Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
TRANSLATING CHAPTER 5 : ATTENUATION
PROCESS PLANT
A H...
BAB 5
PENGURANGAN(ATTENUATION)
Suatu hal yang tidak berlebihan dapat bertahan lama,
- Seneca (ca. 4 BC – 65 AD)
Jika inten...
dibutuhkan lagi (Gambar 5.1.d). Volume reaksi dapat sedikit ditingkatkan untuk
mengimbangi (ganti rugi) reaksi dengan temp...
5.1.2 Nitrasi Hidrokarbon Aromatik
Seperti yang telah disampaikan pada subbab 4.2.5, nitrasi dapat
dideskripsikan sebagai ...
Gambar 5.2 Sirkulasi pompa nitrasi: keamanan dengan
mengurangi inventori dan pelarutan
5.1.3 Reaksi Lainnya
Beberapa prose...
dan nanofiber dengan permukaan dalam ukuran micro dapat menurunkan
timbulnya dampak bagi lingkungan, kesehatan, dan keaman...
lubang pada tangki diatas liquid level, maka aliran yang keluar melewati
lubang tersebut kecil karena tekanan dibutuhkan u...
yang membuat perhitungan tersebut menemukan bahwa amonia cair dapat
digunakan pada setiap proses.
Hendershot memperkirakan...
6. Beberapa bahan pewarna yang berasal dari bubuk peledak dapat disupply
dalam bentuk pasta. Ketika beberapa bahan pewarna...
Gambar 5.3 Perbandingan garis tengah dari konsetrasi uap sebagai fungsi jarak
dari pelepasan anhidrat dan larutan amonia 2...
5.3 Runtutan Analogi
Bab 5 dibuka dengan suatu pernyataan mengenai pengurangan
(attenuation), dimana pengurangan suatu rea...
tersebut diindikasi bahwa pekerja perbaikan dan perawatan seharusnya
memberitahukan ke bagian ruang kontrol ketika kendara...
Reaction: Inherent Safe Design through Kinetic Modelling and Adiabatic
Testing,” IchemE Symposium Series No. 153, in 12th ...
Hydrogenations : Using a Novel, Inherently Safer Approach,” IChemE
Symposium Series No. 150, in Hazards XVIII (Manchester,...
Ha terminado este documento.
Descárguela y léala sin conexión.
Próximo SlideShare
Keamanan,kesehatan dan keselamatan kerja
Siguiente
Próximo SlideShare
Keamanan,kesehatan dan keselamatan kerja
Siguiente
Descargar para leer sin conexión y ver en pantalla completa.

Compartir

Tugas k3 translating chapter 5

Descargar para leer sin conexión

tugas k3

Tugas k3 translating chapter 5

  1. 1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TRANSLATING CHAPTER 5 : ATTENUATION PROCESS PLANT A Handbook For Inherently Safer Design 2nd Edition Disusun Oleh : Teuku Danil Gunawan 1204103010062 Rahmadani 1204103010063 Putri Phara Intan 1204103010067 Ilham Akbar 1204103010068 Alqadr Firdaus 1204103010072 Ayu Nova Rida 1204103010074 Ahmad Ghufran 1204103010075 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM – BANDA ACEH 2015
  2. 2. BAB 5 PENGURANGAN(ATTENUATION) Suatu hal yang tidak berlebihan dapat bertahan lama, - Seneca (ca. 4 BC – 65 AD) Jika intensifikasi dan substitusi tidak dapat diaplikasikan, maka langkah ketiga yang dapat dilakukan untuk menjadikan plants yang lebih aman adalah pengurangan (attenuation), dimana diperlukannya pengurangan suatu reaksi yang berbahaya hingga reaksi tersebut berlangsung di bawah kondisi berbahayanya (safe reaction) atau proses penyimpanan atau proses pemindahan material berbahaya dengan mengurangi timbulnya bahaya. 5.1 Pengurangan Reaksi 5.1.1 Proses Produksi Phenol Manufaktur proses untuk memproduksi phenol dari cumene (telah dijelaskan pada subbab 4.2.4) melibatkan reaksi bertingkat yang biasanya dioperasikan pada suhu 10 °C dimana reaksi tersebut dapat terjadi. Pada proses ini juga disediakan sebuah tangki penyimpanan yang diisi dengan air setengah volume total tangki, dimana bahan yang terdapat di dalam reaktor dapat dibuang melalui katup keluaran (valve) yang terdapat pada reaktor tersebut. Gambar 5.1 menunjukkan tahapan bertingkat dalam perluasan/pengembangan pelaratan yang aman. Pada awalnya, katup pembuangan/keluaran dioperasikan secara manual (hand operated) (Gambar 5.1.a). kemudian katup tersebut dioperasikan secara automatis ketika temperatur yang telah diset tercapai. Suatu penelitian mengenai reabilitas intrumentasi menunjukkan bahwa hal tersebut tidak cukup. Kemudian digunakan juga sistem paralel untuk sistem tersebut (Gambar 5.1.c). Pada akhirnya ditemukan bahwa, jika temperatur reaksi dapar diturunkan, kemungkinan terjadinya reaksi berbahaya dapat dikurangi dan tangki pembuangan tersebut tidak
  3. 3. dibutuhkan lagi (Gambar 5.1.d). Volume reaksi dapat sedikit ditingkatkan untuk mengimbangi (ganti rugi) reaksi dengan temperatur yang lebih rendah, akan tetapi sistem pengamanan secara keseluruhan meningkat. (Langkah pengurangan seringkali menjadi kebalikan dari langkah intensifikasi, sesuai dengan pembahasan pada subbab 3.2, tetapi tidak selalu seperti itu, lihat pada subbab 5.1.2). Gambar 5.1 Tahapan bertingkat pada pengembangan sistem pembuangan jika terjadi penyimpangan reaksi
  4. 4. 5.1.2 Nitrasi Hidrokarbon Aromatik Seperti yang telah disampaikan pada subbab 4.2.5, nitrasi dapat dideskripsikan sebagai unit operasi proses industri yang terbesar dan tersebar luas serta memiliki kekuatan penghancur yang besar. Unit proses ini juga memiliki posisi penting dalam perekonomian, di dalam reaktor batch pada temperatur yang mendekati temperatur dimana terjadinya reaksi yang menyimpang. Reaksi tersebut dapat dikeluaran dengan aman pada temperatur tersebut jika campuran reaksi dicampurkan dengan suatu pelarut yang aman dan jika pencampuran yang terjadi baik maka dapat meningkatkan efek pencampuran tersebut. Gambar 5.2 menunjukkan suatu reaktor dengan continuous-loop dimana terdapat sistem pengurangan (attenuation) dan intensifikasi. Inventori total lebih rendah jika dibandingkan dengan reaktor batch umumnya. Sebagai tambahan, proses pencampuran tersebut menggunakan asam sulfat berlebih sebagai pelarut. Dengan adanya pencampuran yang baik terjadi didalam sirkulasi pompa mengakibatkan terjadinya reaksi dalam beberapa detik dan waktu kontak total fasa asam dan hidrokarbon terjadi dalam kurang dari satu menit. Perbandingan ratio antara asam dan reaktan (asam nitrat dan hidrokarbon) adalah 30 : 1, dimana tidak terdapat reaktan yang berlebih yang dapat menimbulkan terjadinya reaksi yang melenceng (reaksi yang tak diinginkan). Temperatur maksimum yang memungkinkan untuk dinaikkan adalah 15 °C. Pengunaan asam sulfat sebagai pelarut mungkin merupakan keputusan yang aneh, akan tetapi jika terjadi kebocoran, insiden tersebutdapat dilokalisasi dan ledakan reaktornya tidak menimbulkan dampak buruk.
  5. 5. Gambar 5.2 Sirkulasi pompa nitrasi: keamanan dengan mengurangi inventori dan pelarutan 5.1.3 Reaksi Lainnya Beberapa proses dengan teknologi baru diperbolehkan untuk dioperasikan dibawah kondisi berbahaya dibandingkan dengan proses yang biasanya digunakan. Sebagai contoh katalis baru yang dihasilkan pada tekanan rendah di metanol plants dan pada proses oxo yang memproduksi aldehidadari olefin dengan metode carbonylation. Polietilen dan polipropilen saat ini dapat diproduksi pada tekanan rendah (subbab 3.2.6). Beberapa bahan piroporic seperti butil litium saat ini dapat diproduksi dalam bentuk larutan sehingga dapa mencegah terjadinya kontak dengan udara. Suatu reaksi yang menggunakan propilen oxida dapat dikeluaran dengan menurukan tekanan dimana reaksi yang tidak diinginkan tidak dapat terjadi. Pada beberapa kasus, bahan pereaksi yang berbahaya atau katalis dapat dihentikan (tidak aktif) dengan menambahkan suatu kelompok pengaktif yang dapat mengikat substrat dan memperbaikinya. Suatu proyek baru mendemonstrasikan bagaimana nanotube karbon dapat dikembangkan dari aluminum oxida yang dapat memungkinkan suatu proses berjalan dengan aman. Prinsip umum yang dikemukakan oleh Horng adalah produksi dari nanopartikel
  6. 6. dan nanofiber dengan permukaan dalam ukuran micro dapat menurunkan timbulnya dampak bagi lingkungan, kesehatan, dan keamanan. Hal yang sama juga terjadi pada proses nitrasi (subbab 5.1.2), pelarutan dengan menggunakan pelarut yang aman dapat mengurangi kondisi reaksi pada proses lainnya. Chen menjelaskan bahwa proses oksida cyclohexane dimana penambahan sejumlah air dapat menimbulkan terjadinya azeotrof dengan titik didih minimum dengan cyclohexane liquid, sementara itu uap air juga mengakibatkan uap cyclohexane menjadi tidak mudah terbakar. Contoh lainnya yaitu sintesis bahan pengaktif parmatikal (Actice Pharmaceutical Ingredient / API) yang melibatkan pengunaan cyanamide yang sangat tidak stabil. Penambahan pengunaan pelarut (air) yang ditunjukkan dari suatu model kinetika dan percobaan secara adiabatic, dengan siknifikan dapat menurunkan kemungkinan terjadi reaksi menyimpang. Aplikasi lainnya pada di bawah kondisi berbahaya adalah pengunaan vibratory feeder sebagai penganti pengunaan screw feeder yang digunakan untuk memindahkan bubuk yang mudah terbakar (vibratory feeder tidak memanfaatkan kerapatan jarak antar beberapa bagian pemindah) dan memanfaatkan gaya gravitasi atau gas bertekanan sebagai penganti pengunaan pompa untuk memindahkan cairan yang tidak stabil (unstable liquid). (lihat susbab 8.1.5). Bahan baku seringkali mengandung bahan pengotor (impurities) yang mungkin dapat mempengaruhi reaksi yang berlangsung dan kemudian harus dipisahkan dari produk. Hal terbaik yang mungkin dapat dilakukan adalah memisahkannya dari bahan baku. 5.2 Pengurangan Penyimpanan dan Transportasi Berikut ini adalah contoh pengurangan penyimpanan dan transportasi: 1. Amonia dan klorin dalam berjumlah besar disimpan dengan sistem pendinginan pada tekanan atmosfer dan tidak dibawah tekanan pada temperatur atmosfer. Jika terdapat lubang pada tangki atau pipa penghubung dibawah liquid level, laju alir cairan yang keluar dari lubang adalah rendah, karena cairan dingin dan hanya sebagian kecil yang menguap. Jika terdapat
  7. 7. lubang pada tangki diatas liquid level, maka aliran yang keluar melewati lubang tersebut kecil karena tekanan dibutuhkan untuk melewatinya sangat rendah bahkan tidak ada tekanan sama sekali. Gas cair lainnya yang mudah terbakar (Liquefied Flammable Gases / LFG) seperti propana, propilena, butana, butilena, etilen oksida, vinil klorida dan melamin kebanyakan disimpan dengan sistem pendinginan pada temperatur rendah. Tidak diragukan lagi bahwa penyimpanan dengan sistem pendinginan lebih aman daripada penyimpanan dengan sistem kompresi. Dan jika suatu bahan membutuhkan sistem pendinganan, sebagai contoh, untuk ekspor menggunakan kapal, untuk itu tentunya harus disimpan dengan sistem tersebut. Namun, jika diperlukan, baik itu untuk penggunaan langsung atau ekspor, pada suhu ambien atau di bawah tekanan, seluruh sistem (pendingin, penyimpanan, pemanasan) harus dipertimbangkan. Pendinginan dan pemanasan kembali di pabrik merupakan sumber kebocoran, dan mungkin tidak ada peningkatan yang berarti dalam keselamatan dan keamanan kerja. Penyimpanan dengan sistem bertekanan mungkin aman atau bahkan lebih aman jika jumlah total penyimpanan tidak lebih dari ratusan ton. Di Jepang, terjadi kebakaran di pabrik pada saat pengisian tangki penyimpanan propana, dibutuhkannya regulasi pendinginan propana. Akan tetapi, hal ini membutuhkan suatu truk dengan tangki yang terisolasi, pengurangan muatan, dan lainnya, dimana pada akhirnya yang terjadi hanyalah kecelakaan biasa. Mungkin tidak terdapat peningkatan keselamatan dan keamanan kerja. Ledakan fasilitas penyimpanan propana di Kanada pada tahun 2008 telah mendorong peninjauan kembali keamanan penyimpanan dan transportasi dari propana (umumnya di bawah tekanan) di provinsi Ontario. 2. Sebagai suatu alternatif untuk sistem pendinginan, amonia dapat disimpan dalam fasa larutan. Gambar 5.3 menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi atmosfer yang dapat dicapai pada dua skenario kecelakaan: pelepasan lebih dari 10 menit dari sebuah tangki induk yang berisi 250 ton amonia (atau larutan amonia yang kurang dari 28%) dan fraktur dari 2-in. jarak. Perusahaan
  8. 8. yang membuat perhitungan tersebut menemukan bahwa amonia cair dapat digunakan pada setiap proses. Hendershot memperkirakan jarak kebocoran uap monomethylamine dalam melakukan dapat dilihat perpindahannya dalam dua skema/kasus: perpindahan sebagai cairan murni dan perpindahan sebagai larutan 40 % dalam air. Fraktur dari 1-in. Jarak yang dianggap dalam setiap skema/kasus. Uap dari larutan akan terlarut ke level yang tidak berbahaya sebelum mencapai perbatasan pabrik, sedangkan uap dari kebocoran anhidrat akan menyebar empat kali lebih jauh dan dapat membahayakan daerah perumahan. Lacoursiere dkk. mendeskripsikan teknologi SO2SAFETM dimana gas belerang dioksida yang dilarutkan dalam suatu pelarut dengan kapasitas besar (diamine absorbent). Maka memungkinkan penyimpanan tersebut tanpa adanya pemilihan penyimpanan dengan potensi berbahaya seperti penyimpanan suatu cairan di bawah tekanan. Referensi 14 juga menyatakan bahwa proses SO2SAFE lebih murah daripada penyimpanan cairan konvensional lainnya karena dapat mengeliminasi beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan SO2 cair. 3. Selama bertahun-tahun, hidrogen telah disimpan dan diangkut sebagai amonia, dimana dibutuhkan suatu tahapan perengkahan (cracked). Hidrogen juga dapat diangkut dan disimpan dengan cara hidrogenasi toluena dalam bentuk methylcyclohexane dan kemudian didehidrogenasi jika dibutuhkan. 4. Asetilena telah disimpan dan diangkut selama bertahun-tahun dalam bentuk larutan dalam aseton. 5. Peroksida organik bertanggung jawab untuk menguraikan eksplosif dan seringkali disimpan dan diangkut dalam bentuk larutan meskipun terjadi peningkatan biaya dan dapat mengurangi kereaktivitasan. Seharusnya terdapat suatu penyeimbang antara kereaktivtasan dan keamanan, dimana umumnya dikatakan telah tercapai. Di inggris, bahwa peroxida harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum dipindahkan dan ukuran maksimum kontainer yang diperbolehkan adalah 1 kg.
  9. 9. 6. Beberapa bahan pewarna yang berasal dari bubuk peledak dapat disupply dalam bentuk pasta. Ketika beberapa bahan pewarna disupply dalam bentuk bubuk, Komponen tertentu tercampur sebelum proses pengeringan. Debu lainnya dapat dibutirkan atau disuspensikan dalam suatu liquid. Sebagai contoh, tanah liat cina sekarang disupply dalam bentuk aqueous slurry. Bahaya yang terdapat dalam hal ini adalah bahaya kesehatan tentunya, bukan bahaya akan terjadinya suatu ledakan. Bahan kimia yang digunakan di industri karet telah digabungkan dalam suatu campuran awal karet (rubber premix). Satu perusahaan menanggulangi bahaya debu dengan mengatur besarnya lubang bukaan karung dusty reagent ke dalam peralatan pencampuran. Karung-karung tersebut tentunya cocok dengan proses tersebut. Perusahaan lainnya menemukan bahwa dengan penambahan sedikit oil atau minaral wool dapat menurunkan emisi dari fiber. Contoh lainnya dari sistem pengurangan dari bahaya dust explosion dapat ditunjukkan pada subbab 13.5 7. Klorin yang digunakan sebagai bahan antiseptic dapat kolam renang biasanya disimpan dalam tangki penyimpanan berbentuk silinder, akan tetapi sekarang disimpan dalam bentuk kalsium atau natrium hipoklorid. Pada tahun 1983, 79 anak keracuran klorin yang bocor pada kolam renang sekolah. Akan tetapi, suplyer peralatan klorinasi mengatakan bahwa tidak semua hipoklorid berbahaya dan dapat bereaksi dengan banyak bahan umum lainnya. Seperti yang telah banyak dijelaskan pada buku ini, suatu perubahan untuk ke tahap lebih baik selalu merugikan perusahaan. Dampak terburuk dapat ditimbulkan pada pengunaan hipoklorid sangat jauhjika dibandingkan dengan dampak terburuk yang ditimbulkan pada pegunaan klorin itu sendiri dan perubahan untuk menyeimbanginya merupakan suatu keharusan. Metode lainnya yang dapat digunakan untuk mencegah pengunaan klorin adalah dengan electrolyze brine in situ. 8. Kebutuhan akan tempat penyimpanan dengan sistem bertekanan tinggi untuk fluida supercritical (sebagai contoh campuran antara hidrogen dan karbon dioksida) dari penelitian laboratorium hal tersebut dapat dieliminasi dengan pengunaan teknologi pendukung baru yaitu gasless hydrogenation.
  10. 10. Gambar 5.3 Perbandingan garis tengah dari konsetrasi uap sebagai fungsi jarak dari pelepasan anhidrat dan larutan amonia 28 % pada tangki penyimpanan (a) 10 menit pelepasan isi tangki penyimpanan dan (b) pada kegagalan pemindahan dengan mengunakan aliran pipa 2 in.
  11. 11. 5.3 Runtutan Analogi Bab 5 dibuka dengan suatu pernyataan mengenai pengurangan (attenuation), dimana pengurangan suatu reaksi yang berbahaya hingga reaksi tersebut berlangsung di bawah kondisi berbahayanya. Hal ini mungkin tidak terlalu mencangkup runtutan bagaimana cara menangani suatu reaksi yang berbahaya yang seharusnya terjadi sebisa mungkin dibawah kondisi berbahaya. Hopkins menjelaskan bahwa skenario ini merupakan latar belakang ia menganalisa kecelakaan kereta glenbrook yang terjadi di Australia pada tahun 1999. Referensi ke-22 mengenai sistem manajemen jalur Queensland dimana para pekerja diberikan suatu jalur khusus dua arah untuk menangani pekerja yang sedang berlangsung. Kegiatan ini difasilitasi dengan pengaturan waktu yang tepat, dimana tidak ada satupun kereta yang melintas selama pembuatan jalur berlangsung. Ini merupakan salah satu pengurangan (attenuation) yang dapat dicapai dalam kasus ini dengan menggunakan dasar utama hirarki sistem kontrol, mengeliminasi bahaya yang mendasar bagi pekerja. Masih terdapat pekerjaan berbahaya lainnya, tetapi bahaya akan kereta tidak ada lagi. Jika membandingkan keamanan kegiatan diatas ketika kegiatan ini tidak memungkinkan untuk mengeliminasi kemacetan kereta selama perbaikan jalur sedang berlangsung. Pengemudi kereta diberitahukan untuk mengurangi kecepatan (prosedur keamanan yang merupakan salah satu hirarki kontrol) dan ketika diberitahukan untuk mengurangi kecepatan dengan menggunakan suatu peralatan sederhana yang diletakkan di jalur kereta, dimana alat tersebut dapat mengirim sinyal (dalam bentuk suara/alarm) ketika kecepatan kereta melampaui batas. Bahkan dengan mengeliminasi jalur kereta melintas selama pekerjaan perbaikan dan perawatan berlangsung tidak mutlak memberikan jaminan keamanan, seperti kecelakaan yang terjadi di Jerman pada tahun 2006. Pada kasus ini, Magnetic Train dengan kecepatan tinggi menabrak kendaraan yang digunakan untuk memperbaiki jalur kereta selama proses perbaikan berlangsung dan setidaknya 23 orang terbunuh. Suatu surat kabar melaporkan bahwa pada waktu
  12. 12. tersebut diindikasi bahwa pekerja perbaikan dan perawatan seharusnya memberitahukan ke bagian ruang kontrol ketika kendaraan mereka telah dikeluarkan dari jalur kereta. Pengontrol kemudian membutuhkan konfirmasi penurunan kendaraan perbaikan dari garasi pekerja. Hanya setelah konfirmasi tersebut para pekerja di ruang kontrol diijinkan untuk mengaktifkan energi listrik yang memperbolehkan pengemudi kereta untuk mengoperasikan kereta. (Lihat pula subbab 15.3, membahas mengenai kesalahan operator (operator error)). Referensi : P. G. Urben, ed., Bretherick’s Handbook of Reactive Chemical Hazards, 6th ed., vol. 2(Oxford, U.K.: Butterworth-Heinemann, 1999), 246. H. G. Gerrisen and C. M. van’t Land, “Intrinsic Continuous Process Safe- Guarding,”Ind. Eng. Chem. Process Des. Dev. 24 (1985): 893–896. “New Continuous Aromatic Nitration Process,” Chem. Eng. (U.K.) 341 (1979): 79. Leaflets available from Bofors Nobel Chematur, Bofors, Sweden. S. E. Dale, “Cost Effective Design Considerations for Safer Chemical Plants,” in Proceedings of the International Symposium on Preventing Major Chemical Accidents, ed. J. L. Woodward (New York: American Institute of Chemical Engineers, 1987), 3.79. D. A. Crowl, ed., Inherently Safer Chemical Processes (New York: American Institute of Chemical Engineers, 1996), 37. J.-J. Horng, “Growing Carbon Nanotube on Aluminum Oxides: An Inherently Safe Approach for Environmental Applications,” Process Safety and Environmental Protection 85(B4), no. 4 (2007): 332–339. J.-R. Chen, “An Inherently Safer Process of Cyclohexane Oxidation Using Pure Oxidation: An Example of How Better Process Safety Leads to Better Productivity,” Process Safety Progress 23, no. 1 (2004): 72–81. W. Dermaut, C. Fannes, and J. V. Thienen, “Safety Aspects of a Cyanamide
  13. 13. Reaction: Inherent Safe Design through Kinetic Modelling and Adiabatic Testing,” IchemE Symposium Series No. 153, in 12th International Symposium on Loss Prevention and Safety Promotion in the Process Industries (Edinburgh, U.K., 2007). “Explosion at Propane Gas Filling Mill,” Safety Eng. News no. 14, April (Tokyo: Yasuda Fire and Marine Insurance Co., 1989). M. Birk and S. Katz, Report of the Propane Safety Review (Toronto, Canada: Queen’s Printer for Ontario, 2008). C. G. Carrithers, A. M. Dowell, and D. C. Hendershot, “It’s Never Too Late for Inherent Safety,” in International Conference and Workshop on Process Safety Management and Inherently Safer Processes (New York: American Institute of Chemical Engineers, 1996), 227–241. D. C. Hendershot, “Inherently Safer Plants,” in Guidelines for Engineering Design for Process Safety (New York: American Institute of Chemical Engineers, 1993), chap. 2.Attenuation ◾111 J. P. Lacoursiere, J. N. Sarlis, and P. M. Ravary, “The SO2SAFE• Technology for Storage and Transport of Sulfur Dioxide” (paper presented at the 32nd American Institute of Chemical Engineers Annual Loss Prevention Symposium, New Orleans, LA, March 1998). T. Newton, “The Light Stuff,” Chem. Brit. 33, no. 1 (1997): 29–31. D. J. Lewis, “Explosive Decompositions,” Hazardous Cargo Bulletin 7, no. 2 (1985):31–32. Organic Peroxides (Conveyance by Road) Regulations, SI No. 2221 (London: Her Majesty’s Stationery Office, 1973). British Occupational Hygiene Society Technology Committee, The Manager’s Guide to Control of Hazardous Substances (Leeds, U.K.: H and H Scientific Consultants, 1996), 12, 13, 54. “Scenario,” Saf. Manage. (South Africa) 9, no. 12 (1983): 44. Technical Bulletin No. 8405-1, Jensen Beach, FL: Chlorinators Inc., 1984. J. Singh, S. Waldram, J. R. Hyde, and M. Poliakoff, “Supercritical
  14. 14. Hydrogenations : Using a Novel, Inherently Safer Approach,” IChemE Symposium Series No. 150, in Hazards XVIII (Manchester, U.K., 2004). A. Hopkins, Safety, Culture and Risk: The Organizational Causes of Disasters (Sydney: CCH Australia Limited, 2005), 67. “Experts Probe Cause of Train Crash,” Chronicle Herald (Halifax, Canada), 24 September 2006.
  • nadyacieeholic

    Mar. 8, 2016

tugas k3

Vistas

Total de vistas

221

En Slideshare

0

De embebidos

0

Número de embebidos

5

Acciones

Descargas

6

Compartidos

0

Comentarios

0

Me gusta

1

×