Se ha denunciado esta presentación.
Se está descargando tu SlideShare. ×

BVet-Banjarbaru--Surveilans ASF di Kalimantan.pptx

Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio
Anuncio

Eche un vistazo a continuación

1 de 21 Anuncio

Más Contenido Relacionado

Más reciente (20)

Anuncio

BVet-Banjarbaru--Surveilans ASF di Kalimantan.pptx

  1. 1. Drh. Azfirman, MP. Zoom Meeting, 02 Maret 2021 HASIL DAN RANCANGAN SURVEILANS AFRICAN SWINE FEVER (ASF) DI KALIMANTAN
  2. 2. 01 02 03 04 05 African Swine Fever Populasi Ternak Hasil Pengujian ASF Rancangan Surveilans ASF 2021 Kesimpulan ISI
  3. 3. 1
  4. 4. African Swine Fever Penyakit viral yang menyerang ternak babi dan babi liar Menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi, bersifat sangat menular, angka kefatalan kasus tinggi (sampai dengan 90%) Virus ASF dapat menular secara langsung maupun tidak langsung terutama melalui peralatan atau alat yang terkontaminasi.
  5. 5. PENYAKIT EKSOTIK (AFRICAN SWINE FEVER / ASF) UNDANG-UNDANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN NO. 18/2009 Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) (1) Pengamatan dan pengidentifikasian penyakit hewan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) dilakukan melalui kegiatan surveilans dan pemetaan, penyidikan dan peringatan dini, pemeriksaan dan pengujian, serta pelaporan. (2) Menteri menetapkan jenis penyakit hewan, peta dan status situasi penyakit hewan, serta penyakit eksotik yang mengancam kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan berdasarkan hasil pengamatan dan pengidentifikasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 42 ayat (6) Menteri menetapkan manajemen kesiagaan darurat veteriner untuk mengantisipasi terjadinya penyakit hewan menular terutama penyakit eksotik
  6. 6. POPULASI BABI 2
  7. 7. PERTUMBUHAN POPULASI BABI DI INDONESIA (2009 – 2020) Sumber : Badan Pusat Statistik (2020) ( https://www.bps.go.id/indicator/24/474/1/populasi-babi-menurut-provinsi.html ) 6974732 7476665 7524788 7900362 7598694 7694131 7808087 7903450 8138279 8254108 8520947 9069892 0 1000000 2000000 3000000 4000000 5000000 6000000 7000000 8000000 9000000 10000000 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Pertumbuhan Populasi Babi Meningkat
  8. 8. PETA POPULASI BABI DI INDONESIA KalBar = > 500.000
  9. 9. POPULASI BABI DI KALIMANTAN 0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 350,000 400,000 450,000 500,000 Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Utara Kalimantan Selatan 493,786 208,572 81,341 31,226 4,816 POPULASI BABI POPULASI TERBANYAK: 1. Kalimantan Barat : 493.786 ekor 2. Kalimantan Tengah : 208.572 ekor 3. Kalimantan Timur : 81.341 ekor
  10. 10. POPULASI BABI DI KALIMANTAN BARAT (Populasi Terancam) No. Kab./Kota Babi (Ekor) 1 Sambas 7.291 2 Bengkayang 34.149 3 Landak 111.127 4 Mempawah 36.729 5 Sanggau 33.587 6 Ketapang 27.879 7 Sintang 86.065 8 Kapuas Hulu 16.624 9 Sekadau 42.875 10 Melawi 23.186 11 Kayong Utara 3.891 12 Kubu Raya 33.247 13 Kota Pontianak 196 14 Kota Singkawang 36.940 Jumlah 493.786 Sumber : Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalimantan Barat (2018)
  11. 11. POPULASI BABI DI KALIMANTAN TENGAH (Populasi Terancam) No. Kab./Kota Babi (Ekor) 1 Kotawaringin Barat 6.099 2 Kotawaringin Timur 29.630 3 Kapuas 5.259 4 Barito Selatan 15.723 5 Barito Utara 9.695 6 Sukamara 4.136 7 Lamandau 13.456 8 Seruyan 4.212 9 Katingan 15.953 10 Pulang Pisau 9.646 11 Gunung Mas 32.444 12 Barito Timur 37.053 13 Murung Raya 6.426 14 Palangka Raya 18.840 Jumlah 208.572 Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Propinsi Kalimantan Tengah (2019)
  12. 12. POPULASI BABI DI KALIMANTAN SELATAN (Populasi Terancam) No. Kab./Kota Babi (Ekor) 1 Tanah Laut - 2 Kotabaru 175 3 Banjar - 4 Barito Kuala 348 5 Tapin - 6 Hulu Sungai Selatan 696 7 Hulu Sungai Tengah 1.767 8 Hulu Sungai Utara - 9 Tabalong 290 10 Tanah Bumbu 354 11 Balangan 54 12 Banjarmasin - 13 Banjarbaru 1.132 Jumlah 4.816 Sumber : Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Kalimantan Selatan (2019)
  13. 13. POPULASI BABI DI KALIMANTAN UTARA (Populasi Terancam) No. Kab./Kota Babi (Ekor) 1 Bulungan 8.100 2 Tarakan 5.464 3 Nunukan 4.299 4 Malinau 12.948 5 Tana Tidung 415 Jumlah 31.226 Sumber : Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Kalimantan Utara (2019)
  14. 14. POPULASI BABI DI KALIMANTAN TIMUR (Populasi Terancam) No. Kab./Kota Babi (Ekor) 1 P a s e r 5.045 2 Kutai Barat 36.899 3 Kutai Kartanegara 3.660 4 Kutai Timur 10.222 5 B e r a u 3.484 6 Penajam Paser Utara 891 7 Mahakam Ulu 4.267 8 Balikpapan 832 9 Samarinda 11.947 10 Bontang 4.094 Jumlah 81.341 Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalimantan Timur (2019)
  15. 15. HASIL PENGUJIAN ASF 3
  16. 16. HASIL PENGUJIAN ELISA ASF DI KALIMANTAN (2019-2020) Propinsi Kabupaten 2019 2020 Jumlah Sampel Seropositif Seronegatif Jumlah Sampel Seropositif Seronegatif Kalimantan Barat Kubu Raya 27 0 27 - - - Kalimantan Barat Sekadau 32 0 32 54 0 54 Kalimantan Barat Singkawang 22 0 22 222 0 222 Sanggau - - - 50 0 50 Kalimantan Barat Total 81 0 81 326 0 326 Kalimantan Selatan Banjarbaru 2 0 2 5 0 5 Kalimantan Selatan Total 2 0 2 5 0 5 Kalimantan Tengah Gunung Mas 4 0 4 12 0 12 Kalimantan Tengah Kapuas - - - 15 0 15 Palangkaraya - - - 50 0 50 Kalimantan Tengah Total 4 0 4 77 0 77 Kalimantan Timur Kutai Barat 63 0 63 - - - Kalimantan Timur Samarinda 35 0 35 50 0 50 Bontang - - - 60 0 60 Kalimantan Timur Total 98 0 98 110 0 110
  17. 17. HASIL PENGUJIAN PCR ASF DI KALIMANTAN (2020) Provinsi Kabupaten/Kota PCR ASF PCR ASF negatif positif Kalimantan Barat Bengkayang 25 0 Sanggau 50 0 Singkawang 75 0 Total Kal-Bar 150 0 Kalimantan Tengah Palangka Raya 25 0 Gunung Mas 21 0 Kapuas 29 0 Total Kal-Teng 75 75 Kalimantan Selatan Banjarbaru 25 0 Total Kal-Sel 25 0 Kalimantan Timur Samarinda 24 0 Bontang 55 0 Total Kal-Tim 79 0 Jumlah 424 0
  18. 18. Rancangan Surveilans ASF 4
  19. 19. Rancangan Surveilans ASF 2021 Penentuan Lokasi berdasarkan faktor risiko: 1. Lalu lintas hewan 2. Swill feeding 3. Lalu lintas produk asal babi 4. Lalu lintas orang (terkait barang bawaan yg terkontaminasi ASF) 5. Babi hutan/liar (wild boar) yang hidup dipinggiran pemukiman penduduk. *Surveilans ASF bertujuan untuk melakukan deteksi dini dan mengetahui status penyakit ASF di Kalimantan
  20. 20. Kesimpulan Pengujian serologi antibody ASF dan RT-PCR ASF di Kalimantan tahun 2020 menunjukan hasil seronegatif. Penentuan target lokasi surveilans berdasarkan pada faktor risiko penularan penyakit ASF. Peningkatan kerjasama antara stake holder guna monitoring pergerakan/lalu lintas hewan, produk hewan dan/atau makanan sisa (swill feeding) dari alat angkut massal (pesawat terbang dan kapal) dari daerah endemis ASF 5
  21. 21. Terima kasih

Notas del editor

  • © Copyright PresentationGO.com – The free PowerPoint and Google Slides template library

×