyakarta.Tak berarti ditempat yang baru ini lebih tenang.Ternyata disini pun muncul tantangan-tantangan baru. Seperti meletusnya Agresi Belanda I.Bu Rahmi sendiri diungsi ke Sarangan dekat Madium. Beberapa bulan Bung Hatta mengadakan perjalanan ke Sumatra meninggalkan keluarganya.Dari Bukittinggi langsung terbang ke India,sehingg keluarga yang baru dihina terpaksa ditinggal beberapa bulan. Itu makanya Bu Rahmi mengatakan,pada beberapa tahun pertama perkawinannya,penuh dengan pristiwa yang mencekam dan memegangkan. Tetepi wanita pendamping Bung Hatta ini tak pernah kecil hati dan selalu tabah.Iaamat memahami situasi perjuangan di saat-saat yang amat kritis.Ia siap menghadapi keadaan yang bagaimanapun.Ia amat sadar bahwa Bung Hatta bukan hanya sekedar suaminya,tetapi seorang pemimpin bangsa yang tengah bergalut antara hidup dan mati,dalam mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan harga diri sebagai bangsa yang terhomat. Bung Hatta mencintai ilmu dan istri.Bung Hatta menyerahkan hadiah perkawinannya sebuah buku karangan Sokrates.
  17. 17. 17 B = Berpikir Saya berpikir bahwa merdeka dulu baru menikah itulah yang dilakukan Bung Hatta,Bung Hatta tidak mau menikah sebelum merdeka tapi ketika itu Bung Hatta sudah menemui pilihannya yaitu Bu Rahmi.Bung Hatta mempunyai prinsip sebelum merdeka negara Indonesia maka beliau belum mau menikah karena itu sudah menjadi tanggung jawab Bung Hatta selaku pemimpin,Bu Rahmi sabar dan tabah apa yang dilakukan Bung Hatta.Bung Hatta lebih mementingkan kepentingan rakyat dari pada dirinya sendiri. Dan saya berpikir kalau untuk mencari pemimpin yang memiliki hati baik seperti Bung Hatta untuk saat sekarang sulit mana mau pemimpin sekarang mempunyai prinsip merdeka dulu baru menikah,kebanyakan menikah dulu.pemimpin sekarang banyak mementingkan diri pribadinya sendiri. M = Merasakan Saya merasakan pada masa Bung Hatta merdeka dulu baru menikah karena itu semua prinsip dari Bung Hatta,kepentingan rakyat sangat penting bagi Bung Hatta.Ketika itu pula rakyat merasa sejahtera. Saya sangat merasa pada masa Bung Hatta,tapi pada masa untuk saat sekarang belum ada menemukan pemimpin yang seperti pada masa Bung Hatta yang mempunyai sifat merdeka dulu baru menikah.Rasanya perlu kita perbaiki hal yang seperti itu dimasa yang akan datang. B = Bersikap Sikap saya tentang merdeka dulu baru menikah baik untuk dilaksanakan berarti ini sangat mencerminkan sikap peduli terhadap bangsa dan negara kita.sikap seperti ini yang dijadikan sebagai pedoman untuk pemimpin rakyat yaitu memerlukan kepentingan rakyat di banding kepentingan pribadi. Saya harus mampu menegakkan merdeka dulu baru menikah di mana pun saya berada baik itu di tengah-tengah masyarakat demi untuk mewujudkan negara Indonesia yang damai.
  18. 18. 18 B = Bertindak Saya akan bertindak tegas bila tindakan yang dilakukan Bung Hatta membuat orang lain menjadi yang paham atau tidak setuju maka saya akan bertindak karena contoh dari Bung Hatta ini baik. Tindakan bisa dilaksanakan secara langsung dan bisa secara diam-diam. B = Bertanggung jawab Saya bertanggung jawab melestarikan sistem ini kepada generasi saya yang berikutnya,karena merdeka dulu baru menikah yang kita pertanggung jawab adalah yang sesuai dengan undang-undang yang ada.
  19. 19. 19 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Bung Hatta Berpendirian Teguh Semua contoh yang dilakukan Bung Hatta sangat baik untuk dijadikan sebagai pedoman atau patokan untuk menjadikan rakyat yang sejahtera,damai dan rukun.Mudah-mudahan contoh atau sikap Bung Hatta bisa dilestarikan buat generasi yang berikutnya seperti: 1. Taat dengan hukuman paman 2. Mengarak bola tak mau memasukan sendiri 3. Tak mau menerima honor 4. Tak mau menerima harta karun 5. Tak mau dirayu anak gadis 6. Tak mau membuka rahasia negara 7. Tak mau disogok oleh Belanda 8. Merdeka dulu baru menikah.
  20. 20. 20 Daftar Pustaka Dt.Rajo Pengulu,M.Sayuti.2002.Bung Hatta Suri Tauladan Kita; Cara Baik Bung Hatta.Padang: Mega Sari Hatta,Muhammad.1972.Muhammad Hatta Memoar – Tinta Mas.Jakarta.Mutiara. Imran,Amran.1981.Muahmamad Hatta; Pejuang,Proklamator,Pemimipin,Manusia Biasa.Jakarta;Mutiara.
  21. 21. 21 TUGAS PEMIKIRAN BUNG HATTA TENTANG BUNG HATTA BERPENDIRIAN TEGUH OLEH HELVINA SEPTIA 1110013111035 DOSEN PEMBINA Drs.M.Sayuti Dt.Rajo Pangulu,M.pd FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS BUNG HATTA 2012 KATA PENGANTAR
  22. 22. 22 Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita sehingga penulis menyelesaikan makalah ini dengan baik,makalah ini membahas tentang Bung Hatta berpendirian teguh. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan kepada pihak yang terkait,baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung didalam penyusun makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari berbagai kelemahan dan kekurangan untuk itu kami mengharapkan krik,saran,sumbangan pemikiran guna menyempurnakan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan orang yang membacanya. Padang Penyusun DAFTAR ISI i
  23. 23. 23 Kata pengantar…….……………………………………………………………………… i Daftar isi…....……………………………………………………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN a. Latar belakang………………………………………………………………………… 1 b. Tujuan penulis…………………………………………………………………………. 1 c. Manfaat penulis..……………………………………………………………………… 1 BAB II RUMUSAN MASALAH………………………………………………………..... 2 BAB III PEMBAHASAAN a. Taat dengan hukuman paman………………………………………………………….. 3 b. Mengarak bola tak mau memasukan sendiri…………………………………………... 5 c. Tak mau menerima honor……………………………………………………………… 7 d. Tak mau menerima harta karun………………………………………………………… 8 e. Tak mau dirayu anak gadis…………………………………………………………….. 10 f. Tak mau membuka rahasia negara……………………………………………………... 11 g. Tak mau disogok oleh Belanda………………………………………………………... 14 h. Merdeka dulu baru menikah…………………………………………………………… 15 BAB IV PENUTUPAN a. Kesimpulan…………………………………………………………………………….. 19 Daftar pustaka……………………………………………………………………………... 20 ii

×