Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Annual report YSK 2018

28 visualizaciones

Publicado el

Laporan Tahunan Yayasan Senyum Kita tahun 2018

  • Sé el primero en comentar

  • Sé el primero en recomendar esto

Annual report YSK 2018

  1. 1. ANNUAL REPORT 2018Yayasan Senyum Kita Lembaga sosial yang berfokus membangun generasi muda yang mandiri, peduli, kreatif, dan inovatif fYayasan Senyum Kita Senyum Kita @senyumkita www.senyumkita.com manajemen@senyumkita.com 0878-0065-5888
  2. 2. Selama tahun 2018, Yayasan Senyum Kita terus berupaya menciptakan masa depan yang lebih baik bagi yatim, dhuafa dan difabel. Tidak saja melalu strategi kami untuk memfasilitasi pendidikan dan memberikan pendampingan akademik dan non akademik, tetapi juga dengan memberikan pemberdayaan kepada adik yatim, dhuafa dan difabel baik di dalam panti maupun di luar panti untuk menjadikan mereka lebih mandiri dan bisa mengejar impiannya. Kini dengan semangat untuk lebih optimal dalam memandirikan penerima manfaat Yayasan Senyum Kita, kini kami membawa semangat baru di tahun ini dengan mengusung tema “Milenial Peduli”. Perubahan ini bukan hanya terjadi pada tema yang diangkat, tapi juga pada budaya kerja, kegiatan, dan sasaran agar bergerak sesuai dengan nilai-nilai dan semangat baru Yayasan Senyum Kita yang diusung dalam rangka menuju satu dekade ini demi terwujudnya hasil yang baik dalam upaya pendidikan dan pemberdayaan. Melanjutkan gerakan Senyum di satu tahun ke belakang, Milenial Peduli merupakan sebuah optimisme dan harapan baru terhadap generasi muda melalui rangkaian program senyum untuk Indonesia yang lebih membahagiakan serta memandirikan. Milenial peduli berupaya untuk berkontribusi terhadap tujuan pemberdayaan pemuda untuk memandirikan yatim, dhuafa dan difabel. Sehingga semakin banyak senyum yang tercipta di seluruh negeri. Yayasan senyum Kita berupaya berkontribusi melalui program beasiswa sehati, semangat belajar, serta pemberdayaan. Yayasan Senyum Kita sebagai mitra dalam berbagi berupaya menjembatani. Sinergitas program dilakukan secara menyenangkan sehingga menjadi bagian gaya hidup baru yang lebih bermakna. Di tahun 2019, Milenial Peduli masih menjadi gerakan yang dikibarkan untuk mengajak semua elemen agar berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Milenial Peduli Dwi Wahyu Arif Nugroho, S.Psi Presiden Direktur YSK TTD
  3. 3. PROGRAM& LAYANAN
  4. 4. Departemen Sehati merupakan bagian dari Yayasan Senyum Kita yang bergerak dalam bidang program beasiswa dan pendampingan psikologis. Beasiswa Pendidikan merupakan salah satu program unggulan Yayasan Senyum Kita. Saat ini Yayasan Senyum Kita memiliki 143 Adik senyum aktif melalui program beasiswa pendidikan, dan lebih dari 1000 anak panti melalui program lain. Sebaran penerima manfaat Yayasan Senyum Kita sudah berada di 4 provinsi yang meliputi DIY, JawaTengah, Jawa Barat, dan Papua. Senyum Sahabat Sejati
  5. 5. Harapannya, yayasan senyum kita mampu memberikan manfaat lebih baik kepada seluruh anak- anak di Indonesia yang memiliki kesulitan dalam biaya pendidikan. Berdasarkan pemetaan domisili pendaftar calon penerima manfaat, sebaran wilayah adik-adik tersebut berada di wilayah tertpencil, marjinal atau termarjinalkan. Disana sebagian besar penerima manfaat Yayasan Senyum Kita berada dalam kategori rentan putus sekolah, sehingga adik-adik tersebut perlu diperhatikan sercara intens. Yayasan senyum kita rutin melakukan kunjungan ke rumah adik-adik senyum setiap bulannya baik untuk menyalurkan beasiswa atau pun untuk melakukan pendampingan psikologis. Disamping itu, Yayasan senyum kita melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah adik senyum untuk melihat perkembangan akademik mereka serta melakukan konsultasi dengan guru-guru dalam rangka merencanakan masa depan adik senyum. Jenjang pendidikan penerima manfaat senyum mulai dari TK hinggaPerguruan Tinggi dengan besaran beasiswa yang disesuaikan dengan masing-masing jenjang pendidikan. Penerima manfaat Yayasan Senyum Kita merupakan adik- adik yatim, difabel atau dhuafa yang memiliki kesulitan dalam membiayai pendidikan. Yayasan senyum Kita juga memiliki jaringan alumni adik senyum yang pernah menjadi penerima manfaat Yayasan senyum kita yang tersebar di seluruh Indonesia. Alumni adik senyum yayasan senyum kita banyak yang memperoleh penghargaan, beasiswa baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ada pula alumni adik senyum yang cukup sukses berwirausaha dalam berbagai bidang.
  6. 6. Semangat merupakan bagian yayasan senyum kita yang bergerak dalam bidang pendampingan belajar dan kegiatan pemberdayaan adik adik senyum baik yang berada di panti asuhan maupun di luar panti asuhan. Saat ini yayasan senyum kita telah bermitra dengan lebih dari 20 panti untuk menjadi sasaran dari program-program Yayasan Senyum Kita. Semangat Belajar belajar merupakan salah satu upaya Yayasan Senyum Kita untuk meningkatkan kemampuan akademik adik senyum yang memiliki hambatan belajar, untuk persiapan Ujian Nasional, atau untuk meningkatkan nilai akademiknya. Peserta pendampingan belajar ini merupakan adik adik panti dan luar panti. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengirimkan tentor ke rumah-rumah adik senyum. Sistem penampingan belajar dilakukan seperti les privat pada umumnya, hanya saja disamping pemberian materi pelajaran, tentor senyum juga ditekankan untuk memberikan pendidikan moral dan karakter. Semangat Belajar Semester ini, program pendampingan belajar telah diikuti oleh 17 adik senyum. Harapannya, kedepan program ini bisa diikuti oleh adik-adik senyum yang lain bahkan hingga ke daerah pelosok
  7. 7. Sharing and Caring merupakan program pelatihan dari Yayasan Senyum Kita untuk adik-adik panti yang berada di DIY. Dalam menjalankan kegiatan ini Yayasan Senyum Kita juga menggaet beberapa komunitas untuk turut mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Materi-materi dari Sharing and Caring meliputi pelatihan kewirausahaan, penanaman mentalitas wirausaha, serta cara menganalisis masalah sesuai dengan karakteristik lingkungan dan potensi adik-adik tersebut. Sharing And Caring (SnC)
  8. 8. Edutrip merupakan agenda kunjungan oleh adik-adik panti ke suatu lembaga untuk belajar langsung bagaimana realitas kerja dilapangan. Harapan dari program ini adalah untuk memberikan sudut pandang kepada adik-adik senyum terkait masa depan mereka dan juga harapannya bisa memberikan inspirasi kepada adik senyum. Edutrip tahun ini mengajak adik asuh senyum dan panti berkunjung ke Agro Wisata Bumi Merapi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta. Edutrip
  9. 9. Event ProjectDisamping program-program rutin yang ada di departemen sehati dan semangat, Yayasan senyum kita juga memiliki tim khsusus yang mengelola event-event besar Yayasan Senyum Kita yang meliputi Senyum Ceria Ramadhan, Senyum Talenta Indonesia Festival (Setia Fest), Senyum Youth Camp, dan event khusus lainnya. Senyum Ceria Ramahan merupakan event unggulan yayasan senyum kita di bulan Ramadhan. Kegiatan ini meliputi roadshow pelatihan keliling panti-panti di Yogyakarta. Sebagai puncaknya, kegiatan SCR ini adalah kegiatan Buka Bersama dengan adik-adik panti asuhan se DIY. Puncak SCR tahun ini berhasil mendatangkan 500 lebih adik panti dan adik senyum. Dalam acara tersebut juga turut mengundang kakak-kakak donatur serta menghadirkan pengisi acara untuk memberikan materi dan motivasi kepada adik-adik panti dan adik senyum. Senyum Ceria Ramadhan (SCR)
  10. 10. Setia fest merupakan acara pentas seni adik-adik panti terbesar se DIY. Kegiatan ini diisi dengan menampilkan karyak-karya seni adik-adik panti baik itu teater, tarian dan lainnya. Kegiatan Setia Fest tahun ini dimeriahkan dengan perebutan piala Gubernur dan Bupati. Setia Fest tahun ini juga dilengkapi dengan kegiatan pameran Senyum Talenta Indonesia Festival (Setia Fest) Senyum Talenta Indonesia
  11. 11. Senyum Youth camp merupakan ajang kompetisi ide- ide kreatif yang dimiliki oleh adik-adik panti dan adik-adik senyum. kegiatan ini dilakukan dengan cara pengumpulan proposal karya dan ide-ide yang ingin direalisasikan, kemudian di lombakan dalam sebuah kegiatan camp dan presentasi. Finalis dari kegiatan ini adalah didanainya proposal atas ide-ide mereka oleh Yayasan Senyum Kita serta diberikan fasilitas mentoring selama realisasi ide mereka. Senyum Youth Camp
  12. 12. Estri Aminah atau akrab disapa Amin merupakan Adik Asuh Yayasan Senyum Kita yang bertempat tinggal di Gunungkidul. Amin tinggal bersama Ibu dan Neneknya. Sudah 6(enam) tahun Amin menjadi Adik Asuh, latar belakang Amin kami angkat menjadi Adik Asuh adalah Amin berasal dari keluarga yang tidak mampu. Amin adalah anak tunggal yang hidup bersama Ibu dan Neneknya. Ibu Amin menderita penyakit kejiwaan sejak Amin masih balita, jadi dulu semenjak Amin masih bayi, Amin sudah diasuh oleh Nenek, karena Ibu Amin sudah tidak mampu mengurus Amin lagi. Saat ini usia Nenek Amin mungkin kalau ditaksir sujah menginjak diangka 80 tahun, setiap harinya Nenek Amin hanya beraktivitas di sekitar rumah, mungkin kalau dimusim hujan ini Nenek Amin menanam padi atau jagung di pekarangan depan rumah, walaupun dibantu saudara atau Anak-anaknya, karena usia yang sudah begitu tua rentan jika beraktivitas terlalu berat. Sebenarnya Amin masih memiliki Ayah, tapi Ayah Amin jarang pulang kerumah mungkin 1-3 bulan sekali atau bahkan bisa lebih, Ayah Amin bekerja di daerah Jogja sebagai penjual Bakmi Jawa, tetapi mungkin karena alasan tertentu, Ayah Amin tidak terlalu rutin untuk memberikan nafkah untuk memenuhi biaya hidup Amin dan Keluarga. Saat ini Amin sudah menginjak kelas XI SMK Yappi Wonosari Jurusan Administrasi Perkantoran. Selain beraktivitas Sekolah Amin juga dituntut untuk merawat Nenek dan Ibunya, tak jarang Amin harus bangun pagi-pagi sekali sebelum sekolah untuk membuatkan Sarapan atau bahkan makan siang untuk Nenek dan Ibunya. Baru- baru ini Amin sedang mengikuti Praktek Kerja Lapangan yang merupakan agenda wajib siswa kelas XI. Semoga Amin selalu diberi keteguhan hati untuk selalu tersenyum dan merawat Nenek serta Ibunya. Yayasan Senyum Kita bersama mitra mencoba meringankan beban sekolah Amin dengan memberikan satu unit sepeda motor untuk tranportasi ke sekolah dan tempat magang, serta untuk merawat ibunya. Estri Aminah: Gadis Tangguh Gunung Kidul Donasi Khusus
  13. 13. Donasi Khusus Ditahun ini Yayasan Senyum Kita juga telah membantu pendidikan adik senyum difabel dengan cara memberikan bantuan Laptop untuk menunjang pembelajaran mereka. Semoga di tahun depan Yayasan Senyum Kita juga mampu memperbanyak bantuan sejenis ini mengingat hal tersebut sangat dibutuhkan adik untuk menunjang pendidikan adik-adik senyum, khususnya yang tiidak mampu membeli laptop. B a n t u a n s e p e d a j u g a diberikan oleh Yayasan Senyum Kita untukk adik Hariz yang merupakan adik senyum yang berada di Kulon Progo Sepeda tersebut digunakan oleh Hariz untuk berangkat ke sekolah, juga untuk bermain bersama teman-temannya. Haris juga menggunakan sepeda untuk membantu memasarkan telor asin olahan ibunya
  14. 14. PUISIAdik SenyumPentingnya Menjaga Tiga Ikatan Barangsiapa tak menjaga hatinya, Maka lisan pun tak akan berbeda. Barang siapa tak menjaga lisannya, Maka perbuatannya pun tak berbeda. Bila menyelewengkan perbuatannya, Maka kotorlah jiwa dan raganya. Dan jika tiga ikatan diabaikan, Sungguh, dia tidak mengimani Tuhan! Alam Dunia yang Kian Tua Duhai alam dunia tercinta, Mengapa nasibmu amat malangnya? Kini kau tampak begitu tua, Bagai kakek yang menunggu ajalnya! Hari demi hari kau semakin parah, Flora dan fauna banyak yang punah, Pemandanganmu pun terlihat tak indah, Akibat manusia yang serakah! Udaramu sekarang tak segar lagi ... Tanahmu pun tak subur lagi ... Mengapa semua ini terjadi? Ya Tuhan ..., apa akan jadinya nanti? Hakikat Memberi Kita mesti senantiasa waspada, Akan napsu di dalam dada, Yang selalu meracuni jiwa, Perbuatan yang kian sirna artinya. Betapa indahnya memberi, Tanpa mengharap kembali diberi, Itulah tanda kesucian hati, Cerminan budiman sejati! Berilah mereka sesuatu, Dengan segala ketulusan hatimu, Janganlah kau merasa ragu, Akan ajaran agama dan Tuhanmu! Carilah Carilah engkau seorang teman, Yang dapat mengajak dalam kebaikan! Carilah engkau seorang sahabat, Yang dapat memberikan manfaat! Carilah engkau berbagai hiburan, Yang tidak menuju dalam kedosaan! Carilah engkau jalan yang mulia, Yang mengantarkanmu ke dalam surga-Nya! Karya: Rendi Daniswara Slamet
  15. 15. LAPORAN ARUS KAS
  16. 16. Testimoni Assalamualaikum wr wb Terimakasih Senyum Kita yang telah menjadi perantara antara donatur dan anak-anak yatim piatu, panti asuhan. Terus berbagi, semangat, maju terus Terimakasih Wasaalamualaikum warrahmatullahi wabarakatauh Bpk. Sugiyono (Donatur/ Kakak Sehati) Rini sudah 5 tahun jadi Adik Asuh Senyum Kita Perasaan saya setelah mendapat gerobak buat usaha ini merasa senang dan alhamdulillah besok sudah mulai jualan buat usaha untuk membiayaai rini sekolah sampai lulus besok. Ibu Darmini (Ibu dari Adik Sehati Rini) Nur Rohim (Adik Senyum) Alhamdulillah, selama saya jadi kakak asuh saya bisa merasakan indahnya berbagi pada sesama terutama bisa mendapatkan keluarga baru. tidak hanya di pengurus Senyum Kita tapi juga dengan para adik asuh. Juga tidak hanya membiayai sekolahnya, tapi juga bsa bersilaturahmi dengan keluarga adik asuh. Yunosha Tanrio Binafsihi (Kakak Asuh) Sangat manfaat bantuan senyum bagi kehidupan saya ,karena saya sekolah juga bergantung pada senyum, keluarga saya sudah tidak ada yang bekerja jadi peluang pemasukan buat sekolah sangat lah kecil, dengan adanya bantuan dari senyum saya bisa bersekolah dengan lancar .
  17. 17. Cerpen Adik Senyum Tangis, Tawa, dan Tari Oleh : En Hidayati Suara gamelan mulai menggema ke seluruh penjuru Pendapa Kencana, bersamaan dengan itu seorang penari mulai menggerakkan tangan dan kakinya dengan gemulai. Tepuk tangan dan sorak sorai penonton mulai terdengar bersautan dengan musik gamelan. Gerakannya yang indah dan senyumnya yang memukau, membuat orang yang melihat akan kagum dengan penampilannya. Namanya Aya, ia seorang penari dari Desa Dadap. Hari ini, Aya dan teman-teman sanggarnya sedang berlatih untuk mengikuti lomba di kota. Walaupun hanya berlatih, warga sangat antusias untuk menyaksikan latihan menarinya. Bibirnya tidak pernah berhenti menyunggingkan senyum, tangannya dengan lentik bergerak selaras dengan alunan gamelan. Tiba-tiba ia berhenti menari ketika sebuah tangan kekar menariknya dengan kasar. Semua orang terkejut ketikaAya diseret menjauhi tempat itu oleh seorang pria paruh baya. "Pak, Aya baru latihan untuk lomba, kenapa bapak seperti ini? Malu Pak, sama warga." RintihAya kesakitan ketika tangan mungilnya masih dipegang dengan kasar oleh bapaknya, bulir bening mulai membasahi pipiAya. "Enggak! Bapak nggak mau kamu melakukan kegiatan tidak penting seperti tadi!" Bentak bapaknya sambil terus menarik tangan Aya menuju ke rumah. Semua mata tetangga tertuju padanya. Jujur, ia sangat malu dengan perlakuan bapaknya. Sesampainya di rumah,Aya ditarik dengan kasar oleh bapaknya menuju kamar. "Lebih baik sekarang kamu belajar yang rajin, biar besok bisa jadi pegawai negeri. Kamu itu tidak mungkin punya masa depan yang baik kalau hanya menari saja." Bentak bapaknya dengan jari telunjuk yang terus mengarah ke wajahAya. "Tapi Pak..." "Brakk!" bapaknya membanting pintu dengan kasar meninggalkan Aya dan tidak mempedulikan perkataannya.Sementara itu, di dalam kamar Aya terus menangis sambil menatap sampur yang masih melingkar di bahunya.
  18. 18. Cerpen Adik Senyum "Nduk, Aya," tiba-tiba pintu kamar terbuka, seorang pria beramput putih yang masih terlihat bugar di usia senjanya menghampiri Aya. Dia tidak menjawab sapaan Mbah Dirjo, ia masih saja menangis. "Cup.. cup.. cah ayu kok nangis terus to, nanti ayune luntur lho , ini simbah bawakan bakwan kesukaanmu." Mbah Dirjo dengan lembut mengelus puncak kepala Aya. Dengan sigap ia mengambil bakwan ditangan simbahnya, dan memakannya dengan lahap. "Gimana? Enak to?" Aya hanya menyunggingkan senyum dibalik mulutnya yang penuh dengan kunyahan bakwan. "Nah, kalau begitu kan tambah ayu to," Mbah Dirjo tersenyum bahagia, melihat cucunya kembali tersenyum, ia tau betul bagaimana perasaan cucunya saat ini, jika sudah seperti ini, ia menjadi teringat masa lalu yang menyedihkan. "Mbah, kenapa bapak selalu melarang Aya menari?" Pertanyaan Aya memecah lamunan Mbah Dirjo. Mbah Dirjo bingung ingin menjawab seperti apa. Tapi bagaimanapun juga Aya sudah besar, sudah saatnya mengetahui semua yang terjadi. Mbah Dirjo mengambil foto dan piala dari dalam lemari dan diberikannya pada Aya. Aya terus menatapnya dengan penuh kebingungan. "Ini apa mbah?" Sebuah foto yang didalamnya terdapat seorang wanita cantik yang sedang menari dengan senyum dibibirnya dan sebuah piala bertuliskan juara 1. "Begini nduk, ibumu dulu penari yang sangat terkenal. Dia sering sekali menari ke acara-acara besar kabupaten. Beberapa kejuaraan lomba juga berhasil dia raih. Selain itu, ibumu tanpa pamrih mengajari anak-anak desa untuk menari," Mbah Dirjo menjeda kalimatnya, kemudian mengelus kepala Aya. "Tapi, walaupun ibumu telah mengangkat nama desa, dan telah mengajari budaya kepada anak-anak, warga tidak pernah menghargai apa yang dilakukan ibumu, bahkan warga malah memfitnah yang tidak-tidak kepada ibumu," ia menjeda kalimatnya, raut wajah Mbah Dirjo berubah menjadi sedih. "Hingga akhirnya ibumu sakit-sakitan dan meninggal." Aya meneteskan air matanya memandangi foto yang digenggamnya. Sebuah senyum tipis muncul dibibirnya.
  19. 19. Cerpen Adik Senyum "Tapi mbah, takdir seseorang itu sudah ditentukan oleh Allah. Apa yang terjadi pada ibu tidak selalu akan terjadi padaku.” "Bapak tidak mau orang-orang menganggap remeh anak bapak karena hanya menjadi seorang penari. Kamu ini harta bapak satu-satunya, bapak ingin kami jadi orang yang dikagumi." Tiba-tiba bapak Aya muncul dibalik pintu dengan mata yang berkaca-kaca, mengisyaratkan kesedihan dihatinya. "Pak, Aya suka menari, Aya yakin bahwa apa saja yang dilakukan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil. Jadi, ijinkanAya ikut lomba ya pak." PintaAya dengan wajah memohon. "Iya Di , sudahlah lupakan yang sudah terjadi pada istrimu. Itu sudah digariskan yang Maha Kuasa. Sekarang kita dukung bakat Aya, agar Dia bisa berhasil." Sahut Mbah Dirjo menasihati anak laki-lakinya itu. "Sudahlah Bapak tidak usah ikut campur, pokonya saya bilang tidak ya tidak. Sebaiknya Aya belajar yang rajin agar jadi orang yang dihormati." Balas Bapak Aya dengan nada suara meninggi kemudian, berlalu meninggalkan kamarAya. "Sudah nduk, kamu tidak usah khawatir, simbah akan bantu kamu untuk bisa mengikuti lomba itu." Kata Mbah Dirjo singkat, yang kemudian menyusul perginya BapakAya. Matahari mulai menampakkan sinarnya,Aya masih saja bingung bagaimana ia bisa keluar dari rumahnya untuk mengikuti lomba itu. Padahal, lomba dilaksanakan pukul 10 pagi , dan dia harus sampai sanggar pukul 9 pagi. Setelah berpikir beberapa saat, ia akhirnya mempunyai ide melompat melalui jendela kamarnya.Dia berusaha untuk tetap hati-hati agar bapaknya tidak mendengarnya. "Brukk," tiba-tibaAya jatuh ketika akan melompat keluar jendela. Lulut kirinya berdarah, ia berusaha keras bangkit dan berlari menuju sanggarnya, lututnya terasa sangat perih namun ia tetap berusaha untuk bisa sampai di sanggar dan mengikuti lomba tersebut. "Ya Allah Aya, kamu kenapa cah ayu?" Bu Nimas, guru sanggarnya, segera mengambil obat merah dan kapas, lalu mengobati lukaAya.
  20. 20. Cerpen Adik Senyum "Tadi saya lompat jendela Bu, takut ketahuan bapak," Aya meringis menahan sakit ketika Bu Nimas sedang mengolesi lukanya dengan obat merah. "Sebaiknya, kamu ikut lomba tahun depan saja jika bapakmu tidak mengijinkan, lagipula kakimu tidak bisa digerakkan jika seperti ini." Kata Bu Nimas dengan lembut. "Tenang saja Bu, saya bisa kok, ini buktinya." Jawab Aya bersemangat sambil berdiri mempraktekkan sedikit gerakan tarinya. "Kalau masalah bapak, itu masalah belakangan ,Bu.” "Ya sudah, jika mau mu seperti itu. Sekarang kamu persiapan dulu, setelah itu, kita menuju ke balai kota." "Siap, Bu!" dengan sigap tangannya memperagakan seperti orang hormat saat upacara. Ketika sampai di balai kota, Aya terus memandang teman-temannya yang terlihat bahagia diantar oleh orang tuanya. Ia sedih, karena ayahnya tidak pernah mengijinkan untuk menari. Jangankan diantar, memberi senyuman ke Aya pun tidak pernah. "Penampilan selanjutnya, peserta nomor 25 atas nama Kartika Araya, selamat menyaksikan." Pembawa acara telah menyebutkan namanya, sesegera mungkin, ia mempersiapkan diri naik ke atas panggung. Jantungnya berdetak kencang, badannya terasa dingin melihat juri yang berjejer dengan muka sadisnya ditambah banyaknya penonton yang berdesakan, hanya untuk melihat perlombaan ini. Alunan musik sudah mulai terdengar, Aya pun memulai gerakan tarinya. Dengan menahan sakit di lutut kirinya ia tetap berusaha untuk bisa menampilkan semaksimal mungkin. Matanya mengangkap sosok Mbah Dirjo yang menonton dari jarak jauh. Dalam hati, ia sangat senang, karena masih ada orang yang mau menyempatkan waktu untuknya dan mendukung keinginannya itu. Akhirnya, ia bisa menyelesaikan gerakan tariannya walaupun dengan susah payah. Pengumuman lomba pun tiba , Aya tidak berharap namanya disebut sebagai pemenang, karena niatnya mengikuti lomba ini hanya untuk menyalurkan hobinya. Juara 3 dan 2 telah disebutkan pemenangnya, Aya sudah membalikan badannya untuk kembali menuju ke rumah, karena menurutnya ia tidak mungkin untuk mendapat juara 1. Dan ketika ia sudah siap masuk kedalam mobil Bu Nimas, tiba-tiba pembawa acara menyebutkan namanya. Sontak ia tak bisa berkata apa-apa lagi, mulutnya terkatup rapat. Bu Nimas menghampiri dan memeluknya dengan erat.
  21. 21. Cerpen Adik Senyum Dengan didampingi Bu Nimas, Aya naik ke atas panggung untuk menerima piala, air matanya jatuh ketika melihat seseorang jauh di depan panggung menatap Aya dengan penuh kebahagiaan. Dengan tergesa-gesa, ia turun dari panggung lalu menghampiri pria tersebut dan memeluknya dengan erat. Sebuah tetsan air mata terasa mengenai tengkuk Aya, bapaknya menangis melihat keberhasilan Aya. Dengan penuh kaaih sayang, bapaknya mencium puncak kepalaAya. Jujur, ia jarang diperlakukan seperti ini bahkan hampir tidak pernah. Pak maafin Aya, tadi Aya keluar dari rumah tanpa sepengetahuan Bapak. Ia merasa sangat bersalah karena sudah keluar rumah tanpa ijin terlebih dahulu. Sudah, sudah. Tidak usah dipikirkan. Yang terpenting, bapak bangga sama kamu. Bapaknya menciumi kepala Aya berkali-kali. Mbah Dirjo yang sedari tadi disampingnya hanya bisa tersenyum senang melihat anak dan cucunya. Bu Nimas dan salah seorang juri yang bernama Pak Eko mengahampiri Aya dan bapaknya. "Terimakasih banyak Bu, berkat ibu saya bisa menjadi juara," Aya mencium tangan Bu Nimas dan tersenyum dengan lesung pipit khasnya. "Sama-sama, kamu memang patut menjadi juara. Oh iya, perkenalkan ini Pak Eko, ketua juri di perlombaan ini," Bu Nimas memperkenalkan seseorang disampingnya, lalu Pak Eko menyalamiAya, bapaknya, dan Mbah Dirjo. "Pak, saya sangat bangga terhadap potensi putri Bapak. Saya berniat ingin mengajakAya ke Jepang selama 1 bulan untuk mengikuti pertukaran pelajar. Masalah biaya, tidak usah dikhawatirkan, pemerintah sudah menanggungnya. Dan pemerintah juga akan memberikan beasiswa untuk pendidikannya ,Pak." Kata Pak Eko dengan panjang lebar, berharap bapaknya mau mengijinkanAya. "Sebelumnya saya sangat berterimakasih terhadap kepercayaan yang bapak berikan kepada Aya, tapi saya hanya mengikuti kemauan anaknya saja, jika anaknya setuju saya juga setuju," jawaban bapaknya membuatAya tercengang. Ia tidak menyangka jawaban bapaknya. "Jadi bagaimanaAya , kamu mau tidak ?"
  22. 22. Cerpen Adik Senyum "Insyallah saya bersedia, Pak." Aya menjawab dengan tegas, diikuti dengan pelukan penuh kasih sayang oleh bapaknya, sementara Mbah Dirjo tersenyum sumringah sambil mengelus kepala cucunya. Perasaan bapak Aya sangat bangga terhadap prestasi anaknya, bapaknya menyesal karena selalu melarangnya untuk menari. Sekarang ia sadar bahwa yang terjadi di masa lalu tidak selalu dapat terulang kembali pada masa yang akan datang, dan yang terpenting sebagai orang tua sebaiknya tidak melarang keinginan anak untuk mengembangkan kemampuannya.
  23. 23. MILENIAL PEDULI “

×