SlideShare una empresa de Scribd logo
1 de 24
FLUIDA STATIK
FLUIDA
STATIK
TEKANAN HIDROSTATIK
HUKUM PASCAL
HUKUM ARCHIMEDES
TEGANGAN PERMUKAAN
MENISKUS DAN KAPILARITAS
VISKOSITAS DAN HUKUM
STOKES
TEKANAN HIDROSTATIK
1. Tekanan : gaya tiap satuan luas
𝑃 =
𝐹
𝐴
2. Tekanan Hidrosatik >> dipengaruhi oleh kedalaman zat cair
𝑃ℎ = 𝜌𝑔ℎ
Jika tekanan atmosfer di permukaan zat cair itu adalah 𝑃0 maka
tekanan mutlak pada tempat atau titik yang berada pada kedalaman h adalah
P = Po + 𝜌gh
Sehingga gaya hidrostatik pada alas bejana dapat ditentukan dengan
rumus sebagai berikut
F = 𝜌𝑔ℎ𝐴 = 𝜌𝑔𝑉F = 𝜌𝑔𝑉
KESIMPULAN DAN HUKUM
Bahwa untuk satu jenis zat cair, besar tekanan di dalamya tergantung
pada kedalamannya
HUKUM HIDROSTATIKA
“Semua titik yang terletak pada satu bidang datar yang segaris
di dalam satu jenis zat cair yang diam, besar tekanan
hidrostatiknya sama.”
ALAT UKUR TEKANAN FLUIDA
• Manometer tabung terbuka,
• Manometer tabung tertutup,
• Manometer analog
• Barometer.
Manometer digunakan
untuk mengukur tekanan
lingkungan tertutup,
sedangkan barometer
digunakan untuk mengukur
tekanan gas dalam ruang
terbuka.
MANOMETER
TERBUKA
A
B
∆ℎ
𝑃𝐴 = 𝑃𝐵
𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝑃𝑜 + 𝜌𝑔∆ℎ
MANOMETER
TERTUTUP
𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝜌𝑔∆ℎ
CONTOH SOAL
Suatu gas diukur tekanannya dengan manometer terbuka. Jika beda
ketinggian raksa pada kedua tabung manometer adalah 10 cm dan
massa jenis raksa adalah 13.600 𝑘𝑔/𝑚3
, tentukan tekanan gas
tersebut! (tekanann udara = 1 atm = 1.105 𝑁/𝑚2)
Diketahui : ∆ℎ = 10 𝑐𝑚
𝜌 = 13.600 𝑘𝑔/𝑚3
𝑃0 = 1. 105
𝑁/𝑚2
Ditanya : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = … ?
Jawab : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝑃𝑜 + 𝜌𝑔∆ℎ
𝑃𝑔𝑎𝑠 = 1. 105
+ 13.600.10.10 = 146. 104
𝑁/𝑚2
Tekanan suatu gas diukur dengan manometer tertutup. Jika beda
ketinggian raksa pada kedua tabung manometer adalah 20 cm dan
massa jenis raksa adalah 13.600 𝑘𝑔/𝑚3
. Tentukan tekanan gas
tersebut!
Diketahui : ∆ℎ = 20 𝑐𝑚
𝜌 = 13.600 𝑘𝑔/𝑚3
Ditanya : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = … ?
Jawab : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝜌𝑔∆ℎ
𝑃𝑔𝑎𝑠 = 13.600.10.20 = 272. 104
𝑁/𝑚2
HUKUM PASCAL
“tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup
diteruskan sama besar ke segala arah”
𝐹1
𝐴1
=
𝐹2
𝐴2
𝐹1 = gaya pada penampang 1 (N)
𝐹2 = gaya pada penampang 2 (N)
𝐴1 = luas penampang 1 (𝑚2)
𝐴2 = luas penampang 2 (𝑚2
)
HUKUM ARCHIMEDES
1. Gaya ke Atas
𝑤 𝑎𝑖𝑟 = 𝑤 − 𝐹𝐴
𝑤 𝑎𝑖𝑟 = berat benda di dalam zat cair (N)
𝑤 = berat benda di udara (N)
𝐹𝐴 = 𝜌𝑔𝑉
𝐹𝐴 = gaya angkat (N)
𝑉 = volume benda dalam fluida (𝑚3
)
𝜌 = massa jenis zat cair (𝑘𝑔/𝑚3)
𝑔 = percepatan gravitasi (𝑚/𝑠2)
𝐹1
𝐹2
“jika sebuah benda
dimasukkan ke dalam
fluida seluruhnya atau
sebagian, benda tersebut
akan mendapat gaya
angkat ke atas sebesar
berat fluida yang
dipindahkan”
2. Pengaruh Gaya ke Atas pada Benda
a) Mengapung
Benda dikatakan mengapung jika gaya
angkat lebih kecil dari berat benda (𝐹𝐴 > 𝑤)
b) Melayang
Benda dikatakan melayang jika gaya angkat
sama besar dengan berat benda (𝐹𝐴 = 𝑤)
c) Tenggelam
Benda dikatakan tenggelam jika gaya angkat
lebih kecil dari berat benda (𝐹𝐴 < 𝑤)
GAYA KE ATAS
𝑉. 𝜌 = 𝑉𝐵. 𝜌 𝑓
𝑉 = volume benda (𝑚3
)
𝜌 = masssa jenis benda (𝑘𝑔/𝑚3)
𝑉𝐵 = volume benda dalam fluida (𝑚3)
𝜌 𝑓 = massa jenis fluida (𝑘𝑔/𝑚3)
3. Penerapan Hukum Archimedes
a) Kapal Laut
b) Kapal Selam
c) Galangan Kapal
d) Balon udara
e) Hidrometer
KAPAL
𝐹𝐴 = 𝑊
𝜌 𝑓 𝑉𝑏𝑐 𝑔 = 𝜌 𝑏 𝑉𝑏 𝑔
𝜌 𝑓 𝑉𝑏𝑐 = 𝜌 𝑏 𝑉𝑏
𝐹𝐴
W
TEGANGAN PERMUKAAN
Tegangan permukaan dapat diamati dengan
cara meletakkan klip kertas secara perlahan ke atas
permukaan air. Ternyata klip kertas tersebut tidak
tenggelam. Hal ini terjadi karena massa jenis klip
kertas lebih besar dari massa jenis air. Dengan
demikian , terdapat gaya lain yang menahan klip
kertas tersebut. Secara mikro tegangan permukaan
dapat dijelaskan dengan meninjau gaya kohesi yang
dialami partikel air. Gaya kohesi adalah gaya
interaksi berupa tarik-menarik antara partikel air.
Pola interaksi di antara partikel tersebut sedikit
berbeda pada bagian permukaan. Pada bagian
permukaan, partikel hanya menerima gaya interaksi
dari partikel yang berada di bawahnya. Kondisi ini
menghasilkan tegangan permukaan, yang besarnya
adalah gaya per satuan luas permukaan atau F/m².
KESIMPULAN
Tegangan permukaan
adalah GAYA yang
membuat suatu benda
terapung di atas air
TEGANGAN PERMUKAAN
𝛾 =
𝐹
𝑙
𝛾 = tegangan permukaan (N/m)
𝐹 = gaya yang menyinggung permukaan zat cair (N/m)
𝑙 = panjang (m)
MENISKUS DAN KAPILARITAS
MENISKUS
Kohesi dan adhesi menentukan bentuk permukaan zat cair yang jatuh
pada suatu bahan.
Jika setetes air jatuh pada kaca mendatar akan meluas, sebab adhesi
air pada kaca lebih besar daripada kohesi di antara partikel air
sendiri.
Sedangkan setetes raksa yang jatuh pada permukaan kaca akan
mengumpul berbentuk bola karena kohesi raksa lebih besar daripada
adhesi raksa dengan kaca.
Pengaruh kohesi dan adhesi menyebabkan permukaan air di dalam
bejana tidak mendatar namun cekung atau cembung. Cekung atau
cembungnya permukaan air tergantung pada jenis cairan dan dinding
wadah.
Meniskus adalah gejala
permukaan zat cair yang
melengkung di dalam bejana.
Terdapat 2 jenis meniskus, yaitu cekung
dan cembung.
Meniskus cekung
Sudut kontak pada permukaan cairan < 90°
Meniskus cembung
Sudut kontak pada permukaan cairan > 90°
KAPILARITAS
Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya permukaan
zat cair di dalam pipa kapiler.
𝑤 = 𝐹 cos 𝜃
𝑚𝑔 = 2𝜋𝑟𝛾 cos 𝜃
𝜌𝑉𝑔 = 2𝜋𝑟𝛾 cos 𝜃
𝜌𝜋𝑟2 𝑦𝑔 = 2𝜋𝑟𝛾 cos 𝜃
𝑦 =
2𝛾 cos 𝜃
𝜌𝑟𝑔
𝑦 = naik/turunnya zat cair dalam kapiler
(𝑚)
𝜌 = massa jenis zat cair (𝑘𝑔/𝑚3)
𝛾 = tegangan permukaan zat cair (𝑁/𝑚)
𝑟 = jari-jari penampang pipa (𝑚)
𝜃 = sudut kontak
𝑔 = percepatan gravitasi (𝑚/𝑠2)
VISKOSITAS
Viskositas (kekentalan) dianggap sebagai gesekan pada
fluida. Agar benda bergerak di dalam fluida maka
memperlukan gaya. Alat pengukur viskositas adalah
viskosimeter.
HUKUM STOKES
HUKUM STOKES
Fluida ideal yang viskositasnya nol mengalir melewati
sebuah bola atau sebuah bola yang bergerak di dalam
fluida yang diam, garis-garis arus fluidanya akan
membentuk pola simetris sempurna di sekeliling
bola.
Gaya gesek terhadap bola yang bergerak di dalam
fluida diam disebut dengan Gaya Stokes.
𝐹𝑠 = gaya gesek Stokes (𝑁)
𝑟 = jari-jari bola (𝑚)
ŋ = koefisien viskositas (𝑁𝑠/𝑚2)
𝑣 = kecepatan relatif bola terhadap fluida (𝑚/𝑠)
𝐹𝑠 = 6𝜋ŋ𝑟𝑣
Jika sebuah bola jatuh ke dalam fluida yang kental, selama bola bergerak di
dalam fluida pada bola bekerja gaya:
1. Gaya berat bola (w) berarah vertikal ke bawah
2. Gaya Archimedes (FA ) berarah vertikal ke atas
3. Gaya stokes ( Fs ) berarah vertikal ke atas
Sesaat setelah bola masuk ke dalam fluida, gaya berat bola
lebih besar daripada jumlah Gaya Archimedes dan Gaya Stokes,
sehingga bola mendapat percepatan vertikal ke bawah. Selama
gerak bola dipercepat, Gaya Stokes bertambah, hingga suatu saat
gaya berat benda sama dengan jumlah Gaya Archimedes dan Gaya
Stokes. Pada keadaan tersebut, kecepatan bola maksimum. Pada
saat kecepatan maksimum, bola bergerak beraturan.
𝐹𝐴 + 𝐹𝑆 = 𝑤
𝑉𝜌𝑔 + 6𝜋ŋ𝑟𝑣 = 𝑉𝜌´𝑔
4/3𝜋𝑟³𝜌𝑔 + 6𝜋ŋ𝑟𝑣 = 4/3𝜋𝑟³𝜌´𝑔ŋ =
2𝑟2
𝑔
9𝑣
(𝜌′
− 𝜌)
𝑟 = jari-jari bola (𝑚)
ŋ = koefisien viskositas (𝑁𝑠/𝑚2)
𝑔 = percepatan gravitasi (𝑚/𝑠2
)
𝑣 = kecepatan maksimum bola (𝑚/𝑠)
𝜌′ = massa jenis bola (kg/𝑚3)
𝜌 = massa jenis fluida (kg/𝑚3
)
Viskositas fluida tempat bola
dijatuhkan
END

Más contenido relacionado

La actualidad más candente

Modul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdfModul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdfFaqihUddin4
 
FLUIDA STATIS.pptx
FLUIDA STATIS.pptxFLUIDA STATIS.pptx
FLUIDA STATIS.pptxjunqesuo
 
Persamaan lagrange dan hamilton
Persamaan lagrange dan hamiltonPersamaan lagrange dan hamilton
Persamaan lagrange dan hamiltonKira R. Yamato
 
Bab 7 analisis eksergi
Bab 7 analisis eksergi Bab 7 analisis eksergi
Bab 7 analisis eksergi Arya Perdana
 
Percobaan gerak jatuh bebas
Percobaan gerak jatuh bebasPercobaan gerak jatuh bebas
Percobaan gerak jatuh bebasKLOTILDAJENIRITA
 
Teori ketidakpastian
Teori ketidakpastianTeori ketidakpastian
Teori ketidakpastianFarrrsa
 
Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]Bogor
 
Modul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdfModul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdfMuhammad Iqbal
 
Fisika : Besaran dan Satuan
Fisika : Besaran dan SatuanFisika : Besaran dan Satuan
Fisika : Besaran dan SatuanDavid Kurniawan
 
[6] kesetimbangan partikel & fbd
[6] kesetimbangan partikel & fbd[6] kesetimbangan partikel & fbd
[6] kesetimbangan partikel & fbdSyahrir Qoim
 
RPP VEKTOR (SMA)
RPP VEKTOR (SMA)RPP VEKTOR (SMA)
RPP VEKTOR (SMA)MAFIA '11
 
FISIKA DASAR_03 dinamika
FISIKA DASAR_03 dinamikaFISIKA DASAR_03 dinamika
FISIKA DASAR_03 dinamikaEko Efendi
 

La actualidad más candente (20)

Modul 2 pd linier orde n
Modul 2 pd linier orde nModul 2 pd linier orde n
Modul 2 pd linier orde n
 
Kinematika dua dimensi
Kinematika dua dimensiKinematika dua dimensi
Kinematika dua dimensi
 
Hukum Archimedes
Hukum ArchimedesHukum Archimedes
Hukum Archimedes
 
Fisika vektor
Fisika vektorFisika vektor
Fisika vektor
 
Modul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdfModul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E 2022-2023.pdf
 
FLUIDA STATIS.pptx
FLUIDA STATIS.pptxFLUIDA STATIS.pptx
FLUIDA STATIS.pptx
 
Persamaan lagrange dan hamilton
Persamaan lagrange dan hamiltonPersamaan lagrange dan hamilton
Persamaan lagrange dan hamilton
 
Fluida Statis (PPT)
Fluida Statis (PPT)Fluida Statis (PPT)
Fluida Statis (PPT)
 
Bab 7 analisis eksergi
Bab 7 analisis eksergi Bab 7 analisis eksergi
Bab 7 analisis eksergi
 
Percobaan gerak jatuh bebas
Percobaan gerak jatuh bebasPercobaan gerak jatuh bebas
Percobaan gerak jatuh bebas
 
Teori ketidakpastian
Teori ketidakpastianTeori ketidakpastian
Teori ketidakpastian
 
Bangun datar ppt
Bangun datar pptBangun datar ppt
Bangun datar ppt
 
Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]
 
Entropi (new)
Entropi (new)Entropi (new)
Entropi (new)
 
Modul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdfModul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdf
Modul Ajar Fisika Fase E Kelas X Materi Pengukuran Tahun Ajaran 2022-2023.pdf
 
Rpp hukum ii newton
Rpp hukum ii newtonRpp hukum ii newton
Rpp hukum ii newton
 
Fisika : Besaran dan Satuan
Fisika : Besaran dan SatuanFisika : Besaran dan Satuan
Fisika : Besaran dan Satuan
 
[6] kesetimbangan partikel & fbd
[6] kesetimbangan partikel & fbd[6] kesetimbangan partikel & fbd
[6] kesetimbangan partikel & fbd
 
RPP VEKTOR (SMA)
RPP VEKTOR (SMA)RPP VEKTOR (SMA)
RPP VEKTOR (SMA)
 
FISIKA DASAR_03 dinamika
FISIKA DASAR_03 dinamikaFISIKA DASAR_03 dinamika
FISIKA DASAR_03 dinamika
 

Similar a Fluida statik

LAPORAN PRAKTIK FISDAS
LAPORAN PRAKTIK FISDASLAPORAN PRAKTIK FISDAS
LAPORAN PRAKTIK FISDASWidya arsy
 
Laporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama Hidrostatis
Laporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama HidrostatisLaporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama Hidrostatis
Laporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama HidrostatisWidya arsy
 
Fisika Dasar : Fluida
Fisika Dasar : FluidaFisika Dasar : Fluida
Fisika Dasar : FluidaKlik Bayoe
 
STATISTIKA FLUIDA
STATISTIKA FLUIDA STATISTIKA FLUIDA
STATISTIKA FLUIDA Alifah Dina
 
Pertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdf
Pertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdfPertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdf
Pertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdfamnurakhyan2
 
3. b. ppt hyperlink fluida statik
3. b. ppt hyperlink   fluida statik3. b. ppt hyperlink   fluida statik
3. b. ppt hyperlink fluida statikIlham Mubarak
 
A2 Fluida Reza
A2 Fluida RezaA2 Fluida Reza
A2 Fluida Rezaruy pudjo
 
Gaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptx
Gaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptxGaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptx
Gaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptxariefapr
 
Bahan Ajar Fluida Statis
Bahan Ajar Fluida StatisBahan Ajar Fluida Statis
Bahan Ajar Fluida StatisMAFIA '11
 
Fluida tak-bergerak
Fluida tak-bergerakFluida tak-bergerak
Fluida tak-bergerakauliarika
 
ppttekananhidrostatis-191002015955.pdf
ppttekananhidrostatis-191002015955.pdfppttekananhidrostatis-191002015955.pdf
ppttekananhidrostatis-191002015955.pdfIndriWidyastuti19051
 
Fisika-Fluida tak bergerak
Fisika-Fluida tak bergerakFisika-Fluida tak bergerak
Fisika-Fluida tak bergeraklaksmijakti
 
Fluida statis k 2
Fluida statis k 2Fluida statis k 2
Fluida statis k 2yunnicash
 
kekentalan zat cair
kekentalan zat cair kekentalan zat cair
kekentalan zat cair Widya arsy
 
Mekanika fluida 1 pertemuan 01
Mekanika fluida 1 pertemuan 01Mekanika fluida 1 pertemuan 01
Mekanika fluida 1 pertemuan 01Marfizal Marfizal
 

Similar a Fluida statik (20)

LAPORAN PRAKTIK FISDAS
LAPORAN PRAKTIK FISDASLAPORAN PRAKTIK FISDAS
LAPORAN PRAKTIK FISDAS
 
Laporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama Hidrostatis
Laporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama HidrostatisLaporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama Hidrostatis
Laporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama Hidrostatis
 
Fluida Statis SMA
Fluida Statis SMAFluida Statis SMA
Fluida Statis SMA
 
Bab 4 Fluida.pptx
Bab 4 Fluida.pptxBab 4 Fluida.pptx
Bab 4 Fluida.pptx
 
Fisika Dasar : Fluida
Fisika Dasar : FluidaFisika Dasar : Fluida
Fisika Dasar : Fluida
 
STATISTIKA FLUIDA
STATISTIKA FLUIDA STATISTIKA FLUIDA
STATISTIKA FLUIDA
 
Pertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdf
Pertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdfPertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdf
Pertemuan Ke 2 BAB II Viskositas Fluida.pdf
 
3. b. ppt hyperlink fluida statik
3. b. ppt hyperlink   fluida statik3. b. ppt hyperlink   fluida statik
3. b. ppt hyperlink fluida statik
 
A2 Fluida Reza
A2 Fluida RezaA2 Fluida Reza
A2 Fluida Reza
 
Gaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptx
Gaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptxGaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptx
Gaya hidrostatika bidang datar minggu 3.pptx
 
Bahan Ajar Fluida Statis
Bahan Ajar Fluida StatisBahan Ajar Fluida Statis
Bahan Ajar Fluida Statis
 
Tegangan permukaan
Tegangan permukaan Tegangan permukaan
Tegangan permukaan
 
Fluida tak-bergerak
Fluida tak-bergerakFluida tak-bergerak
Fluida tak-bergerak
 
Fluida tak Bergerak
Fluida tak BergerakFluida tak Bergerak
Fluida tak Bergerak
 
Bab 2 hidrostatika
Bab 2 hidrostatikaBab 2 hidrostatika
Bab 2 hidrostatika
 
ppttekananhidrostatis-191002015955.pdf
ppttekananhidrostatis-191002015955.pdfppttekananhidrostatis-191002015955.pdf
ppttekananhidrostatis-191002015955.pdf
 
Fisika-Fluida tak bergerak
Fisika-Fluida tak bergerakFisika-Fluida tak bergerak
Fisika-Fluida tak bergerak
 
Fluida statis k 2
Fluida statis k 2Fluida statis k 2
Fluida statis k 2
 
kekentalan zat cair
kekentalan zat cair kekentalan zat cair
kekentalan zat cair
 
Mekanika fluida 1 pertemuan 01
Mekanika fluida 1 pertemuan 01Mekanika fluida 1 pertemuan 01
Mekanika fluida 1 pertemuan 01
 

Más de Bertha Evania

Más de Bertha Evania (6)

archaebacteria & eubacteria
archaebacteria & eubacteriaarchaebacteria & eubacteria
archaebacteria & eubacteria
 
Mengenal Manusia Purba
Mengenal Manusia PurbaMengenal Manusia Purba
Mengenal Manusia Purba
 
Uang
UangUang
Uang
 
otonomi daerah
otonomi daerahotonomi daerah
otonomi daerah
 
perjuangan merebut irian barat
perjuangan merebut irian baratperjuangan merebut irian barat
perjuangan merebut irian barat
 
Sistem Saraf Manusia
Sistem Saraf ManusiaSistem Saraf Manusia
Sistem Saraf Manusia
 

Último

Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptxPrakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptxHaryKharismaSuhud
 
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptxAKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptxnursariheldaseptiana
 
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptxMemperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptxsalmnor
 
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, FigmaPengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, FigmaAndreRangga1
 
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...Kanaidi ken
 
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024ssuser0bf64e
 
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfJarzaniIsmail
 
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptxContoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptxIvvatulAini
 
Program Kerja Public Relations - Perencanaan
Program Kerja Public Relations - PerencanaanProgram Kerja Public Relations - Perencanaan
Program Kerja Public Relations - PerencanaanAdePutraTunggali
 
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
vIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsx
vIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsxvIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsx
vIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsxsyahrulutama16
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".Kanaidi ken
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusiaKonseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusiaharnosuharno5
 
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTXAKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTXIksanSaputra6
 
Skenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru Penggerak
Skenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru PenggerakSkenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru Penggerak
Skenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru Penggerakputus34
 
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Abdiera
 
Penyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.ppt
Penyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.pptPenyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.ppt
Penyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.pptpalagoro17
 

Último (20)

Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptxPrakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
 
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptxAKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
 
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptxMemperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
 
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, FigmaPengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
 
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
 
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
 
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
 
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptxContoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
 
Program Kerja Public Relations - Perencanaan
Program Kerja Public Relations - PerencanaanProgram Kerja Public Relations - Perencanaan
Program Kerja Public Relations - Perencanaan
 
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
vIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsx
vIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsxvIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsx
vIDEO kelayakan berita untuk mahasiswa.ppsx
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusiaKonseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
 
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTXAKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
 
Skenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru Penggerak
Skenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru PenggerakSkenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru Penggerak
Skenario Lokakarya 2 Pendidikan Guru Penggerak
 
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
Penyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.ppt
Penyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.pptPenyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.ppt
Penyuluhan DM Tipe II Kegiatan Prolanis.ppt
 

Fluida statik

  • 2. FLUIDA STATIK TEKANAN HIDROSTATIK HUKUM PASCAL HUKUM ARCHIMEDES TEGANGAN PERMUKAAN MENISKUS DAN KAPILARITAS VISKOSITAS DAN HUKUM STOKES
  • 3. TEKANAN HIDROSTATIK 1. Tekanan : gaya tiap satuan luas 𝑃 = 𝐹 𝐴 2. Tekanan Hidrosatik >> dipengaruhi oleh kedalaman zat cair 𝑃ℎ = 𝜌𝑔ℎ Jika tekanan atmosfer di permukaan zat cair itu adalah 𝑃0 maka tekanan mutlak pada tempat atau titik yang berada pada kedalaman h adalah P = Po + 𝜌gh Sehingga gaya hidrostatik pada alas bejana dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut F = 𝜌𝑔ℎ𝐴 = 𝜌𝑔𝑉F = 𝜌𝑔𝑉
  • 4. KESIMPULAN DAN HUKUM Bahwa untuk satu jenis zat cair, besar tekanan di dalamya tergantung pada kedalamannya HUKUM HIDROSTATIKA “Semua titik yang terletak pada satu bidang datar yang segaris di dalam satu jenis zat cair yang diam, besar tekanan hidrostatiknya sama.”
  • 5. ALAT UKUR TEKANAN FLUIDA • Manometer tabung terbuka, • Manometer tabung tertutup, • Manometer analog • Barometer. Manometer digunakan untuk mengukur tekanan lingkungan tertutup, sedangkan barometer digunakan untuk mengukur tekanan gas dalam ruang terbuka.
  • 6. MANOMETER TERBUKA A B ∆ℎ 𝑃𝐴 = 𝑃𝐵 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝑃𝑜 + 𝜌𝑔∆ℎ MANOMETER TERTUTUP 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝜌𝑔∆ℎ
  • 7. CONTOH SOAL Suatu gas diukur tekanannya dengan manometer terbuka. Jika beda ketinggian raksa pada kedua tabung manometer adalah 10 cm dan massa jenis raksa adalah 13.600 𝑘𝑔/𝑚3 , tentukan tekanan gas tersebut! (tekanann udara = 1 atm = 1.105 𝑁/𝑚2) Diketahui : ∆ℎ = 10 𝑐𝑚 𝜌 = 13.600 𝑘𝑔/𝑚3 𝑃0 = 1. 105 𝑁/𝑚2 Ditanya : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = … ? Jawab : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝑃𝑜 + 𝜌𝑔∆ℎ 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 1. 105 + 13.600.10.10 = 146. 104 𝑁/𝑚2
  • 8. Tekanan suatu gas diukur dengan manometer tertutup. Jika beda ketinggian raksa pada kedua tabung manometer adalah 20 cm dan massa jenis raksa adalah 13.600 𝑘𝑔/𝑚3 . Tentukan tekanan gas tersebut! Diketahui : ∆ℎ = 20 𝑐𝑚 𝜌 = 13.600 𝑘𝑔/𝑚3 Ditanya : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = … ? Jawab : 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 𝜌𝑔∆ℎ 𝑃𝑔𝑎𝑠 = 13.600.10.20 = 272. 104 𝑁/𝑚2
  • 9. HUKUM PASCAL “tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah” 𝐹1 𝐴1 = 𝐹2 𝐴2 𝐹1 = gaya pada penampang 1 (N) 𝐹2 = gaya pada penampang 2 (N) 𝐴1 = luas penampang 1 (𝑚2) 𝐴2 = luas penampang 2 (𝑚2 )
  • 10. HUKUM ARCHIMEDES 1. Gaya ke Atas 𝑤 𝑎𝑖𝑟 = 𝑤 − 𝐹𝐴 𝑤 𝑎𝑖𝑟 = berat benda di dalam zat cair (N) 𝑤 = berat benda di udara (N) 𝐹𝐴 = 𝜌𝑔𝑉 𝐹𝐴 = gaya angkat (N) 𝑉 = volume benda dalam fluida (𝑚3 ) 𝜌 = massa jenis zat cair (𝑘𝑔/𝑚3) 𝑔 = percepatan gravitasi (𝑚/𝑠2) 𝐹1 𝐹2 “jika sebuah benda dimasukkan ke dalam fluida seluruhnya atau sebagian, benda tersebut akan mendapat gaya angkat ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan”
  • 11. 2. Pengaruh Gaya ke Atas pada Benda a) Mengapung Benda dikatakan mengapung jika gaya angkat lebih kecil dari berat benda (𝐹𝐴 > 𝑤) b) Melayang Benda dikatakan melayang jika gaya angkat sama besar dengan berat benda (𝐹𝐴 = 𝑤) c) Tenggelam Benda dikatakan tenggelam jika gaya angkat lebih kecil dari berat benda (𝐹𝐴 < 𝑤)
  • 12. GAYA KE ATAS 𝑉. 𝜌 = 𝑉𝐵. 𝜌 𝑓 𝑉 = volume benda (𝑚3 ) 𝜌 = masssa jenis benda (𝑘𝑔/𝑚3) 𝑉𝐵 = volume benda dalam fluida (𝑚3) 𝜌 𝑓 = massa jenis fluida (𝑘𝑔/𝑚3)
  • 13. 3. Penerapan Hukum Archimedes a) Kapal Laut b) Kapal Selam c) Galangan Kapal d) Balon udara e) Hidrometer
  • 14. KAPAL 𝐹𝐴 = 𝑊 𝜌 𝑓 𝑉𝑏𝑐 𝑔 = 𝜌 𝑏 𝑉𝑏 𝑔 𝜌 𝑓 𝑉𝑏𝑐 = 𝜌 𝑏 𝑉𝑏 𝐹𝐴 W
  • 15. TEGANGAN PERMUKAAN Tegangan permukaan dapat diamati dengan cara meletakkan klip kertas secara perlahan ke atas permukaan air. Ternyata klip kertas tersebut tidak tenggelam. Hal ini terjadi karena massa jenis klip kertas lebih besar dari massa jenis air. Dengan demikian , terdapat gaya lain yang menahan klip kertas tersebut. Secara mikro tegangan permukaan dapat dijelaskan dengan meninjau gaya kohesi yang dialami partikel air. Gaya kohesi adalah gaya interaksi berupa tarik-menarik antara partikel air. Pola interaksi di antara partikel tersebut sedikit berbeda pada bagian permukaan. Pada bagian permukaan, partikel hanya menerima gaya interaksi dari partikel yang berada di bawahnya. Kondisi ini menghasilkan tegangan permukaan, yang besarnya adalah gaya per satuan luas permukaan atau F/m². KESIMPULAN Tegangan permukaan adalah GAYA yang membuat suatu benda terapung di atas air
  • 16. TEGANGAN PERMUKAAN 𝛾 = 𝐹 𝑙 𝛾 = tegangan permukaan (N/m) 𝐹 = gaya yang menyinggung permukaan zat cair (N/m) 𝑙 = panjang (m)
  • 17. MENISKUS DAN KAPILARITAS MENISKUS Kohesi dan adhesi menentukan bentuk permukaan zat cair yang jatuh pada suatu bahan. Jika setetes air jatuh pada kaca mendatar akan meluas, sebab adhesi air pada kaca lebih besar daripada kohesi di antara partikel air sendiri. Sedangkan setetes raksa yang jatuh pada permukaan kaca akan mengumpul berbentuk bola karena kohesi raksa lebih besar daripada adhesi raksa dengan kaca. Pengaruh kohesi dan adhesi menyebabkan permukaan air di dalam bejana tidak mendatar namun cekung atau cembung. Cekung atau cembungnya permukaan air tergantung pada jenis cairan dan dinding wadah. Meniskus adalah gejala permukaan zat cair yang melengkung di dalam bejana. Terdapat 2 jenis meniskus, yaitu cekung dan cembung.
  • 18. Meniskus cekung Sudut kontak pada permukaan cairan < 90° Meniskus cembung Sudut kontak pada permukaan cairan > 90°
  • 19. KAPILARITAS Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya permukaan zat cair di dalam pipa kapiler. 𝑤 = 𝐹 cos 𝜃 𝑚𝑔 = 2𝜋𝑟𝛾 cos 𝜃 𝜌𝑉𝑔 = 2𝜋𝑟𝛾 cos 𝜃 𝜌𝜋𝑟2 𝑦𝑔 = 2𝜋𝑟𝛾 cos 𝜃 𝑦 = 2𝛾 cos 𝜃 𝜌𝑟𝑔 𝑦 = naik/turunnya zat cair dalam kapiler (𝑚) 𝜌 = massa jenis zat cair (𝑘𝑔/𝑚3) 𝛾 = tegangan permukaan zat cair (𝑁/𝑚) 𝑟 = jari-jari penampang pipa (𝑚) 𝜃 = sudut kontak 𝑔 = percepatan gravitasi (𝑚/𝑠2)
  • 20. VISKOSITAS Viskositas (kekentalan) dianggap sebagai gesekan pada fluida. Agar benda bergerak di dalam fluida maka memperlukan gaya. Alat pengukur viskositas adalah viskosimeter.
  • 21. HUKUM STOKES HUKUM STOKES Fluida ideal yang viskositasnya nol mengalir melewati sebuah bola atau sebuah bola yang bergerak di dalam fluida yang diam, garis-garis arus fluidanya akan membentuk pola simetris sempurna di sekeliling bola. Gaya gesek terhadap bola yang bergerak di dalam fluida diam disebut dengan Gaya Stokes. 𝐹𝑠 = gaya gesek Stokes (𝑁) 𝑟 = jari-jari bola (𝑚) ŋ = koefisien viskositas (𝑁𝑠/𝑚2) 𝑣 = kecepatan relatif bola terhadap fluida (𝑚/𝑠) 𝐹𝑠 = 6𝜋ŋ𝑟𝑣
  • 22. Jika sebuah bola jatuh ke dalam fluida yang kental, selama bola bergerak di dalam fluida pada bola bekerja gaya: 1. Gaya berat bola (w) berarah vertikal ke bawah 2. Gaya Archimedes (FA ) berarah vertikal ke atas 3. Gaya stokes ( Fs ) berarah vertikal ke atas Sesaat setelah bola masuk ke dalam fluida, gaya berat bola lebih besar daripada jumlah Gaya Archimedes dan Gaya Stokes, sehingga bola mendapat percepatan vertikal ke bawah. Selama gerak bola dipercepat, Gaya Stokes bertambah, hingga suatu saat gaya berat benda sama dengan jumlah Gaya Archimedes dan Gaya Stokes. Pada keadaan tersebut, kecepatan bola maksimum. Pada saat kecepatan maksimum, bola bergerak beraturan.
  • 23. 𝐹𝐴 + 𝐹𝑆 = 𝑤 𝑉𝜌𝑔 + 6𝜋ŋ𝑟𝑣 = 𝑉𝜌´𝑔 4/3𝜋𝑟³𝜌𝑔 + 6𝜋ŋ𝑟𝑣 = 4/3𝜋𝑟³𝜌´𝑔ŋ = 2𝑟2 𝑔 9𝑣 (𝜌′ − 𝜌) 𝑟 = jari-jari bola (𝑚) ŋ = koefisien viskositas (𝑁𝑠/𝑚2) 𝑔 = percepatan gravitasi (𝑚/𝑠2 ) 𝑣 = kecepatan maksimum bola (𝑚/𝑠) 𝜌′ = massa jenis bola (kg/𝑚3) 𝜌 = massa jenis fluida (kg/𝑚3 ) Viskositas fluida tempat bola dijatuhkan
  • 24. END