Se ha denunciado esta presentación.
Utilizamos tu perfil de LinkedIn y tus datos de actividad para personalizar los anuncios y mostrarte publicidad más relevante. Puedes cambiar tus preferencias de publicidad en cualquier momento.

Pengalaman buruk saat malam takbiran

2.315 visualizaciones

Publicado el

  • Sé el primero en comentar

  • Sé el primero en recomendar esto

Pengalaman buruk saat malam takbiran

  1. 1. Pengalaman Buruk Saat Malam Takbiran Hai aku mau cerita tentang cerita tentang kisahku pada waktu malam takbiran oke langsung aja. Pada malam itu malam takbiran saat itu aku masih umur 11 tahun dan lagi mau takbiran di masjid [biasalah sama anak” lain]. Sesampainya di mazjid langsung takbiran ama bapak bapak Gak kerasa waktu udah nunjukin jam 01.00 malam. Dan bapak bapak udah banyak yang pulang alhasil hanya tinggal kami dan pengurus masjid yang masih tersisa di masjid. Anak anak udah pada gak consent takbiran malah pada main kejar”an . Lalu ada temen aku yang namanya asep yang ngusulin buat jajan kira” begini percakapannya : a:aku as:aep As :”daripada kita main disini mending jajan yuk ?” A: ”tapi kan warungnya udah pada nutup” As:”iya juga yah. . .” A :”jadi gimana dong?” As:”gimana kalau kita ambil buah mangga di kebun aku aja?” A :” boleh juga , tapi anak anak mau gak?” Anak2:”ayo gpp lagian disini juga bosen” Lalu berangkatlah kami untuk mengambil buah dengan mohal senter hp. Pada saat di jalan sebenarnya aku udah gak enak tapi karena jumlah kami banyak dan membayangkan buah yang manis jadi aku berani aja Dan sampailah kami di depan pohon buah yang dimaksud “ sedikit gambaran pohon itu berada di kumpulan kebun dan sanping kuburan” pada saat di sana kami langsung melempari pohon mangganya dan belum danpai 5 menit di sana muncul makhluk yang berwarna putih dan mata berwarna merah yang sepertinya tidak suka kehadiran kami. Dan tak perlu penjelasan kami pun langsung lari ke masjid. Tapi bukan itu saja pada saat depan masjid kami bertemu pengurus masjid [yang palsu] dan kami memberitahukan kejadian tadi dan pengurus masjid bilang “mukanya seperti ini” diselangi dengan perubahan wajahnya yang menjadi melepuh dan berkelupas dan matanya melotot dan berdarah kami pun berteriak histeris sambil lari ke rumah ku karena rumahku paling dekat dan kami semu tidur dirumahku Sekian ceritaku semoga bermanfaat dan ditunggu komen nya

×