Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Penguatan Karakter dan Sekolah Ramah Anak di Fase New Normal

85 visualizaciones

Publicado el

Penguatan Karakter dan Sekolah Ramah Anak di Fase New Normal, Prof. Dadan Wildan.

Publicado en: Educación
  • Inicia sesión para ver los comentarios

  • Sé el primero en recomendar esto

Penguatan Karakter dan Sekolah Ramah Anak di Fase New Normal

  1. 1. Prof. Dr. H. Dadan Wildan, M.Hum. Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan , Webinar, 27 Juni 2020 WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 1
  2. 2. PERSOALAN GLOBAL WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 2
  3. 3. Dunia Dikejutkan Oleh: WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 3
  4. 4. Penyakit yang disebabkan oleh SARS COV-2 Penularannya Cepat Menjadi Pandemi Dunia Belum ada obatnya WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 4
  5. 5. • DUNIA PENDIDIKAN DALAM MASA pandemic covid 19 ✓Data Unesco (Maret 2020): 1,5 miliar siswa dan 63 juta guru sekolah dasar hingga menengah di 191 negara kegiatan sekolahnya terganggu akibat pandemi Covid-19. ✓Kegiatan belajar di sekolah di seluruh dunia bertransformasi menjadi belajar di rumah (study from home) dengan menggunakan media dalam jaringan (on line). ✓Transformasi study from home sementara waktu dipandang cara yang paling aman untuk memutus penyebaran wabah akibat virus corona. Hak para siswa untuk mendapatkan pendidikan tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan jiwa. WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 5
  6. 6. Melawan Covid-19 Obat belum ditemukan Mencegah Penularan Social dan Physical Distancing Mempengaruhi sendi utama kehidupan manusia 🡪 Interaksi Sosial Manusia Menimbulkan efek domino ke berbagai aspek kehidupan WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 6
  7. 7. EDUCATIONACTIVITY Domino Effect Covid-19 Social dan physical distancing menghalangi interaksi sosial manusia dan menimbulkan efek domino kepada berbagai kegiatan manusia termasuk pendidikan WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 7
  8. 8. WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 8
  9. 9. Kebijakan Pendidikan Berdamai dengan Covid-19 Kemudahan akses kegiatan pembelajaran online Standar minimal protokol kesehatan penyelenggaraan kegiatan belajar di sekolah Standar sistem pendidikan baru mudah diimplementasikan dan tidak menambah beban bagi institusi, pendidik, orang tua dan anak didik Identifikasi variasi/inovasi metode-metode pembelajaran Komposisi alokasi waktu pembelajaran online dan tatap muka Identifikasi kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan secara online dan tatap muka THINGS TO BE CONCERNED Peningkatan mutu pendidikan WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 9
  10. 10. Era Digital WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 10
  11. 11. Perubahan Teknologi → Transformasi kehidupan sehari-hari WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 11
  12. 12. WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 12
  13. 13. WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 13
  14. 14. WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 14
  15. 15. GENERASI MILENIAL → DIGITAL NATIVES (MARC PRENSKY) WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 15
  16. 16. Digital Natives Characteristic Rapid access to information from multiple sources Just-in-time learning Multi-tasking Networked interactions with multiple people Immediate rewards Relevant, useful, fun learning Random access to information Multi-media over text WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 16
  17. 17. WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 17
  18. 18. WEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 18
  19. 19. Kenormalan Baru Di Berbagai Sektor Perkantoran Transportasi Pendidikan Jasa (Hiburan, Rumah Makan, Olah Raga, dll)
  20. 20. Prinsip Kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19 Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.
  21. 21. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan: •toilet bersih; •sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan(hand sanitizer); dan •disinfektan. 01 Mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya).02 Kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu. 03 Memiliki thermogun (pengukur suhu tubuh tembak).04 Daftar Periksa Kesiapan Satuan Pendidikan Sesuai Protokol Kesehatan Kementerian Kesehatan
  22. 22. Pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan di satuan pendidikan: •memiliki kondisi medis penyerta(comorbidity)yang tidak terkontrol •tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak •memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, oranye, dan merah atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari. 05 Membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Proses pembuatan kesepakatan tetap perlu menerapkan protokol kesehatan. 06 Daftar Periksa Kesiapan Satuan Pendidikan Sesuai Protokol Kesehatan Kementerian Kesehatan
  23. 23. Salah satu upaya Pemerintah dalam mendukung pembelajaran di rumah
  24. 24. Belajar dari Korea Selatan *sumber: dw.comWEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 25
  25. 25. *sumber: dw.comWEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 26
  26. 26. *sumber: dw.comWEBINAR 2 SAR - FKG IPS NASIONAL 27
  27. 27. Implementasinya dimulai dengan cara sederhana yaitu hidup bersih, rapi, disiplin, sopan, dan santun Nilai-nilai pembentuk karakter bersumber dari Pancasila, agama, budaya, dan tujuan pendidikan nasional Penguatan Karakter Fase Kenormalan Baru dapat menjadi landasan kuat dalam pembelajaran bagi peserta didik untuk membentuk karakter bersih, rapi, disiplin, sopan, dan santun
  28. 28. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) WEBINAR 2 SAR - FKG IPS 30
  29. 29. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) WEBINAR 2 SAR - FKG IPS 31
  30. 30. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) WEBINAR 2 SAR - FKG IPS 32
  31. 31. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) WEBINAR 2 SAR - FKG IPS 33
  32. 32. 10 PEMBANGUN KARAKTER 1. Religius (sila pertama) 2. Toleran (sila pertama); 3. Humanis (sila kedua); 4. Pluralis (sila kedua); 5. Nationalis (sila ketiga) 6. Indonesianis (sila ketiga); 7. Demokratis (sila keempat); 8. Multikulturalis (sila keempat) 9. Sosialis (sila kelima) 10. Patriotis (sila kelima) 34
  33. 33. Be an Indonesianist; • Mengedepankan nilai-nilai religiusitas dalam segala aspek kehidupan. • Bagi seorang muslim ada peribahasa “ana muslim, qobla kulli syaein” Saya muslim sebelum berbuat segala sesuatu. Religius 35
  34. 34. Be an Indonesianist; • Menghargai keragaman, tenggangrasa, tepasalira. • Menjunjung tinggi norma, etika, kearifan, menghindari terjadinya diskriminasi. Toleran 36
  35. 35. Humanis Menyadari akan nilai- nilai kemanusiaan— sebuah kesadaran yang menuntun hadirnya solidaritas antar-manusia berdasarkan persamaan dan keadilan universal. 37
  36. 36. Pluralis 38
  37. 37. Nasionalis Memiliki kesadaran kritis; menekankan kesetiaan pada bangsa dan Negara sebagai bentuk perikatan emosional yang melampaui batas-batas identitas etnik, ras, agama, dan denominasi kultural lainnya. Hubbul wathan minal iman 39
  38. 38. Be an Indonesianist; • Menempatkan kepentingan nasional sebagai dasar dari pengambilan keputusan, cara berpikir, dan cara bertindak. 40
  39. 39. Demokratis Dasar Syura; menghargai, mempromosikan, dan membela demokrasi sebagai sebuah tradisi yang mengintegrasikan cara, tujuan, dan nilai- nilai yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 41
  40. 40. Multikulturalis Menghargai multiKultural; menghormati perbedaan identitas berbasiskan etnisitas, ras, agama, dan denominasi kultural lainnya tidak saja berdasarkan prinsip ko-eksistensi namun juga pro-eksistensi. 42
  41. 41. Berjiwa Sosial Mengedepankan satu rasa kebersamaan, yang mementingkan kehidupan yang lebih baik untuk orang lain, untuk komunitas yang lebih besar, dengan mengedepankan kepentingan bersama dengan tidak mengutamakan ego/kepentingan diri sendiri daripada orang lain/komunitas yang lebih banyak. 43
  42. 42. Patriotis Menjadikan sikap patriotik dengan kerelaan yang utuh untuk berkorban “jiwa dan raga” demi bangsa dan negara 44
  43. 43. PEMBANGUNAN KARAKTER BERLANDASKAN PANCASILA 1. Religius dan Toleran (Ketuhanan yang Maha Esa ); 2. Humanis dan Pluralis (Kemanusiaan Universal); 3. Nationalis yang Indonesianis (Persatuan dalam Kebhinnekaan); 4. Demokratis dan Multikulturalis (Demokrasi Permusyawaratan) 5. Berjiwa Sosiali dan Patriotis (Keadilan sosial) 45
  44. 44. Konsep Sekolah Ramah Anak didefinisikan sebagai program untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, yang mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, selama anak berada di satuan pendidikan, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan. Sekolah Ramah Anak bukanlah membangun sekolah baru, namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak, serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendiri. Sekolah Ramah A n a k
  45. 45. Prinsip Sekolah Ramah Anak Mencakup penghormatan atas hak anak untuk mengekspresikan pandangan dalam segala hal yang mempengaruhi anak di lingkungan sekolah. Penghormatan terhadap pandangan anak Senantiasa menjadi pertimbangan utamadalam semua keputusan dan tindakan yang diambil oleh pengelola dan penyelenggara pendidikan yang berkaitan dengan anak didik Kepentingan terbaik bagi anak Menciptakan lingkungan yang menghormati martabat anak dan menjamin pengembanganholistik dan terintegrasi setiap anak. Hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan Menjamin kesempatan setiap anak untuk menikmati hak anak untuk pendidikan tanpa diskriminasi berdasarkan disabilitas, gender, suku bangsa, agama, dan latar belakang orang tua Nondiskriminasi Menjamin transparansi, akuntabilitas, partisipasi, keterbukaan informasi, dan supremasi hukum di satuan pendidikan Pengelolaan yang baik
  46. 46. TERIMA KASIH Pendidikan adalah kunci pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci terwujudnya Indonesia yang adil, sejahtera, aman, damai, maju, dan mendunia.

×