Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan 4 2016

Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan 4 2016

  • Sé el primero en comentar

Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan 4 2016

  1. 1. “APAKAH DENGAN TIDAK MENDAPAT APA-APA AYUB TETAP TAKUT AKAN ALLAH?” Pelajaran 3 untuk 15 Oktober 2016 Adapted from www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org
  2. 2. Kitab Ayub pasal 1 dan 2 memberitahukan bagaimana setan menuduh bahwa ALLAH berpihak kepada Ayub melalui berkat- berkat-Nya yang limpah dan bagaimana respon Ayub terhadap masalah-masalah yang setan timpakan kepadanya.  Tuduhan Setan:  Pagar di Sekeliling Ayub.  Kulit ganti kulit.  Integritas Ayub:  Ayub dan Adam.  Ayub dan Istrinya.  Ayub dan Yesus.
  3. 3. PAGAR DI SEKELILING AYUB “Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.’” (Ayub 1:9-10) Berkat materi yang melimpah, keluarga yang diberkati, sebuah reputasi yang baik … Ayub telah benar-benar dikelilingi oleh tangan perlindungan ALLAH. Selain itu, Ayub memiliki karakter yang benar dan Ia melayani ALLAH dengan setia. Namunpun demikian, apakah Ayub tetap setia seperti itu ketika ia tidak lagi diberkati oleh ALLAH? Karakter Ayub dipertanyakan oleh setan, namun serangan tersebut diarahkan kepada ALLAH. Apakah ALLAH sengaja memberkati Ayub dengan tujuan agar Ayub melayani-Nya? Akankah kita tetap mengasihi ALLAH jika kita tidak mendapatkan apa-apa sebagai imbalannya? Mengapa saya mengasihi TUHAN dan melayani- Nya? Apakah yang menjadi motivasi bagi saya? Apakah saya digerakkan oleh kasih atau hanya kepentingan diri sendiri?
  4. 4. “Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."!’” (Ayub 2:4-5) Setan menemui ALLAH kembali dan ALLAH menunjukkan kepadanya bagaimana Ayub tetap setia kepada-Nya setelah semua pencobaan yang telah ia terima. Setan merasa terpojok di hadapan makhluk surga, namun ia masih mencoba menggunakan argumen- argumen kepada ALLAH “Kulit ganti kulit”. Menurut setan, tidak ada seorangppun yang akan setia kepada ALLAH jika mereka tidak mendapat imbalan apa-apa. Argumen tersebut masih berkisar tentang Karakter ALLAH. Apakah Ia Suatu Oknum yang diktator/lalim ataukah suatu Oknum Yang Maha Kasih? Oleh karena itu, rencana penebusan meliputi lebih dari menyelamatkan umat manusia, namun juga mencakup memulihkan nama ALLAH di hadapan alam semesta.
  5. 5. E.G.W. (The Desire of Ages, cp. 79, p. 764)
  6. 6. “Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.” (Ayub 1:22) ALLAH mengizinkan Setan untuk mencobai Ayub. Namun Ayub tetap setia meskipun ia telah kehilangan segala yang ia miliki. ALLAH memberikan hak penuh bagi Ayub untuk memilih melayani ALLAH atau menolak-Nya. Jika kita tidak sanggup menanggung suatu pencobaan, ALLAH tidak akan mengizinkan pencobaan itu datang kepada kita (1 Korintus 10:13). Adam dan Hawa, makhluk yang tidak berdosa (sebelumnya) di tengah-tengah firdaus yang sempurna, melanggar perintah ALLAH dan jatuh ke dalam dosa; Ayub, di tengah-tengah penderitaan dan kehancuran, tetap setia kepada TUHAN. Dalam kedua kasus tersebut, kita dapat memetik suatu teladan yang nyata tentang kebebasan/hak memilih yang ALLAH berikan kepada umat manusia. AYUB DAN ADAM
  7. 7. “Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" (Ayub 2:9) Ayub tetap berdiri dengan setia meskipun atas serangan setan yang pertama terhadapnya (Ayub 2:3). Setelah serangan ke-2, Setan bertanya kepada Ayub melalui istri Ayub sendiri, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu?” Istri Ayub benar-benar putus asa dan menderita. Ia tidak dapat mengerti mengapa suaminya masih menghormati dan menghargai ALLAH, karena ia berpikir bahwa ALLAH lah Yang mengambil segala sesuatu yang mereka miliki. “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayub 2:10). Inilah pusat dari iman Ayub . Ayub belajar untuk percaya sepenuhnya kepada ALLAH dan merasa puas atas situasi apapun, sama halnya dengan Paulus beberapa abad kemudian. Iman kita saat ini harus dilandaskan pada dasar yang sama ; “Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). AYUB DAN ISTRINYA
  8. 8. “Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa … Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” (Ayub 1:22; 2:10) AYUB DAN YESUS Meskipun setelah menghadapi 2 pencobaan yang berat, Alkitab menyatakan bahwa Ayub tidak berbuat dosa. Ia tidak berdosa baik oleh perbuatan maupun termasuk oleh perkataan. Tentu saja itu tidak berarti bahwa Ayub sama sekali tidak pernah berbuat dosa. Ia membutuhkan Jurus’lamat sama halnya dengan kita (Ayub 19:25). Yang membedakan antara Ayub dengan kita adalah ia tetap setia kepada ALLAH. Oleh karena itu, Ayub dapat dipandang sebagai suatu simbol, yang melambangkan YESUS yang tak berdaya, di tengah-tengah pencobaan dalam keadaan tubuh yang begitu lemah sekalipun, Ia tidak menyerah, tidak jatuh ke dalam dosa, dengan demikian hal ini membantah tuduhan setan terhadap ALLAH.
  9. 9. E.G.W. (Selected Messages, vol. 3, section 4, cp. 19, p. 136)

×